refreat cairan

Download REFREAT CAIRAN

Post on 16-Sep-2015

223 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat cairan

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN

Lebih kurang 60% berat badan orang dewasa pada umumnya terdiri dari cairan (air danelektrolit). Faktoryang mempengaruhi jumlah cairan tubuh adalah umur, jenis kelamin,dan kandungan lemak dalam tubuh.Secara umum orang yang lebih muda mempunyai persentase cairan tubuh yang lebihtinggi dibanding dengan orang yang lebih tua, dan pria secara proporsional mempunyailebih banyak cairan tubuh dibanding denganwanita. Orang yang lebih gemukmempunyai jumlah cairan yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang lebi kurus, karena sel lemak mengandung sedikit air.Cairan tubuh terdiri dari dua kompartemen cairan, yaitu: ruang intra seluler (cairandalam sel) dan ruang ekstra seluler (cairan luar sel). Kurang lebih 2/3 cairan tubuh berada dalam kompartemen cairan intra sel, dan kebanyakan terdapat padamassaotot skeletal.Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting, yaitu:volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ektrasel. Ginjal mengontrol volumecairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrolosmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan urine sesuaikebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut.Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa denganmengatur keluaran ion hidrogen dan ion karbonat dalam urine sesuai kebutuhan. Selain ginjal, yang turut berperan dalam keseimbangan asam-basa adalah paru-paru dengan mengekskresikan ion hidrogen dan CO2, dan sistem dapar (buffer) kimiawi dalam cairantubuh.

Total air dalam tubuh dibagi menjadi 2 bagian : ekstraseluler danintraseluler. Cairan ekstraseluler menyusun 1/3 dari total air dalamtubuh dan 2/3 sisanya merupakan cairan intraseluler.Cairan ekstraselulermenyusun 20% dari berat badan total yang terdiri dari plasma ( 5% dariberat badan ) dan cairaninterstitial( 15 % dari berat badan ). Jumlahcairan intraseluler dihitung dengancaramengurangi total air dalam tubuhdengan cairan ekstraseluler. Cairan intraseluler terdiri dari 40% beratbadan total pada masing masing individudengan proporsi terbesarterdapat pada otot rangka.BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. ANATOMI

Manusia sebagai organisme multiseluler dikelilingi oleh lingkungan luar (milieu exterior) dan sel-selnya pun hidup dalam milieu interior yang berupa darah dan cairan tubuhlainnya. Cairan dalam tubuh, termasuk darah, meliputi lebih kurang 60% dari total beratbadan laki-laki dewasa. Dalam cairan tubuh terlarut zat-zat makanan dan ion-ion yangdiperlukan oleh sel untuk hidup, berkembang dan menjalankan tugasnya. Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik sangat dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya. Semua pengaturan fisiologis untuk mempertahankan keadaan normal disebut homeostasis. Homeostatis ini bergantung pada kemampuan tubuh mempertahankan keseimbangan antara substansi-substansi yang ada di milieu interior.

Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting, yaitu:volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ektrasel. Ginjal mengontrol volumecairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrolosmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan urine sesuaikebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dari air dan garam tersebut.Ginjal juga turut berperan dalam mempertahankan keseimbangan asam-basa denganmengatur keluaran ion hidrogen dan ion karbonat dalam urine sesuai kebutuhan. Selain ginjal, yang turut berperan dalam keseimbangan asam-basa adalah paru-paru dengan mengekskresikan ion hidrogen dan CO2, dan sistem dapar (buffer) kimiawi dalam cairantubuh.

KOMPOSISI CAIRAN TUBUHCairan dalam tubuh meliputi lebihkurang 60% total berat badan laki-laki dewasa. Prosentase cairan tubuh ini bervariasi antara individu, sesuai dengan jenis kelamin dan umur individu tersebut. Pada wanita dewasa, cairan tubuh meliputi 50% dari total berat badan. Pada bayi dan anak-anak,prosentase ini relatif lebih besar dibandingkan orang dewasa dan lansia.Cairan tubuh menempati kompartmen intrasel dan ekstrasel. 2/3 bagian dari cairantubuh berada di dalam sel (cairan intrasel/CIS) dan 1/3 bagian berada di luar sel (cairanekstrasel/CES). CES dibagi cairan intravaskuler atau plasma darah yang meliputi 20% CES atau 15% dari total berat badan; dan cairan intersisial yang mencapai 80% CES atau 5% dari total berat badan. Selain kedua kompatmen tersebut, ada kompartmenlain yang ditempati oleh cairan tubuh, yaitu cairan transel. Namun volumenya diabaikankarena kecil, yaitu cairan sendi, cairan otak, cairan perikard, liur pencernaan, dll. Ion Na+ dan Cl- terutama terdapat pada cairan ektrasel, sedangkan ion K+ dicairan intrasel.

