pnt spontan - dita

Download Pnt Spontan - Dita

Post on 04-Jan-2016

224 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jhbjhbjbjh

TRANSCRIPT

30

REFERAT

PNEUMOTHORAX SPONTAN

Disusun oleh :

Dita Ramadhani030.05.074Pembimbing :

dr. Ramadhana, SpBKEPANITERAAN KLINIK BAGIAN BEDAH

RUMAH SAKIT UMUM PUSAT FATMAWATI

PERIODE Januari 2010-Maret 2010FAKULTAS KEDOKTERAN TRISAKTI

JAKARTA 2010LEMBAR PENGESAHAN

Nama: Dita RamadhaniNIM: 030 05 074Telah menyerahkan REFERATPNEUMOTHORAX SPONTAN

pada tanggal Februari 2010Dan telah disetujui oleh

dr. Ramadhana, SpB-------------------------------------

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa saya panjatkan karena dengan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas referat kepaniteraan klinik Ilmu Bedah RS. Fatmawati berjudul Pneumothorax Spontan ini dengan sebaik baiknya.

Adapun tujuan dari penyusunan referat ini adalah untuk memenuhi tugas kepaniteraan klinik di RS Fatmawati. Selain itu juga agar saya, selaku penyusun, dapat memahami lebih dalam menenai Pneumothorax Spontan itu sendiri.

Dalam penyusunan referat ini, penyusun banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar besarnya kepada dr. Ramadhana, Sp B selaku pembimbing atas segala kesabarannya dalam mengerahkan, memberikan saran, kemudahan dan membagi pengalaman yang berharga dalam penyusunan referat ini. Dan kepada kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan spiritual maupun material, serta rekan rekan di kepanitraan klinik ini.

Saya menyadari bahwa referat ini masih jauh dari sempurna. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan, waktu dan pengalaman saya dalam menyusun referat ini. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak yang membaca referat ini. Dan semoga referat ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.Jakarta, 14 Februari 2010

Dita Ramadhani

030.05.074DAFTAR ISIBAB I

Pendahuluan.........................................................................................1BAB II Epidemiologi..2

BAB III Anatomi dan Fisiologi..3

III.1 Anatomi...3

III.2 Fisiologi...6BAB IVPembahasan..8

IV.1 Definisi8

IV.2 Klasifikasi8

IV.3 Etiologi11

IV.4 Patogenesis...12

IV.5 Manifestasi klinis...13

IV.6 Pemeriksaan penunjang.....15IV.7 Diagnosis banding16

IV.8 Penatalaksanaan.....17IV.9Prognosis..................21IV.10Rehabilitasi..................................................................................21BAB V

Kesimpulan........22DaftarPustaka.......23BAB I

PENDAHULUAN3

Pneumotoraks adalah keadaan terdapatnya udara atau gas dalam rongga pleura antara pleura viseral dan parietal paru-paru yang mengakibatkan kolaps pada jaringan paru. Pada keadaan normal rongga pleura tidak berisi udara, agar paru-paru dapat leluasa mengembang terhadap rongga dada. Pneumotoraks dapat terjadi secara spontan atau traumatik. Pneumotoraks spontan dibagi menjadi primer dan sekunder, primer jika penyebabnya tidak diketahui, sedangkan sekunder jika terdapat latar belakang penyakit paru. Pneumotoraks traumatik ada yang berdasarkan kejadiannya yaitu, pneumotoraks traumatik iatrogenik dan bukan iatrogenik, selain itu ada pula yang berdasarkan jenis fistulanya yaitu, pneumotoraks tertutup, terbuka dan tension. Pada pneumotoraks, udara memasuki rongga pleura dari luar dada atau dari paru-paru itu sendiri melalui jaringan mediastinum atau perforasi pleura langsung. Tekanan intrapleural meningkat, dan volume paru berkurang. Pneumotoraks, terutama pneumotoraks ventil dapat menimbulkan gawat darurat, bahkan dapat mengakibatkan penderita meninggal dunia. Oleh karena itu, bilamana di dalam praktek kita menerima penderita dengan keluhan utama sakit dada, sesak nafas, dan batuk-batuk, kita jangan lupa memikirkan ke arah diagnosis pneumotoraks ventil. Dengan diagnosis yang tepat dan dengan tindakan yang sederhana tapi cepat, kita akan dapat menyelamatkan nyawa penderita.BAB II

