biokimia amilase darah fixed

Download Biokimia Amilase Darah Fixed

Post on 30-Oct-2015

106 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

word

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIAPENENTUAN AKTIVITAS ENZIM AMILASE DARAHBLOK DIGESTIVE

Kelompok 14Asisten :

Eka Wijaya Warmandana

G1A010112

Anggota :

Mutia Milidiah

G1A011003

Irma Nuraeni HidayatG1A011005

Isnila F Kelilauw

G1A011007

Lannida

G1A011008

Desvia Ira Restiana

G1A011012

Halimah ChairunnisaG1A011013

Stefanus Ariyanto WG1A011015

Rizak Tiara Yusan

G1A011016

Wedha Jati Tyas U

G1A007092

Arya Yunan PermaidiG1A009113

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU ILMU KESEHATAN

JURUSAN KEDOKTERAN2013LEMBAR PENGESAHAN

Kelompok 14Anggota :

Mutia Milidiah

G1A011003

Irma Nuraeni HidayatG1A011005

Isnila F Kelilauw

G1A011007

Lannida

G1A011008

Desvia Ira Restiana

G1A011012

Halimah ChairunnisaG1A011013

Stefanus Ariyanto WG1A011015

Rizak Tiara Yusan

G1A011016

Wedha Jati Tyas U

G1A007092

Arya Yunan PermaidiG1A009113Disusun untuk persyaratan nilai praktikum Biokimia

pada Jurusan Kedokteran

Universitas Jenderal Soedirman

Purwokerto

Diterima dan disahkan

Purwokerto, Mei 2013Asisten

Eka Wijaya Warmandana G1A010112I. PENDAHULUAN

A. Judul Praktikum

Penentuan Aktivitas Enzim Amilase Darah

B. Tanggal Praktikum

Kamis, 24 Juni 2010

C. Tujuan Praktikum

1. Mengukur kadar enzim amilase dalam darah.

2. Menjelaskan nilai normal enzim amilase dalam darah serta nilai patologis dari hasil praktikum.

3. Melakukan diagnosa dini penyakit apa saja yang ditandai oleh hasil aktivitas abnormal (patologis) melalui bantuan hasil praktikum yang dilakukan.II. TINJAUAN PUSTAKAA. Pengertian dan struktur amilase

Amilase adalah enzim yang mengaktalisis peristiwa hidrolisis zat tepung menjadi molekul yang lebih kecil. -Amilase dapat ditemukan pada hewan dan meliputi amilase liur dan amilase pankreas. -Amilase ditemukan pada tumbuhan tingkat tinggi (Dorland, 1998). -Amilase adalah enzim yang mengkatalisis internal hidrolisis -1,4-glikosida dalam pati pada produk dengan berat molekul rendah, seperti glukosa, maltosa, dan unit maltotriose (Souza, 2010). Amilase adalah suatu enzim pencernaan yang dalam keadaan normal bekerja ekstrasel untuk memecah kanji menjadi kelompok karbohidrat yang lebih kecil dan akhirnya menjadi monosakarida. Organ utama amialse adalah kelenjar liur dan pankreas. Amilase saliva dalam keadaan normal masuk ke mulut oleh sekresi melalui doktus salivarius (Sacher, 2004).

-Amilase dapat ditemukan pada mikroorganisme, tanaman, dan organisme tingkat tinggi. Merupakan famili dari endo-amilase yang dapat mengatalisis inisial hidrolisis dari pati menjadi oligosakarida melalui pembelaan ikatan -D-(1-4) glikosida. Residu terminal atau ikatan -1,6 dapat dipecah oleh -amilase. Produk akhir dari aktifitas -amilase adalah oligosakarida dengan berbagai ukuran panjang disertai dextrin (Souza, 2010).

