anastesia umum dengan ett nafas spontan

Download ANASTESIA UMUM DENGAN ETT NAFAS SPONTAN

Post on 01-Jul-2015

232 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ANSTESIA UMUM DENGAN ETT NAFAS SPONTANPembimbing : dr. Sudaryadi, Sp.An Disusun oleh : Chintia Otami/ FK UPH/ 07120060027

Identitas PasienNama : Nn N.E Umur : 21 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Status : Belum Menikah Agama : Islam Pekerjaan : Pelajar Kesatuan :DEPHAN Alamat : PERUM M blok J I no 12A Ujung Menteng, Jakarta Timur No. CM : 35 87 93 Tanggal pemeriksaan : 5 Oktober 2010

KELUHAN UTAMA Terdapat benjolan pada payudara kanan KELUHAN TAMBAHAN Tidak ada

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan pada payudara kanan. Pertama kali dirasakan tahun lalu saat sedang mandi. Semakin lama semakin membesar. Ukuran kurang lebih 3 cm berada diatas puting susu Keras (+), Nyeri tekan (-) Riwayat menstruasi teratur. Haid pertama umur 12 tahun Saat diperiksa, pasien tidak sedang mengalami menstruasi.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU Penyakit jantung : Tidak ada Hipertensi : Tidak ada Asma : Tidak ada Penyakit paru-paru : Tidak ada Diabetes : Tidak ada Penyakit ginjal : Tidak ada Gangguan pembekuan darah : Tidak ada

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami hal yang sama. Tidak ada riwayat penyakit jantung, alergi, hipertensi, asma, penyakit paru-paru, diabetes, penyakit ginjal, dan gangguan pembekuan darah pada keluarga pasien.

RIWAYAT OPERASI DAN ANESTESIA Pasien belum pernah dioperasi dan belum pernah dibius.

RIWAYAT ALERGI Alergi obat : Tidak ada Alergi makanan: Tidak ada

RIWAYAT KEBIASAAN Merokok : Tidak ada Alkohol : Tidak ada. Narkotik : Tidak ada LAIN-LAIN Gigi palsu : Tidak ada Gigi goyang : Tidak ada Konsumsi obat-obatan tertentu : Tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK (25 Agustus 2010)Status Generalis Keadaan umum Kesadaran Berat Badan Tinggi Badan Tanda-Tanda Vital Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi napas Suhu : Tampak baik : Compos mentis : 54 kg : 164 cm

: 120/80 mmHg : 80x/ menit : 16x/ menit : 36 C

Kepala Mata Telinga Hidung Mulut Leher Thorax Abdomen Vertebra Ekstremitas

: TAK : CA -/- , SI -/: TAK : TAK : Mallampati 2 : TAK : TAK : TAK : TAK : TAK

STATUS LOKALIS (MAMAE DEXTRA)Pada kuadran lateral atas arah jam 11-12 terdapat benjolan. Benjolan tersebut berada 3 cm diatas papilla mamae, berukuran 2x2 cm dengan konsistensi keras, berbatas tegas, dapat digerakkan. nyeri tekan (-), retraksi puting susu (-), peau d orange (-), discharge(-), pembesaran KGB aksilla(-).

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Thoraks foto (21/09/10) : kesan : Cor / Pulmo normal Tak tampak tanda-tanda metastasis USG Mamae (21/09/10) : kesan : FAM dextra pk 1.30, 6 cm dari papilla mamae, ukuran 2,6 x 1,8 x 2.8 EKG : Irama Sinus dalam batas normal

DIAGNOSIS BEDAH Fibroadenoma Mamae DIAGNOSIS ANESTESI ASA I RENCANA PEMBEDAHAN Eksisi RENCANA ANESTESI Anestesi Umum dengan Endotrakea Tube Nafas Spontan

PRE- OPERASIPersiapan Alat Sfigmomanometer digital Oksimeter Monitor EKG Infus set dan cairan infus Ringer Laktat Stetoskop Laringoskop ETT no 4,4 ,5 Guedel Pleseter Mandrain Balon/ pump Suction Abocath Sungkup Muka

Persiapan obat Premedikasi mg Induksi Relaksan Obat anestesi liter/menit Obat emergency Anti emetic Analgetik

