easy case report prolaps tali pusat

Author: bibiegokil

Post on 08-Feb-2018

217 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    1/22

    LAPORAN KASUS

    TALI PUSAT MENUMBUNG

    Perceptor :

    dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG

    Penyaji :

    Easy Orient Dewantari

    1018011055

    KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

    RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG

    BANDAR LAMPUNG

    MARET 2014

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    2/22

    2

    KATA PENGANTAR

    Pertama saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT. karena atas

    rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan kasus yang berjudul Tali

    Pusat Menumbung tepat pada waktunya. Adapun tujuan pembuatan laporan

    kasus ini adalah sebagai salah satu syarat dalam mengikuti dan menyelesaikan

    Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H.

    Abdul Moeloek Bandar Lampung.

    Saya mengucapkan terima kasih kepada dr. Ratna Dewi Puspita Sari,

    Sp.OG, yang telah meluangkan waktunya untuk saya dalam menyelesaikan

    laporan kasus ini. Saya menyadari banyak sekali kekurangan dalam laporan ini,

    oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.

    Semoga referat ini dapat bermanfaat bukan hanya untuk saya, tetapi juga bagi

    siapa pun yang membacanya.

    Bandar Lampung, Maret 2014

    Penulis

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    3/22

    3

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR .................................................................................. 2

    DAFTAR ISI .................................................................................................. 3

    BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 4

    BAB II KASUS ........................................................................................... 5

    BAB III TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 14

    a. Definisi .............................................................................................. 14b. Insiden ............................................................................................... 15c. Etiologi .............................................................................................. 15d. Diagnosis ........................................................................................... 16e. Penatalaksanaan ................................................................................ 16f. Prognosis ........................................................................................... 18

    BAB IV PEMBAHASAN ............................................................................. 19

    BAB V KESIMPULAN ............................................................................... 21

    DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 22

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    4/22

    4

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Prolaps tali pusat merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan dalam

    bidang obstetrik. Prolaps tali pusat terdiri dari tali pusat terkemuka, tali pusat

    menumbung dan tali pusat tersembunyi. Insiden terjadinya prolaps tali pusat

    adalah 1 : 3000 kelahiran, tali pusat menumbung kira-kira 1 : 200 kelahiran,

    sedangkat tali pusat tersembunyi 50% tidak diketahui. Myles melaporkan hasil

    penelitiannya dalam kepustakaan dunia bahwa angka kejadian prolaps tali pusat

    berkisar antara 0,3% sampai 0,6% persalinan. Keadaan prolaps tali pusat lebih

    mungkin terjadi pada malpresentasi atau malposisi janin, antara lain : presentasi

    kepala (0,5%), letak sungsang (5%), presentasi kaki (15%), dan letak lintang

    (20%). Prolaps tali pusat juga sering terjadi jika tali pusat panjang dan jika

    plasenta letak rendah. Mortalitas terjadinya tali pusat menumbung pada janin

    sekitar 11-17% (Mochtar, 1998; Yusuf, 2010).

    Prolaps tali pusat secara langsung tidak mempengaruhi keadaan ibu,

    sebaliknya sangat membahayakan janin. Tali pusat menumbung dimana ketuban

    sudah pecah dan tali pusat berada di bawah bagian terendah janin, keadaan

    tersebut membuat tali pusat dapat tertekan antara bagian terendah janin dan

    dinding panggul yang akhirnya menimbulkan asfiksia pada janin. Bahaya terbesar

    adalah pada presentasi kepala, karena setiap saat tali pusat dapat terjepit antara

    bagian terendah janin dengan jalan lahir sehingga mengakibatkan gangguan

    oksigenasi janin. Pada tali pusat terkemuka, sebelum ketuban pecah, ancaman

    terhadap janin tidak seberapa besar, tetapi setelah ketuban pecah, bahaya kematian

    janin sangat besar (Wikknjosastro, 2007; Yusuf, 2010).

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    5/22

    5

    BAB II

    KASUS

    Masuk RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung :

    Tanggal 16 Maret 2014 / Jam 15.25 WIB

    No. RM : 074183

    IDENTITAS :

    Nama : Ny. M

    Usia : 31 tahun

    Pendidikan : SMP

    Pekerjaan : Tani

    Agama : Islam

    Suku : Jawa

    Alamat : Desa Way Urang, Padang Cermin, Kab. Pesawaran.