Amilase memiliki struktur tiga dimensi yang mampu mengikat substrat dan, dengan aktifitas yang lebih spesifis mengkatalisis ikatan, serta mencetuskan pemecahan ikatan glikosida. -amilase pada manusia adalah enzim yang mengandung kalsium yang teridri atas 512 asam amino dengan ikatan oligosakarida tunggal, berat molekuk 57,6 kDa. Proteinnya mengandung 3domain, yaitu A, B dan C. Domain A adalah yang terbesar, berbentk seperti barel atau tong. Domain B berada di antara domain A dan C, dan melekat pada domain A dengan ikatan disulfida. Domain C memiliki bentuk sheet yang berikatan dengan domain A dengan ikatan polipeptida rantai tunggal, dan merupakan domain independen yang fungsinya belum diketahui. Sisi aktif (substrat-binding) -amilase berada di dalam lengkung panjang antara akhir karboksil dari domain A dan B. Kalsium berada di antara domain A dan B dan berperan dalam menstabilkan struktur tiga dimensi dan sebagai aktivator allosterik (Souza, 2010).

B. Ciri-ciri dan faktor yang mempengaruhi kerja amilase

Karakteristik amilase diantaranya yaitu:

a. Kinerja dipengaruhi suhu

Temperatur optimum kinerja enzim amilase yaitu 30oC (Dutta, 2006). Temperatur optimum bagi aktivitas amilase yaitu 60oC pada interval waktu 10 menit (Amutha, 2011).

b. Kinerja dipengaruhi oleh pH

PH optimum enzim ini yaitu 6,0. Amilase mempertahankan 50% aktivitasnya pada pH antara 4,6 dan 6,8. Lebih dari 50% aktivitas sisa enzim ini diperoleh pada suhu antara 4,7 dan 9,0. Enzim ini tidak stabil pada pH kurang dari 3, dan lebih dari 10,0 (Dutta, 2006).

c. Toleransi terhadap garam

Amilase stabil pada larutan NaCl dan mencapai 80% dan 50% aktivitasnya pada larutan NaCl dengan konsenrasi 2M dan 5M, setelah inkubasi 2 jam pada suhu 4oC. sementara pada inkubasi selama 24 jam dengan suhu yang sama, amilase yang berada pada larutan NaCl 2M dan 5M hanya mencapai 60% dan kurang dari 10% aktivitas aslinya (Dutta, 2006).

d. Dipengaruhi oleh ion metal

Ion metal seperti Hg2+ dan Li2+ akan menghambat aktivitas amilase, sementara Cu2+, Mg2+, dan Pb2+ menurunkan aktivitas sebesar 5%. Namun ion metal seperti Fe2+, Ba2+, Co2+, Ag2+, dan Mn2+ justru meningkatkan aktivitas amilase hingga 130%-200%, sedangkan K+ dan Sn2+ menyebabkan peningkatan yang tidak berarti (Dutta, 2006).

C. Jenis-jenis amilase

Tipe amilase yang dihasilkan di dalam tubuh manusia ada 2, diantaranya P-type amilase dari pankreas dan S-type amilase dari glandula salivarius. (Abraham, 2009)

S-type amilase yang disekresikan oleh glandula salivarius yang diantaranya kelenjar mayor sublingual, kelenjar submandibula, dan kelenjar parotis yang terletak di rongga mulut dan menyalurkan air liur melalui duktus-duktus pendek ke dalam mulut. Selain itu, terdapat kelenjar liur minor yang diantaranya kelenjar bukal di lapisan mukosa pipi (Sherwood, 2001).

Ada 2 jenis isoenzim amilase, tipe P dan S. Peningkatan tipe P sering terjadi pada pankreatitis akut. Peningkatan tipe S dapat disebabkan oleh tumor ovarium dan tumor bronkogenik. Kadar amilase urin berguna dalam menentukan nilai normal atau meningkatnya amilase serum, terutama bila klien mempunyai gejala-gejala pankreatitis. Amilase urin dapat bertahan selama lebih dari 2 minggu setelah pankreatitis akut ( Sacher, 2004).

