fix fix laporan kunlap.doc -oke

of 25 /25
BAB 1 LATAR BELAKANG I. Gambaran Umum Wilayah Komunitas 1.1 Pasar Burung Pramuka Pasar burung terbesar di Asia Tenggara ini terletak di daerah Matraman, Jakarta Timur. Lokasinya sangat strategis di Jalan Pramuka Raya Ps. Pramuka Kelurahan Pal Meriam Kecamatan Matraman, sehingga tak sulit untuk menjangkau daerah tersebut, karena banyak transportasi umum yang lewat di depan Pasar burung yang dibangun pada tahun 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Gambar 1.1 Peta Wilayah Pasar Pramuka Di pasar ini banyak para pedagang menjual obat-obatan kimia dan tradisional untuk mengobati penyakit dan kesehatan. Di 1

Author: ruuweelscribd

Post on 10-Dec-2015

275 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

urologi

TRANSCRIPT

BAB 1

LATAR BELAKANGI. Gambaran Umum Wilayah Komunitas

1.1 Pasar Burung Pramuka

Pasar burung terbesar di Asia Tenggara ini terletak di daerah Matraman, Jakarta Timur. Lokasinya sangat strategis di Jalan Pramuka Raya Ps. Pramuka Kelurahan Pal Meriam Kecamatan Matraman, sehingga tak sulit untuk menjangkau daerah tersebut, karena banyak transportasi umum yang lewat di depan Pasar burung yang dibangun pada tahun 1975 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin.

Gambar 1.1 Peta Wilayah Pasar PramukaDi pasar ini banyak para pedagang menjual obat-obatan kimia dan tradisional untuk mengobati penyakit dan kesehatan. Di samping lokasi pasar yang sejak lama berdiri ini juga terkenal dengan pasar hewan nya, terutama jenis unggas serta menjual pakan unggas dan ternak. Beragam nya jenis unggas yang dijual di Pasar Pramuka dari unggas jenis burung hias dan burung kicau, kemudian pengunjung yang datang menyebutnya sebagaiPasar Burung. Dinamakan Pasar Pramuka di daerah ini juga terdapat nama jalan dengan istilah kepramukaan.

Lokasi di sekitar pasar pramuka kurang kondusif dikarenakan lalu lintas yang padat di sekitar lokasi pasar dan lahan parkir yang tidak memadai untuk pengunjung pasar. Di sebelah kiri pasar terdapat Kali Baru yang alirannya tidak lancar dan terdapat banyak sampah yang sempat menjadi masalah karena merupakan salah satu penyebab banjir karena limbah dari pasar burung. Kawasan Pasar Pramuka sendiri menurut Walikota, merupakan salah satu titik penilaian Piala Adipura. Maka sangat disayangkan bila lingkungan disekitar pasar tersebut tidak dijaga, mengingat Jakarta Timur pada tahun 2013 lalu berhasil meraih Piala Adipura.

Kondisi pasar lumayan ramai dan terawat, para pedagang di pasar burung pramuka juga terkesan ramah. Kebanyakan dari penjual unggas disana adalah orang yang tinggal disekitar kawasan pasar dan mereka setiap harinya berada dilokasi penjualan unggas dan bertanggung jawab sebagai penjaga kebersihan pasar dan ketertibannya.1.2 Komunitas Penjual di Pasar Burung Pramuka

Pasar Pramuka yang telah berusia sekitar 29 tahun. Pasar Pramuka dikenal sebagai pasar dengan jumlah pedagang obat dan burung terbesar di Jakarta. Jumlah kios obat di pasar ini sebanyak 403, sedangkan kios burung sekitar 250. Jenis burung yang dapat dijumpai di pasar burung pramuka ini ialah Parkit dan Kenari. Jenis pertama memiliki warna hijau terang, kontras dengan jenis kedua yang berwarna kuning cerah. Kenari yang diimpor dari Taiwan juga punya banyak penggemar karena bentuk tubuhnya yang agak bulat. Kenari jenis ini dijual seharga Rp 400.000-800.000perekornya.

Ada pula burung jenis Kacer, Dara Hijau, Rica Jenggot, dan Merpati. Pasar ini juga memiliki beberapa jenis burung Jalak seperti Jalak Putih, Jalak Duren, dan Jalak Nias. Beberapa burung lokal dijual cukup mahal, seperti Cucakrawa (Rp 5 juta), Murai asal Medan (Rp 4 juta), dan Anis Merah (Rp 3 juta).

