analisis biokimia darah (proses)

Download Analisis Biokimia Darah (Proses)

Post on 05-Aug-2015

597 views

Category:

Documents

23 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB II ANALISIS BIOKIMIA DARAHI. Tujuana. Pembuatan filtrate darah bebas protein (Folin-Wu) : Untuk membuat filtrat darah bebas protein dengan metoda Folin-Wu b. Pengukuran kadar gula darah (kuantitatif) : Untuk mengetahui kadar gula darah dengan metoda Folin-Wu c. Penetapan kadar kreatinin darah (jaffe) : Menghitung kadar kreatinin darah/plasma

II.

DasarTeori:Darah merupakan sample biologis yang biasa digunakan untuk menentukan kadar

atau uji adanya kandungan senyawa tertentu, karena didalamnya ada berbagai komponen selular seperti sel darah merah, sel darah putih, platelet dan berbagai protein dan berperan pada proses distribusi dan metabolisme. Protein dalam darah biasanya akan dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu pembacaan pada proses analisa. Protein dapat dihilangkan, salah satunya dengan zat pengendap protein seperti asam tungstat, ammonium klorida, asam trikloroasetat, asam perkolat, methanol dan asetonitril yang setelah diendapkan dipisahkandengancaramenyaring. Sampeldarahyang telahbebas protein bisa digunakan untuk menentukan kadar urea, asam urat, glukosa, kreatinin asam amino, klorida dan non Protein Nitrogen. Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya terpolarisasi kearah kanan. Di alam, glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Darah manusia normal mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi tetap, yaitu antara 70-100 mg tiap 100 ml darah. Glukosa darah ini dapat bertambah setelah kita makan makanan sumber karbohidrat, namun kira-kira 2 jam setelah itu, jumlah glukosa darah akan kembali pada keadaan semula. Pada orang yang menderita diabetes mellitus atau kencing manis, jumlah glukosa darah lebih besar dari 130 mg per 100 ml darah (Poedjiadi, 1994).

Analisa Biokimia Darah 1

Glukosa diuraikan dalam sel untuk menghasilkan tenaga. Gula darah meningkat setelah kita makan atau minum sesuatu yang bukan air putih biasa. Kadar glukosa yang tinggi, yang disebut hiperglisemia, merupakan tanda penyakit diabetes mellitus. Gula darah yang tinggi lambat laun dapat merusak mata, saraf, ginjal atau jantung. Kadar yang tinggi ini dapat disebabkan oleh efek samping protease inhibitor (PI). Gula darah yang rendah, yang disebut hipoglisemia, dapat menyebabkan kelelahan. Hal ini hanya salah satu penyebab kelelahan. Pada orang sehat, gula darah dikendalikan oleh insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Insulin membantu glukosa dari darah masuk ke sel untuk menghasilkan tenaga. Gula darah yang tinggi dapat berarti bahwa pancreas kita tidak membuat cukup insulin. Atau, jumlah insulinnya cukup namun tubuhnya tidak bereaksi secara normal. Ini disebut resistansi insulin. Apa pun alasannya, sel-sel tidak memperoleh glukosa secukupnya untuk dijadikan tenaga, dan glukosa menumpuk dalam darah. Beberapa orang yang memakai PI mengalami resistansi insulin dan kadar gula darahnyadapat meningkat tajam. Keadaan ini kadang kala diobati dengan obat yang biasa dipakai untuk diabetes. Belum ada tes darah yang sederhana untuk resistansi insulin (Spiritia, 2004). Tes kadar glukosa darah sangat penting, karena seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kadar gula darah dapat menunjukkan indikasi seseorang terkena penyakit diabetes mellitus. Dengan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala pada orang-orang yang beresikoter kena diabetes seperti orang-orang yang mengalami obesitas, pencegahan dini dapat dilakukan dan implikasi diabetes yang lebih parah dapat dihindari. Kreatinin dibentuk dalam otot dan diekskresi melalui ginjal. Kreatinin dibentuk dari cadangan ikatan fosfat berenergi tinggi dalam otot, kreatinin fosfat (fosfokreatinin). Jumlah kreatinin yang diekskresi sehari-hari menggambarkan fungsi massa otot dan tidak dipengaruhi oleh makanan, umur, sex dan latihan. Jumlah kreatinin tubuh 2% dari cadangan keratin fosfat dan secara kasar dalam satu hari diekskresi sebesar 1-2 g. Karena massa otot wanita lebih sedikit dari laki-laki, ekskresi kreatinin pada wanita juga lebih kecil disbanding laki-laki. Kreatinin dalam filtrat glomeruli ginjal tidak diabsorsi kembali dalam tubulus. Maka tiap keadaan yang mengakibatkan penurunan fungsi glomerulus juga akan menurunkan ekskresi kreatinin dan kadar kreatiniin dalam darah akan meningkat. Karena produksi kreatinin relative tetap dan tidak dipengaruhi oleh katabolisme protein atau faktor eksternal lain, maka kadar kreatinin darah akan menggambarkan fungsi glomerulus ginjal Kadar kreatinin dalam plasma atau serum dalam keadaan normal adalah sebesar 0,7-1,6 mg/dL.Analisa Biokimia Darah 2