Amilase termasuk enzim kelas hidrolase yang mempunyai 2 jenis di alam, yakni -amilase dan -amilase. -amilase biasanya terdapat pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi, sedangkan - amilase ditemukan pada bakteri dan getah-getah cairan yang dihasilkan oleh manusia (saliva, darah, urin). -amilase adalah enzim utama dalam pencernaan karbohidrat. Dengan bekerja pada lokasi rantai yang acak, -amilase dapat memotong rantai panjang karbohidrat, terutama hasil maltotriosa dan maltosa dari amilosa, atau maltosa, glukosa, dan dekstrin terbatas dari amilopektin (K.S. Prashanth, 2008).

D. Proses kerja amilase darah

Amilase (-amylase) terdapat di saliva yang diproduksi olek kelenjar saliva dan juga disekresi oleh pankreas. Amilase berfungsi untuk memecah karbohidrat polimer menjadi oligosakarida. Amilase bekerja dengan cara menghidrolisis ikatan glikosidat 1(4 pada karbohidrat polimer seperti amilum dan glikogen. Hidrolisis ini akan melepaskan maltosa, maltotriosa, dan campuran oligosakarida lain. Oligasakarida tersebut kemudian akan dihidrolisis oleh glikosidase yang terdapat di permukaan epitel usus menjadi glukosa dan galaktosa. Selanjutnya, glukosa dan galaktosa selalunjutnya akan diserap oleh enterosit melalui meluli transport aktif sekeunder dengan Na+ sebagai kotransport dan juga melalui transport pasif di usus (Koolman, 2005).

Amilase juga dapat dilepasakan ke dalam sirkulasi sebagai hasil kerusakan pada jaringan yang berisi kadar amylase yang tinggi atau lolos dari traktus gastrointestinalis. Peningkatan kadar amylase serum ini biasanya terlihat pada pancreatitis, kolesistitis, dan inflamasi pada glandula saliva serta trauma limpa dan traktus gastrointestinal (Kumar et al, 2012).III. ALAT, BAHAN DAN CARA KERJA

A. Alat Dan BahanAlat1. Spuit 3cc

2. Torniquet 1 buah

3. Tabung Reaksi

4. Rak Tabung reaksi 1 buah

5. Mikropipet 10-100 l 1 buah

6. Mikropipet 100-1000 l 1 buah

7. Blue tip 1 buah

8. Yellow tip 1 buah

9. Kuvet 1 buah

10. Spektrofotometer

11. Sentrifugator

Bahan

1. Working reagen 1 cc

2. Serum Darah 20 l

3. Alkohol 70%

B. Cara Kerja

1. Persiapan sampel:

a. Darah diambil menggunakan spuit kira-kira sebanyak 3cc.

b. Darah dimasukkan ke dalam tabung yang sudah dicampur dengan EDTA dan disentrifuge dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit, kemudian diambil serumnya untuk sampel.

2. 1 cc working reagen dimasukan ke dalam kuvet.

3. Dimasukkan 20 l serum kedalam kuvet hingga tercampur.

4. Kadar enzim amylase dibaca dengan spektrofotometer.

C. Nilai Normal

Kadar normal amylase darah =< 100 U/LIV. HASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil

Probandus

: Isnila F KelilauwJenis kelamin

: PerempuanUmur

: 20 tahun

Hasil Pemeriksaan: Kadar amilase darah 2173 U/L

B. PembahasanPada praktikum kali ini, didapatkan bahwa enzim amylase darah meningkat cukup tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa penghasil enzim amylase darah, pancreas dalam keadaan melebihi batas normal. Karena apabila terjadi kenaikan, maka akan dikhawatirkan terjadi adanya hipersekresi enzim-enzim yang ada pada pancreas. Namun pada probandus sendiri tidak tampak riwayat gejala gejala sebagai manifestasi peningkatan serum amilase seperti pankreatitis. Jadi