karakteristik biolistrik pada membran alami dan membran buatan

Click here to load reader

Post on 14-Jul-2015

310 views

Category:

Education

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

INSTITUT PERTANIAN BOGORFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMDEPARTEMEN FISIKABOGOR2014MUTIARA KHAIRUNNISAG74120016KARAKTERISTIK BIOLISTRIK PADA MEMBRAN ALAMI DAN MEMBRAN BUATAN

21

PENDAHULUANLatar BelakangMembran adalah fasa (padat atau cair) yang berfungsi sebagai penghalang aliran ion atau molekul yang berada dalam larutan, yang merupakan penghubung dua daerah yang memiliki karakter yang berbeda. Karakter tersebut diantaranya: perbedaan konsentrasi, suhu, tekanan, viskositas dan komposisi larutan. Jenis, sifat dan ukuran pori mempengaruhi kinerja membran. Lingkungan juga berpengaruh pada sistem kerja membran (Rakhmanudin, 2005). Teknologi membran telah banyak diaplikasikan dalam berbagai bidang, seperti pada teknologi industri, biologi, kimia, fisika dan kesehatan. Jika dilihat dari segi energi, teknologi membran tergolong teknologi yang hemat dan bersih karena saat mengoperasikannya tidak diperlukan energi yang besar. Selain itu juga tidak diperlukan zat-zat kimia pendukung yang menimbulkan masalah baru sehubungan dengan limbah (Huriawati, 2006). Membran terbagi atas dua jenis yaitu membran alami dan sintetik. Membran telur merupakan merupakan salah satu dari membran alami. Karakteristik membran ini meliputi sifat listrik, termal, mekanik dan sebagainya. Sifat kelistrikan dapat dilihat dengan melakukan pengukuran konduktansi, kapasitansi, impedansi dan resistansi. Sedangkan mekanik dengan melakukan uji tarik, uji tekan, uji getar dan uji geser. Telur memiliki suplai protein dengan asam amino yang hampir sempurna untuk memenuhi kebutuhan tubuh, begitu pula kandungan mineral dan vitaminnya. Telur juga mengandung asam amino esensial (asam amino yang tidak dapat diproduksi tubuh sehingga harus dipasok dari makanan yang lengkap). Secara fisik, telur terdiri dari empat bagian yaitu cangkang atau kulit luar (shell), lapisan selaput (membrane shell), putih telur (egg white), dan kuning telur (yolk). Pada proses makhluk hidupnya membran telur berfungsi sebagai pelindung embrio atau pelindung putih telur dan kuning telur agar tidak keluar dan terkontaminasi oleh zat yang tigak diinginkan. Membran telur memiliki pori-pori yang berfungsi sebagai media lalu lintas gas oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2). Dalam prosesnya membran telur dikategorikan sebagai media yang penting. Proses perebusan dan perendaman membran telur memberikan pengaruh pada sifat-sifat membran telur tersebut (Mahrani, 2008).

Perumusan MasalahBagaimana karakteristik pada membran alami dan membran buatan?

Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi membran alami pada telur bebek,telur ayam negri dan telur ayam kampung serta membran buatan dengan menggunakan benang nilon.

HipotesisKondisi membran telur yang direbus (matang) mengakibatkan nilai kapasitansi yang lebih kecil dari telur yang tidak direbus.

