bahan tambahan ujian.docx

41
OSTEOARTHROSIS (OA) Osteoarthritis adalah penyakit yang paling sering dijumpai pada penyakit musculoskeletal dan merupakan penyebab terbanyak keterbatasan fungsi dan ketergantungan. Dalam hal ini sendi lutut adalah lokasi yang paling sering terkena. Sendi lutut dibentuk oleh tiga persendian yaitu : tibiofemoral, patellofemoral, dan tibiofibular. Hubungan simetris antara condilus femoris dan condilus tibia dilapisi oleh meniscus dengan struktur yang melekat pada kapsul sendi. Meniscus ini berfungsi untuk mengurangi tekanan femur dan tibia dengan menyebarkan tekanan pada cartilage artikularis. Stabilitas utama sendi lutut adalah ligamen dan otot yang melekat di sekitar sendi lutut. Sendi lutut sangat mudah terkena cidera, karena secara fungsional sendi ini memiliki beban kerja yang berat karena harus menopang berat badan dalam aktifitas sehari-hari. Osteoarthrosis berasal dari kata-kata dalam bahasa Yunani yang berarti osteo (tulang) artho (sendi) dan itis (peradangan inflamasi). Mungkin deskripsi itu tidak begitu tepat, karena nyeri sendinya lebih menonjol dari inflamasinya dan merupakan ciri-ciri yang khas, oleh karena itu banyak ahli berpendapat sebaiknya penyakit tersebut disebut sebagai arthrosis yang berarti suatu penyakit sendi degeneratif. Osteoarthritis sendi lutut adalah salah satu jenis penyakit sendi yang sering dijumpai yang mengenai tulang rawan sendi lutut. Selain itu permukaan sendi lutut atau tulang rawan sendi. Osteoarthritis lutut juga mengenai sekitar sendi lutut

Upload: putu-anggreni

Post on 27-Sep-2015

255 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

OSTEOARTHROSIS (OA) Osteoarthritis adalah penyakit yang paling sering dijumpai pada penyakit musculoskeletal dan merupakan penyebab terbanyak keterbatasan fungsi dan ketergantungan. Dalam hal ini sendi lutut adalah lokasi yang paling sering terkena.Sendi lutut dibentuk oleh tiga persendian yaitu : tibiofemoral, patellofemoral, dan tibiofibular. Hubungan simetris antara condilus femoris dan condilus tibia dilapisi oleh meniscus dengan struktur yang melekat pada kapsul sendi.Meniscus ini berfungsi untuk mengurangi tekanan femur dan tibia dengan menyebarkan tekanan pada cartilage artikularis. Stabilitas utama sendi lutut adalah ligamen dan otot yang melekat di sekitar sendi lutut. Sendi lutut sangat mudah terkena cidera, karena secara fungsional sendi ini memiliki beban kerja yang berat karena harus menopang berat badan dalam aktifitas sehari-hari.Osteoarthrosis berasal dari kata-kata dalam bahasa Yunani yang berarti osteo (tulang) artho (sendi) dan itis (peradangan inflamasi). Mungkin deskripsi itu tidak begitu tepat, karena nyeri sendinya lebih menonjol dari inflamasinya dan merupakan ciri-ciri yang khas, oleh karena itu banyak ahli berpendapat sebaiknya penyakit tersebut disebut sebagai arthrosis yang berarti suatu penyakit sendi degeneratif.Osteoarthritis sendi lutut adalah salah satu jenis penyakit sendi yang sering dijumpai yang mengenai tulang rawan sendi lutut. Selain itu permukaan sendi lutut atau tulang rawan sendi. Osteoarthritis lutut juga mengenai sekitar sendi lutut seperti: tulang subchondral, kapsul sendi dan otot-otot yang melekat disekitar sendi lutut. Anatomi Sendi Lutut

Secara sekilas sendi lutut hanyalah sebuah sendi sederhana, tetapi sebenarnya sendi lutut adalah sendi yang terbesar dan sendi paling kompleks pada tubuh manusia. Sendi ini diklasifikasikan dalam synovial hinge joint dengan gerakan yang terjadi adalah fleksi dan ekstensi. Pada sendi lutut juga terdapat gerakan rotasi tetapi bukan rotasi murni yang dilakukan oleh sendi lutut tetapi merupakan kerjasama dengan sendi lain. Karena struktur dan fungsinya yang kompleks, maka sendi lutut memiliki susunan anatomis dan biomekanik yang berbeda, sesuai dengan struktur pembentuknya. Oleh karena itu sendi lutut dapat disegmentasikan sebagai berikut :1) OsteologiSendi lutut dibentuk oleh tiga tulang yaitu; tulang femur, tibia, dan patella. Tulangfemur merupakan tulang terpanjang dan terberat dalam tubuh yang bertugas meneruskan berat tubuh dari tulang coxae ke tibia sewaktu kita berdiri. Bagian proksimal dari tulang ini terdiri dari caput femoris yang bersendi dengan acetabullum, collum femoris dan dua trochanter major. Ujung distal tulang femur berakhir menjadi dua condylus yaitu epicondylus medialis dan epicondylus lateralis yang bersendi dengan tibia.Tulang tibia yang terbesar merupakan tulang kuat satu-satunya yang menghubungkan antara femur dengan pergelangan kaki dan tulang-tulang kaki, serta merupakan tulang penyangga beban. Bagian proksimal tulang ini bersendi dengan condylus femur dan bagian distal bersendi dengan talus.Patela merupakan tulang sesamoid terbesar pada tubuh manusia. Tulang ini berbentuk segitiga yang basisnya menghadapi ke proksimal dan apex/puncaknya menghadap ke distal. Tulang ini mempunyai dua permukaan, yang pertama menghadap ke sendi facies articularis dengan femur dan yang kedua menghadap ke depan facies anterior. Facies anterior dapat dibagi menjadi tiga bagian dan bergabung dengan tendon quadriceps. Pada sepertiga atas merupakan tempat pelekatan tendon quadriceps, pada sepertiga tengah merupakan tempat beradanya saluran vascular dan pada sepertiga bawah termasuk apex merupakan tempat awal ligamentum patella.2) ArticulatioSendi lutut dibentuk oleh tiga persendian yaitu; tibiofemoral joint, patellofemoral joint, dan proksimal tibiofibular joint yang ditutupi oleh kapsul sendi.Tibiofemoral joint merupakan sendi dengan jenis sinovial hinge joint (sendi engsel) yang mempunyai dua derajat kebebasan gerak. Sendi tibiofemoral dibentuk oleh condylus femoris. Sendi ini mempunyai permukaan yang tidak rata yang dilapisi oleh lapisan tulang rawan yang relatif tebal dan meniscus.Patellofemoral joint merupakan sendi dengan jenis modified plane joint dan terletak diantara tulang femur dan patella. Sendi ini berfungsi membantu mekanisme kerja dan mengurangi friction quadriceps.Proksimal tibiofibular joint merupakan sendi dengan jenis plane sinovial joint yang terbentuk antara caput fibula dengan tibia. Dilihat dari segi fungsional sendi ini lebih cenderung termasuk ke dalam persendian ankle karena pergerakan yang terjadi dilutut merupakan pengaruh gerak ankle ke arah cranial dorsal.

