conto inspeksi

of 43 /43
KERANGKA ACUAN KERJA SUPERVISI PEMBANGUNAN BENDUNGAN TITAB DI KABUPATEN BULELENG KERANGKA ACUAN KERJA SUPERVISI PEMBANGUNAN BENDUNGAN TITAB DI KABUPATEN BULELENG 1. LATAR BELAKANG Air merupakan salah satu sumber daya alam yang dianugrahkan sebagai kebutuhan vital kehidupan mahluk tanpa kecuali. Sangatlah bijak potensi sumber air yang ada dimanfaatkan dan dilestarikan keberadaanya untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitarnya. Pemanfaatan sungai sebagai sumber air untuk memenuhi berbagai keperluan dan kebutuhan akan air semakin meningkat sejalan dengan laju pembangunan sarana dan prasarana, kegiatan sektor industri serta sektor - sektor lainnya. Pembangunan sub sektor sumber daya air adalah meningkatkan produktifitas dalam pemanfaatan sumber air melalui pendayagunaan sumber air dengan sarana dan prasarana pengairan secara efektip dan efisien, yang muaranya bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Memperhatikan hal tersebut dan melihat keterbatasan wilayah Bali Utara dari faktor klimatologi dan hidrologi, dimana pada musim kemarau banyak sungai yang kering, maka salah satu pilihan untuk memanfaatkan potensi sumber air yang ada adalah dengan membuat penampungan dan pengendalian aliran di musim penghujan agar dapat dimanfaatkan hingga musim kemarau. Tukad Saba merupakan salah satu sungai besar di wilayah Bali Utara yang termasuk di wilayah Sub SWS 03.01.09, selain mempunyai potensi untuk dikembangkan manfaatnya, Tukad Saba berpotensi menimbulkan bencana banjir pada musim penghujan. Dalam beberapa BALAI WILAYAH SUNGAI BALI - PENIDA 1

Author: rooseno-adi

Post on 23-Dec-2015

177 views

Category:

Documents


5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

conto KAK pengawasan bendungan

TRANSCRIPT

BAB III

PAGE KERANGKA ACUAN KERJASUPERVISI PEMBANGUNAN BENDUNGAN TITAB DI KABUPATEN BULELENG

KERANGKA ACUAN KERJASUPERVISI PEMBANGUNAN BENDUNGAN TITABDI KABUPATEN BULELENG

1. LATAR BELAKANG

Air merupakan salah satu sumber daya alam yang dianugrahkan sebagai kebutuhan vital kehidupan mahluk tanpa kecuali. Sangatlah bijak potensi sumber air yang ada dimanfaatkan dan dilestarikan keberadaanya untuk kesejahteraan dan kemakmuran bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitarnya.

Pemanfaatan sungai sebagai sumber air untuk memenuhi berbagai keperluan dan kebutuhan akan air semakin meningkat sejalan dengan laju pembangunan sarana dan prasarana, kegiatan sektor industri serta sektor - sektor lainnya. Pembangunan sub sektor sumber daya air adalah meningkatkan produktifitas dalam pemanfaatan sumber air melalui pendayagunaan sumber air dengan sarana dan prasarana pengairan secara efektip dan efisien, yang muaranya bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Memperhatikan hal tersebut dan melihat keterbatasan wilayah Bali Utara dari faktor klimatologi dan hidrologi, dimana pada musim kemarau banyak sungai yang kering, maka salah satu pilihan untuk memanfaatkan potensi sumber air yang ada adalah dengan membuat penampungan dan pengendalian aliran di musim penghujan agar dapat dimanfaatkan hingga musim kemarau.

Tukad Saba merupakan salah satu sungai besar di wilayah Bali Utara yang termasuk di wilayah Sub SWS 03.01.09, selain mempunyai potensi untuk dikembangkan manfaatnya, Tukad Saba berpotensi menimbulkan bencana banjir pada musim penghujan. Dalam beberapa dekade, akibat banjir Tukad Saba tercatat telah menimbulkan kerusakan dan genangan sampai dengan ratusan Ha di bagian hilir sungai yang berkarakteristik meander dan melintasi kawasan pemukiman serta kawasan kegiatan ekonomi di Kec. Seririt. Keadaan tersebut apabila tidak ditangani segera akan mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi.

Aliran sungai Tukad Saba dengan debit aliran yang bersifat permanen dan cukup besar sepanjang tahun, saat ini menjadi tumpuan harapan utama bagi pemenuhan kebutuhan air irigasi dan air baku di wilayah timur Kabupaten Buleleng. Dengan adanya Bendungan Titab ini diharapkan dapat memenuhi kontinuitas suplai air irigasi terutama pada musim kemarau yang selalu kekeringan dan penyediaan kebutuhan air baku bagi masyarakat sekitar waduk sehingga akan menjadi faktor pendukung kesejahteraan masyarakat yang sangat nyata dalam proses pembangunan di masa depan. 2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari pekerjaan ini adalah tersusunnya suatu organisasi pengawasan pekerjaan dengan beban tugas pengawasan pelaksanaan pekerjaan yang bersifat Task Concept dan memberikan masukan secara periodik kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), baik yang bersifat rutin dan teknis maupun usulan-usulan yang sifatnya menunjang pelaksanaan fisik dan dituangkan dalam Disain Note.

.Tujuan pelaksanaan pekerjaan adalah untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sehingga dicapai hasil kerja yang sesuai dengan Dokumen Kontrak baik dari segi kualitas, kuantitas serta dapat diselesaikan dalam waktu dan dengan biaya yang telah ditentukan.

3. SASARANSasaran yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan supervisi ini adalah:

Upaya pengendalian pelaksanaan pembangunan Bendungan Titab Tahap I di Kabupaten Buleleng agar tepat waktu, mutu, dan biaya yang sesuai dengan Dokumen Kontrak.

Agar Bendungan Titab nantinya dapat berfungsi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, air baku, kelistrikan, pengendalian banjir serta fungsi dan manfaat lainnya. 4. PENGGUNA JASA

Pengguna jasa untuk pekerjaan Supervisi Pembangunan Bendungan Titab Tahap I di Kabupaten Buleleng ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan dan Konservasi Sumber Air Bali, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum, yang beralamat Jalan Tjok Agung Tresna No. 9 Renon Denpasar.

