analisis likuiditas saham dan return saham pra dan …

of 40/40
ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM PRA DAN PASCA MELAKUKAN STOCK SPLIT TAHUN 2008-2011 Oleh: MORDEKHAI BAGOES KEINTJEM NIM : 212009074 SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari Persyaratan-persyaratan untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI : MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2014

Post on 17-Oct-2021

1 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ANALISIS LIKUIDITAS SAHAM DAN RETURN SAHAM PRA DAN PASCA MELAKUKAN STOCK SPLIT TAHUN 2008-2011PASCA MELAKUKAN STOCK SPLIT
Guna Memenuhi Sebagian dari
N a m a : Mordekhai Bagoes Keinjem
N I M : 212009074
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi,
Judul :Analisis Likuiditas Saham dan Return Saham Pra dan Pasca Melakukan Stock
Split tahun 2008-2011
Tanggal di uji : 23 Januari 2015
Adalah benar-benar hasil karya saya.
Didalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagaian tulisan atau gagasan orang lain
yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol
yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri tanpa memberikan pengakuan pada
penulis aslinya.
Apabila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru
tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, saya bersedia menerima sanksi sesuai
peraturan yang berlaku di Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga, termasuk pencabutan gelar kesarjanaan yang telah saya peroleh.
Salatiga, 6 Januari 2015
MOTTO
“Mereka berkata bahwa setiap orang membutuhkan tiga hal yang akan membuat mereka
berbahagia di dunia ini, yaitu; seseorang untuk dicintai, sesuatu untuk dilakukan, dan sesuatu
untuk diharapkan. ~ (Tom Bodett)
Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali
apa yang belum kita capai. ~ (Schopenhauer)
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan
kepadamu ~ ( Matius 6 : 33)
ABSTRACT
The stock split is one of the actions that the company may be obtained from the capital market.
Stock split is performed issuers action by breaking the nominal value of shares into smaller
nominal corresponding stock split ratio determined. The purpose of research to whether there is
a difference whether the stock liquidity and stock returns before and after the stock split on
companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2008-2011. In this study, the sample to be used
is a company registered in Indonesia Stock Exchange in 2008-2011. Samples were selected by
purposive sampling method. The data used in this research is secondary data. To test this
hypothesis using two different test analysis of the average. The results showed that stock liquidity
was no significant difference before and after the company stock split and stock returns tidakda
significant difference before and after the company stock split.
Keywords: stock split, stock liquidity, stock returns
UCAPAN TERIMAKASIH
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah menuntun,
melimpahkan berkahNya, memberikan segala yang telah penulis perlukan, sehingga akhirnya
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai kelengkapan untuk memperoleh gelar
kesarjanaan dalam ilmu ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana.
Skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik berkat bimbingan, petunjuk, serta kerja sama
dari berbagai pihak terutama kepada ibu Maria Rio Rita selaku pembimbing yang telah banyak
memberikan kritik serta masukan yang bermanfaat. Untuk itu pada kesempatan ini, penulis
mengucapkan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Roos Kities Andasari SE.MBA.Phd selaku Kaprogdi Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana yang membantu
penulis dengan memberikan pengetahuan kepada penulis.
2. Ibu Maria Rio Rita SE.MSiselaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan inspirasi
dan motivasi, berusaha dengan sabar dan cermat dalam membimbing dan mengarahkan
penulis untuk menyelesaikan penelitian ini.
3. Ibu Ir. Lieli Suharti MM. Phdselaku Wali Studi yang telah memberikan dorongan dan
masukan, serta memberikan pengetahuan kepada penulis.
4. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana yang
telah memberikan bekal ilmu pengetahuan yang tak ternilai.
5. Staf dan Tata Usaha Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana
yang telah memberi bantuan administrasi dan teknis kepada penulis selama kuliah.
6. Papa dan mama yang selalu mendoakan dari jauh dan memberikan semangat dan dukungan
kepada penulis
7. Lois sebagai kakak yang sangat membantu penulis dan memberikan semangat dan doa
untuk penulis
8. Linda sebagai teman yang membantu dalam penulisan dan memberikan dorongan dan
semangat kepada penulis
9. Leony sebagai pacar yang selalu mendoakan penulis dan memberikan semangat kepada
penulis.
10. Buat teman-teman FEB angkatan 2009, terima kasih atas doa dan dukungan yang selalu
diberikan.
11. Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih untuk
semuanya.
Halaman Persetujuan/Pengesahan ............................................................................. iii
Stock Split................................................................................................................... 4
METODE PENELITIAN
Metode Analisis ......................................................................................................... 12
Saran .......................................................................................................................... 17
Latar Belakang
Suatu perusahaan dapat menghimpun dana dari para investor melalui pasar modal yang
ada. Dalam pasar modal , investor diberikan kewenangan untuk memilih saham dari perusahaan
yang go public dan diberikan kebebasan untuk menahan aset tersebut. Seperti yang diungkapkan
(Brigham dan Houston, 2004) bahwa pasar dikatakan efisien jika harga saham dengan cepat
dapat merefleksikan seluruh informasi yang tersedia di pasar. Dari pernyataan tersebut berarti
seluruh informasi yang tersedia di pasar akan mempengaruhi naik turunnya harga saham.
