laprak eldas unit 1.docx

Download laprak eldas unit 1.docx

Post on 11-Nov-2015

226 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laprak

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKAUNIT :1PENGUJIAN KOMPONEN ELEKTRONIS

Nama : Musthafa Abdur RosyiedNo. Mhs : 14/363613/TK/41700Kel./Hari : VI / Selasa

LABORATORIUM ELEKTONIKA DASARJURUSAN TE-TI FAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS GADJAH MADAYOGYAKARTA2015I. Pendahuluana. Tujuan PraktikumPada praktikum unit I ini, praktikan akan melakukan suatu percobaan dan pengukuran beberapa komponen elektronis seperti resistor, potensio, diode, transistor, trafo, LDR (Light Dependent Resistor), dan komponen tambahan berupa relay. Komponen-komponen tersebut akan diuji dan diukur serta akan dicatat hasil pengukuran untuk nantinya akan dianalisis sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan mengenai komponen tersebut baik sifat komponen, hubungan antara hasil pengukuran dan besaran yang tertera pada komponen tersebut, dan lain sebagainya.Bagi seorang engineer khususnya teknik elektro kemampuan dalam menggunakan alat-alat ukur seperti multimeter dan keahlian dalam menganalisis suatu keadaan apabila terjadi error dalam rangkaian elektronika sangatlah penting karena kemampuan tersebut sangatlah vital bagi engineer khususnya teknik elektro. Hal tersebut tentu harus ditunjang dengan pengetahuan mengenai sifat dan karakteristik komponen yang kita gunakan sehingga dapat dengan mudah mengetahui dimana letak error dengan mengetahui komponen mana yang masih baik dan mana yang mungkin telah rusak.

b. Landasan TeoriSebelum praktikum dimulai ,praktikan harus mengetahui pengetahuan mendasar mengenai beberapa komponen yang akan diuji nantinya. Berikut beberapa teori dasar mengenai komponen-komponen yang akan diuji : Resistor

Resistor adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk mengatur serta menghambat atau memperlambat arus listrik. Resistor adalah komponen dasar elektronika yang dipergunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Fungsi lainnya sebagai resistor (R) pembagi tegangan (voltage divider), yang menghasilkan tegangan panjar maju (forward bias) dan tegangan panjar mundur (reverse bias), sebagai pembangkit potensial (output) Vo, dan potensial merujuk pada hukum Ohm : I = V/R, semakin besar nilai tahanan/resistan (R), semakin kecil arus (I) yang dapat mengalir. Sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan biasanya komponen ini terbuat dari bahan karbon. Berdasarkan hukum Ohm bahwa resistensi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistensi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol . Resistor yang kita kenal umumnya berbentuk tabung dengan dua kaki dari tembaga di kira dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk gelang berwarna yang merupakan kode warna untuk memudahkan pemakai mengenali besar resistensi tanpa mengukur besarnya Ohmmeter terlebih dahulu.

Nilai ukuran dari resistor ada yang tertulis langsung di badannya dan ada pula yang hanya memakai kode warna dengan nilai tahanan yang tertentu besarnya. Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan EIA (Electronc Industries Association) seperti yang ditunjukkan table berikut :WarnaGelang 1Nilai puluhanGelang 2Nilai satuanGelang 3PengaliGelang 4Toleransi

Hitam00x 100

Coklat11x 1011%

Merah22x 1022%

Orange33x 103

Kuning44x 104

Hijau55x 1050,5%

Biru66x 1060,25%

Ungu77x 1070,1%

Abu-abu88x 1080,05%

Putih99x 109

Emas--x 10-15%

Perak--x 10-210%

Tak berwarna---20%

Pada dasarnya resistor dibagi menjadi dua jenis, yaitu : Resistor tetap Adalah komponen yang memiliki nilai tahanan yang tetap tidak dapat diubah-ubah. Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. Resistor jenis ini yang digunakan dalam percobaan kali ini.Adapun simbolnya :

Atau

Resistor tidak tetap, dibedakan menjadi dua jenis : Resistor tidak tetap manual (adjustable manual resistor), memiliki nilai yang dapat diubah-ubah. Contoh resistor jenis ini adalah potensiometer yang dapat diubah dengan memutar gagangnya. Contoh lainnya adalah trimpot dan rheostat.

Adapun simbol resistornya : AtauSimbol resistor tidak tetap Simbol resistor tidak tetap

Resistor tidak tetap otomat, bila terkena cahaya atau panas nilainya dapat berubah-ubah secara otomatis. Resistor jenis ini banyak dijumpai di pasaran, seperti NTC (Negative Temperature Coefficient), sesuai dengan namanya maka resistor ini bila terkena panas nilai hambatannya dapat berubah mengecil. Sedangkan LDR (Light Dependence Resistor) adalah resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.