Jaringan Spesifik Pada Sendi Lutut

1) LigamenUntuk fungsi stabilisasi pasif sendi lutut dilakukan oleh ligamen. Ligamen-ligamen yang terdapat pada sendi lutut adalah ligamen cruciatum yang dibagi menjadi dua yaitu ligamen cruciatum anterior dan ligamen cruciatum posterior. Ligamen collateral yang juga dibagi menjadi dua bagian yaitu ligamen collateral medial dan ligamen collateral lateral, ligamen patellaris, ligamen popliteal oblique dan ligamen transversal.Ligamen cruciatum merupakan ligamen terkuat pada sendi lutut meskipun tidak menutupi kapsul sendi. Dinamakan ligamen cruciatum karena saling menyilang antara satu dengan yang lain. Ligamen ini berada pada bagian depan dan belakang sesuai dengan perlekatan pada tibia. Fungsi ligamen ini adalah menjaga gerakan pada sendi lutut, membatasi gerakan ekstensi dan mencegah gerakan rotasi pada posisi ekstensi, juga menjaga gerakan slide ke depan dan ke belakang femur pada tibia dan sebagai stabilisasi bagian depan dan belakang sendi lutut.Ligamen cruciatum anterior membentang dari bagian anterior fossa intercondyloid tibia melekat pada bagian lateral condylus femur yang berfungsi untuk mencegah gerakan slide tibia ke anterior terhadap femur, menahan eksorotasi tibia pada saat fleksi lutut, mencegah hiperekstensi lutut dan membantu saat rolling dan gliding sendi lutut.Ligamen cruciatum posterior merupakan ligamen yang lebih pendek tetapi lebih kuat dibanding dengan ligamen cruciatum anterior. Ligamen ini berbentuk kipas membentang dari bagian posterior tibia ke bagian depan atas dari fossa intercondyloid tibia dan melekat pada bagian luar depan condylus medialis femur. Ligamen ini berfungsi untuk mengontrol gerakan slide tibia ke belakang terhadap femur, mencegah hyperekstensi lutut dan memelihara stabilitas sendi lutut.Ligamen collateral medial merupakan ligamen yang lebar, datar dan membranosus bandnya terletak pada sisi tengah sendi lutut. Ligamen ini terletak lebih posterior di permukaan medial sendi tibiofemoral yang melekat di atas epicondylus medial femur di bawah tuberculum adduktor dan ke bawah menuju condylus medial tibia serta pada medial meniscus. Seluruh ligamen collateral medial menegang pada gerakan penuh ROM ekstensi lutut. Ligamen ini sering mengalami cidera dan fungsinya untuk menjaga gerakan ekstensi dan mencegah gerakan ke arah luar.Ligamen collateral lateral merupakan ligamen yang kuat dan melekat di atas ke belakang epicondylus femur dan di bawah permukaan luar caput fibula. Fungsi ligamen ini adalah untuk mengawasi gerakan ekstensi dan mencegah gerakan ke arah medial. Dalam gerak fleksi lutut ligamen ini melindungi sisi lateral lutut.Ligamen patellaris merupakan ligamen kuat dan datar yang melekat pada lower margin patella dengan tuberositas tibia dan melewati bagian depan atas patella dan serabut superficial yang berlanjut pada pusat serabut pada tendon quadriceps femoris.Ligamen popliteal oblique merupakan ligamen yang lebar dan datar. Menutupi bagian belakang sendi dan melekat di atas upper margin fossa intercondyloid dan permukaan belakang femur dan di bawah margin posterior caput tibia. Pada bagian tengah terpadu dengan otot gastrocnemius. Ligamen ini juga berfungsi untuk mencegah hiperekstensi lutut.Ligamen transversal merupakan ligamen yang pendek dan tipis dan berhubungan dengan margin convex depan meniscus lateral dan ujung depan meniscus medial.Selain itu terdapat tractus illiotibial yang berfungsi seperti ligamen yang menghubungkan crista illiaca dengan condylus lateral femur dan tuberculum lateral tibia. Pada sendi lutut tractus illiotibial berfungsi untuk stabilisasi ligamen antara condylus lateral femur dengan tibia.

2) MeniscusMeniscus merupakan struktur yang mengelilingi fibrocartilage pada permukaan articularis caput tibia. Pada bagian perifer meniscus relatif lebih tebal dan pada bagian dalam sedikit tipis. Meniscus terdiri dari jaringan penyambung dengan bahan-bahan serabut collagen yang juga mengandung sel-sel seperti tulang rawan.Meniscus dibagi menjadi dua bagian yaitu meniscus medial dan meniscus lateral. Meniscus lateral berbentuk seperti huruf O yang berada lebih dekat dengan facets articularis dekat dengan pusat sendi dan terkait dengan eminence intercondyloid. Meniscus medial berbentuk seperti huruf C yang letaknya lebih luas ke belakang daripada ke depan dan terkait pada fossa intercondyloid. Meniscus medial tidak dapat bergerak secara bebas karena adanya penguncian pada ligamen collateral medial pada sisi tengah lutut dan otot semimembranosus bagian belakang. Karena hal tersebut di atas maka frekwensi terjadinya cidera pada bagian medial lebih tinggi di banding bagian lateral.Fungsi meniscus adalah membantu mengurangi tekanan femur di atas tibia, menambah elastisitas sendi, menyebar tekanan pada cartilago sehingga menurunkan tekanan antara dua condylus, mengurangi friksi selama gerakan serta membantu ligamen dan capsul sendi dalam mencegah hiperekstensi sendi.Selain itu di samping ligamen, meniscus dan patella sendi lutut juga mempunyai tiga buah bursa, yaitu bursa supra patellaris, bursa pre patellaris dan bursa infra patellaris superficialis dan profundus yang berfungsi sebagai jaringan pembungkus sendi.

