fungsi otak

Click here to load reader

Post on 14-Jul-2016

67 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

book

TRANSCRIPT

  • FUNGSI OTAK

  • Medulla Hipotalamus-Talamusmedulla, sepanjang korda spinalis, berisi banyak nuklei kecil yang terkait berbagai fungsi motorik dan sensorik. hypothalamus terletak didasar otak tengah, sangat kompleks. Terdiri atas banyak nuklei kecil, setiap nukleus punya hubungan yang berbeda dan neurokimiawi yang berlainan. Hypothalamus pengendali pusat untuk siklus bangun/tidur, makan/minum, pelepasan hormon dan fungsi penting biologik lainnya thalamus juga mempunyai banyak nuklei dengan fungsi yang berbeda-beda. Beberapa diantaranya menghantar informasi dari dan ke hemisfer serebri. Lainnya bekerja untuk motivasi. Area subtalamik (zona incerta) nampaknya berisi action-generating systems untuk beberapa jenis perilaku "consummatory", termasuk makan, minum, buang air besar dan copulation.[29]

  • Cerebellum-Kolikulus Superior-Kortekscerebellum memperkuat keluaran dari sistem otak lainnya gar lebih tepat. Ketepatan gerak bukanlah merupakan hal yang dibawa sejak lahir, ia perlu latihan. Contohnya mengendarai sepeda merupakan neuroplastisiti dari serebelum [30]Pada mammalia tectum disebut "superior colliculus", fungsinya untuk ketepatan menggerakan mata, juga ketepatan mencari sumber suara.[31]cortex mempunyai banyak fungsi, fungsi utama otak berada disini

  • Hipokampus-Ganglia Basalis-Bulbus Olfaktoriushippocampus, hanya dipunyai oleh mammalia. Berfungsi untuk spasial memori .basal ganglia tugasnya menyeleksi tindakan. Ia mengirim sinyal ke semua bagian otak untuk melakukan tindakan, juga penghambatan aktivitas. Rewards and punishments efek utama neuron di ganglia basalis.[34]Bulbus olfaktori, memproses sinyal bebauan

  • BASAL GANGLIA AND CEREBELLUM

    Basal Ganglia dan serebellum erat berhubungan untuk memodifikasi gerakan dari menit ke menitKorteks motorik mengirim informasi kepada keduanya, dan kedua struktur mengirimkan segera informasi kembali ke cortex via the thalamus. (Ingat untuk mencapai korteks harus lewat thalamus) Keluaran dari serebelum adalah eksitatori , sementara ganglia basalis adalah inhibitori Keseimbangan antara kedua sistem ini memungkinkan gerakan menjadi lancar, terkoordinasi, dan jika terdapat gangguan pada salah satu sistem, akan terjadi gangguan gerakan

  • Basal ganglia'basal ganglia' berarti: caudate nucleus, putamen dan globus pallidus. FungsiKendali kognisi Koordinasi gerak Gerak volunter Lokasi : Ganglia basalis terletak jauh didalam hemisfer serebri pada regio telencephalon. Terdiri dari corpus stratium, subthalamic nucleus dan substantia nigra.

  • Area Motorik Sekunder di OtakKorteks premotorik. Korteks motorik primer memetakan area khusus tubuh, elemen korteks premotorik bekerja mengkoordinasi gerakan bagian-bagian tubuh Ganglia basalis merupakan rangkaian struktur otak depan yang terkait area motorik peran utamanya adalah action selection.[67] Hampir sepanjang waktu ia menghambat aksi dengan secara tetap mengirim sinyal inhibitiori untuk action-generating systems, namun secara tepat ia melepas inhibisi sehingga aksi dapat tertuju pada target untuk mengendalikan perilaku.cerebellum terletak dibelakang otak besar.[30] Ia tidak mengendalikan perilaku, ia meningkatkan sinyal koreksi agar gerakan lebih tepat. Bila cerebellum rusak gerakan menjadi salah dan tidak terkoordinasiOtak dan Korda Spinaslis mempunyai sirkit luas untuk mengendalikan sistem syaraf otonom , yang bekerja dengan mensekresi hormon dan memodulasi otot polos usus.[68] Sistem syaraf otonom mempengaruhi debar jantung, pencernaan, kecepatan pernafasan, salivasi, perpirasi, urinasi dan terbangkitnya impuls seksual, -tetapi kebanyakan fungsinya tidk dipengaruhi kehendak

