ALK WEEK 11

Download ALK WEEK 11

Post on 15-Sep-2015

220 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

analisis laporan keuangan HERO vs MPPA

TRANSCRIPT

<p>Analisis Laporan Keuangan</p> <p>PT Hero Supermarket Tbk dan PT Matahari Putra Prima Tbk</p> <p>LEONA AMI / 3123005IMEGA WINATA / 3123261RIAN WILLIAM PHONDA / 3123313KP : A</p> <p>FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMIKATAHUN AJARAN 2014/2015UNIVERSITAS SURABAYA</p> <p>BAB IGAMBARAN UMUM PERUSAHAAN</p> <p>1.1 Matahari Putra PrimaDidirikan pada tanggal 11 Maret 1986, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) telah mengoperasikan secara sukses sejumlah entitas anak di bidang ritel, investasi, perdagangan umum, restoran dan usaha jasa lain-lain. Bisnis ritel yang modern difokuskan pada Fast Moving Consumer Goods (FMCG) melalui Hypermart, Foodmart dan Boston Health &amp; Beauty. Sejak penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1992, sampai kini MPPA tetap menjadi peritel modern yang unggul di Indonesia, yang memiliki catatan keuangan positif yang mencakup beberapa tindakan korporat yang dianggap sukses, ditambah dengan ekspansi gerai secara agresif, pertumbuhan penjualan, perbaikan manajemen dan peningkatan kemampuan karyawan serta penciptaan nilai bagi para pemegang saham. Entitas induk langsung perusahaan adalah PT Multipolar Tbkn dan Entitas Induk Akhir Perusahaan adalah Lanius Limited.Pada tahun 2012, MPPA telah mengambil tindakan korporat yang penting, sebagaimana yang dianjurkan oleh Merrill Lynch dalam rangka memfokuskan diri pada bisnis intinya, yaitu FMCG, dimana divestasi aset/ bisnis non-inti telah dilaksanakan dengan sukses. Hal ini menghasilkan tingkat pengembalian yang solid bagi para pemegang saham, struktur neraca yang kuat dan sumber daya Perseroan dapat sepenuhnya difokuskan pada pengembangan bisnis inti.Pada tahun 2013, Perseroan berhasil membuka sejumlah 39 gerai, meningkatkan jumlah pelanggan dan kepuasan, dan membuka peluang bagi pertumbuhan di masa depan. Minat pada saham Perseroan membantu mendorong kenaikan harga saham dari Rp1.150 per saham pada penutupan akhir tahun 2012 menjadi Rp1.940 per saham pada akhir tahun 2013, mencerminkan kapitalisasi pasar sebesar Rp10,4 triliun, menjadi salah satu ritel yang terbesar di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, untuk pertama kalinya MPPA tercatat sebagai global small cap outperformer oleh Morgan Stanley Capital International.</p> <p>1.2 Hero SupermarketHero Supermarket telah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia sejak 5 Oktober 1971, mengenali perkembangan kebutuhan ritel modern dan kemudian menciptakan tren baru. Sama seperti tantangan yang ada pada saat terdahulu, tantangan saat ini adalah untuk memberikan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan bagi masyarakat Indonesia dimanapun, di lebih banyak kota dan tersebar di lebih banyak pulau. HERO bergerak dibidang usaha supermarket, hypermarket, minimarket dan bentuk usaha retail lainnya seperti specialt store serta menjalankan usaha dalam bidang perdagangan dan lain lain. Induk perusahaan langsung HERO adalah Mulgrave Corporation dan induk perusahaan utama HERO adalah Jardine Matheson Holdings Limited.</p> <p>BAB IIANALISIS</p> <p>2.1. Analisis Laporan Keuangan Hero Supermarket a. Analisis Horizontal Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Balance Sheet)Saldo akhir Laporan Posisi Keuangan PT Hero Supermarket Tbk (seterusnya disingkat Hero) pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 47% dari thn 2012. Nilai ini cukup signifikan mengingat bahwa tingkat inflasi selama tahun 2013 hanyalah sebesar 4,57% - 8,67%. Aset Lancar Kas dan Setara KasNilai kas dan setara kas pada akhir 2013 mengalami kenaikan sebesar Rp 1,079,314 Juta (435%) dibandingkan tahun 2012, karena ada kenaikan