stephen r. covey - 8th habit bag2

Click here to load reader

Post on 26-Dec-2015

162 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • THE 8 T H HABIT

    kulakukan sendiri, engkau hanya menambah rasa takut dan perasaan ketidakmampuanku. Tapi, jika engkau menerima kenyataan bahwa aku merasakan apa yang aku rasakan, seberapa pun tak masuk akalnya, maka aku bisa berhenti berusaha meyakinkanmu dan mulai berusaha memahami apa sebenarnya di balik perasaanku yang tidak masuk akal itu. Dan jika hal itu sudah jelas, jawabannya pasti akan muncul dan aku tak perlu nasihat.5

    RALPH ROUGHTON, M.D.

    Apa yang Anda berdua lihat di gambar akhir tersebut?

    Apakah itu gambar seorang wanita atau seorang pemain saksofon?

    Siapa di antara Anda yang benar?

    Coba berbicara dengan rekan Anda untuk memahami apa yang mereka lihat. Dengarkan dengan hati-hati dan cobalah untuk melihat apa yang mereka lihat. Kemudian, setelah Anda memahami sudut pandangnya, jelaskan sudut pandang Anda padanya. Bantu dia untuk melihat apa yang Anda lihat.

    GAMBAR 10.3

    286

    Menyatukan Suara: Mencari Alternatif Ketiga

    Apa yang membuat orang memiliki persepsi yang berbeda? Coba lihat pada gambar-gambar yang Anda lihat secara terpisah. Jika Anda tahu bahwa gambar pertama yang mereka lihat adalah apa yang ada pada Gambar 10.3, apakah Anda lebih mengerti mengapa mereka melihat Gambar 10.8 sebagai pemain saksofon? Tentu saja!

    Saat saya melakukan percobaan kecil ini pada peserta seminar, kepada setengah ruangan diperlihatkan gambar wanita muda dan kepada setengah ruangan yang lain ditunjukkan gambar pemain saksofon. Saat saya menunjukkan gambar gabungan kepada semua peserta, setengah ruangan melihat seorang wanita muda dan setengah ruangan yang lain melihat seorang pemain saksofon, dengan hanya beberapa perkecualian. Mereka melihat gambar yang persis sama tetapi dengan dua interpretasi yang sepenuhnya berbeda.

    Apa yang selanjutnya berlangsung di dalam sesi-sesi pelatihan tersebut adalah sebuah pengalaman pembelajaran yang amat menggugah: orang-orang melihat pada obyek yang sama, tetapi mereka melihat gambar yang berbeda. Karena itu, saya meminta mereka untuk mulai berbicara pada rekan di samping mereka yang melihatnya secara berbeda, dan untuk benar-benar mendengarkan mereka sampai mereka memahami perspektif rekan mereka. Begitu melihat cara lain untuk melihat gambar tersebut, mereka harus berteriak, "A-ha!" Dengan cepat, ruangan itu dipenuhi suara "a-ha!" yang penuh kepuasan. Namun bagi sebagian orang, proses pem-belajaran itu makan waktu lama. Saya pernah melihat beberapa orang berdebat panjang mengenai gambar apa sebenarnya itu. Mereka amat bingung dan keheranan karena seseorang tidak bisa melihat sesuatu yang bagi mereka tampak amat jelas, sehingga mereka menjadi tersinggung. Mereka lalu bersikap tertutup, karena bagi mereka hanya cara merekalah yang benar untuk melihat gambar tersebut. Di sisi lain, saya juga melihat bahwa orang-orang saling mendekat, memberikan dorongan, dan merasa amat senang saat orang lain itu bisa melihat aspek kedua dari gambar tersebut.

    287

    Apa yang Anda berdua lihat di gambar akhir tersebut? Apakah itu gambar seorang wanita atau seorang pemain saksofon? Siapa di antara Anda yang benar? Coba berbicara dengan rekan Anda untuk memahami apa yang

    mereka lihat. Dengarkan dengan hati-hati dan cobalah untuk melihat apa yang mereka lihat. Kemudian, setelah Anda memahami sudut pandangnya, jelaskan sudut pandang Anda padanya. Bantu dia untuk melihat apa yang Anda lihat.