Syarat utama di mana investor bersediauntuk menyalurkan dananya adalah adanya
perasaan aman dalam berinvestasi,dan mereka dapat memperoleh informasi yang jelas, wajar dan
tepat waktu.Di pasar modal banyak sekali informasi yang dapat dimanfaatkan. Menurut
Tandelilin (2001:13), pasar modal berfungsi sebagailembaga perantara, di mana dalam fungsi ini
pasar modal menunjukkan peran yang sangat penting dalam menunjang perekonomian karena
pasar modal dapat menghubungkan pihak yangmembutuhkan dana dengan pihak yang memiliki
kelebihan dana. Pasar modal juga dapat sebagai wahana investasi bagi investor, pihak yang
mempunyai kelebihan dana, untuk dapat menginvestasikan uangnya dengan harapan
memperoleh return. Investor memilih pada perusahaan mana mereka menanamkan uangnya agar
memperoleh keuntungan maksimal, maka perusahaan yang berprospek baik sahamnya akan
sangat diminati. Dan salah satu informasi yang dapat didapat dari pasar modal adalah pemecahan
saham atau stock split
Stock split termasuk salah satu aksi perusahaan yang dapat diperoleh dari pasar modal
.Stock split adalah aksi emiten yang dilakukan dengan cara memecah nilai nominal saham
menjadi nominal yang lebih kecil sesuai rasio stock split yang ditentukan,
(Susiyanto,2004).Alasan perusahaan melakukan stock split adalah untuk menyesuaikan harga
pasar dari saham perusahaan pada tingkat dimana lebih banyak individu dapat menginvestasikan
dalam saham sehingga dapat meningkatkan jumlah saham yang beredar sehingga lebih mudah di
pasarkan. Stock split merupakan strategi perusahaan yang dilakukan di pasar modal untuk
menarik minat para calon investor (Wijanarko,2012). Perusahaan yang melakukan stock split
mempunyai motivasi sendiri dalam memecah sahamnya(Nurfitri dan Tjun , 2009).
Diungkapkan (Scott,et al,1999) dalam (Harsono,2004) alasan manajer perusahaan
melakukan stock split yaitu:
1. Agar harga saham tidak terlalu mahal sehingga dapat meningkatkan jumlah pemegang
saham dan meningkatkan likuiditas perdagangan saham.
2. Untuk mengembalikan harga dan ukuran perdagangan rata-rata saham kepada kisaran
yang tealah ditargetkan.
3. Untuk membawa informasi mengenai kesempatan investasi yang berupa peningkatan
laba dan deviden kas.
Diungkapkan dalam (Baskoro,2009) bahwa ada beberapa motivasi perusahaan dalam
melakukan stock splityaitu pertama , perusahaan melakukan stock split untuk menjaga nilai
saham perusahaan dalam nilai yang optimal , kedua yaitu perusahaan melakukan stock split
dilihat dari perhitungan bid- ask spread , pada kondisi nilai saham yang turun biaya perdagangan
meningkat dan mengakibatkan investor mengalami kerugian karena adanya penambahan biaya
perdagangan dan ketiga perusahaan melakukan stock split adalah mengurangi ancaman dari
pihak pemilik mayoritas.Ketiga motivasi di atas menunjukkan bahwa stock split menjadi salah
satu cara perusahaan untuk mengembangkan perusahaannya dengan cara melihat laporan
keuangan.
Melihat ketiga motivasi diatas mengartikan bahwa kegiatan stock split tersebut dapat
memiliki dampak terhadap kelikuiditasan saham dan tujuan melakukannya adalah harga saham
yang tidak terlalu tinggi akanmeningkatkan likuiditas perdagangansaham. Menurut Tandelilin
(2010) dalam Rusliati dan Farida (2010) likuiditas saham adalahtingkat keaktifan dari sebuah
saham untuk dapat dijual atau dijadikan uang tunai oleh investor yang memilikinya. Likuiditas
saham dapat terbentuk karena mekanisme permintaan dan penawaran terhadap saham. Semakin
banyak pelaku pasar yang diminati, pasar akan mendorong peningkatan saham. Dapat
disimpulkan bahwa likuiditas saham berkaitan dengan kemampuan dari sebuah saham untuk
dapat segera dijual dan dijadikan uang tunai oleh investor yang memilikinya ( Damayanti dkk ,
2014).
Likuiditas perdagangan saham juga akan mempengaruhi besarnya return saham yang akan
diperoleh.Tujuan investor dalam berinvestasi adalah ingin memperoleh return yang maksimal,
tanpa melupakan faktor resiko investasi yang harus dihadapinya. Return saham merupakan
imbalan keberanian investor menanggung resiko atas investasi yang dilakukannya ( Tandelilin
2001 :47). Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi, data berupa return realisasi
yang sudah terjadi atau return ekpektasi yang belum terjadi tetapi diharapkan terjadi dimasa
yang akan datang. Selisih antara return sesungguhnya terjadi dengan return ekspetasi disebut
return tidak normal (abnormal return) ( Jogiyanto,2008).
Rumusan penelitian yang akan diteliti di dalam penelitian ini adalah “apakah terdapat
perbedaan likuiditas saham dan return saham sebelum dan setelah melakukan stock split?”. Dari
rumusan penelitian tersebut , diambil data dari kegiatan stock split yang dilakukan semua
perusahaanpada tahun 2008 - 2011 berdasarkan data BEI.
Tujuan Penelitian :Untuk mengetahu iapakah aksi stock split dapat menimbulkan
perbedaan likuiditas saham dan return saham pada saat sebelum dan setelah melakukan stock
split pada perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008-2011
Manfaat Penelitian :Bagi investor, hasil penelitian diharapkan dapat digunakan
sebagaibahan pertimbangan dan referensi untuk pengambilan keputusaninvestasi, khususnya
untuk investasi saham di BEI. Bagi peneliti selanjutnya, menjadi bahan masukan dan
perbandingan untuk penelitian-penelitian yang terkait dengan judul ini.