TC LDRNegative Themperature Coefficient (NTC) dan Positive Themperature Coefficient (PTC)Termistor adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan). Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficient). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika perubahan suhunya naik, sementara sifat NTC justru kebalikannya. Dioda

Diode adalah komponen elektronika semikonduktor yang memiliki 1 buah junction, sering disebut sebagai komponen 2 lapis (lapis N dan P). Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah Germanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si). Diode secara simbol dan bentuk fisik diode dapat digambarkan sebagai berikut.

Bias diode adalah cara pemberian tegangan luar ke terminal diode. Apabila A diberi tegangan positif dan K diberi tegangan negative maka bias tersebut dikatakan bias maju (forward bias). Pada kondisi bias ini akan terjadi aliran arus dengan ketentuan beda tegangan yang diberikan ke diode atau VA-VK > Vj dan selalu positif. Sebaliknya apabila A diberi tegangan negative dan K diberi tegangan positif, arus yang mengalir (IR) jauh lebih kecil dari pada kondisi bias maju. Bias ini dinamakan bias mundur (reverse bias) pada arus maju (IF) diperlakukan baterai tegangan yang diberikan dengan IF tidak terlalu besar maupun tidak ada peningkatan IR yang cukup significant. Transformator

Sering disebut trafo, merupakan suatu peralatan penting kelistrikan yang dapat memindahkan energi listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain melalui suatu gandengan magnet berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Trafo biasanya dimanfaatkan untuk mengubah tegangan listrik. Secara umum ada dua jenis trafo, yaitu trafo step up dan trafo step down.Trafo step up berfungsi mengubah tegangan dari tegangan yang lebih kecil ke tegangan yang lebih besar. Sedangkan trafo step down berfungsi untuk mengubah tegangan dari tegangan yang lebih besar menjadi tegangan yang lebih kecil.

Transistor

Transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari dari bahan semi konduktor jenis N dan jenis P. Transistor memiliki 3 kaki yaitu: basis (B), kolektor (C) dan emitor (E). Berdasarkan susunan semikonduktor yang membentuknya, transistor dibedakan menjadi dua tipe, yaitu transistor jenis PNP dan transistor jenis NPN. Untuk membadakan transistor PNP dan NPN dapat dari arah panah pada kaki emitornya. Pada transistor PNP anak panah mengarah ke dalam dan pada transistor NPN arah panahnya mengarah ke luar.Simbol transistor:

NPN PNPFungsi Transistor :1. Penguat Tegangan2. Penguat Arus3. Penguat Daya4. Saklar5. Sensor Suhu6. Regulator tegangan7. Osilator / Pembangkit sinyal8. Modulator Sinyal

Potensio

Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.Di bawah ni merupakan lambang dari potensio :

Relay

II. Alat dan Bahan

a. Saat Pengujian Resistor1. Satu buah papan resistor EEC 4742. Satu buah multimeter3. Delapan buah resistor

b. Saat Pengujian Potensio1. Satu buah potensio2. Satu buah papan resistor EEC 474.3. Satu buah multimeter

c. Saat Pengujian Light Dependent Resistor (LDR)1. Satu buah LDR2. Satu buah multimeter

d. Saat Pengujian Diode ( Tahanan Maju dan Tahanan Mundur dari Diode )1. Satu buah diode yang ada papan komponen EEC 474(BYW 54).2. Satu buah papan komponen EEC 474.3. Satu buah multitester

e. Saat Pengujian Transistor 1. Transistor 2SA 671.2. Transistor 2SC 1061.3. Transistor 2SC 3055.4. Satu buah multimeter

f. Saat Pengujian Transformator1. Satu buah Transformator2. Satu buah multimeter

g. Saat pengujian NTC/PTC1. Satu buah NTC (Negative Temperature Co-efficient)2. Satu buah PTC (Positive Temperature Co-efficient)3. Satu buah multimeter

h. Saat pengujian Relay1. Satu buah Relay 12V DC2. Satu buah motor DC3. Satu buah multimeter4. Beberapa kabel penghubung.

III. Analisa Gambar RangkaianA. Pengujian Resistor

Pengujian Resistor dalam rangkaian seriDalam pengujian rangkaian seri resistor yang digunakan dalam rangkaian adalah sebagai berikut : (nilai terukur dengan multimeter)R1 = 812 , R2= 460 , R3= 216 , R4= 328 , R5= 463 1. A-BNilai yang teruku