patofisiologi hf

Download Patofisiologi HF

Post on 17-Dec-2015

16 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Patofisiologi HF

TRANSCRIPT

LAPORAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) 3Heart Failure ( HF )

Oleh Kelompok 8 Reguler :1. Irfan Marsuq Wahyu Riyanto1350702011110022. Dwi Kurnia Sari 1350702011110033. Puput Lifvaria Panta A1350702011110044. Adelita Dwi Aprilia 1350702011110055. Wahyuni 1350702011110066. Anunggal Lulus Waretna1350702011110177. Fiddiyah Galuh Anggraini1350702011110188. Siska Puji Lestari1350702011110199. Hasnah Cholida Sani135070201111020

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG2015BAB IPENDAHULUAN1. Latar BelakangJantung merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang terletak dalam mediastinum di antara kedua paru-paru. Jantung memiliki fungsi utama sebagai pemompa darah. Jantung merupakan salah satu organ yang tidak pernah beristirahat Dalam keadaan fisiologis, pembentukan rangsang irama denyut jantung berawal dari nodus sinoatrial (nodus SA) dan menyebar ke serat otot lainnya sehingga menimbulkan kontraksi jantung. Jika rangsang irama ini mengalami gangguan dalam pembentukannya dan penghantarannya, maka dapat terjadi gangguan pada kinerja jantung.Gangguan pada sistem kardiovaskuler merupakan masalah kesehatan utama yang dialami masyarakat pada umumnya. Hal ini dikarenakan, jantung mempunyai suatu sistem pembentukan rangsang tersendiri. Pada zaman modern ini. Angka kejadian penyakit jantung semakin meningkat. Baik di Negara maju maupun berkembang, penyebab yang sering ditemukan adalah gaya hidup misalnya, diet yang salah, stress, kondisi lingkungan yang buruk, kurang olahraga, kurang istirahat dan lain-lain. Diet yang salah, seperti terlalu banyak mengkonsumsi junk food yang notabene banyak mengandung kolesterol jahat, yang berujung pada kegagalan jantung. Apalagi ditambah dengan lingkungan yang memiliki tingkat stressor tinggi, kurang olahraga, dan istirahat, maka resiko untuk terkena penyakit jantung akan semakin tinggi. Berbagai macam penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner, infark miokard akut, hipertensi yang semuanya berujung pada gagal jantung. Hal ini sangat membahayakan bagi kehidupan seseorang, sehingga untuk mencegah komplikasi lebih lanjut harus segera mendapat perawatan medis di rumah sakit.

2. Batasan Masalah1. Definisi 2. Etiologi3. Faktor Resiko4. Klasifikasi 5. Epidemiologi6. Patofisiologi 7. Tanda dan Gejala8. Pemeriksaan diagnostik9. Penatalaksanaan10. Pencegahan 11. Komplikasi

BAB IIPEMBAHASAN1. Definisi Gagal jantung adalah syndrome klinis (sekumpulan tanda dan gejala), ditandai oleh sesak napas dan fatigue (saat istirahat atau saat aktivitas) yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung. (Sudoyo, Aru,2009) Gagal jantung adalah suatu sindrom dan terjadi ketika jantung tidak lagi mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. (Kowalak, Jennifer P,2011) Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. (Smeltzer, 2003) Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung dalam memompakan darah pada kecepatan adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik jaringan. (Kamus Saku Kedokteran Dorland)2. Etiologi1. Klasifikasi Etiologi Menurut Udjianti (2010)a) Faktor Eksternal (Sekunder)Faktor penyebab terjadinya penyakit gagal jantung yang disebabkan oleh masalah dari luar organ jantung itu sendiri.Contoh penyakit yang menyebabkan gagal jantung, yaitu: Hipertensi renal HipertiroidismeJuga disebut Thyrotoxicosis. Sekresi berlebihan hormone tiroid, T3 dan T4. Keadaan ini menyebabkan peningkatan laju metabolic dengan gejala takikardia, kenaikan suhu tubuh, penurunan berat badan dengan selera makan yang baik, diare, tremor dan ansietas. Anemia kronis / beratb) Faktor Internal (Instrinsik)Faktor penyebab terjadinya penyakit gagal jantung yang disebabkan oleh masalah dari dalam organ jantung itu sendiri.Contoh penyakit yang menyebabkan gagal jantung, yaitu: Disfungsi katup Ventricular Septum Defect (VSD)Suatu kelainan jantung kongenital dimana terdapat hubungan antara ventrikel kanan dan kiri. Atria Septum Defect (ASD)Kelainan jantung kongenital dimana terdapat lubang pada katup / sekat yang memisahkan kedua atrium. Stenosis MitralPenyempitan lubang katup mitral. Insufisiensi MitralKatup mitral yang tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga terjadi pengaliran balik darah. Disritmia Atrial FibrilasiAritmia jantung yang disebabkan oleh kontraksi independen berkas otot dalam dinding atrium. Pada keadaan ini tidak terdapat kontraksi atrium yang terkoordinasi dan terjadi stimulasi ireguler kontraksi ventrikel. Ventrikel FibrilasiMerupakan penyebab kematian mendadak yang paling sering terjadi. Pada fibrilasi ventrikel terjadi irama yang tidak terkoordinir dalam ventrikel jantung sehingga jantung tidak mampu memompakan darah ke seluruh tubuh. Heart BlockBlok parsial atau total terhadap lintasan impuls lewat sistem hantaran. Blok ini bisa bersifat sinoatrial (SA) atau atrioventrikuler (AV) dan mungkin memerlukan pemacuan jantung. Kerusakan miokard KardiomiopatiPenyakit miokard jantung akut atau kronis yang bisa terjadi sekunder karena infeksi seperti pneumonia, atau kelainan sistemik yang serius, atau dengan etiologi yang tidak diketahui. Miokarditis Infark Miokard Infeksi Endokarditis Bacterial Sub-AkutInflamasi endokardium dan katup jantung. Endokarditis biasanya menjadi komplikasi pada penyakit demam rematik yang menimbulkan kerusakan pada katup jantung. Mikroorganisme yang sering di jumpai pada tipe infektif mencakup stafilokokus dan streptokokus. Edokarditis sub-akut dimana awitannya berlangsung perlahan-lahan serta ttidak jelas. Jantung yang normal maupun abnormal dan segala usia dapat terkena infeksi ini.