Rata-rata penjual burung di Pasar Pramuka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi sebagian besar penjaga pasar berasal dari sekitar wilayah pasar pramuka, kebersihan di area kios sudah lumayan terjaga, hanya saja suasananya lumayan ramai.

2. Gambaran Umum Komunitas

2.1 Bapak MantoUsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

42Laki-lakiSMAMenikahIslam

Bapak Manto tinggal di daerah belakang Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar15 tahun yang lalu. Berjualan mulai pukul 5 pagi sampai jam 4 sore, kegiatan sehari hari pak Manto selain berjualan ialah membersihkan kotoran unggas, memberi makan dan memandikan unggas setiap harinya. Pak Manto tidak suka menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung. Dan Pak Marto tidak mengetahui akan fungsi masker terhadap kesehatan maka dari itu Pak Marto tidak menggunakan masker. Selain berjualan unggas pak Manto juga menjual makanan burung. Beliau memiliki kebiasaan makan dirumah menggunakan tangan dan jarang mencuci tangan sebelum makan dan menggunakan alas kaki sandal setiap harinya. Di sekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan ditampung menggunakan ember dan limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas. Pak Manto tidak memvaksin burung yang dijualnya dan sebelumnya kurang mengetahui bahwa burung yang dijualnya sudah divaksin atau belum, beliau hanya tinggal menjual burung tersebut di Pasar Pramuka. Pak Manto sering mengeluh batuk dan demam.Area Masalah

Masalah non- medis: a. Perilaku tidak mencuci tangan sebelum makan b. Perilaku tidak memvaksin burung yang dijualnya c. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung

Masalah medis: a. Batuk dan demam

2.2 Bapak AgusUsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

21Laki-lakiSMPBelum MenikahIslam

Bapak Agus tinggal di daerah Matraman yaitu di sekitar Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar 5 bulan.

Bapak Agus biasanya berjualan mulai membuka kiosnya dari pagi sampai sore, kegiatan sehari hari pak Agus selain berjualan ialah memberi makan burung, membersihkan kotoran burung dan membersihkan kiosnya jika sudah tampak kotor dan setelah membersihkan kandang biasanya pak Agus malas mencuci tangan karena lokasi kamar mandi yang jauh. Saat membersihkan kotoran burung beliau tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Bapak Agus malas memakai masker walaupun beliau tahu manfaat masker terhadap kesehatan. Beliau hanya menjual burung saja dan tidak menjual jenis unggas lainnya. Beliau memiliki kebiasaan makan di Kantin sekitar pasar dan mencuci tangan jika ingat sebelum makan. Beliau menggunakan alas kaki sandal hampir setiap harinya. Disekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan terdapat tampungan air di dekat kiosnya untuk minum unggas di Pasar dan limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas. Menurutnya, burung yang beliau jual sudah di vaksin. Pak Agus sering mengeluhkan batuk dan demam yang berulang.Area Masalah Masalah non- medis : a. Perilaku jarang mencuci tangan sebelum makan

b. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung Masalah medis : a. Batuk dan demam

2.3 Bapak HasanUsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

42Laki-lakiSMAMenikahIslam

Bapak Hasan tinggal di daerah sekitar Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar 8 tahun.

Bapak Hasan mulai berjualan sekitar pukul 5 pagi sampai magrib, kegiatan sehari hari pak Hasan selain berjualan ialah memberi makan burung, membersihkan kotoran burung dan membersihkan kiosnya tiga kali sehari. Saat membersihkan kotoran burung beliau tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Bapak Hasan tidak mengetahui sama sekali akan manfaat masker. Beliau menjual burung dan menjual jenis unggas lainnya. Beliau memiliki kebiasaan membawa makanan dari rumah sekitar dan jarang mencuci tangan sebelum makan. Beliau biasanya makan menggunakan tangan. Beliau menggunakan sandal setiap harinya. Di sekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan terdapat tampungan air. Limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas. Beliau tidak mengetahui burung yang dijualnya sudah di vaksin atau belum. Bapak Hasan mengeluh sering demam dan batuk.Area Masalah

Masalah non- medis: a. Perilaku jarang mencuci tangan sebelum makan

b. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung c. Pengetahuan tentang vaksinasi terhadap burung yang dijualmya Masalah medis

: a. Batuk dan demam2.4 Bapak Khozim

UsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

35Laki-lakiSMAMenikahIslam

Bapak Khozim tinggal di daerah sekitar Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar 4 tahun.

