resume E-1

Download resume E-1

Post on 08-Jul-2015

303 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>RESUME TUTORIAL BLOK 9 SKENARIO 1 PERUT BUNCIT Oleh: KELOMPOK E 1. Agnes Evelyn C. 2. Bambang Prabawiguna 3. Ashoka Sulistyasmara 4. Erwin Maulana F.P. 5. Elsa Viona 6. BG Krisna Astayogi 7. Ade Churie Tanjaya 8. Chyntia Parasetiayu 9. Harmas Suhendi 10. Lilis Rahmawati 11. Dian Hadi Purnamasari 12. Much Faisol Rizeki 13. Meilani Y Debora Br P 14. Rizsa Aulia Danesty 15. Wahyu Dwirima 16. Stevie Pramudita W 062010101054 092010101002 092010101005 092010101007 092010101008 092010101010 092010101016 092010101019 092010101023 092010101033 092010101054 092010101058 092010101059 092010101061 092010101074 092010101075</p> <p>FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER 2011</p> <p>Skenario 1Seorang bayi laki-laki berumur 2 hari yang lahir dibidan dibawa ke rumah sakit oleh ibunya dengan keluhan sering sesak napas pada saat tidur dan dari mulutnya keluar air liur serta perutnya buncit. Setiap diberi minum susu selalu muntah. Ketika ditanya lebih lanjut bayi tersebut belum buang air besar sejak dilahirkan. Hasil pemeriksaan radiologis didapatkan adanya kelainan.</p> <p>I. Klarifikasi Istilah (tidak ada istilah yang sulit) II. Penetapan Masalah 1. Bayi laki-laki umur 2 tahun 2. Sering sesak napas pada saat tidur 3. Dari mulutnya keluar air liur 4. Perutnya buncit 5. Belum buang air besar sejak dilahirkan 6. Hasil pemeriksaan radiologis didapatkan adanya kelainan</p> <p>III. Analisis Masalah</p> <p>IV. Tujuan Belajar 1. Anatomi Histologi GI Track 2. Fisiologi Biokim GI Track 3. Embriologi 4. Penyakit-penyakit kongenital Cleff lip and phalat Atresia esophagus Stenosis esophagus Hernia hiatus Stenosis pilorus Megakolon kongenital (Hirrsprung disease) Omfalocle Hernia Umbilikalis Atresia Ani</p> <p>A. ANATOMI &amp; HISTOLOGI GASTROINTESTINAL TRACT 1. CAVUM ORIS</p> <p>y</p> <p>Cavum oris terbagi menjadi Cavum Oris Propium, yaitu cavum yang sebenarnya dibatasi gigi anterior dan vestibulum Oris, yaitu celah sempit antara labia dan bucca/pipi dengan dentes dan gingiva atau gusi. Cavum oris dibatasi sebagai berikut: bagian ventral oleh labium superior dan inferior; bagian posterior oleh uvula dan arcus palatoglossus; bagian lateral oleh bucca dan dentes; bagian atas oleh palatum durum dan molle. Isi dari cavum oris adalah gigi, lingua, dan muara glandula saliva.</p> <p>o Gigi</p> <p>Gigi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu mahkota gigi ( crown ), leher gigi ( neck ), akar gigi ( root ). Mahkota gigi merupakan bagian dari gigi yang terlihat. Leher gigi merupakan bagian dari gigi yang diselubungi oleh ginggiva. Akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam ke prosesus alveolar tulang rahang. Menurut fase pertumbuhannya, pembagian gigi sebagai berikut: o Pada anak-anak terdapat 20 buah dentes desidua, yang terdiri dari 1 incisivus, 1 canninus dan 2 molar pada tiap kuadran. o Pada dewasa terdapat 32 buah dentes permanents, terdiri dari 2 incisivus, 1 canninus, 2 premolar, dan 3 molar pada tiap kuadran.</p> <p>o Lidah,</p> <p>Lidah berfungsi sebagai organ muskuler, membantu menelan, membantu berbicara, dan merasakan makanan. Otot lidah terbagi atas otot ekstrinsik dan otot intrinsik. Otot ekstrinsik berfungsi melekatkan lingua dengan mandibula, os hyoid, musculus palatoglossus, musculus hyoglossus, musculus genioglossus, musculus, styloglossus, dan epiglotis. Sedangkan otot intrinsik berfungsi untuk mengubah bentuk lidah. Lidah terbagi menjadi dua bagian, yaitu corpus (2/3 anterior) dan radix (1/3 posterior). Di bagian corpus terdapat papila lingualis (valata, fungiformis, filiformis, dan sircumfalata), dan frenulum linguae, serta muara dari glandula submandibularis. Sedangkan di bagian radix terdapat tonsila lingualis.