  • Hubungan dalam korteks serebri

    Korteks serebri berhubungan dengan berbagai struktur subcortical seperti thalamus dan basal ganglia, mengirimkan informasi kepadanya melalui sambungan sepanjang eferen dan menerima informasi via koneksi aferen. Kebanyakan informasi sensorik sampai ke korteks melalui thalamus Informasi olfaktorik, lewat bulbus olfaktori ke korteks olfaktorik (piriform cortex). Koneksi cepat sebagian besar dari satu area korteks ke korteks lain daripada ke area sub korteks; Braitenberg and Schz (1991) mengatakan 99% koneksi terjadi antar korteksKorteks mempunyai tiga bagian: sensory, motor, dan area asosiasi

  • Area SensorikArea sensorik menerima masukan informsi sensorik dari indera. Sebagian korteks menerima asupan sensorik dari thalamus yang disebut area sensorik primer. Sensorik dari mata, telinga dan raba dilayani oleh korteks visual prier, korteks auditorik primer dan korteks somatosensory primer.Pada umumnya kedua hemisfer menerima informasi dari belahan berlawanan (contralateral). Misal informasi dari lengan kanan disampaikan ke korteks cerebri kanan dst. Didalam tubuh susunan sensorik dipetakan dalam otak yang disebut peta topografik. Misal titik2 pada korteks visual primer, merupakan titik2 retina, disebut retinotopic map. Juga untuk pendengarandi korteks auditorik: tonotopic map , dan somatotopic map di korteks sensorik primer. Pemetaan badan ke posterior central gyrus pada korteks somatosensorik disebut homunculus, Bagian tubuh yang menerima banyak persyarafan seperti bibir, ujung jari tangan menempati area korteks luas di otak agar memproses informasi sensorik dengan tepat

  • Area AsosiasiArea asosiasi bertugas mempersepsikan p[engalaman dunia yang berarti, sehingga orang dapat berinteraksi secara efektif, mendukung pikieran abstrak dan bahasa Lobus parietal, temporal, dan occipital terletak di bagian posterior cortex mengorganisasikan informasi sensorik ke dalam model persepsi yang koheren dengan pusat lingkungan luar dimana tubuh kita berada sebagai citra diri. Lobus frontal atau asosiasi prefrontal complex bertugas untuk membuat rencana dan gerakan, pikiran abstrak. Kemampuan berbahasa terletak pada area asosiasi pada kompleks parietal-temporal-occipital, khususnya di hemisfer kiri.Area Wernicke's berfungsi memahami bahasa, area Broca's untuk penggunaan bahasa

  • Area MotorikTerletak di kedua korteks hemispheres. Bentuknya seperti sepasang headphones yang menempel ditelinga. Area ini bertugas mengendalikan gerak volunter, khususnya gerakan fragmentasi yang dilakukan tangan. Bagian korteks kanan mengurus belahan tubuh kiri dan sebaliknya.Dua area korteks yang berhubungan dengan motor:Korteks motorik primer yang mengeksekusi gerakan volunter Supplementary motor areas dan premotor cortex, menyeleksi gerakan volunter.Guna fungsi motorik :Posterior parietal cortex, MEMANDU GERAKAN VOLUNTER DALAM ruangDorsolateral prefrontal cortex, memilah gerakan volunter agar sesuai dengan perintah otak, aturan dan self-generated