Bapak Khozim mulai berjualan sekitar pukul setengah 5 pagi sampai jam 5 sore, kegiatan sehari hari pak Khozim selain berjualan ialah memberi makan burung, membersihkan kotoran burung dan membersihkan kiosnya dua kali sehari yaitu saat membuka dan menutup kiosnya. Saat membersihkan kotoran burung beliau tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Beliau malas memakai masker karena terlalu ribet dan beliau juga tidak tahu akan manfaat masker terhadap kesehatan. Beliau menjual burung dan beberapa sangkar. Beliau memiliki kebiasaan makan di sekitar pasar atau di kantin dan tidak mencuci tangan sebelum makan. Beliau menggunakan sandal setiap harinya. Disekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan terdapat tampungan air. Limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas.Menurutnya, burung yang beliau jual sudah di vaksin. Bapak Khazim mengeluh sering mengalami batuk dan demam.Area Masalah

Masalah non- medis: a. Perilaku jarang mencuci tangan sebelum makan

b. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat

membersihkan kotoran burung Masalah medis: a. Batuk dan demam2.5 Bapak Dirin

UsiaJenis KelaminPendidikan TerakhirStatus PernikahanAgama

28Laki-lakiSMAMenikahIslam

Bapak Dirin tinggal di daerah sekitar Pasar Pramuka, beliau sudah berjualan di pasar pramuka sekitar 2 tahun.

Bapak Dirin mulai berjualan sekitar pukul 5 pagi sampai jam 6 sore, kegiatan sehari hari pak Dirin selain berjualan ialah memberi makan burung, membersihkan kotoran burung dan membersihkan kiosnya sehari sekali. Saat membersihkan kotoran burung beliau tidak menggunakan sarung tangan dan masker. Beliau tidak tahu sama sekali akan manfaat masker terhadap kesehatan. Beliau memiliki kebiasaan makan di Kantin pasar dan jarang mencuci tangan sebelum makan dan makan menggunakan sendok. Beliau menggunakan sandal setiap harinya. Di sekitar kios terdapat toilet dengan air yang selalu mengalir dan terdapat tampungan air. Limbah unggas pun dibuang ke tempat khusus pembuangan kotoran unggas. Menurutnya burung yang beliau jual sudah divaksin. Pak Dirin mengeluh sering batuk dan demam.Area Masalah

Masalah non- medis: a. Perilaku jarang mencuci tangan sebelum makan b. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan kotoran burung Masalah medis: a. Batuk dan demam3. Penentuan Area Masalah

Setelah dilakukan wawancara kepada sejumlah penjual yang berjualan di Pasar Pramuka, terdapat masalah pada komunitas tersebut, diantaranya:

a. Perilaku mengenai kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan

b. Perilaku mengenai tidak memberikan vaksin kepada unggas yang dijual

c. Perilaku tidak menggunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran burungd. Perilaku tidak menggunakan masker saat membersihkan kotoran burung

e. Tidak terjaminnya kebersihan makanan di sekitar pasar.f. Komunitas sering mengeluh batuk dan demam Dari sekian masalah yang ada, diputuskan untuk mengangkat masalah perilaku penggunaan masker saat membersihkan kotoran burung pada komunitas penjual burung di Pasar Pramuka yang dimana sering menimbulkan keluhan batuk dan demam. Hal ini berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, yaitu adanya pengakuan pada seluruh anggota komunitas. Dimana hampir seluruh komunitas tidak mengetahui akan fungsi masker dan dampak apabila tidak menggunakannya. Kebiasaan ini telah mereka lakukan dalam jangka waktu lebih dari 15tahun dan sudah menimbulkan efek kesehatan pada sebagian besar komunitas. Kebiasaan perilaku tidak menggunakan masker mengakibatkan dampak yang kurang baik yaitu penjual burung terjangkit ISPA.BAB II

