materi akts manajemen

Download MATERI AKTS MANAJEMEN

Post on 21-Jul-2015

67 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

OPERATING BUDGET Anggaran operasional yang disusun perusahaan untuk periode mendatang yang terdiri dari : 1. Sales budget/anggaran penjualan 2. Production budget/anggaran produksi 3. Direct materials usage budget 4. Direct materials cost budget/anggaran biaya bahan langsung 5. Direct materials purchases budget/anggaran pembelian bahan langsung 6. Direct labor cost budget/anggaran buruh langsung 7. Overhead cost budget/anggaran biaya overhead 8. Unit cost of ending inventory budget/anggaran biaya produksi per unit persediaan akhir 9. Costof goods sold budget/anggaran harga pokok penjualan 10. Proyeksi laporan laba rugi/projected income statement ILUSTRASI : 1. Sales budget, misalnya pada bulan Maret 2011 yad PT. SOPONYONO ingin menjual 50.000 unit produknya dengan harga jual @ Rp 31.000 maka : PT. SOPONYONO Sales Budget For March, 2011 Units Sold Price/Unit Total 50.000 unit Rp 31.000 Rp 1.550.000.000

2. Production budget, misalnya persediaan produk jadi per 28 Pebruari ada 15.000 unit dan diharapkan persediaan produk jadi per 31 Maret ada 20.000 unit, maka : PT. SOPONYONO Production Budget For March, 2011 Units sold 50.000 unit Units ending inventory desired 20.000 unit Units to be needed 70.000 unit Units beginning inventory (-) 15.000 unit Units to be produced 55.000 unit

3. Direct materials usage budget, misalnya untuk memproduksi produk jadi dibutuhkan 2 Meter Bahan A dan 5 unit Bahan B, maka : PT. SOPONYONO Direct Materials Usage Budget For March, 2011 Material A Material B Units production 55.000 unit 55.000 unit Requirement/Unit 2 meter 5 unit Units to be used for production 110.000 meter 275.000 unit

4. Direct materials cost budget, misalnya harga pokok Bahan A Rp 5.000/meter dan Bahan B Rp 300/unit, maka : PT. SOPONYONO Direct Materials Cost Budget For March, 2011 Material A Material B Total Units to be used 110.000 unit 275.000 unit Cost/Unit Rp 5.000 Rp 300 Direct materials cost Rp 550.000.000 Rp 82.500.000 Rp 632.500.000

5. Direct materials cost purchases budget, misalnya persediaan bahan per 28 Pebruari adalah 40.000 meter Bahan A dan 100.000 unit Bahan B, sedangkan persediaan bahan per 31 Maret yang diharapkan 30.000 meter Bahan A dan 75.000 unit Bahan B, maka : PT. SOPONYONO Direct Materials Puchases Budget For March, 2011 Material A Material B Total Units to be used 110.000 meter 275.000 unit Units ending inventory desired 30.000 meter 75.000 unit Total units to be needed Units beginning 140.000 meter 350.000 unit inventory (-) 40.000 meter (-) 100.000 unit Units to be purchased 100.000 meter 250.000 unit Cost/unit Rp 5.000 Rp 300 Total costs of purchases Rp 500.000.000 Rp 75.000.000 Rp 575.000.000

6. Direct labor cost budget, misalnya untuk memproduksi produk jadi dibutuhkan 2,50 jam kerja buruh langsung di Dept. Processing dan 0,50 jam kerja buruh langsung di Dept Finishing, dengan tarip upah per jam Rp 3.000,- dan Rp 1.000,-, maka : PT. SOPONYONO Direct Labor Cost Budget For March, 2011 Dept. Processing Dept. Finishing Total 55.000 unit 55.000 unit 2,50 hours 0,50 hours 137.500 hours 27.500 hours Rp 3.000 Rp 1.000 Rp 412.500.000 Rp 27.500.000 Rp 440.000.000

