perlawanan terhadap kolonial belanda

Download Perlawanan terhadap kolonial belanda

Post on 16-Apr-2017

117 views

Category:

Education

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERLAWANAN TERHADAP KOLONIAL BELANDA

PERLAWANAN TERHADAP KOLONIAL BELANDAKelompok 4 :Afifah ZulianuriawaniHermanto Raharani Rifky Alaf HaikalYessika YolandaYohanes Putra Togar Hasian Hutepea

Perang ini disebabkan oleh :Tindakan Belanda yang sewenang-wenangMonopolinya yang merugikan Ini yang menyebabkan Pattimura berkewajiban membebaskan rakyat Saparua Maluku. Residen Van den Berg menolak membayar harga perahu menurut kesepakatan. Hal ini berakibat menambah kemarahan rakyat. Pattimura yang juga dikenal dengan nama Thomas Matulessi menyerbu benteng Duurstede dan berhasil menguasainya dan residen Van den Berg terbunuh.Perang di Maluku (1817)

Penggantinya ialah Letkol Groot yang berpolitik licik serta berusaha memecah belah. Banyak pemimpin yang ditangkapnya sehingga kekuatan semakin lemah. Maka dalam pertempuran selanjutnya, Pattimura beserta kawan-kawannya tertangkap dan pada tanggal 16 Desember 1817 Pattimura dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung di benteng New Victoria. Perjuangannya dibantu Christina Martha Tiahahu.

Mula-mula merupakan perang antara kaum adat dengan para ulama .Perang ini disebabkan oleh:Adanya perbedaan pendapat antara kaum ulama dengan kaum adat.Kaum ulama ingin memberantas kebiasaan buruk yang dilakukan kaum adat, seperti berjudi, menyambung ayam dan mabuk.PERANG PADRI (1821-1832)

Karena terdesak kaum adat meminta bantuan kepada Belanda, tetapi kaum paderi menyadari maksud pihak Belanda untuk menguasai Sumatra Barat. Lalu kaum adat dan paderi bersatu untuk melawan Belanda. Belada meminta bantuan dari Pulau Jawa yang diperkuat oleh Pasukan Sentot Ali Basa Prawirodirjo, tetapi Sentot Ali Basa Prawirodirjo akhirnya berpihak kepada kaum Paderi sehingga Sentot Ali Basa Prawirodirjo ditangkap dan dibuang ke Cianjur. Dengan siasat Benteng Stelsel pada tahun 1837 Belanda mengepung Imam Bonjol, sehingga Imam Bonjol ditangkap dan dibuang ke Cianjur kemudian dipindahkan ke Manado hingga wafat tahun 1864.

Penyebab terjadi Perang Diponegoro adalah :1. Sebab umum a. Penderitaan dan kesenggaraan rakyat akibat pajak.b. Campur tangan Belanda dalam urusan istana.c. Munculnya kecemasan dikalangan para ulama karena berkembangnya Budaya Barat.

2. Sebab khusus Belanda membuat jalan di Tegalrejo yang melewati makam leluhur Diponegoro tanpa minta izin terlebih dahulu.Dalam perang ini Diponegoro menggunakan siasat perang gerilya yang didukung oleh kaum bangsawan dan ulama serta bupati, antara lain Kyai Mojo dan Sentot Ali Basa Prawirodirjo

PERANG DIPONEGORO (1825-1830)

Belanda menggunakan siasat benteng stelsel dalam upaya mengalahkan diponegoro. Pasukan Diponegoro semakin lemah terlebih lagi pada tahun 1829 Kyai Mojo dan Sentot Ali Basa memisahkan diri. Lemahnya pasukan Diponegoro menyebabkan Diponegoro menerima tawaran Belanda untuk berunding di Magelang, dalam perundingan ini pihak Belanda diwakili oleh Jenderal De Kock namum perundingan mengalami kegagalan dan Diponegoro di tangkap dan dibawa ke Batavia, selanjutnya dipindahkan ke Menado kemudian dipindahkan lagi ke Makasar dan meninggal di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855.Pengeran Diponegoro.