    ANAMNESIS :

    Keluhan Utama : Tali pusat menumbung

    Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien rujukan dari bidan, dengan G3P2A0, hamil

    37-38 minggu dengan tali pusat menumbung, JTM

    preskep. Pasien mengeluh keluar air-air diikuti tali

    pusat dari vagina sejak pukul 11.00 WIB.

    Riwayat Penyakit Dahulu : tidak ada

    Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada

    HPHT : 25 Juni 2013

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    6/22

    6

    Riwayat ANC : rutin di bidan setiap 1 bulan sekali

    Riwayat KB : -

    Rencana KB selanjutnya : -

    Riwayat Obstetri

    1. Perempuan, spontan, bidan, 3000 gram, tahun 20022. Laki-laki, seksio sesaria a.i plasenta previa totalis, dokter, 3900, tahun

    2010

    3. Hamil ini

    Kronologis

    16-3-2014

    15.25 WIB

    S :

    Keluhan : Mau melahirkan dengan tali pusat menumbung

    RPP : + 5 jam sebelum masuk rumah sakit, pasien mengeluh perut

    mules yang menjalar ke pinggang, hilang timbul, makin lama

    makin sering dan kuat yang diikuti dengan pecah ketuban dan

    diikuti keluarnya tali pusat dari kemaluan. Riwayat keluat darah

    lendir (+). Pasien kemudian ke bidan dan dirujuk ke RS Restu

    Bunda karena adanya tali pusat yang menumbung. Di RS Restu

    Bunda ditemukan sudah ada pembukaan 4cm. Kemudian pasien

    dirujuk ke RSUD Kota Bandar Lampung untuk direncanakan

    operasi seksio sesaria. Karena ketiadaan obat bius di RS

    tersebut, pasien dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar

    Lampung.

    O :

    Status Present :

    TD : 110/70,

    N : 84x/menit

    RR : 20x/menit

    T : 36.7oC

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    7/22

    7

    Status Obstetrica :

    PL : TFU 3 jari dibawah proc. xiphoideus (37cm); memanjang; puka;

    presentasi kepala;penurunan 2/5 HIS 4x10x40; TBJ 3875gr;

    DJJ (-)

    VT : Portio lunak; anterior; eff 100%; 8; kepala H III; ketuban (-);

    teraba tali pusat keluar dari OUE di samping kepala; UUK kanan lintang.

    A :

    G3P2A0, hamil 37-38 minggu inpartu kala I fase aktif dengan bekas sc 1x

    (a.i. plasenta previa totalis) dengan tali pusat menumbung JTM preskep

    P :

    Observasi tanda vital ibu dan his

    R/ partus pervaginam

    PEMERIKSAAN FISIK di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung

    Status Generalis

    - Keadaan umum : Tampak sakit sedang- Kesadaran : Compos mentis- Tekanan darah : 110/70 mmHg- Frekuensi nadi : 84 kali/menit- Frekuensi napas : 20 kali/menit- Suhu : 36,7oC

    Status Lokalis

    -

    Mata : Anemis -/- Ikterik -/-- Jantung : dalam batas normal- Paru : dalam batas normal- Abdomen : tampak cembung- Ekstremitas : Edema -/-

    Pemeriksaan Obstetri

    - TFU : 37cm- L1 : presentasi bokong

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    8/22

    8

    - L2 : presentasi punggung kanan- L3 : presentasi kepala- L4 : 2/5- TBJ : 4030gr- HIS : 4x/10/40- DJJ : tidak ada (-)- VT : VT 8, tali pusat tidak berdenyut

    Pemeriksaan Penunjang :

    - Darah lengkapo HB : 10,9 gr/dlo LED : 30 mm/jamo Leukosit : 14.800 /ulo Basophil : -o Eosinophil : -o Batang : 1%o Begmen : 79%o Limfosit : 15%o Monosit : 5 %o Trombosit : 220.000o Masa pendarahan : 3 menito Masa pembekuan : 10 menit