</p> <p>o muara dari kelenjar salivatorius</p> <p>Terdapat tiga macam kelenjar saliva: kelenjar parotid, kelenjar sublingualis, dan kelenjar submandibula. Kelenjar parotid terletak di depan agak bawah dari auricula, bermuara ke gigi molar kedua pada kanan dan kiri, dan bermuara melalui duktus parotid. Kelenjar sublingualis terletak di dasar mulut, bermuara di dasar lingua, dan bermuara melalui duktus sublingua kecil sepanjang sulkus lingualis. Kelenjar sumandibularis terletak di permukaan dalam mandibula, bermuara ke dasar lingua di kanan dan kiri dari frenulun, dan bermuara melalui duktus wharton. Fungsi saliva antara lain melarutkan makanan secara kimia, melumatkan dan melumasi makanan, mengurai zat tepung jadi polisakarida dan maltosa, zat anti bakteri, dll. Terdapat bentukan ring of waldeyer, yaitu tonsilla lingualis pada radix lingual pada permukaan dorsalnya, tonsilla pharyngica pada nasopharyng, dan tonsilla</p> <p>palatina yang terletak pada fossa tonsilla palatine yang diapit oleh arcus palatoglosus dan arcus palatopharyngeus.</p> <p>B. OESOPHAGUSOesofagus merupakan tabung otot yang panjangnya 25-30 cm. Secara anatomis terbagi menjadi pars servicalis (terletak di vertebra cervicalis 6 sampai vertebra thorakalis 2 di antara incisura sterni), pars thoracalis, dan pars abdominalis. Sepertiga bagian atas dipendarahi arteri thiroidea inferior, sepertiga tengah dipendarahi cabang aorta thoracica, dan sepertiga bagian bawah dipendarahi oleh arteri gastrica sinistra. Sedangkan oesofagus dipersarafi oleh serabut aferen dan eferen parasimpatis dan simpatis melalui nervus vagus dan truncus sympathicus. Fungsi oesofagus secara umum adalah menyalurkan makanan dari faring ke gaster oleh kontraksi peristalsis yang mendorong makanan ke depan.</p> <p>C. GASTERGaster termasuk intraperitoneal, terletak pada cavum abdominalis bagian sinistra superior. Secara Anatomi terbagi menjadi empat bagian: Cardia (merupakan muara esophagus dan bagian terdekat dengan oesophagus), Fundus (berbentuk kubah, menonjol ke atas, tempat persediaan makanan yang berlebihan), Corpus (bagian tengah sebagai tempat pencernaan terdapat plika gastrika (rugae)), dan Pylorus ( muara dari gaster menuju duodenum dan terdapat M. Sfingter Pylorium.) Gaster diperdarahi cabang truncus coeliacus dan sipersarafi oleh plexus coeliacus dan nervus vagus dextra et sinistra. Fungsi gaster terutama untuk menyimpan makanan, mencampur makanan dengan getah lambung dan membentuk chymus, serta mengatur kecepatan pengiriman chymus ke usus halus.</p> <p>D. INTESTINUM TENUEA. Duodenum Merupakan saluran yang berbentuk seperti huruf C dengan panjang 25 cm yang menghubungkan gaster dan jejenum. Selain itu duodenum ini juga menjadi muara dari ductus choleidocus dan ductus pancreatikus. Organ ini terletak pada regio epigastrika dan umbilikalis. Duodenum ini dibagi dalam empat bagian yaitu: y Pars superior duodenum : panjangnya 5 cm, dimulai dari pilorus dan berjalan</p> <p>ke atas dan ke belakang pada sisi kanan vertebra lumbal 1 y Pars descenden duodenum : panjangnya 8 cm, berjalan vertikal ke bawah di</p> <p>depan hilum renale dekstra disebelah kanan vertebra lumbalis II dan III. Kirakira di pertengahan dari duodenum ini terdapat muara ductus choleidocus dan pancreatikus yang menembus dinding maka akan bermuara sedikit lebih tinggi pada papilla duodeni minor. y Pars horizontalis duodenum : panjangnya 8 cm, berjalan horizontal ke kiri</p> <p>pada planum subcostale, mengikuti pinggir bawah pancreas. y Pars ascenden duodenum : panjangnya 5 cm, berjalan keatas dan ke kiri ke</p> <p>flexura duodenijejunalis, flexura ini difiksasi oleh lipatan peritonium, ligamentum treitz, yang melekat pada crus extrum diaphragma. B. Jejunum dan Ileum Jejunum dan ileum tergolong organ intraperitoneal. Terdapat villi intestinalis yang berguna untuk memperluas permukaan usus