fresnel zone

Download fresnel zone

Post on 11-Nov-2015

18 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fresnel zone

TRANSCRIPT

BABIPENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian

Sektor Telekomunikasi Seluler di Indonesia merupakan salah satu sektor yang menjadi tumpuan hidup sebagian masyarakat Indonesia. Sektor ini dapat memenuhi kebutuhan telekomunikasi antar masyarakat, menciptakan lapangan kerja, menciptakan pendapatan, dan menghasilkan pajak serta retribusi untuk proses pembangunan.

Hal ini sudah diatur dalam PMB 4 Menteri tentang Pedoman Pembangunan Menara Bersama bahwa menara telekomunikasi yang akan atau telah dibangun, lokasinnya harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana detail tata ruang wilayah kabupaten/kota. Selain itu diatur juga oleh Perkominfo No. 2 Tahun 2008, bahwa pemerintah daerah harus menyusun pengaturan penempatan lokasi menara sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku.

Pemerintah daerah dalam menyusun pengaturan penempatan menara sebagaimana dimaksud pada Perkominfo No. 2 Tahun 2008 ayat (1) harus mempertimbangkan aspek-aspek teknis dalam penyelenggaraan telekomunikasi dan prinsip-prinsip penggunaan menara bersama. Dan tidak lupa adannya Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah No. 28 Tahun 2009 terdapat

dalam Pasal 109 tentang Retribusi Jasa Umum dimana objek retribusi jasa umum adalah pelayanan yang disediakan atau diberikan pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.

Kebutuhan masyarakat terhadap sektor telekomunikasi terutama telekomunikasi seluler harus dioptimalkan dalam hal cakupan sinyal telekomunikasi dalam rangka untuk memperluas atau menambah kapasitas jaringan telekomunikasi.

Untuk memperluas atau menambah kapasitas jaringan yang dilakukan pada umumnya adalah penambahan lokasi penempatan BTS (Base Transceiver Station) atau yang lebih dikenal dengan nama Site. Dimana BTS berfungsi untuk menjembatani perangkat komunikasi pengguna jaringan menuju jaringan lain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut pada tahap awal para operator atau pemilik proyek harus melakukan survey site.

Survei site merupakan tahapan awal dari suatu rencana pembangunan jaringan telekomunikasi yang merupakan hal penting dalam proses pembangunan dan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan untuk proses selanjutnya. Survei ini untuk mendapatkan lokasi yang terdekat dengan nominal koordinat yang ada dalam desain jaringan.

Salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung yang belum ada jaringan seluler telekomunikasi adalah di Kecamatan Pacet. Jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung adalah sebanyak 31 kecamatan. Kecamatan Pacet merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung dengan luas wilayah

6.853,70 ha. Luas wilayah Kabupaten Bandung sendiri adalah 176.234,67 ha dengan jumlah penduduk pada tahun 2010 sebesar 3.2 15.548 jiwa. Jumlah penduduk laki-laki 1.638. 623 jiwa (50,96%) dan perempuan 1.576.925 Jiwa (49,04%), (BPS, 2011).

Lingkup pekerjaan untuk memperluas atau menambah kapasitas jaringan (survei site) tersebut salah satunya adalah Line of Sight (LoS) Survey. Dalam upaya untuk membangun jaringan LoS Survey tersebut, diperlukan kajian yang komprehensif agar tidak terjadi kerugian baik dari sisi pemberi kerja (PT. Indosat) maupun sisi pelaksana kerja (PT. Ervina).

Kerugian yang dirasakan/diterima pemberi kerja (PT. Indosat), biasanya terlepas dari tidak tepatnya spesifikasi barang/bahan yang digunakan oleh pelaksana kerja dan lokasi yang tidak sesuai dengan titik koordinat. Akibatnya hasil pekerjaan yang tidak optimal dantempat LoS Survey yang tidak mengena terhadap konsumen yang membutuhkan jaringan tersebut atau tidak tepat sasaran.

Dari sisi pelaksana pekerjaan, apakah pekerjaan yang dilaksanakan tersebut memberikan profit maksimal, atau sebaliknya justru rugi, dikarenakan tanpa perhitungan biaya yang realistis, yaitu tidak menggunakan metode yang logis/umum yang hanya di kira-kira, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih besar daripada dana yang telah dianggarkan/diberikan oleh pemberi kerja (PT. Indosat).

Disamping dari kedua hal tersebut, perlu juga dilihat dari sisi konsumen (masyarakat), dengan dibangunnya jaringan/proyek itu apakah masyarakat merasa diuntungkan atau sebaliknya, yaitu merasa terganggu dengan dibangunnya jaringan tersebut.

Dengan latar belakang tersebut, penulis akan mengkaji dari berbagai kelayakan diantranya yaitu kelayakan lokasi, kelayakan finansial dan kelayakan ekonomi. Kelayakan lokasi bertujuan untuk melihat kelayakan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat untuk pembangunan Site, sehingga pembangunan Site akan lebih terarah, sesuai dengan RTRW dan titik koordinat serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat disekitar Site.