5. SUMBER DANA

Sumber biaya pekerjaan ini berasal dari DIPA. Satuan Kerja Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air Bali Penida Tahun Anggaran 2010 dengan pagu sebesar Rp. 13.176.570.000 (Tiga belas milyar seratus tujuh puluh enam juta lima ratus tujuh puluh ribu rupiah).6. GAMBARAN UMUM DAERAH STUDI

6.1 Lokasi PekerjaanSecara administratif, Bendungan Titab termasuk daerah genangannya berada pada wilayah sebagai berikut :

Desa:Ularan dan Ringdikit (Kecamatan Seririt) Desa :Busungbiu, Telaga dan Titab (Kecamatan Busungbiu) Kabupaten:Buleleng Propinsi:Bali

6.2 KlimatologiDaerah disekitar bendungan Titab dipengaruhi oleh iklim tropis dengan dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan yang biasanya dimulai pada bulan Oktober atau Nopember dan berakhir pada bulan April atau Mei ditahun normal.

Data klimatologi rata-rata tahunan sebagai berikut :

Curah hujan sebesar 1.799 mm

Suhu sebesar 25,300 C

Kelembaban udara adalah 75,02 %.

Rata - rata penyinaran matahari harian sebesar 6,30 jam.

Rata-rata kecepatan angin harian sebesar 0,23 m/detik.6.3 Kondisi Geologi

Secara umum daerah rencana Bendungan Titab dan sekitarnya dibedakan menjadi 2 (dua) satuan geomorfologi, yaitu satuan dataran dan satuan perbukitan.

Satuan dataran merupakan dataran sungai Tukad Saba, dengan elevasi sekitar 105 meter diatas muka laut. Kondisi sungai ini termasuk braided river atau banyak dijumpai gosong pasir di tengah sungai, dengan lebar sungai termasuk bantarannya sekitar 50 sampai 75 meter. Di beberapa tempat daerah dataran sungai dipakai penduduk untuk daerah persawahan padi.

Satuan perbukitan terletak di kanan maupun kiri sungai, merupakan perbukitan bergelombang dengan kelerengan kedua tebing sungai sekitar 60 derajat. Secara umum daerah ini relatip terjal dan tinggi, mulai ketinggian 96 meter di dasar tebing sungai Tukad Saba sampai sekitar 300 meter di sebelah kanan maupun kiri sungai. Daerah ini beberapa lokasi secara tersebar dihuni oleh penduduk, tetapi umumnya ditumbuhi hutan semak dan perkebunan rakyat.6.4 Data Teknis Bendungan TitabSecara umum data teknis rencana pembangunan Bendungan Titab di Kabupaten Buleleng berdasarkan hasil pelaksanaan Detail Desain meliputi :

Waduk

1.Luas Genangan:68,83 ha

2.Volume Tampungan Total:12,80 x 106 m33.Volume Tampungan Efektif:10,08 x 106 m34.Volume Tampungan Minimum Operasi : 2,72 x 106 m35.Volume Tampungan Mati: 2,19 x 106 m3Bendungan Utama

1.Tipe Bendungan:Urugan batu random dengan inti tegak2.Debit Banjir Rencana :

(Q1000th):676,31 m3/det.

(QPMF):1.174,30 m3/det.

3.Debit rata-rata tahunan:3,058 m3/det.

4.Elevasi Puncak:EL. 162,40

5.Lebar Puncak:12.00

6.Kemiringan Hulu:1 : 2,25

7.Kemiringan Hilir:1 : 2,00

8.Panjang Timbunan:210,00 m

9.Dasar Sungai :EL. 102,50

10.Muka Air Banjir : EL. 160,00

11.Muka Air PMF:EL. 161,65

12.Muka Air Tinggi:EL. 156,00

13.Muka Air Rendah:EL. 131,20

Bendungan Pengelak (Coffer Dam)

1.Tipe Bendungan:Urugan batu random dengan inti miring2.Debit Banjir Rencana

(Q25th) :411,29 m3/dt

(Q50th) :459,22 m3/dt

3.Elevasi Puncak:EL. 122,00

4.Lebar Puncak:8.00

5.Kemiringan Hulu:1 : 2,25

6.Kemiringan Hilir:1 : 2,00

7.Panjang Timbunan:135,10 m

8.Dasar Sungai :EL. 103,50

9.Muka Air Banjir :EL. 121,71

10.Tinggi dari dasar sungai: 18,50 m

Saluran Pengelak

1. Tipe: Konduit

2. Dimensi: 3,20 m lebar x 5,50 m tinggi

3,00 m lebar x 5,50 m tinggi

3.Debit Rencana:

Q50th inflow : 459,22 m3/dt

Q50 outflow :385,09 m3/dt

4.Elevasi Inlet Konduit: El. 103,00 m

5.Elevasi Outlet Konduit: El. 96,00 m

6.Panjang Konduit: 391,08 m

Bangunan Pelimpah

1. Tipe:Pelimpah samping tanpa pintu

2. Elevasi Ambang:El. 156,00 m

3. Lebar Ambang:30,00 m

4. Elevasi Sal. Pengarah:El. 152,00 m

5. Lebar Sal Transisi:20,00 m

6. Panjang Saluran Transisi:110,00 m

7. Lebar Sal Peluncur:20,00 m

8. Panjang Saluran Peluncur :117,00 m

9. Lebar Peredam Energi:20,00 m

10. Panjang Peredam Energi:34,00 m

11. Elevasi Peredam Energi:El. 90,50m

Bangunan Pengambilan (Intake)

1. Inlet

Tipe: Tower Tenggelam (Submergible Tower)

Dimensi: 3,00 x 3,00 m

Trashrack: Lebar 3.00 m tinggi 1.50 m pada 4 sisi

2. Shaft intake irigasi

Bentuk: Bujursangkar

Dimensi dalam:1.20 m x 1.20 m

Panjang: 23,18 m

3. Bangunan Pengeluaran :

Outlet PLTA

Tipe: Butterfly Valve

Diameter: 0.80 m

Elevasi: 93,00

Outlet Air baku / Irigasi

Tipe : Hollow Jet Valve dengan guard gate

Diameter: 0,80 m

Elevasi: 97.75 (center line)

Debit rencana : 3.35 m3/dt

4. Fasilitas IrigasiPintu pengeluaran terdiri dari 2 komponen utama, yaitu pintu kontrol/ guard gate, hollow jet valve untuk pintu pengatur irigasi dan butterfly valve untuk pengatur PLTA, dengan perincian sebagai berikut:

Bonnet Gate

Jumlah: satu (1) set

Head operasi: 75,76 m

Diameter: 1,2 dan 0,80 m

Hoist: spindle, electric + manually

Kecepatan: 0,15 cm/minute 10%

Power: 380 v, 50 Hz, 3p, 4W

Hollow jet valve

Tipe: jet valve Jumlah pintu: 1 set

Diameter valve: 0,80 m

Elevasi dasar dan HWL: EL.96,50 m dan El. 98,10 m

Operasi: menggunakan listrik

5. Pintu Penutup Plugging (Closing Gate)

Pintu penutup (closing gate) digunakan untuk penutupan aliran air pada waktu pelaksanaan plugging conduit dimana yang satu set dilengkapi dengan katup/clossing valve yang berfungsi untuk mengalirkan air irigasi, dengan perincian sebagai berikut:

Pintu Penutup (Closing Gate)

Tipe: slide gate Jumlah pintu baja: 2 set

Dimensi pintu

: 3.20 x 5.50 m dan 3.00 x 5.50 m

Diameter katup pintas: 0,80 m

Elevasi dasar dan HWL: EL.103,00 m dan El. 156,00 m

Operasi: menggunakan truck crane6. Pipa Pesat (Penstock)

Tipe: baja terbuka (exposed)

Jumlah jalur: 1 jalur, cabang menjadi 2 jalur

Debit maksimum: 3,00 m3/detik

Diameter (m): 1.20 bercabang 2 0.80 di PLTA

Panjang: 177,05 m

Korosi izin: 2,0 mm

Gedung Pembangkit dan Tailrace

1. Kapasitas terpasang: 2 x 0.75 MW

2. Energi Pertahun:9,59 GWH

3. El. waduk max: 156.00 m

4. El waduk min: 132.20 m

5. Ketinggian max: 60,0 - 1 = 59 m

6. Ketinggian min: 36 m

7. El As turbin: El. 95,5 m

8. Jenis turbin : Vertikal Fransis

9. Efensiensi turbin: 90 %

10. Efesiensi generator: 95 %

11. Efesiensi Total : 87 %

12. Debit Air max: 3.00 m3/det

13. Pintu Tailrace (Tailrace Gate)

Tipe: slide gate Jumlah pintu baja: 2 set

Dimensi pintu: 1,80 m lebar x 1,60 m tinggi

Diameter katup pintas: 0,50 m

Tail water level:EL. 95,50 mBangunan Checkdam

1. Tipe : checkdam dari pasangan batu kali

2. Tinggi : 4,00 m

3. Panjang ambang pelimpah: 25,00 m

4. Lebar ambang pelimpah: 3,00 m

5. Elevasi ambang: 162,00 m

6. Kemiringan permukaan hilir : 1 : 0,20

7. Kemiringan permukaan hulu : 1 : 0,50

8. Kedalaman pondasi : 2,00 m

9. Panjang kolam olak: 6,00 m

10. Volume tampungan sedimen: 65.800 m37. JENIS PEKERJAAN

Jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan pada pekerjaan Pembangunan Bendungan Titab adalah sebagai berikut :

1. Pekerjaan Persiapan

2. Pekerjaan Konduit Pengelak

3. Pekerjaan Bendungan Pengelak

4. Pekerjaan Bendungan Utama

5. Pekerjaan Bangunan Pelimpah (Spilllway)6. Pekerjaan Bangunan Pengambilan (Intake)

7. Pekerjaan Gedung Pembangkit (Power House)

8. Pekerjaan Bangunan Fasilitas Air Baku

9. Pekerjaan Hidromekanikal

10. Pekerjaan Listrik

11. Pekerjaan Fasilitas Lain-lain

8. LINGKUP PEKERJAAN8.1 Pengadaan Peralatan Kantor dan Lapangan

Pengadaan peralatan kantor dan lapangan meliputi :

NoJenis PeralatanSatuanJumlah

1- Laptop unit 11.00

2- Printer A3unit 11.00

3- Camera Digitalunit 5.00

4- Handycamunit 1.00

5- LCD Projectorunit 1.00

6- Portable Wirelessunit 1.00

7- Handy Talkyunit 26.00

8- Helm Pengamanunit 26.00

9- Scannerunit 1.00

10- Wireless LAN (Router)unit 1.00

11- Meja dan Kursi Kerjaset 26.00

12- Meja Rapatunit 1.00

13- Kursi Rapatunit 11.00

14- Filing Cabinetunit 2.00

15- White Board, 90 x 160 cmunit 1.00

16- Alat ukur / Meteranunit 10.00

8.2 Pengumpulan dan Pengadaan Data Dasar

Sasaran utama tugas Konsultan adalah mengawasi secara teknis pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Bendungan Titab Tahap I di Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan oleh PPK Pengembangan dan Konservasi Sumber Air Bali sehingga menghasilkan proses pembangunan yang efektif, efisien dan ekonomis.

Untuk memperoleh hasil pekerjaan yang sesuai dengan kondisi lapangan, maka konsultan supervisi harus mampu menyajikan kajian teknis terhadap data dan analisa yang telah dilakukan sesuai pekerjaan terkait. Secara umum lingkup tugas konsultan terdiri dari supervisi konstruksi proyek dan modifikasi desain.

Beberapa tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh konsultan pelaksana antara lain:

1. Rekapitulasi semua laporan yang berhubungan dengan detail desain dan AMDAL rencana pembangunan waduk.

2. Melakukan inventarisasi gambar desain yang akan dilaksanakan.

3. Menganalisa kesesuaian rencana gambar desain dengan standar gambar desain umum yang diinginkan.

8.3 Modifikasi Desain

Modifikasi desain dalam suatu kegiatan konstruksi sangat mungkin dilakukan. Penerapan semua gambar desain dengan kondisi di lapangan sebenarnya dalam shop drawing pasti terjadi selisih. Konsultan supervisi dalam pelaksanaannya melihat situasi kondisi lapangan perlu mengadakan perbaikan (supervisi) desain dan penggambaran secara detail konstruksi berdasarkan kondisi terakhir pasca pengukuran lapangan (shop drawing). Dalam kondisi ini konsultan harus mampu memberikan penyelesaian logis terhadap kendala yang ada dengan sebelumnya telah melakukan koordinasi pada pihak pemberi kerja.