ANATOMI CEREBELLUMPENDAHULUAN Gerakan tubuh atau anggota tubuh yang tepat dan halus selalu membutuhkan koordinasi dari berbagai organ. Suatu gerakan volunter akan melibatkan cerebellum (untuk penyusunan konsep gerakan), sistem penglihatan (untuk memberi informasi tentang usaha yang harus dibuat dan pengarahan urutan gerakan), sistem motorik (sebagai pelaksana), sistem sensorik (sebagai monitor), dan cerebellum (sebagai pengawas, pengatur dan pengarah informasi). Disini akan dibahas tentang fungsi dan gangguan dari cerebellum yang dianggap sebagai pusat koordinasi.Cerebellum dan batang otak terletak di fossa kranii posterior dengan atap tentorium yang memisahkan cerebellum dengan cerebrum. Secara umum dapat dikatakan fungsi cerebellum adalah untuk memelihara keseimbangan dan koordinasi aksi otot pada gerakan stereotype dan non stereotype.Cerebellum melakukan pengaturan kerja otot, sehingga terjadi kontraksi otot yang tepat pada saat yang tepat. Hali ini terutama penting pada gerakan involunter sehingga lesi cerebellum menyebabkan gangguan fungsi otot tanpa paralysis volunteer. Ukuran cerebellum pada manusia berkembang dibandingkan vertebrata lain, dimana pada manusia hal ini perlu untuk pengaturan gerakan yang membutuhkan ketelitian.Letak : dibelakang pons dan medulla oblongata pada fossa cranii posterior dan diatas tertutup oleh tentorium cerebelli. Dia terletak di bawah lobus occipitalis cerebri. Cerebellum terpisah dengan cerebrum oleh sebuah alur melintang: Fissura Transversa.Bentuk : Oval dan mengkerut di bagian tengah. Cerebellum merupakan bagian kedua terbesar dari otak dan beratnya 1/8 dari massa otak (sebesar tinju).

