psoriasis refreat

Download Psoriasis refreat

Post on 14-Dec-2015

20 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

psoriasis

TRANSCRIPT

G1h3213h321352h32h353h3532h321h352h35h3h024hy

PSORIASIS

A. SINONIMPsoriasis juga disebut psoriasis vulgaris berarti psoriasis yang biasa, karena ada psoriasis lain, misalnya psoriasis pustulosa.1

B. DEFINISIPsoriasis ialah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronis dan residif, ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar, berlapis-lapis dan transparan; disertai fenomena tetesan lilin, auspitz, dan Kobner.1,2

C. EPIDEMIOLOGI Prevalensi psoriasis adalah sekitar 2% dengan variasi dari 0,4%-0,7% pada populasi Afrika dan Asia. Prevalensi psoriasis di United States dan Kanada adalah 4%. Psoriasis sering dijumpai pada usia 20-30 tahun dan 50-60 tahun.3 Psoriasis dapat terjadi lebih dini pada pasien dengan HLA-Cw6 dan riwayat psoriasis keluarga positif. Insidensi psoriasis umumnya pada laki-laki dan perempuan sama.4 D. ETIOLOGIPenyebab psoriasis yang pasti belum diketahui. Ada beberapa faktor predisposisi dan pencetus yang dapat menimbulkan penyakit ini. faktor-faktor predisposisi :1. Faktor herediter bersifat dominan autosomal dengan penetrasi tidak lengkap.2 Bila orangtuanya tidak menderita psoriasis, risiko mendapat psoriasis 12%, sedangkan jika salah seorang orang tuanya menderita psoriasis risikonya mencapai 34-39%. Berdasarkan awitan penyakit dikenal dua tipe : psoriasis tipe I dengan awitan dini bersifat familial, psoriasis tipe II dengan awitan lambat bersifat nonfamilial. Hal lain yang menyokong adanya faktor genetic ialah bahwa psoriasis berkaitan dengan HLA. Psoriasis tipe I berhubungan dengan HLA-B13, B17, Bw57, dan Cw6. Psoriasis tipe II berkaitan dengan HLA-B27 dan Cw2, sedangkan psoriasis pustulosa berkorelasi dengan HLA B-27.1,72. Faktor psikis, seperti stress dan gangguan emosi. Penelitian menyebutkan bahwa 68% penderita psoriasis menyatakan stress dan kegelisahan yang menyebabkan penyakitnya lebih berat dan hebat. 3. Infeksi fokal. Infeksi menahun di daerah hidung dan telinga, tuberculosis paru, dermatomikosis, arthritis, dan radang menahun ginjal.4. Penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus yang laten. 5. Gangguan pencernaan, seperti obstipasi.6. Faktor cuaca. Beberapa kasus menujukkan tendensi untuk menyembuh pada musim panas, sedangkan pada musim penghujan akan kambuh dan lebih hebat.2Faktor provokatif yang dapat mencetuskan atau menyebabkan penyakit ini bertambah hebat ialah 1. Faktor trauma. Gesekan dan tekanan pada kulit sering dapat menimbulkan lesi psoriasis pada tempat trauma dan disebut fenomena Koebner.2. Faktor Infeksi. Infeksi Streptokokus di faring dapat merupakan faktor pencetus pada penderita dengan predisposisi psoriasis terutama psoriasis gutata.2 Terapi dengan rifampisin dan penisilin dan menyembuhkan lesi kulit. Psoriasis gutata akut umumnya diderita pada individu dengan riwayat keluarga psoriasis plak dan sepertiga kasus psoriasis gutata memberat menjadi bentuk plak yang kronis. Infeksi HIV juga berkaitan dengan psoriasis.7 3. Obat-obatan. Ada banyak obat yang dilaporkan terlibat pada eksaserbasi psoriasis diantaranya garam litium, antimalaria, beta bloker, NSAIDs, ACE-inhibitor, dan kortikosteroid. Pada permulaan, kortikosteroid dapat menyembuhkan tetapi apabila obat ini dihentikan penyakit akan kambuh kembali bahkan lebih berat daripada sebelumnya menjadi psoriasis pustulosa dan generalisata. Obat lain seperti garam litium, antimalaria (klorokuin) dan antihipertensi betabloker dapat memperberat psoriasis.2,74. Sinar Ultraviolet dapat menghambat pertumbuhan sel-sel epidermis, tetapi bila penderita sensitive sinar matahari, psoriasis bertambah berat Karena reaksi isomorfik.2 Fotosensitif psoriasis berkaitan dengan tipe 1 kulit, usia lanjut, dan wanita. Terapi yang dapat membantu adalah PUVA.7 5. Stress psikologis. Pada sebagian penderita, faktor stress dapat menjadi faktor pencetus. Penyakit ini sendiri dapat menyebabkan gangguan psikologis pada penderita sehingga memperberat psoriasis.2 Terapi yang dapat digunakan adalah PUVA.76. Kehamilan. Kadang-kadang wanita yang menderita psoriasis dapat sembuh saat hamil, tetapi akan kambuh setelah bayinya lahir, dan penyakit akan kebal terhadap pengobatan selama beberapa bulan.2

