perpustakaan universitas gunadarma

of 21 /21
Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA Nomor Pengunggahan SURAT KETERANGAN Nomor: 469/PERPUS/UG/2020 Surat ini menerangkan bahwa: Nama Penulis : Dini Tri Wardani., SE.,MMSI Nomor Penulis : 120306 Email Penulis : Alamat Penulis : JL.Gang Masjid Al-islah No 12 Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut : Nomor Induk : FILKOM/KA/PENELITIAN/469/2020 Judul Penelitian : SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS INTERNASIONAL PADA HISENSE GROUP CO. Ltd Tanggal Penyerahan : 15 / 07 / 2020 Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III. Dicetak pada: 15/07/2020 21:46:40 PM, IP:36.71.210.60 Halaman 1/1

Author: others

Post on 02-Oct-2021

8 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Perpustakaan Universitas GunadarmaNomor Pengunggahan
SURAT KETERANGAN Nomor: 469/PERPUS/UG/2020
Surat ini menerangkan bahwa: Nama Penulis : Dini Tri Wardani., SE.,MMSI Nomor Penulis : 120306 Email Penulis : Alamat Penulis : JL.Gang Masjid Al-islah No 12
Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut : Nomor Induk : FILKOM/KA/PENELITIAN/469/2020 Judul Penelitian : SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS INTERNASIONAL PADA HISENSE GROUP CO. Ltd Tanggal Penyerahan : 15 / 07 / 2020
Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.
Dicetak pada: 15/07/2020 21:46:40 PM, IP:36.71.210.60 Halaman 1/1
LAPORAN PENELITIAN
Penyusun:
Dini Tri Wardani
[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang peran sistem informasi
dalam bisnis internasional pada Hisense Group Co.Ltd. Penelitian ini merupakan penelitian
normatif atau studi kepustakaan. Teknik ini menjelaskan data-data yang ada dengan kata-kata
atau pernyataan bukan dengan angka-angka, serta menguraikan data secara bermutu dalam
bentuk kalimat serta pernyataan untuk mempermudah dalam pembacaan dan pemahaman data.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui Perusahaan Hisense Group Co. Ltd memiliki 3
scientific strategis yaitu teknologi mendukung industri, orisinalitas memastikan keuntungan dan
ilmu dan teknologi melayani kemanusiaan. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki Hisense
maka Bisnis Internasional semakin mudah dan berkembang.
Kata Kunci: Bisnis Internasional, Perusahaan Multinasional, Sistem Informasi
1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang di mana tidak
dapat dipisahkan dalam semua aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bisnis yang di mana
saat ini bisa dengan mudah untuk menjalankan bisnis skala global. Diskusi serta komunikasi bisa
dilakukan dengan lebih mudah serta lebih murah dengan menggunakan e-mail maupun internet,
juga sistem informasi dapat digunakan untuk memantau jaringan jaringan bisnis yang telah
menyebar ke luar negeri, dan juga bisa memantau kinerja perusahaan dengan lebih mudah
dengan mengolah informasi kemudian menghasilkan output yang bisa digunakan oleh
manajemen dalam mengelola perusahaan serta bagi pihak pemegang saham untuk menilai
kinerja perusahaan (Warsidi,2017). Perusahaan secara umum bertujuan untuk memaksimalkan
kekayaan pemegang saham. Tujuan ini tidak hanya dimiliki oleh perusahaan yang menjalankan
bisnis domestik, tetapi juga perusahaan yang menjalankan bisnis internasional. Bahkan
beberapa perusahaan telah mengembangkan bisnis internasional sebagai sarana untuk menambah
nilai mereka. Hal ini disebabkan karena pasar asing dapat memberikan peluang untuk
memperbaiki arus kas perusahaan. Sebagai akibatnya, banyak perusahaan telah berubah
menjadi perusahaan multinasional (MNC), yang didefinisikan sebagai perusahaan yang terlibat
dalam berbagai bentuk bisnis internasional.
