cairan : biokimia darah (3)

Download cairan : Biokimia Darah (3)

Post on 27-Oct-2015

74 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Darah adalah cairan yang mengalir dalam suatu sistem pembuluh yang pada hakekatnya tertutup. Darah terdiri atas unsur-unsur padat (eritrosit, leukosit serta trombosit), yang tersuspensi di dalam media cair yang disebut plasma. Darah terutama plasma sangat penting untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Plasma mengandung air, elektrolit, metabolit-metabolit, nutrien, protein, hormon dan lain-lain. Begitu darah membeku (mengalami koagulasi), fase cair yang tertinggal dinamakan serum. Serum sudah tidak lagi mengandung faktor pembekuan (termasuk fibrinogen), yang normalnya terdapat di dalam plasma tetapi sudah terpakai dalam proses koagulasi.

TRANSCRIPT

Darah adalah cairan yang mengalir dalam suatu system pembuluh yang pada hakekatnya tertutup

Skenario 3

Biokimia

SUSUNAN, SIFAT-SIFAT DAN FUNGSI DARAH

SUSUNAN DARAHDarah adalah cairan yang mengalir dalam suatu sistem pembuluh yang pada hakekatnya tertutup. Darah terdiri atas unsur-unsur padat (eritrosit, leukosit serta trombosit), yang tersuspensi di dalam media cair yang disebut plasma. Darah terutama plasma sangat penting untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Plasma mengandung air, elektrolit, metabolit-metabolit, nutrien, protein, hormon dan lain-lain. Begitu darah membeku (mengalami koagulasi), fase cair yang tertinggal dinamakan serum. Serum sudah tidak lagi mengandung faktor pembekuan (termasuk fibrinogen), yang normalnya terdapat di dalam plasma tetapi sudah terpakai dalam proses koagulasi.

FUNGSI DARAH

1. Respirasi - pengangkutan oksigen dari paru-paru ke jaringan dan pengangkutan CO2 dari jaringan ke paru-paru

2. Nutrisi - pengangkutan bahan-bahan makanan yang diserap

3. Eksresi - pengangkutan sampah metabolik ke ginjal, paru-paru, kulit dan intestin untuk dikeluarkan dari dalam tubuh

4. Mempertahankan keseimbangan asam basa yang normal di dalam tubuh

5. Pengaturan keseimbangan air lewat efek darah terhadap pertukaran air antara cairan yang bersirkulasi dan cairan jaringan

6. Pengaturan suhu tubuh melalui distribusi panas tubuh

7. Pertahanan oleh sel darah putih dan antibodi yang beredar terhadap infeksi8. Pengangkutan hormon dan pengaturan metabolisme

9. Pengangkutan metabolit

10. Koagulasi

SEL DARAH MERAH (ERITROSIT)Fungsi utama sel darah merah adalah untuk menyampaikan oksigen kepada jaringan dan membantu mengeluarkan karbondioksida dan proton yang terbentuk oleh metabolisme jaringan. Jadi sel darah merah memiliki struktur yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan kebanyakan sel manusia yang lain dan pada dasarnya tersusun dari sebuah membran yang mengelilingi larutan hemoglobin (protein ini membentuk sekitar 95% dari protein intrasel pada sel darah merah). Sel darah merah mengandung komponen sitoskeletal yang memainkan peranan penting dalam menentukan bentuknya (spektrin, ankirin, dan protein membran periferal yang lain). Beberapa sistem penggolongan darah : Sistem ABO, Rh dan MN. Sistem AABO adalah sangat penting dalam proses transfusi darah. Susbstansi ABO adalah glikosfingolipid dan glikoprotein yang etrikat melalui ikatan oligosakarida biasa. Jumlah sel darah merah yang normal pada laki-laki adalah 4.6-6.2 juta/ (l; pada wanita, 4,2-5,4 juta/ (l. Jumlah total sel darah merah dalam sirkulasi darah kurang lebih 2,5.1013. Kadar normal hemoglobin adalah 14-18 g/dL bagi laki-laki dan 12-16 g/dL bagi wanita. Lama hidup sel darah merah yang normal adalah 12 hari. Lama hidup sel darah merah dapat memendek secara dramatis pada sejumlah keadaan anemia hemolitik. Produksi sel darah merah diatur oleh eritropoietin yang disintesis di ginjal dan dilepaskan sebagai respon terhadap keadaan hipoksiake dalam aliran darah di mana eritropoietin akan berjalan ke dalam sumsum tulang. Sel darah merah mempunyai metabolisme yang unik dan relatif sederhana. Protein spesifik yang terlibat dalam proses ini disebut pengangkut (transporter) glukosa atau glukosa permease. Superoksida dismutase, katalase dan glutation melindungi sel darah terhadap kerusakan serta stress oksidatif.