TINJAUAN PUSTAKADAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Stock split adalah aktivitas perusahaan memecah selembar sahamnya menjadi n lembar
saham dengan maksud membuat harga saham tersebut tidak dinilai terlalu tinggi oleh pasar
sehingga diharapkan akan meningkatkan likuiditas perdagangannya, (Jogiyanto,2000:1-12).
Salah satu informasi penting yang dibutuhkan oleh investor yaitu mengenai informasi
pengumuman pemecahan saham (stock split). Perubahan nilai nominal tersebut hanya
mengakibatkan penambahan jumlah lembar saham, tetapi tidak mengubah jumlah modal
ditempatkan dan modal disetor (paid in capital). Dengan kata lain, aksi pemecahan saham tidak
akan mengurangi atau menambah nilai investasi dari pemegang saham / investor.Harga
perlembar saham baru setelah dilakukannya pemecahan saham akan menjadi 1/n dari harga
mula-mula(sebelum stock split), oleh karena itu, pada kenyataannya stock split tidak
meningkatkan nilai perusahaan (value of the firm) atau bisa dikatakan aktivitas pemecahan
saham tidak memiliki nilai ekonomis
Dengan mengurangi nilai pasar saham,cara yang biasa dipakai agar sahamnya tetap berada
dalam rentang perdagangan optimal adalah pemecahan saham (Stock split), sehingga daya beli
investor terutama investor kecil akan meningkat. Manajemen perusahaan menginginkan
sahamnya dimiliki secara luasuntuk menjaga hubungan dengan masyarakat yang lebih baik.
Dengan melakukan pemecahan saham , maka saham perusahaan tersebut dapat lebih kenal oleh
masyarakat dan menarik perhatian para investoruntuk berinvestasi.
Tujuan utamamelakukan pemecahansaham adalah untuk mengarahkan hargasahamnya
pada titik optimal sehingga likuiditassaham meningkat dan distribusinya menjadi lebih luas
(Dolley dalam Chotyahani, 2010).Perubahan nilai nominal tersebut hanyamengakibatkan
penambahan jumlah lembarsaham, tetapi tidak mengubah jumlah modalditempatkan dan modal
disetor (paid in capital).Dengan kata lain, aksi pemecahan saham tidakakan mengurangi atau
menambah nilai investasidari pemegang saham / investor.
Latar belakang perusahaan melakukan stock split dapat dijelaskan oleh duateori, yaitu
pertama, signaling theory merumuskan bahwa stock split dianggapsebagai tindakan manajemen
untuk memberikan sinyal kepada publik bahwaperusahaan memiliki prospek yang bagus di masa
yang akan datang. Stock splitmemberikan informasi mengenai kemungkinan return di mana
return tersebutmerupakan sinyal laba jangka pendek dan jangka panjang (Marwata,
2001).Kedua, trading range theory menyatakan tingkat harga saham yang tinggi menjadi
pendorong bagi manajemen untuk melakukan stock split( Sukardi , 2003).
Signaling theory menyatakan bahwa stock split perusahaan memberikan sinyal yang baik
kepada publik berkaitan dengan prospek perusahaan yang bagus dimasa depan, karena
perusahaan yang melakukan pemecahan saham adalah perusahaan yang memilki saham dengan
harga yang tinggi, harga saham yang tinggi itulah sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki
prospek masa depan yang baik, dimana harga saham yang tinggi mencerminkan bahwa
perusahaan memiliki kinerja yang baik ( Jogiyanto,2003). Trading Range Theory menyatakan
bahwa harga saham yang terlalu tinggi menyebabkan kurang aktifnya perdagangan saham
sehingga mendorong perusahaan untuk melakukan pemecahan saham. Dengan melakukan
pemecahan saham diharapkan akan semakin banyak investor yang melakukan transaksi (
Rumanti dan Moerdiyanto ,2012)
Manfaat split secara tidak langsung nampak pada laporan perusahaan, yaitu dampak yang
ditimbulkan dari sinyal yang ditimbulkan di bursa. Dampak ini bisa positif atau negatif. Jika
positif maka investor lebih tertarik untuk memperebutkan saham perusahaan itu yang tentu
berakibat harga saham tersebut meningkat dan akhirnya tujuan perusahaan untuk mencapai
seluas-luasnya kesejahteraan para pemegang saham perusahaan akan tercapai.Kenyataannya di
kalangan para investor muncul dua anggapan bahwa pertama, stock split menyebabkan
menurunnya harga saham sehingga banyak menarik investor kecil untuk investasi. Kedua,
dengan tingkat harga tertentu belum tentu menjamin stock split berhasil.
Menurut (Fama,1993) dalam (Baskoro,2009) , manfaat dari tindakan stock split yang
dilakukan perusahaan antara lain :
1) Harga tiap lembar saham yang rendah menyediakan marketabilitas yang lebih luas dan
efisien pasar yaitu kisaran harga tertentu(preferential) dengan tingginya persentase jumlah
volume lot yang dihasilkan.
2) Saham akan mempunyai daya tarik bagi para investor kecil dan mengkonversi pemilik lot
saham teratas (odd-lot) menjadi pemilik serangkaian lot saham (round-lot).
3) Jumlah shareholders akan mengalami peningkatan, yang berarti adanya penambahan
likuiditas pasar (relatif lebih mudah dan cepat dengan sekuritas yang diperdagangkan pada
harga minimum yang berbeda dari transaksi sebelumnya).