Dari perspektif perusahaan multinasional atau MNC, China adalah ’world’s factory’
sehingga banyak sekali perusahaan-perusahaan dunia yang beroperasi di China. Cina memiliki
peran besar dalam dinamika perekonomian global. Cina merupakan salah satu tujuan utama
untuk Foreign Direct Investement global. China secara konsisten menarik lebih dari $ 50 juta
dari investasi luar negeri per tahunnya. Dalam kacamata interdepensi ekonomi, dimana Cina
dianggap sebagai tempat yang strategis bagi para investor asing untuk menanamkan modalnya
atau mengirimkan MNCnya ke Cina. Sedangkan bagi Cina sendiri keberadaan MNC merupakan
suatu keuntungan dalam bidang ekonomi dengan semakin banyaknya FDI yang masuk ke Cina
(Intan Sari, 2012).
Hisense Group Co. Ltd adalah perusahaan multinasional produsen elektronik dan peralatan
rumah tangga yang berbasis di China. Hisense Group kini telah berkembang dan memiliki dua
perusahaan yang terdaftar yaitu Hisense Electric Co., Ltd di Shanghai Stock Exchange, dan
Hisense Kelon Electrical Holdings Co. Ltd di Shenzhen dan Hongkong Stock Exchange.
Perusahaan ini memiliki tiga merek dagang terkenal yaitu Hisense, Kelon dan Ronshen, yang
menyediakan berbagai macam produk dan layanan termasuk multimedia, home appliances,
telekomunikasi dan teknologi informasi. Sistem Informasi bisnis internasional merupakan sebuah
sistem yang berbasis komputer yang memungkinkan perusahaan multinasional untuk
menyelaraskan kegiatan perusahaan induk dan cabangnya, dimana cabang tersebut secara
geografis tersebar di berbagai penjuru dunia dan setiap kantor cabang terkait memiliki tujuan,
kebijakan dan tata cara tersendiri yang unik.
Meskipun semua perusahaan memiliki kebutuhan pemrosesan informasi dan koordinasi,
kebutuhan-kebutuhan ini merupakan hal yang sangat penting artinya bagi perusahaan
multinasional (MNC). MNC adalah sebuah sistem terbuka yang berusaha untuk meminimalkan
ketidakpastian yang terdapat dalam lingkungannya. Dalam konteks ini, ketidakpastian adalah
“perbedaan antara jumlah informasi yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan dan
jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi.” Kebanyakan eksekutif MNC menyadari
bahwa mereka akan dapat mengatasi pengaruh lingkungan dengan memanfaatkan teknologi
informasi. Tujuan penelitian ini yaitu penulis ingin mengetahui dam menjelaskan penerapan
sistem informasi dalam bisnis internasional pada perusahaan multinasional Hisense Group
Co.Ltd.
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu
bagaimana penerapan system informasi dalam binis internasional pada perusahaan
multinasional Hisense Group Co.Ltd?
Adapun batasan dalam penelitian ini adalah penulis hanya membahas system informasi
bisnis internasional pada satu perusahaan saja yaitu Hisense Group Co.Ltd
4
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui
bagaimana penerapan system informasi dalam binis internasional pada perusahaan
multinasional Hisense Group Co.Ltd?
Manfaat penelitian yaitu diharapkan dapat memberikan berbagai pengetahuan yang lebih
kepada pembaca secara luas tentang perusahaan Hisense Group Co.Ltd dan topik yang dibahas.
5
Ball, Mc Culloch, Frantz, Geringer, dan Minor (2006) mendefinisikan Bisnis Internasional
yaitu bisnis yang kegiatannya melampaui batas Negara. Definisi tersebut mencakup perdagangan
internasional. Pemanufakturan diluar negeri juga industri jasa diberbagai bidang seperti
transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan
besar dan komunikasi massa.
Daniels, Radebaugh dan Sullivan (2004) mendefinisikan Bisnis Internasional yaitu semua
transaksi komersial baik oleh swasta maupun pemerintah diantara 2 negara atau lebih. Definisi
lainnya tentang Bisnis Internasional dikemukakan oleh Charles WH Hill (2008) yaitu perusahaan
yang terlibat dalam perdagangan maupun investasi internasional.