Kelayakan finansial bertujuan untuk melihat kelayakan secara finansial pembangunan Site. Kriteria kelayakan finansial yang digunakan yaitu NPV, IRR dan B/C Ratio. Fokus kajian kelayakan finansial yaitu biaya yang akan dikeluarkan PT. Ervina untuk melakukan pekerjaan LoS Survey apakan harga yang ditawarkan oleh pihak operator selaku pihak yang memberi pekerjaan bisa diterima oleh PT. Ervina selaku pihak yang menerima pekerjaan atau tidak.

Sedangkan kelayakan ekonomi dalam penelitian ini yaitu bertujuan untuk melihat dampak secara ekonomi dari adanya pembangunan Site. Sehingga dengan adanya pembangunan Site, diharapkan dapat memberikan manfaat atau dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat seperti adanya peningkatakan perekonomian masyarakat, penyerapan tenaga kerja dan dampak ekonomi lainnya.

Adapun manfaat lain yang bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar Kecamatan Pacet adalah bisa dengan leluasa menggunakan perangkat telepon seluler karena jaringannya sudah tersedia, karena dijaman serba teknologi ini, perangkat telepon seluler sudah bukan menjadi barang yang langka atau mewah karena semua lapisan masyarakat perlu akan komunikasi khususnnya untuk di Desa Lembur Awi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Dengan adannya pembangunan infrastruktur yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan maka tentunya akan meningkatkan perekonomian di daerah tersebut. Selain itu, menara-menara yang dibangun di daerah Pacet ini dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat pada umumnya supaya bisa memanfaatkan teknologi yang ada dan juga dapat meningkatkan perekonomian dengan contoh adanya komunikasi yang dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian.

Maka berdasarkan Latar Belakang tersebut, penulis sangat tertarik untuk meneliti kelayakan investasi LoS Survey pada Site Lembur Awi di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung yang akan penulis tuangkan dalam sebuah skripsi dengan judul Analisis Kelayakan Investasi Site Lembur Awi Dengan Line Of Sight (LoS) Survey Di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian pada Latar Belakang, maka masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apa yang dijadikan pertimbangan dalam pembangunan BTS di Site Lembur Awi?

2. Bagaimana kelayakan Pembangunan Site Lembur Awi dilihat dari kelayakan finansial (NPV, IRR dan B/C Ratio)?

3. Bagaimana kelayakan Pembangunan Site Lembur Awi dilihat dari kelayakan ekonomi?

1.3Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui yang dijadikan pertimbangan dalam pembangunan BTS di Site Lembur Awi.

2. Untuk mengetahui kelayakan Pembangunan Site Lembur Awi dilihat dari kelayakan finansial (NPV, IRR dan B/C Ratio).

3. Untuk mengetahui kelayakan Pembangunan Site Lembur Awi dilihat dari kelayakan ekonomi.

1.4Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan, diantaranya yaitu:

1. Untuk Kepentingan Penulis

Sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh penulis selama dibangku perkuliahan dan menambah ilmu pengetahuan serta pengalaman mengenai kelayakan investasi pada suatu proyek guna mempersiapkan diri dalam memasuki dunia kerja, melalui pengolahan data dan kunjungan langsung ke tempat yang dijadikan objek penelitian dalam penelitian ini. Selain itu kegunanaan penelitian ini juga sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Pasundan Bandung.

2. Untuk Kepentingan Akademis

Dapat digunakan sebagai bahan informasi agar dapat digunakan untuk studi-studi selanjutnya dalam pengembangan ilmu ekonomi.

3. Untuk Kepentingan PT. Ervina

Dapat memberikan informasi kelayakan proyek pendirian Site Lembur Awi yang akan dilaksanakan oleh PT. Ervina selaku penerima kerja dari pemberi kerjaan (PT. Indosat). Sehingga hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi PT. Ervina dalam melakukan pengambilan keputusan yang berkaitan den gan masalah yang ada dalam penelitian ini.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1Kajian Pustaka

2.1.1 LoS (Line ofSight)

Dengan banyaknya operator, wilayah Indonesia sekarang banyak dijumpai tower-tower Base Transceiver Station (BTS). Pembangunan BTS sendiri diatas permukaan bumi erat kaitannya dengan bidang Geodesi. Tingkat keberhasilan pencarian lokasi BTS yang tepat agar mencapai Line of Sight (LoS) dengan lokasi titik BTS yang lain dapat ditentukan dengan keakuratan melakukan survei topografi yang meliputi survei GPS dan penggunaan study map.

10

Pada pembangunan BTS melibatkan sumber daya manusia dari berbagai disiplin ilmu. Pada awal pembangunan BTS, langkah pertama yang ditempuh adalah melakukan pemilihan tempat atau lokasi dimana BTS tersebut dibangun, melakukan desain RBS (Radio Base System), melakukan desain transmisi, yang kemudian setelah semuanya tidak mengalami kendala dari proses perizinan dari pemerintah daerah dan masyarakat terkait, maka tower BTS dapat dibangun.

Recommended

View more >