4) Dalam pengumuman stock split terdapat sinyal kuat yang disampaikan ke pasar bahwa
manajemen secara berkelanjutan optimis tentang pertumbuhan perusahaanya dan gambaran
kekuatan proyek perusahaannya.
Likuiditas saham merupakan salah satu indikator untuk melihat pasar bereaksi terhadap
suatu pengumuman. Likuiditas saham dapat dilihat dari volume perdagangan yang terjadi pada
suatu saham. Menurut Koentin (1992) dalam ( Purnamasari,2013), likuiditas saham adalah
kelancaran saham yang dimiliki seseorang yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai
melalui mekanisme bursa efek. Pengukuran likuiditas saham dapat salah satunya dapat dilakukan
dengan melihat Trading Volume Activity (TVA). Trading Volume Activity (TVA) adalah
instrument pengukuran reaksi pasar terhadap suatu informasi melalui parameter pergerakan
aktivitas volume perdagangan di bursa efek. Volume perdagangan saham merupakan rasio antara
jumlah lembar saham diperdagangkan pada waktu tertentu dengan jumlah lembar saham yang
beredar pada waktu tertentu ( Husna dkk, 2005). Sedangkan menurut ( Marwan dkk ,1998)
dalam (Wijanarko,2012) trading volume activity merupakan suatu instrumen yang dapat
digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi volume perdagangan saham
suatu perusahaan di pasar modal. Volume perdagangan saham merupakan salah satu parameter
aktivitas jual beli saham di bursa, semakin meningkat jual beli saham maka aktivitas perdaganan
saham dibursa juga akan semakin meningkat (Wijanarko,2012). Hal tersebut akan berpengaruh
pada permintaan dan penawaran akan saham tersebut. Saham dapat dikatakan likuid apabila
saham tersebut dapat dengan mudah ditransaksikan dalam kapasitas besar dengan biaya murah,
waktu singkat, serta tidak mempengaruhi harga, semakin lancar suatu saham maka akan
berpengaruh pada frekuensi transaksi yang semakin tinggi ( Purnamasari,2013). Respon yang
seperti itu menunjukkan tingginya minat investor dalam hal kepemilikan saham dan tentunya
akan memberikan peluang lebih besar untuk mendapat return dimasa yang akan datang.
Return Saham
Return saham adalah hasil atau tingkat keuntungan yang diperoleh pemegang saham
terhadap investasi yang telah dilakukan (Wijanarko,2012). Jika tingkat keuntungan akan
investasi tersebut tidak ada, maka investor akan berpikir ulang untuk melakukan investasi
kembali. Jadi setiap investasi baik jangka pendek ataupun jangka panjang memiliki tujuan utama
yaitu memperoleh keuntungan yang disebut sebagai return (Ang, 1997) dalam
(Wijanarko,2012).Return saham dibedakan menjadi dua yaitu return realisasi ( realized return
atau actual return) dan return ekspetasi (expected return), return realisasi adalah return yang
sudah terjadi dan dihitung berdasarakan data historis. Return ini adalah hasil dari selisih harga
sekarang dengan harga sebelumnya secara relatif. Return realisasi ini penting dalam mengukur
kinerja perusahaan sebagai dasar penentuan return ekspetasi (Wijanarko,2012). Return eskpetasi
merupakan yang diharapakan diperoleh dimasa yang akan datang (Jogiyanto,2003:109).
Sedangkan abnormal return adalah kelebihan dari actual return terhadap normal return (
Rumanti dan Moerdiyanto ,2012). Dengan demikian abnormal returnadalah selisih antara actual
return dan expected return.
Dalam teori efisiensi pasar bila pemecahan saham mengandung informasi maka pasasr
akan bereaksi. Reaksi pasar dapat dilihat dari abnormal return yang akan diperoleh investor,
maka pemecahan saham berpengaruh positif terhadap abnormal return( Wijanarko,2012),
sebaliknya jika pemecahan saham tidak mengandung informasi, maka pasar tidak akan bereaksi
sehingga tidak terdapat abnormal return (Jogiyanto,2003:369).
Almilia dan Kristijadi (2005)dalam penelitiannya yang mendapatkan hasil bahwa
pengumuman stock split yang dilakukan oleh perusahaan bertumbuh dan tidak bertumbuh
memiliki kandungan informasi sehingga direspon oleh para pelaku pasar dilihat dari adanya
perbedaan abnormal return yang signifikan. Ruliati dan Farida (2010) menemukan bahwa pada
periode perhitungan rata abnormal return selama periode yang diteliti menunjukkan bahwa
perusahaan mengalami penurunan abnormal return. Rata-rata return saham sesudah pemecahan
saham menurun, ditunjukkan oleh penurunan rata-rata abnormal return yang merupakan selisih
dari actual return dan expected return. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bawah tujuan
perusahaan melakukan pemecahan saham guna meningkatkan return pemegang saham tidak
tercapai. Perbedaan return menunjukkan adanya pengaruh pemecahan saham terhadap return
saham. Penelitian ini menguji reaksi pasar terhadap share split hanya pada likuiditas saham dan
return saham. Perusahaan yang mempunyai kinerja cukup baik akan mengalami peningkatan rata
abnormal return setelah dilakukannya pengumuman pemecahan saham. Penurunan rata-rata
abnormal return menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat harga saham setelah
dilakukannya pengumuman pemecahan saham, yang dapat diambil kesimpulan bahwa investor
bereaksi negative terhadap pengumuman pemecahan dan tidak tertarik untuk membeli saham
dengan nominal baru di perusahaan tersebut.