Batasan yang terjadi dalam suatu modifikasi desain :

1. Perubahan elevasi desain dengan aktual.

2. Penentuan tipe dan spesifikasi bangunan dalam tahap perencanaan tidak dapat digunakan sesuai kondisi lapangan.

3. Bahan dan standar mutu bahan yang tidak sesuai sesuai desain yang ada.

Semua perubahan desain yang ada dalam tahapan modifikasi desain harus memperoleh persetujuan dari direksi pekerjaan dan telah ditentukan dalam berita acara perubahan desain. Tanggung jawab terhadap semua perubahan desain yang terjadi merupakan tanggung jawab bersama direksi pekerjaan dan konsultan pengawas supervisi. Namun semua perubahan desain harus disetujui secara hokum oleh PPK Pengembangan dan Konservasi Sumber Air Bali, sehingga tidak terjadi kerancuan dalam tanggung jawab pelaksanaan nantinya.

8.4 Supervisi Konstruksi

Lingkup pekerjaan konsultan supervisi secara garis besar meliputi beberapa butir kegiatan dibawah ini seperti;

a.) Melaksanakan Managemen Proyek (Managemen Konstruksi) yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan proyek. Tahapan managemen proyek ini meliputi beberapa item pekerjaan seperti :

Kontrol terhadap schedule pelaksanaan.

Kontrol terhadap mutu bahan dan mutu pekerjaan

Kontrol terhadap jumlah volume bahan yang diajukan

Kontrol terhadap penyerapan uang yang dilakukan.

b.) Melaksanakan Engineering Design and Modification selama konstruksi meliputi kajian ulang analisa desain (revisi dan modifikasi). Analisa yang dilakukan oleh konsultan supervisi dalam tahap ini antara lain:

Rekomendasi terhadap semua analisa perhitungan yang dilakukan

Rekomendasi dan pengawasan terhadap detail gambar konstruksi

Pengawasan terhadap kegiatan fabrikasi peralatan

Pengawasan Instalasi pemasangan piranti teknis yang digunakan

Pengawasan penyusunan laporan baik pekerjaan sipil maupun peralatan yang dibuat kontraktor.

c.) Melaksanakan pengkajian ulang, persetujuan atas usulan prosedur inspeksi dan pengujian serta pelaksanaan selama fabrikasi pengiriman barang dan instalasi material serta peralatan test agar sesuai persyaratan kontrak.

d.) Melakukan pengawasan / supervisi terhadap semua kegiatan kontraktor di lapangan agar spesifikasi teknis yang ada dapat diikuti dan dilaksanakan dengan baik.

e.) Melakukan supervisi pelaksanaan konstruksi meliputi kajian ulang, koordinasi pelaksanaan evaluasi dan penilaian kemajuan pekerjaan untuk progress payment.

f.) Melakukan koordinasi terhadap semua instansi yang terkait agar pekerjaan bisa berjalan dengan lancar dan baik.

Konsultan akan melaksanakan tugas supervisi pada pelaksanaan konstruksi secara keseluruhan dan memberi advice teknis maupun non teknis dalam pelaksanaannya meliputi;

a) Tahap Sebelum Pelaksanaan Proyek ( Pre Construction Tahap )

Mobilisasi tim konsultan dan evaluasi schedule pelaksanaan terkait dengan pelaksanaan fisik lapangan.

Mempelajari dokumen kontrak

Mempelajari secara seksama mengenai spesifikasi umum dan spesifikasi teknis dan melakukan klarifikasi secepatnya pada direksi pekerjaan apabila terjadi ketidak sesuaian antara spesifikasi dan standar baku yang ditetapkan pada pedoman yang ada dan gambar desain.

Mengevaluasi organisasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan

Koordinasi dengan pihak direksi pekerjaan dan instansi terkait

b) Tahap Awal Pelaksanaan Proyek ( At Project Starting )

Melaksanakan Pre Construction Meeting yang didalamnya terdapat pembahasan mengenai metode kerja yang akan digunakan kontraktor. Semua ketidak sepakatan terhadap penggunaan metode kerja yang digunakan diputuskan dalam rapat koordinasi awal ini. Hasil dari kegiatan ini dituangkan dalam berita acara sehingga secara administrasi dan hukum memiliki kekuatan yang cukup.

Rapat dengan pihak kontraktor terkait dengan organisasi proyek, dokumen kontrak, program kerja, sub kontraktor (apabila ada), material konstruksi dan pengaturan lain yang diperlukan.

Pengecekan bersama (Joint Inspection) antara konsultan supervisi, kontraktor terkait dengan item-item pekerjaan yang ada dalam kontrak. (Mutual Check 0 %)

Pengaturan khusus mengenai alur koordinasi lapangan dan keselamatan dan pengamanan terhadap sitem kerja, jadwal rapat dan metode koordinasi intern konsultan-kontraktor maupun tiga kelompok ( Konsultan-kontraktor dan proyek ). Semua hal mengenai pelaksanaan pekerjaan yang diasumsikan menimbulkan dampak penting harus dikaji secara seksama agar tidak menimbulkan permasalahan pada masa pelaksanaan.

Sosialisasi tahap lanjutan mengenai rencana pembebasan lahan dan pelaksanaan metode kerja kontraktor terhadap masyarakat dan semua elemennya sesuai keperluan.

c) Tahap Pelaksaan Proyek (Project Construction Stage)

Pengaturan pengecekan yang dibuat kontraktor untuk tahap sebelumnya (didalamnya terdapat beberapa revisi schedule)

Pengendalian kualitas dalam pelaksanaan pekerjaan utama

Kemungkinan dilaksanakan perubahan desain selama masa pelaksanaan.

Kaji ulang desain rinci (review of detail design) dan persetujuan gambar kerja (shop drawing)

Pengukuran tahap pelaksanaan pekerjaan, dalam hal ini meliputi semua volume pelaksaan pekerjaan yang telah dilakukan konsultan yang terkait dengan klaim pembayaran yang dilakukan konsultan.

Monitoring dan pelaporan pelaksanaan pekerjaan. Disini konsultan memonitor semua aktivitas yang dilaksanakan di lapangan meliputi metode kerja, tahapan pelaksanaan dan catatan yang dilaksanakan selama melakukan dua aktivitas di atas.

Melaksanakan test akhir pada masa akhir pelaksanaan pekerjaan.

Melaksanakan dokumentasi pelaksanaan semua aktivitas pekerjaan.

d) Tahap Proyek Selesai ( Completion of The Project ) Penghitungan volume semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh kontraktor yang digunakan melakukan klaim pembayaran terakhir.