PENGHUBUNG DENGAN BATANG OTAKAda tiga penghubung cerebellum dengan batang otak :1. Peduncullus cerebelli inferior, dulu disebut sebagai corpus restiforme, menghubungkannya dengan medulla oblongataSerabut aferen yang jalan memasuki cerebellum melalui peduncullus cerebelli inferior :1. Tractus spinocerebellaris : datang dari medulla spinalis pergi ke paleocerebellum (lobus anterior, pyramis, uvula)2. Tractus cuneocerebellaris (fibra acruta posterior) : datang dari nuclei cuneatum pergi ke vermis3. Tractus olivocerebellaris : datang dari nuclearis olivarius inferior pergi ke cortex neocerebellum (cerebro-cerebellum) tdd : lobus posterior cerebellum4. Tractus reticulocerebellaris : datang dari formation reticulare pergi ke medulla vermis5. Tractus vestibulocerebellaris : datang dari nuclei vestibularis dan n. vestibulocochlearis pergi ke archicerebellum (lobus flocculonodularis = vestibule cerebellum)Serabut eferen keluar dari cerebellum untuk memasuki peduncullus cerebelli inferior :1. Fibra cerebellovestibularis pergi ke nuclei vestibularis2. Fibra cerebelloreticularis pergi ke formation reticulare di pons dan medulla oblongata1. Peduncullus cerebelli media, dulu disebut sebagai brachium pontis, menghubungkannya dengan pons.Terbesar dari ketiga pedunculli cerebelli.Pedunculus ini merupakan jalan utama dari hubungan corticopontocerebellaris.Asal : Nuclei pontin dari bagian posterolateral pons, kemudian jalan menyilang garis tengah.Pergi ke : Peduncullus cerebelli media sisi yang lain untuk akhirnya pergi ke cortex neo cerebellum (lobus posterior cerebellum) yang kontralateral.1. Pedunculus cerebelli superior, dulu disebut sebagai : Brachium conjunctivum menghubungkannya dengan mesencephalonIsi utama : serabut eferen yang datang dari keempat nuclei cerebellumIsi pelengkap : serabut aferen :1. Tractus spinocerebellaris2. Fibra rubrocerebellaris3. Fibra tectocerebellarisANATOMI PERMUKAANCerebellum tersusun dari :1. 2 tipe input akson : climbing fibers, dan mossy fibers2. 5 tipe serabut neuron intrinsic : sel granula, sel stelate, sel basket, sel golgy tipe 2, sel purkinje.3. 1 tipe output neuron : sel dari nucleus cerebellar. Sebagian sel purkinje merupakan output neuron yang berproyeksi ke nucleus vestibularis lateralis.2 tipe serat aferen (input axons) menuju cortex yaitu :1. mossy fibers yang berakhir pada kontak sinaptik dengan sel granuler. Mossy fibers sangat kasar dan bercabang-cabang dan berakhir di lapisan granuler. Cabang ini berhubungan dengan cabang dendrit yang berbentuk seperti cakar dari sel granuler. Mossy fiber menghantar impulsnya ke sel-sel granuler dan sel-sel ini merelaynya baik langsung ataupun tak langsung melalui sel basket dan sel purkinje.1. Climbing fingers yang masuk ke lapisan molekuler dan berada diantara dendrit sel purkinje. Serat ini berakhir di nucleus central cerebelli, dengan pengecualian beberapa serat dari cortex lobulus flocculonoduler keluar dari cerebellum dann berakhir di nucleus di batang otak.Kedua serabut aferen ini mempunyai asal yang berbeda. Mossy fiber adalah kedua ujung saraf yang memasuki cerebellum dari luar yaitu : traktus spinocerebellaris, dan prontoselebelaris. Sedangkan climbing fiber berasal dari nukleus dalam cerebellum.Intrinsik neuron :1. Granule sel : mempunyai 4-5 lapisan dendrit pendek, menerima impuls dari mossy fibers, axon menuju lapisan molekular bercabang 2 (T sahaped) paralel terhadap sumbu longitudinal folium disebut paralel fiber yang bersinaps dengan sel purkinje, stealt, basket dan golgi.2. Sel stelat dan sel basket : dikenal sebagai interneuron. Menerima input dari climbing dan paralel fibers, utput ke sel purkinje. Axon sel stelat berakhir pada dendrit sel purkinje (sinap axodendritik) dan axon basket sel berakhir di badan sel (sinap axosomatic).3. Sel golgi : menerima input dari paralel, climbing, sel purkinje dan mengeluarkan output pada glomeruli.4. Sel purkinje : menerima input dari sel granule, sel stelat, basket da sel purkinje yang lain. Azon utama bersinap dengan neuron di nucleus cerebelli atau nucleus vestibullilateralis. Sedang axon cabangnya bersinap dengan sel stelat, basket, golgi dan sel purkinje lain.Output neuron :Sel output terletak pada nucleus cerebelli. Menerima impuls dari climbing, mossy fibers dan axon sel purkinje. Aksonnya menuju batang otak dan thalamus melalui pedunculus cerebelli superior dan juxtarestiformis body.Jalan ke cerebellum :Ada 3 jalan yang dapat dialui untuk dapat keluar atau masuk dari cerebellum, di dalam jalur ini terdapat serabut-serabut yang serebelopetal (aferen), disamping itu ada pula serabut-serabut yang serebelofugal (eferen). Ketiga jalan itu adalah :A. Korpus restiforme1. Serabut-serabut aferen- Tractus spinoserebelaris dorsalis (flechsig)- Serabut-serabut kuneo-serebelaris- Serabut-serabut Vestibulo-serebelaris- Serabut-serabut olivo-serebelaris- Serabut-serabut arkuato-serebelaris- Serabut-serabut retikulo-serebelaris1. Serabut-serabut eferen- Serabut-serabut festigio-bulbaris- Serabut-serabut kortiko-bulbaris (dari lobus flocculonodularis)B. Brakhium PontisSerabut-serabut eferen : serabut-serabut ponto-serebelarisC. Brakhium konjungtivum1. Serabut-serabut aferen :- Traktus spino-serebelaris ventralis (gowers)- Tractus tecto-serebelaris2. Serabut-serabut eferen :- Tractus dentate-rubro-talamikusSecara filogenetik cerebellum dapat dibagi atas : Paleocerebellum s.spinocerebellum tdd : Lobus anterior, pyramis, uvula Neocerebellum s.cerebro-cerebellum tdd : lobus posterior Archicerebellum s.vestibullo-cerebellum tdd : lobus flocculonodularisWalaupun secara morfologis tidak tepat, namun untuk praktisnya cerebellum biasanya dibagi atas 3 bagian : Bagian tengah yang tunggal : Vermis (dari permukaan, memang memperlihatkan bentuk seperti cacing yang melingkar hamper sempurna) Bagian samping sepasang : hemisphaerum cerebelli yang dibagi oleh adanya sulci dan fissura, sehingga terbentuk lobi atau lobulli.Lobi dan lobulli tersebut diberi nama sesuai dengan bentuk yang ditampilkannya, namun nama-nama lobi dan lobulli tersebut kini sudah dianggap kuno dan sebenarnya tak mencerminkan kesatuan fungsi apapun, hanya saja untuk kebutuhan praktis nama-nama tersebut masih dipakaiHemisphaerum cerebelli terbagi 2 oleh adanya fissure posterolateral menjadi :A. Corpus cerebelli yang secara filogenetik tergolong paleocerebelli maupun non cerebelliCorpus cerebelli terbagi 2 pula oleh adanya fissure primaries menjadi : Lobus anterior (tergolong paleocerebellum) s.spino cerebellum Lobus posterior (tergolong noncerebellum) s.cerebro cerebellum1. Lobus anteriorterletak di depan fissure primarius. Terdiri dari vermis anterior dan korteks paravermian. Bagian ini dikenal juga sebagai spinocerebellum karena proyeksi afferent utama berasal dari proprioseptif otot-otot dan tendon extremitas melalui tractus spinocerebellaris. Fungsi utama bagian ini adalah untuk regulasi tonus otot dan mempertahankan sikap badan. Seluruh lobus anterior bersama pyramis dan uvula tergolong paleocerebelli. Lobus anterior ini menerima serabut aferen proprioseptif dan exteroceptif dari kepala dan tubuh.Bagian vermis yang sesuai dengan lobus anterior (dari depan ke belakang) ialah : Lingula Lobulus centralis culmen monticuliMenerima input dari : Muscle spindle (reseptor otot skelet) Organon golgi (reseptor tendo)Fungsi : menjaga tonus otot1. Lobus posteriorterletak antara fissure primarius dengan fissure posterolateralis. Terdiri dari vermis dan bagian terbesar hemisfer cerebellum. Bagian ini menerima proyeksi afferent dari korteks cerebri melalui nuklei pontis dan brachium pontis sehingga disebut juga sebagai pontocerebellum. Fungsi utama bagian ini adalah koordinasi berbagai gerakan lincah yang diawali dari korteks cerebri.Seluruh lobus posterior kecuali pyramis dan uvula tergolong neocerebellum Bagian paling depan dari lobus posterior disebut lobulus simplek (sering juga disebut lobulus semilunaris posterior) yang dibelakang daibatasi oleh fissura posterosuperior. Bagian vermis yang sesuai dengan lobulus simplek disebut : Declive Vermis. Dibelakang lobulus simplek terdapat lobulus semilunaris superior yang dibelakang dibatasi oleh fissure horizontalis. Bagian vermis yang sesuai dengan lobulus semilunaris superior adalah folium vermis. Dibelakang lobulus semilunaris superior terdapat : lobulus semilunaris inferior yang dibelakang dibatasi oleh fissure prepyramidalis. Bagian vermis yang sesuai dengan lobulus tersebut ialah : tuber vermis.Folium dan tuber vermis termasuk neocerebellum.Kedua lobuli semilunaris superior dan inferior disebut lobus ansiformis Dibelakang lobulus semilunaris inferior terdapat lobulus lobulus gracilis yang dibelakang dibatasi oleh fissure prepyramidalisBagian vermis yang sesuai dengan lobulus tersebut adalah tuber vermis juga. Dibelakang lobulus gracilis terdapat lobulus biventralis yang dibelakang dibatasi oleh fissure post pyramidalisBagian vermis yang sesuai dengan lobulus tersebut ialah : pyramis Bagian paling belakang dari lobus posterior adalah tonsil dengan ujung membentuk sayap disebut Paraflocculus yang ke belakang dibatasi oleh fissure posterolateralis.Bagian vermis yang sesuai dengan tonsil ialah uvula, pyramis dan uvula vermis termasuk PaleocerebellumMenerima input dari : neocortex via tractus cortico prontocerebellarisFungsi : mengatur koordinasi aktivitas otot skelet dan mempertahankan sikap tubuh1. Lobus Flocculonodularis (termasuk archicerebellum)Secara filogenetis merupakan bagian yang tertua, maka disebut juga archicerebellum, karena proyeksi afferent utama berasal dari nuklei vestibularis. Fungsi utama bagian ini adalah mempertahankan keseimbangan.Bagian tengahnya merupakan bagian dari vermis disebut : nodulus, sedang bagian hemisphaerumnya disebut : FlocculusLobus flocculonodularis tergolong Archicerebelum (vestibulo cerebellum), menerima input dari : Kompleks vestibulerFungsi : menjaga postur dan mempertahankan keseimbangan.1. Medulla cerebelli (bagian dalam) : substansia alba, dimana di dalamnya terdapat 4 pulau-pulau substansia grisea Nucleus Dentatus :Paling besar, bentuk seperti karung kempes yang keriput dan melengkung, dengan cekungannya membuka ke arah medial. Di daerah cekuntg tersebut terdapat serabut eferen yang meninggalkan nucleus dentatus dan kemudian membentuk : Pedunculus cerebelli posterior. Nucleus Emboliformis :Bentuk oval dan terletak postero-medial dari nucleus dentatus Nucleus Globosus :Nucleus emboliformis dan nucleus globossus bisa digabung menjadi NUCLEUS INTERPOSITUS. Oleh karena itu cerebellum hanya punya 3 nuclei, terdiri dari beberapa kelompok sel bundar yang terletak medialis dari nucleus emboliformis. Nucleus Fastigialis :Letak kiri-kanan linea mediana dari vermis dan sangat dekat dengan atap ventriculus quartus (velum medulla posterior).Substansia alba sendiri dalam vermis vermis sangat sedikit dan memperlihatkan gambaran seperti pohon kayu (=Arbor Vitae)Substansia alba terdiri dari 3 jenis serabut saraf :1. Serabut Intrinsik :Tidak pernah meninggalkan cerebellum dan berfungsi menghubungkan berbagai bagian cerebellum. Ada yang bersifat intra hemisphaerum, sedang yang lain menghubungkan hemisphaerum kanan dan kiri.1. Serabut Aferen :Merupakan bagian utama cerebellum dan semuanya menuju korteks cerebellum. Jalan masuk ke cerebellum adalah : Pedunculus cerebelli superior.- Serabut dari alat vestibuler (dari labyrinth) berjalan dalam peduculus cerebelli inferior menuju korteks vermis.- Serabut proprioseptif dari otot (tendon, sendi) berjalan dalam saraf spinal dan N. Trigeminus, kemudian dalan traktus spinocerebellaris posterior dan anterior menuju ke korteks cerebelli- Serabut-serabut dari korteks cerebri berjalan dalam pedunculus medialis (melalui pons) menuju lobus media cerebellum- Serabut dari nucleus olivaria berjalan dalam pedunculus inferior menuju ke korteks cerebelli (kontra lateral).1. Serabut Eferen :Berasal dari axon sel purkinje yang sebgian besar akan bersinapsis pada keempat nuclei cerebellum. Sebagian kecil, khususnya yang berasal dari lobus flocculonodularis tidak bersinapsis dan langsung keluar cerebellum.- Serabut-serabut dari nucleus dentatus emboliformis globosus berjalan dalam pedunculus cerebelli superior media dan inferior menuju ke nukleus ruber di mesencephalon, dari sini akan keluar serabut-serabut yang menuju ke basal ganglia, korteks cerebri, atau ke medulla spinalis melalui traktus rubrospinal.- Serabut-serabut efferent menuju ke formatio reticularis melalui ketiga pedunculus cerebri.Serabut eferen dari keempat nuclei cerebelli keluar dari cerebellum melalui Pedunculus cerebelli superior.FISIOLOGI CEREBELLUMSecara filogenetis, cerebellum adalah nukleus vestibularis yang mempunyai spesialisasi tinggi. Tampaknya cerebellum dan pusat vestibuler secara bersama-sama mempunyai fungsi :- Mempertahankan keseimbangan tubuh- Orientasi dalam ruangan- Mengatur tonus otot- Mengatur postur tubuhPada manusia selain untuk keseimbangan juga mempunyai beberapa fungsi lain.Cerebelum menerima impuls proprioseptif dari seluruh tubuh, baik impuls motorik ataupun sensorik dari cerebrum. Impuls yang diterima akan dikoordinasikan dan diteruskan, dihambat atau diperkuat.Secara histologis dari cotex cerebelli menunjukkan bahwa impuls yang masuk akan diperkuat dengan cara Avalanche Conduction. Pada umumnya fungsi utama cerebellum adalah mengintegrasikan dan mengkoordinasikan reaksi somatik. Impulsa motorik akan diperkuat dan disintesis kembali sehingga menimbulkan kontraksi otot yang harmonis dan gerakan volunter yang halus dan sinkron.Cerebellum adalah bagian otak dimana korteks cerebri menerima impuls darinya untuk melakukan koordinasi yang mengatur gerakan volunter, sehingga memegang peranan penting pada setiap fungsi motorik.Pada cerebellum juga terdapat daerah-daerah untuk taktil, pendengaran dan penglihatan. Pusat-pusat motorik, taktil, pendengaran dan penglihatan baik kortikal maupun subkortikal di cerebrum, diproyeksikan pada daerah yang sama di cerebellum, yang kemudian memproyeksikannya kembali ke daerah yang sama di cerebrum.Corteks cerebellum mendapat signal dari berbagai sumber. Mula-mula perintah dari cortex cerebri dan sistem piramidal diterima melalui ketiga sistem cerebrocerebellar. Yang terpenting adalah jaras cerebropontocerebellar yaitu jaras yang menyilang menghubungkan hemisfer cerebri pada sisi yang berlawanan melalui tractus cortico pontine dan pedunculus cerebelli media. Jaras lain berasal dari area motor cerebri yaitu cerebroolivocerebellar, cerebroreticulocerebellar, juga dari tractus spinocerebellar.Semua modalitas sensoris (taktile, auditori, visual) memberi impuls pada cerebellum, mekanismenya masih belum jelas. Secara umum vermis menerima input aferen dari medula spinalis, floculonoduler dari sistem vestibuler dan hemisfer cerebellum dari cortex cerebri. Setelah menerima signal aferen, cerebellum mengoreksi kesalahan atau kekurang akuratan dari gerak otot. Ada beberapa rute impuls mencapai sistem motor dan mengatur gerak otot-otot yaitu :1. Dentatorubrospinal : secara tidak langsung ke lower motor neuron dari medulla spinalis, jaras dari nucleus dentata bersinaps dengan sel nucleus rubra yang beraxon ke tractus rubrospinal. Jaras-jaras tersebut Mengalami dua kali penyilangan yaitu : 1. Di decusatio pedunculus cerebellum superior2. Dekat asal traktus rubrospinal. Hal ini menyebabkan awal dan akhir jaras terdapat pada sisi yang sama.1. Eferen dentato thalamo cortical menyilang pada pedunculus cerebellum superior lewat nucleus rubra naik ke nucleus ventrolateral thalamus, lewat thalamo cortical menuju area motoris di lobus frontal.Cerebellum mempengaruhi traktus piramidalis lewat jalur ini.Sirkuit Feed back cerebellum :1. Regio vermal :Menerima input dari medulla spinalis menuju nucleus fastigial melalui tractus reticulospinal (formatio reticularis) dan nucleus vestibularis menuju medulla spinalis.1. Lobulus posteriors :Menerima input dari sistem vestibuler menuju fastigio bulbar dan fastigio reticulo vestibuler.1. Hemisphere :Menerima informasi dari cortex cerebri dan mengirim kembali informasi tersebut melalui jalur dentato thalamo cortical untuk memberikan pengaruh pada cerebrum dan melalui nucleus rubra untuk mempengaruhi medulla spinalis (rubrospinal tract).FUNGSI UTAMA CEREBELLUM :Cerebellum danggap sebagai Head Ganglion dari system proprioseptif, karenanya dia berfungsi :1. Mengatur tonus otot skelet2. Mengontrol aktivitas otot sadar3. Mengatur postur dan keseimbangan tubuhUntuk memudahkan mengingat struktur dan fungsi cerebellum, maka rujuklah angka 3 (cerebellar triads) :1. Punya 3 bagian : 2 hemispherum dan 1 vermis2. Punya 3 lobus : Anterior, posterior, dan flocculonodularis3. Punya 3 bagian fungsional/filogenetik :- Archicerebellum (vestibulocerebellum) : lobus flocculonodularis- Paleocerebellum (spinicerebellum) : lobus anterior, pyramis, uvula- Neocerebellum (cerebrocerebellum) : Lobus posterior1. Punya 3 pasang nuclei :- Nucleus dentatus- Nucleus fastigialis- Nucleus interpositus (nucleus emboliforus dan nucleus globosus)1. Punya 3 pasang penghubung :- Pedunculus cerebellaris inferior- Peduncullus cerebellaris media- Peduncullus cerebellaris superior1. Punya 3 akhir dari setiap axon purkinje :- Pada nuclei cerebellum- Pada nuclei vestibullaris- Pada neuron purkinje kontralateralASPEK KLINIS :Dapat dibedakan atas :1. Lesi di neocerebellum2. Lesi di paleocerebellum3. Lesi di archicerebellum