Rumanti dan Moerdiayanto (2012) menemukan bahwa Hasil uji beda menggunakan uji t
Paired Sample T-test sehingga variabel abnormal return dalam penelitian ini dikatakan
signifikan. Hasil analisis paired sample t test untuk abnormal return menyatakan bahwa terdapat
perbedaan abnormal return dalam selang waktu 10 hari sebelum pengumuman pemecahan
saham (stock split) dan 10 hari sesudah stock split. Hal ini karena informasi tersebut direspon
oleh publik yang ditunjukkan dengan reaksi pasar yang signifikan dan Secara umum informasi
yang terkandung dalam pengumuman stock split mempengaruhi return saham, pengumuman
stock split berpengaruh signifikan terhadap return saham hanya pada periode-periode tertentu
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat diambil hipotesa sebagai berikut:
H1 : Terdapat perbedaan return saham pada masa pra dan pasca dilakukannya stock split oleh
perusahaan pada periode 2008 – 2011.
Perbedaan Stock split terhadap Likuiditas Saham
Salah satu faktor untuk mengukur tingkat likuiditas saham adalah dengan menggunakan
Trading Volume Activity(TVA). Perkembangan volume perdagangan saham mencerminkan
kekuatan antara permintaan dan penawaran yang merupakan manifestasi dari tingkah laku
investor (Ang, 1997) dalam (Wijanarko,2012). Meningkatnya volume perdagangan saham juga
merupakan peningkatan aktivitas jual beli saham oleh para investor di bursa efek dan semakin
tinggi aktivitas jual beli saham oleh investor itu menunjukkan bahwa volume perdagangan saham
yang terjadi di bursa efek sangat tinggi dan akan mengakibatkan fluktruasi harga saham tersebut
dan semakin besar sehingga akan berpengaruh terhadap naiknya harga dan return yang akan
didapat.Sedikit banyak saham yang diperdagangkan dapat dilihat dari besarnya trading volume
activity (TVA) yaitu perbandingan antara jumlah saham yang diperdagangkan dengan jumlah
saham yang beredar. Dengan stock split yang dilakukan oleh emiten membuat harga saham lebih
rendah dan jumlah lembar saham menjadi lebih banyak dengan demikian diharapkan pasar
merespon positif dengan cara membeli saham tersebut yang dapat terlihat dari meningkatnya
TVA, sehingga akan meningkatkan likuiditas saham itu sendiri (Jogiyanto, 2003)
Sutrisno (2000) meneliti pengaruh stock split terhadap likuiditas saham pada 15
perusahaan yang terdaftar di BEJ pada periode Juli 1995 – Juli 1997. Diperoleh hasil penelitian
sebagai berikut :Rata – rata, volume perdagangan mempunyai hubungan yang negatif terhadap
persentase spread baik ditinjau secara individual ataupun sebagai sebuah portofolio. Jika ditinjau
secara individual, perubahan persentase spread yang semakin besar tidak disebabkan secara
signifikan oleh harga, volume maupun varians saham. Jika ditinjau sebagai sebuah portofolio,
perubahan persentase spread secara signifikan dipengaruhi oleh harga saham. Dengan semakin
besarnya persentase spread, secara keseluruhan baik ditinjau secara individual maupun sebagai
sebuah portofolio disimpulkan bahwa likuiditas saham mengalami penurunan setelah split.
Damayanti dkk, (2014) mengungkapkan terjadi perubahan pada tingkat TVA yang
dilakukan pada perusahaan yang diteliti. Trading volume activity setelah stock split yang
menunjukkanadanya peningkatan menunjukkan peristiwapemecahan saham yang
menurunkanharga saham yang terlalu tinggi mampumenarik kembali minat investor
untukmembeli saham tersebut. Terdapat perbedaan trading volume activity sebelum dan
sesudahperistiwa pemecahan saham (stock split). Hal ini terlihat dari hasil analisis selamaperiode
pengamatan yang menunjukkannilai signifikansi 0,021 dan lebih kecil dari α (0,05) yang berarti
ada perbedaan trading volume activity antara lima hari sebelum dan lima hari sesudah stock
split.Perubahan yang terjadi pada kegiatan stock splitdiharapkan dapat menurunkan harga saham
yang terlalu tinggi dan dapat menarik investor untuk membeli saham tersebut.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat diambil hipotesa sebagai berikut:
H2 : Terdapat perbedaan TVA pada masa pra dan pasca dilakukannya stock split oleh
perusahaan pada periode 2008 – 2011.