: Midazolam 2 mg dan Pethidine 50 : Propofol 120 mg : Suksinilkolin 60 mg : Sevofluran 1-2 vol %, N2O : O2 = 4 : 4 : Sulfat Atropine, Adrenalin, Lidocain : Metoclopramide HCl 10 mg : Tramadol 100 mg

.Persiapan pasien

Informed consent Surat persetujuan tindakan medis Pasien dipuasakan 8 jam sebelum operasi Pengosongan kandung kemih sesaat sebelum operasi Pembersihan wajah dan kuku Memakai pakaian operasi PF di ruang persiapan TD : 120/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, Napas : 16x/ menit. Suhu : 36 celcius

DURANTE OPERASIPukul 10.30 Pasien masuk ke kamar operasi Pasien dibaringkan di atas meja operasi Memasang EKG dan pulse oksimeter Mengukur tekanan darah TD : 120/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, Napas : 16x/ menit.., Saturasi 02 : 99 % Pukul 10.35 Memasang infus Ringer Laktat 20 tpm TD : 120/80 mmHg, Nadi : 100 x/ menit; Saturasi O2 : 99%

INDUKSI

Pukul 10.45 Induksi dengan Propofol 120 mg IV Setelah kesadaran pasien menurun sungkup muka dirapatkan pada muka dan diberikan O2 100% 6.5 liter/ menit Setelah refleks bulu mata menghilang diberikan Suksinilkolin 60 mg IV Intubasi dengan ETT no. 6 non kinking cuff (+),untuk memastikan ETT terpasang dengan benar dengarkan suara nafas dengan stetoskop Guedel dimasukkan ke mulut, supaya pipa ETT tidak tergigit lalu keduanya difiksir dengan plester. ETT dihubungkan dengan konektor ke sirkuit nafas alat anestesi, kemudian N2O dibuka 4 liter/menit dan O2 4 liter/ menit kemudian Sevofluran 2 vol%

MAINTANANCE Pukul 10.45 Nafas pasien dikendalikan dengan menekan bola nafas secara periodik, setelah ada tanda-tanda nafas spontan, balon sesekali masih ditekan karena pernafasan masih kurang adekuat kemudian Sevofluran diturunkan menjadi 1,5 vol % Nafas dibiarkan spontan dan perhatikan besarnya kembang kempis balon nafas

Pukul 11.00 Pembedahan dimulai dan pasien mulai di incisi. TD : 140/80 mmHg, Nadi : 100 x/ menit; Saturasi O2 : 99% Pukul 11.15 Pasien diberikan tramadol 100 mg dan metoklopramid 10 mg Dilakukan skin test dengan ceftriaxon TD : 110/70 mmHg, Nadi : 80 x/ menit; Saturasi O2 : 99% Pukul 11.20 FAM dikeluarkan, ukuran FAM kurang lebih 2x3 cm Pukul 11.25 Untuk mempercepat pemulihan kesadaran pasien, ketika penutupan kulit sevofluran dimatikan

PENGAKHIRAN Pukul 11.40 Anestesi dihentikan, TD 120/85 mmHg, nadi 70x/menit, SPO2 99 % Pasien dipanggil namanya, sembari ditepuk-tepuk Injeksi ceftriaxone 1 gram Pukul 11.45 Pasien dapat mengikuti instruksi untuk membuka mata ETT dicabut, Saliva pasien disuction Pasien dapat mengikuti instruksi untuk menelan air liurnya dan kemudian goedel dicabut Pasien dibawa ke RR dan kemudian diberikan O2 100 %

POST OPERASI Setelah pasien dibawa ke ruangan pemulihan pada pukul 11.50, dilakukan monitoring terhadap fungsi vital, yaitu TD 114/72 mmHg, Nadi 58x/ menit, Napas 16x/ menit. Penilaian pulih sadar menurut Aldrette score: Kesadaran :2 Pernapasan :2 Tekanan darah :2 Aktivitas :1 Warna kulit :2 Jumlah nilai pulih sadar : 9 pasien dapat dipulangkan