  • Ada empat hal amat penting yang harus dipelajari melalui pengalaman persepsi ini:

    1. Anda harus secara tulus menjadi terbuka dan mendengarkan orang lain jika Anda ingin mencapai pemahaman mengenai apa yang mereka lihat dan mengapa mereka melihat dunia dengan cara yang mereka pakai. Ini merupakan dasar dari pencarian Alternatif Ketiga.

    GAMBAR 10.4

    2. Hal-hal yang Anda alami sebelum mendapatkan pemaparan informasi tertentu akan mewarnai cara Anda melihat informasi tersebut. Jika pengondisian selama satu detik bisa membuat ruangan terbelah menjadi dua kubu, bayangkan apa pengaruh dari pengondisian sepanjang hidup? Bagaimana dengan

    288

    Menyatukan Suara: Mencari Alternatif Ketiga

    keluarga Anda? Bagaimana cara Anda menginterpretasikan berbagai hal? Orang mungkin akan melihat pada fakta yang persis sama, tetapi makna dari fakta-fakta tersebut diinter-pretasikan melalui pengalaman-pengalaman pribadi yang dijalani sebelumnya. Orang menciptakan makna dan bertindak berdasarkan persepsi mereka terhadap dunia. Ingatlah, kita tidak melihat dunia seperti apa adanya; kita melihat dunia sesuai dengan anggapan kita. Persepsi sudah terbentuk jauh sebelum usaha untuk melakukan sinergi. Dengan demikian, pekerjaan terpenting yang harus dilakukan adalah berkomunikasi yang menimbulkan pemahaman bersama.

    3. Ada banyak cara untuk menginterpretasikan sesuatu. Tan-tangannya terletak pada penciptaan visi bersama yang secara akurat dan jujur bisa memasukkan semua sudut pandang yang berbeda, sekaligus tetap setia pada visi yang asli. Siapa yang benar jika tantangan diartikan secara berbeda oleh orang yang berbeda? Siapa yang benar saat Anda dan pasangan Anda berbeda pendapat? Siapa yang benar saat Anda dan anak Anda berbeda pendapat? Jika Anda menggunakan kekuasaan yang berasal dari posisi Anda, Anda akan memastikan agar hanya ada satu jawaban yang benar. Semakin besar Anda memasukkan ego Anda pada persepsi Anda, semakin kaku pikiran Anda dan semakin beku respons Anda.

    4. Sebagian besar kemacetan komunikasi adalah akibat dari perbedaan semantik atau cara orang mendefinisikan kata-kata. Empati hampir secara seketika menghilangkan masalah semantik. Mengapa? Karena saat Anda benar-benar men-dengarkan untuk memahami, Anda melihat kata-kata sebagai simbol makna. Kunci yang penting adalah memahami makna, bukan bertikai mengenai sebuah simbol.

    Kembali ke pengalaman tentang persepsi tadi, bayangkan saja apa yang akan terjadi jika Anda yakin bahwa Anda benar me-nyangkut apa yang Anda lihat dan bahwa apa yang dilihat oleh

    289

    Berpikir kreatif dilakukan dengan mematahkan pola-pola yang sudah terbentuk dengan tujuan untuk memandang berbagai hal

    dengan cara-cara yang berbeda.

    EDWARD DE BONO, M.D., PENGARANG BERPIKIR LATERAL

  • THE 8 T H HABIT

    orang lain adalah hal yang salah. Segala upaya untuk mengatakan makna dari gambar tersebut hanya akan menimbulkan perselisihan. Anda berdua akan ngotot berpegang pada persepsi masing-masing. Karena emosional dan terpaku pada persepsinya sendiri, masing-masing pihak sama sekali tidak bisa menerima persepsi pihak lain sebagai sesuatu yang benar.