A. Lesi di neocerebellum dapat memberikan gejala-gejala sebagai berikut :1. Hipotonia :Otot kehilangan kemampuan untuk melawan jika otot dimanipulasi secara pasif. Pasien akan berjalan sempoyongan. Disebabkan oleh karena hilangnya pengaruh fasilitas cerebellum terhadap stretch reflex.1. Disequilibrium :Kehilangan keseimbangan oleh karena tak ada kordinasi kontraksi otot skelet.1. Dissynergia :Kehilangan koordinasi kontraksi otot, meliputi :- Disarthria :bicara cadel- Distaxia :tak bisa mengkoordinasikan kontraksi otot skelet- Dismetria :Salah menafsir jarak, disebabkan karena kontraksi otot tidak di rem oleh otot-otot antagonis. Tak mampu menghentikan gerakan pada titik yang diinginkan.- Disdiadokokinesis :tak mampu mengubah gerakan dengan cepat, disebabkan karena adanya kontraksi dan relaksasi yang lambat atau berlebihan.(ex: dari fleksi ke extensi)- Intentio Tremor :Tremor di tangan bila hendak melakukan sesuatu gerakan bertujuan. Tremor ini terjadi karena ada gangguan dalam koordinasi gerakan, penderita sadar dan berusaha untuk mengoreksinya. Tremor ini lebih tepat disebut sebagai tremor ataksik.- Titubasi :Tremor yang ritmis pada kepala dengan kecepatan 3-4 kali per menit dapat menyertai lesi cerebellum bagian tengah.- Nystagmus :Bola mata distaxia kiri dan kanan, karena suatu iritasi vestibuler fiber atau oleh karena penekanan nucleus vestibuler.- Gangguan pada mata :Bisa berupa skew deviation dimana terjadi deviasi ke atas dan keluar dari bola mata pada sisi yang berlawanan dengan lesi dan deviasi ke bawah dan ke dalam dari bola mata pada sisi lesi.- Gerakan Rebound :Ketidakmampuan mengontrol gerakan. Contoh: kalau lengan bawah difleksikan dengan pasif, kalau dilepas lengan tersebut akan memukul dada.1. Sindroma Hemisphaerum cerebellaris :Rusak satu hemisphaerum cerebelliGejala : Distaxia dan hipotonia anggota badan ipsilateralEtiologi : Neoplasma dan infark1. Sindroma vermis rostralis :Rusak lobus anteriorGejala : Distaxia kaki dan truncusEtiologi : Keracunan alkohol, terjadinya degenerasi bagian anterior vermis1. Sindroma vermis caudalis :Rusak lobus posterior dan flocculonodularisGejala : Distaxia truncus sehingga tak mampu berdiri tegak dan nystagmusEtiologi : Tumor1. Sindroma pancerebellarisRusak pada kedua hemisphaerum cerebellarisGejala : Bilateral distaxiaDisarthriaNystagmusHipotoniaEtiologi : DegenerasiMultiple sclerosisKeracunan alkoholB. Lesi di paleocerebellum dapat memberikan gejala-gejala gangguan sikap tubuh dan tonus otot.1. Lesi di archicerebellum dapat memberikan gejala-gejala berupa ataksia trunkal, yaitu dimana penderita bila disuruh duduk tampak badannya bergoyang. Disamping itu dapat juga memberikan gejala berupa vertigo dimana penderita merasa sekitarnya atau badannya bergoyang.CARA PEMERIKSAAN1. Tes telunjuk-hidung :Penderita diminta untuk menyentuh ujung jari pemeriksa pada jarak 20-30 cm di depannya keujung hidung penderita.1. Tes tumit-lutut :Tumit tungkai kiri ditaruh di lutut tungkai kanan lalu tumit menelusuri tibia ke pergelangan kaki (sebaliknya).1. Tes Disdiadokinesis :- Lengan penderita disuruh pronasi dan supinasi dengan cepat atau- Ibu jari disuruh menyentuh jari-jari lain secara berurutan dan bolak-balik4. Tes fungsi :- Kancingkan baju- Ambil beberapa uang logam di meja- MenulisII. GANGLIA BASALIS DAN FUNGSI MOTORIKNYA