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini, populasi yang akan digunakan adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada tahun 2008-2011. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling yang
bertujuan untuk mengambil sampel berdasarkan kriteria tertentu sehingga pemilihan sampel
tersebut dapat mewakili populasi perusahaan yang sesuai dengan kriteria. Kriteria perusahaan
yang akan digunakan yaitu :
- Perusahaan yang melakukan kegiatan stock split antara tahun 2008-2011
Tabel 1. Populasi dan sampel
No Populasi dan Sampel Jumlah
1. Perusahaan yang listing di BEI tahun 2008 – 2011 440
2. Perusahaan yang tidak melakukan stock split tahun 2008 -2011 (410)
Total perusahaan yang melakukan stock split tahun 2008-2011 30
Sumber : www.idx.co.id
Indikator Empiris
Dilihat dari sampel dan jenis data yang didapat, maka didapatkan indikator empiris untuk
mengetahui perubahan likuiditas saham dan return saham pra dan pasca stock split yang akan
dihitung dengan variabel sebagai berikut :
Tabel 2. Indikator Empiris
NO Variabel Indikator Empiris
1 Likuiditas Saham TVA : jumlah saham X yang diperdagangkan pada periode
tertentu / Jumlah saham X yang beredar pada waktu tertentu
2 Return Saham Abnormal Return : ARit = Rit – E(Rit)
Sumber : (Wijanarko,2012)
ERt = expected return pasar pada hari ke t
Menghitung actual return
Menghitung expected return
Keterangan
αi = intercept, independen terhadap Rmt
βi = slope, resiko sistematis, dependen terhadap Rmt
εit = kesalahan residu sekuritas i pada periode estimasi ke t
Rmt = return pasar, yang dihitung dengan rumus :
IHSGt – IHSGt-1 / IHSGt-1
Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder . Data yang digunakan
adalah data historis tentang volume perdagangan dan harga saham secara harian dari perusahaan
yang melakukan stock split yang terdaftardi BEI dan melihat harga saham dari masing- masing
perusahaan yang melakukan stock split. Data yang digunakan volume perdagangan selama 3 hari
sebelum dan sesudah melakukan stock split ,harga saham 3 hari sebelum dan sesudah melakukan
stock split, jumlah saham sebelum dan sesudah stock split dan IHSG 3 hari sebelum dan sesudah
pemecahan saham diperoleh dari Bursa Efek Indonesia . Peneliti mencari data di BEI dan
mendapatkan informasi dari BEI bahwa tingkat perdagangan saham sudah tampak dalam 3 hari
sesudah dilaksanakannya pemecahan saham dan peneliti mencoba meneliti 3 hari sebelum dan
sesudah pelaksanaan stock split.
Metode Analisis
Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis uji beda dua rata-rata
. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis uji beda dua rata – rata (t-
test). Adapun tahap-tahap dalam pengujian sebagai berikut :
a) Mengidentifikasi tanggal pelaksanaan pemecahan saham hal ini dilakukan
untukmempermudah penetapan hari ke 0 sebagai hari peristiwa terjadinya pemecahan saham.
b). Menentukan event periode, yaitu periode waktu disekitar event time (ketika event
benar – benar terjadi). Event periode yang dipilih dalam penelitian ini adalah selama 6 hari, yaitu
3 hari sebelum pemecahan saham dan 3 hari setelah pemecahan saham. Window yang digunakan
hanya 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah stock splituntuk menghindari confounding effect yaitu
dampak tercampurnya suatu peristiwa dengan peristiwa lain (Wijanarko , 2012). Didasarkan
alasan di atas peneliti hanya menggunakan window 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah stock split
bertujuan untuk menghindari peristiwa lain yang bisa terjadi bersamaan dengan aksi stock split.
event date
event window
Gambar 3.1
c) Untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan dilakukan pembandingan secara
statistik rata–rata likuiditas saham dan rata –rata return saham dengan menggunakan ukuran
abnormalreturn, Trading Volume Activity (TVA) dan harga saham dengan hari ke 0 atau (event
date).
Selisih data pada setiap variabel terlebih dahulu diuji normalitasnya. Bila distribusi data
setiap variabel tidak normal , maka pengujian hipotesis dilakukan dengan metode statistika non
parametric, sebaliknya apabila distribusi data setiap variabel normal maka pengujian
menggunakan pengujian statistic parametric. Pengujian normalitas data dalam penelitian ini
menggunakan uji kolmogorov smirnov . Jika nilai probabilitas > 0,05 , maka distribusi data
adalah normal. Sebaliknya , jika nilai probabilitas ≤ 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
0 +3 -3
Untuk membuktikan apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan perusahaan pra dan
pasca stock split ,paired sample t test digunakan untuk melihat perbedaan kinerja keuangan
perusahaan pra dan pasca dilakukannya stock split. Uji ini digunakan untuk mengetahui ada atau
tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sampel yang tidak berhubungan. Jika ada
perbedaan, rata-rata manakah yang lebih tinggi. Atau dengan menggunakan uji Wilcoxon signed
rank test untuk melihat perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan setelah
dilakukannya stock split.
Berikut tabel yang menyajikan statistik deskriptif dari variabel likuiditas saham dan
return saham pada perusahaan setelah dan sebelum stock split tahun 2008 sampai dengan tahun
2011.
Statistika deskriptif likuiditas dan return saham Variabel Minimum Maximum Mean
(%) Sebelum
Sumber : data diolah 2014
1) Rata - rata tingkat return saham dari 30 perusahaan adalah sebesar 1,45% , sedangkan
return saham terendah sebanyak 0,51 terutama sebelum melakukan pemecahan saham
2) Rata - rata tingkat likuiditas dari 30 perusahaan adalah sebesar 2,58%, sedangkan
likuiditas terendah sebanyak 0,1 terutama sebelum melakukan pemecahan saham
Uji Normalitas
baik untuk variabel likuiditas saham dan return saham
Tabel 4
Likuiditas Saham 1x10 -3
menggunakan Kolmogorov-Smirnov sebelum dan sesudah perusahaan yang melakukan stock
split menunjukkan variabel, likuiditas saham dan return saham menunjukkan data tidak
berdistribusi normal karena memiliki nilai sig yang lebih kecil dari 0,05. Maka dari itu pengujian
hipotesis, likuiditas saham dan return saham, dilakukan juga uji Wilcoxon signed rank test.