    Sekarang, gabungkan masalah dorongan emosi ini dengan kekuasaan yang terkait dengan jabatan atau posisi. Bayangkan apa yang akan terjadi jika seorang pemegang jabatan tinggi secara sepihak memutuskan cara untuk menangani tantangan penting yang dihadapi oleh organisasi dan kemudian menetapkan arah tersebut bagi seluruh organisasi. Mereka yang berada di posisi-posisi puncak memberikan presentasi yang memukau mengenai bagaimana perubahan-perubahan tersebut akan menghasilkan sistem penjenjangan dan kompensasi yang baru, bagaimana nantinya organisasi akan bekerja bersama-sama, dan bagaimana nantinya sifat dari pekerjaan itu sendiri. Para pendengar yang diam merasa diperlakukan dengan tangan besi dan membangkang terhadap pengumuman tersebut. Konspirasi kodependensi "menunggu sampai d iper intahkan" terbentuk; ketidaksepakatan itu diabaikan, dianggap tidak ada. Anda tinggal membayangkan bagaimana kacaunya.

    Jika Anda meminjam kekuatan dari kekuasaan jabatan tetapi tidak memiliki kewibawaan moral, Anda hanya akan memperlemah diri Anda sendiri, orang lain, dan hubungan yang terbentuk. Anda menciptakan kodependensi.

    TONGKAT BICARA INDIAN

    Setelah saya memberikan pelatihan kepada para kepala memimpin suku-suku Indian di Amerika Serikat dan Kanada, para kepala suku itu memberikan sebuah hadiah yang indah kepada sayasebuah Tongkat Bicara (Talking Stick) yang penuh ukiran rumit sepanjang satu setengah meter dengan nama Elang Botak terukir di situ. Tongkat Bicara itu telah memainkan peranan yang penting dalam

    290

    Menyatukan Suara: Mencari Alternatif Ketiga

    tata pemerintahan Suku Asli Amerika selama berabad-abad. Bahkan kenyataannya, sebagian Bapak Pendiri Amerika Serikat (khususnya Benjamin Franklin) mendapatkan pendidikan mengenai gagasan di balik Tongkat Bicara dari para kepala suku Indian yang tergabung dalam Federasi Iroquois. Tongkat itu merupakan salah satu alat komunikasi yang paling kuat daya pengaruhnya, karena selain secara fisik mengagumkan, tongkat itu merupakan perwujudan dari sebuah konsep yang memiliki daya sinergis yang kuat. Tongkat Bicara ini menjadi alat bagi orang-orang yang memiliki perbedaan untuk men-capai tingkat saling memahami melalui proses saling menghormati, yang kemudian memungkinkan mereka untuk memecahkan per-bedaan dan masalah mereka secara sinergis, atau paling tidak melalui kompromi.

    Inilah teori di balik tongkat tersebut. Saat orang bertemu, Tongkat Bicara dikeluarkan. Hanya orang yang memegang Tongkat Bicara yang diizinkan untuk bicara. Selama Anda memegang Tongkat Bicara, hanya Anda yang boleh bicara, sampai Anda merasa bahwa Anda telah dimengerti sepenuhnya. Orang lain tidak diizinkan untuk berpendapat, berdebat, menyetujui, maupun tidak menyetujui. Yang boleh mereka lakukan hanyalah berusaha untuk memahami Anda dan kemudian mengutarakan pemahaman tersebut. Mereka mungkin perlu menyatakan kembali pandangan Anda untuk memastikan agar Anda merasa dipahami, kecuali jika Anda sudah langsung merasa bahwa mereka mengerti.

    Setelah Anda merasa dimengert i , kewajiban Anda adalah menyerahkan Tongkat Bicara kepada orang selanjutnya, dan berusaha untuk membuat dia merasa dimengerti. Saat dia mengajukan pandangannya, Anda harus mendengarkan, mengutarakan kembali, dan