Kadar kreatinin dalam darah akan menningkat bila terjadi penurunan kecepatan filtrasi glomerulus atau bila ada obstruksi pengeluaran urin. Penningkatan kadar kreatinin darah baru dapat diproduksi bila fungsi ginjal berkurang 50%. Kadar kreatinin darah merupakan indikator yang baik untuk menggambarkan fungsi ginjal. (Eksperimen Laboratorium Biokimia FKUI, 2001) Oleh karena itu, uji kadar kreatinin dalam darah sangat penting untuk pasien yang mengalami indikasi disfungsi ginjal. Penentuan kadar dari senyawa yang ingin diuji biasa dilakukan dengan metode spektrofotometri. Spektrometer absorbs adalah sebuah instrument untuk mengukur absorbsi/penyerapan cahaya dengan energi (panjang gelombang) tertentu oleh suatu atom/molekul. Spektrofotometer dikembangkan beberapa puluh tahun lalu untuk keperluan para fisikawan dan kimiawan dalam mempelajari struktur molekul dan mengembangkan dengan teori molekul. Kini, spektrofotometer juga banyak digunakan untuk berbagai seperti studi bahan, lingkungan atau pun untuk mengontrol suatu proses kimiawi dalam industri. Setiap laboratorium Biologi pasti memiliki spektrofotometer sebagai salah satu tools modernnya (Sentrabd, 2007).

III. Alat, Bahan dan Prosedur kerjaA. Pembuatan Filtrat darah bebas protein Bahan : 1. Aquadest 7ml 2. Darah 3ml 3. Na tungstat 10% 3ml 4. H2SO4 2/3 N 3 ml Alat : 1. Corong Buchner 2. Erlenmeyer 3. Beaker glass 4. Pipet gondok 5. Gelas ukur 6. Tabung reaksiAnalisa Biokimia Darah 3

Cara kerja : 1. Siapkan alat dan bahan 2. Campurkan aquadest 7 ml, darah 3 ml, Na tungtat 3 ml dan H2SO4 2/3 N 3 ml 3. Kemudian didiamkan selama 5 menit 4. Setelah 5 menit campuran tadi disaring dan diambil filtratnya 5. Filtrat yang telah tersaring kemudian diuji dengan pereaksi biuret

B. Pengukuran kadar gula darah Bahan: 1. Filtrat darah Folin-Wu 2. Larutan tembaga alkalis (mengandung natrium karbonat, tembaga alkalis, dan asam tartrat) 3. Pereaksi asam fosfomolibdat (mengandung asam molibdat dan natrium tungsat) 4. Larutan standar glukosa (0,1 mg/ml) Alat : 1. Tabung reaksi 4 buah 2. Pipet gondok 3. Gelas ukur 4. Beaker glass 5. Penangas air 6. Spektrofotometri Cara kerja : 1. Siapkan alat dan bahan 2. Campurkan Tabung 1 dengan : filtrate Folin Wu 2 ml + tembaga alkalis 2 ml Tabung 2 dengan : filtrate Folin Wu 2 ml + tembaga alkalis 2 ml Tabung 3 dengan : standar glukosa 0,1 mg/ml 2 ml + tembaga alkalis 2 ml Tabung 4 dengan : aquadest 2 ml + tembaga alkalis 2 mlAnalisa Biokimia Darah 4