Masa pemeliharaan proyek ( Maintenance Period ) Pemeriksaan bersama (joint inspection) antara kontraktor, direksi dan konsultan terhadap semua unsur pekerjaan.

Serah terima pekerjaan selesai.

Commissioning pekerjaan selesai

Pembayaran akhir dan pengembalian uang jaminan

Evaluasi total semua item pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Laporan penyelesaian akhir proyek (Project Completion Report).

8.5 Laporan dan Dokumentasi

Konsultan harus menyiapkan laporan sebagai berikut;

a.) Laporan Pendahuluan ( Inception Report )

Laporan ini membahas beberapa langkah awal yang diambil oleh konsultan dan kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan. Interpretasi konsultan terhadap pelaksanaan pekerjaan sangat berpengaruh pada kesuksesan target yang diberikan direksi pekerjaan. Dalam tahap ini hasil dari pre construction meeting dapat disajikan.

b.) Laporan Kemajuan Pekerjaan ( Progress Report )

Laporan ini terdiri dari dua jenis laporan yaitu Laporan Dua Mingguan dan Laporan Bulanan. Laporan ini memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung hasil akhir pelaksanaan pekerjaan. Dalam laporan ini akan diketahui tingkat kemajuan pekerjaan dan hal-hal yang menjadi penghalang. Dari laporan ini dapat dilakukan koordinasi mengenai pelaksanaan pekerjaan apakah sesuai, lebih atau kurang dari target (kurva S) yang ditetapkan.

Apabila terjadi keterlambatan maka kontraktor harus menekan progress dibeberapa item pekerjaan hingga kurva S dapat diikuti. Laporan ini akan mencakup beberapa item;

Kemajuan Pekerjaan termasuk pekerjaan fisik dan supervisinya

Penggunaan keuangan dan permasalahan yang terjadi di lapangan

Rencana yang akan dikerjakan pada bulan berikutnya.

c.) Laporan AkhirLaporan ini memberikan informasi secara jelas mengenai keselurahan dan detail pelaksanaan pekerjaan konstruksi termasuk perubahan-perubahan yang dilakukan selama masa konstruksi, dasar dilakukan perubahan, surat-menyurat selama masa proyek berjalan. d.) Gambar A3Laporan ini berisi tentang gambar terbangun (as built drawing) dari pekerjaan yang telah dilaksanakan

e.) CD FileSemua laporan dan gambar di back up dalam sebuah CD File dan diserahkan kepada pemilik pekerjaan

9. METODE PELAKSANAAN

Dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan diperlukan metode pelaksanaan yang baik dan terarah. Langkah-langkah yang diterapkan untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut adalah sebagai berikut :

a. Pendekatan Operasional

Konsultan diharapkan mampu memberikan jasa-jasa teknis secara efesien dan efektif dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan ini, dan beberapa langkah yang dilakukan meliputi :

Organisasi dan Staffing yaitu konsultan wajib mengajukan tim yang merupakan tenaga ahli yang berkualitas sesuai spesialisasi yang diperlukan.

Modulus Kerja yaitu semua pekerjaan pengawasan akan ditangani oleh konsultan dan secara proaktif melakukan konsultasi dan koordinasi dengan direksi pekerjaan dan instansi terkait untuk memberikan hasil yang maksimal.

Sistem Komunikasi yaitu Team Leader bertanggung jawab terhadap aktivitas pengawasan dan hasil pekerjaan secara keseluruhan serta dalam melaksanakan tugas tetap mengacu pada standar kerja jasa konsultasi.

b. Pendekatan TeknisDalam pendekatan teknis ini beberapa langkah yang harus dilakukan oleh konsultan supervisi yaitu :

Standar yang Digunakan

Dalam pengawasan pekerjaan dan pengujian material yang digunakan untuk semua jenis pekerjaan mengacu pada standar antara lain Standar ASTM, Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBBI 1971), Kreteria Perencanaan (KP) Irigasi.

Sistem Manajemen Proyek

Konsultan harus melaksanakan suatu sistem manajemen proyek yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan proyek yang meliputi pengendalian jadwal, kualitas dan biaya pelaksanaan konstruksi.

Engineering Desain Selama Masa Konstruksi

Dalam pelaksanaan kegiatannya konsultan konsultan melakukan perubahan atau pembuatan desain apabila terjadi perubahan desain sesuai dengan kondisi lapangan setelah melalui kajian dan analisa, memberikan persetujuan terhadap gambar konstruksi yang diajukan kontraktor.

Inspeksi dan Pengujian Selama Pabrikasi dan Instalasi

Konsultan melakukan monitoring pelaksanaan pabrikasi, pengujian dan pengiriman barang untuk menjamin tepat waktu melalui inspeksi secara periodic, melakukan kajian dan persetujuan atas prosudur pengujian yang dibuat kontraktor.

Supervisi Konstruksi

Konsultan dalam melaksanakan pengawasan konstruksi dilakukan melalui kegiatan sebagai berikut :

Pengawasan pengujian material yang akan digunakan di lokasi pekerjaan

Pengawasan terhadap mutu pekerjaan

Melakukan kontrol terhadap kemajuan pelaksanaan pekerjaan.

Melakukan kontrol terhadap kualitas pekerjaan

Pengawasan keamanan dan keselamatan kerja

Melakukan pengecekan dan memberikan persetujuan terhadap Gambar Kerja (Shop Drawing), Sertifikat dan As-Built Drawing.

Inspeksi dan pekerjaan commissioning.10. WAKTU PELAKSANAAN

Jangka waktu pelaksanaan Supervisi Pembangunan Bendungan Titab di Kabupaten Buleleng ini selama 49 (lima puluh empat bulan) bulan atau 1.470 hari kalender.

11. TENAGA PELAKSANA PEKERJAANKebutuhan personil untuk melaksanakan pekerjaan dengan lingkup pekerjaan seperti diuraikan diatas diperlukan tenaga ahli dan tenaga penunjang dengan kualifikasi sebagai berikut :11.1 Tenaga Ahli

1. Ketua Tim ( Team Leader ).

Seorang Sarjana Teknik Sipil / Pengairan (S1) dengan pengalaman minimal 10 tahun dalam bidang managerial, perencanaan dan konstruksi pada pekerjaan yang berkaitan dengan pekerjaan Water Recources Engineering. Waktu penugasan penuh selama 49 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Menyusun PQP (Project Quality Plan) pada awal pekerjaan

Mengkoordinasi anggota tim studi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya..

