final utt-sim

Download Final utt-sim

Post on 20-Jun-2015

465 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Rantai Pasokan carrefour

TRANSCRIPT

  • 1. Ujian Tengah Triwulan Sistem Informasi Manajemen Penerapan Teknologi Informasi dalam Manajemen Rantai Pasokan di Carrefour Indonesia Sebagai Bagian dari Upaya Penerapan E-Business SystemOleh :ARI TRY PURBAYANTO P056100122.35EDosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc (CS)PROGRAM PASCASARJANA MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

2. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia masih menunjukkan prospek cerah di masa depan. Pertumbuhannya diperkirakan berkisar antara 13-15% untuk Tahun 2011 (Setrawati, 2011). Hal ini juga menunjukkan peta persaingan yang semakin ketat antara peritel asing dan lokal serta antara hipermarket dan minimarket. Saat ini terdapat lebih dari dua juta toko ritel di Indonesia mulai dari toko tradisional sampai dengan hipermarket (Joewono, 2010). Begitu ketatnya persaingan ini sehingga tidak mudah bagi para pemain untuk memenangkannya kecuali dengan strategi yang tepat. Strategi ini dapat dilakukan baik secara internal maupun eksternal. Carrefour Indonesia merupakan salah satu pemain ritel nasional yang telah eksis keberadaannya di Indonesia. Sebagai konsekuensinya mau tidak mau Carrefour harus mampu bersaing dengan cerdas di arena permainan ritel yang ada. Joewono (2010) menekankan bahwa bahwa strategi yang digunakan haruslah sesuai dengan format atau konsep dasar dari ritel tersebut. Carrefour datang dengan konsep hipermarket yang mengusung strategi low price dan costumer service-nya. Sama halnya dengan Carrefour, para pesaingnya seperti Giant dan Hypermarket tak mau kalah soal low price dan costumer service. Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat pesat. Terutama sejak diluncurkannya internet beberapa tahun silam. Informasi bergerak dan semakin mudah diakses kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun. Ternyata perkembangan internet ini juga merambah ke praktik bisnis ditandai dengna lahirnya konsep e-businessyangmencakup penggunaan internet ini untuk aktivitas bisnis sehari-hari. E-Business memiliki sifat integratif yang menghubungkan antara satu unit dengan unit aktivitas lainnya. Salah satu yang disentuh adalah pada aspek manajemen rantai pasokan. Hadirnya E-Business ini kemudian mampu merubah peta efesiensi dan efektifitas rantai pasokan menjadi lebih baik dan tidak dapat dielakkan lagi menjadi salah satu faktor keunggulan kompetitif bagi pebisnis riteldi Indonesia yang menggunakan strategi cost leadership. Carrefour Indonesia pada awalnya tidak terlalu serius melihat investasi IT sebagai suatu yang urgen dalam proses bisnisnya. Namun banyaknya kejadian lost of sales membuat manajemen melihat urgensi dari investasi ini, ditambah lagi berbagai tekanan persaingan dari pesaingnya yang juga menekankan soal low price dan costumer 3. servicenya. Makalah ini akan mencoba membahas bagaiman Carrefour Indonesia menerapkan IT dalam manajemen rantai pasokannya sebagai langkah awal penerapan ebusiness lebih lanjut.1.2 Ruang Lingkup Pembahasan dalam makalah ini hanya difokuskan pada penerapan teknologi informasi dalam supply chain management di Carrefour Indonesia1.3 Rumusan Masalah Masalah yang ingin dirumuskan dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana profil bisnis Carrefour di Indonesia? 2. Bagaimana penerapan e- business di Carefour Indonesia dalam hal supply chain management? 3. Bagaimana langkah Carrefour Indonesia ke depannya?1.4 Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk : 1. Mengetahui profil bisnis Carrefour di Indonesia 2. Memahami penerapan e- business di Carrefour Indonesia dalam hal supply chain management 3. Mencermati langkah Carrefour menghadapi persaingan di masa depan 4. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 E-Business System E-Business System merupakan kependekan dari electronic business system. Menurut OBrien (2010) E-Business merupakan penggunaan internet dan teknologi informasi dan jaringan lainnya untuk mendukung e-commerce, komunikasi, dan kolaborasi perusahaan, proses bisnis berbasis web, baik antar komponen dalam perusahaan yang berjejaring maupun antara perusahaan dengan rekan bisnis dan pelanggan. E-Business berbeda dengan istilah e-commerce dengan karakteristik cakupannya yang lebih luas, bekerja di balik transaksi untuk mengoptimalkan penggunaan net yang dikombinasikan dengan teknologi dan bentuk komunikasi elektronik lainnya untuk memperlancar berbagai aktivitas bisnis. Sehingga e-commerce dalam hal ini tercakup di dalamnya (SAMS-DCIS, 2011).2.2 Cross Functional Enterprise System Perubahan pasar begitu cepat saat ini sehingga memaksa perusahaan untuk mampu menyesuaikan perubahan yang ada dengan baik. Salah satunya yaitu dengan mencermati penerapan sistem informasi teknologi yang digunakan untuk keperluan internal maupun eksternal. Perusahaan yang peka akan perubahan yang ada saat ini berusaha untuk mengubah sistem warisan yang sudah ada menjadi sistem terintegrasi yang menghubungkan antar