tugas dokter muda tht

of 31 /31
TUGAS DOKTER MUDA THT-KL UNSYIAH/RSUZA Nama DM : 1. Ahmad Setyadi (0907101010014) Pembimbing : dr. Novina Rakhmawati, Sp.THT 2. Amelia Pratiwi (0907101010153) A. Minggu I Hari Tugas Penjelasan Senin DM 1&2 Inspeksi aurikula, posisi telinga dan mastoid (4A) - Pasien duduk dengan posisi badan condong ke depan dan kepala lebih tinggi sedikit dari kepala pemeriksa - Atur lampu kepala supaya fokus dan tidak mengganggu pergerakan (kira-kira 20-30 cm di depan dada pemeriksa dengan sudut ±60), fokus dengan diameter 2-3 cm - Pada inspeksi aurikula diperhatikan bentuk serta tanda-tanda peradangan atau pembengkaka, daun telinga ditarik untuk menentukan nyeri tarik dan menekan tragus untuk menentukan nyeri tekan - Pada inspeksi daerah mastoid diperhatikan adakah abses atau fistel di belakang telinga, mastoid diperkusi untuk menentukan nyeri ketok Selasa DM 1&2 Inspeksi bentuk hidung dan lubang - Pada inspeksi hidung, bentuk hidung luar diperhatikan apakah ada deformitas atau depresi tulang hidung, apakah ada pembengkakan di daerah

Author: amelia-cassandra-chatab

Post on 22-Nov-2015

23 views

Category:

Documents


2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

1

TRANSCRIPT

TUGAS DOKTER MUDA THT-KL UNSYIAH/RSUZANama DM: 1. Ahmad Setyadi (0907101010014)Pembimbing:dr. Novina Rakhmawati, Sp.THT 2. Amelia Pratiwi (0907101010153)A. Minggu IHariTugasPenjelasan

SeninDM 1&2Inspeksi aurikula, posisi telinga dan mastoid (4A) Pasien duduk dengan posisi badan condong ke depan dan kepala lebih tinggi sedikit dari kepala pemeriksa Atur lampu kepala supaya fokus dan tidak mengganggu pergerakan (kira-kira 20-30 cm di depan dada pemeriksa dengan sudut 60), fokus dengan diameter 2-3 cm Pada inspeksi aurikula diperhatikan bentuk serta tanda-tanda peradangan atau pembengkaka, daun telinga ditarik untuk menentukan nyeri tarik dan menekan tragus untuk menentukan nyeri tekan Pada inspeksi daerah mastoid diperhatikan adakah abses atau fistel di belakang telinga, mastoid diperkusi untuk menentukan nyeri ketok

SelasaDM 1&2Inspeksi bentuk hidung dan lubang hidung (4A) Pada inspeksi hidung, bentuk hidung luar diperhatikan apakah ada deformitas atau depresi tulang hidung, apakah ada pembengkakan di daerah hidung dan sinus paranasal. Dengan jari dapat dipalpasi adanya krepitasi tulang hidung atau rasa nyeri tekan pada peradangan hidung dan sinus paranasal. Pada inspeksi lubang hidung dilihat septum nasi, turbinatus inferior dan nilailah aliran udara melalui hidung.

RabuDM 1&2Tes pendengaran garputala (Weber, Rinne, Schwabach) (4A)A. Cara menggetarkan garputala Arah getaran kedua kaki garpu tala searah dengan kedua kaki garpu tala Getarkan kedua kaki garpu tala dengan jari tlunjuk danibu jari(kuku) Posisi/letak garpu tala Air conduction (AC) arah kedua kaki garpu tala sejajar dengan anak liang telinga kira-kira 2,5 cm Bone conduction (BC) pada procesus mastoid, tidak boleh menyinggung daun telinga.B. Tes rinne Prinsip : membandingkan hantaran hantaran tulang dengan hantaran udara pada satu telinga. Garpu tala digetarkan, telinga diletakkan diprocessus mastoid. Setelah tidak terdengar, garpu tala dipindahkan dan dipegang kira-kira 2,5 db depan liang telinga yang diperiksa. Masih terdengar Rinne (+), tidak terdengar Rinne(-)C. Tes Weber Prinsip: membandingkan hantaran tulang telinga kanan dan kiri penderita Garputala digetarkan, kemudian taruh di dahi, gigi insisivus atas, di vertex, kemudian tentukan bunyi terdengar di mana Penilaiannya ada atau tidaknya lateralisasi Interpretasi: lateralisasi ke telinga sakit (tuli konduktif), lateralisasi ke telinga sehat (tuli saraf)D. Tes Schwabach Prinsip: membandingkan hantaran tulang yang diperiksa dengan pemeriksa dimana syarat pemeriksa harus normal Garputala digetarkan, diletakkan di prosesus mastoid yang diperiksa, setelah tidak terdengar bunyi dipindahkan ke prosesus mastoid pemeriksa dan sebaliknya Interpretasi: memanjang (gangguan konduksi), memendek (gangguan sensorineural), sama (normal)

DM 7Pemeriksaan pendengaran pada anak-anak (4A)1. Behavioral Observation Audiometry Pemeriksaan dilakukan di ruangan yang tenang (bising lingkungan minimal