Seperti yang dikemukakan oleh Ball dkk. (2006) bahwa Bisnis Internasional merupakan
kegiatan bisnis yang dilakukan melewati batas-batas suatu Negara. Suatu unit bisnis yang
memperluas atau ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa keluar
Negara. Hal ini terkadang harus dilakukan oleh suatu perusahaan bisnis dikala pasar yang ada
didalam Negara sudah berada dalam tahap jenuh, sehingga sulit untuk dapat berkembang lebih
besar lagi. Dengan memasuki pasar internasional perushaan harus mampu beradaptasi disemua
bidang dengan kultur budaya di Negara setempat agar tidak menimbulkan permasalahan sosial.
Transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara dengan Negara lain sering disebut
sebagai Bisnis Internasional (International Trade). Di lain pihak transaksi bisnis itu dilakukan
oleh suatu perusahaan dalam suatu Negara dengan perusahaan lain di negara lain disebut
Pemasaran Internasional (International Marketing). Pemasaran internasional inilah yang biasanya
diartikan sebagai Bisnis Internasional, meskipun pada dasarnya ada dua pengertian. Jadi kita
dapat membedakan adanya dua buah transaksi Bisnis Internasional yaitu:
1. Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam hal perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya
dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor.
6
Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil
produksi di luar negeri. Dalam hal semacam ini maka pengusaha tersebut akan terbebas dari
hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan
masuknya langsung dan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka
tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan itu tidak saja berupa barang akan
tetapi dapat pula berupa jasa.
Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri
secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan
tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap
tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
Ekspor Insidentil
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada
umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor
insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang
asing di negeri kita kemudian dia membeli barang-barang dan kemudian kita harus
mengirimkannya ke negeri asing itu.
Ekspor Aktif
Tahap terdahulu itu kemudian dapat berkembang terus dan kemudian terjalinlah hubungan
bisnis yang rutin dan kontinyu dan bahkan transaksi tersebut makin lama akan semakin aktif.
Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai pada umumnya dengan semakin
berkembangnya jumlah maupun jenis komoditi perdagangan Internasional tersebut. Dalam
7
tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas
transaksi itu. Tidak seperti tahap awal di mana pengusaha hanya bertindak pasif. Oleh karena
itu dalam tahap ini sering pula disebut sebagai tahap “ekspor aktif”, sedangkan tahap pertama
tadi disebut tahap pembelian atau “Purchasing”.
Penjualan Lisensi
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang
menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual
adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan
manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan
baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan
negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara
menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala
atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya,
pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk
pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”. Dalam hal bentuk
Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai “Franchisee” sedangkan
perusahaan pemberi disebut sebagai “Franchisor”. Bentuk ini pada umumnya berhasil bagi
jenis usaha tertentu misalnya makanan, restoran, supermarket, fitness centre dan sebagainya.
2.2 Faktor Pendorong Adanya Bisnis Internasional
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional, di
antaranya sebagai berikut:
Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
mengolah sumber daya ekonomi.
Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk
jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya
keterbatasan produksi.
Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
2.3 Peran Sistem Informasi dan Jaringan dalam Manajemen Bisnis Internasional
Sistem Informasi internasional merupakan sebuah sistem yang berbasis komputer yang
memungkinkan perusahaan multinasional untuk menyelaraskan kegiatan perusahaan induk dan
cabangnya, dimana cabang tersebut secara geografis tersebar di berbagai penjuru dunia dan
setiap kantor cabang terkait memiliki tujuan, kebijakan dan tata cara tersendiri yang unik.