TINJAUAN PUSTAKAMembran TelurMembran Telur Sebagai bahan pangan, telur merupakan gudang semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh kecuali vitamin C dan K. Vitamin yang terpenting pada telur adalah vitamin B12 yang dapat memperbaiki fungsi saraf. Tidak hanya itu, telur juga mengandung lesithin (emulsifier alami) yang kaya akan cholin. Cholin terlibat dalam pemindahan kolesterol melalui peredaran darah dan mambantu metabolisme lemak. Cholin juga merupakan komponen penting dari membran sel dan jaringan saraf. Telur tersusun dari kuning telur (yolk), putih telur (albumen), kerabang tipis, kerabang telur, dan beberapa bagian lain yang cukup kompleks. Kerabang telur terdiri atas dua bagian, yaitu kerabang tipis (membran) baik luar dan dalam yang dihasilkan oleh istmus dan kerabang telur keras. Tebal kerabang telur 300 mm. Kerabang telur terdiri atas bahan kering 98,4% dan air 1,6%. Bahan kering terdiri dari protein 3,3%dan mineral 95,1%. Mineral yang paling banyak terdapat pada kerabang telur adalah CaCO3 (98,43%), MgCO3 (0,84%), dan Ca3(PO4)2 (0,75%).Lapisan kerabang telur terdiri dari kutikula, membran palisadik, membrane cone, membran mamiler, dan membran kerabang dalam (Yuwanta, 2004). Cangkang telur merupakan bagian telur paling luar, berlapis keras setebal 0,2-0,4 mm dan mengandung kalsium karbonat yang berfungsi melindungi bagian dalam telur. Pada kulit telur terdapat pori-pori yang dapat dilalui udara. Warnanya bervariasi mulai dari putih sampai kecokelatan tergantung pada jenis unggasnya. Namun perbedaan warna sama sekali tidak mempengaruhi kualitas telur. Lapisan tipis yang terletak antara kulit luar dan isi telur (putih dan kuning telur) disebut memban shell atau selaput lapisan yang terdiri dari lapisan membran dalam dan membran luar, keduanya mirip dinding yang menghalangi bakteri (Wirakusumah). Membran telur adalah membran alami yaitu membran dalam proses makhluk hidup. Membran telur dalam proses makhluk hidupnya dikategorikan sebagai alat filtrasi pencegah masuknya zat yang tidak diinginkan. Membran telur merupakan membran yang bermuatan netral. Sesuai dengan fungsi aslinya membran telur diusahakan pengembangannya sebagai alat filtrasi dalam aplikasi teknologi. Efektivitas kerja membran sangat dipengaruhi kualitas telur. Apabila telur yang digunakan berkualitas buruk maka akan diperoleh hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan karena membran tipisnya juga berkualitas buruk (Mahrani, 2008).