PLASMA PROTEINKonsentrasi total protein dalam plasma manusia kurang lebih 7,0-7,5 g/dL. Protein plasma sebenarnya merupakan campuran yang amat kompleks dan bukan saja mencakup protein sederhana tetapi juga protein terkonjugasi seperti glikoprotein serta berbagai tipe lipoprotein. Ada ribuan macam antibodi di dalam plasma manusia, kendati kadar setiap antibodi biasanya cukup rendah dalam keadaan normal. Pemisahan masing-masing protein dari campuran yang kompleks sering dilakuakan dengan menggunakan natrium atau ammonia sulfat yang dapat memisahkan protein plasma menjadi tiga kelompok utama yaitu : fibrinogen, albumin dan globulin. Pemisahan juga dapat dilakukan dengan teknik elektroforesis menggunakan selulosa asetat sehingga membentuk lima macam pita yang masing-masing merupakan fraksi yaitu albumin, (1, (2, (, dan ( globulin.

Konsentrasi protein dalam plasma sangat penting untuk menentukan distribusi cairan antara darah dan jaringan. Dalam pembuluh arteriola, besar tekanan hidrostatik adalah sekitar 37 mmHg dengan tekanan (jaringan) interstisial yang melawannya sebesar 1 mmHg. Tekanan osmotik (tekanan onkotik) yang dihasilkan oleh protein plasma kurang lebih sebesar 25 mmHg. Jadi daya netto keluar yang besarnya sekitar 11 mmHg akan mendorong cairan keluar untuk memasuki rongga interstisial. Dalam pembuluh venula, besar tekanan hidrostatik adalah sekitar 17 mmHg, dengan demikian daya netto sekitar 9 mmHg akan menarik air kembali ke dalam sirkuulasi. Tekanan di atas sering disebut sebagai daya Starling. Jika konsentrasi protein plasma sangat menurun (misalnya akibat malnutrisi protein yang berat), cairan tidak ditarik kembali ke dalam kompartmen intravaskuler tetapi tertimbun di dalam ruang jaringan ekstravaskuler. Keadaan ini dikenal sebagai keadaan edema.

Sebagian besar protein plasma disintesis dalam hati. Protein plasma umumnya disintesis pada poliribosom yang terikat-membran. Hampir semua protein plasma berupa glikoprotein. Banyak protein plasma memperlihatkan sifat polimorfisme. Setiap protein plasma mempunyai masa-paruh yang khas dalam sirkulasi darah. Kadar protein tertentu dalam plasma meningkat pada keadaan inflamasi akut atau keadaan sekunder akibat kerusakan jaringan tertentu.

fungsi protein plasma 1. Antiprotease : antikimotripsin, (-antitripsin, makroglobulin, antitrombin

2. Pembekuan darah : berbagai faktor koagulasi, fibrinogen3. Enzim : berfungsi dalam darah, misalnya faktor-faktor koagulasi, kolinesterase4. Hormon : eritropoietin5. Pertahanan imun: imunoglobulin, protein komplemen, mikroglobulin 6. Ikut terlibat dalam respons inflamasi : protein yang berespons pada fase akut (mis: C-reaktif protein, (-asam glikoprotein7. Onkoletal : ( -fetoprotein (AFP)8. Transpor atau pengikatan protein :

