scuba holic 15

Download Scuba Holic 15

Post on 06-Aug-2015

118 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Free E Magz

TRANSCRIPT

iklan : selam.ugm@gmail.com

Scuba Holic diterbitkan oleh Unit Selam UGM, sebagai media informasi dan komunikasi mengenai dunia penyelaman dan kegiatan bawah air baik laut maupun non laut. Majalah ini memiliki versi online yang dapat diunduh di website resmi Unit Selam UGM. Penanggungjawab: Rihatma Punta Dewa Pimpinan Umum : Laurencia Lola Karlina Pimpinan Redaksi : Ardianto Pimpinan Perusahaan: Hieronimus Abyatar Redaksional : Drajad Sarwo Seto, Ari Baskoro Editor : Barid Nibras W Produksi : Laurencia Lola Karlina Periklanan: Hieronimus Abyatar Ditribusi: Annisa Filania, Moses Parlindungan Cover : M . Setyo Ardhi Nugroho

DAFTAR ISIEnvirontment

Editorial NotesTahun ini Unit Selam UGM merayakan ulangtahun pada tanggal 08 Agustus. Sudah dua puluh lima tahun Unit Selam UGM berkarya dalam bidang penyelaman di kalangan mahasiswa. Menyemarakkan HUT ke-25, Unit Selam UGM mengangkat tema besar Aku, Kamu, dan Lautan dengan serangkaian acara yang dimulai sejak awal tahun 2012. Apa yang terpikirkan oleh Anda dengan tema besar tersebut ? Lupakan sejenak tentang pertanyaan itu. Sekarang coba rasakan kembali saat-saat ketika Anda membenamkan diri ke dalam ribuan liter air laut, berenang bersama ribuan ikan dan terumbu karang warna-warni, merasakan setiap tarikan nafas dan gelembung yang membumbung ke permukaan. man yang Rasakan Anda sekaligus temui di ancaman. kembali dalam Tetapi, laut; kita setiap tentang tetap pengalakedamaian, laut. memilih

6

Stop Shark Finning in Indonesia !

Dive Destination

10 14 16 20 22 25 26 27 30

Nusaibu

Marine Bites

Bintang Laut Aku , Kamu dan Lautan

Aqua Sounds Dive.Jpeg

Whos Bubbling Dive Clinic Gear Up

dr. Budi Oetomo Wiyono Stone Fish Underwater mp3

ketenangan

Bayangkan jika tidak ada lagi kedamaian di laut. Ketenangan berubah menjadi ancaman. Warna-warni ikan dan terumbu karang tak lagi terlihat. Laut yang biru tak lagi memikat. Jika sudah begitu, tidak ada lagi yang bisa dinikmati dari laut. Jadi, buat apa menyelam? Yah, buat apa menyelam jika kita hanya jadi penikmat laut. Buat apa menyelam jika kita masih berpikir laut hanya tempat pemuas ketika jenuh dengan hiruk pikuk daratan. Buat apa menyelam jika apa yang kita lakukan masih seperti anak kecil yang harus diajari apa itu makna menjaga. Buat apa menyelam jika kita tidak pernah tahu alasan kenapa Anda menyelam. Apakah makna tema besar tersebut sebatas yang Anda bayangkan dengan uraian diatas ?

Dive Notes

Unit Selam UGMAlamat Redaksi: Sekretariat Unit Selam UGM, Gelanggang Mahasiswa UGM Jalan Pancasila No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 Website : www.selamugm.org Twitter : @selamugm Facebook : Unitselam UGM

Menerawang Indahnya Bawah Air Kepulauan Togean Workshop Underwater Fashion Photography

Dive Event

Kritik/saran : selam.ugm@gmail.com dengan subject : kritik/saran. Terimakasih, selamat membaca !

Salam Bahari

Stop Shark FinningTeks : Ardianto Foto : Dhirga Harisa, Spesial

in Indonesia!