EPIDEMIOLOGI2,3

Insidens pneumotoraks sulit diketahui karena episodenya banyak yang tidak diketahui, pria lebih banyak dari wanita dengan perbandingan 5:1. Pneumotoraks spontan primer banyak dijumpai pada pria dengan usia antara decade 3 dan 4. Salah satu penelitian menyebutkan sekitar 81% kasus pneumotoraks spontan primer berusia kurang dari 45 tahun. Seaton dkk, melaporkan bahwa pasien tuberculosis aktif mangalami komplikasi pneumotoraks sekitar 1,4% dan jika terdapat kavitas paru komplikasinya meningkat lebih dari 90%. Sebuah pneumotoraks spontan primer paling sering terjadi pada laki-laki muda yang tinggi, kurus dan tidak memiliki riwayat penyakit paru-paru. Kerentanan kelompok ini bukan disebabkan oleh berat badan atau faktor gaya hidup, tapi karena laki-laki yang tinggi dan kurus secara genetik cenderung untuk memiliki paru-paru dengan volume besar, lemah yang memiliki kecenderungan untuk pecah. Sedangkan pneumotoraks spontan sekunder terjadi lebih sering setelah umur 60 tahun. Meskipun pneumotoraks spontan primer lebih sebagai gangguan daripada ancaman kesehatan besar, kematian telah dilaporkan. Pneumotoraks spontan sekunder dapat mengancam kehidupan, tergantung pada keparahan penyakit yang mendasarinya dan ukuran pneumotoraks. Persentase kematian pada pasien dengan PPOK dan pneumotoraks spontan bervariasi 1-17%. Insiden pneumotoraks spontan primer di Amerika Serikat adalah 7,4-18 kasus per 100.000 orang per tahun untuk laki-laki dan 1,2-6 kasus per 100.000 orang per tahun untuk perempuan. Insiden pneumotoraks spontan sekunder adalah 6,3 kasus per 100.000 orang per tahun untuk laki-laki dan 2 kasus per 100.000 orang per tahun bagi perempuan. Chronic obstructive pulmonary disease (PPOK) adalah penyebab umum dari pneumotoraks spontan sekunder yang membawa suatu kejadian dari 26 kasus per 100.000 orang. Insiden pneumotoraks iatrogenik tidak diketahui, tetapi mungkin terjadi lebih sering daripada pneumotoraks spontan primer dan sekunder. BAB III

ANATOMI DAN FISIOLOGIIII.1 ANATOMI1Thoraks adalah daerah tubuh yang terletak diantara leher dan abdomen. Thoraks rata dibagian depan dan belakang tetapi melengkung dibagian samping. Rangka dinding thorax yang dinamakan cavea thoraxis dibentuk oleh columna vertebralis di belakang, costae dan spatium intercostale di samping, serta sternum dan cartilago costalis di depan. Di bagian atas thorax berhubungan dengan leher dan di bagian bawah dipisahkan dari abdomen oleh diafragma. Cavea thoraxis melindungi paru dan jantung dan merupakan tempat perlekatan otot-otot thorax, extremitas superior, abdomen dan punggung.

Cavita thoraxis (rongga thorax) dapat dibagi menjadi : bagian tengah yang disebut mediastinum dan bagian lateral yang dsitempati pleura dan paru. Paru diliputi oleh selapis membran tipis yang disebut pleura visceralis, yang beralih di hilus pulmonalis(tempat saluran udara utama dan pembuluh darah masuk ke paru-paru) menjadi pleura parietalis dan menuju ke permukaan dalam dinding thorax. Dengan cara ini terbentuk dua kantong membranosayang dinamakan cavitas pleuralis pada setiap sisi thorax, diantara paru-paru dan dinding thorax.

Gambar 1, Tractus respiratoriusCavitas thoraxis berhubungan dengan pangkal leher melalui pintu yang disebut apertura thoraxis superior (thoraxic outlet). Apertura ini dibatasi disebelah posterior oleh vertebra thoraxic I, di lateral oleh pinggir medial costael dan cartilagines costales, di anterior oleh pinggir superior manubrium sterni. Cavitas thoraxis berhubungan dengan abdomen melalui lubang besar. Lubang ini dibatasi di sebelah poterior oleh vertebra thoraxic XII, lateral oleh pinggir costae yang melengkung, dan anterior oleh symphysis xiphosternalis. Melalui lubang besar yang ditutupi oleh diafragma ini, berjalan esofagus dan banyak pembuluh darah besar dan saraf, yang semuanya berjalan menembus diafragma.

Gambar 2, Pendarahan thoraxRongga thoraks yang dibatasi oleh dinding thoraks dan diafragma ini terbagi menjadi tiga kompartemen utama, yakni :

Cavum pleurae (rongga pleura) kanan dan kiri, yang masing-masing mengelilingi sebuah paru Jaringan paru MediastinumDinding thoraks terdiri atas :

Di sebelah dorsal dibentuk oleh deretan vertikal 12 buah vertebra thorakal dan diskus intervertebralis yang terletak antara masing-masing vertebra thorakal tersebut.

Pada masing-masing sisi, di sebelah lateral dibentuk & dibatasi oleh 12 buah iga dan tiga lapis otot tipis yang membentang pada sela iga yang berdekatan.

Di sebelah anterior dibatasi oleh sternum. Manubrium dan corpus sterni membentuk sudut yang dikenal sebagai angulus sterni. Angulus sterni yang terletak setinggi iga 2 ini merupakan tanda permukaan utama yang berguna untuk pemeriksaan klinik daerah thoraks. Tepi atas manubrium sterni sesuai dengan bidang datar setinggi diskus intervertebrale T2 T3.

Gambar 3, Tulang-tulang pada dinding thoraxApex paru menonjol ke leher, yang dipetakan pada permukaan anterior tubuh dengan membuat garis melengkung dan konvex ke atas, dari articulatio sternoclavicularis sampai ke titik yang jaraknya 2,5 cm di atas batas lateral dari sepertiga bagian medial clavicula.

Pleura (selaput dada) merupakan selaput serosa yang membentuk sebuah kantong tertutup yang terinvaginasi oleh paru. Bagian pleura yang melekat pada permukaan paru dan fissura-fissura interlobaris paru disebut pleura viseralis atau pleura pulmonalis. Pleura yang melapisi permukaan dalam separuh dindding thoraks, menutupi sebagian besar diafragma dan struktur-struktur yang menempati daerah tengah thoraks disebut pleura parietalis. Pleura pulmonalis dan pleura parietalis saling berkesinambungan disekitar struktur hilus. Ruang potensial antara kedua rongga pleura disebut mediastinum (ruang interpleural). Rongga pleura kiri lebih kecil dari rongga pleura kanan, karena sebagian b