ppt respirasi

Click here to load reader

Post on 12-Dec-2015

38 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

gabungan file tentang respirasi

TRANSCRIPT

  • Bronkitis akutPeradangan pada bronkusDisebabkan oleh:Virus, umumnya virus influeza A dan BBakteri (Mycoplasma sp, Clamidia pneumonia, Streptococcus pneumonia, H. influeza)Asap rokokPaparan terhadap iritasi (polusi, bahan kimia, debu)Keluhan:Batuk (berdahak / tidak) 2-3 mingguDemamRasa tidak nyaman di dadaPF: bisa terdengar suara mengi karena sesak terutama setelah batuk

  • PP:Sputum cat Gram leukosit PMN + bakteriX-thorax pada bronkitis akut normalX-thorax pada bronkitis kronik gambaran tubular shadow berupa garis paralel yang keluar dari hilus dan corakan paru bertambahDD:BronkiolitisbronkiektasisInfluenzaSinusitisPPOKFaringitisasma

  • Terapi:OksigenAntitusif: DMP 15 mg 2-3x/hari, kodein 10 mg 3x/hari, jangan diberikan pada ibu hamil, menyusui, dan anak dibawah 6 tahunEkspektoran: GG, bromhexin, ambroksol dllBronkodilatorAntibiotik: Ampisilin, eritromisin, spiramisin 3x500mg

    Dirujuk kalau: pasien dengan keadaan umum buruk

  • Pneumonia, bronkopneumoniaInflamasi parenkim paru, batasnya distal bronkiolus terminal sampai ke alveoliBisa menimbulkan konsolidasi dan gg. pertukaran udaraEtiologi: virus, bakteri, jamurKeluhan:Trias pneumonia: batuk, sesak, demamPF:Suhu, nadi dan RR naikbagian yang sakit tertinggal saat napas, fremitus meningkat, perkusi redup, auskultasi: ada ronki basah halus / ronki basah kasarPP: x-foto thorax + darah lengkap + pengecatan sputum

  • Diagnosis baku adalah ditemukan mikroorganisma patogen yang dapat diisolasi dari jaringan paru melalui tindakan biopsi atau aspirasi jarum halus.PDPI melaporkan dari 5 kota besar dengan bahan, cara dan derajat penyakit berbeda:Klebsiella pneumonia45,18%Streptococcus pneumonia14,04%Streptococcus viridans 9,21%Staphilococcus aureus 9 %Pseudomonas aeruginosa 8,56%Streptococcus hemolyticus 7,89%Enterobacter 5,26%

  • Terapi:Penicilin sensitif Streptococcus pneumonia:Penisilin V 4 x 250-500mg/hari (anak 25-50mg/kgBB dalam 4 dosis)Amoxicilin 3 x 250-500mg/hari (anak 20-40mg/kgBB dalam 3 dosis)Sefadroksil 500-1gram dalam 2 dosis (anak 30mg/kgBB dalam 2 dosis)MakrolidPenicilin resisten St. pneumonia:Betalaktam oral dosis tinggi (untuk rawat jalan), Sefotaksim, SeftriaksonAzitromisin 1x500mg 3 hari (anak 10mg/kgBB/hari dosis tunggal)Siprofloksasin 2x500mg/hari

  • **

  • **

  • Pneumonia aspirasiDiakibatkan makanan yang masuk ke saluran napas dan dapat menimbulkan kerusakan parenkim paruKeluhan:Batuk dan sesak napas sesudah makan/minumBiasanya datang setelah 1-2 mingguDemam, nyeri pleuritik, batuk, dahak purulen berbauPF:Tampak sesak nafas, bisa sampai sianosisBagian yang sakit tertinggal waktu inspirasiFremitus meningkat di sisi sakitPerkusi redup di sisi sakitNafas bronkial + ronkhi basah halusPleural friction rub

  • PP: foto thorax + lab darahTerapi:Oksigenasi nasal/masker, dimonitor dengan pulse oxymetryPemberian cairan dan kalori yang cukup, kalau tidak terlalu sesak coba pakai NGT untuk makananKoreksi kelainan asam basa dan imbalance elektrolitAntibiotik, biasanya beta laktam, ampisilin atau amoxicilin, bisa dikombinasi dengan kloramfenikol atau sefalosporin generasi 3, lebih baik lewat IV