2. Penyebab Gagal Jantung Menurut Price & Wilson (1994)KELAINAN MEKANISKELAINAN MIOKARDIALGANGGUAN IRAMA JANTUNG

1) Peningkatan beban tekanan Dari sentral (stenosis aorta) Dari perifer (hipertensi sistemis)2) Peningkatan beban volume Regurgitasi katup-pirau Meningkatnya beban awal3) Obstruksi terhadap pengisian ventrikel Stenosis mitral atau trikuspid4) Tamponade pericardium5) Restriksi endokardium dan miokardium6) Aneurisma ventrikuler7) Dis-sinergi ventrikelPRIMER Kardiomiopati Ganggguan neuromuskular miokarditis Metabolic (diabetes mellitus) Keracunan (alkohol, kobalt dll)

SEKUNDER Iskemia (penyakit jantung koroner) Gangguan metabolik Inflamasi Penyakit sistemis Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) Obat-obatan yang mendepresi miokardium1) Henti jantung2) Ventricular fibrilasi3) Takikardia atau bradikardia yang ekstrim (berat)4) Asinkroni listik dan gangguan konduksi

3. Faktor ResikoMenurut Nurhayati dan Nuraini (2010), faktor risiko penyakit gagal jantung, adalah sebagai berikut.A. Faktor risiko yang tidak dapat diubah1. UmurLebih dari 83% orang yang meninggal karena penyakit jantung berusia 65 tahun ke atas. Wanita lebih berisiko meninggal karena serangan jantung dalam beberapa minggu setelah serangan dibandingkan laki-laki.2. Jenis Kelamin Angka kematian pada semua umur laki-laki lebih tinggi daripada angka kematian wanita karena tingkat estrogen pada wanita dapat melindungi dari penyakit jantung, namun penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 oleh perkumpulan ahli jantung di Amerika, mengemukakan bahwa memang semula penyakit jantung kebanyakan diderita oleh kaum laki-laki, dihubungkan dengan kebiasaan merokok, minuman keras serta akivitas yang lebih tinggi. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, penyakit mematikan ini juga menjadi penyebab kematian nomor satu pada perempuan. Mungkin ada hubungannya dengan gaya hidup perempuan yang kini hampir sama dengan laki-laki. Pada masa reproduksi kemungkinan perempuan terkena penyakit Gagal Jantung jauh lebih kecil dibanding laki-laki, dengan rasio 1 : 7, namun memasuki masa menopause, risikonya meningkat menyamai laki-laki. Banyak faktor berperan dalam mempercepat terjadinya penyakit jantung pada wanita. Pertambahan usia menyebabkan penuaan pada sel-sel tubuh, termasuk sel jantung dan pembuluh darah. Ini akan meningkatkan kejadian dan proses terjadinya penyakit Gagal Jantung .3. Riwayat KeluargaMereka yang memiliki riwayat keluarga atau saudara dekat berpenyakit jantung cenderung lebih berisiko mengidapnya. Faktor familial dan genetika mempunyai peranan bermakna dalam patogenesis penyakit jantung serta pertimbangannya penting dalam diagnosis, penatalaksanannya dan pencegahannya. Seperti kebanyakan penelitian genetika, riwayat keluarga yang adekuat penting untuk menilai kemungkinan peranan hereditas dalam penyakit jantung.4. RasRas kulit hitam, hispanik, India, dan Asia memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi daripada ras kulit putih.

B. Faktor risiko yang dapat diubah1. MerokokMerokok meningkatkan risiko penyakit jantung dua hingga empat kali lipat.2. Kolesterol TinggiRisiko penyakit jantung koroner meningkat seiring peningkatan kadar kolesterol darah: memiliki LDL (kolesterol jahat) tinggi dan HDL (kolesterol baik) yang rendah. Selain itu, pola makan yang tidak baik salah satunya yaitu mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol dapat mempercepat terjadinya penyakit gagal jantung karena makanan berkolesterol banyak tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit jantung.3. Tekanan Darah TinggiTekanan darah tinggi meningkatkan beban jantung, membuat jantung menebal dan kaku, dan meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, dan gagal jantung. Bila tekanan darah tinggi diiringi dengan obesitas, merokok, kolesterol tinggi atau diabetes, risiko serangan jantung meningkat berkali-kali lipat. Riwayat Hipertensi juga merupakan salah satu pemicu terjadinya Gagal Jantung Kongestif, karena apabila Hipertensi jantung seolah dipaksa untuk memompa dengan sangat kuat untuk mendorong darah ke dalam arteri. Lama-lama otot jantung menebal. Padahal penebalan atau pembesaran jantung ini mengakibatkan irama jantung menjadi kaku sehingga irama denyut nadi tidak teratur. Pemomp