sosialisme   saan kolonial hindia-belanda digeeerkan kekua- ... kolonial hindia-belanda

Download SOSIALISME    saan kolonial Hindia-Belanda digeeerkan kekua- ... Kolonial Hindia-Belanda

Post on 06-Mar-2019

234 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

SOSIALISME INDONESIA

* PERKEMBANGAN TJ iTA2NJA* KETEGASANNJA* SOSIALISME UTOPIA* SOSIALISME ILMIJAH

iO L E H :

K E T U A PAN1TIA P E M B IN A D JIW A R E V O L U S 1 /A N G G A U .TA PANITIA R E T O O L IN G A P A P -'--------] * '

N E G A R A

D R . H . R O E S L A N A B D U L G A N 1 W A M P A C H U S U S / M E N T E R I P E N E R A N G A N

T J E T A K A N K E VI

d i k e l u a r k a n o l e h j a j a s a n p r a p a n t j a

D JA N U A R I 1964

L

PERKEMBANGAN TJIXA-TJITA SOSIALISME

DI INDONESIA.

'2 TU 5 -

I .

PERKEMBANGAN TJITA-TJITA SOSIAIJSME DI INDONESIA.

n .

TENTANG KETEGASAN SOSIAUSME INDONESIA.

in.SOSIAIJSME UTOPIA.

IV.

SOSIAIJSME ILMIJAH.

PERKEMBANGAN TJITA-TJITA SOSIALISME DI INDONESIA.

Saudara-saudara sekalian,

Kuliah Umum tentang Perkembangan tjita-tjita Sosialisme di Indonesia ini akan saja bagi dalam bab-bab sebagai berikut:

I. Kata Pendahuluan.

n . Sosialisme bukan suatu paham baru dalam masja- rakat Indonesia.

m . Sosialisme menurut adjaran Marx-Engels.

IV. Pengadjar-pengadjar Utopis-Sosialisme.

V. Perkembangan scientific-Sosialisme.

VI. Pilihan paham-sosialisme untuk Indonesia,

a. Lahir karena kemiskinan Rakjat;

b. Pengaruh Kaum Sosial-demokrat Belinda;

c. Bertumbuh mendjadi P.K.I.;

d. Usaha men-synthesir Islam dan Marxisme;

e. Usaha men-synthesir Islam, Marxisme dan Na- sionalisme;

f. Marhaenisme.

VII. Pelaksanaan Sosialisme dewasa ini.

VUI. P e n u t u p .

7

I. KATA PENDAHULUAN.

Adjakan Presiden Sukarno kepada seluruh masjarakat bang- sa Indonesia, untuk bersama-sama dengan Pemerintah dan se- mua apparatuur Negara melaksanakan Sosialisme a la Indonesia, sebagai salah satu isi-pokok Amanat Penderitaan Rakjat, telah mendapat sambutan jang luar biasa dimana-mana.

Menurut pendapat saja maka djuga lingkungan-lingkungan jang menuntut ilmu-pengetahuan seperti perguruan-perguruan tinggi, tidak boleh dan tidak dapat ketinggalan dalam sam- butannja terhadap adjakan ini.

Sebab apa ?

Sebabnja ialah bahwa tjita-tjita sosialisme tidak hanja me- ngandung unsur-unsur ilmijah, tapi djuga mendasarkan segala pelaksanaannja atas basil penjelidikan setjara ilmijah.

Dimana Perguruan Tinggi Malang ini sedjak tiga tahun telah memulai dengan djurusan Hukum dan Pengetahuan Masjarakat, dan sekarang memulai dengan djurusan Tataniaga dan akan dilandjutkan dengan djurusan Pertanian dan djurusan Kedokteran Hewan, maka tidak sulit bagi seorang luaran, seperti saja ini, untuk menarik kesimpulan bahwa tentu disemua djurusan itu telah dan akan diadjarkan ilmu "Sosiologie .