  • PNEUMOTORAK

  • PneumotorakPneumothorax

  • PENDAHULUAN

    Laennec (1819) akumulasi udara dalam cavum pleura yang mengakibatkan paru kolaps

    Pembagian pneumothoraks :EtiologiManifestasi Klinis

  • ETIOLOGISPONTANPRIMERRuptur bleb subpleura SEKUNDERPeny. Bulla (PPOK)Fibrosis kistikAsmaMarfan syndromEosinofilik granulomaPneumocystis carinii pneumoniaPneumonia dgn abses paruKatamenialSarcoma (metastasis)Ca-paruPerforasi esofagusNEONATAL

  • ETIOLOGIDAPATAN (ACQUIRED)IATROGENIKCentral line placementInsersi pacemakerBiosi jarum transthorakBiopsi jarum transbronchialThoracosintesisMalfungsi chest tubePasca laparoskopi biopsiBAROTRAUMATRAUMATrauma tumpulKLL motor, terjatuh, olahragaTrauma penetransLuka tembak, luka tusuk

  • ETIOLOGIPneumothoraks spontan primer : akibat ruptur pleura visceral (subpleural blebs) pada pasien tanpa pulmonary disease yang diketahui

    Pneumothoraks spontan sekunder : akibat kondisi paru yang sudah sakit sebelumnya

    Pneumothoraks spontan primer > sekunder

    >>> pria 3 : 1, tinggi, kurus, usia 15-30 primer

    Merokok : resiko 20 x

  • PNEUMOTORAK

    Spontan Traumatik

    PrimerSekunder

    Tajam/Tumpul Iatrogenik (Non-iatrogenik)

  • DIAGNOSISNyeri dada pleuritik ipsilateralNafas pendekPemeriksaan Fisik : Small Pneumothoraks (
  • Pneumotorak tension

  • DIAGNOSIS Px Penunjang :X-ray PA (tegak) : garis tipis pleura visceral yang terpisah dari dinding dada

    X-ray saat ekspirasi : membantu identifikasi small pneumothoraksjarang dilakukan

    Berbagai metode digunakan utk memperkirakan derajat pneumothoraks paling sederhana dg menggambarkan (dalam cm) jarak paru dengan apeks hemithoraks, berapa jauh teretraksi dari dinding lateralCT- SCAN rencana intervensi pembedahan

  • PENATALAKSANAANPASIEN SECARA KLINIS STABIL

    OBSERVASIAsimptomatikPnumothorak

  • PENATALAKSANAANPASIEN SECARA KLINIS STABIL

    TUBE THORACOSTOMIUtk reekspansi paru, pada : Pneumothorak besar (>20%)Pneumothoraks + emfisema + simptomatik yang signifikan

  • PENATALAKSANAANPASIEN SECARA KLINIS STABIL

    ASPIRASI JARUMMasih kontroversiDapat efektif pada :Pneumothorax yang telah terjadi selama beberapa hari (ditandai dengan adanya small hydrothorax)Kegagalan pengembangan paru pada terapi observasi

  • ASPIRASI JARUM (lanjutan)Keberhasilan < 50% krn:Kegagalan evakuasi pneumothorak secara komplit kegagalan aproksimasi pleura visceral dan parietalTidak terjadinya pleural scarring yg muncul pada pemasangan chest tube

  • PENATALAKSANAANPASIEN SECARA KLINIS TIDAK STABIL/ TENSION PNEUMOTORAK

    Pneumotoraks + anxietas, suara nafas (-),takikardia, sianosis, hipotensi, deviasi trachea ke arah hemithoraks yang tidak terlibat tension pneumotorak (tanpa x-ray torak)

    Tension pneumotorak udara dari alveoli masuk secara kontinu ke cavum pleura tanpa jalan keluar (MEKANISME VENTIL) peningkatan tekanan dan pergeseran mediastinumDEKOMPRESI SEGERA, cegah circulatory collapse