TINJAUAN PUSTAKA1. Manfaat Pemakaian Masker

Alat Pelindung Pernafasan (Respiratory Protection)

Alat pelindung pernafasan digunakan untuk melindungi pernafasan dari resiko paparan gas, uap, debu, atau udara terkontaminasi atau beracun,korosi atau yang bersifat rangsangan. Sebelum melakukan pemilihan terhadap suatu alat pelindung pernafasan yang tepat, maka perlu mengetahui informasi tentang potensi bahaya atau kadar kontaminan yang ada di lingkungan kerja.Hal-hal yang perlu diketahui antara lain:

a) Bentuk kontaminan di udara, apakah gas, uap, kabut, fume, debu atau kombinasi dari berbaga bentuk kontaminan tersebut.

b) Kadar kontaminan di udara lingkungan kerja.

c) Nilai ambang batas yang diperkenankan untuk masing-masing kontaminan.

d) Reaksi fisiologis terhadap pekerja, seperti dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit.

e) Kadar oksigen di udara tempat kerja cukup tidak, dll.

Jenis alat pelindung pernafasan antara lain:

1) Masker

Alat ini digunakan untuk mengurangi paparan debu atau partikel-partikel yang lebih besar masuk kedalam saluran pernafasan.

2) Respirator

Alat ini digunakan untuk melindungi pernafasan dari paparan debu,kabut, uap logam, asap, dan gas-gas berbahaya. Jenis-jenis respirator ini antara lain:

a. Chemical Respirator

Merupakan catridge respirator terkontaminasi gas dan uap dengantiksisitas rendah. Catridge ini berisi adsorban dan karbon aktif, arang dansilicagel. Sedangkan canister digunakan untuk mengadsorbsi khlor dangas atau uap zat organik.

b. Mechanical Filter Respirator

Alat pelindung ini berguna untuk menangkap partikel-partikel zatpadat, debu, kabut, uap logam dan asap. Respirator ini biasanyadilengkapi dengan filter yang berfungsi untuk menangkap debu dan kabutdengan kadar kontaminasi udara tidak terlalu tinggi atau partikel yangtidak terlalu kecil. Filter pada respirator ini terbuat dari fiberglas atau woldan serat sintetis yang dilapisi dengan resin untuk memberi muatan pada partikel.Pelindung Wajah (Masker) Pemakaian pelindung wajah ini dimaksudkan untuk melindungi selaput lendir hidung, mulut selama melakukan perawatan pasien yang memungkinkan terjadi percikan darah dan cairan tubuh lain.

Masker tanpa kaca mata hanya digunakan pada saat tertentu misalnya merawat pasien tuberkulosa terbuka tanpa luka bagian kulit atau perdarahan. Masker kaca mata dan pelindung wajah secara bersamaan digunakan petugas yang melaksanakan atau membantu melaksanakan tindakan beresiko tinggi terpajan lama oleh darah dan cairan tubuh lainnya antara lain pembersihan luka, membalut luka, mengganti kateter etau dekontaminasi alat bekas pakai. Bila ada indikasi untuk memakai ketiga macam alat pelindung tersebut, maka masker selalu dipasang dahulu sebelum memakai gaun pelindung atau sarung tangan, bahkan sebelum melakukan cuci tangan bedah.

Langkah langkah pemakaian masker (Potter & Perry, 2005) sebagai berikut :

1) Ambil bagian tepi atas masker (biasaanya sepanjang tepi tersebut / metal yang tipis).

2) Pegang masker pada dua tali atau ikatan bagian atas. Ikatan dua tali atas pada bagian atas belakang kepala dengan tali melewati atas telinga.

3) Ikatkan dua tali bagian bawah pas eratnya sekeliling leher dengan masker sampai kebawah dagu.

4) Dengan lembut jepitkan pita metal bagian atas pada batang hidung. 2. ISPA2.1 DefinisiISPA sering disalah-artikan sebagai infeksi saluran pernapasan atas. Yang benar, ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut, yang meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu atau lebih bagian dari saluran napas mulai dari hidung (saluran bagian atas) hingga jaringan di dalam paru-paru (saluran bagian bawah).Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernapasan, dan akut, dimana pengertiannya adalah sebagai berikut :1. InfeksiAdalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.2. Saluran pernapasanYang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru (alveoli), beserta organ-organ di sekitarnya.