E. KLASIFIKASIPada psoriasis terdapat berbagai bentuk klinis.1. Psoriasis vulgarisBentuk ini ialah yang lazim terdapat, sekitar 90% pasien,4 karena itu disebut vulgaris, dinamakan pula tipe plak karena lesi-lesinya umumnya berbentuk plak.1 Merah, berskuama, plak tersebar simetris adalah cirri khas psoriasis vulagaris yang terdapat pada ekstremitas (terutama siku dan lutut), scalp, lumbosacral bawah, dan genital. Predileksi lainnya adalah umbilicus dan celah intergluteus. Skuama diproduksi konstan dengan sedikit perbedaan bentuk atau distribusi plak. Lesi kecil single menjadi konfluen, membentuk plak yang batasnya seperti land map (psoriasis geografika). Lesi meluas ke lateral dan menjadi sirsiner karenakonfluensi beberapa plak (psoriasis gyrata). Biasanya, ada central clearing, membentuk lesi seperti cincin (psoriasis anular). Varian klinis psoriasis vulagaris lainnya digambarkan menurut morfologi yang berkaitan dengan gross hyperkeratosis.42. Psoriasis gutata (erupsi)Psoriasis gutata (bahasa latin yang berarti tetesan), digambarkan dengan bentuk erupsi kecil (diameter 0,5-1,5 cm) papul. Timbulnya mendadak dan diseminata, umumnya setelah infeksi Streptococcus di saluran napas bagian atas sehabis influenza atau morbili, terutama pada anak dan dewasa muda. Selain itu, juga dapat timbul setelah infeksi yang lain, baik bacterial maupun viral.1,4 bentuk psoriasis ini berkaitan erat dengan HLA-Cw6. Pasien dengan riwayat psoriasis vulgaris/plak kronis dapat berkembang menjadi lesi gutata, dengan atau tanpa perburukan plak kronis.4 3. Psoriasis inversa (Psoriasis fleksural)Psoriasis tersebut mempunyai tempat predileksi pada daerah fleksor sesuai dengan namanya,1,4 misalnya aksila, region genitokruris, dan leher. Skuama selalu minimal atau tidak ada, dan lesi eritem mengkilat tajam, yang sering terdapat pada kontak kulit dengan kulit. Berkeringat memperberat area yang lesi.44. Psoriasis eksudativaBentuk ini sangat jarang. Biasanya kelainan psoriasis kering, tetapi pada bentuk ini kelainannya eksudatif seperti dermatitis akut.15. Psoriasis sebroroik (sebopsoriasis)Gambaran klinis psoriasis seboroik merupakan gabungan antara dermatitis seboroik dengan background genetic psoriasis, plak eritematosa dengan skuama yang biasanya kering menjadi agak berminyak dan agak lunak. Selain berlokasi pada tempat yang lazim, juga terdapat pada tempat seboroik (scalp, glabella, lipatan nasolabial, area presternal dan perioral, dan area intertriginosa).1,4 Sebopsoriasis relative resisten terhadap terapi. Meskipun tidak ditemukan pityrosporum, tetapi terapi antifungal dapat berguna.46. Psoriasis pustulosaAda 2 pendapat mengenai psoriasis pustulosa, pertama dianggap sebagai penyakit tersendiri, kedua dianggap sebagai varian psoriasis. Terdapat dua bentuk psoriasis pustulosa, bentuk lokalisata, dan generalisata. Bentik lokalisata, contohnya psoriasis pustulosa palmo-plantar (Barber) dan acrodermatitis continua. Sedangkan bentuk generalisata, contohnya psoriasis pustulosa generalisata akut (von Zumbusch).a. Psoriasis pustulosa palmoplantar (Barber)Penyakit ini bersifat kronik dan residif, mengenai telapak tangan atau telapak kaki atau keduanya. Kelainan kulit berupa kelompok-kelompok pustule kecil steril dan dalam, di atas kulit yang eritematosa, disertai rasa gatal.b. Psoriasis pustulosa generalisata akut (von Zombusch)Sebagai faktor provokatif banyak, misalnya obat yang tersering karena penghentian kortikosteroid sistemik. Obat lain contohnya, penisilin dan derivatnya (ampisilin dan amoksisilin) serta antibiotic betalaktam yang lain, hidroklorokuin, kalium jodida, morfin, sulfapiridin, sulfonamide, kodein, fenilbutason, dan salisilat. Faktor lain selain obat, ialah hipokalsemia, sinar matahari, alcohol, stress emosional, serta infeksi bakteri dan virus.Penyakit ini dapat timbul pada penderita yang sedang atau telah menderita psoriasis. Dapat pula muncul pada penderita yang belum pernah menderita psoriasis.Gejala awalnya ialah kulit yang nyeri, hiperalgesia disertai gejala umum berupa demam, malaise, nausea, anoreksia. Plak psoriasis yang telah ada makin eritematosa. Setelah beberapa jam timbul banyak plak edematosa dan eritematosa pada kulit yang normal. Dalam beberapa jam timbul banyak pustule miliar pada plak-plak tersebut. Dalam sehari pustul-pustul berkonfluensi membentuk lake of pus berukuran beberapa cm.Kelainan-kelainan semacam itu akan terus menerus dan dapat menjadi eritroderma. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis (leukosit dapat mencapai 20.000/ul), kultur pus dari pustule steril.1 Bentuk psoriasis ini selalu berkaitan dengan tanda sistemik prominen, dan bisa mengancam nyawa. Komplikasinya seperti superinfeksi bacterial, sepsis dan dehidrasi. Psoriasis pustulosa parah menjadi sulit dikendalikan dan membutuhkan rejimen terapi yang poten dengan onset kerja cepat untuk menghindari komplikasi yang mengancam nyawa. Obat-obatan yang biasa digunakan adalah etretinate, methotrexate (MTX), siklosporin, atau kortikosteroid oral. Kasus respiratory distress syndrome (RDS) berkaitan dengan psoriasis pustulosa pernah dilaporkan.47. Eritroderma psoriaticEritroderma psoriasis merupakan bentuk penyakit yang mengenai seluruh tubuh termasuk wajah, tangan, kaki, kuku, punggung, dan ekstremitas. meskipun semua symptom psoriasis ada, eritem adalah bentuk prominen paling banyak, dan skuamanya bila dibandingkan dengan psoriasis stasioner kronis tampak lebih samar. Pasien dengan psoriasis eritroderma kehilangan panas berat karena vasodilatasi menyeluruh, dan hal ini menyebabkan hipotermi. Pasien menggigil untuk meningkatkan suhu tubuhnya. Kulit psoriasis sering hipohidrosis karena sumbatan duktus keringat dan ada risiko hipertermia saat iklim panas. Ekstremitas bawah edema adalah sekunder dari p

View more >