3. Ke-4 tabung tersebut dipanaskan dalam air 100o C selama 8 menit kemudian didinginkan selama 3 menit 4. Kemudian ke-4 tabung tersebut diencerkan sampai 25 ml 5. Kemudian baca absorbansinya pada = 420 nm

C. Penetapan kadar kreatinin darah (jaffe) Bahan : 1. Darah bebas protein 2. Larutan asam pikrat jenuh 3. LarutanNaOH 10% 4. Lautan standar kreatinin mengandung 0,006 mg/ml 5. Larutan pikrat alkalis Alat : 1. Tabung reaksi 3 buah 2. Pipet gondok 3. Gelas ukur 4. Beaker glass 5. Spektrofotometri Cara kerja : 1. Siapkan alat dan bahan 2. Campurkan Tabung 1 (blanko ) dengan : aquadest 2 ml + larutanpikrat alkalis 2 ml + NaOH 10% 0,5 ml Tabung 2 (standar 1) dengan : standar kreatinin 2 ml + larutan pikrat alkalis 2 ml + NaOH 10% 0,5 ml Tabung 3 (uji 1) dengan filtrate folin-wu2 ml + larutan pikrat alkalis 2 ml + NaOH 10% 0,5 ml 3. Tabung yang berisi kreatinin diencerkan sampai volume 100 ml 4. Diamkan selama 15 menit warna yang terbentuk akan stabil dalam waktu 30 menit 5. Baca absorbansi dalam batas waktu 30 menit pada = 520 nm

Analisa Biokimia Darah 5

IV. Hasil PengamatanGambar Saat Pembuatan Filtrate Darah Bebas Protein 3ml Darah ditambah 21 ml aquades (campuran 1)

Campuran 1 ditambah 3 ml H2SO4 2/3 N (campuran 2)

Campuran 2 ditambah 3 ml Na-tungstat 10%

Saat didiamkan selama 5 menit

Analisa Biokimia Darah 6

Campuran disaring

Filtrate hasil penyaringan

Kadar glukosa darah 1. = 0,202 2. = 0,259 3. = 0,059 RS 4. = 0,400 RB Rata-rata absorban unknown didapatkan = 0,202 +0,295 =0,461 /2 = 0,2305 RU Blanko = 420 nm

A = 0,400 Standar = 420 nm

A = 0,059 Uji = 420 nm

A = 0,230

Kesimpulan yang didapat : RB = 0,400 RS =0,059 RU =0,2305 Analisa Biokimia Darah 7

Kadar glukosa dalam darah ( mg/dl) =

=

= 49,706 mg/dlData kelas B Absorban unknown Tabung 1 Absorban unknown Tabung 2 Absorban standart glukosa Tabung 3 Absorban blanko Tabung 4

1,387 nm

1,484 nm

0,113 nm

0,141 nm

Rata rata absorban unknown (Ru) yang didapatkan:

nm Perhitungan kadar gula darah sengan filtrate Folin Wu ( )

(

)

( ( Keterangan :

) )

Analisa Biokimia Darah 8

Ru : absorban unknown Rs : absorban standar glukosa Rb : absorban blanko Gambar Saat Pengukuran Kadar Glukosa Bahan yg digunakan untuk pengukuran kadar

Sampel folin wu

Saat ditambahkan Tembaga alkalis 2 mL ke dalam masing-masing tabung (Gambar dari kiri : sample,sample,glukosa,aquades)

Foto Saat ditambahkan Tembaga alkalis 2mL ke dalam masing-masing tabung (Gambar dari kiri : sample,sample,glukosa,aquades)

sebelum dipanaskan

Campuran saat dipanaskan (1&2 : filtrate, 3:standar, 4: blanko)

Analisa Biokimi