dema aulia fathurrahman

Download Dema Aulia Fathurrahman

Post on 06-Jul-2018

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/17/2019 Dema Aulia Fathurrahman

    1/41

    Dema Aulia Fathurrahman

    1102012053

    I Memahami dan Menjelaskan Cedera Kepala

    1.1. Definisi

    Trauma kepala  adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala, tulang tengkorak, atau otak yang terjadi akibat injury baik secara langsung maupun tidak langsung pada kepala. (Suriadi & Rita Yuliani, 2001.

    Trauma kepala atau trauma kapitis adalah suatu trauma yang menimpa struktur kepala sehingga dapat menimbulkan kelainan struktural dan atau gangguan !ungsional jaringan otak  (Sastrodiningrat, 200". #enurut  Brain Injury Association of America, trauma kepala adalah suatu kerusakan pada kepala, bukan bersi!at kongenital ataupun degenerati!, tetapi disebabkan oleh serangan atau benturan !isik dari luar, yang dapat mengurangi atau mengubah kesadaran yang dapat menimbulkan kerusakan kemampuan kogniti! dan !ungsi !isik ($anglois, Rutland % ro'n, homas, 200).

    Trauma kepala  merupakan suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala baik 

    mengenai tulang tengkorak atau otak akibat terbenturnya atau terjadinya injury  baik secara langsung maupun tidak langsung.

    1.2. Etiologi

    *enyebab utama terjadinya trauma kepala adalah seperti berikut+

    ecelakaan, jatuh, kecelakaan kendaraan bermotor atau sepeda, dan mobil. ecelakaan pada saat olah raga, anak dengan ketergantungan.

    -edera akibat kekerasan.

    1.3 Klasifikasi

    Glascow Coma Scale  (GCS  digunakan untuk menilai secara kuantitati! kelainan neurologis dan dipakai secara umum dalam deskripsi beratnya penderita cedera kepala.

  • 8/17/2019 Dema Aulia Fathurrahman

    2/41

    Cedera Kepala Ringan CKR!

    -S 1/ % 1, dapat terjadi kehilangan kesadaran (pingsan kurang dari /0 menit atau mengalami amnesia retrograde. idak ada !raktur tengkorak, tidak ada kontusio cerebral maupun hematoma.

    Cedera Kepala "edang  CK"!

    -S " %12, kehilangan kesadaran atau amnesia retrograd lebih dari /0 menit tetapi kurang dari 2 jam. apat mengalami !raktur tengkorak.

    II Memahami dan Menjelaskan #raktur $asis Cranii

    1 Definisi

    #raktur %asis &ranii adalah suatu !raktur linear yang terjadi pada dasar tulang tengkorak  yang tebal. 3raktur ini seringkali disertai dengan robekan pada duramater. 3raktur basis cranii  paling sering terjadi pada dua lokasi anatomi tertentu yaitu regio temporal dan regio occipital condylar.

    2 Etiologi

    3raktur pada basis kranii (basilar skull fracture akan mengakibatkan raccoon eyes ini. ejala yang dapat menyertainya berupa perdarahan dari !aring, epistaksis, rhinnorea, otorrhea, dan bulging pada membran timpani akibat $-S ataupun darah. *asien mungkin akan mengalami kesulitan mendengar, sakit kepala, nausea, muntah,  palsy nervus cranial , dan gangguan kesadaran. 4uga bisa didapatkan tanda attle5s yang positi!.

    *enyebab lainnya dapat berupa raccoon eyes yang terjadi akibat pembedahan ( post craniotomy, jika terjadi robekan pada meningens dan perdarahan kedalam sinus.

    3 Klasifikasi

    3raktur basis cranii dapat dikelompokkan menjadi / jenis+

  • 8/17/2019 Dema Aulia Fathurrahman

    3/41

    Complete fracture  (!raktur lengkap, patah pada seluruh garis tengah tulang, luas, dan melintang. iasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang.

    Closed fracture (!raktur simple, tidak menyebabkan robeknya kulit, integritas kulit masih utuh.

    Open fracture  (!raktur terbuka6komplikata6kompleks, merupakan !raktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung tulang menonjol sampai menembus kulit atau membran mukosa sampai ke patahan tulang.

    ' (atofisiologi

    3raktur basis cranii merupakan !raktur akibat benturan langsung pada daerah % daerah dasar tulang tengkorak (oksiput, mastoid, supraorbita.

    3raktur basis cranii telah dikaitkan dengan berbagai mekanisme termasuk benturan dari arah mandibula atau 'ajah dan kubah tengkorak atau akibat beban inersia pada kepala (sering disebut cedera tipe 'hiplash. erjadinya beban inersia, misalnya, ketika dada pengendara sepeda motor   berhenti secara mendadak akibat mengalami benturan dengan sebuah objek misalnya pagar. epala kemudian secara tiba % tiba mengalami percepatan gerakan namun pada area medulla oblongata mengalami tahanan oleh !oramen magnum, beban inersia tersebut kemudian meyebabkan ring fracture.

  • 8/17/2019 Dema Aulia Fathurrahman

    4/41

    Manifestasi Klinis

    anda % tanda dari !raktur basis cranii adalah+

    )torrhea+ eluarnya cairan otak melalui telinga menunjukan terjadi !raktur pada petrous  pyramid yang merusak canal auditory eksternal dan merobek membrane timpani mengakibatkan bocornya cairan otak atau darah terkumpul di samping membrane timpani (tidak robek.