Selama tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, perusahaan raksasa multinasional banyak
menyelesaikan pembangunan sistem informasi global (GIS/ Global Information System), tetapi
masih terdapat beberapa hal lain yang masih harus diselesaikan dalam rangka menyempurnakan
sistem pengelolaan informasi berbasis komputer yang mendunia. Pada tahun 2000-an, kurang
lebih 2070 perusahaan multinasional akan didorong untuk memperbaiki aplikasi sistem informasi
dan bentukan arsitektur sistem ini. Sistem yang mulanya dirancang untuk mendukung operasi
yang tersentralisasi ataupun tidak tersentralisasi akan ditingkatkan untuk memampukan
perusahaan induk dan cabangnya beroperasi sebagai sebuah koordinat suatu sistem yang
terintegrasi. Adapun hal yan perlu ditingkatkan dan diintegrasikan secara utuh dalam
pematangan sistem informasi dunia adalah peranan sistem informasi berbasis komputer
(Computer Based Information System/ CBIS). Subsistem Pengembangan Sistem Informasi
Dunia:
Subsistem ini menjadikan segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan
perusahaan menjadi jauh lebih mudah dan sederhana dengan penggunaan sistem komputer. Saat
tindakan berlangsung dan transaksi terjadi, data dimasukkan ke dalam basis data. Salah satunya
adalah ketika data akuntansi ini masuk ke dalam pusat pengumpulan data yang dilakukan oleh
pekerja dan pengawas kendali kualitas saat produksi berlangsung. Pihak manajemen dapat
melakukan pemantauan pada waktu itu juga (real time) terhadap kegiatan kendali kualitas yang
statement) dan analisis biaya, disajikan sebagai suatu kartu catatan kualitas produk,
pengembalian pelanggan, dan proses selanjutnya yang terkait.
Sistem Informasi Manajemen
dalam bentuk laporan berkala, laporan khusus, dan keluaran bentuk matematika. Para manajer di
semua wilayah fungsi dapat menerima keluaran ini, yang sebagian besar dihasilkan dari
gabungan data SIA yang ada. Contoh laporan yang dimaksud adalah manajer kendali kualitas
dapat menerima laporan bulanan yang menunjukan tingkat penolakan untuk masing-masing
tahap dalam proses di pabrik.
Sistem Pendukung Keputusan
Sistem ini memungkinkan pembuatan keluaran (output) untuk masalah khusus yang
berkenaan dengan kualitas. Penerapan SPK yang berbasis sistem komputer ini dapat dilihat dari
beberapa kegiatan seperti; seorang pengawas kualitas produksi perusahaan yang dapat
memperbaiki basis data untuk tampilan biaya perbaikan produk yang disebabkan pengembalian
dari pelanggan, manajer pabrik dapat menggunakan lembaran elektronik untuk meniru pengaruh
bonus kualitas pada biaya produksi.
Sistem Otomatisasi Perkantoran
jawab kualitas, seperti komite dan kelompok proyek, untuk menyelaraskan upaya kemampuan
telekomunikasi tersebut. Pengolahan kata (word processing), Email, surat suara (voice mail), dan
pemindahan facsimile dapat memenuhi dan menunjang pelaksanaan subsistem ini dengan baik.
Aplikasi SOP lainnya seperti tatap muka melalui video gambar (video conferencing), pertemuan/
temu wicara melalui suara (audio conferencing), merupakan terapan subsistem otomatisasi
perkantoran yang sangat mendukung proses komunikasi di antara pihak-pihak perusahaan yang
keberadaannya tersebar.
Hisense Group Co. Ltd adalah perusahaan multinasional produsen elektronik yang berbasis
di China. Hisense dalam bahasa Cina mengandung arti seperti lautan yang luas, visi dan
kredibilitas yang Hisense selalu hargai. Nama inggris Hisense terdiri dari kata “tinggi” dan
“rasa”, yang berarti gigih mengejar teknologi tinggi, kualitas tinggi dan cita rasa tinggi. Merek
Hisense diakui sebagai merek terkenal di Cina oleh Perindustrian dan Perdagangan Administrasi
Negara pada tanggal 5 januari 1999. Didirikan sebagai Pabrik Radio no.2 di Qingdao pada tahun
1969, Hisense kini telah berkembang yang memiliki dua perusahaan yang terdaftar (Hisense
Electric Co., Ltd) di Shanghai Stock Exchange, dan Hisense Kelon Electrical Holdings Company
Ltd. Di Shenzhen dan Hongkong Stock Exchange, memiliki tiga merek dagang terkenal
(Hisense, Kelon dan Ronshen), dan menyediakan berbagai macam produk dan layanan
termasuk multimedia, home appliances, telekomunikasi dan teknologi informasi. Hisense telah
menjadi pangsa pasar nomor 1 TV-Flat Panel di China selama 13 tahun berturut-turut. Tahun