Uji Hipotesis
Berikut hasil perhitungan perbedaan likuiditas saham dan return saham sebelum dan
sesudah stock Split menggunakan uji Wilcoxon signed rank test
Tabel 5
Perbedaan Likuiditas Saham dan Return Saham Sebelum dan Sesudah Stock Split
Variabel Probabilitas Perbedaan
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa baik variabel likuiditas saham memiliki perbedaan
sedangkan variabel return saham tidak memiliki perbedaan dapat dilihat dari tingkat signifikansi
pada variabel likuiditas saham yang lebih kecil 0,05 dan tingkat signifikansi return saham yang
berada di atas 0,05
split. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Damayanti ,dkk (2014) yang mengungkapkan tidak
terdapat perbedaan yang signifikan terhadap abnormal return saham pada perusahaan yang
melakukan pengumuman pemecahan saham, apabila terdapat perbedaan yang signifikan berarti
pasar bereaksi dengan adanya pengumuman kebijakan stock split. Abrnormal return saham
positif terjadi pada saat sebelum peristiwa stock split sedangkan pada saat setelah peristiwa stock
split, abnormal return mengalami fluktruatif. Apabila abnormal return bernilai negatif itu
artinya peristiwa pemecahan saham tersebut membawa informasi buruk karena return yang
dihasilkan lebih kecil dari return yang diharapkan. Perubahan abnormal return bisa terjadi
karena informasi tentang adanya peristiwa stock split belum bisa diterima secara merata oleh
investor. Para investor dapat memprediksi informasi yang dibawa oleh adanya stock split dan
lebih mempercayai perusahaan yang benar – benar memberikan return dan keuntungan daripada
perusahaan yang hanya menunjukkan keuntungan dimasa yang akan datang. Hasil tersebut tidak
sejalan dengan yang diungkapkan (Brian ,2011) bahwa peristiwa stock split mengandung
signaling theory dengan tujuan memberikan sinyal positif karena manajer perusahaan akan
menginformasikan prospek masa depan yang baik dari perusahaan kepada publik belum
mengetahuinya. Jadi pada uji hipotesa didapatkan hasil H1 ditolak dan stock split tidak
memberikan perbedaan pada return saham itu berarti informasi stock split hanya sebuah
informasi yang bersifat umum yang tidak dapat mempengaruhi tingkat return saham.
Pengujian hipotesis variabel likuiditas sahammenyatakan H2 diterima yang artinya
likuiditas saham ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perusahaan melakukan
stock split. Penelitian ini sejalan dengan penelitian ( Widyahari dkk,2014) yang mengungkapkan
Hasil analisis menunjukan ada perbedaan antara volume perdagangan saham sebelum stock split
dan volume perdagangan saham setelah stock split. Hal ini menunjukan bahwa pengumuman
stock split di Bursa Efek Indonesia berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas saham.
Tujuan perusahaan melakukan stock split agar harga sahamnya berada pada rentang perdagangan
yang optimal sehingga diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan saham..
Tingkat transaksi perdagangan yang terjadi pada saat sebelum dan sesudah stock split
akan menunjukkan kelikuidan saham , sehingga tingkat volume perdagangan yang terjadi akan
menentukan saham yang diperjualbelikan tersebut likuid atau tidak. Saham dapat dikatakan
likuid apabila saham tersebut dapat dengan mudah ditransaksikan dalam kapasitas besar dengan
biaya murah, waktu singkat, serta tidak mempengaruhi harga, semakin lancar suatu saham maka
akan berpengaruh pada frekuensi transaksi yang semakin tinggi (Purnamasari,2013). Respon
yang seperti itu menunjukkan tingginya minat investor dalam hal kepemilikan saham dan
tentunya akan memberikan peluang lebih besar untuk mendapat return dimasa yang akan datang.
KESIMPULAN
Kesimpulan
1) Variabel return sahammenyatakan H1 ditolak yang artinya return saham tidak ada
perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perusahaan melakukan stock split.
2) Pengujian hipotesis variabel likuiditas sahammenyatakan H2 diterima yang artinya
likuiditas sahamada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perusahaan
melakukan stock split
Keterbatasan dalam penelitian yaitu peneliti hanya menggunakan perusahaan yang
melakukan pemecahan saham. Keterbatasan lainnya yaitu tahun pengambilan data perusahaan
dikarenakan pada saat pengambilan data perusahaan tahun 2012 belum diterbitkan. Saran untuk
peneliti selanjutnya agar mengambil perusahaan lain yang tidak melakukan pemecahan saham
sebagai pembanding untuk menguji apakah benar faktor yang menyebabkan perbedaan likuiditas
saham dan return saham disebabkan oleh aksi stock split atau faktor yang lain.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telahdilakukan adalah sebagai berikut:
1) Khususnya bagi investor, informasi yang terjadi di pasar modal tidak semua merupakan
informasi yang berharga, karena itu pelaku pasar modal harus secara tepat memilah dan
menganalisis informasi-informasi yang relevan untuk dijadikan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan, sehingga diharapkan investor tidak terburu-buru untuk melakukan
aksi jualbeli dan lebih bersikap rasional dalam pengambilan keputusan.
2) Hasil penelitian ini memberikan masukan bagi para emiten bahwa aktivitas pemecahan
saham tidak menjamin bahwa abnormal return akan meningkat sesuai dengan tujuannya.
Oleh karena itu, emiten hendaknya jangan terlalu memfokuskan pada peristiwa stock split
tersebut, tetapi bagaimana caranya agar kinerja perusahaan bisa lebih meningkat setelah
stock split sehingga para investor bisa mempercayai emiten akan memberikan prospek
yang bagus di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Stock Split”. Jurnal Modus. Vol. 20.
