skripsi marini

Download skripsi marini

Post on 17-Jul-2015

183 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE DEMOSNTRASI DAN METODE KONVENSIONAL PADA MATERI POKOK ZAT DAN WUJUDNYA DI KELAS VII SEMESTER I SMP NEGERI 1 SIBORONGBORONG T.A 2007/2008 Maarini Sri Menda (NIM 0310311270) ABSTRAK Rendahnya mutu pendidikan terlihat dari rendahnya hasil belajar siswa hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang dilakukan guru belum efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan metode demostrasi dan metode konvensional pada materi pokok zat dan wujudnya semester I SMP Negeri 1 Siborongborong Tahun Ajaran 2007/2008. Jenis penelitian ini adalah eksperrimen, dengan populasi seluruh kelas VII SMP Negeri 1 Siborongborong Tahun Ajaran 2007/2008. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak. Kelas Eksperimen adalah Kelas VII1 berjumlah 37 siswa dan kelas VII3 yang berjumlah 39 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal dengan empat option yang sebelumnya telah diuji untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran. Untuk menguji hipotesis digunakan uji rata-rata atau uji dua piha, hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebelum diterapkan metode demonstrasi adalah 41,351 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebelum diterapkan metode konvensional adalah 40,103. Dan nilai rata-rata hasil belajar sisw setelah diterapkan metode demonstrasi adalah 68,78 dan standard deviasinya 10,166 sedangkan nilai rata-rata siswa dengan menerapkan metode konvensional adalah 58,460 dan standard deviasinya 10,076. Kedua kelas menunjukkan berrdistribusi normal dan varians kedua kelas homogen. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t diperoleh thitung (4,456) &gt; ttabel (1,985). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode demonstrasi dan siswa yang diajar dengan metode konvensional pada materi pokok zat dan wujudnya di kelas VII smester I SMP Negeri 1 Siborongborong Tahun Ajaran 2007/2008.</p> <p>BAB I</p> <p>PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu cara untuk membenahi dan meningkatkan kemampuan berpikir seseorang. Namun, pendidikan tak hanya dimaskudkan untk mengembangkan pribadi semata melainkan juga sebagai akar pembangunan bangsa. Oleh karena itu, berbagai carapun ditempuh demi mendapatkan ilmu pengetahuan baik di lemabaga formal ataupun informal. Seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka peran fisika atau pengeahuan lainnya menjadi sangat penting dan mendapat perhatian dari pemerintah. Banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kulaitas hasil belajar. Namun kenyataan di lapangan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah indikasinya dapat dilihat dari kemampuan lulusan berdasarkan hasil ujian. Dari data Dinas Pendidikan Sumatera Utara tentang hasil UAN siswa pada tahun ajaran 2003/2004 menunjukkan bahwa rata-rata UAN IPA siswa tingkat SMP adalah 4,85. Nilai termasuk rendah bila bandingkan dengan nilai Bahasa Indonesia 5,49; Matematika 5,34; dan Bahasa Inggris 5,24(http:///www.puspendik.com) Hal ini meruapakan tantangan bagi seorang guru sebagai tenaga pendidik dalam melakukan pembelajaran di kelas. Dewasa ini, rendahnya minat siswa dalam mempelajari eksakta, khususnya pelajaran fisika merupakan fenomena yang jelas bagi guru fisika. Siswa tidak tertarik atau benci fisika biasanya kurang berminat untuk belajar fisika dan kurang memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian fisika yang baru. Mereka juga tidak mau mempelajari sendiri buku-buku fisika dengan sungguh-sungguh. Akibatnya mereka akan lebih mudah salah menagkap konsep fisika. Rendahnya hasil belajar siswa dapat dibedakan beberapa faktor antara lain penggunaan metode pengajaran yang kurang tepat, media yang digunakan kurang sesuai, kurangnya minat siswa untuk mengikuti pelajaran khususnya pelajaran fisika. Selain itu pengaruh lingkungan sekitar dan peranann orang tua dalam proses pembelajaran di sekolah juga merupakan suatu faktor penyebab redahnya nilai siswa. Untuk mewujudkan pendidikan yang berhasil haruslah didukung oleh sara, prasarana dan fasilitas belajar yang memadai. Disamping itu juga guru sangat berperan aktif</p> <p>supaya siswa dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang diperoleh. Menurut Nurhadi (2004:55) menyatakan bahwa, Guru dalam proses belajar mengajar, harus lebih memperhatikan apa yang disukai siswa, yang tidak disukai siswa, yang membantu siswa belajar dan yang menghambat siswa belajar, yang membuat siswa menagkap bahan atau tidak. Guru juga perlu memperhatikan siswa lebih maju. Metode dan media yang digunakan guru sangat berpengaruh besar terhadap hasil belajar siswa. Beberapa manfaat yang diambil dari adanya metode dan media yang bervariasi adalah pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar mereka, bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat dipahami oleh siswa, tujuan pengajaran dapat tercapai, metode pengajaran tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan, siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, memerankan, mendemonstrasikan dan lain sebagainya. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat sangatlah penting. Bagaimana guru dapat memilih kegiatan pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan pengalaman belajar yang baik. Djamara (2005:239) mengemukakan bahwa: Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan guru untuk menunjukkan dan memperlihatkan suatu proses. Seperti halnya dalam materi pokok zat dan wujud zat agar konsep zat dan wujud zat dapat dipahami siswa serta bertahan dalam ingatannya, maka perlu alternatif pembelajaran dimana guru memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu objek. Sehingga siswa dapat melihat secara langsung maupun melibatkan siswa untuk menemukan sendiri konsep dan prinsip yang ada dengan bimbingan guru. Selama ini guru hanya menggunakan metode konvensional dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa merasa bosan ketika mengikuti pelajaran. Metode konvensional adalah penyampaian informasi mengenai bahan pelajaran dalam bentuk penjelasan dan penuturan secara lisan oleh guru. Dalam kegiatan belajar mengajar guru menerangkan sementara siswa hanya mendengarkan dan menyalin. Siswa hanya diberi teori tanpa ada kesempatan bagi siswa untuk melibatkan diri dalam menemukan atau membuktikan teori dan konsep secara nyata. Akibatnya baik pemahaman siswa tentang teori-teori dan konsep-konsep fisika maupun aktivitas siswa sangat rendah. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurnia (2006) menyatakan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 56,87%. Sedangkan yang</p> <p>dilakukan oleh Darma (2006) Nilai rata-rata hasil belajar sistem yang menggunakan metode demonstrasi 7,5 sedangkan metode konvensional 5,6. Dari uraian di atas, penulis ingin meneliti tentang Perbedaan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Demonstrasi dan Metode Konvensional Pada Materi Pokok Zat dan Wujudnya di Kelas VII Semester I SMP Negeri 1 Siborong-borong Tahun Ajaran 2007/2008.</p> <p>1.2 Identifikasi Masalah Dari uraian latar belakang diatas, maka masalah-masalah yang diidentifikasi adalah: 1. Rendahnya minat belajar siswa, 2. Penggunaan metode pembelajaran yang kurang sesuai, 3. Hasil belajar siswa yang rendah</p> <p>1.3 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka masalah dalam penelitian akan dibatasi pada: 1. Metode mengajar yang digunakan adalah metode demonstrasi dan metode konvensional. 2. Penelitian ini dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Siborng-borong. 3. Materi pokok yang diteliti selama penelitian adalah Zat dan Wujudnya. 1.4 Rumusan Masalah Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian adalah: 1. Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan metode demonstrasi pada materi pokok Zat dan Wujudnya di kelas VII Semester I SMP Negeri 1 Siborongborong Tahun Ajaran 2007/2008.</p> <p>2. Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan metode konvensional pada materi pokok Zat dan Wujudnya di kelas VII Semester I SMP Negeri Siborongborong Tahun Ajaran 2007/2008. 3. Apakah ada perbedaan hasil belajar siswa dengan diajarkan dengan Metode Demonstrasi dan Metode Konvensional pada materi pokok Zat dan Wujudnya di kelas VII Semester I SMP Negeri 1 Siborong-borong Tahun Ajaran 2007/2008. 1.5 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian adalah: 1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan Metode Demonstrasi pada materi pokok Zat dan Wujudnya di Kelas VII Smester I SMP Siborong-borong Tahun Ajaran 2007/2008. 2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan Metode Konvensional pada materi pokok Zat dan Wujudnya di Kelas VII Semeseter I SMP Negeri 1 Siborong-borong Tahun Ajaran 2007/2008 3. Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan Metode Demonstrasi dan Metode Konvensional pada materi pokok Zat dan Wujudnya di kelas VII Semester I SMP Negeri 1 Siborong-borong Tahun Ajaran 2007/2008. 1.6 Manfaat Penelitian Hasil penelitian yang diharapkan dapat memberikan manfaat: 1. Sebagai bahan masukan bagi penulis sebagai calon guru untuk diterapkan nantinya di lapangan, 2. Sebagai bahan masukan bagi guru fisika untuk memilih metode mengajar yang lebih baik dan tepat dalam mengajarkan materi pokok Zat dan Wujudnya, 3. Untuk mengetahui kecenderungan kesulitan siswa dan mencari jalan keluar dengan merancang kegiatan belajar mengajar yang tepat agar tercapai tujuan belajar. BAB II TIJAUAN PUSTAKA Negeri 1</p> <p>2.1 Kerangka Teoritis 2.1.1 Pengertian Belajar Belajar merupakan kegiatan yang aktif, dalam bentuk melihat, mengamati, memikirkan dan memahami suatu yang dipelajari. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antar seseorang dengan lingkungannya atau sumber-sumber belajar. Dengan belajar akan diperoleh perubahan-perubahan dalam kebiasaan, kecakapan, sikap dan tingkah laku, keterampilan, pengetahuan dan pemahaman. Pernyataan ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Slameto (2003:2) mengatakan bahwa Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Menurut Hamalik ( 2001:7) menyatakan bahwa Belajar adalah pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru karena pengalaman dan latihan. Selanjutnya Gagne (dalam Sagala, 2005:17) menyatakan bahwa Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja. Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu setelah ia mengalami situasi tadi. Belajar bertujuan mengadakan perubahan-perubahan yang lebih baik. Perubahan tidak hanya mencakup perubahan ilmu akan tetapi dapat berupa kecakapan, keterampilan, sikap, minat dan penyesuain diri. Belajar dapat dikatakan sebagai upaya perubahan tingkah laku dengan serangkaian kegiatan seperti membaca, mendengar, mengamati, meniru, dan lain sebagainya. Dengan kata lain belajar sebagai kegiatan psikofisik untuk menuju perkembangan pribadi seutuhnya. Dalam belajar perlu ada proses internalisasi sehingga akan menyangkut ranah kognitif, afektif, psikomotorik. Dengan demikian inti dari belajar dilihat dari psikologi adalah adanya perubahan kematangan bagi anak didik sebagai akibat belajar sedangkan dilihat daari proses adalah interaksi antara peserta didik dengan pendidik sebagai proses pembelajaran. Perubahan</p> <p>kematangan sebagai akibat dari adanya proses pembelajaran, dan berdampak pada perubahan tingkah laku yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan. 2.1.2 Hasil Belajar Prestasi belajar serign diartikan orang dengan hasil yang dicapai dari perbuatan belajar atau nilai yang diperoleh dari belajar. Sedangkan belajar adalah sesuatu perubahan tingkah laku yang terjadi di dalam diri seseorang. Untuk mengetahui seseorang telah mengalami proses belajar atau belum tidaklah mudah sebab proses belajar merupakan masalah yang sangat kompleks sifatnya. Terjadinya proses belajar karena adanya bermacam-macam simulasi yang datang dari lingkungan belajar siswa, sehingga individu akan berinteraksi dengan lingkungannya. Simulasi yang berasal dari lingkungan disebut kondisi eksternal yang memungkinkan siswa belajar sesuatu. Hasil belajar merupakan tingkat penguasaan yang diperolehnya di dalam suatu proses belajar melalui evaluasi Menurut Hamalik(2005:145) menyatakan bahwa Evaluasi adalah mengamti hasil belajar siswa dan berupaya menentukan bagaimana menciptakan kesempatan belajar. Dalam proses belajar akan menyebabkan perubahan pada diri sendiri terhadap sesuatu keadaan yang lebih baik yang mengacu kepada tingkat keberhasilan belajar yang diorientasikan pada hasil belajar yang diperoleh. Hasil belajar yang dicapai seseorang dapat diketahui apabila diadakan pengkuran dari pengetahuan seseorang, untuk mengukur sampai dimana tingkat pengetahuan seseorang harus ada pengkuran tertentu yang fungsinya untuk mengukur hasil belajar siswa. Alat atau prosedur yang digunakan dinamakan tes. Tes dapat berbentuk tugas yang harus dilaksanakan dan dapat pula berupa pertanyaan atau soal-soal yang harus dijawab. Hasil belajar biasanya dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh siswa setelah mengikuti suatu tes hasil belajar. Skor yang diperoleh siswa mencerminkan adanya tingkat kemampuan. Sudjana (1987:33) menyatakan bahwa Hasil belajar adalah penilaian dari hasil usaha kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf yang dapat mencerminkan hasil yang dicapai oleh seseorang dalam jangka waktu tertentu. Hasil yang dicapai seseorang tersebut akan menentukan kedudukan dan keberhasilan apakah berprestasi tinggi atau rendah. Hasil belajar juga dapat diartikan sebagai sejumlah tingkat perkembnagan yang dicapai oleh siswa yang mengadakan tingkat perkembangan yang dicapai oleh siswa yang mengadakan perubahan keterampilan, nilai-nilai, sikap dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan demikian hasil belajar adalah suatu penilaian dari hasil usaha yang dicapai seseorang</p> <p>dari suatu kegiatan yang dilakukan dalam waktu tertentu yang dinyatakan dalam bentuk angka atau huruf.</p> <p>2.1.3 Metode Mengajar Dalam proses belajar mengajar, untuk dapat mencapai tujuan pengajaran maka guru harus dapat menggunakan atau memilih metode mengajar yagn sesuai dengan kondisi siswa dan kemapuan guru yang bersangkutan. Metode mengajar adalah cara yang diginaka...</p>