laprak sistem minimum

Download Laprak Sistem Minimum

Post on 08-Feb-2016

83 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

    DASAR 1

    Aplikasi Sistem Minimum Mikrokontroller pada

    Flicker Lamp

    10 Oktober 2013

    Triapani Mukti Gilang A (1127030069)

    Intan Dwi Nur Ramdini (1127030042)

    M.Arlan Sukma Gumilar (1127030049)

    Nia Kurniasari (1127030053)

    Syifa Siddiq (11270300067)

    Asisten : Habib Jaenudin 1209703012

    JURUSAN FISIKA

    FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

    UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

    2013

    1

  • Abstract

    Minimum system is a basic system to make a complex program.

    A system consisting of a minimum of at least one microcontroller and

    the oscillator. Minimum system will be contained in the input and

    output. To run a minimum system design will require a program. Pro-

    gram can be completed on the microcontroller program delay (time),

    input-output program, etc. Keyword:Minimum System, microcontro-

    ller, oscillator, input, output, program

    Ringkasan

    Sistem Minimum merupakan sebuah sistem dasar untuk membu-

    at sebuah program yang kompleks . Suatu sistem minimum minimal

    terdiri dari satu mikrokontroller dan satu osilator. Dalam sistem mi-

    nimum akan terdapat input dan output . Untuk menjalankan sebuah

    desain sistem minimum maka diperlukan sebuah program . Program

    yang diisi pada mikrokontroller dapat berupa program delay(waktu) ,

    program input-output ,dll Kata Kunci:Sistem Minimum , mikrokon-

    troller , osilator , input , output , program

    2

  • 1 Pendahuluan

    1.1 Latar Belakang

    Suatu sistem minimum merupakan dasar dari sistem yang kompleks. Untuk

    itu kita diharapkan mampu ntuk mengetahui prinsip kerja sistem minimum

    . Pada percobaan kali ini sistem minimum yang digunakan ialah sistem mi-

    nimum berbasis mikrokontroller yang dapat dihubungkan langsung dengan

    sebuah program lain pada program CV AVR . Pada dasarnya untuk menge-

    tahui prinsip kerja sistem minimum kita diharapkan dapat membuat sebuah

    desain sederhana . Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami membuat

    sebuah desaian flicker lamp agar dapat memahami prinsip kerja dari sistem

    minimum itu sendiri.

    1.2 Tujuan

    Adapun tujuan praktikum elektronika dasar kali ini adalah :

    1. Mampu memahami alur sistem minimum ATMega16

    2. Mampu memahami cara kerja sistem minimum ATMega16

    3. Mampu membaca program CodeVision AVR

    4. Mampu mendesain rangkaian melalui software Proteus ISIS

    5.

    1.3 Dasar Teori

    Mikrokontroler ATMega16 termasuk salah satu jenis mikrokontroler dari ke-

    luarga Atmel AVR yang dikemas dalam standard DIL ( Dual In Line ) 40

    pin yang mempunyai konfigurasi tersendiri. Mikrokontroler ini diproduk-

    si oleh Atmel dengan karakteristik yang benar - benar compatible dengan

    set instruksi dan pin-pin keluaran standard industri keluarga ATMega16

    buatan Atmel. ATMEGA16 mempunyai throughput mendekati 1 Millions

    Instruction Per Second (MIPS) per MHz, sehingga membuat konsumsi daya

    menjadi rendah terhadap kecepatan proses eksekusi perintah. Mikrokontro-

    ler adalah mikrokontroler RISC ( Reduce Instruction Set Compute ) 8 bit

    berdasarkan arsitetur Harvard, yang di buat oleh Atmel pada tahun 1996.

    ATMega16 Memiliki memori flash 16k dan 32 jalur input output, sertadi

    3

  • lengkapi dengan ADC 8 kanal dengan resolusi 10-bit dan 4 kanal PWM.

    Sebuah chip dengan fitur cukup lengkap untuk mendukung beragam aplika-

    si. Mikrokontroler AVR Atmega 16 sudah dilengkapi dengan built-in USB

    ISP programmer, sehingga pemrograman dapat dilakukan dengan mudah,

    cukup dengan menghubungkan kabel USB ke komputer. AVR merupakan

    salah satu jenis mikrokontroler yang di dalamnya terdapat berbagai macam

    fungsi. Perbedaannya pada mikro yang pada umumnya digunakan seper-

    ti MCS51 adalah pada AVR tidak perlu menggunakan oscillator Eksternal

    karena didalamnya sudah terdapat internal oscillator. Selain itu kelebih an-

    dari AVR adalah memiliki Power-On Reset, yaitu tidak perlu ada tombol

    reset dari luar karena cukup hanya dengan mematikan supply, maka secara

    otomatis AVR akan melakukan reset.

    Mikrokontroller yang dipakai pada tugas praktikum ini adalah mikrokon-

    troller jenis AVR yaitu ATMega16 produksi ATMEL, yang merupakan tipe

    mikrokontroller dengan arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Compu-

    ter). ATMega16 ini memiliki karakteristik sebagai berikut : 16 Kbytes

    (ATmegal6) In Sytem Self Programmable Flash. 1 Kbytes Internal SRAM

    (Static Random Access Memory). 512 bytes EEPROM (Electricaly Era-

    sable Programmable Read Only Memory). Programmable serial USART

    (Universal Synchronous and Asynchronous serial Receiver and Transmitter).

    32 (ATmegal6) Programmable I/O Line. Kecepatan maksimum hingga 16

    MIPS (Million Instruction Per Second) dengan menggunakan kristal 8 MHz.