bagian fungsional di perusahaan (OBrien, 2010). Konsep inilah kemudian yang menjadi dasar lahirnya cross functional enterprise system. Hackathorn (2007) mengatakan bahwa perubahan mendasar dari enterprise system yang tua dengan enteprise system masa depan adalah perubahan dari dimensi cakupan perusahaan, skala besar, dan reliabilitas menjadi cross-functional, kapasitas ekstrim, basis pengguna yang beragam, kompleksitas, dan terkonsentrasi pada titik kritis dari misi perusahaan. Hackthorn (2007) menjelaskan bahwa cross-functional menggambarkan cakupan perusahaan masa kini yang memotong sekat tradisional antar proses bisnis. Sistem antar proses ini harus terintegrasi. Joshi (1998) mendefinisikan integrasi crossfunctional ini sebagai pendirian suatu mekanisme dan keterhubungan yang memfasilitasi kebutuhan akan koordinasi aktivitas dari fungsi-fungsi yang berbeda untuk memastikan seluruh fungsi yang ada bekerja bersama secara efektif sehingga mampu mencapai tujuan organisasi. Dalam penerapan era teknologi informasi saat ini, sistem ini melibatkan 5. keterhubungan antara enterprise resource planning, supply chain management dan costumer relation management.2.3 Supply Chain Management Secara umum Supply Chain Management didefinisikan sebagai integrasi dari proses bisnis kunci dari pengguna akhir sampai pemasok yang menyediakan produk, jasa, dan informasi yang meningkatkan nilai tambah pada pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya (Stock dan Lambert, 2001). Supply Chain (rantai pasok) sendiri memiliki arti sebagai jaringan dari aliran jasa, material, dan informasi yang menghubungkan antara perusahaan dengan pelanggan, pemenuhan permintaan, dan pemasok. Agar aliran jasa, material, dan informasi ini mengalir dengan lancar dan sesuai tujuan yang diinginkan maka perlu dikelola maka lahirlah istilah supply chain management (manajemen rantai pasok) . Supply chain management menurut Krajewski, Ritzman, dan Malhotra (2007) adalah pengembangan sebuah strategi untuk mengorganisir, mengontrol, dan memotivasi sumber daya yang terlibat dalam aliran jasa dan material di dalam rantai pasok. Pengelolaan rantai pasok ini kemudian harus dijalankan secara tepat guna dan tepat sasaran sehingga membutuhkan strategi tepat. Proses pembuatan desain rantai pasok yang strategik ini kemudian disebut sebagai supply chain strategy. Supply chain strategy didefinisikan oleh Krajewski, Ritzman, dan Malhotra (2007) sebagai upaya pembuatan desain rantai pasok perusahaan untuk memenuhi prioritas kompetitif dari strategi operasi perusahaan Obrien (2010) mendefinisikan supply chain management sebagai sebuah crossfunctional interenterprise system yang menggunakan teknologi informasi untuk membantu mendukung dan mengelola hubungan antara sejumlah proses bisnis kunci perusahaan dengan pemasok, pelanggan, dan rekanan bisnis. 6. BAB III PEMBAHASAN3.1 Profil Carrefour Indonesia Carrefour merupakan peritel besar dunia kedua setelah Wal-Mart. Berkantor pusat di Prancis dan telah beroperasi sejak tahun 1957. Didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey dan mampu mendunia dengan cakupan wilayah operasi meliputi Benua Amerika, Benua Asia, dan Benua Eropa. Carrefour Indonesia memulai sejarahnya di Indonesia pada bulan Oktober 1998 dengan membuka unit pertama di Cempaka Putih. Pada saat yang sama, Continent, yang juga sebuah hypermarket dari Perancis, membuka unit pertamanya di Pasar Festival. Pada penghujung 1999, Carrefour dan Promodes (Induk perusahaan Continent) sepakat untuk melakukan penggabungan atas semua usahanya di seluruh dunia. Penggabungan ini membentuk suatu grup usaha ritel terbesar kedua di dunia dengan memakai nama Carrefour. Seiring berjalannya waktu komposisi saham Carrefour Indonesia berubah. Sejak April 2010 komposisi saham tunggal terbesar dikuasai perusahaan Indonesia yaitu Trans Corp dengan komposisi saham keseluruhan sebagai berikut: Trans Corp (40%)Carrefour SA (39%)Onesia BV (11,5%)Carrefour Netherland BV (9,5%)Dengan terbentuknya Carrefour baru ini, maka segala sumber daya yang dimiliki kedua group tadi menjadi difokuskan untuk lebih memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Penggabungan ini memungkinkan Carrefour indonesia untuk meningkatkan kinerja gerai-gerai yang ada di seluruh indonesia, mendapat manfaat dari keahlian karyawan-karyawan Carrefour di Indonesia dan di dunia, dan mengantisipasi terjadinya evolusi ritel dalam skala nasional dan global. Fokus terhadap konsumen ini diterjemahkan dalam 3 pilar utama yang diyakini akan dapat membuat Carrefour menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen Indonesia. Ketiga pilar utama tersebut adalah sebagai berikut : Harga yang bersaing Pilihan yang lengkap Pelayanan yang memuaskan 7. Di bulan Januari 2008 PT.Carrefour Indonesia berhasil menyelesaikan proses akuisisi terhadap PT. Alfa Retailindo Tbk. Saat ini, Carrefour Indonesia memiliki lebih dari 60 (enam puluh) gerai yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Medan, Palembang dan Makasar yang didukung lebih dari 11,000 (sebelas ribu) karyawan profesional yang siap untuk m