kontroversi teori evolusi

of 26 /26
KONTROVERSI TEORI EVOLUSI Oleh FATHUR ROSI, S.Pd. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Author: fathur-rosi

Post on 19-Jun-2015

2.654 views

Category:

Education


3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

evolution Controvers

TRANSCRIPT

  • 1. Atau nanti akan menjadi..

2. PRO KONTRA TEORI Vs TOKOH GAGASAN ILMU PENDUKUNG BANTAHAN ILMU PENDUKUNG TOKOH KESIMPULAN 3. Evolusi biologi adalah perubahan makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama, dari organisme tingkat rendah ke organism yang lebih tinggi. Proses evolusi itu berlangsung selama jutaan bahkan miliaran tahun. Proses yang berlangsung sekian lama itu tidak dapat diamati secara langsung sehingga para pakar hanya dapat berteori. 4. Teori evolusi merupakan perpaduan antara gagasan dan kenyataan, yaitu perpaduan antara ide dan fakta. Gagasannya adalah bahwa makhluk hidup itu mengalami evolusi dari makhluk hidup tingkat rendah ke makhluk hidup yang lebih tinggi. Faktanya berupa fosil, alat tubuh yang tersisa, domestikasi, embriologi perbandingan, dan petunjuk biokimia. Fakta- fakta tersebut dianalisis dan dijadikan petunjuk secara tidak langsung tentang terjadinya evolusi. 5. Erasmus Darwin (Kakek Charles Darwin) Jean B. Lamarck Alfred R. Wallace Charles Darwin (Bapak Teori Evolusi) Dll. 6. Darwin menerbitkan buku berjudul On theOrigin of Spesies by Means of Natural Selection (Timbulnya Spesis karena Seleksi Alam) Darwin mengemukakan dua teori pokok tentang evolusi, yaitu: 1. spesies yang hidup saat ini berasal dari spesies yang hidup di masa yang lalu 2. evolusi berjalan melalui seleksi alam. 7. Ditemukannya fosil Petunjuk biokimia Domestikasi atau Seleksi Buatan Analogi perbandingan dan Homologi organ 8. Konsep dalam ilmu biologi seperti: Spesies Spesiasi Adaptasi Radiasi adaptif Konvergensi Mekanisme Evolusi, antara lain: 1. Mutasi 2. Seleksi alam 3. Migrasi 4. Rekombinasi Gen dan Seleksi 5. Genetic Drift 6. Meiotic drive 9. Perkumpulan Masyarakat Geologi Amerika Prof. Michael Denton Teori Penciptaan Harun Yahya Beberapa ilmuwan yang menulis buku: Norman Macbeth (1971, Darwin Retried: An Appeal to Reason) Michael Denton (1985, Evolution: A Theory in Crisis) Robert Saphiro (1986, Origins: A Sceptics Guide to The Creation of Life on Arth) Michael J. Behe (1996, Darwins Black Box) W.R. Bird (1991, The Origin of Species Revisited) Elaine Morgan (1994, The Scars of Evolution). 10. 1. Teori Evolusi Sintesis Mutasi adalah kerusakan yang terjadi untuk alasan yang tidak diketahui, dalam mekanisme penurunan sifat pada makhluk hidup. Makhluk hidup yang mengalami mutasi memperoleh bentuk yang tak lazim dan menyimpang dari informasi genetik yang mereka warisi dari induknya. Mutasi mengubah informasi genetik makhluk hidup, tetapi perubahan ini selalu terjadi dengan dampak merugikan bagi makhluk hidup bersangkutan. Semua mutasi yang teramati menghasilkan makhluk yang cacat dan lemah, atau berpenyakit dan kadang membawa kematian pada makhluk tersebut. Oleh karena itu, dalam upaya untuk mendapatkan contoh mutasi-mutasi menguntungkan yang memperbaiki informasi genetika pada makhluk hidup neo-Darwinisme melakukan banyak percobaan dan pengamatan. Selama puluhan tahun, mereka melakukan percobaan mutasi pada lalat buah dan berbagai spesies lainnya. Namun, tak satu pun dari percobaan ini memperlihatkan mutasi yang memperbaiki informasi genetik pada makhluk hidup. 11. Menurut para penganut neo-Darwinisme, saat ini permasalahan mutasi masih menjadi kebuntuan besar bagi Darwinisme. Meskipun teori seleksi alam menganggap mutasi sebagai satu-satunya sumber dari perubahan menguntungkan, tidak ada mutasi dalam bentuk apapun yang teramati dan benar-benar menguntungkan yang memperbaiki informasi genetik. Satu kebuntuan lain bagi neo-Darwinisme datang dari catatan fosil. Bahkan pada masa Darwin, fosil telah menjadi rintangan yang penting bagi teori ini. Sementara Darwin sendiri mengakui tak adanya fosil spesies peralihan. Dia juga meramalkan bahwa penelitian selanjutnya akan menyediakan bukti atas bentuk peralihan yang hilang ini. 12. Dalam bukunya Evolution: A Theory in Crisis (1985) yang isinya evolusi sebuah teori dalam krisis, Denton menguji teori ini ditinjau dari berbagai cabang ilmu dan menyimpulkan bahwa teori seleksi alam sangatlah jauh dalam memberikan penjelasan bagi kehidupan di bumi. Tujuan Denton dalam mengajukan sanggahannya bukanlah untuk menunjukkan kebenaran dari pandangan lain, tetapi hanya membandingkan Darwinisme dengan fakta-fakta ilmiah. Selama dua dasawarsa terakhir, banyak evolusionis lain menerbitkan karya-karya penting yang mempertanyakan keabsahan teori evolusi Darwin. 