Magnetic Stirrer Hot PlateBenang nilon diurai menggunakan magnetic stirrer hot plate, yaitu alat laboratorium yang bekerja berdasarkan bidang magnetik berputar untuk membuat stir bar (batang pengaduk) yang tercelup didalam cairan menjadi berputar dengan sangat cepat sehingga mengaduk cairan tersebut hingga merata. Bidang berputar tersebut dapat dibuat baik dengan magnet berputar atau dengan satu set electromagnet statis yang diletakan di bawah bejana beaker glass. Magnetic stirer seringkali dilengkapi dengan lempengan pemanas untuk memanaskan cairan dalam beaker glass. Kelebihan dari magnetic stirrer hot plate yaitu dapat mengaduk, memanaskan dan mencampur cairan dalam satu bejana. Jangkauan suhunya berkisar antara (0-380)C sehingga tidak merusak beaker glass yang memiliki toleransi suhu maksimal pemanasan 500C. untuk waktu pengoperasian dapat diatur hingga 99 jam dan putaran kecepatan pengaduk maksimalnya hingga 3500 RPM. Kelemahan dari magnetic stirrer hot plate adalah karena terbatasnya ukuran batang pengaduk dan dimensi dari lempeng pemanas sehingga kapasitas bejana atau beaker glass yang bisa dipanaskan diatasnya terbatas hingga 500 mL. Selain itu, jika cairan yang diaduk terlalu kental atau mengandung padatan lebih banyak daripada cairan, maka batang pengaduk tidak dapat mengaduk secara merata.Pada bagian bawah hot plate, terdapat magnet yang akan bereaksi dengan stir bar atau batang pengaduk, sehingga saat kecepatan pengadukan diinput, stir bar akan berputar mengikuti pergerakan magnet yang berada di bawah hot plate. Stir bar atau batang pengaduk digunakan untuk mengaduk campuran cairan atau larutan. Pergerakan dari batang pengaduk ini sendiri digerakan oleh magnet berputar atau gabungan elektromagnet (contohnya koil) yang terletak dibawah bejana berisi cairan. Kaca tidak memberikan efek apapun terhadap medan magnet, sehingga batang pengaduk magnetik dapat bekerja dengan baik pada bejana kaca (misalnya beaker glass). Batang pengaduk biasanya dilapisi oleh teflon, atau sedikit mengandung bahan kaca. Pelapis kaca digunakan untuk cairan logam alkali (kecuali larutan alkali, yang akan mengikis habis), larutan logam alkali didalam ammonia. Kedua pelapis ini secara kimia tidak berpengaruh dan tidak mengkontaminasi atau bereaksi dengan campuran reaksi didalamnya.Cara kerja dari magnetic stirrer hot plate dimulai dengan mengatur temperatur pemanasan, kecepatan pengadukan dan waktu yang akan diberikan selama pengujian. Pengaturan awal ini dilakukan dengan menekan tombol mode, jika lampu indikator heating menyala dan display menunjukkan angka 0 maka tombol turn and push diputar untuk mengatur besar temperatur pemanasan yang akan diberikan. Setelah temperatur yang diinginkan sudah tercantum di display, tekan tombol turn and push untuk mengunci temperatur. Temperatur akan naik secara perlahan-lahan hingga mencapai temperatur yang telah diinput.Untuk menginput besar kecepatan putaran pengadukan, tekan tombol mode. Jika lampu indikator stirring sudah menyala, maka dengan menggunakan tombol turn and push besar kecepatan putaran bisa diinput dan dikunci. Ketika kecepatan pengadukan telah dikunci, batang pengaduk otomatis bergerak mengaduk cairan/larutan didalam bejana kaca sesuai dengan besar kecepatan yang diinput. Untuk menginput waktu, sama dengan pengaturan temperatur dan kecepataran. Dengan menekan tombol mode hingga lampu indikator timer menyala, dan memutar tombol turn and push hingga mencapai waktu pengujian yang diinginkan. Selama pengujian, besar temperatur,kecepatan dan sisa waktu bisa dilihat dengan menekan tombol mode dan informasi tersebut akan ditampilkan didalam display. Magnetic stirrer hot plate ini dilengkapi dengan alarm yang akan berbunyi otomatis jika waktu yang diinput telah habis dan setelah alarm berhenti berbunyi maka pergerakan batang pengaduk dan kenaikan temperatur akan terhenti pula (Imaningtyastuti 2012).

NilonNilon adalah senyawa polimer yang memiliki gugus amida pada setiap unit ulangannya, sehingga nilon disebut juga senyawa poliamida. Nilon bersifat ssemikristalin, kuat dan tahan terhadap suhu tinggi. Nilon dapat dijadikan membran yang memiliki sifat fisik, kimia dan mekanik yang baik, seperti memiliki ketahanan terhadap pH ekstrim dan suhu tinggi (Suhendi, Akbar 2007).Sifat-sifat nilon adalah sebagai berikut: kuat dan tahan gesekan; elastisitasnya besar; kalau diregang sampai 8%, benang akan kembali pada panjang semula, tetapi kalau terlalu regang, bentuk akan berubah; kenyal; tidak mengisap air sehingga mudah kering; pada umumnya tidak tahan panas; larut dalam fenol, tetapi jika menggunakan fenol cair akan mengerut; tahan terhadap alkali dan tidak tahan terhadap klor; tahan air garam; tahan ngengat/cendawan; jika dibakar terlihat meleleh, tidak menyala dan membentuk tepi berwarna coklat (Kurniawan A. 2002).