Indonesia menempati urutan pertama dari 20 negara penangkap hiu terbanyak di dunia di atas India, Spanyol, Taiwan, dan Argentina

P

erburuan hiu masih terus merebak menyebabkan populasi hiu di Indonesia

diburu dan diambil siripnya untuk diekspor ke restoran-restoran mewah yang menyediakan hidangan sirip hiu di berbagai negara. Tahun 1990-an menjadi puncak ekspor sirip hiu dari Indonesia, namun kemudian menurun drastis pada tahun-tahun berikutnya

akibat berkurangnya populasi hiu. Akibatnya perburuan hiu bergeser ke arah timur menuju ke wilayah Papua dan sekitarnya. Raja Ampat menjadi salah satu lokasi yang diincar nelayan yang berburu hiu. Berdasarkan data FAO, 73 juta hiu ditangkap dan dibunuh untuk

diambil siripnya setiap tahunnya di seluruh dunia. Indonesia menempati urutan pertama dari 20 negara penangkap hiu terbanyak di dunia di atas India, Spanyol, Taiwan, dan Argentina. Indonesia memasok sekitar 15% dari total kebutuhan sirip hiu dunia, sedangkan negara-ne-

berkurang setiap tahunnya. Jika ini terus berlanjut, beberapa tahun ke depan akan sangat membahayakan populasi hiu di perairan Indonesia. Sebagian besar hiu

8

environment gara lain rata-rata hanya 1%. Menurut Koordinator Nasional Program Perikanan WWF Indonesia, Imam Mustofa, gencarnya penangkapan hiu untuk diambil siripnya dan dijadikan makanan akibat belum adanya undang-undang perlindungan hiu. Padahal hiu ini sudah masuk kategori endangered species. Umumnya latar belakang ekonomi menjadi alasan utama perburuan hiu di Indonesia. Nilai ekspor sirip hiu memang cukup menggiyurkan bagi nelayan Indonesia. Namun, fakta yang dimuat dalam situs mongabay.co.id menyebutkan bahwa nilai keuntungan ekonomis yang didapat para nelayan hiu tidak sebanding dengan nilai operasional untuk menangkap hiu. Dalam studi kasus yang dilakukan kepada nelayan di Jawa Tengah, peneliti mencoba mengurangi jumlah tangkapan hiu secara bertahap mulai 25% hingga 100%, ternyata tidak memberi efek yang signifikan terhadap pendapatan para nelayan tersebut. Persepsi hiu juga masih menjadi salah kaprah bagi banyak masyarakat Indonesia. Dikatakan Imam, masyarakat masih menyangka bahwa hiu adalah hewan berbahaya dan buas, padahal kematian akibat serangan hiu sangat kecil apabila dibandingkan dengan kematian akibat kecelakaan kendaraan bermotor. Wisatawan selam yang notabene kebanyakan dari mancanegara paling ramah terhadap ekosistem hiu dan jarang diserang oleh hewan ini. Hiu hanya menyerang apabila menyium bau darah atau diprovokasi. Di berbagai negara, kampanye perlindungan hiu semakin gencar dilakukan oleh lembaga-lembaga yang peduli terhadap keberlangsungan ekosistem hiu. Salah satunya lembaga Shark Savers/WildAid yang mencanangkan kampanye Say No to Shark Fin Soup. Kampanye ini dilancarkan di Cina sebagai konsumen utama sirip hiu dunia dan berhasil mempengaruhi jutaan orang untuk berhenti mengkonsumsi makanan tersebut. Hal yang Sumber: www.travel.okezone.com www.mongabay.co.id yang akan sama juga dilakukan di Hong Kong, Kuala Lumpur, Singapura, Taipei, dan negara-negara lain. Kampanye ini telah memberi sebuah citra baru mengenai konsumsi sirip hiu yang semula merupakan hidangan bergengsi menjadi kuliner yang sangat memalukan jika dikonsumsi. Namun, bagaimana di Indonesia? Belum adanya hukum melarang perburuan hiu menyebabkan perburuan

environment

9

hiu terus berlanjut, dan tidak tertutup kemungkinan hiu di Indonesia menjadi hewan yang harus dilindungi dengan jumlah populasi yang sangat minim. Mari kita turut menjaga keberlangsungan populasi hiu di perairan Indonesia dan menggencarkan kampanye Stop Shark Finning in Indonesia [ SH ].