Dan berbitjara tentang ilmu Sosiologie sebagai ilmu- pengetahuan jang menjelidiki dan mempeladjari segala se- luk-beluk masjarakat manusia, maka kita semua mengetahui bahwa ilmu tersebut bukan satu-satunja jang berbuat demikian. Dalam hal ini ilmu Sosiologie tidak berdiri sendiri. Bersamaan dengan ilmu Ekonomie, ilmu Sedjarah, ilmu Politik dan lain- lain ilmu Iasi, maka Sosiologie masuk dalam keluarga social sciences . Malahan ia adalah anggauta keluarga jang tergolong muda.

Bila seorang economist mempeladjari penghasilan dan pe- njebaran serta pembagian daripada pengolahan kekajaan Alam dalam arti jang seluas-luasnja; bila seorang historian men- tjoba menjusun hubungan-hubungan antar-kedjadian dari zaman jang lalu; dan bila seorang ahli ilmu politik mempeladjari dan menganalisa konsentrasi dan distribusi kekuasaan politik dalam berbagai-bagai masjarakat dan Negara; maka masing-masing dan mereka itu tadi sebenarnja hanja memusatkan perhatian- n,ia atas satu segi dari keseluruhan masjarakat itu. Ihnu Socio-

logie kini mentjoba untuk melihat masjarakat dalam keseluruh- annja , dalam antar-hubungannja dan antar-pengaruhnja, mentjoba mengsythesir dan menggeneralisir seluruh gerak masjarakat.

Sosialisme sebagai satu idee, sebagai satu tjita-tjita, meli- puti seluruh segi masjarakat; malahan memandang masjarakat sebagai suatu rangkaian-kesatuan. Dan sosialisme sebagai suatu gerakan dewasa ini telah berhasil membangunkan 13 Negara meliputi : 1.000 djuta umat manusia. Oleh karena itu heran kiranja, bahwa diperguruan-perguruan tinggi diluar ne- geri jang pemah saja kundjungi, baik dinegara-negara Barat maupun Timur, aliran-aliran sosialisme termasuk Marxisme, di- adjarkan dalam mata peladjaran sociologie.

Itulah sebabnja, maka saja berpendapat bahwa adjakan presiden kita untuk melaksanakan sosialisme harus pula men.' dapat perhatian dan sambutan oleh setiap Perguruan Tinggi sebagai sesuatu hal jang wadjar, sedjalan dengan apa jang dikata- kan oleh seorang negarawan Inggeris, bahwa a University should be a place of Light, of Liberty and of Learning .

II. SOSIALISME BUKAN SUATU PAH AM BAKU DALAM MASJARAKAT INDONESIA.

Saudara-saudara sekalian,Kuliah Umum ini dimaksud untuk sekedar memberikan

bantuan guna memperrftudah para mahasiswa dalam mempela- djarinja dan dalam memberikan pegangan jang lebih konkrit terhadap masalah Sosialisme a la Indonesia.

Atjara Perkembangan tjita-tjita sosialisme di Indonesia mengandung dua bagian dalam isinja, jang masing-masing perlu didjelaskan lebih dulu.

Pertama tentang perkataan perkembangan: dan kedua ten- tang perkataan sosialisme.

Jang saja maksud dengan perkembangan adalah sedjarah- nja, tapi dalam pengertian jang agak terbatas; sehingga dalam rangkaiannja dengan perkataan sosialisme, maka saja akan lebih menitik-beratkan pada sedjarah dan perkembangannja tjita-tjita sosialisme itu, daripada persoalan konsepsi Sosialisme a la Indonesia, baik konsepsi theorienja maupun konsepsi pelaksanaannja.

Atau dengan lain perkataan, saja akan lebih banjak mene- flgok kebelakang, kezaman lampau, daripada kezaman sekarang dan zaman depan; tidak karena saja tidak suka memandang ke- jiiUka; tapi karena tiap tengokan kebelakang tidak hanja berarti

Iretrospeksi tapi d ju g a in tro-speksi, dan retro -d an in tro -sp ek si itu m engandung hikm ah b a g i m asa depan.

M em buat blue-print dan kon stru k si perum ahan S osia lism e d iatas bum i Indonesia, m em erlukan pen jelid ikan dan penila ian daripada kuat-lem ahnja bum i itu, ja n g an tara la in d iten tu kan oleh Sang W aktu jan g lam pau. H asil pen jelid ikan dan penilaian itu akan m em berikan suatu "h istor ica l b a ck g rou n d ja n g b er- man.f3.at dan berharga.