3. Infeksi AkutAdalah Infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari ( 14 hari ). Batas 14 hari diambil untuk menunjukkan proses akut.

2.2 Penyebab dan Pencetus ISPASaluran pernapasan dari hidung sampai bronkhus dilapisi oleh membran mukosa bersilia (silia = rambut-rambut halus). Udara yang masuk melalui rongga hidung disaring, dihangatkan dan dilembabkan. Partikel debu yang kasar dapat disaring oleh rambut yang terdapat dalam hidung, sedangkan partikel debu yang halus akan terjerat dalam lapisan mukosa. Gerakan silia mendorong lapisan mukosa ke posterior/belakang ke rongga hidung dan ke arah superior/atas menuju faring.

Secara umum, efek pencemaran udara terhadap saluran pernafasan dapat menyebabkan pergerakan silia hidung menjadi lambat dan kaku bahkan dapat berhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernafasan akibat iritasi oleh bahan pencemar. Produksi lendir akan meningkat sehingga menyebabkan penyempitan saluran pernafasan dan rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan. Akibat dari hal tersebut akan menyebabkan kesulitan bernafas sehingga benda asing tertarik dan bakteri lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan, hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.

Menurut WHO (World Health Organization = organisasi kesehatan dunia), pengeluaran lendir atau gejala pilek terjadi pada penyakit flu ringan disebabkan karena infeksi kelompok virus jenis rhinovirus dan/atau coronavirus. Penyakit ini dapat disertai demam pada anak selama beberapa jam sampai tiga hari. Sedangkan pencemaran udara diduga menjadi pencetus infeksi virus pada saluran napas bagian atas.

ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat ke saluran pernapasannya.2.3 Klasifikasi ISPA

Program Pemberantasan Penyakit ISPA (P2 ISPA) membagi penyakit ISPA dalam 2 golongan yaitu pneumonia (radang paru-paru) dan yang bukan pneumonia.

Pneumonia dibagi lagi atas derajat beratnya penyakit, yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat.

Penyakit batuk-pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia. Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman Streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik penisilin.

Berikut ini adalah klasifikasi ISPA berdasarkan P2 ISPA :

PNEUMONIA : ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.

PNEUMONIA BERAT : ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada ke dalam.

BUKAN PNEUMONIA : ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat.

2.4 Manifestasi Klinis

Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal.

Bila sudah dalam kegagalan pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih rumit dengan mortalitas yang lebih tinggi. Maka, perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan yang sudah berat cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam kegagalan pernapasan.

Berikut ini adalah tanda bahaya yang perlu diwaspadai pada seorang penderita ISPA :

Tanda-tanda bahaya secara umum :

- Pada sistem pernafasan : napas cepat dan tak teratur, retraksi/tertariknya kulit ke dalam dinding dada, napas cuping hidung, sesak, kulit wajah kebiruan, suara napas lemah atau hilang, mengi, suara nafas seperti ada cairannya sehingga terdengar keras

- Pada sistem peredaran darah dan jantung : denyut jantung cepat dan lemah, tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah dan gagal jantung.- Pada sistem saraf : gelisah, mudah terangsang, sakit kepala, bingung, kejang, dan koma.

- Gangguan umum : letih dan berkeringat banyak.

Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun : tidak bisa minum, kejang, kesadaran menurun, stridor/mendengkur, dan gizi buruk.

Tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan : kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun sampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya), kejang, kesadaran menurun, mendengkur, mengi, demam, dan dingin.2.5 Penatalaksanaan

I. Mengatasi panas (demam) Untuk orang dewasa, diberikan obat penurun panas yaitu parasetamol.

Untuk anak usia 2 bulan sampai 5 tahun, demam diatasi dengan memberikan parasetamol dan dengan kompres.

-Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan.

-Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan pada air biasa (tidak perlu air es).

Bayi di bawah 2 bulan dengan demam sebaiknya segera dibawa ke pusat pelayanan kesehatan.

II. Mengatasi batuk Dianjurkan memberi obat batuk yang aman, yaitu ramuan tradisional berupa jeruk nipis sendok teh dicampur dengan kecap atau madu sendok teh , diberikan tiga kali sehari.