    - Kimia Daraho GDS : 106 mg/dl

    DIAGNOSIS

    G3P2A0 hamil 37-38 minggu inpartu kala I fase aktif dengan bekas sc 1x (a.i

    plasenta previa totalis), JTM preskep + tali pusat menumbung,

    RENCANA TINDAKAN

    Observasi keadaan ibu Observasi His Partus pervaginam

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    9/22

    9

    FOLLOW UP

    Waktu Subjective Objective Assesment Planning

    16-03-2014

    16.00 WIB

    Keluhan Utama : Tali pusat

    menumbung

    Riwayat Penyakit

    Sekarang : Pasien rujukan dari bidan,dengan G3P2A0, hamil 37-

    38 minggu dengan tali pusat

    menumbung, JTM preskep.Pasien mengeluh keluar air-

    air diikuti tali pusat dari

    vagina sejak pukul 11.00

    WIB.

    Riwayat Penyakit Dahulu : tidak ada

    Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada

    HPHT : 25 Juni

    2013

    Riwayat ANC : rutin di

    bidan setiap

    1 bulan

    sekaliRiwayat KB : -

    Rencana KB selanjutnya : -

    Riwayat Obstetri1. Perempuan, spontan, bidan, 3000

    gram, tahun 2002

    2. Laki-laki, seksio sesaria a.iplasenta previa totalis, dokter,

    3900, tahun 2010

    Kronologis

    Status Generalis

    -Keadaan umum : Tampak sakitsedang

    -Kesadaran : Compos mentis-Tekanan darah : 110/70 mmHg-Frekuensi nadi : 84 kali/menit-Frekuensi napas : 20 kali/menit-Suhu : 36,7oC

    Status Lokalis-Mata : Anemis -/-

    Ikterik -/-

    -Jantung : dalam batas normal-Paru : dalam batas normal-Abdomen : tampak cembung-Ekstremitas: Edema -/-

    Pemeriksaan Obstetri

    -TFU: 37cm-L1 : presentasi bokong-L2 : presentasi punggung kanan-L3 : presentasi kepala-L4 : 2/5-TBJ : 3875gr-HIS: 4x/10/40-DJJ : tidak ada (-)-VT :8, eff 100%, kepala H III,teraba tali pusat keluar dari OUE di

    samping kepala, tali pusat tidak

    G3P2A0 hamil

    37-38 minggu

    inpartu kala I

    fase aktifdengan bekas sc

    1x (a.i plasenta

    previa totalis),JTM preskep +

    tali pusat

    menumbung,

    Observasi keadaanibu

    Observasi HisPartus pervaginam

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    10/22

    10

    16-3-2014

    15.25 WIB

    S :

    Keluhan : Mau melahirkan dengan

    tali pusat menumbung

    RPP : + 5 jam sebelum masukrumah sakit, pasien mengeluh perut

    mules yang menjalar ke pinggang,

    hilang timbul, makin lama makin

    sering dan kuat yang diikuti denganpecah ketuban dan diikuti keluarnya

    tali pusat dari kemaluan. Riwayat

    keluat darah lendir (+). Pasien

    kemudian ke bidan dan dirujuk ke

    RS Restu Bunda karena adanya tali

    pusat yang menumbung. Di RS

    Restu Bunda ditemukan sudah ada

    pembukaan 4cm. Kemudian pasien

    dirujuk ke RSUD Kota Bandar

    Lampung untuk direncanakan

    operasi seksio sesaria. Karenaketiadaan obat bius di RS tersebut,

    pasien dirujuk ke RSUD Abdul

    Moeloek Bandar Lampung.

    O :

    Status Present :

    TD : 110/70,

    N : 84x/menit

    RR : 20x/menit

    T : 36.7oC

    berdenyut; UUK kanan lintang.

    Pemeriksaan Penunjang :

    -Darah lengkapo HB : 10,9 gr/dlo LED : 30 mm/jamo Leukosit : 14.800 /ulo Basophil : -o Eosinophil : -o

    Batang : 1%o Begmen : 79%o Limfosit : 15%o Monosit : 5 %o Trombosit : 220.000o Masa

    pendarahan : 3 menit

    o Masapembekuan : 10 menit

    -Kimia Daraho GDS : 106 mg/dl

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    11/22

    11

    Status Obstetrica :

    PL : TFU 3 jari dibawah proc.

    xiphoideus (37cm); memanjang;

    puka; presentasi kepala; penurunan

    2/5 HIS 4x10x40; TBJ 3875gr;

    DJJ (-)VT : Portio lunak; anterior;

    eff 100%; 8; kepala H III; ketuban(-); teraba tali pusat keluar dari OUE

    di samping kepala; UUK kananlintang.