Melaksanakan koordinasi dengan direksi / pemilik pekerjaan atas kemajuan pelaksanaan, permasalahan yang timbul dan upaya pemecahannya.

Melaksanakan inspeksi secara periodik ke lapangan untuk mengetahui kondisi dan semua kesulitan yang terjadi di lapangan.

Menjaga hubungan baik dengan direksi pekerjaan dan PPK Pengembangan dan Konservasi Sumber Air Bali Menyiapkan rencana kerja detail beserta jadwal waktu bagi masing-masing tenaga ahli.

Memberikan pengarahan / memeriksa pekerjaan yang ditugaskan kepada masing-masing tenaga ahli.

Mengkoordinir penyelesaian laporan-laporan.

Menyampaikan dan menyiapkan semua surat menyurat dan dokumen-dokumen penting secara sistematis dan terorganisir.

Membuat dan menyampaikan reporting / pelaporan yang diperlukan.

2. Tenaga Ahli Geodesi / Geodetic Engineer

Seorang Sarjana Teknik Geodesi (S1) dengan pengalaman lebih dari 9 tahun dalam bidang pengukuran topografi untuk pekerjaan konstruksi bendungan dan bangunan-bangunan pelengkapnya pada pengembangan proyek sumber daya air. Waktu penugasan penuh selama 44 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Bersama Team leader, ahli dam dan ahli struktur menentukan point-point survey yang dilakukan.

Melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pengukuran (topografi) di lapangan terutama pelaksanaan pekerjaan.

Mengevaluasi hasil semua pengukuran yang dilakukan oleh konsultan dan kontraktor sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam spektek.

Mengawasi hasil shop drawing contractor yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Proaktif melakukan koordinasi tentang pelaksanaan pekerjaan berdasarkan spesifikasi teknis data desain yang ada dengan kontraktor dan direksi pekerjaan.

Mengontrol dan menyetujui pelaksanaan gambar shop drawing dan approval as built drawing.

Melakukan analisa dan perubahan yang dianggap perlu dalam design drawing ( atas atau tanpa masukan kontraktor ).

Membantu Team Leader dalam penyusunan laporan.

3. Tenaga Ahli Geologi / Geologist

Seorang Sarjana Teknik Geologi (S1) dengan pengalaman lebih dari 9 tahun dalam bidang investigasi geologi untuk perencanaan konstruksi bendungan dan bangunan-bangunan pelengkapnya pada pengembangan proyek sumber daya air. Waktu penugasan penuh selama 37 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Memberikan masukan kepada ketua tim mengenai rencana pelaksanaan pekerjaan yang berhubungan dengan pondasi dan stabilitas bangunan.

Mengevaluasi metode kerja yang akan digunakan terutama dalam pekerjaan jalan akses dan pekerjaan pondasi untuk conduit serta pekerjaan penggalian dengan peledakan. Proaktif melakukan koordinasi tentang pelaksanaan pekerjaan berdasarkan spesifikasi teknis data desain yang ada dengan kontraktor dan direksi pekerjaan.

Mengontrol dan menyetujui pelaksanaan gambar shop drawing dan approval as built drawing.

Melakukan analisa dan perubahan yang dianggap perlu dalam construction method ( atas atau tanpa masukan kontraktor ).

Membantu Team Leader dalam penyusunan laporan dan keperluan surat-surat.

4. Tenaga Ahli Structure / Structure Engineer

Seorang Sarjana Teknik Sipil / Pengairan (S1) dengan pengalaman lebih dari 9 tahun dalam bidang perencanaan konstruksi bendungan dan bangunan-bangunan pelengkapnya pada pengembangan proyek sumber daya air. Waktu penugasan penuh selama 43 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Melakukan pelaksanaan pekerjaan di lapangan terutama pelaksanaan pekerjaan pembetonan dan pembesian.

Mengevaluasi apakah bangunan yang telah berdiri sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam spektek.

Proaktif melakukan koordinasi tentang pelaksanaan pekerjaan berdasarkan spesifikasi teknis data desain yang ada dengan kontraktor dan direksi pekerjaan.

Mengontrol dan menyetujui pelaksanaan gambar shop drawing dan approval as built drawing.

Melakukan analisa dan perubahan yang dianggap perlu dalam construction method ( atas atau tanpa masukan kontraktor ).

Membantu Team Leader dalam penyusunan laporan dan keperluan surat-surat.

5. Tenaga Ahli DamSeorang sarjana teknik sipil / pengairan dengan pengalaman kerja lebih besar dari 9 tahun dalam menangani desain bidang perencanaan konstruksi bendungan dan bangunan-bangunan pelengkapnya pada pengembangan proyek sumber daya air. Waktu penugasan penuh selama 47 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Menganalisa data pengukuran terakhir di lapangan untuk di bandingkan dengan rencana desain yang ingin dilaksanakan.

Mengidentifikasi dan mengevaluasi data-data yang diperoleh dari lapangan maupun laporan yang telah ada.

Mengevaluasi data-data lapangan dengan spesifikasi pekerjaan serta mendiskusikan dengan anggota tim yang lain.

Mengontrol dan mengecek gambar shop drawing yang ada.

Bersama team leader dan tenaga ahli lain melakukan modifikasi desain sehubungan dengan keperluan pekerjaan.

Membuat beberapa kali peninjauan lapangan terhadap titik-titik yang kurang tepat posisinya, untuk memastikan kedudukannya. Menentukan lokasi titik grouting untuk perbaikan pondasi6. Tenaga Ahli Material

Seorang Sarjana Teknik Sipil / Pengairan (S1) dengan pengalaman kerja minimal 9 tahun pada bidang pengujian material terutama dalam pekerjaan bendungan atau sejenisnya.

Waktu penugasan penuh selama 47 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Bersama team leader dan ahli geologi dalam pengumpulan data dan informasi terkait sehubungan dengan pekerjaan Mengawasi seluruh kegiatan penyelidikan dan pengujian material.

Menganalisa hasil penyelidikan dan pengujian material dan menyusun laporan serta rekomendasi terhadap hasil penyelidikan sebagai bahan pertimbangan ahli bendungan.

Bertanggung jawab atas seluruh hasil pekerjaannya kepada team leader

7. Tenaga Ahli Hukum dan SosialSeorang Sarjana Hukum / Sosial (S1) dengan pengalaman kerja minimal 9 tahun pada bidang hukum dan sosial kemasyarakatan.

