obat-obat sal respirasi (kasus).ppt

of 44/44
Contoh kasus Contoh kasus gangguan gangguan saluran nafas saluran nafas

Post on 26-Oct-2015

139 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kuliah 5

TRANSCRIPT

  • Contoh kasus gangguan saluran nafas

  • Sasaran Belajar setelah mengikuti kuliah Farmakologi Obat Sistem Respirasi mahasiswa mampu:1. Memahami Klasifikasi OSR2. Memahami farmakokinetika OSR 3. Memahami farmakodinamika OSR

  • Kasus 1.Seorang pasien perempuan usia 25 tahun,datang kepada saudara sebagai dokter jaga UGD disuatu RS Swasta, dengan keluhan sesak nafas disertai wheezing, kadang-kadang batuk yang disertai pengeluaran lendir berwarna putih bening.Pada pemeriksaan fisik ditemukan:

  • Kesadaran compos mentis,mucosa agak sianosis,suhu badan subfebril, nadi 88/menit.Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan sel eosinofilia.Pada pemeriksaan Radiologis: Lapang pandang kedua belah paru bersih.

  • Pertanyaan :1. Apa diagnosa penyakit yang diderita pasen tersebut diatas?2. Sebutkan klasifikasi obat yang digunakan pada pasen tersebut? Beri contoh !3. Bagaimana pencegahan penyakit tersebut?

  • Kasus ke 2Seorang pasien laki-laki, usia 40 tahun bekerja di pabrik pemintalan benang,pasien sering bekerja hingga larut malam (kerja lembur).Pasien datang ke Bagian Pulmonologi suatu RS terbesar di ibu kota provinsi tempat ia tinggal, dengan keluhan sejak 1 tahun yangg lalu ia sering mengalami sesak nafas. Sejak 4 hari yang lalu sesak nafas disertai batuk , dan demam tinggi.

  • Pada pemeriksaan fisik ditemukan:Kesadaran compos mentis,wheezing,suhu 38,5o C.Pada pemeriksaan lab: ditemukan: Leukosit 12.500 /mm3. Eosinofil : Meningkat Foto Rontgent paru: Terdapat bercak di hillus kedua belah paru.

  • Pertanyaan:1. Sebutkan DD/. Penyakit diatas2. Obat apa saja yang harus digunakan pada kasus diatas ?3. Pemeriksaan penunjang mana yang perlu dilakukan ?

  • Kasus ke 3.Seorang pasen laki-laki usia 50 tahun,hidup dengan seorang isteri dan dua orang anak,bekerja sebagai pemulung, datang kepada saudara sebagai dokter dengan kluhan batuk, kadang disertai lemdir yang mengandung darah,nafsu makan kurang disertai keringat malam.

  • Pada peneriksaan fisik ditemukan: Kesadaran kompos mentis, kurus, gizi kurang/ Pemeriksaan laboratorium: lymfosit meninggi. Pemeriksaan radiologis: Bercak diseluruh lapang kedua paru.

  • OBAT-OBAT SISTEM RESPIRASI M.DJAMALUDIN,MGBAGIAN FARMAKOLOGIFK-UNJANI2009

  • OBAT-OBAT SISTEM RESPIRASISistem respirasi berfungsi pada pertukaran gas antara udara luar dan udara dalam darah.Obat-obat ini digunakan pada kasus akut dan ringan : Kongesti hidung Batuk-batuk Alergi

  • SERTA KASUS KRONIS DAN BERAT SEPERTI :Asthma bronchioleBronchitis chronis Emphysema pulmonum

  • KLASIFIKASI OBATObat mengatasi iritasi dan mengontrol sekresi saluran nafasObat untuk mempertahankan kelangsungan aliran udara pada penyakit obstruksi pulmonalObat untuk terapi asthma bronchiole

  • OBAT IRITASI DAN MENGONTROL SEKRESI SALURAN NAFASI. ANTITUSIF Klasifikasi: A. Antitusif yang bekerja sentral. 1. Opiate -Codein -Dextrometorphane -Hydrocodone 2. Non-Opiate. -Carbetaphene -Caramiphene

  • PipazethateSilomat

    Antitusif yang bekerja perifer Anestesi terhadap reseptor pulmonal -Benzonathate Bronkhodilator. -Golongan xanthine.