Albumin : berbagai ligand termasuk bilirubin, asam lemak bebas, ion Ca+2, logam (Cu+2, Zn+2), metan, steroid, hormon-hormon lain dan berbagai obat Seruloplasmin (mengandung Cu+2, albumin kemungkinan lebih penting dalam transport Cu+2 fisiologis) Globulin pengikat kortiokosteroid transkortin (mengikat kortisol) Haptoglobulin (mengikat hemoglobin ekstrakorpuskular) Lipoprotein (kilomikron, VLDL, LDL, HDL) Hemopeksin (mengikat heme) Protein pengikat retinol (mengikat retinol) Globulin pengikat hormon seks (mengikat testosteron, estradiol)

Globulin pengikat tiroid (mengikat T4 dan T5)

Transferrin (menghantarkan besi)

Transtiretin (sebelumnya disebut pre-albumin; mengikat T4 dan membentuk kompleks dengan protein pengikat retinol)

JENIS PROTEIN PLASMA

1. ALBUMIN

Albumin merupakan protein utama dalam plasma manusia Sekitar 40% dari albumin terdapat dalam plasma, dan 60% lainnya ditemukan dalam ruang ekstraseluler. Albumin pada mulanya disintesis sebagai pre-protein. Sintesis albumin disupresi pada sejumlah penyakit, khususnya pada penyakit hati. Plasma darah penderita penyakit hati acapkali memperlihatkan penurunan pada rasio albumin terhadap globulin (rasio A:G menurun). Albumin bertanggungjawab atas 75-80% dari tekanan osmotik pada plasma manusia. Fungsi albumin yang penting lainnya adalah kemampuannya untuk mengikat berbagai macam ligand. Ligand ini mencakup asam lemak bebas (FFA), kalsium, hormon steroid tertentu, bilirubin dan sebagian triptofan plasma. Di samping itu, albumin memainkan peranan yang penting dalam transportasi tembaga di dalam tubuh manusia. Sejumlah obat, termasuk sulfonamida, penicillin G, dikumarol dan aspirin terikat dengan albumin.

2. HAPTOGLOBIN

Haptoglobin merupakan glikoprotein plasma yang mengikat hemoglobin ekstrakorpuskuler (Hb) dalam suatu kompleks non kovalen yang ketat (Hb-Hp). Fungsinya mencegah kehilangan hemoglobin bebas melalui ginjal. Kadar haptoglobin dalam plasma manusia bervariasi dan digunakan sebagai sarana diagnostik. Kadar haptoglobin yang rendah ditemukan pada pasien anemia hemolitik.

3. TRANSFERIN

Transferrin merupakan (1-globulin, glikoprotein yang disintesis di dalam hati. Transferin mempunyai peranan sentral dalm metabolisme zat besi tubuh karena unsur protein ini mengangkut zat besi (2 mol Fe+3 per mol transferin) dalam sirkulasi dimana zat besi diperlukan. Konsentrasi plasma adalah sekitar 300 mg/dL dapat mengikat 300 ug besi per dL

4. SERULOPLASMIN

Seruloplasmin adalah (-2-globulin. Protein ini berwarna biru karena kandungan tembaganya dan membawa 90% tembaga yang terdapat dalam plasma. Seruloplasmin memperlihatkan aktivitas enzim oksidase yang bergantung tembaga. Kadar seruloplasmin yang rendah ditemukan pada penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikuler), yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh metaboilisme tembaga yang abnormal. Kadar tembaga dan logam tertentu lainnya dalam jaringan sebagian diatur oleh metalotionein. Metalotionein merupakan sekelompok protein kecil yang ditemukan dalam sitosol sel , khususnya sel hati, ginjal dan usus.

5. (1-Antiproteinase ((1-Antitripsin)

Enzim ini disintesis oleh hepatosit serta makrofag dan merupakan inhibitor protease yang utama pada plasma manusia. (1-Antiproteinase menghambat enzim tripsin, elastase dan enzim protease tertentu lainnya melalui pembentukan kompleks dengan enzim ini. Defisiensi protein ini mempunyai peranan dalam kasus tertentu (kurang lebih 55) seperti pada emfisema.

6. (2-makroglobulin

(2-makroglobulin merupakan glikoprotein plasma. (2-makroglobulin membentuk 8-10% total protein plasma pada manusia. Protein tersebut dis