bangunan kolonial belanda "museum semarajaya"

Download Bangunan Kolonial Belanda

Post on 21-Nov-2014

527 views

Category:

Design

7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Salah satu peninggalan kolonial Belanda di Kabupaten Klungkung, Bali, Indonesia. Ciri dan karakteristik bangunan kolonial.

TRANSCRIPT

  • 1. MATA KULIAH ARSITEKTUR INDONESIA PERAN & PENGARUH ARSITEKTUR KOLONIAL PADA MUSEUM SEMARAJAYA DI KLUNGKUNG (KELAS A) OLEH: DWI ADINTYA ERADIPUTRA 1104205008 DOSEN PEMBIMBING Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, MSi Dr. Ir. A.A Ayu Oka Saraswati, M.T JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2014 MATA KULIAH ARSITEKTUR INDONESIA PERAN & PENGARUH ARSITEKTUR KOLONIAL PADA MUSEUM SEMARAJAYA DI KLUNGKUNG (KELAS A) OLEH: DWI ADINTYA ERADIPUTRA 1104205008 DOSEN PEMBIMBING Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, MSi Dr. Ir. A.A Ayu Oka Saraswati, M.T JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2014 MATA KULIAH ARSITEKTUR INDONESIA PERAN & PENGARUH ARSITEKTUR KOLONIAL PADA MUSEUM SEMARAJAYA DI KLUNGKUNG (KELAS A) OLEH: DWI ADINTYA ERADIPUTRA 1104205008 DOSEN PEMBIMBING Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, MSi Dr. Ir. A.A Ayu Oka Saraswati, M.T JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 2014
  • 2. ii Arsitektur Indonesia | Jurusan Arsitektur | Fakultas Teknik | Universitas Udayana Kata Pengantar Puji syukur saya panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat-Nya, saya dapat mewujudkan dan menyelesaikan sebuah tugas Peran & Pengaruh Arsitektur Kolonial Pada Museum Semarajaya di Klungkung mata kuliah Arsitektur Indonesia. Serta puji syukur pula saya panjatkan atas kekuatan yang diberikan-Nya, sehingga saya mampu menuangkan pikiran dan ide-ide kedalam tugas ini. Di sisi lain, penulis tak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, MSi dan Dr. Ir. A.A Ayu Oka Saraswati, M.T selaku pembimbing. Demikian pula saya mengucapkan terima kasih yang sedalam- dalamnya terhadap keluarga dan teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan tugas ini. Penulis merasa bangga mempunyai keluarga dan teman yang mampu membimbing dan mendukung dengan sangat baik. Dalam pembuatan tugas Peran & Pengaruh Arsitektur Kolonial Pada Museum Semarajaya di Klungkung ini tentunya masih terdapat kekurangan, maka dengan tangan terbuka saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Akhir kata penulis meminta maaf jika ada kesalahan dan kata-kata yang kurang berkenan. Semoga tugas ini dapat diterima dan berguna bagi pembaca. Denpasar, Mei 2014 Dwi Adintya Eradiputra
  • 3. iii Arsitektur Indonesia | Jurusan Arsitektur | Fakultas Teknik | Universitas Udayana DAFTAR ISI Kata Pengantar ................................................................................................. ii Daftar Isi........................................................................................................... iii Daftar Tabel dan Gambar................................................................................. iv BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah...................................................................................... 1 1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2 1.4 Manfaat ..................................................................................................... 2 1.5 Sistematika Penulisan ............................................................................... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................... 4 2.1 Pengertian Peran......................................................................................... 4 2.2 Pengertian Pengaruh................................................................................... 4 2.3 Pengertian dan Karakteristik Arsitektur Zaman Kolonial Belanda ........... 4 BAB III ARSITEKTUR MUSEUM SEMARAJAYA ................................ 9 3.1 Letak Museum Semarajaya........................................................................ 9 3.2 Sejarah Museum Semarajaya ..................................................................... 10 3.3 Arsitektur Museum Semarajaya................................................................. 11 BAB IV PEMBAHASAN............................................................................... 15 4.1 Batasan Pembahasan Museum Semarajaya ............................................... 15 4.2 Elemen Arsitektur Kolonial Pada Museum Semarajaya............................ 16 4.3 Peran & Pengaruh Arsitektur Kolonial di Museum Semarajaya ............... 21 BAB V PENUTUP.......................................................................................... 22 5.1 Kesimpulan ................................................................................................ 22 5.2 Saran........................................................................................................... 22 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 23