Asam Klorida (HCL)Asam klorida adalah salah satu senyawa halida asam yang paling banyak diketahui dan merupakan senyawa antara untuk sintesis turunan asam lemak lain, antara lain sebagai bahan asilasi untuk sintesis ester, amida, dan anhidrida asam. Asam klorida sangat reaktif. Adanya gugus Cl yang terikat pada karbon positif karbonil, sehingga lebih mudah ditukar-gantikan daripada bila terikat pada karbon alkil. Oksigen dan klorin merupakan gugus penarik elektron yang kuat sehingga karbon lebih bermuatan positif. Hal ini berarti nukleofil yang lemah pun dapat menyerang karbon. Fenomena inilah yang menyebabkan asam klorida sangat bergunasebagai zat antara untuk sintesis kimia lebih lanjut. Mekanisme reaksi antara suatu asam klorida dan nukleofil mengisyaratkan bahwa penukargantian Cl- tidaklah sesederhana reaksi SN2. Reaksi asam klorida meliputi dua tahapan, yaitu adisi nukleofil pada gugus karbonil dan eliminasi ion klorida. Reaksi ini disebut substitusi asil nukleofil yang berarti substitusi nukleofil pada suatu karbon asil (RCO-) (Fessenden 1986). Asam klorida dengan bobot molekul tinggi dapat didestilasi pada tekanan rendah tanpa mengalami penguraian. Semua asam klorida mempunyai aktivitas kimia yang tinggi dan mudah dihidrolisis oleh air maupun uap air. Umumnya asam klorida dibuat dengan cara klorinasi asam lemak atau melalui garam natriumnya, baik dengan atau tanpa pelarut.

AsetonAseton yang juga dikenal dengan propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida, dan -ketopropana, adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana. Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter,dll. Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat plastik, serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Selain dimanufaktur secara industri, aseton juga dapat ditemukan secara alami, termasuk pada tubuh manusia dalam kandungan kecil.

METODEBahanPenelitian ini menggunakan membran alami yaitu telur ayam kampung, telur ayam negeri/ras, telur bebek dengan masing-masing dua butir telur dalam keadaan mentah dan matang serta membran buatan dari benang nilon. Untuk proses pembuatan membran menggunakan Asam Klorida (HCL) sebanyak 20 ml dan aseton sebanyak 2 ml.

AlatPengukuran karakteristik biolistrik pada membran menggunakan LCR HITESTER dan LCR Meter 5Mhz dilengkapi kabel. Papan PCB berukuran (3x3)cm. Untuk mengurai susunan nilon digunakan magnetic stirrer hot plate. Sementara nilon diwadahi dalam beaker glass. Wadah berisi air aquades, kertas alumunium foil, papan kaca, penggiling dan selotip untuk mencetak membran.

ProsedurProsedur penelitian diawali dengan persiapan alat dan bahan. Telur ayam kampung, ayam negeri dan bebek direbus lalu dikupas perlahan. Lepas bagian cangkang yang melekat pada membran. Jangan sampai ada bagian membran yang rusak. Kondisikan ukuran membran masing-masing (3x3)cm lalu jepit pada papan PCB yang telah disediakan. Ukur karakteristik masing-masing membran dengan LCR Meter dengan frekuensi 100, 150, 200, 250, 300, 350, 400, 450, 500. Catat nilai impedansi(Z), Konduktansi(G), Kapasitansi(Cs) dan Induktansi (Rs) pada setiap masing-masing frekuensi. Sementara itu, timbang benang nilon sebanyak lima gram dengan timbangan. Gunakan nilon 4gr dengan ukuran kecil dan masukan dalam beaker glass, masukan pula 20 ml HCL dan 1.5 ml aseton dan batang pengaduk lalu tutup dengan alumunium foil. Operasikan magnetic stirrer selama 30 menit agar larutan dalam beaker glass homogen.Siapkan kaca yang sudah diberi solatip di kedua sisi yang berhadapan. Setelah alarm berbunyi, angkat beaker glass dan tungkan cairan membran secukupnya d sisi yang tidak bersolatip, lalu ratakan dengan penggiling. Masukan secara langsung ke wadah yang berisi aquades. Angkat membran dan keringkan.

HASIL DAN PEMBAHASANHasilSetelah dilakukan pengujian karakterisasi dari keempat membran, diperoleh hasil data dan pengolahan data dalam bentuk grafik sebagai berikut :

Membran Telur Ayam Negeri

Tabel 1. Data Membran dari Telur Ayam Negeri MentahNo.Frekuensi (kHz)Impedansi (kilo ohm)Kapasistansi (pF)Resistansi (ohm)Konduksi (mS)