nilai saldo Citibank N.A., Standard Chartered Bank, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited secara signifikan. Sebab lain adalah meningkatnya seluruh deposito berjangka di Citibank,N.A., The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited dan Sumitomo Trust and Banking Co. Ltd dengan suku bunga per tahun deposito berjangka Rupiah untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013 berkisar sekitar 3,25% - 9,35% (31 Desember 2012: 2,47% - 4,10%). (CALK no 4) Aset Lancar Piutang Usaha Pihak KetigaSecara horizontal, akun ini mengalami perubahan sebesar 74% dari tahun 2012. Piutang usaha pihak ketiga terdiri dari piutang dari kegiatan promosi dan penjualan yang dibayar dengan kartu kredit. (CALK no 5) Aset Lancar PersediaanPersediaan meningkat sebesar 18% (Rp 279,418 juta) dari tahun 2012 ke 2013. Hal ini disebabkan karena diturunkannya provisi atas persediaan yang merupakan realisasi atas penjualan dari persediaan. (CALK no 7) Aset Lancar Uang MukaUang muka meningkat sebesar 149% dari tahun 2012 ke 2013. Kenaikkan persentase uang muka ini karena adanya pengadaan aset tetap oleh perusahaan serta digunakan untuk uang muka pemasok (CALK no 7b).</p> <p> Aset Tidak Lancar Aset TetapAkun ini meningkat Rp 1.494 Miliar (43,46%). Kenaikan terjadi karena perusahaan mempunyai 20 lokasi tanah yang terdiri dari beberapa sertifikat hak guna bangungan dengan masa hak 1-39 tahun. (CALK 8) Liabilitas Jangka Pendek Utang Bank Jangka PendekNilai utang bank menurun 100% dari tahun 2012 karena pada tahun 2013 perusahaan melunaskan seluruh utang usaha - jangka pendeknya kepada beberapa bank. EkuitasSecara umum, nilai perubahan ekuitas yang berubah sebesar 223% dari tahun 2013 disebabkan oleh beberapa hal yaitu adanya selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dimana penjual menjual aset aset tertentu kepada entitas entitas anak, kemudian perusahan pun mengalihkan sewa dibayar dimuka atas beberapa lokasi yang dimiliki.b. Analisis Vertical Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian (Balance Sheet)Adanya analisi vertical ini, berguna untuk mengetahui informasi berapa proporsi akun pada keseluruhan laporan posisi keuangan. Dalam analisis ini, dapat dilihat peran dari setiap akun dalam laporan posisi keuangan dan resiko yang melekat dari setiap akun tersebut. Dari hasil analisis kami, akun yang perlu dicermati adalah:1. Aset Aset lancar dan aset tidak lancar Pada tahun 2012 aset lancar dan aset tidak lancar dalam total aset memiliki proporsi 43,16% dan 56,84%. Sedangkan pada tahun 2013 perusahaaan ini mengalami kenaikan proporsi aset lancar yaitu senilai 47,11% sehingga proporsi aset tidak lancar mengalami penurunan menjadi 52,89%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaaan ini likuiditasnya tinggi. Kenaikan proporsi ini diakibatkan adanya kenaikan proporsi Kas dan Setara Kas . Kas dan Setara KasKas dan setara kas mengalami kenaikan proporsi 12.41% dari tahun 2012. Kas yang dimiliki perusahaan pada tahun 2012 senilai 1.327.191.000.000 (17,1% dari total aset perusahaan). Peninhgkatan kas dan setara kas ini karena sebagian pemasukan diterima dalam bentuk tunai. Sebagaian kas dan setara kas disimpan untuk keperluan likuiditas, sedangkan sebagaian besar dialokasikan untuk ekspansi bisnis.2. Liabilititas dan Ekuitas Liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan ekuitasLiabilitas jangka pendek, jangka panjang, dan ekuitas terhadap total liabilitas dan ekuitas mengalami perubahan dari tahun 2012 ke tahun 2013 yaitu sebesar -34,35%; -3,27%; dan 37,61%. Perubahan perubahan ini dikarenakan adanya pelunasan pinjaman baik dari ke bank, cerukan maupun pihak ketiga lainnya. Pinjaman dari Bank dan Cerukan Jangka PendekPinjaman yang dimiliki perusahaan mengalami penurunan 10,04% dari tahun 2012 ke 2013. Dimana pada tahun 