  • Golongan beta-2 reseptor (Salbutamol).Golongan simpatomimetik (Ephedrine).Ekspektoran Gliseril guaJacolat CaCl2 NH4Cl

  • Mukolitik : Bromhexine Acetylcysteine Ambroxol

  • EFEK SAMPING- SEDASI- PUSING (DIZZINESS)- GANGGUAN SALURAN CERNA

    PREPARAT- CODEINE (10;15; 20 mg)- HYDROCODONE (2,5; 5; 7,5; 10 mg)- DEKSTROMETHORPHAN (15.,30 mg)

    2. DEKONGESTANMENGATASI PEMBENGKAKAN MUCOSA DAN PROSES ALERGI

  • ANTITUSIF CodeineMerupakan analgetik antipiretik, sebagai antitusifEfektif untuk batuk non produktif, batuk iritatifDosis : > Anak : 1 mg/ th, 3-4 X sehari > Dewasa : 10-20mg 3-4 X sehari Efek samping : mual, muntah, odiosinkrasi, pusing, ketergantungan, sembelitKontraindikasi : asma bronkiol, emfisema paru, trauma kepala, tekanan tinggi intrakranial, alkoholoisme akut, paska oprasi empedu Preparat : tablet 10, 15 dan 20 mg.

  • DEXTROMETORPHAN Merupakan senyawa d-3-methoxy-N-MethilmorphinanIsomer codein, sinetik, bekerja dengan cara meningkatkan ambang batas batuk, efektifitas serupa codeinTidak memiliki efek analgetika Tidak menimbulkan efek samping seperti codein Preparat : tablet 2.5, 5, 7.5, 15 mg dosis 3 4 X sehari

  • NOSCAPINE - Antitusif operatif Bukan merupakan analgetikDosis 15 30 mg Tidak menimbulkan adiksi

  • HYDROCODONE - Secara kimia dihydrocodeinone bitartrat- Tidak menimbulkan adiksi Tidak menimbulkan toleransiDosis : 1- 3.5 mg

  • MUKOLITIK-EKSPEKTORANTGlisGeril guajakolatDosis : 100 mg

    KI

    Merupakan ekspektoran Dosis : 300 600 mg

  • BROMHEKSIN Merupakan derivat sintetik dari zat aktif vasicine Pada penelitian pra-klinis meningkatkan sekresi serus dari bronchus, memperbaiki transportasi mucus, mengencerkan mucus, mengaktifkan epitel bersiliaMemiliki efek sekretolitik dan sekretomotor Kontraindikasi : hipersensitif terhadap obat iniEfek samping : AlergiInteraksi obat : meningkatkan kadar amoksisilin, sefuroksin, eritromisin dan doksisiklin bila diberikan bersama bromheksin Penelitian kedokteran menyatakan bahwa bromheksin merupakan : antitusif, bronkhodilator, expektoran, mukolitik

  • ASETILSISTEIN Memiliki efek pengenceran mucus melelui aktifitas gugus sulfidril bebas pada secret mucoid.Indikasi :>penyakit dalam :bronkhitis, emfisema>penyakit bedah : profilaktis dan pengobatan komplikasi bronkopulmoner dengan mucostasis >Pulmonologi : kataral bronkial yang menyertai tbc paru Efek samping : efek minimal pada saluran cerna Preparat : kapsul (200 mg), kantung (100/ 200 mg yang ditambahkan eksipien q.s 3 / 5 gram )

  • AMBROKSOL Memiliki efek mukolitik dan sekrtolitik Meningkatkan pembersihan sekresi yang tertahan pada sluran nafas dan menghilangkan mucus statis Indikasi : Penyakit saluran nafas akut dan kronis disertai sekresi bronkus abnormal pada bronkhitis kronik Efek samping : Alergi, efek samping terhadap saluran cernaPeringatan : pemakaian pada wanita hemil trimester 1 tidak dianjurkan Kontraindikasi : hipersentifitas terhadap ambroksol Interaksi obat : dapat terjadi interkasi obat dengan glikosida jantung, kortikosteroid, bronkhospasmik, diuretik dan anbiotik.