Perlawanan dipimpin oleh para Bangsawan (Tengku) dan para tokoh ulama (Tengku) seperti Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Penglima Polem, Cut Nyak Dien, Cut Mutia dan lain-lain.Dalam rangka pax netherlandika. Penyebab peperangan : Karena Belanda melanggar Perjanjian Traktat London tahun 1824 yang berisi bahwa Inggris dan Belanda tidak boleh mengganggu ke merdekaan Aceh.Perang di Aceh (1873-1904)

Untuk menguasai Aceh, Belanda menggunakan cara seperti Konsentiasi Stelsel dan mendatangkan ahli Agama Islam yaitu Snouch Hurgronye.Akhirnya Aceh dapat dikuasai oleh Belanda, kemudian Raja-Raja didaerah yang berhasil dikuasai oleh Belanda diikat dengan Plakat Pendek yang isinya :1. Mengakui kedaulatan Belanda atas daerahnya.2. Tidak akan mengadakan hubungan dengan negara lain.3. Taat dan patuh pada Pemerintah Belanda

Penyebab peperangan : Sikap tegas penolakanSultan Badruddinatas kedatangan Belanda yang ingin kembali menguasai Palembang setelah Inggris meninggalkan Indonesia.Sultan Badruddin dahulu pernah menjadi Sultan Palembang dan kemudian diturunkan secara paksa oleh pemerintah Inggris ketika masih berkuasa di Indonesia, yaitu digantikan olehSultan Najamuddin.

Perang di Palembang (1804-1821)

Setelah merebut kembali kekuasaan kesultanan dari Najamuddin, tahun 1819 Sultan Badruddin selalu menghalangi setiap kapal Belanda yang memasuki sungai Musi.Insiden ini banyak menelan korban terutama dari pihak Belanda. Pihak Belanda tidak tinggal diam dan menyerbu Palembang hingga meletuslah perang Palembang. Pada tahun 1821, Belanda dapat menguasai ibu kota Palembang dan menangkap Sultan Badruddin. Setelah Sultan Badruddin tertangkap, selanjutnya ia diasingkan ke Ternate.Perlawanan rakyat Palembang masih sering terjadi pada tahun 1825, tetapi status Kerajaan Palembang telah dibubarkan oleh Belanda.

Patih Jelantik adalah patih Kerajaan Buleleng yang melawan Belanda. Penyebab peperanga :Hukum tawan karang adalah hak Raja Bali yang akan dihapus Belanda.Raja harus melindungi perdagangan Belanda di Bali.Belanda diizinkan mengibarkan bendera di Bali.Adanya aturan-aturan yang ditetapkan Belanda tersebut membuat Raja Bali merasa diinjak-injak kekuasaannya oleh Belanda. Maka, dikobarkanlah perang anti-Belanda. Jalannya perang sebagai berikut :Perang di Bali (1846-1849)

Perang Buleleng (1846)Ini terjadi karena Raja Buleleng merampas kapal Belanda sehingga terjadi pertempuran dan Buleleng jatuh ke tangan Belanda. Kemudian raja menyingkir ke benteng Jagaraga bersama Patih Jelantik.Perang Jagaraga 1848Dalam pertempuran ini, Patih Jelantik bertahan di benteng Jagaraga. Tetapi, akhirnya ada salah satu bagian yang berhasil dikuasai Belanda, namun Patih Jelantik tetap bertahan.Perang Jagaraga IIIni terjadi karena Raja Buleleng merampas kapal Belanda sehingga terjadi pertempuran dan Buleleng jatuh ke tangan Belanda. Kemudian raja menyingkir ke benteng Jagaraga bersama Patih Jelantik.

Sebab Umum :Belanda yang merajela di pengusahaan perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan.Belanda bermaksud untuk menguasai Kalimantan Selatan.Belanda terlalu ikut campur tangan dengan urusan kerajaan.Sebab Khusus :Pangeran Hidayatullah yang seharusnya menjadi Sultan Banjar ditangguhkan oleh Belanda kesultanannya yang kemudian menganggap Tamjidullah sebagai sultan yang sebenarnya tidak berhak menjadi sultan. Setelah mencopot Tamjidullah dari kursi sultan, Belanda membubarkan Kesultanan Banjar.