    A :

    G3P2A0, hamil 37-38 minggu

    inpartu kala I fase aktif dengan

    bekas sc 1x (a.i. plasenta previa

    totalis) dengan tali pusat

    menumbung JTM preskep

    P :

    Observasi tanda vital ibu dan hisR/ partus pervaginam

    16.20 WIB G3P2A0 hamil

    37-38 minggu

    inpartu kala I

    fase aktif

    dengan bekas sc

    1x (a.i plasenta

    previa totalis),

    JTM preskep +

    tali pusat

    menumbung,

    Mulai persalinan

    pervaginam

    Episiotomi

    16.30 WIB Lahir neonates mati :

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    12/22

    12

    laki-laki, berat badan

    3700 gram, panjang

    badan 50 cm

    16.40 WIB Keadaan Umum : Baik

    Kesadaran : Compos Mentis

    TD : 110/70

    N : 80 x/m

    RR : 20 x/m

    T : 36,1oC

    TFU : setinggi pusat

    Plasenta lahir spontan,

    lengkap, berat 600

    gram, panjang tali

    pusat 50 cm, diameter

    16 x 18 cm.

    Penjahitan perineum16.50 WIB Keadaan Umum : Baik

    Kesadaran : Compos Mentis

    TD : 120/70

    N : 76 x/m

    RR : 20 x/m

    T : 36,1oC

    TFU : setinggi pusat

    Keadaan kandung kemih : kosong

    Perdarahan : 150 cc

    Kala IV

    17-03-2014

    05.00 WIB

    Keadaan Umum : Baik

    Kesadaran : Compos Mentis

    TD : 100/60

    N : 64 x/m

    RR : 16 x/m

    T : 36,7oC

    TFU : 2 jari dibawah pusat

    Hari 1 post

    persalinan

    pervaginam

    spontan

    - Observasi keadaanibu

    - Mobilisasi- Terapi oral:

    Paracetamol 3 x 500

    mg

    Amoxicillin 3 x 500

    mg

    Vitamin B complex

    10.00 WIB Keadaan Umum : Baik

    Kesadaran : Compos Mentis

    TD : 110/70

    N : 80 x/m

    Hari 1 post

    persalinan

    pervaginam

    spontan

    Pasien pulang dengan

    edukasi

    - Kontrol kembalitanggal 24-3-2014 di

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    13/22

    13

    RR : 20 x/m

    T : 36,7oC

    puskesmas atau

    poliklinik RS

    - Perawatan lukajahitan

    - Makan makananbergizi

    - Aktivitas sepertibiasa

    - Minum obatParacetamol 3 x 500mg

    Amoxicillin 3 x 500

    mg

    Vit. B complex

    Selama 3 hari

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    14/22

    14

    BAB III

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Definisi

    Prolaps tali pusat di jalan lahir terdiri dari : tali pusat menumbung, tali pusat

    terkemuka, dan tali pusat tersembunyi. Tali pusat menumbung adalah suatu keadaan

    di mana tali pusat berada di samping atau melewati bagian terendah janin di dalam

    jalan lahir setelah ketuban pecah. Tali pusat yang mendahului bagian terbawah janin

    dan terdapat lebih rendah dari bagian terbawah janin pada ketuban yang masih utuh

    disebut tali pusat terkemuka. Tali pusat yang berada di samping bagian terbawah janin

    pada ketuban yang masih utuh disebut tali pusat tersembunyi (Wiknjosastro, 2007)

    A B C

    Gambar 1. Tiga jenis tampilan tali pusat di jalan lahir. A. Tali pusat tersembunyi. B.

    Tali pusat terkemuka. C. Tali pusat menumbung (Hughey, 2009).

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    15/22

    15

    B. Insiden

    Insiden terjadinya prolaps tali pusat adalah 1 : 3000 kelahiran, tali pusat menumbung

    kira-kira 1 : 200 kelahiran, tetapi insiden dari tali pusat tersembunyi 50% tidak

    diketahui. Myles melaporkan hasil penelitiannya dalam kepustakaan dunia bahwa

    angka kejadian prolaps tali pusat berkisar antara 0,3% sampai 0,6% persalinan.