untuk menyerap sari makanan. Perbedaan : Jejunum Lebih besar Dinding lebih tebal Vaskularisasi lebih banyak Plika berkeringi lebih banyak Ileum Lebih kecil Dinding lebih tipis Vaskularisasi lebih sedikit Plika lebih sedikit</p> <p>Tidak ada Payer patch</p> <p>Ada Payer patch</p> <p>E. INTESTINUM CRASSUMUsus besar berawal dari katup ileosekal, yaitu katup yang membatasi ileum dengan sekum. Sekum merupakan bagian pertama dari usus besar, berbentuk seperti kantong. Di sekum terdapat appendix vermiformis, yaitu saluran usus buntu yang mengandung jaringan limfoid. Setelah itu kolon berlanjut dengan bagian-bagiannya antara lain: kolon ascandent, kolon transversum, kolon descendent. Antara kolon ascendent dan kolon transversum terdapat lekukan yang disebut fleksura coli dextra. Antara kolon transversum dan kolon descendent terdapat lekukan yang disebut flekxura coli sinistra. Usus besar memiliki panjang 1,5 meter dan fungsi utamanya adalah penyerapan air dan elektrolis serta menyimpan bahan yang tidak dicerna sampai dikeluarkan sebagai feses. Pada usus besar juga terdapat incisura semilunaris yaitu lekukan yang membatasi haustra coli pada permukaan luar serta apendicitis epiploica yaitu jaringan lunak yang menempel pada colon. Usus besar bagian awal dipersarafi oleh nervus vagus. Selanjutnya dipersarafi oleh segmen sakral dari medula spinalis. Selain itu di usus besar juga ada sistem saraf otonom yaitu plexus mienterikus dan plexus meissner. A. Caecum Caecum tergolong organ intraperitoneal yang terletak pada fossa iliaca dextra di atas ligamentum linguinalis. Caecum merupakan muara dari intestinum tenue dan di sana terdapat appendix vermiformis. Caecum dipendarahi oleh arteri caecalis anterior et posterior dan dipersarafi oleh plexus mesentericus superior. B. Colon Ascendens Colon ascendens memiliki panjang kurang lebih 13 cm dan tergolong organ retroperitoneal. Berbelok membentuk flexura coli dextra yang berlanjut menjadi colon transversum. Diperdarahi arteri ileocolica dan colica dextra serta dipersarafi oleh plexus mesentericus superior.</p> <p>C. Colon Transversum Colon transversum merupakan bagian terpanjang (38 cm) dan tergolong organ intraperitoneal. Berbelok membentuk flexura coli sinistra yang berlanjut menjadi colon descendens. Diperdarahi oleh arteri colica media dan arteri coliaca sinistra. Dipersarafi oleh plexus mesentericus superior et inferior D. Colon Descendens Colon descendens termasuk organ Retroperitoneal dengan panjang 25 cm. Diperdarahi oleh arteri colica sinistra dan arteri sigmoidea serta dipersarafi plexus mesentericus inferior. E. Colon Sigmoid Tergolong organ retroperitoneal.</p> <p>F. RECTUMRectum panjangnya 15-20 cm. Pada bagian cranial diameter = colon, kemudian bagian kaudal membesar yang disebut Ampula. Bentuknya seperti huruf S dan terdapat 3 Lipatan, yaitu dua lipatan kecil di sisi kiri Mengapit lipatan besar dan satu lipatan besar di sisi kanan disebut Kohlrausch.</p> <p>G. ANUSDi anus terdapat Canalis Analis yang di dalamnya terdapat columna rectalis morgagni yang merupakan bentukan memanjang dari mukosa dan sinus rectalis yang merupakan ruangan diantara columna rectalis. Di anus terdapat dua macam musculus, antara lain: M. Sfingter Ani Internus yang berfungsi untuk membuka &amp; menutup anus dan kerjanya tidak dipengaruhi kemauan kita; dan M. Sfingter Ani Eksternus yang kerjanya dipengaruhi oleh kehendak kita (sadar).</p> <p>HISTOLOGI MULUTTerdiri dari: A. Labia Labia tersusun atas otot rangka (m. orbicularis oris) dan jaringan ikat. Fungsinya menerima makanan dan berbicara. Pembagiannya:</p> <p>a. Bagian Mukosa Yaitu permukaan luar bibir yang dilapisi kulit (epitel berlapis pipih bertanduk) yang memiliki folikel rambut, kelenjar keringat, serta kelenjar sebacea. b. Bagian Intermedia/Area transisional Adalah bagian merak bibir yang memiliki epidermis transparan dan tampak merah karena banyak pembuluh darah kapiler yang terlihat. c. Bagian Mukosa Adalah bagian dalam bibir berupa membran mukosa (epitel berlapis pipih tanpa tanduk). Frenulum labia melekatkan labia pada gingiva di garis medial.