13. a.Variasi dan Spesies Darwin menganggap bahwa kemungkinan variasi dalam spesies tidak terbatas. Pendapat ini dibantah oleh Harun Yahya Evolusi menyebut variasi dalam suatu spesies sebagai bukti kebenaran teorinya. Namun menurut Harun Yahya, variasi bukanlah bukti evolusi karena variasi hanya hasil aneka kombinasi informasi genetis yang sudah ada, dan tidak menambahkan karakteristik baru pada informasi genetis. Variasi selalu terjadi dalam batasan informasi genetis yang ada. Dalam ilmu genetika, batas-batas ini disebut kelompok gen (gene pool). Variasi menyebabkan semua karakteristik yang ada di dalam kelompok gen suatu spesies bisa muncul dengan beragam cara 14. B. Mitos Homologi Pendapat Harun Yahya adalah sebagai berikut: Organ-organ homolog ditemukan pula pada spesies-spesies yang sangat berbeda, bahkan evolusionis tidak dapat menunjukkan hubungan evolusi di antara spesies-spesies tersebut. Kode-kode genetis beberapa makhluk yang memiliki organ-organ homolog sama sekali berbeda satu sama lain. Perkembangan embriologis organ-organ homolog benar-benar berbeda pada makhluk-makhluk yang berbeda. 15. Ilmu pengetahuan modern mengungkapkan bahwa satu sel hidup saja memiliki struktur dan berbagai sistem rumit dan saling terkait, yang jauh lebih kompleks daripada sebuah kota besar. Struktur kompleks seperti ini hanya dapat berfungsi apabila masing-masing bagian penyusunnya muncul secara bersamaan dan dalam keadaan sudah berfungsi sepenuhnya, jika tidak, struktur tersebut justru tidak akan berguna, dan semakin lama akan rusak dan musnah. Tak mungkin semua bagian penyusun sel itu berkembang secara kebetulan dalam jutaan tahun, seperti pernyataan teori evolusi. Oleh sebab itulah, rancangan yang begitu kompleks dari sebuah sel saja, sudah jelas- jelas menunjukkan bahwa Tuhan-lah yang menciptakan makhluk hidup 16. Evolusionis mengatakan bahwa ada kemiripan antara kode-kode DNA atau struktur-struktur protein pada spesies-spesies yang berbeda dan kemiripan ini membuktikan bahwa makhluk-makhluk hidup ini telah berevolusi dari nenek moyang yang sama atau dari satu sama lain. Sebagai contoh, media evolusionisme senantiasa menyatakan bahwa ada kemiripan besar antara DNA manusia dan DNA kera. Kemiripan ini dikemukakan sebagai bukti hubungan evolusi antara manusia dan kera. Contoh paling berlebihan dari argumen ini mengacu pada terdapatnya 46 kromosom pada manusia dan beberapa jenis kera seperti simpanse. Evolusionis menganggap kedekatan jumlah kromosom antara spesies berbeda merupakan bukti evolusi. Namun, jika hal ini benar, manusia memiliki kerabat lebih dekat dengan kentang, dibandingkan dengan kera atau simpanse, karena kentang memiliki jumlah kromosom lebih dekat dibanding dengan jumlah kromosom manusia, yaitu 46. Dengan kata lain, manusia dan kentang memiliki jumlah kromosom yang sama 17. Riset genetis dan embriologis telah membuktikan bahwa konsep homologi yang dinyatakan Darwin sebagai bukti evolusi makhluk-makhluk hidup dari nenek moyang yang sama tidak dapat dianggap sebagai bukti 18. Tidak dapat menjelaskan bagaimana kehidupan di bumi bermula. Menurut teori evolusi, semua species makhluk hidup adalah produk evolusi sebuah sel hidup tunggal (sel pertama) yang terbentuk dari materi tak hidup melalui suatu peristiwa kebetulan. Sampai sekarang belum ada seorang ahlipun yang berhasil membuktikan bahwa sel makhluk hidup dapat bermula dari suatu peristiwa kebetulan, karena sel hidup yang paling sederhana pun ternyata memiliki struktur yang sangat kompleks. Tidak ada temuan ilmiah yang menunjukkan bahwa mekanisme