patofisiologi batuk

Download Patofisiologi Batuk

Post on 12-Jul-2015

645 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

84. Pernafasan dan Lingkungan April 1993

1992

International Standard Serial Number: 0125 913X

Daftar Isi :2. Editorial 4. English Summary Artikel: 5. 8. 13. 19. 23. 28. 31.Karya Sriwidodo WS

34. 39. 41. 48.

Patofisiologi Batuk Tjandra Yoga Aditama Patofisiologi Batuk dan Oksidan . Antioksidan Priyanti ZS Penatalaksanaan Batuk dalam Praktek Sehari-hari Faisal Yunus Uji Faal Paru Penyakit Paru Obstruktif Faisal Yunus Branhamella catarrhalis Kuman Patogen Baru Penyebab Infeksi Saluran Nafas Bawah Azhar Tanjung Situasi Beberapa Penyakit Pam di Masyarakat Tjandra Yoga Aditama Frekuensi Mikobakterium Atipik di Jakarta Misnadiarly, Cyrus H Simanjuntak Pengaruh Percahayaan dan Perhawaan terhadap Penularan Penyakit Tuberkulosis Paru Kusnindar, Suharcjjo, Bambang Sukana Studi Pendahuluan Ekstrak Daun Hibiscus similis (Wart') terhadap Kuman Mycobacterium tuberculosis di Laboratorium Misnadiarly, Nunik Sill Aminah Perilaku Remaja yang Berkaitan dengan Kebiasaan Merokok Siti Sapardiyah Santoso Keracunan H2S pada Pemulung dan Petugas Pengangkut Sampah di Lingkungan Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Semper, Jakarta Utara Kusnindar, Cyrus H Simanjuntak, Sri Soewasti Soesanto

51. Diare Rotavirus pada Anak Usia di Atas Lima Tahun dan Orang Dewasa di Jakarta Utara Eko Rahardjo, Bambang Heriyanto, Djoko Yuwono 55. Pengujian Aktifitas Inhibitor13-Laktamase dari Asam Klavulanat terhadap Escherichia coli yang telah Resisten dengan Ampisilin Akmal, Hendri 59. Masalah Tenaga Paramedis di Rumah Sakit Kelas C di Jawa Timur I.N. Dana Susadi 62. Abstrak 64. RPPIK

Gencarnya iklan obat batuk di media massa menandakan betapa seringnya gangguan batuk dijumpai di kalangan masyarakat. Sebenarnya batuk merupakan salah sans usaha pertahanan terhadap unsur asing yang mencoba masuk ke dalam tubuh, selain itu juga sebagai pernyataan akan adanya kelainan di saluran napas. Oleh karena itu, meskipun batuk dapat diatasi secara simtomatik, seyogyanya dicari juga penyebabnya, agar sekaligus diobati secara kausal. Hal itu tidak selalu mudah karena penyebab gangguan saluran napas tidaklah semata-mata berasal dari infeksi kuman, tetapi juga mungkin dari faktor lingkungan. Edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini membahas berbagai masalah saluran napas, termasuk faktor luar yang berpengaruh baik menguntungkan maupun merugikan antara lain peranan merokok, dan udara serta zat yang terkandung di dalamnya. Apalagi manusia tidak dapat memilih untuk tidak bernapas, bukan ? Selamat membaca. Redaksi

2

Cermin Dunia Kedokteran No. 84, 1993

1992

International Standard Serial Number: 0125 913X

KETUA PENGARAH Dr Oen L.H KETUA PENYUNTING Dr Budi Riyanto W PEMIMPIN USAHA Rohalbani Robi PELAKSANA Sriwidodo WS TATA USAHA Sigit Hardiantoro ALAMAT REDAKSI Majalah Cermin Dunia Kedokteran P.O. Box 3105 Jakarta 10002 Telp. 4892808 Fax. 4893549, 4891502 NOMOR IJIN 151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Tanggal 3 Juli 1976 PENERBIT Grup PT Kalbe Farma PENCETAK PT Midas Surya Grafindo

REDAKSI KEHORMATAN Prof. DR. Kusumanto SetyonegoroGuru Besar Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Prof. DR. B. ChandraGuru Besar Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.

Prof. Dr. R.P. SidabutarGuru Besar Ilmu Penyakit Dalam Sub Bagian Ginjal dan Hipertensi Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Prof. Dr. R. Budhi DarmojoGuru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

Prof. Dr. Sudarto PringgoutomoGuru Besar Ilmu Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Drg. I. SadrachLembaga Penelitian Universitas Trisakti, Jakarta

Prof. DR. Sumarmo Poorwo SoedarmoKepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

DR. Arini SetiawatiBagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta,

REDAKSI KEHORMATAN DR. B. Setiawan PH.D DR. Ranti Atmodjo Drs. Victor S Ringoringo, SE, MSc. PETUNJUK UNTUK PENULIS Dr. P.J. Gunadi Budipranoto DR. Susy Tejayadi

Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang membahas berbagai aspek kesehatan, kedokteran dan farmasi, juga hasil penelitian di bidangbidang tersebut. Naskah yang dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus untuk diterbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila telah pernah dibahas atau dibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hendaknya diberi keterangan mengenai nama, tempat dan saat berlangsungnya pertemuan tersebut. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila menggunakan bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Istilah media sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia. Redaksi berhak mengubah susunan bahasa tanpa mengubah isinya. Setiap naskah harus disertai dengan abstrak dalam bahasa Indonesia. Untuk memudahkan para pembaca yang tidak berbahasa Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak dalam bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat sendiri abstrak berbahasa Inggris untuk karangan tersebut. Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih berukuran kuarto/ folio, satu muka, dengan menyisakan cukup ruangan di kanan-kirinya, lebih disukai bila panjangnya kira-kira 6 - 10 halaman kuarto. Nama (para) pengarang ditulis lengkap, disertai keterangan lembaga/fakultas/institut tempat bekerjanya. Tabel/skema/grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelasjelasnya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi, diberi nomor

sesuai dengan urutan pemunculannya dalam naskah dan disertai keterangan yang jelas. Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk menghindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi nomor urut sesuai dengan pemunculannya dalam naskah; disusun menurut ketentuan dalam Cummulated Index Medicus dan/atau Uniform Requirements for Manuseripts Submitted to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9). Contoh: Basmajian JV, Kirby RL. Medical Rehabilitation. 1st ed. Baltimore. London: William and Wilkins, 1984; Hal 1749. Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties of invading microorganisms. Dalam: Sodeman WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: Mechanisms of diseases. Philadelphia: WB Saunders, 1974; 457-72. Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasan filariasis di Indonesia. Cermin Dunia Kedokt. l990 64 : 7-10. Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; bila tujuh atau lebih, sebutkan hanya tiga yang pertama dan tambahkan dkk. Naskah dikirimkan ke alamat : Redaksi Cermin Dunia Kedokteran P.O. Box 3105 Jakarta 10002 Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, akan diberitahu secara tertulis. Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila disertai dengan amplop beralamat (pengarang) lengkap dengan perangko yang cukup.

Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian tempat Cermin Dunia Kedokteran No. 84, 1993 kerja si penulis.

3

English SummaryH2S POISONING AMONG SCAVENGERS AND SOLID WASTE COLLECTORS IN SOLID WASTE DUMPING SITE AT SEMPER, NORTH JAKARTA Kusnindar, Cyrus H Simanjuntak, Sri Soewasti SoesantoHealth Ecology Research Centre. Department of Health, Jakarta, Indonesia

Open dumping of solid waste may become source of air,water and soil pollution, as well as breeding place of disease vectors. Decomposition of solid waste will produce among others hydrogen sulphide (H2S). According to the WHO, the H2S concentration in the air may not exceed 0.13 ppm. A study on the possible H2S poisoning among scavengers and solid waste collectors was conducted in solid waste dumping site at Semper, North Jakarta in 1990. The purpose of this study was to observe any symptom of H2S poisoning among high risk population (scavengers and solid waste collectors). Physical examination (including X-ray examination) was conducted among 30 scavengers, 31 solid waste collectors and 52 unexposed employees (as control). Personal interview was

also conducted to record any medical complain which were associated with H2S poisoning. Based on the physical examination there was no symptom of H2S poisoning. However according to the personal interviews there were significant difference of medical complains between the exposed and unexposed population. It is suggested that the solid waste disposal should be conducted in a sanitary way and the exposed group of workers should be well protected and should improve their personal hygiene.Cermin Dunia Kedokt,1993; 84: 48-50 K/Chs/Sss

ROTAVIRUS DIARRHEA AMONG OVER FIVE YEAR OLD CHILDREN AND ADULTS IN NORTH JAKARTA Eko Raharjo, Bambang Heriyanto, Djoko YuwonoHealth Research and Development Board Department of Health, Indonesia, Jakarta

A study on the prevalence, and monthly distribution of rotaviral diarrhea among adult and overfive-year-old children has been conducted in northern part of Jakarta. As much as 205 rectal

swab and faecal specimens were collected from diarrhea) patients in the period of 6 months (July to December 1989). The specimens were examined for the presence of rotavirus and enteric bacteria. Overall, rotavirus was only found in 11 (5.4%) diarrheal patients. The age distribution of this virus was 3 (1.5%) among the 5-10 year-old patients, 1 (0.5%) among the 11-20 year-old patients, 1(0.5%) among the 31-40 year-old patients, 2 (0.9%) among the 41-50 year-old patients, 2 (0.9%) among the 5160 year-old patients, and 2 (0.9%) among over-sixty-year-old patients. Rotavirus infections occured in every month, except in September. The virus was isolated from 5 (2.4%) patients in July, 2 (0.9%) in August, 1 (0.5%) in October, 2 (0.9%)