</p> <p>B. Pipi Lapisan epitelnya merupakan subyek abrasi dan sel secara konstan terlepas untuk kemudian diganti dengan sel baru. C. Lingua Pada lingua terdapat tonjolan yang disebut papilla lingua, yang terdiri dari: 1. Papilla fungiformis, merupakan papila yang berbentuk seperti jamur, terdapat epitel berlapis pipih tak bertanduk dan terletak di antara papilla filliformis.</p> <p>2. Papilla filliformis, merupakan papila yang berbentuk seperti cambuk, terdapat banyak epitel berlapis pipih bertanduk, merupakan papila yang paling banyak dan tersebar pada lingua bagian dorsal. 3. Papilla sircumvalata, merupakan papila yang dipersarafi n. glossopharingeus (pengecapan) dan terdapat reseptor untuk membedakan rasa (taste bud) pada tepi paritnya. Di sekitar papila dikelilingi parit (muara kelenjar Von Ebner sekresi serous murni melumasi makanan). Di papila ini banyak terdapat epitel berlapis pipih tak bertanduk. Akan tetapi, papila sircumvalata jumlahnya sedikit (7-12 buah) dan terletak di sepanjang sulkus terminalis. 4. Papila foliata, berbentuk seperti daun, dimana terdiri dari 2 bagian tepi (papilla saraf) dan 1 di tengah (papilla darah). Terdapat epitel berlapis pipih tak bertanduk dan terletak di lateral lingua. Papila ini memiliki banyak taste bud. Pada manusia bersifat rudimenter. D. Dentes Macam macamnya dentes ada empat, yaitu dens incisivus, dens canninus, dens premolar, dan dens molar. Pada anak anak terdapat gigi berupa dens desidua sebanyak 20 buah, yang terdiri dari 2 dens incisivus, 1 canninus, dan 2 molar pada bagian kanan dan kiri (tiap kuadran). Pada orang dewasa terdapat gigi berupa dens permanents sebanyak 32 buah, yang terdiri dari 2 dens incisivus, 1 canninus, 2 premolar, dan 3 molar pada bagian kanan dan kiri (tiap kuadran). Secara histologis, komponen gigi dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu: pars propriodental, yang terdiri dari email atau enamel yang merupakan lapisan terluar gigi. Email terdiri dari 97% zat anorganik (utamanya tersusun dari kalsium hidroksiapatit); pars endodontal yang terdiri dari dentin dan bagian pulpa (rongga pulpa, dinding pulpa, dll); dan pars periodontal, yang merupakan bagian yang menyangga gigi terdiri dari sementum, tulang alveolar, membrane periodontal.</p> <p> PHARING Pada daerah oropharing ini terdapat bagian yang penting yang memiliki arti klinis yaitu tonsila palatina. Pharing terdiri dari lapisan epitel berlapis pipih tak bertanduk berlapis silindris padat fibroelastis menjadi epitel</p> <p>menjadi epitel berderet silindris (peralihannya), jaringan ikat mengandung o sabut2 elastis arah longitudinal, otot bergaris, berisi tonsila pharyngica, dan pada nasopharynx terdapat</p> <p>jaringan fibro-elastis kelenjar campur.</p> <p> OESOPHAGUS Pada oesophagus terdapat epitel penutup yaitu epitel berlapis pipih tak bertanduk, muskularis mukosa: 1 lapis tebal, arah longitudinal, dan kelenjar. Kelenjar ada 2 macam, yaitu: Oesophageal gland proper Oesophageal cardiac gland dekat cardia. Terdapat juga tunika muskularis eksterna: pada oesophagus 1/3 atas: tdd otot bergaris, oesophagus 1/3 tengah: tdd otot bergaris &amp; otot polos, dan oesophagus 1/3 bawah: tdd otot polos. Pada potongan melintang terlihat lumen oesophagus seperti bintang karena lipatan mukosa dan submukosa. pd submukosa pd lamina propria oesophagus proximal &amp; distal</p> <p> GASTER Merupakan pelebaran traktus digestivus dimana makanan dicerna secara kimiawi &amp; mekanis. Secara makroskopis tampak lipatan-lipatan longitudinal (rugae) dan cekungan-cekungan (foveolae gastricae atau gast...</p>