Ganglia basalis, seperti serebellum membentuk system asesori motorik lain yang biasanya berfungsi tidak sendirinya tetapi berkaitan erat dengan korteks serebri dan system pengatur motorik kortikospinal. Pada kenyataannya sebenarnya ganglia basalis menerima sebagian besar input dari korteks serebri itu sendiri dan juga mengembalikan hamper seluruh sinyal outputnya ke korteks juga.

2.1.Anatomi Ganglia BasalisPada setiap sisi otak, ganglia ini terdiri dari nucleus kaudatus, putamen, glogus palidus, substansia nigra dan nucleus subtalamikus. Semuanya ini terutama terletak di sebelah lateral mengelilingi thalamus, menempati daerah yang luas dari regio inferior pada kedua hemisfer serebri. Hampir semua serabut saraf motorik dan sensorik yang menghubungkan korteks serebri dan medulla spinalis berjalan melalui ruang yang terletak di antara bagian utama ganglia basalis yakni nucleus kaudatus dan putamen. Ruang ini disebut kapsula interna dari otak.

2.2.Sirkuit Neuronal Ganglia BasalisHubungan anatomis antara ganglia basalis dan elemen-elemen otak lain yang menyediakan pengaturan motorik bersifat kompleks. Ada dua sirkuit utama pada ganglia basalis yaitu sirkuit putamen dan sirkuit kaudatus.