Units production Hours/unit Total hours Rate/hour Direct labor cost

7. Overhead cost budget, misalnya biaya overhead variabel dibebankan pada produk dengan tarip Rp 1.500,- per unit produk dan overhead tetap dianggarkan sebesar Rp 68.750.000,- per bulan, maka : PT. SOPONYONO Overhead Cost Budget For March, 2011 Variable overhead : Units production 55.000 unit Rate/unit Rp 1.500,Variable overhead cost Rp 82.500.000 Fixed overhead cost 68.750.000 Total overhead cost Rp 151.250.000

8. Unit cost of ending inventory budget PT. SOPONYONO Unit Cost of Ending Inventory Budget For March, 2011 Direct materials cost Rp 632.500.000 Direct labor cost 440.000.000 Overhead cost 151.250.000 Total cost of production Rp 1.223.750.000 Units production (:) 55.000 unit Unit cost of ending inventory Rp 22.250 9. Cost of goods sold budget PT. SOPONYONO Cost of Goods Sold Budget For March, 2011 Total cost of production Rp 1.223.750.000 Beginning inventory (15.000 unit @ Rp 22.250) 333.750.000 Cost of goods available for sale Rp 1.557.500.000 Ending inventory (20.000 unit @ Rp 22.250) (-) 445.000.000 Cost of goods sold Rp 1.112.500.000 10. Projected income statement, misalnya dianggarkan biaya penjualan dan biaya administrasi per bulan masing-masing Rp 139.500.000,- dan Rp 4.650.000,-, maka : PT. SOPONYONO Projected Income Statement For March, 2011 Sales Rp 1.550.000.000 Cost of goods sold 1.112.500.000 Gross margin Rp 437.500.000 Operating expenses : Selling expenses Rp 139.500.000 Administrative expenses 4.650.000 Total operating expenses 144.150.000 Net income Rp 293.350.000

CASH BUDGETAdalah anggaran penerimaan dan pembayaran/pengeluaran kas selama periode tertentu, shg dpt diketahui terjadinya surplus/defisit kas pd periode mendatang. Apabila pd periode mendatang diperkirakan akan tdpt surplus kas, mk dpt direncanakan penggunaannya untuk menambah pendapatan perusahaan (misal : diinvestasikan pd surat-surat berharga spt saham, obligasi, dll), sedang apabila defisit mk dpt direncanakan pencarian sumber untuk menutupnya (misal : mengajukan pinjaman ke bank, menjual surat-surat berharga, menjual aktiva yg tidak produktif, dll). Sumber penerimaan kas meliputi : penjualan tunai, penagihan piutang, penjualan aktiva tetap, penjualan investasi surat berharga, pinjaman dr bank, penerbitan saham, dll Peruntukan pembayaran kas meliputi : pembelian tunai, pembayaran hutang dagang, pembelian aktiva tetap, pembelian investasi surat berharga, pembayaran hutang bank, perolehan kembali saham treasury, pembayaran deviden, dll

Kerangka Cash Budget : Beginning Cash Balance Add : Cash Receipts Cash Available Less : Cash Disbursements Less : Minimum Cash Balance Cash Surplus (Deficiency) Add : Cash From Loans Less : Loans Repayment Add : Minimum Cash Balance Ending Cash Balance xxx xxx xxx (xxx) (xxx) xxx xxx (xxx) xxx xxx ====

ILUSTRASI : PT. ANDRIJAYA akan menyusun anggaran kas untuk bulan Juli 2005 dg data sbb : Penjualan bulanan : Bulan Penjualan Tunai April Rp 10.000.000,Mei 11.000.000,Juni 12.000.000,Juli 13.000.000, Pembelian bulanan : Bulan Pembelian Tunai Mei Rp 6.000.000,Juni 6.600.000,Juli 7.000.000,-