Brilian, Artiza. 2011. Pengaruh stock split terhadap abnormal return dan trading volume activity
padaperusahaan yang terdaftar di BursaEfek Indonesia. Universitas NegeriSemarang
Brigham, Eugene F.dan Joel Houston, 2004. Financial Management, Edisi 10, Jilid 1, Alih
Bahasa Ali Akbar Yulianto, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Chotyahani, 2010. Analisis kandungan Informasi Stock Split dan Likuiditas Saham : Studi
Empiris pada Non-synchronous Trading. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. 6. No. 3 :
264-275
Keuntungan Saham dan Likuiditas Saham.Jurnal .Singaraja
Fortuna, 2010. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Pemecahan Saham. Tesis S2 Program Studi
Akuntansi UGM. Yogyakarta.
Dipenogoro. Semarang
Jogiyanto, H.M., 2001. Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi 3. BPFE : Yogyakarta.
Latifah, 2008, Analisis Pengaruh Stock Split Terhadap Perubahan Laba, Jurnal Fokus Ekonomi
Vol.3 no.1 : 48-59.
Marwata, 2001. Kinerja Keuangan, Harga Saham dan Pemecahan Saham. Jurnal Riset Akuntansi
IndonesiaVol. 4. No. 2 : 151-164.
Purnomo, Hanry Dwi. 2007. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga Saham Perbankan
Yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta Tahun 2003-20005. Semarang: UNNES
Purnamasari, 2013. Pengaruh Stock Split Terhadap Likuiditas Perdagangan Saham di BEI 2007-
2012. Jurnal Akuntansi. Universitas Udayana. Bali
Puspitasari, Emiliya Agustine. 2012. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Yang melakukan
Stock Split dan yang Tidak melakukan Stock Split pada Perusahaan manufaktur Yang Go
Public di Bursa Efek Indonesia. Artikel Ilmiah. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Surabaya
Rahmat Aryo, 2009. Pengaruh Stock Split Terhadap Komposisi Kepemilikan Institusi dan
Likuiditas Perdagangan Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2002-2005. Skripsi. Fakultas
Ekonomi Program Studi Manajemen Kekhususan Depok.
http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126314-6597-Pengaruh%20stock-HA.pdf. Diunduh 21
Juli 2014
Rumanti , Moerdiayanto, 2012. Pengaruh Stock Split terhadap Return Saham dan Trading
Volume Activity Saham Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2010.
Jurnal Skripsi.Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta
Rusliati, Farida, 2010. Pemecahan Saham Terhadap Likuiditas Dan Return Saham. Jurnal Bisnis
Dan Akuntansi. Fakultas Ekonomi Pasundan. Bandung
Syafri, H, 2008. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, Ed.1. Jakarta: PT.Raja Grafindo
Persada
Sukardi , 2003. Pengaruh Stock Split terhadap likuiditas Saham Yang Diukur dengan Persentase
Spread Selama Periode Krisis. Tesis S2 Program Studi Akuntansi UGM. Yogyakarta
Perbankan. HUhttp://www.kompas.comUH. Halaman 1-5. Jakarta.
Sutrisno,Yuniartha, Susilowati, 2000.Pengaruh Stock Split Terhadap Likuiditas dan Return
Saham di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Manajemen dan Kewirausahan Vol.2 no.2. Surabaya
Tandelilin, Eduardus. 2001. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama.
Yogyakarta : BPFE
Perusahaan yang Tidak melakukan Pemecahan Saham. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Perbanas . Surabaya.
Return Saham Sebelum dan Sesudah Stock Split.Jurnal Bisma. Universitas Pendidikan
Ganesha. Singaraja
Dan Return Saham. Skripsi. Unveristas Diponegoro. Semarang
1
Lampiran 1. Daftar Perusahaan Yang Melakukan Stock Split Tahun 2008-2011
No Kode
6 DOID Daeyu Orchid Indonesia Tbk 15 April 08
7 MIRA Mitra Rajasa Tbk 30 Mei 08
8 PGAS Perusahaan Gas Negara(Persero) Tbk 4 Agustus 08
9 BRNA Berlina 4 Agustus 08
10 TINS Tambang Timah ( Persero) 8 Agustus 08
11 ICON Island Concept Indonesia Tbk 10 Desember 08
12 CTBN Citra Tubindo 12 Januari 09
13 ARNA Arwana Citramulia Tbk 11 September 09
14 KKGI Kurnia Kapuas Glue 18 maret 10
15 CTRA Ciputra Development 15 Juni 10
16 TURI Tunas Ridean 17 Juni 10
17 DILD Dharmala Intiland 22 Juli 10
18 DVLA Darya-Varia Laboratoria 12 November 10
19 CPIN Charoen Pokphand Indonesia 8 Desember 10
20 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 11 Januari 11
21 LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk 25 Febuari 11
22 BTPN Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk 28 Maret 11
23 INTA Intraco Penta 6 Juni 11
24 PBRX PanBrothers Tex 15 Juni 11
25 MAIN Malindo Feedmill Tbk 15 Juni 11
26 AUTO Astra Otoparts Tbk 24 Juni 11
27 SSIA Surya Semesta Internusa Tbk 7 Juli 11
28 MTFN Capitalinc Invesment Tbk 11 Juli 11
29 JTPE Jasuindo Tiga Perkas Tbk 26 Juli 11
30 MTSM Metro Supermarket Reality 18 Oktober
2
3
4
Ranks
Perbedaan – Return Saham Negative Ranks 0 a .00 .00
Positive Ranks 60 b 30.50 1830.00
Ties 0 c
Ranks
Perbedaan < Likuiditas Sahama.
Perbedaan > Likuiditas Sahamb.
Likuiditas Saham = Perbedaanc.