110031.5256.12813.76313.854

220018.3345.3535.301515.779

330012.92142.3913.21319.246

440010.09340.2542.04120.035

55008.179539.5231.428621.353

66006.964938.5911.124523.181

77006.057637.969914.9424.934

88005.30737.864746.5426.507

99004.734137.714652.3129.106

1010004.263637.678579.2531.864

Tabel 2. Data Membran dari Telur Ayam Negeri MatangNo.Frekuensi (kHz)Impedansi (k ohm)Kapasistansi (pF)Resistansi (kilo ohm)Konduksi (mS)

1100302.039.9647256.342.8101

220021.78937.4824.900910.323

330051.76513.45133.52712.512

440011.57334.6841.524111.38

55009.417434.0211.069812.063

66008.002733.319813.5812.704

77006.898133.089607.4212.765

88006.021133.119498.713.726

99005.401832.816374.2612.826

10100088.6692.653665.3078.3064

Membran Telur Bebek

Tabel 3. Data Membran dari Telur Bebek MentahNo.Frekuensi (kHz)Impedansi (k ohm)Kapasistansi (pF)Resistansi (kilo ohm)Konduksi (nS)

11001264.91.25832.34731.4671

2200668.541.2194145.17324.79

3300423.151.267562.282347.84

4400381.181.0541.381284.8

5500298.581.06647.550484.69

6600248.761.06642.158234.878

7700538.750.427384.41290.81

8800197.651.088411.812302.36

9900186.450.953919.916572.9

101000171.790.935624.002813.3

Tabel 4. Data Membran dari Telur Bebek MatangNo.Frekuensi (kHz)Impedansi (k ohm)Kapasistansi (pF)Resistansi (kilo ohm)Konduksi (mS)

110048.16533.4087.08783.0553

2200370.842.3935164.291.1946

330062.58416.83254.06913.804

4400174.982.8366104.613.4165

5500118.994.002788.526.2515

6600105.383.829679.4247.1516

770067.5165.780254.87512.038

880054.0116.67745.0515.443

990044.3867.132736.81618.687

10100036.6077.579929.98722.377

Membran Telur Ayam Kampung

Tabel 5. Data Membran dari Telur Ayam Kampung MentahNo.Frekuensi (kHz)Impedansi (k ohm)Kapasistansi (pF)Resistansi (kilo ohm)Konduksi (mS)