  • AGONIS ALFA 1.AGONIS ALFA 1 BERIKATAN DGN RESEPTOR YG TERDAPAT PADA PEMBULUH DARAH DAN MENYEBABKAN VASOKONTRIKSI SEHINGGA MUKOSA MENJADI LEBIH KERING.EFEK SAMPING NYERI KEPALA DIZZINESS NERVOUS NAUSEAPREPARAT EPHEDRINE EPINEPHRINE FENILPROPANOLAMIN

  • 3. ANTIHISTAMINUNTUK SEDASI DAN MENGATASI ALERGIMEKANISME KERJAHISTAMIN MERUPAKAN ZAT KIMIA ENDOGEN YG BERPERAN PADA REGULASI FUNGSI FISIOLOGIK SEKRESI GASTER DAN REAKSI HYPERSENSITIFHISTAMIN BEKERJA DGN MEMPENGARUHI RESEPTOR-H1 (PADA PEMBULUH VASKULAR, SALURAN CERNA DAN NAFAS) DAN RESEPTOR-H2 (BERTANGGUNG JAWAB PADA SEKRESI GASTER DAN DAPAT MENIMBULKAN ULCUS PEPTICUM).

  • EFEK SAMPINGSEDASIFATIGUEDIZZINESSGI DISTRESSPREPARAT- KLOFENIRAMIN MALEAT (CTM)- AZATADINE (ZADINE)CLEMASTINE (TAVIST)TERFENADINE (SELDANE)LORATADINE

  • 4. MUKOLITIK DAN EKSPEKTORANDIGUNAKAN PADA PNEUMONIA, BRONCHITIS CHRONIS DAN FLU.MEKANISME KERJA- MUKOLITIK MENURUNKAN VISCOSITAS SEKRET/MUKOSA- EKSPEKTORAN MEMUDAHKAN PRODUKSI DAN PENGELUARAN SEKRET/MUKOSAEFEK SAMPINGIRITASI GASTERPREPARAT- ACETYLCYSTEIN (FLUIMUCIL)- AMBROKSOL (MUCOPECT) - BROMHEXIN =

  • OBAT UNTUK MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN ALIRAN UDARA PADA PENYAKIT OBSTRUKSI PULMONAL (BRONKHODILATOR)A. AGONIS BETA-ADRENERGIKMEKANISME KERJA MERELAKSASI OTOT POLOS BRONCHUS/IOLUS MENCEGAH OBSTRUKSI BIASANYA DIBERIKAN PER INHALASI EFEK SAMPING - IRITASI BRONCHUS - EFEK LAINNYA TERGANTUNG ROA PREPARAT - ALUBUTEROL - FORMOTEROL AEROSOL - SALMETEROL - EPINEPHRINE - EPHEDRINE

  • B. DERIVAT XANTHINE MEKANISME KERJA - MENYEBABKAN DILATASI BRONCHUS DGN MENGAHAMBAT PEMBEBASAN ION Ca ATAU MENGHAMBAT PROSTAGLANDIN - OBAT INI JUGA MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT RESPIRASI - MEMPERCEPAT TRANSPOR MUCOCILLIAR, MENURUNKAN TEKANAN ARTERI PULMONAL EFEK SAMPING - NAUSEA - CONFIUS - IRRITABLE - ARITMIA CORDIS - KEJANGSERIUS

  • PREPARAT- THEOPHYLLINE- DYPHYLLINE- PENTOXYPHYLLINE- AMINOPHYLLINEC. ANTIKOLINERGIK- MEMBLOK RESEPTOR MUSKARINIK DILATASI BRONCHUS (BUKAN MERUPAKAN OBAT PILIHAN PERTAMA)EFEK SAMPING- MULUT KERING- KONSTIPASI- RETENSI URINE- KONFIUSPREPARAT ATROPIN IPATROPIUM BROMIDE

  • D. KORTIKOSTEROID - SANGAT EFEKTIF UNTUK ASTHMA BRONCHIOLEMEKANISME KERJAMENGONTROL PROSES INFLAMASI YG MENIMBULKAN BRONCHOSPASME DGN CARA MENGHAMBAT PRODUKSI PROSTAGLANDIN DAN LEUKOTRIENEEFEK SAMPING- OSTEOPOROSIS- KERUSAKAN KULIT- PENYUSUTAN OTOT - MEMPERBURUK KASUS DIABETES DAN HYPERTENSI