2013 perusahaan melunaskan seluruh pinjamannya. Seluruh pinjaman dan cerukan yang diperoleh diperuntukan untuk mendanai modal kerja dan belanja modal Perseroan. Saldo labaProporsi saldo laba baik yang dicadangkan maupun belum dicadangkan terhadap total liabilitas dan ekuitas perusahaan sebesar 0,45% dan 27,37% di tahun 2013. Dimana saldo laba digunakan perusahaan untuk mendanai aktivitas operasi perusahaan. Saldo laba ini diperoleh dari keuntungan perusahaan yang tidak dibagikan sebagai dividen kepada pemegang sahamnya.c. Analisis Horizontal Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian (Income Statement) Pendapatan atau penjualan bersih HERO meningkat sebesar 13,22 % dan MPPA hanya meningkat sebesar 9.61%. Peningkatan beban pokok penjualan MPPA lebih besar daripada peningkatan pendapatannya sehingga terdapat indikasi bahwa MPPA menjual barangnya dibawah harga perolehan barang. Hal ini berpengaruh pada laba bruto , dimana HERO mengalami peningkatan sebesar 16,81% dari tahun 2012 sedangkan MPPA mengalami penurunan laba bruto sebesar 0.46% dari tahun 2012. Laba usaha HERO meningkat sebesar 77,34% sedangkan laba usaha MPPA meningkat sebesar 71,81%. Walaupun beban penjualan dan beban umum dan administrasi HERO meningkat dari tahun 2012 tetapi hal ini ditutupi dengan peningkatan penghasilan lainnya sedangkan MPPA mengalami penurunan beban penjualan dan beban umum dan administrasi tetapi juga diikuti dengan penurunan penghasilan lainnya sehingga laba usahanya tidak jauh berbeda.Secara keselurahan laba tahun berjalan untuk HERO meningkat sebesar 121,7% sedangkan MPPA hanya meningkat sebesar 85,78%. Peningkatan yang tidak signifikan yang dialami oleh MPPA dibandingkan dengan HERO disebabkan oleh besarnya beban pajak dan berkurangnya pengahasilan keuangan yang berbanding terbalik dengan meningkatnya penghasilan keuangan HERO sebesar 2152,2%. Terkait laba per lembar saham, MPPA mengalami peningkatan sebesar 102,44% sedangkan HERO hanya sebesar 97,75%. Hal ini biasanya terkait perbedaan jumlah lembar saham yang beredar.d. Analisis Vertikal Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian (Income Statement)Analisis Vertikal Laporan Laba Rugi Komprehensif membahas hubungan proporsi setiap akun terhadap akun penjualan dan berikut merupakan gambaran beberapa akun yang perlu dianalisis: Beban Pokok Penjualan dan laba kotorPada tahun 2013 beban pokok penjualan adalah sebesar -1229,20% dari nilai penjualan bersih sedangkan pada tahun 2012 adalah sebesar -3427,51% dibandingkan penjualan bersih. Penurunan sebesar 2198,31% ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin mengefisienkan biayanya terutama biaya untuk pembelian persediaan. Laba kotor pada tahun 2013 juga mengalami penurunan sebesar 648,17% sesuai dengan proporsi penurunan beban pokok penjualan. Beban PenjualanBeban penjualan di tahun 2012 sebesar -95,70% dari nilai penjualan bersih sedangkan pada tahun 2013 sebesar -41,90% dari penjualan bersih. Beban penjualan terutama merupakan beban sewa dan pemasaran. Penurunan dari beban penjualan ini merupakan dampak dari adanya penurunan penjualan.e. Analisis Vertikal Laporan Perubahan Ekuitas (Stockholders Equity)Perubahan ekuitas yang terjadi pada PT. Hero Supermarket Tbk terjadi karena adanya penurunan modal saham serta pengaruh saldo laba yang merupakan hasil operasi perseroan. Tahun 2013 PT. Hero Supermarket Tbk mengalami penurunan laba dibandingkan dengan periode sebelumnya dan mendapat pengaruh dari pembagian deviden yang dilakukan perseroan.a. b. c. d. e. f. Analisis Horizontal Laporan Perubahan EkuitasModal saham HERO meningkat sebesar 69,05% secara keseluruhan dimana hal ini terkait dengan adanya perubahan ekuitas yang signifikan pada neraca akibat meningknya investasi dari investor.g. Analisis Horizontal Laporan Arus KasBerdasarkan aktivitas operasi dari PT. HERO Supermarket Tbk., arus kas bersih dari aktivitas operasi pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 82,03 % dibanding tahun 2012.Penurunan tersebut diakibatkan karena kas yang dihasilkan dari operasi mengalami penurunan sebesar 65,57%. Penurunan tersebut dikarenakan:1. Pembayaran kepada pemasok dan karyawan yang mengalami peningkatan yaitu 17,48%. Untuk pembayaran kepada karyawan terkait dengan imbalan kerja karyawan. Imbalan kerja karyawan untu menentukan besarnya jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan saat pensiun. 