Dapat digunakan obat batuk lain yang tidak mengandung zat yang merugikan seperti kodein, dekstrometorfan, dan antihistamin.

III. Pemberian makanan Berikan makanan yang cukup gizi, sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu lebih sering dari biasanya, lebih-lebih jika muntah.

Pemberian ASI pada bayi yang menyusu tetap diteruskan.IV. Pemberian minumanKekurangan cairan akan menambah parah sakit yang diderita. Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah, dan sebagainya) lebih banyak dari biasanya. Ini akan membantu mengencerkan dahak dan mencegah kekurangan cairan.

V. Lain-lain Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat, lebih-lebih pada anak dengan demam menghambat keluarnya panas.

Jika pilek, bersihkan hidung untuk mempercepat kesembuhan dan menghindari komplikasi yang lebih parah.

Usahakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, yaitu yang berventilasi cukup, dengan pencahayaan yang memadai, dan tidak berasap.

Apabila selama perawatan dirumah keadaan memburuk, maka dianjurkan untuk membawa ke dokter.

Untuk penderita yang mendapat obat antibiotik, obat yang diperoleh tersebut harus diberikan dengan benar sampai habis.

Dan untuk penderita yang tidak mendapatkan antibiotik, usahakan agar setelah 2 hari kembali ke dokter untuk pemeriksaan ulang.

2.6 Pencegahan

Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan :

Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.

Imunisasi.

Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan.

Mencegah kontak dengan penderita ISPA.3. Perilaku

A. Teori Lawrence Green

Promosi kesehatan sebagai pendekatan terhadap kesehatan terhadap faktor perilaku kesehatan, maka kegiatannya tidak terlepas dari faktor-faktor yang menenrukan perilaku tersebut. Dengan perkataan lain, kegiatan promosi kesehatan harus disesuaikan dengan determinan (faktor yang mempengaruhi perilaku itu sendiri). Dan menurut Lawrence Green, perilaku ini ditentukan oleh 3 faktor utama, yakni :

a. Faktor pendorong (predisposing factors)

Faktor-faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang, antara lain pengetahuan, sikap, keyakinan, kepercayaan, nilai-nilai, tradisi, dan sebagainya. Contohnya seorang ibu mau membawa anaknya ke Posyandu, karena tahu bahwa di Posyandu akan dilakukan penimbangan anak untuk mengetahui pertumbuhannya. Tanpa adanya pengetahuan-pengetahuan ini ibu tersebut mungkin tidak akan membawa anaknya ke Posyandu.

b. Faktor pemungkin (enabling factors)

Faktor-faktor yang memungkinkan atau memfasilitasi perilaku atau tindakan. Yang dimaksud dengan faktor pemungkin adalah sarana dan prasarana atau fasilitas untuk terjadinya perilaku kesehatan, misalnya : Puskesmas, Posyandu, Rumah Sakit, tempat pembuangan air, tempat pembuangan sampah, tempat olahraga, makanan bergizi, uang dan sebagainya. Contohnya sebuah keluarga yang sudah tahu masalah kesehatan, mengupayakan keluarganya untuk menggunakan air bersih, buang air di WC, makan makanan yang bergizi dan sebagainya. Tetapi apakah keluarga tersebut tidak mampu untuk mengadakan fasilitas itu semua, maka dengan terpaksa buang air besar di kali/kebun, menggunakan air kali untuk keperluan sehari-hari dan sebagainya.

c. Faktor penguat (reinforcing factors)

Faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku, kadang-kadang meskipun orang tahu dan mampu untuk berperilaku sehat, tetapi tidak melakukannya. Contohnya seorang ibu hamil dan di dekat rumahnya ada Polides, dekat dengan bidan, tetapi ia tidak mau melaksanakan periksa hamil karena ibu lurah dan ibu tokoh-tokoh lain tidak pernah periksa hamil namun anaknya tetap sehat. Hal ini berarti bahwa untuk berperilaku sehat memerlukan contoh dari para tokoh masyarakat.3. Faktor yang Mempengaruhi Perilaku

1) Pengetahuan (knowledge)

Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga). Dengan sendirinya, pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek.

Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Komponen kognitif merupakan representasi yang dipercaya oleh individu. Komponen kognitif berisi persepsi dan kepercayaan yang dimiliki individu mengenai sesuatu kepercayaan datang dari yang telah dilihat, kemudian terbentuk suatu ide atau gagasan mengenai sifat atau karakteristik umum suatu objek. Sekali kepercayaan telah terbentuk, akan menjadi dasar pengetahuan seseorang mengenai yang dapat diharapkan dari objek tertentu. Namun kepercayaan sebagai komponen kognitif tidak terlalu akurat. Kadang-kadang kepercayaan tersebut terbentuk justru dikarenakan kurang atau tiadanya informasi yang benar mengenai objek yang dihadapi. Seringkali komponen kognitif ini dapat disamakan dengan pandangan atau opini.

2) Memahami (comprehension)

merupakan tahap memahami suatu objek bukan sekedar tahu atau dapat menyebutkan, tetapi juga dapat menginterpretasikan secara benar tentang objek.3) Aplikasi (application)yaitu jika orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat mengaplikasikan prinsip yang diketahui pada situasi yang lain.

4) Analisis (analysis)

merupakan kemampuan seseorang menjabarkan dan atau memisahkan. Indikasi bahwa pengetahuan seseorang sudah sampai pada tingkat analisis jika dapat membedakan, memisahkan, mengelompokkan, membuat diagram pada pengetahuan atas objek tersebut.

5) Sintesis (synthesis)

Tahap ini menunjukkan kemampuan seseorang untuk merangkum suatu hubungan logis dari komponen komponen pengetahuan yang dimiliki. Sintesis merupakan kemampuan untuk menyusun formulasi baru. Sedangkan tahap terakhir, berupa tahap evaluasi (evaluation). Tahap ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan penilaian terhadap suatu objek.II. Kerangka TeoriFaktor Predisposisi

Pengetahuan

Sikap

Keyakinan

Kepercayaan

Nilai nilai tradisi

Faktor Pemungkit

Sarana

Prasarana

Faktor Penguat

Contoh dari tokoh masyarakat

III. Kerangka Konsep

Sikap

Pengetahuan

DAFTAR PUSTAKA

Ilmu Kesehatan Anak / Pediatric, Ilmu Penyakit Dalam / Internal Medicine) (ISPAhttp://info.medion.co.id/index.php/artikel/layer/pengobatan-a-vaksinasi/tata-laksana-harus-tepat

http://megapolitan.kompas.com/read/2009/05/27/18323290/Pedagang.Inginkan.Pasar.Pramuka.Segera.Diremajakan

http://www.gudangburung.com/2014/01/jalan-jalan-ke-pasar-pramuka.html

http://www.suarapembaruan.com/home/waspadai-penyakit-menular-dari-unggas/10698

Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PK3), 2006. Ketentuan Peralatan Pelindung Diri. Yogyakarta : PK3 RSUP Dr. Sardjito.

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/10/tindakan_kewaspadaan_universal.pdfLAMPIRAN 1PENGUMPULAN DATA

NOPERTANYAAN

1Pada pukul berapa anda buka dan tutup berjualan di Pasar Pramuka?

2Dalam seminggu anda membersihkan kios tempat penjualan burung sebanyak berapa kali?

3Berapa kali dalam sehari kandang burung yang anda miliki dibersihkan?

4Apa saja yang anda lakukan selain berjualan burung?

5Apakah anda menggunakan sarung tangan saat membersihkan kotoran burung?

6Apakah anda menggunakan masker saat membersihkan kotoran burung?

7Apakah anda memiliki tempat sampah pada kios penjualan burung?

8Apakah ada tempat khusus untuk membuang kotoran burung?

9Apakah burung yang anda jual sudah di vaksin?

10Apakah anda mempunyai dagangan lain selain burung?

11Selama berjualan anda biasanya makan dimana?

12Apakah anda mencuci tangan dengan air mengalir sebelum makan?

13Dalam kesehariaan bila saat makan anda menggunakan tangan atau sendok?

14Apakah anda menggunakan toilet untuk BAK atau BAB? Apakah kondisi toilet bersih? Apakah air toilet tersebut mengalir?

15Keluhan kesehatan apa yang pernah anda alami?

LAMPIRAN 2

PERILAKU

Perilaku Penggunaan Masker Saat Membersihkan Kotoran Burung Pada Komunitas Penjual Pasar Burung Pramuka

18