evolusi yang diajukan oleh teori tersebut memiliki kekuatan untuk berevolusi. Menurut teori evolusi, jutaan makhluk hidup yang ada di atas bumi terbentuk sebagai hasil dari proses mutasi banyak organ kompleks organisme. Berdasarkan fakta, mutasi tidak menyebabkan makhluk hidup berkembang, tetapi cenderung selalu merugikan, misalnya cacat. Hal itu terjadi karena DNA memiliki struktur yang sangat kompleks dan mutasi dalam bentuk pengaruh acak dapat mengakibatkan kerusakan pada DNA. Terdapat catatan fosil yang menunjukkan adanya hal-hal yang berlawanan dari apa yang dikemukakan oleh teori tersebut. Skema asal-usul manusia menurut teori evolusi Australopithecus --- Homo habilis - -- Homo errectus --- Homo sapiens. Temuan para ahli paleoantropologi mengungkapkan bahwa Australopithecus, Homo habilis, dan Homo errectus pernah hidup di belahan bumi yang berbeda pada saat bersamaan. 19. Paleontologi, Genetika, Biokimia Biologi molekuler 20. Dari pembahasan yang telah disampaikan, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Teori evolusi merupakan suatu teori gabungan dari fakta dan ide. Faktanya dengan berbagai bukti yang ditemukan di bumi, idenya berupa gagasan adanya evolusi. Evolusi merupakan proses perubahan makhluk hidup dari makhluk hidup satu ke makhluk hidup yang lain, dari tingkat rendah ke tingkat yang tinggi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. 2. Teori evolusi yang paling terkenal dan menjadi kontroversi adalah yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang dalam mengemukakan keanekaragaman spesies berasal dari satu nenek moyang. Penekanannya mahluk hidup dibumi ada secara kebetulan, tidak ada campur tangan penciptaan menurut teori ini. 21. 3. Fakta adanya evolusi dapat dilihat dari fosil baik fosil hewan, tumbuhan dan manusia, analogi dan homologi perbandingan, embriologi perbandingan, domestikasi, perbandingan biokimia, perbandingan fisiologi, organ tubuh yang tersisa. Proses evolusi terjadi melalui mekanisme mutasi gen. 4. Teori evolusi berkaitan dengan adanya asal usul kehidupan di bumi yang dimulai dengan proses penciptaan alam semesta khususnya bumi sampai proses asal mula adanya kehidupan di muka bumi (abiogenesis, biogenesis, evolusi kimia dan evolusi biologi). 5. Dengan munculnya teori evolusi yang dikemukakan Charles Darwin atau yang biasa disebut teori Evolusi Darwin mendapat banyak tanggapan dari para ahli yang menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan teori evolusinya. 22. 6. Banyak teori yang dikemukakan para ilmuwan yang bertentangan dengan teori evolusi Darwin, dibuktikan dari beberapa fakta dan beberapa teori. 7. Beberapa teori yang menentang teori Darwin disertai dengan fakta dan teori yang kuat, yang menyimpulkan bahwa dalam keanekaragaman spesies ada penciptaan yang cerdas dalam merancang keanekaragaman itu. 23. 8. Evolusi, teori evolusi, dan teori Darwin adalah tiga hal yang berbeda meskipun berkaitan sangat erat. Evolusi dapat dipandang sebagai fakta dan sebagai teori. Sebagai fakta, evolusi adalah perubahan. Teori evolusi menjelaskan mekanisme perubahan itu. Teori Darwin hanyalah salah satu dari beberapa teori evolusi yang pernah diajukan, dan sekarang telah banyak mengalami penyempurnaan. Menentang teori Darwin belum tentu menentang teori evolusi karena bisa juga berarti mengajukan teori evolusi lain yang lebih baik dari teori evolusi Darwin. Menentang teori evolusi seyogyanya dilakukan dengan memberikan penjelasan (teori) lain yang lebih dapat diterima mengenai berbagai fakta yang selama ini diyakini sebagai bukti evolusi atau fakta yang selama ini dapat dijelaskan berdasarkan konsep evolusi. 24. 1. Kita percaya adanya tuhan, dan alam semesta yang merupakan ciptaan-Nya 2. Darwin adalah contoh orang yang menggunakan akalnya untuk berpikir mengamati alam. (perintah Tuhan) 3. Metode dan cara berpikir Darwin bisa dicontoh. 4. Yang disayangkan dalam pengamatan alam Darwin tidak menemukan tanda-tanda kebesaran Tuhan 5. Isi pemikiran Darwin tidak sesuai dengan fitrah manusia sebagai mahluk beragama, harus dijelaskan kepada anak didik dengan fakta ilmiah 25. T E R I M A K A S I H