2. Pembayaran kepada karyawan dan lain lain juga mengalami peningkatan sebesar 24,80% karena adanya pesangon pemutusan kontrak kerja terhutang ketika karyawandihentikan kontrak kerjanya sebelum usia pensiun normal. Selain itu terdapat imbalan lain seperti cuti berimbalan dan penghargaan bagi karyawannya.3. Menigkatnya Pembayaran pajak penghasilan. Menigkatnya pembayaran pajak penghasilan sebesar 53,35%, hal itu diakibatkan menigkatnya penghasilan dari tahun 2012 ke tahun 2013.</p> <p>ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Berdasarkan aktivitas investasi dari PT. HERO Supermarket Tbk., arus kas bersih dari aktivitas investasi yang digunakan untuk investasi pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 26,51 % dibanding tahun 2012.Penurunan tersebut dikarenakan :1. Perolehan aset tetap sebesar 17,25%. Penambahan aset tetap ditujukan antara lain untuk penambahan mesin, peralatan dan bangunan yang belum siap pakai. Kemudian nilai bangunan dan tanah yang dimiliki perusahan meningkatan sebesar Rp 642.112 juta dari tahun sebelumnya.2. Menurunnya perolehan aset tidak berwujud yang dimiliki perusahaan sebesar 94,81% dari tahun 2012. Dimana aset tidak berwujud ini merupakan kapitalisasi biaya piranti lunak, dan jasa konsultasi dan biaya lain yang bisa diatribusikan secara langsung.</p> <p>ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAANArus Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan mengalami peningkatan sekitar 372,19% pada tahun 2013. Hal terbesar yang mempengaruhi adalah1. Pembayaran pinjaman dari pihak berelasiPeningkatan pinjaman dari pihak berelasi sebesar 100%. Biaya pendanaan tersebut meningkat diakibatkan pinjaman dari DFI Treasury Limited, sehingga perusahaan memiliki kewajiban bunga pinjaman dan pelunasan bertahap yang harus dibayar.2. Penerimaan dari penerbitan sahamPenerimaan dari penerbitan saham mengalami kenaikan 100% dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2013 ini perusahaan mengalami peningkatan modal saham menjadi 4.183.634.000 sahamh. Analisis Vertikal Laporan Perubahan Arus KasARUS KAS MASUKArus kas yang diterima oleh PT HERO supermarket didominasi oleh Penerimaan dari penerbitan saham yang dilakukan oleh PT HERO supermarket sebesar 51%. Sedangkan arus kas yang diperoleh dari hasil operasi adalah sebesar 2%, turun sangat pesat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang sebesar 10%. Penurunan 8%, yaitu dari Rp 560 Milyar menjadi Rp 101 Milyar terutama disebabkan oleh penurunan kas yang dihasilkan dari operasi yaitu Rp 229 Milyar dari Rp 664 Milyar pada periode yang sama, karena meningkatnya pengeluaran untuk pembayaran gaji karyawan dan lain-lain sebesar Rp 434 Milyar. Penerimaan arus kas sebesar 51% dari penerbitan saham yang dilakukan PT HERO SUPERMARKET digunakan sebagian besar untuk membayar pinjaman bank dan pihak berelasi. Penerimaan arus kasi dari aktivitas investasi seluruhnya didapat dari penjualan asset tetap yaitu sebesar 8% dari total arus kas masuk.ARUS KAS KELUARArus Kas Keluar dari perusahaan digunakan sebesar 60% untuk pembayaran pinjaman dari bank dan 28% untuk perolehan asset tetap. Dana untuk membayar pinjaman dari bank didapatkan sebagian besar dari penerbitan saham. Penggunaan arus kas untuk inv...</p>