jabar tolak komunisme

Download JABAR TOLAK KOMUNISME

Post on 07-Mar-2016

325 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Dari Bandung untuk Indonesia

TRANSCRIPT

  • Dari Bandung untuk Indonesia

    Wisata Jawa BaratFOTO-FOTO: NET

    REDAKSI /IKLAN : JALAN BUAHBATU NO 32 BANDUNG TEL 022-7330803PEMASARAN: JALAN BUAHBATU NO 32 BANDUNG TEL 022-7330803 FAX 022-7310606E-MAIL: inilahkoran@inilah.com

    MINGGU 5 AGUSTUS 2012 INILAH GRUP : INILAH KORAN PORTAL NEWS : WWW. INILAH.COM, WWW.INILAHJABAR.COM, WWW.YANGMUDA.COM WWW. JAKARTAPRESS.COM MAJALAH: INILAH REVIEW

    JADWAL WAKTU SALAT BANDUNG

    SUMBER: KEMENTERIAN AGAMA JAWA BARAT

    MESRA DENGAN KEKASIH

    DUA PELURU BARU MISI REVANS

    ARTIS cantik Pevita Pearce terlihat semakin mesra dengan

    Banyu Biru. Keduanya terlihat akrab dan mesra saat

    masak di Dapur Cinta. >>BACA HAL 16

    SETELAH menggaet Santi Cazorla, Arsenal ingin segera merampungkan proses transfer Nuri Sahin. Arsenal

    makin gencar berburu pemain. Kini, selangkah lagi Tim Gudang Peluru mendapatkan gelandang

    Malaga, Santi Cazorla. >>BACA HAL 15

    ANDY Murray menantang Roger Federer, di final cabang tenis tunggal putra Olimpiade London 2012. Mampukah dia menuntaskan dendam? Murray tampil impresif sepanjang turnamen. >>BACA HAL 14

    KONTUR tanah di KRCLIPI ternyata tidak hanya cocok ditanami dan ditumbuhi flora asli Indonesia. Beberapa jenis tanaman buah-buahan dari Negeri Padang Pasir pun ternyata dapat tumbuh di sini. Hal ini terbukti dengan tumbuhnya buah tin dan zaitun, pemberian Muammar Qadhafi serta buah jeruk Tunisia dari Raja Tunisia.

    Secara logika, kedua jenis buah tersebut ti-dak dapat tumbuh di daerah KRC-LIPI yang berhawa dingin. Jeruk Tunisia merupakan ma-

    kanan untuk kaum bangsawan di Tunisia. Ke-dua jenis buah ini merupakan buah yang langka dan sulit tumbuh di negara-negara lain.

    Saat ini di KRC-LIPI terdapat sekitar 22 pohon buah jeruk Tunisia. Kandungan vitamin C yang terdapat dalam buah jeruk Tunisia ter-sebut cukup tinggi. Sehingga di negara asalnya buah tersebut merupakan makanan khusus untuk kaum bangsawan.

    >> bersambung hal 11

    Tak Perlu ke

    Surga Flora di Kaki Gunung Gede

    >> bersambung hal 11

    INILAH/BAMBANG PRASETHYO

    KEBUN RAYA CIBODAS

    >> bersambung hal 11

    ANTARA/FANNY OCTAVIANUS

    INILAH, Jakarta Hiruk-pikuk kasus dugaan ko-rupsi di Korps Lalu Lintas Mabes Polri harus dikem-balikan ke relnya. Yang perlu dicermati adalah proses penyelesaian kasus, bukan rivalitas antara KPK-Polri.

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Ke-amanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menyam-paikan hal tersebut di Jakarta, Sabtu (4/8). Dia menyu-arakan imbauannya itu antara lain untuk media massa yang lebih menyorot rebutan KPK-Polri yang dinilai sudah tidak kondusif lagi.

    Media massa lebih baik menyoroti langkah penye-lesaian kasus dugaan korupsinya untuk ditindaklanjuti lebih jauh, kata Djoko di Kementerian Koordinator Polhukam, Jalan Medan Merdeka, Jakarta.

    Djoko mengatakan, media massa dan masyarakat mendorong agar KPK-Polri bisa lebih bersinergi dalam rangka penyelesaian dugaan korupsi Rp196 miliar itu.