  • Lobus FrontalisTerletak dibagian paling depan dari otak, depan lobus parietal dan anterior lobus temporalis. Dipisahkan dari lobus parietal oleh primary motor cortex, yang mengendalikan gerakan volunterbagian tubuh spesifik berasosiasi dengan girus precentral Lobus frontalis mencapai kematangan penuh pada umur 25 tahun, ditandai dengan maturitas kognitif kedewasaan. Arthur Toga, UCLA, menemukan peningkatan myelin pada lobus frontalis pada dewasa muda dibanding remaja. Awitan schizophrenia pada usia dewasa muda berhubungan dengan buruknya myelinisasi sehingga koneksi menjadi inefisien antara sel demgan fore-brain.Neuron korteks serebri lobus frontal bersifat sensitif terhadap dopamine. Sistem dopamine terkait dengan reward, attention, long-term memory, planning, and drive. Dopamine cenderung membatasi dan memilah informasi sensorik yang sampai di thalamus untuk diteruskan ke fore-brain. Laporan the National Institute of Mental Health varian gen yang menurunkan aktivitas dopamin pada korteks prefrontal berkaitan dengan fungsi kinerja buruk dan inefisien pada erea otak ini selama mengerjakan tugas yang memerlukan memori, dan meningkatkan sedikit risiko schizophrenia.

  • Lobus FrontalisFungsi :Kesadaran akan lingkungan dimana diri berada (Consciousness). Berinisiatif atas aktivitas lingkungan. Judgments terhadap kegiatan harian, kontrol respon emosi, kontrol bahasa ekspresif. Menentukan arti atas dua kata yang perlu dipilih. Asosiasi kata. Memory untuk pembiasaan dan aktivitas motor. Ketika bermasalah :Kehilangan gerak sederhana dari berbagai bagian tubuh (Paralysis). Ketidakmampuan merencanakan gerak bersekuensi untuk memenuhi serangkaian tugas, seperti membuat secangkir kopi (Sequencing). Kehilangan spontanitas berinteraksi . Persisten atas pikiran tunggal (Perseveration). Tak mampu fokus pada tugas (Attending). Perubahan mood (Emotionally Labile). Perubahan perilaku sosial. Perubahan personality. Kesulitan problem solving. Ketidak mampuan mengekspresikan bahasa (Broca's Aphasia).

  • Lobus TemporalisLobus temporal letaknya dibawah fisura Sylvian di hemisfer kanan dan kiriTerlibat dalam proses auditorik, dan merupakan basis dari korteks audirotik primer , penting untuk proses semantik baik bagi bicara maupun penglihatan. Berisi hipokampus yang berperan dalam memori jangka panjangGirus temporal posterior termasuk area (dalam fisura Sylvian) dimana sinyal auditory dari kokhlea (dipancarkan via beberapa nuklei subcortical) pertama kali mencapai korteks serebri. Korteks auditori primer terlibat dalam pendengaran. Area yang berdekatan denganlobus temporal bagian superior, posterior dan lateral berperan dalam proses high-level auditory.Area Wernicke's terletak diantara lobus temporal dan perietal berfungsi untuk pemahaman bahasa (berpasangan dengan area Broca's, di lobus frontal ). Fyngsi lobus temporal kiri buan hanya terbatas pada persepsi tingkat bawah tetapi juga comprehension, naming, verbal memory dan fungsi bahasa lainnya. Pemrosesan suara dikendalikan oleh lobus temporal di area Brocas dan Wernickes .Bagian ventral lobus temporal ilut dalam proses high-level visual dari complex stimuli seperti faces (fusiform gyrus) dan pemandangan (parahippocampal gyrus).Bagian anterior dari ventral stream untuk visual processing ikut dalam persepsi obyek dan rekognisi.Lobus temporal medial (dekat potongan sagital yang membagi ptak menjadi bagian kiri dan kanan) dikatakan terlibat dalam episodic/declarative memory.

  • Lobus ParietalisLetaknya diatas lobus oksipitalBerfungsi mengintegrasikan informasi sensori dengan berbagai modalitas, terutama pemahaman spasial dan navigasi. Misalnya, mengkombinasikan korteks somatosensori dan bagian dorsal sistem, visual. Dengan demikian penglihatan akan membuat badan menyesuaikan koordinasinyaBangunan ini mempunyai empat bagian: sulkus sentralis yang memisahkan lobus parietal dari lobus frontalis; sulkus parieto-oksipital memisahkan lobus parietal dengan oksipital; sulkus lateralis (sylvian fissure) batas paling lateral memisahkan lobus temporal ; dan medial longitudinal fissure membagi kedua hemisfer.Sebelah posterior langsung dari sulkus sentralis, dan bagian paling anterior lobus parietal terdapat postcentral gyrus (Brodmann area 3), merupakan area primer somatosensory cortical . Korteks parietal posterior dibagi atas superior parietal lobule (Brodmann areas 5 + 7) dan inferior parietal lobule (39 + 40), dipisahkan oleh intraparietal sulcus (IP). Sulkus intraparietal dan gyri yang berdekatan dengannya penting untukmemberi panduan tungkai dan gerak mata, dan berbasis pada cytoarchitectural serta perbedaan fungsional lebih lanjut dibagi lagi atas area medial (MIP), lateral (LIP), ventral (VIP), dan anterior (AIP) .