10

dive destination di sebuah situs kumpulan foto. Kemudian saya mengirim e-

dive destination pat untuk menyelam di Ambon. Rencana kedua adalah membawa masker, snorkel dan monofin kesana untuk free diving. Saya beruntung karena Unit Selam UGM memiliki sebuah alat pengganti ekor ikan untuk manusia; monofin berwarna transparant sehingga dapat membantu untuk bergerak lebih cepat di dalam air. Tanggal 3 September tiba di Ambon siang hari, kemudian bergerak menuju pelabuhan kapal cepat Tulehu menuju Amahai untuk menyeberang ke Pulau Seram dan bermalam di Masohi. Esok harinya pergi ke Teluk Sawai untuk menikmati laut. Berada di penginapan Pon-

11

NusaibuTeks : Ferzya Foto: Ferzya, Rihatma Punta Dewa

mail kepada salah satu pembuat buku Ambon, above and beyond untuk menanyakan kontak yang bisa dihubungi apabila ingin menyelam disana. Wanita itu kemudian membalasnya dengan mengirimkan satu nama seorang dive master di Ambon. Segera setelah mendapatkan nomor tersebut saya mengiriminya pesan singkat yang menyatakan bahwa saya akan ke Maluku di bulan September. Tampaknya kehidupan laut memang sering membuat orang

Diving, Central Mollucas, Seram Islands adalah keyword yang saya ketik di mesin pencarian Google.

lupa daratan, pesan singkat saya dibalas satu minggu kemudian; kalau ke Seram agak jauh, butuh biaya banyak karena tidak ada dive operator disana, kalau di

M

esin tersebut memberikan 11.000 hasil pencarian dalam 10 halaman.

situs saya buka, tetapi tulisan tentang penyelaman di Pulau Seram sungguh minim. Tampaknya tidak banyak yang menyelam disana, kalaupun ada, mereka pergi ke Pulau Tiga di sebelah barat pulau utama dan mengunggah fotonya

Ambon rate start dari Rp850ribu dan minimal 3 orang. Glek. Saya langsung menghapus rencana untuk menyelam disana, alasan pertama karena tidak ada Dive Operator di Seram , dan alasan kedua karena saya tidak akan sem-

Saya melihat sekilas hasil pencarian mesin tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk melihat lebih jauh. Klik, klik, klik, beberapa

12

dive destination dok Wisata Lisar Bahari memang menenangkan, saat malam, suara ikan melompat terdengar sangat jelas. Sepi dan damai adalah kata yang terungkap saat duduk di bungalow penginapan tersebut. Penginapan ini memang berada dalam suatu mukim yang padat, tetapi tidak mengurangi kenikmatan hari. Beberapa penduduk membangun rumahnya diatas air, begitu pula Lisar Bahari yang dimiliki oleh Bapak Muhammad Ali ini. Saat malam hari tidak ada lampu lain yang menyala selain lampu bungalow kami, begitu damai hingga saya-pun hampir terlelap di kursi. Pagi harinya, bergerak menuju Pulau Raja yang berada di utara Teluk Sawai. Bersemangat naik long boat dan membawa alatalat untuk kecipak-kecipuk di air. Misbun, anak Pak Ali yang memandu perjalanan bertanya, bisa berenang mbak? nanti kita balapan yuk, saya mengangguk walau akhirnya tidak terwujud. Pulau Raja terlihat tenang dengan pasir putihnya, warna air laut yang bergradasi, batang pohon kering tergeletak di pasir, tanaman liar di tengah pulau, karang dan pohon ketapang yang rindang. Saya ta