    Kawal Kasusnya, Jangan Rivalitasnya

    IMBAU: Menko Polhukam Djoko Santoso mengimbau publik tidak memperuncing rivalitas KPK dan Polri.

    TANDA TANGAN: Tokoh veteran Angkatan 45, Solihin GP membubuhkan tanda tangannya pada deklarasi penolakan masyarakat Jawa Barat atas kemungkinan kembalinya paham komunisme ke Indonesia. Bagi Mang Ihin dan tokoh lain, Pancasila dan NKRI adalah harga mati.

    >> e-Paper inilahkoranhttp: //www.inilah.com/ikoran

    EDISI NO 268 TAHUN I/2012

    RP 2.000

    JABAR TOLAK KOMUNISME

    Jepang

    Mengawal Pancasila adalah harga mati. Juga bagi masyarakat

    Jabar. Dia tak boleh tersentuh

    komunisme, fundamental,

    atau radikalisme.Suara laki-laki itu masih

    terdengar lantang. Masih se-perti dulu-dulu, ketika ma-sih muda. Padahal, 13 tahun lagi, usianya persis satu abad. Laki-laki itu, Solihin Gautama Purwanegara. Urang Sunda lebih mengenalnya sebagai Mang Ihin.

    Di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Sabtu (4/8), Mang Ihin jadi pusat perhatian. Veteran pejuang 45 itu hadir dan menyuara-kan pandangannya pada aca-ra deklarasi Menolak Ideo-logi Selain Pancasila. Tak ada yang berubah pada Mang Ihin soal kesetiaannya pada Pancasila.

    KALAU di Gedung Putih bisa, kenapa tidak di Cianjur. Maka, untuk melihat bunga sakura, kini tak mesti ke Jepang. Cukup ke Cianjur saja.

    Eksotisme panorama flora di Kebun Raya Cibodas-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (KRC-LIPI) Cianjur, memang cukup menakjubkan. Berbagai spesies ta-naman dari seluruh Indonesia dan dunia, tumbuh dan berkembang di kawasan yang berada di Kampung Rarahan, Desa Cibodas.

    >> bersambung hal 11

    SELAIN dua hal yang sudah dibahas kemarin, masih banyak yang menyebabkan bekunya hati. Salah satunya adalah soal mata. Setan masuk seiring pandangan untuk menyalakan api syahwat. Hati yang membuka akan membuat manusia terjerumus mengikuti hawa nafsu.

    Bersabdalah Nabi SAW: Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik. (HR: Ahmad).

    Yang juga membuat hati beku adalah urusan perut. Karena itu, makanlah secukupnya. Makan berlebihan, selain tidak sehat, juga akan membuat malas. Imam SfafiI pernah menceritakan betapa selama 16 tahun dirinya hanya pernah satu kali kenyang sekali dan kemudian memuntahkannya.

    Pun, tidur berlebihan. Tidur semalam suntuk, antara lain, menghadirkan risiko seseorang tak menjalankan salat malam. Kata Nabi SAW: Itulah orang yang telinganya atau kedua telinganya dikencingi setan. (HR: Bukhari dan Muslim).

    Selain itu, yang perlu dijauhi agar hati tidak beku adalah menggunjingkan, apalagi menghina ulama. Ulama memiliki ilmu syari.

    Termasuk pula orang yang tidak merenungi ayat-ayat Alquran. Sebab, Alquran adalah sekaligus sebagai sumber ilmu dan petunjuk arah bagi umat Islam sepanjang masa. Yang terakhir ini kebekuan hatinya dinilai sudah sedemikian tinggi. (*)

    Penyebab Kebekuan Hati (2)

    TGL IMSAK SUBUH ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA

    05/8 04.28 04.38 11.58 15.19 17.53 19.03

    Tausiah

    Melihat Sakura Mekar

  • INILAH GRUP: INILAH KORAN PORTAL NEWS : WWW. INILAH.COM, WWW. INILAHJABAR.COM, WWW.YANGMUDA.COM, WWW. JAKARTAPRESS.COM MAJALAH INILAH REVIEW - MINGGU 5 AGUSTUS 2012

    LintasJabar >2

    BAU pungutan liar (pungli)

    menyeruak pada pembuatan KTP

    elektronik di Kota Bandung.