  • Tension pneumotorak

  • KEBOCORAN UDARA PERSISTENKebocoran >3 hari Intervensi bedah : menutup kebocoran pleurodesis : cegah rekurensiPasien menolak operasi / kontraindikasi (+) : Chemical pleurodesis : instilasi sclerosing agent (doksisiklin / talc slurry) pleural symphysis

  • OPERASIINDIKASI :Pneumotorak rekurenKebocoran udara menetap/reekspansi paru inkomplitKebocoran udara masif + reekspansi paru inkomplitRiwayat Pneumotorak bilateral (simultan/terpisah)Pekerjaan resiko tinggi/kurangnya akses ke pusat medisRiwayat tension pneumotorak/pneumonectomiHemopneumotorak + perdarahan menetap

  • Efusi Pleura MasifTerkumpulnya cairan di rongga pleuraEfusi pleura merupakan kelainan sekunderDisebabkan oleh kelainan sistemik atau lokalEfusi pleura atelektasis kompresi

  • PATOFISIOLOGI

    Normal : Cavum pleura berisi sejumlah kecil cairanFungsi cairan pleura untuk melumasi pleura viseralis & parietalis tekanan negatif di rongga thorak membantu ekspansi paruPembentukan dan pengeluran cairan pleura seimbang

  • Normal : pembentukan cairan pleura 0,01 0,02 ml/kgbb/jam pada tiap hemithorak. Lymphatic clearance normal : usaha untuk mengeluarkan akumulasi cairan di kavum pleuraLymphatic clearance 28 X > pembentukan cairan pleura normal (0,2 0,28 ml/kgbb/jam)Kavum pleura berhubungan dengan pembuluh limfe melalui stomata di pleura parietalis

  • Gambar : Anatomi pleura, sc = systemic capillary, pc = pulmonary capillary

  • Efusi pleura dapat berasal dari: 1. kapiler di pleura parietalis dan viseralis 2. jaringan intersisial paru 3. kavum peritoneum melalui lobang kecil di diafragmaDari kapiler pleura Starling law of transcapillary exchangeDari jar. Interstitial exudate , permeabilitas meningkat, edema pulmonum Dari kavum peritoneum sirosis hepatis and ascites, pancreatic ascites, Meigs syndrome, dialisis peritoneal

  • Akumulasi cairan pleura berlebih dapat berasal dari :1. Peningkatan tekanan hidrostatik dalam sirkulasi mikrovaskular (CHF) 2.Penurunan Tekanan onkotik dalam sirkulasi mikrovaskular karena hipoalbuminemia (Sirosis hepatis, sindroma nefrotik)3.Peningkatan Tekanan negatif dalam cavum pleura (atelektasis paru yang luas) 4.Peningkatan Permeabilitas sirkulasi mikrovaskular karena inflamasi (pneumonia)5.Gangguan drainase sistem limfatik di permukaan pleura (blokade oleh tumor, fibrosis)6. Pergerakan cairan ascites dari cavum peritoneum melalui defek diafragma (Peritoneal dialisis)

  • DIAGNOSIS1. Gejala & Tanda

    JumlahKecepatan PembentukanEtiologiASIMTOMATIKSIMTOMATIK : Sesak napas Nyeri dada pleuritik Batuk produktif atau non produktif

  • Deviasi trakea ke kontra lateralTampak lebih cembungTertinggal saat nafas Taktil fremitus menurunPerkusi redupSuara napas melemah / tak terdengar Pleural friction rubEgofoni

    Pemeriksaan Fisik

  • 2. Pemeriksaan PenunjangA. X- Foto Thorak X- foto thorak PA & Lateral : sudut kostofrenikus tumpul (jika cairan 175 cc)

  • Jika efusi pleura banyak mediastinum bergeser ke kontra lateralJika efusi pleura sedikit dpt tdk tampak x-foto thorak lateral dekubitus

    X-foto thorak lateral dekubitus sangat sensitif untuk deteksi cairan pleura 75 cc

  • Pasien ICU : Thorak foto posisi supine efusi pleura moderate kadangkala lolos dari pengamatan karena cairan pleura menempati bagian belakang curiga efusi pleura jika ada peningkatan opasitas hemithorak denga