    Keadaan prolaps tali pusat lebih mungkin terjadi pada malpresentasi atau malposisi

    janin, antara lain : presentasi kepala (0,5%), letak sungsang (5%), presentasi kaki

    (15%), dan letak lintang (20%). Prolaps tali pusat juga sering terjadi jika tali pusat

    panjang dan jika plasenta letak rendah. Mortalitas terjadinya tali pusat menumbung

    pada janin sekitar 11-17%. Penjepitan dan tekanan pada tali pusat oleh bagian

    terendah janin terutama kepala menyebabkan gangguan fungsi sirkulasi uteroplasenta

    yang membuat janin kekurangan oksigen (hipoksia) dan menimbulkan kematian.

    (Mochtar, 1998; Wiknjosastro, 2007; Yusuf, 2010)

    C. Etiologi

    Setiap faktor yang mengganggu adaptasi bagian terendah janin dengan pintu atas

    panggul akan member kecenderungan (predisposisi) terjadinya prolaps tali pusat.

    Beberapa predisposisi tersebut adalah sebagai berikut (HON, 2002; Mochtar, 1998;

    Wiknjosastro,2007) :

    1. Presentasi atau letak janin yang tidak normal seperti letak lintang terutama padapunggung janin di fundus, letak sungsang, presentasi muka atau dahi, dan

    presentasi ganda. Keadaan-keadaan tersebut biasanya dapat membuat jalan lahir

    tidak terisi penuh, sehingga memudahkan timbulnya prolaps tali pusat.

    2. Keadaan di mana presentasi janin masih tinggi atau belum masuk pintu ataspanggul, seperti pada multiparitas, prematuritas dan panggul sempit.

    3. Polihidramnion, di mana air ketuban lebih banyak dari normal sehingga sewaktuketuban pecah, air ketuban keluar sering disertai disertai prolaps tali pusat.

    4. Kehamilan ganda. Prolaps tali pusat sering terjadi saat melahirkan bayi yang ke-dua

    5. Hidrosefalus dan anensefalus6. Plansenta previa dan plasenta letak rendah

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    16/22

    16

    D. Diagnosis

    Ibu tidak dapat merasakan adanya prolaps tali pusat pada dirinya. Masalah tampak

    ketika memonitor denyut jantung bayi yang menunjukkan penurunan denyut jantung

    (bradikardi), dan penemuan saat melakukan vaginal toucher. Alat bantu yang dapat

    digunakan antara lain: Doppler, kardiotokografi dan ultrasonografi. Gawat janin yang

    tampak dengan alat tersebut menunjukkam pola deselerasi variabel sebagai

    konsekuensi dari kompresi tali pusat Diagnostik tali pusat menumbung lebih mudah

    ditegakkan ketika terlihat atau terabanya jerat tali pusat di dalam vagina yang

    terkadang menjulur sampai luar vulva. Pemeriksaan dalam dilakukan untuk

    menegakkan diagnosa kemungkinan adanya tali pusat tersembunyi, letak terkemuka

    atau tali pusat menumbung. Janin yang masih hidup teraba tali pusat berdenyut,

    sebaliknya pada janin yang sudah mati tali pusat tidak berdenyut lagi (HON, 2002;

    Wiknjosastro, 2007).

    E. Penatalaksanaan

    Upaya-upaya sebelum tindakan pengakhiran kehamilan segera (Wiknjosastro, 2007),

    sebagai berikut:

    1. Memposisikan ibu untuk menungging (knee-chest position) atau posisitrendelenburg untuk mengurangi tekanan pada tali pusat

    2. Mendorong bagian terendah janin ke cranial untuk mengurangi tekanan pada talipusat

    3. Memantau terus denyut jantung janin dan pulsasi tali pusat4. Resusitasi intrauterine melalui oksigenasi pada ibu

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    17/22

    17

    Gambar 2. Knee Chest Position dan Tredelenburg Position (Hughey, 2009)

    Tindakan pengakhiran kehamilan tergantung pada kondisi servik dan kondisi janin

    (Mochtar, 1998; Wiknjosasto, 2007), sebagai berikut:

    1. Kondisi servik, tergantung dari pembukaannya belum lengkap atau sudah lengkap.2. Kondisi janin, tergantung dari letak, presentasi, turunnya bagian terendah serta

    maturitas, dan hidup atau matinya.

    a. Pada pembukaan yang belum lengkap:i. Janin yang masih hidup (denyut jantung janin jelas dan teratur)

    pilihan utama pengakhiran kehamilan adalah seksio sesaria.

    ii. Janin yang sudah mati dibiarkan partus spontan.b. Pada pembukaan yang telah lengkap, perlu dipertimbangkan hal berikut:

    i. Pada janin yang masih hidup sedapat mungkin lahir pervaginamdalam waktu kurang dari setengah jam, sebaliknya pada janin yang

    sudah mati dengan presentasi kepala dibiarkan partus spontan.

    ii. Pada presentasi kepala, dengan janin masih hidup dan ukurankepala dalam batas normal serta posisi kepala masih tinggi di atas

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    18/22

    18

    pintu atas panggul, maka pilihan pengakhiran kehamilan segera

    adalah versi dan ekstraksi.

    iii. Pada presentasi kepala, dengan janin masih hidup dan taksiranjanin besar serta kepala masih tinggi, maka pilihan utama

    pengakhiran kehamilan segera adalah seksio sesaria

    iv. Pada presentasi kepala dan tali pusat yang masih berdenyut telahjauh turun dalam panggul, maka segera dilakukan ekstraksi cunam

    v. Pada letak sungsang pada janin hidup atau mati persalinan diakhirisecara ekstraksi kaki atau bokong

    vi. Pada letak lintang dengan janin yang masih hidup segera dilakukanseksio sesaria. Pada janin yang sudah mati, upayakan lahir

    pervaginam, dapat dengan embryotomi seperti spondilotomi

    dekapitasi atau efiserasi.

    F. PrognosisTali pusat menumbung merupakan suatu keadaan darurat yang terutama mengancam

    nyawa janin. Prognosis prolaps tali pusat pada ibu dan janin, sebagai berikut :

    1. Prognosis bagi ibu umumnya baik. Anemia dan infeksi yang terjadi oleh karenaperdarahan dan manipulasi atau tindakan dalam persalinan. Keadaan tersebut

    dapat dicegah dan diatasi dengan transfuse darah dan antibiotika

    2. Prognosis bagi janin adalah tidak baik dan berisiko besar untuk meninggalterutama pada letak kepala. Tekanan parsial pada tali pusat yang berlangsung

    kurang dari 7 menit tidak membahayakan. Tekanan sempurna pada tali pusat yang

    berlangsung kurang dari 7 menit atau tekanan parsial yang berlangsung lebih dari

    7 menit akan mengakibatkan kematian janin atau kerusakan susunan saraf pusat

    (cerebral palsy)

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    19/22

    19

    BAB IV

    ANALISIS KASUS

    Diagnosa dan penatalaksanaan pada kasus ini di tegakkan berdasarkan anamnesis dan

    pemeriksaan fisik. Anamnesis yang didapat adalah + 5 jam sebelum masuk rumah sakit,

    pasien mengeluh perut mules yang menjalar ke pinggang, hilang timbul, makin lama makin

    sering dan kuat yang diikuti dengan pecah ketuban dan diikuti keluarnya tali pusat dari

    kemaluan. Riwayat keluat darah lendir (+). Pasien kemudian ke bidan dan dirujuk ke RS

    Restu Bunda karena adanya tali pusat yang menumbung. Di RS Restu Bunda ditemukan

    sudah ada pembukaan 4cm. Kemudian pasien dirujuk ke RSUD Kota Bandar Lampung untuk

    direncanakan operasi seksio sesaria. Karena ketiadaan obat bius di RS tersebut, pasien

    dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Hasil pemeriksaan fisik di RSUD

    Abdul Moeloek didapatkan bahwa tanda vital dalam batas normal, TFU :37 cm, memanjang,presentasi kepala, puka, penurunan 2/5, his 4x/10/40, DJJ : (-), TBJ : 4030 gram, VT 8

    cm, portio lunak, anterior, eff 100%, kepala, H III, ketuban (-), tali pusat keluar OUE

    disamping kepala, UUK kanan lintang.