2.3.Fungsi Ganglia Basalis dalam Melaksanakan Pola-pola Aktivitas Motorik (sirkuit Putamen)Berkaitan dengan sistem kortikospinal mengatur pola-pola aktifitas motorik yg kompleks. Contoh : - menulis huruf, bila terjadi kerusakan terhadap ganglia basalis, system kortikal, maka tulisan menjadi kasar. - memotong kertas dengan menggunakan gunting- Memotong kuku- Memasukkan bola basket dengan melompat - Menendang bola kaki- Memukul bola kasti - Gerakan mata terkendali - Aspek vokalisasi Merupakan aktifitas yang dilakukan di bawah sadar. Pada gambar 10 di atas, memperlihatkan jaras-jaras yang diawali di area suplementer dan premotor korteks motorik dan di area somatosensorik korteks sensorik. Kemudian jaras menuju putamen melintasi nucleus kaudatus, kemudian ke bagian internal globus palidus, kemudian ke nuclei ventroanterior dan ventrolateral thalamus dan akhirnya ke korteks motorik primer dan area premotorik serta area suplementer yang berkaitan erat dengan korteks motorik primer.2.4.Fungsi Ganglia Basalis dalam Pengaturan Kognitif terhadap pola gerakan Motorik yang berurutan (sirkuit kaudatus) Kognisi adalah proses berpikir pada otak dengan menggunakan input sensoris yang menuju otak ditambah informasi yang tersimpan dalam ingatan. Sebagian besar kerja motorik akibat pemikiran yang dibentuk dalam benak otak dan Nukleus Caudatus berperanan dalam pengaturan kognitif tersebut. Pada gambar 11 di atas sambungan neural antara nucleus kaudatus dan system pengatur motorik kortikospinal sedikit berbeda dengan yang terdapat pada sirkuit putamen. Nucleus kaudatus meluas ke seluruh lobus pada serebrum mulai dari anterior lobus frontalis kemudian berjalan di sebelah posterior melalui lobus parietal dan oksipitalis setelah itu akhirnya berbelok ke depan ke dalam lobus temporalis. Selanjutnya nucleus kaudatus menerima sejumlah besar input dari area asosiasi korteks serebri yang menutupi nucleus kaudatus terutama area yang juga mengintegrasikan berbagai jenis informasi sensorik maupun motorik ke dalam pola pikir yang dapat digunakan. Setelah sinyal berjalan dari korteks serebri ke nucleus kaudatus sinyal tersebut kemudian dijalarkan ke thalamus ventroanterior dan ventrolateral, dan akhirnya kembali ke area motorik prefrontal, premotorik dan suplementer korteks serebri, tetapi hampir tidak ada sinyal kembali yang berjalan secara langsung ke korteks motorik primer. Sebaliknya sinyal kembali tersebut berjlan ke regio motorik asesoris dalam area premotor dan motorik suplementer . Contoh : seseorang melihat seekor singa mendekat kemudian memberi respon secara cepat dan otomatis yaitu dengan (1) berbalik membelakangi singa, (2) mulai berlari, (3) berusaha memanjat pohon. Tanpa fungsi kognitif seseorang tidak memiliki pengetahuan instinktif untuk berespon secara cepat dan sesuai.

2.5.Fungsi Ganglia Basalis untuk mengubah Penentuan Saat bergerak dan skala intensitas gerakan.Dua kemampuan otak yang penting untuk mengatur gerakan adalah (1) menentukan seberapa cepat suatu gerakan dilakukan, dan (2) mengatur seberapa luas gerakan yang akan terjaadi. Contoh menulis huruf a secara cepat atau lambat, menulis huruf a dengan ukuran kecil pada kertas atau huruf a dengan ukuran besar pada papan tulis.

III. INTEGRASI BANYAK BAGIAN SISTEM PENGATUR MOTORIK TOTAL3.1. Tingkat SpinalPada medulla spinalis pola-pola terprogram untuk semua daerah otot pada tubuh, sebagai contoh reflex menghindar untuk mendorong setiap bagian tubuh untuk menjauh dari sumber nyeri.3.2. Tingkat Otak BelakangOtak belakang melakukan dua fungsi utama untuk pengaturan motorik umum pada tubuh: (1) memelihara tonus aksial tubuh dengan tujuan berdiri tegak dan (2) terus melakukan modifikasi peningkatan tonus otot dalam respon terhadap informasi yang datang dari apparatus vestibuler untuk tujuan memelihara keseimbangan tubuh.

3.3. Tingkat Korteks MotorikSystem korteks motorik menyediakan banyak sinyal motorik aktivasi bagi medulla spinalis. Sebagian kerjanya melalui perintah berurutan dan parallel yang terangkai menjadi pola gerak medulla pada aksi motorik. Mengubah intensitas berbagai pola atau modifikasi saat pelaksanaannya. 3.4. Fungsi Serebelum yang Saling berkaitanFungsi serebellum berhubungan dengan semua tingkat pengatur motorik. Bersama medulla spinalis berfungsi menguatkan refleks regang. Pada tingkat batang otak serebellum membuat gerakan sikap tubuh terutama gerakan cepat yang dibutuhkan oleh system keseimbangan untuk kelancaran gerakan yang berlangsung terus menerus.

3.5. Fungsi Ganglia Basalis yang saling berkaitanGanglia basalis merupakan pengatur motorik penting yang seluruhnya berbeda dengan yang terdapat pada serebellum. Sebagian besar fungsi yang penting adalah (1) membantu korteks melakukan pola gerakan-gerakan bawah sadar tetapi yang telah dipelajari dan (2) membantu merencanakan pola gerakan yang parallel dan berurutan ketika pikiran harus melakukannya bersama-sama untuk menyempurnakan kerja yang bertujuan penuh. Jenis pola motorik yang memerlukan ganglia basalis antara lain pola menulis semua macam huruf yang berbeda-beda, untuk melempar bola dan untuk mengetik. Ganglia basalis juga diperlukan untuk memodifikasi pola ini untuk menulis huruf berukuran kecil atau besar, jadi mengendalikan dimensi pola tersebut.

Muscle Spindle dan Golgi Tendon Organ (GTO) Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu 1. Kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek

2. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi

3. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi.Otot juga berfungsi untuk menghasilkan pergerakan yang mana semua jenis pergerakan lokomotor dan manipulasi adalah menerusi tindakan penguncupan otot skeletal secara agonis-antagonis. Otot juga berfungsi mengawal postur bagi membolehkan pengekelan bentuk tubuh dan pergerakan yang stabil; dicapai tindakan penguncupan otot skeletal secara sinergis.Selain itu juga otot bertindak untuk mengstabilkan sendi semasa berlakunya tarikan otot ke atas tulang bagi tujuan penjanaan daya. Otot juga berfungsi sebagai menjana haba yang mana pengucupan otot menghasilkan haba yang berfungsi mengawal suhu badan. Haba terhasil daripada pemacahan ATP ke bentuk tenaga.