    Mikrokontroller ATMega16 memiliki konfigurasi pin, dengan fungsi masing-

    masing pin adalah sebagai berikut : VCC merupakan pin yang berfungsi

    sebagai masukan catudaya (TeganganSumber). GND merupakan pin Gro-

    und. Port A (PA7..PA0) Port A merupakan pin input/output dua arah dan

    pin masukan ADC. Port B (PB7..PBO) Port B merupakan pin input/output

    dua arah dan pin fungsi khusus. Port C (PC7..PCO) Port C merupakan pin

    input/output dua arah dan pin fungsi khusus. Port D (PD7..PDO) Port D

    merupakan pin input/output dua arahdan pin fungsi khusus. AVCC, Pin

    dari AVcc merupakan sumbertegangan untuk ADC. Pin AVcc harus tetap

    disambungkan ke Vcc meskipun tidak menggunakan konfigurasi dari ADC.

    AREF, AREF merupakan pin tegangananalogreferensiuntuk ADC. Reset

    Input reset. Jika pin ini mendapat logika low maka akan menjalankan reset

    (meskipun clock tidakaktif). Pulsa yang pendek tidak akan menjamin dapat

    4

  • menjalankan reset ini. XTALl Merupakan pin untuk inverting oscillator am-

    plifier dan input dari rangkaian internal clock. XTAL2 Merupakan output

    dari inverting oscillator amplifier

    2 Metode Praktikum

    2.1 Waktu dan Tempat

    Praktikum dilakukan di laboratorium Fisika Fakultas Sains dan Teknologi

    UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Praktikum ini dilakukan pada hari

    Jumat tanggal 4 Oktober 2013 pukul 13.00-15.00 WIB

    2.2 Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kali

    ini antara lain:

    1. Komputer

    2. Program Proteus :

    ,simulasi LED ,simulasi ATMega 16 ,simulasi Capasistor ,simulasi Re-

    sistor , simulasi Crystal , simulasi sumber tegangan (ground) ,simulasi

    kabel penghubung .

    3. Program CV AVR

    2.3 Prosedur Percobaan:

    Desain Ficker Lamp

    Pada percobaan kali ini kami membuat sebuah desaian flicker lamp . Flicker

    Lamp sendiri terdiri dari 4 buah LED yang berbeda . Pertama Rangkai-

    an desain dibuat dengan menggunakan komponen utama ATMga 16 dan

    komponen kedua Crystal . Crystal dihubungkan pada capasitor dan ground

    .Setiap kaki pada ATmega 16 dihubungkan pada resistor .Kemudian resistor

    dihubungkan pada LED . Rangkaian LED dihubungkan pada ground . Ke-

    mudian kita membuat sebuah pemograman sederhana untuk diisikan pada

    ATMega yang terdapat pada desain proteus . Program dibuat pada CV

    AVR. Setelah selesai program diisikan pada desain . Setelah rangkaian siap

    maka rangkaian di uji dan di analisis .

    5

  • Menghubungkan ATMega 16 dengan Crystal

    Crystal dihubungkan dengan capasitor dan ground

    Kaki-kaki ATMega dihubungkan pada resistor

    Resistor dihubungkan dengan LED secara seri dan terhubung pada ground

    Program pada CV AVR diisikan pada desaian rangkaian ATMega16

    Rangkaian diuji dan dianalisis

    6

  • 3 Hasil dan Pembahasan

    3.1 Data Hasil Pengamatan

    Tabel 1. Kondisi PIN dan LED

    No PORTC Kondisi High LED

    1 PIN C.1 1

    2 PIN C.2 1

    3 PIN C.3 1

    4 PIN C.4 1

    5 PIN C.5 1

    6 PIN C.6 1

    7 PIN C.7 1

    8 PIN C.8 1

    Tabel 2. Hasil Simulasi Tegangan Flicker Lamp

    No LampuLED Tegangan(V )

    1 LED 1 2.23

    2 LED 2 2.23

    3 LED 3 2.23

    4 LED 4 2.23

    5 LED 5 2.23

    6 LED 6 2.23

    7 LED 7 2.23

    8 LED 8 2.23

    3.2 Pembahasan

    Pada percobaan kali ini kami membuat sebuah flicker lamp yang terhubung

    pada sebuah mikrokontroller ATMega 16 dan Mikrokontroller AVR . Flicker

    Alamp sendiri menerapkan fungsi waktu didalamnya . Kita dapat mengatur

    waktu untuk lampu dapat menyalaterang atau mati dalap beberapa saat .

    Pemograman untuk flicker lamp dibuat pada program CV AVR . Kemudian

    dihubungkan pada desaian rangkaian .

    7

  • Masing -masing kaki pada ATMega harus terhubung dengan satu resistor

    dan satu LED yang dipasang secara seri . Setelah terhubung maka power

    supply yang digunakan ialah ground . Penggunaan ground sendiri dimak-

    sudkan untuk memasok tegangan kepada LED dan agar dapat menyala .

    Kondisi penggunaan ground pada LED akan berpengaruh pada pemogram-

    an yang dilakukan .

    Karena kondisi pada kaki ATMega 16 adalah low , maka untuk menyalak-

    an LED dibutuhkan suatu beda potesnsial , oleh karena itu logika yang

    digunakan untuk menyalakan LED adalah 1 , sedangkan untuk LED mati

    diberi kondisi logika 0 karena pada kaki berkondisi high . Untuk membuat

    LED menyala atau mati , maka dibutuhkan waktu jeda pada pemograman.

    Waktu jeda tersebut disebut sebagai delay . Delay dilakukan dalam wak-

    tu per milli sekon . Oleh karena itu jeda yang dilakukan dapat bervariasi

    sesuai dengan kebutuhan waktu jeda yang diinginkan Untuk memasuk-