2015 Hisense telah mengakuisisi Sharp di Amerika.
3.2 Struktur Organisasi Perusahaan
11
3.3 Jumlah Cabang dan Jumlah Pegawai Hisense Group Co. Ltd
Hisense telah membangun 18 perusahaan luar negeri yang berlokasi di Amerika Utara,
Eropa, Australia, Afrika, Timur Tengah dan Asia – Pasifik. Hisense memiliki 3 basis produksi di
luar negeri di Afrika Selatan, Ceko dan Meksiko. Selain itu, Hisense memiliki kemitraan
strategis dengan perusahaan global terpercaya seperti IBM, Hitachi untuk pengembangan dan
pemasaran berbagai produk dan layanan. Produk ini diekspor ke lebih dari 130 negara dan
wilayah diseluruh dunia.
Bersama dengan 75.000 karyawannya, Hisense tak henti-hentinya mengembangkan inovasi
di seluruh dunia. Hisense berkembang menjadi sebuah perusahaan abadi dan merek global.
3.4 Peringkat Perusahaan
Berdasarkan Voting untuk Top 100 perusahaan Qingdao yang telah diselenggarakan terus
menerus selama 6 sesi sejak didirikan pada tahun 2005. Menurut konvensi internasional,
Asosiasi Pengusaha Qingdao telah memilih Top 100 perusahaan qingdao tahun 2010 dengan
pendapatan penjualan mereka pada tahun 2009. Hisense berada di peringkat ke-2 , perusahaan
tersebut memiliki 40 perusahaan.
Gambar 3.2 Produk Televisi Gambar 3.3 Produk Refrigerator
12
Gambar 3.4 Produk Domestik Air Conditioner Gambar 3.5 Produk Mesin Cuci
Gambar 3.6 Produk Mobile Phone Gambar 3.7 Produk Real Estat
3.6 Kinerja Keuangan Hisense Tiga Tahun Terakhir
Bisnis Internasional dapat meningkatkan kinerja suatu perusahaan dengan meningkatkan
pendapatan atau mengurangi bebannya. Salah satu dari kedua hasil tersebut akan mengarah ke
laba yang lebih tinggi bagi perusahaan.
Sumber keuangan Hisense dan asset lainnya yang dialokasikan untuk proses diversifikasi
ada dua prinsip:
Pertama, dengan fokus pada pertumbuhan melalui pengembangan produk dan menjadi biaya
rendah.
Kedua, meningkatkan struktur keuangan dan saham yang tersedia untuk membiayai
merger, akuisisi dan joint venture.
13
dalam CNY Million
Tabel 3.1 menunjukkan informasi keuangan Hisense Group Co.Ltd dari tahun 2017-2019.
Dari tahun 2017-2019, Hisense Electric Co, Ltd penjualan bersihnya meningkat dari 33.488 Juta
RMB menjadi 37.453 Juta RMB. Dari segi pendapatan bersih tahun 2017 sebesar 1.998 Juta
RMB namun di 2018 mengalami penurunan menjadi 1.377 Juta RMB, di tahun 2019 Hisense
Group Co. ltd berhasil meningkatkan kembali pendapatan bersih mereka menjadi 2.152 Juta
RMB.
14
Perusahaan Hisense memiliki 3 scientific strategies yaitu teknologi mendukung industry,
orisinalitas memastikan keuntungan serta ilmu dan teknologi melayani kemanusiaan .
