arsitektur kolonial belanda di kawasan ijen

Download Arsitektur Kolonial Belanda di Kawasan Ijen

Post on 09-Aug-2015

602 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DAFTAR ISI DAFTAR ISI.............................................................................................................................1 BAB I........................................................................................................................................2 PENDAHULUAN.....................................................................................................................21.1 Latar Belakang.............................................................

TRANSCRIPT

DAFTAR ISI DAFTAR ISI.............................................................................................................................1 BAB I........................................................................................................................................2 PENDAHULUAN.....................................................................................................................21.1 Latar Belakang........................................................................................2 1.2 Identifikasi Masalah.................................................................................3

BAB II.......................................................................................................................................4 PEMBAHASAN.......................................................................................................................42.1 Arsitektur Kolonial Belanda......................................................................4 2.2 Sejarah Perkembangan Arsitektur Kolonial Belanda di Kota Malang.......9 2.2.1 Perkembangan Arsitektur 1914-1940.............................................9 2.3 Sejarah Perkembangan Arsitektur Kolonial Belanda di Kawasan Ijen....19

1

ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA DI KAWASAN IJEN KOTA MALANG BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia merupakan negara yang strategis, dimana sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah kepulauan. Karena Indonesia adalah negara yang sangat strategis, maka Indonesia sering dijajah oleh negara abdi kuasa dunia. Negara-negara penjajah tersebut diantaranya yaitu Negara Belanda. Belanda menjajah Indonesia kurang lebih tiga setengah abad, atau sekitar 350 tahun. Indonesia merdeka pada tanggal 18 Agustus setelah dijajah oleh Jepang selama kurang lebih tiga tahun. Belanda melakukan penjajahan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Negara Indonesia dikuasai oleh Belanda di segala bidang. Bidang-bidang tersebut meliputi bidang ekonomi, politik, seni, sosial dan budaya. Karena terlalu lama dijajah oleh Belanda, Indonesia banyak terpengaruh oleh penjajah Belanda yang biasa dikenal dengan istilah Kolonial. Peninggalan karya arsitektur kolonial Belanda merupakan salah satu rekaman sejarah dalam bentuk nyata yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat pada masa lalu hingga kini, sekaligus sebagai bukti sejarah yang bisa dikenang tentang kandungan segi-segi historisnya. Indonesia sebagai pewaris kolonialisme Belanda antara lain di bidang territorial dan infrastruktur bahkan di sejumlah struktur dan unsur-unsur arsitektural seperti kontruksi bangunan, material yang digunakan serta bentuk-bentuk pada bangunan-bangunan publik. Dampak dan pengaruh dari penjajahan ini sangatlah kuat. Salah satunya dalam bidang seni, yaitu arsitektural. Salah satunya terdapat bangunan-bangunan yang bergaya arsitektur Kolonial Belanda. Salah satu kota yang pernah dikuasai oleh Belanda ialah Kota Malang. Kota Malang merupakan kota terbesar kedua yang di Jatim, juga karena pertumbuhan kotanya yang sangat menakjubkan pada awal abad ke 20. Kota Malang sering disebut sebagai salah satu hasil perencanaan kota kolonial yang terbaik di Hindia Belanda pada jamannya1. Bagaimana proses pertumbuhan kotanya dari sebuah kabupaten kecil pada tahun 1900 an, merupakan obyek yang sangat menarik untuk diteliti. 2

Selain itu Malang juga mempunyai banyak peninggalan arsitektur kolonial yang sampai sekarang masih berdiri megah. Perkembangan arsitektur selalu selaras dengan perkembangan kota. Kota-kota kolonial di Jawa secara geografis selalu terbagi menjadi kota Pasisir dan Kota Pedalaman4. Malang sendiri merupakan kota pedalaman. Letaknya yang cukup tinggi (450 m diatas permukaan laut) serta sekitarnya yang merupakan daerah perkebunan, membuat kota ini menjadi sangat strategis dan tumbuh dengan cepat sebagai kota kedua yang terbesar di Jatim. Sampai tahun 1914 Malang mash merupakan sebuah kota kabupaten , bagian dari Karesidenan Pasuruan. Salah satu kendala tidak bisa berkembangnya kota-kota pedalaman adalah masalah prasarana dan komunikasi. Pembangunan prasarana secara besar-besaran di Jawa termasuk Malang) baru dimulai setelah th. 1870. Salah satu bangunan yang merupakan hasil dari pembangunan kota Malang sejak era kolonalisme yang tetap ada hingga saat ini adalah bangunan-bangunan yang terdapat di Kawasan Ijen, yang memiliki sejarah dan perkembangan bentuk yang menurut penulis sangat menarik untuk diadakan sebuah kajian. Ditunjang dengan lokasi yang strategis dan pengaturan fasad serta orientasi bangunan mengarah pada sudut datang kota Malang, bangunan ini merupakan contoh bangunan yang terencana dan terkonsep dengan baik sebagai bangunan publik. Oleh karena itu, kami trertarik untuk mengakaji peristiwa Arsitektur kolonial kota Malang dan perkembangannya serta aplikasi pada bangunan di Kawasan Ijen. Dalam hal ini kami mengupas tentang sejarah dari Kolonial Belanda dan perkembangannya secara fisik untuk sebagai wacana dan pengetahuan tentang salah satu contoh bangunan kolonialisme yang tetap ada di Malang hingga saat ini, dan sebagai bangunan publik yang tetap berfungsi dari era kolonalisme. 1.2 Identifikasi Masalah Kajian ini memiliki makna yaitu perkembangan bangunan bergaya Eropa yang berada di kota Malang tepatnya di kawasan Ijen kota Malang sebagai pusat perkembangan kota Malang di mana bangunan bergaya Eropa yang tetap ada walaupun telah mengalami banyak perubahan. Dalam hal ini kami fokuskan pada bangunan Perumahan, Gereja, Perpustakaan dan Museum yang berada di Kawasan Ijen Kota Malang untuk dikaji unsur historikal dan perkembangan bangunan secara fisik.

