ALK Chapter 1

Download ALK Chapter 1

Post on 04-Aug-2015

33 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>TINJAUAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN</p> <p>ANALISIS BISNIS Analisis bisnis merupakan analisis atas prospek dan risiko perusahaan untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis dan keputusan-keputusan lain. Analisis bisnis membantu pengambilan keputusan dengan menstrukturkan tiga analisis melalui evaluasi atas lingkungan bisnis perusahaan, strateginya, serta posisi dan kinerja keuangannya. Jenis-jenis Analisis Bisnis Tujuan analisis bisnis adalah meningkatkan pengambilan keputusan bisnis dengan mengevaluasi informasi yang tersedia tentang situasi keuangan perusahaan, manajemen, rencana dan strategi, serta lingkungan bisnisnya. Bagian ini menjelaskan jenis-jenis utama analisis bisnis. 1. Analisis Kredit Kreditor meminjamkan dana kepada sebuah perusahaan dan menerima janji pembayaran atas pokok dan bunganya. Jenis pendanaan ini bersifat sementara karena kreditor mengharapkan pembayaran kembali atas dana mereka dengan bunganya. Kreditor meminjamkan dana dalam banyak bentuk dan untuk beragam tujuan. Kreditor dagang atau kreditor operasi mengirimkan barang atau jasa kepada perusahaan dan mengharapkan pembayaran dalam waktu yang masuk akal, yang sering kali didasarkan pada norma industri. Sebagian besar kredit perdagangan berjangka pendek, berkisar antara 30 sampai 60 hari, dengan pemberian diskon tunai untuk pembayaran lebih awal. Kreditor perdagangan</p> <p>1</p> <p>biasanya tidak menerima bunga secara eksplisit untuk pemberian kredit, melainkan mendapatkan pengembalian dari margin laba atas transaksi. Kreditor non-dagang menyediakan pendanaan kepada perusahaan dan menerima janji, biasanya tertulis, atas pembayaran dengan bunga (eksplisit atau implisit) pada tanggal tertentu di masa depan. Jenis pendanaan ini dapat berjangka pendek atau berjangka panjang serta muncul dalam berbagai jenis transaksi. Dalam pendanaan kredit murni, elemen pentingnya adalah keuntungan bagi kreditor yang bersifat tetap. Jika perusahaan sejahtera, keuntungan kreditor terbatas pada tingkat bunga atas kontrak utang atau pada margin laba atas barang atau jasa yang diserahkan. Bagaimanapun, kreditor menanggung resiko tidak dibayar. Pokok dan bunga milik kreditor terancam bila peminjam menghadapi kesulitan keuangan. Hubungan asimetris antara resiko dan pengembalian ini berdampak besar terhadap perspektif kreditor, termasuk cara dan tujuan analisis kredit. Analisis kredit merupakan evaluasi atas kelayakan perusahaan untuk</p> <p>mendapatkan kredit. Kelayakan kredit adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban kreditnya. Fokus utama analisis kredit terletak pada risiko, bukan profitabilitas. Analisis kredit berfokus pada sisi buruk risiko, bukan sisi baik potensi. Hal ini meliputi analisis likuiditas maupun solvabilitas. Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dalam jangka pendek untuk memenuhi kewajibannya dan bergantung pada arus kas perusahaan serta komponen aset dan kewajiban lancarnya. Solvabilitas merupakan kemungkinan dan kemampuan jangka panjang perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka panjang. Hal ini bergantung pada profitabilitas jangka panjang perusahaan maupun struktur modal (pendanaan). Profitabilitas yang berkesinambungan merupakan jaminan utama atas kemampuan perusahaan untuk memenuhi bunga dan pokok pinjaman jangka panjang. 