Perang Banjar (1859-1905)

Pangeran Hidayatullah yang ditangguhkan kesultanannya oleh Belanda semakin geram melihat sikap Belanda yang kemudian mengangkat Tamjidullah sebagai sultan. Tamjidullah tidaklah disenangi oleh masyarakat Banjar, akibatnya kekacaun terjadi. Para tokoh-tokoh seperti Pangeran Antasari dan Aling serta para punggawa Kesultanan Banjar yang tidak suka dengan Belanda mendorong terjadinya perang untuk mengusir Belanda dari tanah Banjar dan mengembalikan Kesultanan Banjar ke Pangeran Hidayatullah.

Pangeran Hidayatullah, Pangeran Antasari dan para tokoh besar lainnya melakukan gerilya untuk menghancurkan pos-pos Belanda. Mereka tidak pernah menyerah ataupun mau menerima imbalan agar menghentikan perang. Perang ini berkobar selama beberapa dekade, hingga Pangeran Hidayatullah tertangkap saat menyerbu pos Belanda di Barabai bersama dengan Demang Lehman, ia lalu diasingkan ke Cianjur bersama anggota keluarganya yang ikut bergerilya

Setelah Sultan Hidayatullah ditipu belanda dengan terlebih dahulu menyandera Ratu Siti (Ibunda Pangeran Hidayatullah) dan kemudian diasingkan ke Cianjur, maka perjuangan rakyat Banjar dilanjutkan pula oleh Pangeran Antasari. Sebagai salah satu pemimpin rakyat yang penuh dedikasi maupun sebagai sepupu dari pewaris kesultanan Banjar.Untuk mengokohkan kedudukannya sebagai pemimpin perjuangan umat Islam tertinggi di Banjar bagian utara (Muara Teweh dan sekitarnya), maka pada tanggal 14 Maret 1862, bertepatan dengan 13 Ramadhan 1278 Hijriah.

Dengan seruan :"Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah!Setelah berjuang di tengah-tengah rakyat, Pangeran Antasari kemudian wafat tanpa pernah menyerah, tertangkap, apalagi tertipu oleh bujuk rayu Belanda pada tanggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang, dalam usia lebih kurang 75 tahun. Menjelang wafatnya, beliau terkena sakit paru-paru dan cacar yang dideritanya setelah terjadinya pertempuran di bawah kaki Bukit Bagantung.

Asal AsulDi awal abad ke-20, penduduk Batak Toba hidup berkelompok dengan marga-marga otonom.Setiap daerah atau clan otonom tersebut mempunyai raja. Sisingamangaraja adalah pemimpin (religius) yang paling disegani saat itu.Sisingamangaraja adalah keturunan seorang pejabat yang ditunjuk oleh Raja Pagaruyung yang sangat berkuasa

Perang Tapanuli (1870-1907)

Latar Belakang Terjadinya Perlawanan Sisingamangaraja (perang tapanuli) :Perang Tapanuli (1878-1907) terjadi karena diberlakukannya politik liberal yang membebaskan para pengusaha Eropa untuk dapat menyewa tanah penduduk pribumi dengan harga murah.Adanya Zending atau misi penyebaran agama kristen di Tapanuli dan sekitarnya.Belanda memperluas kekuasaannya dalam rangka Pax Netherlandica.Kemarahan sisingamangaraja atas penempatan pasukan Belanda di Tarutung .

Jalannya peperanganPada tanggal 16 Februari 1878 dan penyerangan ke pos Belanda di Bahal Batu mulai dilakukan.Pada tanggal 14 Maret 1878 datang Residen Boyle bersama tambahan pasukan yang dipimpin oleh Kolonel Engels sebanyak 250 orang tentara dari Sibolga.Pada tanggal 1 Mei 1878, Bangkara pusat pemerintahan Sisingamangaraja diserang pasukan kolonial.Pada tahun 1877 para misionaris di Silindung dan Bahal Batu meminta bantuan kepada pemerintah kolonial Belanda dari ancaman diusir oleh Singamang