3

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Arsitektur Kolonial Belanda Pada tahun 1890 sampai 1910 merupakan masa transisi dalam perjalanan Arsitektur Modern . Timbullah 2 aliran di Eropa yaitu Art Nouveau dan Structure Rationalism yang sangat mendominasi waktu itu . Langgam Art Nouveau lahir di Belgia, berkembang ke Australia dan Belanda , kemudian berkembang subur di Jerman . Nama internasional stylenya adalah Jugenstyle . Gerakan ini merupakan gerakan seni terapan yang memproduksi barang-barang seperti ikat pinggang, sendok, garpu, meja, kusri, lampu ,pegangan tangga, pintu dan akhirnya seluruh bangunan .Wujud desainnya tampak sebagai pemberi hidup ( tampak menggeliat, meliuk,mengalun, berguling dan berdengus ) , tampak juga seperti sejenis flora aneh atau organisme hidup yang tidak mempunyai makna apapun, hanya dinamisme abstraknya saja . Tokoh yang terkenal adalah Antonio Gaudi dari Spanyol dengan karyanya La Grada Familia ( kuil untuk orang miskin ) yang seperti rimba . Namun langgam ini dapat memadukan hiasan dan struktur dengan baik sehingga bentuk bangunan mengikuti naluri tetapi tetap punya fungsi structural ( gaya Romantism ) . Reaksi dari langgam ini adalah munculnya gaya ragam hias seperti Art Deco dan Kubisme . Langgam Structural Rationalism ini mengutamakan suatu sistem struktur pada bangunan sebagai akibat langsung pada bentuk bangunannya sendiri . Salah seorang pelopornya adalah Violet Le Duc dari Perancis yang banyak bekerja sebagai restores pada bangunan Gothic di Eropa menyebabkan Le Duc yakin bahwa bentuk bangunan yang baik adalah sebagai akibat dari suatu sistem struktur yang benar. Pada langgam ini setiap elemen pada bangunan harus diperlihatkan dengan jelas mana yang structural dan mana yang non sruktural .Setiap detail sambungan harus dikerjakan secara benar dan teliti sehingga patut diperlihatkan apa adanya ( estetika detail ). Tokoh lainnya yang terkenal adalah Adof Loos yang sangat menentang tradisi dalam bangunan terutama dalam pandangan menghias bangunan dengan ornamen . Menurut Loos, seseorang baru berhasil menciptakan sesuatu yang baru kalau orang itu menciptakan apa yang belum pernah diciptakan orang sebelumnya . Bahkan menurut Loos, arsitektur bukanlah suatu seni namun wadah untuk memenuhi suatu kebutuhan . Bukunya Ornament and Crime sangat kontoversial pada waktu itu karena mengolok-olok bahwa warisan tradisi masa lalu merupakan kebudayaan Barbar . 4

Setelah Perang Dunia I selesai , muncullah sekolah Bauhaus di Weimar, Jerman pada tahun 1919 oleh Walter Grophius yang bertujuan menyatukan arsitek, seniman, dan tukang dengan prinsip There is no essential difference between the artist and the craftman , dimana simbolnya adalah bangunan yang disinari oleh 3 buah bintang . Di sekolah ini pendidikan dibagi 2 yaitu 6 bulan pertama pengenalan materi dan pemecahan berbagai masalah sederhana dan kemudian 3 tahun berikutnya mahasiswa harus memasuki berbagai bengkel ( bengkel batu , bengkel kayu, bengkel logam ,bengkel tanah liat, bengkel gelas, bengkel tenun, dan bengkel warna ), lalu setelah ujian dan lulus barulah mahasiswa menentukan jurusannya ( arsitektur , desain grafis , desain interior, atau desain industri ). Tujuan praktis dari sekolah ini adalah menciptakan suatu kehidupan baru dan style yang baru untuk suatu jaman yang baru dengan suatu kesatuan yang baru antara seni dan teknologi . Ketika Hitler berkuasa , sekolah ini ditutup dan para pengajarnya banyak yang pindah ke Amerika Langgam Art Nouveau melanda Belanda pada abad 19 ke abad 20, menjadi Neuwe Kunst . Langgam baru ini masih mempertahankan prinsip-prinsip bentuk alamiah tetapi fungsional dipegang sebagai patokan . Akibatnya terciptalah bangunan yang memakai bahan dasar dari alam yang dipasang dengan ketrampilan tangan yang tinggi dan memungkinkan dibuatnya berbagai ornamentasi yang indah namun tetap memperhatikan fungsinya . Pada perkembangan selanjutnya Neuwe Kunst pecah menjadi 2 yaitu Amsterdam School dan De Stijl ( The Style ) . Kelompok Amsterdam School lebih menitikberatkan pada orisinalitas dan alamiah . Alirannya Romantism dan dijuluki Dutch Expressionist Architecture yang berciri ketidakpuasan terhadap hasil desain industri . Bangunan karya merekan berdasarkan pengolahan massa yang kompak dan plastis , bahan dasar dari alam, orn

Recommended

View more >