Otot SpindleMuscle spindle terletak di dalam otot. Muscle spindle merupakan suatu receptor yang menerima rangsang dari regangan otot. Regangan yang cepat akan menghasilkan impuls yang kuat pada muscle spindle. Rangsangan yang kuat akan menyebabkan refleks muscle spindle yaitu mengirim impuls ke spinal cord menuju jaringan otot dengan cepat, menyebabkan kontraksi otot yang cepat dan kuat. Muscle spindle sangat berperan dalam proses pergerakan atau pengaturan motorik. Peran muscle spindle dalam pengaturan motorik adalah :1. Mendeteksi perubahan panjang serabut otot.2. Mendeteksi kecepatan perubahan panjang otot.

Sebetulnya muscle spindle bekerja sebagai suatu pembanding dari panjang kedua jenis serabut otot intrafusal dan ekstrafusal. Bila panjang serabut ekstrafusal jauh lebih besar daripada panjang serabut intrafusal, maka spindle menjadi terangsang untuk berkontraksi. Sebaliknya, bila panjang serabut ekstrafusal lebih pendek daripada serabut intrafusal, maka spindle menjadi terinhibisi (keadaan yang menyebabkan refleks seketika untuk menghambat terjadinya kontraksi otot). Jadi spindle tersebut dapat dirangsang atau dihambat. Meregangkan suatu kelompok otot hendaknya jangan dilakukan secara tiba-tiba. sebab apabila peregangan otot dilakukan secara tiba-tiba akan merangsang muscle spindle dan ini menyebabkan refleks regang. Refleks muscle spindle sering disebut refleks regang atau refleks myotatik. Hal ini disebabkan karena peregangan otot tersebut merangsang muscle spindle sehingga menyebabkan kontraksi otot yang bersangkutan.

Muscle spindle salah satu dari propioceptor yang berperan aktif dalam gerak Stretch Reflex. Stretch reflex adalah respon yang tidak disadari berupa kontarksi melalui stimulus dari luar yang menyebabkan otot terulur. Intinya ketika spindle itu terulur, maka akan mengirim sinyal ke spinal cord, yang mana sinyal tersebut diolah dan dikirim kembali ke otot yang menyebabkan kontraksi. Kuatnya respon muscle spindle tersebut ditentukan oleh rata-rata penguluran. Secara praktek dapat dikatakan bahwa dengan lebih cepat dan kuat suatu gerak yang diterapkan di otot, maka gerakan yang lebih bertenaga saat kontraksi otot .Golgi Tendon Organs (GTO). GTO adalah stretch receptor yang terletak di dalam tendon otot tepat di luar perlekatannya pada serabut otot tersebut. Refleks GTO bias terjadi akibat tegangan otot yang berlebihan. Sinyal-sinyal dari GTO merambat ke medula spinalis yang menyebabkan terjadinya hambatan respon (negative feed-back) terhadap kontraksi otot yang terjadi. Hal ini untuk mencegah terjadinya sobekan otot sebagai akibat tegangan yang berlebihan. Dalam hal ini refleks GTO merupakan pelindung untuk mencegah terjadinya sobekan otot, namun dapat juga bekerja sama dengan muscle spindle untuk mengontrol seluruh kontraksi otot dalam pergerakan tubuh. Sedangkan peran golgi tendon organs dalam proses pergerakan atau pengaturan motorik adalah mendeteksi ketegangan selama kontraksi otot atau peregangan otot. Namun antara golgi tendon organs dengan muscle spindle ada perbedaan fungsi. Muscle spindle berfungsi untuk mendeteksi perubahan panjang serabut otot, sedangkan golgi tendon organs berfungsi mendeteksi ketegangan otot.

Signal dari golgi tendon organs dihantarkan ke medula spinalis untuk menyebabkan efek refleks pada otot yang bersangkutan. Efek inhibisi dari golgi tendon organs menyebabkan rileksasi seluruh otot secara tiba-tiba. Efek inhibisi terjadi pada waktu kontraksi atau regangan yang kuat pada suatu tendon. Keadaan ini menyebabkan suatu refleks seketika yang menghambat kontraksi otot serta tegangan dengan cepat berkurang. Pengurangan tegangan ini berfungsi sebagai suatu mekanisme protektif untuk mencegah terjadinya robek pada otot atau lepasnya tendo dari perlekatannya ke tulang. Golgi Tendon Organ (GTO) adalah propioceptor lain yang punya pengaruh dalam gerak stretch reflex, GTO terletak di dekat sambungan antara perut otot dan tendon, yang memiliki fungsi sebagai penghambat terjadinya kontraksi otot. GTO melindungi otot dari kontraksi yang berlebihan dan saat GTO terstimulasi maka otot akan rileks. Hal ini memungkinkan latihan vertical jump dapat mengatur ambang rangsang aktifasi GTO untuk memaksimalkan tenaga elastik pendukung didalam otot .

Masing-masing serabut otot dipersarafi sebuah saraf yang disebut motor neuron dan satu titik dimana saraf itu mempersarafi serabut otot yang disebut neuromuscular junction atau motor end plate. Satu motor neuron dapat mempersarafi beberapa serabut otot, motor neuron dan seluruh serabut itu dipersarafi secara bersamaan yang disebut motor unit (Chusid, 1993: 67) ada dua cara yang merupakan dasar untuk meningkatkan tenaga yang dihasilkan, yaitu: 1) meningkatkan rata-rata stimulasi dari motor unit

2) meningkatkan jumlah motor unit yang teraktifkan

Kontraksi Sumasi dan TetaniSumasi merupakan penjumlahan kontraksi kedutan otot (twitch) untuk meningkatkan kontraksi otot. Pada umumnya sumasi terjadi melalui 2 cara yaitu: 1. Dengan meningkatkan motor unit motorik yang berkontraksi secara serentak 2. Dengan cara meningkatkan kecepatan kontraksi tiap motor unit Sumasi kontraksi ada dua macam :1. Sumasi temporalDisebut juga sumasi gelombang karena bentuknya seperti gelombang. Sumasi temporal dapat terjadi dengan cara mengubah interval rangsangan (waktu istirahat antara rangsangan pertama dan kedua diperpendek sehingga rangsangan kedua tepat saat kontraksi pertama akan relaksasi). Akibatnya kontraksi pertama dan kedua bersatu menjadi satu kontraksi yang lebih besar (sumasi kontraksi).

2. Sumasi spasialDisebut juga multiple motor unit summation karena pertambahan besar/amplitudo kontraksi akibat pertambahan intensitas rangsangan. Dengan meningkatkan intensitas rangsangan maka makin banyak motor unit yang terangsang, akibatnya kontraksi akan semakin besar.Pada umumnya sumasi dapat terjadi dengan cara meningkatkan jumlah unit motorik yang berkontraksi secara serentak dan dengan meningkatkan kecepatan kontraksi tiap unit motorik.