Anion protein tidak tampak dalam cairan intersisial karena jumlahnya paling sedikitdibandingkan dengan intrasel dan plasma. Perbedaan komposisi cairan tubuh berbagai kompartmen terjadi karena adanya barieryang memisahkan mereka. Membran sel memisahkan cairan intrasel dengan cairanintersisial, sedangkan dinding kapiler memisahkan cairan intersisial dengan plasma. Dalam keadaan normal, terjadi keseimbangan susunan dan volume cairan antarkompartmen. Bila terjadi perubahan konsentrasi atau tekanan di salah satukompartmen, maka akan terjadi perpindahan cairan atau ion antar kompartemensehingga terjadi keseimbangan kembali.PERPINDAHAN SUSBTANSI ANTAR KOMPARTMENSetiap kompartmen dipisahkan oleh barier atau membran yang membatasi mereka.Setiap zat yang akan pindah harus dapat menembus barier atau membran tersebut.Bila substansi zat tersebut dapat melalui membran, maka membran tersebut permeabelterhadap zat tersebut. Jika tidak dapat menembusnya, maka membran tersebut tidakpermeabel untuk substansi tersebut.Membran disebut semipermeable (permeabelselektif) bila beberapa partikel dapat melaluinya tetapi partikel lain tidak dapatmenembusnya.Perpindahan substansi melalui membran ada yang secara aktif atau pasif. Transportaktif membutuhkan energi, sedangkan transport pasif tidak membutuhkan energi.

1. Difusi

Partikel (ion atau molekul) suatu substansi yang terlarut selalu bergerak dan cenderung menyebar dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah sehingga konsentrasi substansi partikel tersebut merata. Perpindahan partikel sepertiini disebut difusi. Beberapa faktor yang mempengaruhi laju difusi ditentukan sesuaidengan hukum Fick (Ficks law of diffusion). Faktor-faktor tersebut adalah, peningkatan perbedaan konsentrasi substrat, peningkatan permeabilitas, peningkatan luas permukaan diffusi, berat molekul substrat, jarak yang ditempuh untuk diffuse.

2. Osmosis

Bila suatu substansi larut dalam air, konsentrasi air dalam larutan tersebut lebih rendah dibandingkan konsentrasi air dalam larutan air murni dengan volume yang sama. Hal inikarena tempat molekul air telah ditempati oleh molekul substansi tersebut. Jadi bilakonsentrasi zat yang terlarut meningkatkan, konsentrasi air akan menurun. Bila suatu larutan dipisahkan oleh suatu membran yang semipermeabel dengan larutan yang volumenya sama namun berbeda konsentrasi zat terlarut, maka terjadi perpindahan air/zat pelarut dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi. Perpindahanseperti ini disebut dengan osmosis.

3. Filtrasi

Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua ruang yang dibatasi oleh membran. Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Jumlah cairan yang keluar sebanding dengan besar perbedaan tekanan, luas permukaan membran dan permeabilitas membran. Tekanan yang mempengaruhi filtrasiini disebut tekanan hidrostatik.4. Transpor aktifTransport aktif diperlukan untuk mengembalikan partikel yang telah berdifusi secarapasif dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah yang konsentrasinya lebih tinggi. Perpindahan seperti ini membutuhkan energi (ATP) untuk melawan perbedaankonsentrasi. Contoh: Pompa Na-K.B. KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Pengaturan keseimbangan cairan perlu memperhatikan dua parameter penting, yaitu volume cairan ekstrasel dan osmolaritas cairan ekstrasel. Ginjal mengontrol volumecairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan garam dan mengontrolosmolaritas cairan ekstrasel dengan mempertahankan keseimbangan cairan. Ginjal mempertahankan keseimbangan ini dengan mengatur keluaran garam dan air dalamurine sesuai kebutuhan untuk mengkompensasi asupan dan kehilangan abnormal dariair dan garam tersebut.1. Pengaturan volume cairan ekstrasel.Penurunan volume cairan ekstrasel menyebabkan penurunan tekanan darah arteridengan menurunkan volume plasma. Sebaliknya, peningkatan volume cairan ekstraseldapat menyebabkan peningkatan tekanan darah arteri dengan memperbanyak volume plasma. Pengontrolan volume cairan ekstrasel penting untuk pengaturan tekanan darahjangka panjang. Mempertahankan keseimbangan asupan dan keluaran (intake dan output) air.Untuk mempertahankan volume cairan tubuh kurang lebih tetap, maka harus adakeseimbangan antara air yang ke luar dan yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini terjadi karena adanya pertukaran cairan antar kompartmen dan antara tubuh dengan lingkungan luarnya.Water turnoverdibagi dalam: eksternal fluidexchange, pertukaran antara tubuh dengan lingkungan luar; dan internal fluidexchange, pertukaran cairan antar pelbagai kompartmen, seperti proses filtrasidan reabsorpsi di kapiler ginjal.

Memperhatikan keseimbangan garam. Seperti halnya keseimbangan air,keseimbangan garam juga perlu dipertahankan sehingga asupan garam sama dengan keluarannya. Permasalahannya adalah seseorang hampir tidak pernahmemeprthatikan jumlah garam yang ia konsumsi sehingga sesuai dengankebutuhannya. Tetapi, seseorang mengkonsumsi garam sesuai denganseleranya d