K arena itulah sa ja m inta perhatian Saudara-saudara sek a lian, bah w a K uliah U m um sa ja ini akan d ititik -beratkan kepada perkem bangan t jita -t jita sosialism e itu.

S etjara sadar, m aka perkataan sosialism e sebaga i pen ger- tian tentang t jita -t jita m asjarak at adil dan m akm u r ja n g d i- dasarkan atas pen jelid ikan ilm ijah, m erupakan phenom ena baru, salah satu hasil daripada p ertem u an n ja an tara E ro - pah -B arat dengan In don esia ; a tau antara peradaban E rop a h dengan peradaban A s ia ; dan b ila k ita hendak m en ggu - nakan istilah n ja M rs. B A R B A R A W A R D (seora n g sar- d jana w anita In ggeris ja n g kini m en ga d ja r di G hana, A fr ik a ) ia adalah hasil interplay betw een E a st and W est ; a tau m enurut istilahn ja P ro f. T O Y N -B E E hasil daripada T he en cou n ter o f civ ilizations : atau bila k ita hendak m enuruti istilah ja n g keras, m aka kita dapat m enggunakan istilah dua sed jo li p ro fe so r B e- landa R O M E IN dan W B R T H E IM : de v ru ch t van de botsin gen tussen O ost en W est .

S a ja katakan disini setja ra sadar. J a n g sa ja m aksud ja la h b

bahwa situasi perekonomiannja adalah:hapasir hawukir ngadep segara kang bebandaran, hane- ngenake pasabinan. Bebek ajam radjakaja, endjang medal ing pangonan, surup bali ing kandange dewe-dewe. Wong kang lumaku dagang rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten sangsajaning margi ; jang menurut Bung Karno mengandung suatu ekonomis-ideal, dan berarti bahwa negaranja penuh dengan bandar-bandar, sawah-sawah, dan begitu makmumja hingga tidak ada pentjuri-pentjttri. Itik, ajam, temak pagi-pagi keluar sendiri ketempat angon, kalau sudah magrib pulang sendiri kekandangnja. Orang berdjalan dagang siang dan malam tidak ada putusnja, ka- rena tidak ada gangguan didjalan ;

bahwa susunan masjarakatnja adalah:,,tata-tentrem, kerta rahardja, gemah ripah, loh djinawi - jang menurut Bung Karno mengandung suatu sosial-ideal dan berarti bahwa negaranja adalah teratur, tenteram* orang bekerdja aman, orangnja ramah-tamah, berdiiwa ke- keluargaan, dan tanahnja subur ;

maka tegas-tegas BUNG KARNO hendak membuktikan bahwa tjsta-tjita Negara dan masjarakat adil dan makmur, iaitu m 47a rakat sosialis sudah beratusan tahun mendiadi milii, 3idaman Rakjat Indonesia. Bila lukisan M a n S da\ ldam- benar menggambarkan situasi masjarakat kita 1 (inn ?8X'

adanja keiad^an-keradjaan jang ma3faky^ja a d a l a b " ^ Soer-komumstis atau agrans-komunalistis agraris-

Dan bila 900 tahun kemudian, jaitu pada tahim iso m * saan kolonial Hindia-Belanda digeeerkan kekua-SAMIN alias Soerantiko, seorang petani di Rlnra f Jaran KJA1 kutnja sedjumlah lebih dari 2.300 kepala keliinr f ngan Pengi- di Bodjonesroro. dan dikabunaten-kabunat^. p i tersebar Grobogan, Pati dan Kudus (keterangan-keteBmbj?n?' ^Rawi, bil dari Encyclopaedic van Ned India +erfrangan ini saja am- dewasa ini ttaggal Lk. 50 k e la rg l l 819) dan 5anTapelan, Ketjamatan Nraho, KabunaVp* ja ^erpusat didesa an ini saja ambil dari penerbitan i eg0^ (keteranS-daerah Djawa Timur dalam serie nenerhFf- a^un 1955 tentang propinsi seluruh Republik Indonesia 1 Jan*Penerbi