Waktu penugasan penuh selama 36 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Menganalisa dan mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang mungkin terjadi yang terkait dengan masalah hukum dan sosial kemasyarakatan khususnya tentang pembebasan lahan. Memberikan masukan kepada team leader, direksi dan PPK Pengembangan dan Konservasi Sumber Air Bali dalam hal yang berkaitan dengan hukum dan sosial kemasyarakatan.8. Tenaga Ahli LingkunganSeorang Sarjana Teknik Lingkungan (S1) dengan pengalaman kerja minimal 9 tahun pada bidang dibidang lingkungan pada pekerjaan konstruksi bendungan atau pekerjaan sejenis dan memiliki Sertifikat AMDAL A & B Waktu penugasan penuh selama 36 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Bertanggung jawab terhadap pengumpulan data sehubungan dengan kesehatan lingkungan

Mengidentifikasi lokasi titik-titik pengambilan sample dan menganalisis.

Memprediksi dampak yang timbul akibat kegiatan proyek terhadap kesehatan lingkungan

Memprediksi perubahan yang terjadi terhadap kesehatan lingkungan under construction, dan post construction.

Memberikan masukan pengambilan point-point yang berpotensi terkena dampak.

Bertanggung jawah kepada team leader terhadap hasil analisa dan membantu dalam penyusunan laporan.

9. Tenaga Ahli Mekanikal Seorang Sarjana Teknik Mesin/Elektro (S1) dengan pengalaman kerja minimal 9 tahun pada bidang mekanikal terutama dalam pekerjaan bendungan atau sejenisnya.

Waktu penugasan penuh selama 9.5 bulan dengan tugas sebagai berikut : mengevaluasi material yang dipakai

mengawasi kualitas pekerjaan mekanikal mulai dari fabrikasi, pengiriman serta pamasangan

melakukan pengujian hasil pekerjaan

10. Tenaga Ahli ElektrikalSeorang Sarjana Teknik Mesin/Elektro (S1) dengan pengalaman kerja minimal 9 tahun pada bidang elektrikal terutama dalam pekerjaan bendungan atau sejenisnya.

Waktu penugasan penuh selama 9.5 bulan dengan tugas sebagai berikut : mengevaluasi material yang dipakai

mengawasi kualitas pekerjaan elektrikal, mulai dari fabrikasi, pengiriman serta pamasangan

melakukan pengujian hasil pekerjaan

11. Tenaga Ahli InstrumentasiSeorang Sarjana Teknik Sipil/Pengairan (S1) dengan pengalaman kerja minimal 9 tahun pada pekerjaan bendungan atau sejenisnya.

Waktu penugasan penuh selama 43 bulan dengan tugas sebagai berikut : mengevaluasi jenis instrumentasi yang dipakai

menentukan lokasi dan jumlah pemasangan instrument bendungan

melakukan pengujian dan pembacaan instrument bendungan11.2 Tenaga Sub Profesional

1. Ass ahli Dam

Seorang Sarjana Teknik Sipil /Pengairan (S1) dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan perencanaan dan pengawasan bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Waktu penugasan penuh selama 47 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Membantu tenaga ahli dam dalam melakukan analisa terhadap gambar kerja yang dibuat kontraktor serta dalam review desain bendungan

Membantu tenaga ahli dam dalam pembuatan laporan2. Ass ahli Struktur

Seorang Sarjana Teknik Sipil /Pengairan (S1) dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan perencanaan dan pengawasan bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Waktu penugasan penuh selama 43 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Membantu tenaga ahli struktur dalam melakukan analisa terhadap gambar kerja yang dibuat oleh kontraktor Membantu tenaga ahli struktur dalam pembuatan laporan3. Ass ahli Material

Seorang Sarjana Teknik Sipil/Pengairan (S1) dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan perencanaan dan pengawasan bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Waktu penugasan penuh selama 47 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Membantu tenaga ahli material dalam menyeleksi material yang didatangkan oleh kontraktor

Membantu tenaga ahli material dalam pembuatan laporan

4. Ass ahli Geologi

Seorang Sarjana Teknik Geologi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan perencanaan dan pengawasan bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Waktu penugasan penuh selama 37 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Membantu tenaga ahli geologi dalam pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang berhubungan dengan geologi pondasi

Menbantu tenaga ahli geologi dalam menganalisa kondisi geologi yang ada

Membantu tenaga ahli geologi dalam pembuatan laporan

5. Draftman AutoCAD

Seorang lulusan STM / SMA dengan pengalaman minimal 4 tahun dalam menggambar bangunan air khususnya bendungan dengan menggunakan program AutoCAD.

Waktu penugasan penuh selama 49 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Membantu engineer dalam penyiapan gambar yang digunakan untuk control terhadap hasil shop drawing dari kontraktor.

Menyiapkan semua gambar perubahan desain yang diajukan engineer (diketahui team leader) berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Membantu Engineer dalam menyiapkan gambar desain dan gambar teknis dalam sistem CAD.

Bertanggung jawab secara langsung terhadap hasil gambar.

6. Inspector Struktur dan JalanSeorang Sarjana Teknik Sipil /Pengairan (S1) dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan pengawasan bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Tugas dan tanggung jawab inspector struktur sebagai berikut :

Mencatat klasifikasi bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan dan memberikan masukan pada engineer terhadap kualitas bahan yang diajukan kontraktor

Mencatat semua tahapan standar yang harus dilakukan kontraktor sehubungan dengan pelaksanaan sesuai spesifikasi teknis (lampiran)

Mengawasi pengujian mutu beton dan membawa sample untuk diuji di laboratorium. Hal ini dilakukan untuk mengawasi standar pekerjaan sama dengan spesifikasi desain yang diinginkan engineer.

Mencatat semua pelaksanaan pekerjaan yang diluar syarat batas yang ditentukan (spesifikasi teknis)

Memberikan keterangan lisan dan tertulis pada engineer mengenai pelaksanaan pekerjaan di lapangan terutama pada kesalahan yang dilakukan kontraktor.

Memberikan masukan pada engineer mengenai kondisi pelaksanaan sehingga menjadi koreksi untuk pekerjaan lanjutan.