  • 4. iv Arsitektur Indonesia | Jurusan Arsitektur | Fakultas Teknik | Universitas Udayana DAFTAR TABEL DAN GAMBAR A. Tabel No. Tabel Keterangan Halaman Tabel 4.1 Elemen Arsitektur Kolonial Belanda di Museum Semarajaya. 15,16 B. Gambar No. Gambar Keterangan Halaman Gambar 2.1 Tipologi Bentuk Jendela Bangunan Kolonial 7 Gambar 3.1 Letak Museum Semarajaya Ditinjau Dari Pulau Bali 9 Gambar 3.2 Letak Museum Semarajaya di Klungkung 9 Gambar 3.3 Tanda Peresmian Museum Semarajaya Oleh Menteri Dalam Negeri RI 10 Gambar 3.4 Karang Goak di Bebaturan Museum Semarajaya 11 Gambar 3.5 Karang Tapel di Bebaturan Museum Semarajaya 12 Gambar 3.6 Arca Kala di Museum Semarajaya 12 Gambar 3.7 Arca Dewa di Museum Semarajaya 12 Gambar 3.8 Patung Naga Sebagai Pengapit Tangga di Museum Seamrajaya 13 Gambar 3.9 Berbagai Jenis Pepatraan di Bebaturan Museum Semarajaya 13 Gambar 3.10 Konsep Tri Angga di Bangunan Museum Semarajaya 14 Gambar 3.11 Perspektif Museum Semarajaya Diambil Dari Atas Bale Kulkul 14 Gambar 4.1 Perspektif & Fasade Depan Museum 16 Gambar 4.2 Pintu Ganda di Serambi Depan Museum 17 Gambar 4.3 Jendela Kayu di Museum Semarajaya 17
  • 5. v Arsitektur Indonesia | Jurusan Arsitektur | Fakultas Teknik | Universitas Udayana Gambar 4.4 Jendela Kayu Persegi di Museum Semarajaya 17 Gambar 4.5 Jendela Kayu Persegi Panjang di Museum Semarajaya 17 Gambar 4.6 Gevel di Fasade Depan Museum Semarajaya 18 Gambar 4.7 Balustrade di Bagian Batur Museum Semarajaya 18 Gambar 4.8 Ilustrasi Denah Museum Semarajaya 19 Gambar 4.9 Cripedoma di Fasade Depan Museum 20 Gambar 4.10 Deretan Kolom di Selasar Depan Museum Semarajaya 20
  • 6. 1 Arsitektur Indonesia | Jurusan Arsitektur | Fakultas Teknik | Universitas Udayana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Arsitektur adalah ruang tempat hidup manusia, yang lebih dari sekedar fisik, tapi juga menyangkut pranata-pranata budaya dasar. Pranata ini meliputi: tata atur kehidupan sosial dan budaya masyarkat, yang diwadahi dan sekaligus mempengaruhi arsitektur. (Rappoport, 1981) Arsitektur adalah cerminan dari kebudayaan, oleh karena itu, dari sebuah karya arsitektur, kita dapat mengetahui latar belakang budaya satu bangsa, (Hidayatun, 2005). Dari pengertian arsitektur di atas dapat disimpulkan bahwa arsitektur selalu dipengaruhi oleh sosial dan budaya masyarakatnya. Perkembangan arsitektur sejalan dengan perkembangan perbedaan manusia dari periode ke periode berikutnya. Dimana manusia membutuhkan ruang sebagai wadah kegiatan hidup dengan aman, nyaman, bermanfaat, dan dapat memberikan kenikmatan, dan rasa kebahagiaan. Demikian pula dengan arsitektur di Indonesia, perkembangan arsitektur di Indonesia dipengaruhi oleh perkembangan sosial dan budaya masyarakatnnya, termasuk juga pengaruh dari zaman kolonialisme Belanda. Pada masa penjajahan Belanda, Indonesia mengalami pengaruh Occidental (Barat) dalam berbagai segi kehidupan termasuk dalam tata kota dan bangunan. Para pengelola kota dan arsitek Belanda banyak menerapkan konsep lokal atau tradisional dalam perencanaan dan pengembangan kota, permukiman dan bangunan-bangunannya. Adanya pencampuran budaya, membuat arsitektur kolonial Belanda di Indonesia menjadi fenomena budaya yang unik. Arsitektur kolonial di berbagai tempat di Indonesia bila diteliti lebih jauh, mempunyai perbedaan-perbedaan dan ciri tersendiri antara tempat yang satu dengan yang lain. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang permasalahan peran dan pengaruh arsitektur kolonial di Indonesia, maka penulis mengambil studi kasus bangunan Museum Semarajaya
  • 7. 2 Arsitektur Indonesia | Jurusan Arsitektur | Fakultas Teknik | Universitas Udayana di Kabupaten Klungkung sebagai objek pengamatan. Dari objek tersebut dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1.2.1 Elemen arsitektur kolonial apa saja yang terdapat pada Museum Semarajaya? 1.2.2 Bagaimana peran & pengaruh arsitektur kolonial di Museum Semarajaya? 1.3 Tujuan Berdasarkan latar belakang serta rumusan masalah, maka ditentukan tujuan dari pengerjaan makalah ini yaitu sebagai berikut: 1.3.1 Untuk mengetahui elemen-elemen arsitektur kolonial yang ada di Museum Semarajaya. 1.3.2 Untuk mempelajari dan mengetahui peran & pengaruh arsitektur kolonial di Museum Semarajaya. 1.4 Manfaat Manfaat yang didapat baik bagi penulis maupun pembaca yaitu untuk mengetahui peran dan pengaruh dari arsitektur kolonial di Indonesia, khususnya pada bangunan Museum Semarajaya serta elemen-elemen arsitektur kolonial yang terdapat di banguna

Recommended

View more >