    $attle "ign ('arna kehitaman di belakang telinga+ 3raktur meluas ke posterior dan merusak  sinus sigmoid.

    Ra&oon  atau panda%ear+ 3raktur dasar tengkorak dari bagian anterior menyebabkan darah  bocor masuk ke jaringan periorbital.

    * Diagnosis dan Diagnosis $anding

    Diagnosis

    +namnesis,ri-aat

    7dentitas klien dan keluarga (penanngungja'ab + nama, umur, jenis kelamin, agama, suku bangsa, status perka'inan, alamat, golongan darah, penghasilan, hubungan pasien

    dengan penanggungja'ab.

    (emeriksaan fisik 

    ingkat kesadaran6-S 8 1, con9ulsi, muntah, takipnea, sakit kepala, 'ajah simetris atau tidak, lemah, luka di kepala, paralise, akumulasi sekret pada saluran pernapasan, adanya li:uor dari hidung dan telinga serta kejang.

    (emeriksaan (enunjang

    *emeriksaan $aboratorium Sebagai tambahan pada suatu pemeriksaan neurologis lengkap, pemeriksaan

    darah rutin, dan pemberian tetanus to;oid (yang sesuai seperti pada !raktur terbuka tulang tengkorak, pemeriksaan yang paling menunjang untuk diagnosa satu !raktur adalah  pemeriksaan radiologi.

  • 8/17/2019 Dema Aulia Fathurrahman

    5/41

    *emeriksaan Radiologi • 3oto Rontgen+ Sejak ditemukannya -%scan, maka penggunaan !oto Rontgen

    cranium dianggap kurang optimal. engan pengecualian untuk kasus % kasus tertentu seperti !raktur pada 9erte; yang mungkin lolos dari -%scan dan dapat dideteksi dengan !oto polos maka -%scan dianggap lebih menguntungkan

    daripada !oto Rontgen kepala.i daerah pedalaman dimana -%scan tidak tersedia, maka !oto polos ;%ray dapat memberikan in!ormasi yang berman!aat. iperlukan !oto posisi

  • 8/17/2019 Dema Aulia Fathurrahman

    6/41

     Airway. *embersihan jalan na!as, penga'asan 9ertebra ser9ical hingga diyakini tidak ada cedera.

     Breathing . *enilaian 9entilasi dan gerakan dada, gas darah arteri. Circulation. *enilaian kemungkinan kehilangan darah, penga'asan secara rutin tekanan

    darah, pulsasi nadi, pemasangan [email protected] line.

     Dysfunction of CNS . *enilaian -S (Glasgow Coma Scale secara rutin. Exposure. 7denti!ikasi seluruh cedera, dari ujung kepala hingga ujung kaki, dari depan dan  belakang.

    0 (en&egahan

    -egah peningkatan tekanan intrakranial yang mendadak, misal cegah batuk, cegah mengejan, cegah makanan yang tidak menyebabkan sembelit.

    4aga kebersihan sekitar lubang hidung dan lubang telinga, jika perlu dilakukan tampon steril (konsul ahli = pada bloody otorr"ea6otoli$uorr"ea.

    *ada penderita dengan tanda % tanda bloody otorr"ea6otoli$uorr"ea, penderita tidur dengan  posisi terlentang dan kepala miring ke posisi yang sehat.

     Komplikasi

    omplikasi yang sering terjadi pada pasien !raktur basis crania adalah paralisis otot % otot !asialis dan rantai tulang % tulang pendengaran apabila !arktur basis crania disertai dengan rhinorrhea.

    1 (rognosis

    Aalaupun !raktur pada cranium memiliki potensi resiko tinggi untuk cedera ner9us cranialis, pembuluh darah dan cedera langsung pada otak, sebagian besar jenis !raktur adalah  jenis !raktur linear pada anak % anak dan tidak disertai dengan hematom epidural.

  • 8/17/2019 Dema Aulia Fathurrahman

    7/41

    Cedera Kepala $erat CK$!

    -S lebih kecil atau sama dengan B, kehilangan kesadaran dan atau terjadi amnesia lebih dari 2 jam. apat mengalami kontusio cerebral, laserasi atau hematoma intracranial.

    Ta%le 2.1 "kala Koma lasgo-

     Eye Opening 

    RE"()4

    M+T+ 5 1 T+674  8 1 T+674

     #ata terbuka dengan spontan #embuka mata spontan

    / #ata membuka setelah diperintah #embuka mata oleh teriakan

    2 #ata membuka setelah diberi rangsang nyeri #embuka mata oleh nyeri

    1 idak membuka mata idak membuka mata

     Best Motor Response

    RE"()4

    M+T+ 5 1 T+674 91 T+674

    ) #enurut perintah elum dapat dinilai

     apat melokalisir nyeri #elokalisasi nyeri

     #enghindari nyeri #enghindari nyeri

    / 3leksi (dekortikasi 3leksi abnormal (decortikasi

    2 >kstensi (decerebrasi >ksternal abnormal

    1 idak ada gerakan idak ada respon

     Best Verbal Response

    RE"()4 M+T+ :* T+674 29* T+674 92 T+674

     Crientasi baik dan mampu  berkomunikasi

    #enyebutkan kata%kata yang sesuai #enangis kuat

     isorientasi tapi mampu  berkomunikasi

    #enyebutkan kata%kata yangtidak sesuai #enangis lemah

  • 8/17/2019 Dema Aulia Fathurrahman

    8/41

    /

    #enyebutkan kata%kata yang tidak sesuai (kasar,  jorok #enangis dan menjeri