    Salah satunya di Kecamatan

    Coblong.Proses perekaman data

    diduga dimanfaatkan oknum petugas untuk menarik pungutan. Padahal, jelasjelas proses pembuatan eKTP itu gratis.

    Adalah Ahmad Pandu, warga Jalan Cisitu Lama No 33 RT 05/10 Kelurahan Dago, yang meneriakkan adanya praktik pungli tersebut. Sekretaris RW 05 ini mengaku banyak menerima laporan dari warganya, terkait pungutan ilegal tersebut.

    Modusnya, warga yang tidak terlayani pada siang hari, bisa dilayani pada malam hari asalkan mengeluarkan sejumlah uang.

    Oknum petugas itu menawarkan pelayanan perekaman data di malam hari asal ada uang rokok dan uang takjil, istilah mereka, ucap Ahmad kepada wartawan, Sabtu (4/8).

    Selain menyasar korban perorangan, oknum petugas kecamatan juga memanfaatkan kelompok masyarakat dalam menjalankan aksinya, misal perRT. Ada RT menawar Rp150.000, tapi oknum itu tidak menerima dan mengaku sanggup melayani warga satu RT dengan

    catatan memberi Rp1 juta, ungkap Pria yang akrab disapa Asto ini.

    Asto menyebutkan, jumlah yang harus disetorkan masingmasing warga bervariatif mulai Rp10.000 hingga Rp20.000. Padahal sudah jelasjelas di surat undangan tertulis tidak dipungut biaya. Selain itu, di kantor kecamatan juga tersebar pengumuman tanpa pungutan apapun.

    Herannya oknum petugas itu berani meminta pun

    gutan dan beroperasi di luar jam operasional kantor kecamatan. Setelah ramai diperbincangkan, ucap Asto, warga langsung mengeluh ke kantor Kecamatan, dan akhirnya kegiatan perekaman data di malam hari pun dihentikan.

    Sekarang tidak ada lagi perekaman data di malam hari, bahkan kemarin saya langsung dipanggil Pak Camat untuk mengklarifikasi. Di sana saya jelaskan semuanya, tandasnya

    Saat dikonfirmasi, Ca

    mat Coblong Anton Sugiana membantah adanya pu ngutan pada proses pembuatan eKTP tersebut. Tidak ada pungutan apapun karena sudah jelas digratiskan. Dalam kesempatan sosialisasi di warga pun, saya nyatakan ini gratis tanpa pungutan, tegas Anton.

    Pihaknya pun menyatakan sudah melakukan pene lusuran dan tidak me nemukan halhal yang janggal. Kita sudah selidiki seperti apa bentuk pu ngutannya.

    Bahkan RT dan RW sudah dikonfirmasi dan menyatakan tidak ada, tegas Anton.

    Karean itu, Anton mengaku kaget mengetahui laporan warga yang menyatakan ada pungli pada perekaman data eKTP. Bahkan Anton menagsakan, saat ini tidak ada pelayanan perekaman eKTP di malam hari. Semuanya dilakukan pada pagi sampai sore hari, tidak ada pelayanan di malam hari, pungkasnya.

    (evi damayanti/den)

    Ada Pungli pada KTP ElektronikPerekaman Dilakukan Malam Hari dengan Tarif Rp10.000-20.000

    REKAN DATA: Wali Kota Bandung Dada Rosada menjalani perekamanan data KTP elektronik saat peluncuran E-KTP di Kantor Kecamatan Coblong, beberapa waktu lalu. Perekaman data yang seharus dilakukan gratis, disalahgunakan oleh oknum petugas yang mengutip pungutan liar.

    INILAH/BAMBANG PRASETHYO

    INILAH, Bandung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandung Barat menegaskan akan menentukan sikap jika surat balasan dari Bupati soal pelaksanaan Pilkada tak kunjung datang. Tenggat waktu penyerahan jawab an dari Bupati Bandung Barat itu sendiri diundur hingga Senin (6/8) besok.

    Kami masih menunggu, tapi kami juga punya otoritas untuk menetapkan sesuatu jika surat itu tak kunjung datang, kata ketua KPU KBB Asep Mamat saat dihubungi INILAH, Sabtu