Penjualan Kredit Rp 15.000.000,16.000.000,17.000.000,18.000.000,-

Total Penjualan Rp 25.000.000,27.000.000,29.000.000,31.000.000,-

Pembelian Kredit Rp 9.000.000,9.600.000,10.200.000,-

Total Pembelian Rp 15.000.000,16.200.000,17.200.000,-

Pola penagihan piutang dagang, menurut pengalaman : 30% tertagih pd bulan penjualan pd periode potongan (termin 2/10, n/30) 50% tertagih pd bulan pertama sesudah bulan penjualan 18% tertagih pd bulan kedua sesudah bulan penjualan 2% tidak tertagih Pola pembayaran hutang dagang, menurut pengalaman : 40% dibayar pd bulan pembelian pd periode potongan (termin 3/10, n/30) 60% tertagih pd bulan pertama sesudah bulan pembelian Biaya operasi diperkirakan Rp 2.500.000,- per bulan, dimana 10% mrpk biaya dibayar di muka yg jatuh tempo/expired dan 20% mrpk depresiasi aktiva tetap. Biaya pajak penghasilan diperkirakan sebesar Rp 2.250.000,- tunai. Penjualan nilai residu peralatan (yg telah habis masa manfaatnya), yg mempunyai nilai buku Rp 2.000.000,- seharga Rp 2.700.000,-. Pembelian peralatan baru Rp 12.000.000,- dg membayar uang muka 2% dan sisanya dicicil dg 3 kali cicilan bulanan plus bunga (flat) 9% per tahun. Saldo kas per 30 Juni 2005 Rp 7.500.000,Maka : Penerimaan kas dr penagihan penjualan kredit pd bulan Juli : Dr penjualan kredit Mei : 18% x Rp 16 juta = Dr penjualan kredit Juni : 50% x Rp 17 juta = Dr penjualan kredit Juli : 30% x Rp 18 juta x 98% = Total penerimaan penagihan piutang dagang Pembayaran kas untuk pembelian kredit pd bulan Juli : Pembelian kredit Juni : 60% x Rp 9,60 juta = Pembelian kredit Juli : 40% x Rp 10,20 juta x 97% = Total pembayaran hutang dagang

Rp

2.880.000,8.500.000,5.292.000,Rp 16.672.000,-

Rp

5.760.000,3.957.600,Rp 9.717.600,-

Pembayaran kas untuk biaya operasi tunai = Rp 2,50 juta (30% x Rp 2,50 juta) = Rp 1.750.000,Pembayaran uang muka pembalian peralatan : 20% x Rp 12 juta = Rp 2.400.000,-

PT ANDRIJAYA CASH BUDGET JULI 2005 PENERIMAAN KAS : Penjualan tunai Juli Penagihan penjualan kredit : Dari penjualan kredit Mei Dari penjualan kredit Juni Dari penjualan kredit Juli Penjualan peralatan Total penerimaan kas PEMBAYARAN KAS : Pembelian tunai Pembayaran pembelian kredit : Dari pembelian kredit Juni Dari pembelian kredit Juli Pembayaran biaya operasi Pembayaran biaya pajak Pembayaran uang muka pembelian peralatan Total pembayaran kas Surplus (defisit) kas Saldo Kas per 30 Juni 2005 Saldo Kas per 31 Juli 2005

Rp 13.000.000,Rp 2.880.000,8.500.000,5.292.000,16.672.000,2.700.000,Rp 32.372.000,-

Rp Rp 5.760.000,3.957.600,-

7.000.000,-

9.717.600,1.750.000,2.250.000,2.400.000,Rp 23.117.600,9.254.400,7.500.000,Rp 16.754..400,=============

STATIC BUDGET Vs FLEXIBLE BUDGET Static (fixed) budget adalah budget yg disusun unt tingkat aktivitas tertentu dan bersifat tetap dlm rangka mengevaluasi kinerja suatu departemen dlm perusahaan berapapun tingkat aktivitas aktual yg terjadi. ILUSTRASI : Pelaporan kinerja Dept. Produksi : dg membandingkan biaya aktual pdaktivitas aktual 3.000 unit dg anggaran biaya yg disusun pd aktivitas 2.400 unit sbb : Aktual (3.000 Unit) Rp 927.300,450.000,Anggaran (2.400 Unit) Rp 624.000,360.000,Varians (600 Unit) Rp 303.300,- U 90.000,- U

Bahan Langsung Buruh Langsung Overhead : Overhead Variabel : o Perlengkapan o Buruh Tak Langsung o Tenaga Overhead Tetap : o Supervisi o Depresiasi o Sewa Total Biaya Produksi Keterangan : F = Favourable ; U = Unfavourable

80.000,220.000,40.000,90.000,200.000,30.000,Rp 2.037.300,==========