11001387.91.1581193.72100.57

220021.22137.651.8954.2079

330014.736.3171.64187.5978

440011.17235.8271.21819.7587

55008.961335.7451.001612.473

66007.67234.7250.71212.097

77006.646234.3950.687615.567

88005.847334.2070.6054417.7

99005.240433.9290.5442619.819

1010004709.234.0230.5424124.459

Grafik Membran dari Telur Ayam Kampung Matang

Nilon

Grafik Gabungan

PembahasanSalah satu sifat karakteristik membran yang terpengaruh adalah sifat fisika dari membran, khusunya sifat konduktansi membran. Karakterisasi sifat fisika dari suatu membran meliputi sifat listrik, termal, mekanik, dan sebagainya. Sifat kelistrikan dapat dilihat dengan melakukan pengukuran terhadap nilai konduktansi membran dan karkteristik Arus-Tegangan (I-V). Karakteristik ini dipengaruhi oleh aliran elektron dan ion-ion pada membran. Dari karakteristik arus-tegangan dapat ditentukan sifat ohmik-nya suatu membran, daya tahanan listrik dan energi dari arus yang melintasi membran (Juansah 2002).LCR HiTESTER adalah salah satu jenis alat ukur impedansi yang dioperasikan menggunakan layar sentuh (touch screen) sebagai media penghubung antara pengguna dengan alat. Layar sentuh interaktif ini memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan alat ini dengan mudah dan simpel. Prinsip pengukuran ini didasarkan pada prinsip bahwa sebuah arus listrik kecil dikirimkan melalui obyek pengukuran (sampel) dan pada saat yang sama drop tegangan diukur di seluruh objek pengukuran. Dari drop tegangan diukur impedansi (Z), konduktansi (G) dan resistansi (R), sehingga nilai kapasitansi dapat dihitung setelah itu. Alat ini dirancang untuk keperluan pengukuran sampel yang berbentuk pelet atau padatan. Hal yang terpenting dari instrumen ini hanya memiliki satu output yang memberikan arus bolak-balikNilon merupakan polimer yang banyak dipakai sebagai membran ultrafiltrasi, yang cenderung bersifat kuat dan tahan gesekan; elastisitasnya besar; kalau diregang sampai 8%, benang akan kembali pada panjang semula, tetapi kalau terlalu regang, bentuk akan berubah; kenyal; tidak mengisap air sehingga mudah kering; pada umumnya tidak tahan panas; larut dalam fenol, tetapi jika menggunakan fenol cair akan mengerut; tahan terhadap alkali dan tidak tahan terhadap klor; tahan air garam; tahan ngengat/cendawan; jika dibakar terlihat meleleh, tidak menyala dan membentuk tepi berwarna coklat (Kurniawan A. 2002).Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh grafik plot hubungan frekuensi dengan impedansi, konduktansi, kapasitansi, resistansi. Grafik hubungan frekuensi dengan impedansi menunjukan pada membran telur bebek mentah dan membran nilon terjadi penurunan cukup tajam. Sementara pada grafik membran telur ayam negeri dan membran telur kampung baik mentah atau matang mengalami penurunan yang signifikan. Secara keseluruhan nilai impedansi membran telur bebek paling besar. Grafik hubungan frekuensi dengan konduktansi pada membran telur bebek matang memiliki mengalami penurunan dari keadaan konstan. Membran dari nilon sangat meningkat dengan membran telur bebek mentah. Grafik hubungan frekuensi dengan kapasitansi menunjukan penurunan. Grarik hubungan frekuensi dengan Resistansi pada membran telur bebek matang dan mentah serta membran nilon meningkat. Sementara yang lainnya menurun. Besar nilai resistansi pada telur bebek sangat berbeda jauh dengan yang lainnya (Mashadi 2010). Terjadinya perbedaan tersebut disebabkan perbedaan jumlah ion-ion yang terkandung di dalam membran.

SIMPULAN DAN SARANSimpulanKarkteristik suatu membran alami dan buatan dilihat pada karakteristik biolistrik yang terjadi perubahan nilai induktansi, kapasitansi, konduktansi dan resistansi saat diuji dengan LCR Meter pada frekuensi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut karena terdapat perbedaan kandungan jumlah ion.

SaranPenelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji kondisi membran buatan dari jenis lain selain nilon dan dapat menguji pengaplikasian membran setelah diketahui perbedaan karakteristik biolistriknya.

DAFTAR PUSTAKAMahrani, Elly. 2008. Kajian Sifat Reologi Berbagai Jenis Membran Telur. [Skripsi]. Departemen Fisika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Bogor: Institut Pertanian Bogor.Arahman, Nasrul. 2012. Konsep dasar proses pembuatan membran berpori dengan metode non-solvent induced phase separation penentuan cloud point dan diagram tiga phasa. Rekayasa Kimia dan Lingkungan. Vol. 9, no. 2: 68-37.Suhendi, Akbar. 2007. Pencirian membran mikrofiltrasi nilon-6. [Skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Kurniawan A. 2002. Pengaruh fouling terhadap konduktansin listrik pada Proses filtrasi membran polisulfon [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor.Fessenden RJ, Fessenden JS. 1986. Kimia Organik, Jilid ke-2. Edisi ke-3. Jakarta: Erlangga.Imaningtyastuti. 2012. Analisis laju korosi sambungan las pipa stainless steel 316 pada kondensor di dalam media larutan NaCl. [skripsi]. Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin. Universitas Diponegoro. Semarang.Juansah J.2002. Studi karakteristik arus tegangan membran polisulfon pada berbagai frekuensi,konsentrasi dan suhu. Jurnal Kimia. 2 ( 7 ) : 12-18.Mashadi. 2010. Sistem instrumentasi sifat elektrik untuk sampel kapasitor berbasis karbon. [Tesis]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/Program Magister Fisika Kekhususan Fisika Instrumen. Depok (ID): Universitas Indonesia.Mulder, M. 1996. Basic Principles of Membrane Technology, 2rd Edition. London: Kluwer Academic PublishersPinnau I, Freeman BD. 2000. Formation and Modification of Polymeric membranes: Overview in Membrane Formation and Modification. Ingo: American Chemical Society