Memberi masukan pada diskusi intern konsultan dan proyek maupun diskusi monthly meeting dengan kontraktor mengenai kondisi di lokasi pekerjaan.7. Surveyor

Seorang lulusan D3 dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan pengukuran bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Tugas dan tanggung jawab surveyor sebagai berikut :

Melakukan pengukuran terhadap titik-titik lokasi pengukuran yang telah ditetapkan.

Membantu tenaga ahli geodesi dalam pekerjaan pengukuran dan melakukan control terhadap pengukuran yang dilakukan oleh kontraktor.8. Inspector Galian dan Timbunan

Seorang Sarjana Teknik Sipil /Pengairan (S1) dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan pengawasan bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Tugas dan tanggung jawab Inspector Galian dan Timbunan sebagai berikut: Mengawasi pelaksanaan pekerjaan galian dan timbunan yang dilakukan oleh kontraktor

Mencatat semua pelaksanaan pekerjaan yang diluar syarat batas yang ditentukan (spesifikasi teknis)

Memberikan keterangan lisan dan tertulis pada engineer mengenai pelaksanaan pekerjaan di lapangan terutama pada kesalahan yang dilakukan kontraktor.

Memberikan masukan pada engineer mengenai kondisi pelaksanaan sehingga menjadi koreksi untuk pekerjaan lanjutan.

Memberi masukan pada diskusi intern konsultan dan proyek maupun diskusi monthly meeting dengan kontraktor mengenai kondisi di lokasi pekerjaan.9. Inspector Mekanikal

Seorang Sarjana Teknik Mesin /Elektro(S1) dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan pengawasan bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Waktu penugasan penuh selama 9.5 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Mencatat klasifikasi bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan dan memberikan masukan pada engineer terhadap kualitas bahan yang diajukan kontraktor

Mencatat semua tahapan standar yang harus dilakukan kontraktor sehubungan dengan pelaksanaan sesuai spesifikasi teknis (lampiran)

Mencatat semua pelaksanaan pekerjaan yang diluar syarat batas yang ditentukan (spesifikasi teknis)

Memberikan keterangan lisan dan tertulis pada engineer mengenai pelaksanaan pekerjaan di lapangan terutama pada kesalahan yang dilakukan kontraktor.

Memberikan masukan pada engineer mengenai kondisi pelaksanaan sehingga menjadi koreksi untuk pekerjaan lanjutan.

Memberi masukan pada diskusi intern konsultan dan proyek maupun diskusi monthly meeting dengan kontraktor mengenai kondisi di lokasi pekerjaan.10. Inspector Elektrikal

Seorang Sarjana Teknik Mesin /Elektro(S1) dengan pengalaman kerja minimal 4 tahun dalam pekerjaan pengawasan bangunan air khususnya bendungan maupun pekerjaan sejenis.

Waktu penugasan penuh selama 9.5 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Mencatat klasifikasi bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan dan memberikan masukan pada engineer terhadap kualitas bahan yang diajukan kontraktor

Mencatat semua tahapan standar yang harus dilakukan kontraktor sehubungan dengan pelaksanaan sesuai spesifikasi teknis (lampiran)

Mencatat semua pelaksanaan pekerjaan yang diluar syarat batas yang ditentukan (spesifikasi teknis)

Memberikan keterangan lisan dan tertulis pada engineer mengenai pelaksanaan pekerjaan di lapangan terutama pada kesalahan yang dilakukan kontraktor.

Memberikan masukan pada engineer mengenai kondisi pelaksanaan sehingga menjadi koreksi untuk pekerjaan lanjutan.

Memberi masukan pada diskusi intern konsultan dan proyek maupun diskusi monthly meeting dengan kontraktor mengenai kondisi di lokasi pekerjaan.

11. Quantity SurveyorSeorang Sarjana Sipil / Pengairan (S1) dengan pengalaman lebih dari 4 tahun dalam menangani analisa perhitungan volume bidang perencanaan konstruksi bendungan dan bangunan-bangunan pelengkapnya, pengembangan proyek sumber daya air. Waktu penugasan penuh selama 49 bulan dengan tugas sebagai berikut :

Mengevaluasi data-data lapangan dengan spesifikasi pekerjaan serta mendiskusikan dengan anggota tim yang lain.

Melakukan evaluasi terhadap semua volume, kualitas dan kuantitas material selama pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor dan memberikan persetujuan.

Melakukan analisa dan perubahan yang dianggap perlu dalam harga satuan yang ditetapkan dalam Bill of Quantities terkontrak dalam amandemen maupun addendum kontrak dengan persetujuan team leader.

Membuat analisa perhitungan ulang yang berkaitan dengan perubahan desain (apabila dilakukan).

Membantu Team Leader dalam menyusun Completion Report mengenai perubahan volume pekerjaan.

12. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG

a.Data data penunjang kegiatan :

Data yang diperlukan dalam rangka menunjang pelaksanaan kegiatan dan bahan kajian dalam perencanaan meliputi :

Hasil studi terkait yang pernah dilaksanakan

Data-data lainnya yang terkait dengan kegiatan studi

b.Fasilitas Penunjang :

1).Fasilitas yang disediakan oleh pemberi tugas :

a.Pemberian surat pengantar /ijin operasi untuk pekerjaan pendahuluan dan penelitian/survey lapangan bagi tim konsultan di lokasi pekerjaan.

b.Pemberian surat pengantar kepada instansi terkait di dalam pencarian data-data penunjang pekerjaan penelitian/ penyelidikan.

c.Peminjaman serta membantu dalam pencarian data-data yang ada di proyek serta laporan-laporan referensi yang ada hubungannya dengan pekerjaan.

d.Memberikan informasi dan instruksi mengenai ketentuan-ketentuan atau ketetapan-ketetapan pemerintah yang baru sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut.

2) Fasilitas yang disediakan oleh Konsultan :

a. Fasilitas transportasi berupa kendaraan yang sesuai dengan keperluan pelaksanaan pekerjaan baik untuk survey pendahuluan maupun pelaksanaan pekerjaan pengawasan.

b. Dalam pelaksanaan pekerjaan Survey dan pengawasan ini diperlukan beberapa peralatan yaitu antara lain kamera, meteran, komputer dan lain-lain

c. Alat Survei dan peralatan lainnya untuk penunjang kegiatan

d. Konsultan harus menyiapkan kantor lapangan selama waktu pelaksanaan dengan luas sesuai dengan kebutuhan.Denpasar, Juli 2010

1BALAI WILAYAH SUNGAI BALI - PENIDA

3