  • Lobus ParietalisPeran pentingnya mengintegrasi informasi sensory dari berbagai bagian tubuh, pengetahuan akan angka dan hubungannya [1], dan manipulasi obyek. Bagian dari lobus parietal menyertai proses visuospasial. Meski penglihatan adalah multisensori, bagian posterior korteks parietal disebut sebagai dorsal stream of vision ( lawan dari ventral stream dalam lobus temporal). Bagian dorsal stream dikatakan sebagai dimana stream (seperti dalam penglihatan spasial)[2] dan 'how' stream (seperti penglihatan untuk aksi)[3].lateral intraparietal (LIP) berisi peta neuron (retinotopically-terkode ketika mata terfiksasi [4]) pada lokasi ruang, dan atensi pada lokasi ruang ini. Dapat digunakan untuk representasi sistem okulomotor atas pandangan yang menyolok mata untuk target gerakan mata, ketika diperlukan.[5]ventral intraparietal (VIP) area penerima asupan dari beberapa indera (visual, somatosensory, auditory, dan vestibular[6]). Area neurons tactile penerima merepresentasikan ruang dalam kerangka referensi yang terpusat pada kepala [6]. Sel pada area reseptif visual juga terbakar oleh kerangka referensi yang terpusat pada kepala [7] namun mungkin kuga dengan koordinasi terpusat pada mata [6]Area neuron medial intraparietal (MIP) encode lokasi target yang hendak dicapai dalam pusat koordinasi mata.[8]Area anterior intraparietal (AIP) berisi neuron yang responsive terhadap bentuk, ukuran, dan orientasi obyek yang alan diraih [9] juga untuk memanipulasi tangan, keduanya diamati [9]dan diingat stimulinya. [10]Studi fMRI menunjukkan bahwa manusia mempunyai regio yang sama fungsinya dalam dan sekitar sulkus intraparietal dan parietal-occipital junction. [11]

  • Lobus ParietalisPathologyGerstmann's syndrome jika lesi pada lobus parietal dominan (biasanya kiri.[13] Balint's syndrome jika lesi bilateral. Syndrome hemispatial neglect biasanya mengikuti defisit atensi luas dari hemisfer dominan. Optic ataxia sulitnya mencapai obyek pada lapang pandang ketika terjadi kerusakan lobus parietal yang berlawanan.Lihat keterangan sebelumnya]

    Lokasi atensi visual, persepsi raba. Gerakan volunter tertuju pada goal . Manipulasi obyek. Integrasi berbagai indera yang memungkinkan pemahaman sebuah konsep. Masalah yang teramati :Ketidak mampuan memperhatiakan obyek lebih dari satu pada satu saat. Ketidakmampuan menamai obyek (Anomia). Ketidak mampuan menempatkan kata saat menulis (Agraphia). Bermasalah dalam membaca (Alexia). Kesulitan menggambar obyek. Kesulitan membedakan kiri dan kanan. Kesulitan mengerjakan matematik (Dyscalculia). Menuurunnya kewaspadaan akan bagian badan tertentu dan/atau lingkungan sekitarnya (Apraxia) yang menyebabkan kesulitan memelihara diri sehari-hari . Tidak mampu memfokuskan perhatianKesulitan koordinasi mata-tangan.