Teknologi mendukung industri:
Setiap kali kita memasuki bidang baru, pertama kita membuat kemajuan teknologi dengan
mendirikan lembaga penelitian untuk pekerjaan penelitian. Lembaga ini akan terpecah menjadi
perusahaan baru. Berdasarkan teknologi, Hisense akan membuat proyek sebagai platform untuk
menumbuhkan dan meningkatkan keunggulan kompetitif untuk mencapai tujuan membangun
sebuah industri baru. Ini membantu kita memahami teknologi inti, mengurangi risiko investasi
dan mengoptimalkan struktur industri, mengasah keunggulan kompetitif dan memastikan jangka
panjang iklan perusahaan itu perkembangan yang sehat.
Orisinalitas memastikan keuntungan:
dari daya saing suatu perusahaan adalah teknologi inti berdasarkan orisinalitas dengan hak
kekayaan intelektual independen. Hanya tindak lanjut perbaikan penelitian dan pengembangan
derivatif berdasarkan inti yang dapat membentuk keuntungan nyata di pasar. Dalam rangka
untuk membentuk keuntungan, risiko pasar dan fender menempa tepi inti, perusahaan harus
memiliki hak kekayaan intelektual independen dan meningkatkan orisinalitas teknologi inti.
Ilmu dan teknologi melayani kemanusiaan:
Umat manusia harus menjadi inti dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam aplikasi
teknologi, kita harus menempatkan signifikansi tak terbantahkan mengatasi disimilasi ilmu
pengetahuan dan teknologi dan kemanusiaan, serta meningkatkan kehidupan setiap orang.
Hisense melayani kebutuhan manusia dengan teknologi modern.
15
4.2 Aplikasi yang Digunakan Dalam Pengelolaan Perusahaan
Lab Teknologi Digital Multimedia dibangun oleh Hisense Group Co.Ltd. Lab ini berfokus
pada studi tentang komputasi multimedia, multimedia video teknologi digital dan merancang
chip. Mengacu pada prinsip ‘open, mobile, association, dan competition’, laboratorium
mengaplikasikan pembangunan platform teknologi kedepan, umum dan kunci penelitian dan
pengembangan (R&D) dalam ranah multimedia digital. Hal ini khusus fokus pada penempatan
garis depan industri dalam penelitian dan pengembangan dan pencarian yang mendalam dalam
sebuah penelitian dan multimedia digital. Selain itu, Hisense berusaha keras untuk membangun
tim R&D yang menyediakan teknisi dan pendukung untuk pengembangan industri multimedia
digital di China. Hal yang lebih penting lagi untuk menetapkan standard teknologi multimedia
China sendiri dengan tujuan untuk mebongkar monopoli teknologi dan standard internasional.
Hisense berusaha keras untuk mewujudkan sistem penelitian pembelajaran produksi, pembuatan
arah kebijakan kunci teknologi multimedia digital:
1. Multimedia Computing Technology
CODEC, sehingga meningkatkan kecepatan CODEC itu sendiri.
Untuk mencapai algoritma perangkat lunak secara cross platform yang baik dan
menyediakan disain chip multimedia yang sesuai. Budi daya dan implementasi standard teknik
audio-video pada hak kekayaan intelektual yang bebas, untuk menguatkan inovasi yang tak
terikat dengan industri informasi elektronik nasional.
2. Digital Video Technology dan Multimedia Chip Design
Memanfaatkan teknologi pemrosesan gambar digital dan video sebagai bentuk terobosan
baru, untuk membentuk akumulasi yang efektif dari sebuah hak kekayaan intelektual, untuk
membangun sebuah kompetisi teknologi yang menguntungkan.
Untuk mengaplikasikan teknologi SOC untuk meningkatkan fungsi chip seperti integrasi,
perluasan kemampuan, agar mencapai penggunaan terintegrasi sebagai rantai sumber daya
sebuah industri dan meningkatkan daya saing produk.
16
Untuk menawarkan sebuah peningkatan dan perluasan fungsi situs web sebagai bagian kelompok
perlengkpan terminal internal 3C, dan menyediakan system penggunaberbasiskan based
Intelligent Community System dan Digital Home System Solutions.