  • PREPARATFLUNISOLIDE (LARUT DALAM LEMAK 250 mg/DALAM 100 DOSIS)E. Na-CROMOLYN - MENCEGAH TERJADINYA KONTRIKSI BRONCHUS DGN MENGHAMBAT PEMBEBASAN MEDIATOR INFLAMASI (HISTAMIN DAN LEUKOTRIENE)EFEK SAMPING-IRITASI SALURAN NAFAS BAGIAN ATASPREPARAT - SODIUM CROMOLYN AEROSOL 80 mg/DALAM 200 DOSIS

  • TERAPI ASTHMA BRONCHIOLEASTHMA DITANDAI OLEH ADANYA SPASME OTOT POLOS BRONCHUS, INFLAMASI DAN PENYUMBATAN MUCUS PADA JALAN NAFAS. BEBERAPA ZAT YG DAPAT MENJADI TRIGGER SERANGAN ASTHMA ANTARA LAIN : - SERBUK, DEBU, ZAT KIMIA, DLL.- SEL MAKROFAG DAN NEUTROPHILPEMBEBASAN MEDIATOR INFLAMASI (PROSTAGLANDIN, LEUKOTRIENE, HISTAMINE, DLL.)

  • STRATEGI TERAPIKONTROL/ATASI RANGSANGAN LINGKUNGAN ATAU TRIGGER KENALI TRIGGER HINDARIANTI INFLAMASI UNTUK RELAKSASI BRONCHUSUNTUK MERANGSANG RESEPTOR BRONCHODILATOR AGONIS BETA-2 ADRENERGIKANTIBIOTIKA, BILA DISERTAI INFEKSI BAKTERIKOMBINASI TERAPI INI UNTUK SERANGAN ASTHMA BERAT DITAMBAH OKSIGEN DAN EPINEPHRIN INJEKSI (PADA KEADAAN GAWAT)

  • TERAPI OBATANTI INFLAMASI NON STEROID INHALASI SEPERTI: SODIUM CHROMOLYN MENCEGAH PEMBEBASAN MEDIATOR MAST CELL DARI JALAN NAFAS, DOSIS TERGANTUNG TINGKAT BERATNYA PENYAKIT.(0,25 mg/PF)KORTIKOSTEROID, SEPERTI:METHYL PREDNISOLONE (60-80 mg I.V) TIAP 6-8 JAM SELAMA 36-48 JAMKORTIKOSTEROID INHALASI, BECLAMETHASONE DIPROPIONATE (BECLOVENT, ASTHMACORT, VANCERIL) 1-5 PUFFS 2 KALI SEHARIEFEK SAMPING: BATUK, ORAL THRUSH.BRONCHODILATOR : AGONIS BETA-2 ADRENERGIK (ALBUTEROL > 8 PUFFS 3-4 KALI SATU MINGGU, NEBULIZER SETIAP 1-2 JAM).ANTIKOLINERGIKIPATROPIUM BROMIDE INHALASI- XANTHINE (METHYL XANTHINE) : AMINOPHYLLINE, THEOPHYLLINE I.V UNTUK SERANGAN ASTHMA MALAM HARI.

  • STRATEGI TERAPI ASMA BRONKHIOLETERAPI KAUSALTERAPI SYMPTOMATIK DIPERLUKAN, BILA ETIOLOGI/KAUSA TIDAK DIKETAHUI ATAU TERAPI SPESEFIK TIDAK MUNGKIN.TERAPI ELIMINASI TRIGGERFARMAKOTERAPIIMMUNOTERAPIPENGHANGATAN UDARA

  • OBAT-OBAT PREVENTER ASTHMA.Ketotifen.(Zaditen). 4(1-metil-4 piperidilidene(-4H-benzo,(4,5)-siklopeptan(1,2-6) tiofen 10(9H)OH hidrogen fumarat. Merupakan obatantianafilaktik karena menginhibisi....................... Indikasi: Long-term bronchial asthma.

  • Kontraindikasi:Efek samping:Preparat:

  • 2. Agonis reseptor beta selektif. Salbutamol = Albuteerol Metoproterenol Terbutaline Fenoterol Indikasi:Terapi dan propilaktik ashma bronchiole kronis. KI: Kehamilan trimester 1 dan 2. Abortus imminens

  • Efek samping: Tremor Hipersensitif Nyeri kepala Kram otot Peningkatan denyut jantung Vasodilatasi

    *