  • Lobus OksipitalisVision Masalah yang teramati :Defek penglihatan (Visual Field Cuts). Kesulitan meletakkan obyek dalam lingkungan. Kesulitan mengidentifikasi warna (Color Agnosia). Terjadi halusinasi dan ilusi visual Buta kata- kesuliyan mengenali kata.Kesulitan mengenali obyek dan gerakan obyek (Movement Agnosia). Kesulitan membaca dan menulis

  • Lobus TemporalisUntuk persepsi pendengaran, akuisisi memori, beberapa persepsi visual, kategorisasi obyek Masalah yang teramati :Kesulitan mengenali wajah (Prosopagnosia). Kesulitan memahami bahasa wicara (Wernicke's Aphasia). Gangguan menyeleksi perhatian apa yang dilihat dan apa yang didengar Kesulitan mengidentifikasi dan memverbalisasi tentang obyekKehilangan Short-term memory Terganggu memori jangka panjangPeningkatan atau penurunan minat dalam perilaku seksual Ketidakmampuan mengkategorisasi obyek (Catagorization). Kerusakan lobus temporalis kanan menyebabkan persistant talking. Peningkatan perilaku aggressive

  • CerebellumSecara fungsional, serabut memanjat dan sel granula mossy sejajar dengan jaras dua tipe utama aferen serebelum sebagai keseluruhan dan khususnya kepada sel Purkinje.[13][14] Sistem afferentnya sangat berbeda dalam hal konektivitasnya. Sel Purkinje serabut aferen memanjatnya mempunyai relasi satu lawan satu dan secara keseluruhan proyeksi diorganisasikan untuk menghasilkan aktivasi sinkron untuk kelompok sel Purkinye khusus dalam orientasi rostrocaudal. Hubungan antara sel Purkinje dan mossy fiber-parallel fiber system dapat dikarakteristikan sebagai many-to-many, dengan arahan orientasi mediolateral dalam lapisan molekular misal pada sudut kanan dendrit sel Purkinje yang isoplanar .

  • CerebellumKoordinasi keseimbangan dan ekuilibrium gerak volunter Beberapa memori untuk aksi refleks motorik

    Masalah yang teramati :Kehilangan kemampuan koordinasi gerak indahKehilangan kemampuan gerak berjalan, mencapai tujuan dan meraih obyekTremors. Dizziness (Vertigo). Slurred Speech (Scanning Speech). Keidak mampuan bergerak cepat. Jika mengetahui keadaan ini, maka penanganan rehabilitasinya dapat diancangkan. Maka rehabilitasi ditujukan pada gangguan orang per orang dan memperhatikan orang secara utuh Misal perbaikan keseimbangan postural, membatasi pening akan meningkatkan konsentrasi dan atensi sehingga terperbaiki fungsi kognisi dan problem solving

  • Batang OtakPusat kendali pernafasan, debar jantung dan menelan, refleks melihat dan mendengar (Startle Response). Mengendalikan keringat, tekanan darah, suhu (Autonomic Nervous System). Mempengaruhi derajat kewaspadaanKemampuan tidurAlat keseimbangan (Vestibular Function).

    Masalah yang teramati :Menurunkan kapasitas vital bernafas, penting untuk pembicaraanKesulitan menelanmakanan dan air (Dysphagia). Kesulitan mengorganisasikan/mempersepsikan lingkungan.Dizziness dan nausea (Vertigo). Kesulitan tidur (Insomnia, sleep apnea).

    Huntington disease or Wilson disease - the person has unwanted movements, such as involuntary jerking movements of an arm or leg or spasmodic movement of facial muscles The cerebellum contains numerous modules, each of which is made up of uniformly structured neuronal circuits. Representative neuronal connections in this neuronal unit machine are indicated. Long-term depression (LTD) in Purkinje cells is induced by the conjunctive activation of parallel fibres (PF) and climbing fibres (CF). 5-HT, 5-hydroxytryptamine (serotonin); BC, basket cell; CN/VN, cerebellar nuclei/vestibular nuclei; Go, Golgi cell; Gr, granule cell; IO, inferior olive; Lg, Lugaro cell; MF, mossy fibre; NC, nucleocortical projection; NO, nucleoolivary projection; PCN, precerebellar nucleus; Pd, peptidergic fibre; pRN, parvocellular red nucleus; RO, rubroolivary projection; SC, stellate cell; UB, unipolar brush cell.