    Dari hasil pemeriksaan tersebut ditegakkan diagnosa G3P2A0 hamil 37-38 minggu inpartu

    kala I fase aktif dengan bekas SC 1x (a.i plasenta previa totalis) JTM preskep + tali pusat

    menumbung. Pasien kemudian ditatalaksana dengan rencana persalinan pervaginam.

    Diagnosa pada kasus ini sesuai dengan tali pusat menumbung, dimana tali pusat berada di

    bagian terbawah janin setelah ketuban pecah. Pada kasus ini didapatkan presentasi kepala, tali

    pusat berada di bagian terbawah janin tersebut kemungkinan sebelum ketuban pecah

    merupakan tali pusat terkemuka. Penanganan terhadap pasien tali pusat menumbung oleh

    bidan dengan cara dirujuk ke RS terdekat yaitu RS Restu Bunda sudah baik karena

    ketersediaan fasilitas yang lebih lengkap dan untuk menghindari terjadinya komplikasi lanjut

    seperti gawat janin. Namun keterbatasan fasilitas di RS Restu Bunda membuat RS tersebut

    merujuk pasien ke RSUD Kota Bandar Lampung. Dari RSUD Kota Bandar Lampung pasien

    kembali di rujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung karena ketiadaan obat bius. Saat

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    20/22

    20

    sampai di RSUD Abdul Moeleoek dilakukan pemeriksaan dan penatalaksanaan.

    Penatalaksanaan tali pusat menumbung di RSUD Abdul Moeloek sudah baik karena

    dilakukan persalinan pervaginam dengan alasan saat pasien sampai di RSUD Abdul Moeloek,

    didapatkan pembukaan sudah hampir lengkap (8 cm) dan janin sudah mati. Proses perujukan

    dari satu tempat ke tempat lain yang lama membuat tali pusat pada janin terus tertekan oleh

    bagian terbawah janin yaitu kepala sehingga terjadi hipoksia janin dan keadaan gawat janin

    tidak dapat di cegah. Penjepitan dan tekanan pada tali pusat oleh bagian terendah janin

    terutama kepala menyebabkan gangguan fungsi sirkulasi uteroplasenta membuat janin

    kekurangan oksigen (hipoksia) dan menimbulkan kematian. Kemudian lahir neonatus mati

    laki-laki, berat badan 3700 gram, panjang badan 50 cm, ketuban jernih, kemudian diikuti

    lahirnya plasenta spontan, lengkap, berat 600 gram, panjang tali pusat 50 cm, diameter 16 x

    18 cm.Dilakukan perawatan jahitan perineum pada ibu, dan ibu dipulangkan dalam keadaan

    baik.

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    21/22

    21

    BAB V

    KESIMPULAN

    1. Tali pusat menumbung merupakan keadaan darurat yang membutuhkan terminasikehamilan segera pada kasus janin yang masih hidup untuk mengurangi risiko gawat

    janin.

    2. Pada kasus janin yang sudah mati, diupayakan lahir pervaginam.3. Keadaan ibu baik dan bayi mati pada kasus ini terjadi karena adanya keterlambatan

    dalam upaya terminasi kehamilan. Namun untuk penatalaksanaan pasien tali pusat

    menumbung dengan janin tunggal mati di RSUD Abdul Moeloek sudah sesuai.

  • 7/22/2019 Easy Case Report Prolaps Tali Pusat

    22/22

    22

    DAFTAR PUSTAKA

    1. HON, 2002. Prolapsed Umbilical Cord. Diakses melalui : http://www.hon.ch.htmlpada 19 Maret 2014

    2. Hughey MJ. 2009. Prolapsed Umbilical Cord. Diakses melaluihttp://www.brooksidepress.org pada 19 Maret 2014

    3. Mochtar R. 1998. Sinonsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi Edisi 2.Jakarta : EGC

    4. Wiknjosastro H. 2007. Ilmu Bedah Kebidanan Edisi Pertama Cetakan Ketujuh.Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

    5. Yusuf I. 2010. Prolaps Tali Pusat. Diakses melalui http://www.infokedokteran.compada 19 Maret 2014

    http://www.infokedokteran.com/http://www.infokedokteran.com/