Komitmen kami pada penelitian standard teknologi jaringan multimedia dan pembuatan
kontribusi hak kekayaan intelektual tak terikat di China, bersama standar internasional IGRS
dan menjadikannyasebuah kenyataan.
Penelitian tentang tipe baru teknologi display (tampilan) dan perangkat. Berdasarkan
penelitian terminal multimedia chip audio dan teknologi berbasis situs web, Hisense
berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan umum dan pokok dari teknologi display
multimedia sebagai akhir solusi, kontirbusi teknologi pengembangan akhir industry kesehatan
berbasiskan tampilan multimedia digital di China.
4.3 Market Target Hisense Group Co. Ltd
Di Cina, produk merek Hisense banyak didistribusikan melalui 35.000 toko ritel dan melalui
lebih dari 20.000 dealer independen dan eksklusif. Dalam pengembangan pasar, Hisense juga
akan menargetkan pasar massal konsumen dan direncanakan untuk mendekati distribusi intensif
melalui pengecer volume besar seperti Carrefour, Saturn dan BestBuy.
17
5. Kesimpulan
Semakin besar segmentasi bisnis, maka akan semakin besar pula teknologi yang dibutuhkan.
Dalam melakukan aktivitas bisnis internasional yang melibatkan lebih dari dua negara, tentunya
tidak bisa mengandalkan teknologi seadanya, untuk melakukan Ekspor dan Impor membutuhkan
transportasi lintas batas, dalam pengurusannya pun tidak mudah, komunikasi dalam Bisnis
Internasional tidak akan berjalan lancar tanpa menggunakan kecanggihan teknologi.
Perusahaan Hisense memiliki 3 scientific strategies yaitu teknologi mendukung industri,
orisinalitas memastikan keuntungan dan ilmu dan teknologi melayani kemanusiaan. Hisense
berusaha keras untuk mewujudkan sistem penelitian pembelajaran produksi, pembuatan arah
kebijakan kunci teknologi multimedia digital.
Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki Hisense maka Bisnis Internasional semakin
mudah dan berkembang. Teknologi Informasi (TI) harus dikelola perusahaan untuk menjawab
tantangan bisnis saat ini, lingkungan teknologi, nilai-nilai pelanggan dan nilai-nilai bisnis
mempengaruhi sukses dalam dinamika ekonomi global. TI dan aplikasi-aplikasi e-bisnis baru
merubah ditribusi, hubungan, sumberdaya dan tanggungjawab manajer. Karena TI membantu
menghilangkan batasan manajemen, memungkinkan bentuk manajemen yang lebih kolaboratif,
tersedianya sumberdaya-sumberdaya TI yang signifikan dan adanya tantangan-tantangan
manajemen TI. Tekanan bersaing dalam lingkungan bisnis saat ini menuntut manajer untuk
memikirkan kembali penggunaan dan manajemen TI.
18
DAFTAR PUSTAKA
Ball, Donald A, Wendell McCulloch, Paul Frantz, Michael Geringer dan Michael Minor. 2006.
International Business: The Challenge of Global Competition.10thed. Boston: McGrawHill-
Irwin, Chapter I page 2-2.
Cokronegoro. 2011. International Information System Theory.
http://www.fsc.yorku.ca/york/istheory/wiki/index.php/Main_pager/theories_used_in_iS_re
search_wiki.
Daniels, John D, Lee Radebaugh dan Daniel Sullivan. 2004. International Business:
Envirinments and Operations.10th ed, New Jersey: PearsonPrentice Hall.
Hill,Charles WH. 2008. International Business: Competing in the Global Market Place, 7th ed.
New York, McGrawHill-Irwin. Chapter 1.
Intan Sari, Diah Ayu. 2012. Peranan MNC Terhadap Pertumbuhan Ekonomi China. Kompasiana.
Ekonomi. http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/03/31/peran-mnc-terhadap-
Nuruljannah. 2011. Pengaruh Teknologi Terhadap Bisnis Internasional.
http://ulfahnurulzannah.blogspot.com/2011/10/quis-4-3-jelaskan-pengaruhteknologi.html.