Instruksi post-operasi Awasi nadi, tensi, napas tiap 15 menit selama 2 jam pertama. Kemudian awasi per jam selama 24 jam. Pengobatan antibiotik ceftriaxone 2x1 gr iv selama satu hari saja Apabila terdapat mual dan muntah berikan metoclopramid 100 mg Lanjutkan infus RL sampai pasien sudah bisa makan minum. Pasien diperbolehkan makan - minum setelah sadar penuh dan bising usus (+) Perhatian khusus : awasi produksi urine, baik jumlah (minimal 0.5 cc/ kgBB/ jam) maupun warnanya. Apabila tidak ada keluhan, pasien diperbolehkan pulang

Pemberian CairanTerapi cairan Berat badan = 54 kg Kebutuhan cairan pasien per jam : 4 x 10 = 40 cc 2 x 10 = 20 cc 1 x 34 = 34 cc --------------------- + = 94 cc/jam Lama puasa pasien 12 jam (dimulai pukul 22.00 TanggaL 4 Oktober 2010 sampai pukul 10.00 Tanggal 5 Oktober 2010)

Lama puasa x kebutuhan per jam : 12 x 100 cc/jam = 1200 cc Stress operasi : operasi sedang ( 4 cc/kgBB ) : 4 x 60 = 240 cc Kebutuhan cairan pada jam pertama = 50% puasa + stress operasi + kebutuhan cairan per jam = 600 cc + 240 cc + 94 cc = 934 cc 500 ml

Cairan yang diberikan selama anestesi: RL I RL II (saat selesai operasi masih sisa +/- 300 ml)

TINJAUAN PUSTAKAFIBROADENOMA MAMMAE Merupakan tumor jinak pada payudara yang bersimpai jelas, berbatas jelas, soliter, berbentuk benjolan yang dapat digerakkan PENYEBAB GANGGUAN 1. Peningkatan aktivitas Estrogen yang absolut atau relatif. 2. Genetik : payudara 3. Faktor-faktor predisposisi : a. Usia : < 30 tahun b. Jenis kelamin c. Geografi d. Pekerjaan e. Hereditas f. Diet g. Stress h. Lesi prekanker

TANDA & GEJALA 1. Secara makroskopik : tumor bersimpai, berwarna putih keabu-abuan, pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih, kenyal 2. Ada bagian yang menonjol ke permukaan 3. Ada penekanan pada jaringan sekitar 4. Ada batas yang tegas 5. Bila diameter mencapai 10 15 cm muncul Fibroadenoma raksasa ( Giant Fibroadenoma ) 6. Memiliki kapsul dan soliter 7. Benjolan dapat digerakkan 8. Pertumbuhannya lambat 9. Mudah diangkat dengan lokal surgery 10. Bila segera ditangani tidak menyebabkan kematian

PATOFISIOLOGI Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang sering ditemukan pada masa reproduksi yang disebabkan oleh beberapa kemungkinan yaitu akibat sensitivitas jaringan setempat yang berlebihan terhadap estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam mamary displasia.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Biopsi 2. Pembedahan 3. Hormonal 4. PET ( Positron Emision Tomografi ) 5. Mammografi 6. Angiografi 7. MRI 8. CT Scan 9. Foto Rontqen ( x ray ) 10. Blood Study

INDIKASI OPERASI Lesi jinak yang memberikan keluhan atau tidak berhasil dengan terapi konservatif KONTRA INDIKASI OPERASI - Bukan lesi maligna - Tidak ada komorbid yang berat KOMPLIKASI OPERASI a. Perdarahan b. Infeksi

ANESTESIA UMUMDefinisi Anestesia umum adalah tindakan meniadakan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran yang bersifat pulih kembali (reversible). Komponen anestesia yang ideal terdiri: Hipnotik Analgesia Relaksasi otot.

Teknik Anestesia Umum Anestesia Umum Intravena dilakukan dengan jalan menyuntikkan obat anestesia parenteral langsung ke dalam pembuluh darah vena Anestesia Umum Inhalasi dilakukan dengan jalan memberikan kombinasi obat-obatan anestesia inhalasi yang berupa gas dan atau cairan yang mudah menguap melalui alat/mesin anestesia langsung ke udara inspirasi.

Teknik Anestesia Umum Inhalasi : Inhalasi Sungkup Muka Inhalasi pipa endotrakea nafas spontan Inhalasi pipa endotrakea nafas kendali Anes