2. Analisis Ekuitas</p> <p>2</p> <p>Investor ekuitas menyediakan dana kepada perusahaan sebagai balasan atas risiko dan imbalan kepemilikan. Pendanaan ekuitas, disebut juga ekuitas atau modal saham, menawarkan pengamanan atau penjagaan untuk semua bentuk pendanaan yang lebih utama darinya. Hal ini berarti investor ekuitas berhak atas distribusi aset perusahaan hanya setelah klaim dari pengklaim yang lebih utama telah dipenuhi, termasuk bunga dan dividen preferen. Sebagai akibatnya, investor ekuitas mendapatkan bunga residu. Hal ini mengimplikasikan bahwa investor ekuitas menjadi pihak pertama yang menyerap kerugian jika perusahaan terlikuidasi , meskipun kerugian mereka terbatas pada jumlah yang diinvestasikan. Dengan demikian, berbeda dengan analisis kredit, analisis ekuitas bersifat asimetri yang harus menilai dua sisi risiko dan potensi. Karena investor ekuitas dipengaruhi oleh seluruh aspek kondisi dan kinerja keuangan perusahaan, kebutuhan analisis mereka paling banyak dan komprehensif. Individu yang menerapkan strategi investasi aktif terutama menggunakan analisis teknis, analisis fundamental, atau kombinasi keduanya. Analisis teknis atau charting mencari pola dalam sejarah harga atau volume sebuah saham untuk memprediksi pergerakan harga saham di masa depan. Analisis fundamental, yang lebih luas diterima dan diaplikasikan, merupakan proses menentukan nilai perusahaan dengan menganalisis dan mengintrepretasikan faktor-faktor kunci untuk ekonomi, industri, dan perusahaan. Bagian utama anaisis fundamental adalah evaluasi atas posisi dan kinerja keuangan perusahaan. Tujuan utama analisis fundamental adalah menentukan nilai intrinsik yang disebut juga nilai fundamental. Nilai intrinsik adalah nilai sebuah perusahaan (atas sahamnya) berdasarkan analisis fundamental, tanpa mengacu pada nilai pasar (atau harga saham). Strategi investor yang menggunakan analisis fundamental adalah sebagai berikut: beli saham perusahaan bila nilai intrinsiknya lebih tinggi daripada nilai pasarnya, jual saham bila nilai pasarnya lebih tinggi daripada nilai intrinsiknya, dan tahan saham bila nilai intrinsiknya mendekati nilai pasarnya.</p> <p>3</p> <p>Untuk menentukan nilai intrinsik, seorang analisis harus memproyeksikan pendapatan atau arus kas perusahaan dan menentukan risikonya. Hal ini dicapai melalui analisis menyeluruh dan mendalam atas prospek bisnis perusahaan dan laporan keuangannya. Setelah profitabilitas perusahaan di masa depan dan risikonya dapat diestimasi, analisis menggunakan model evaluasi untuk mengubah estimasi tersebut, menjadi suatu ukuran nilai intrinsik. Nilai intrinsik digunakan dalam banyak hal, termasuk investasi ekuitas dan pemilihan saham, penawaran saham perdana, penempatan saham, merger dan akuisisi, serta pembelian atau penjualan perusahaan tanpa efek yang diperdagangkan. 3. Kegunaan Lain dari Analisis Bisnis Analisis bisnis dan laporan keuangan diperlukan dalam beberapa hal lain sebagai berikut .-</p> <p>Manajer. Analisis laporan keuangan memberikan petunjuk kepada manajer tentang perubahan strategis dalam kegiatan operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan. Manajer juga menganalisis bisnis dan laporan keuangan perusahaan pesaing untuk mengevaluasi profitabilitas dan risiko pesaing.</p> <p>-</p> <p>Merger, akuisisi, dan divestasi. Analisis bisnis dilakukan setiap kali perusahaan merestrukturisasi operasinya melalui merger, akuisisi, divestasi, maupun spin-off</p> <p>-</p> <p>Manajemen keuangan. Manajer harus mengevaluasi dampak keputusan keuangan dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Analisis bisnis membantu manajer untuk menilai dampak keputusan keuangan terhadap profitabilitas di masa mendatang maupun risikonya.</p> <p>-</p> <p>Direktur. Sebagai wakil pemegang saham terpilih, direktur bertanggungjawab untuk melindungi kepentingan pemegang saham dengan mengawasi secara hatihati aktivitas perusahaan. Direktur dibantu analisis bisnis maupun analisis laporan keuangan untuk menunaikan tanggungjawab untuk pengawasannya.</p> <p>4</p> <p>-</p> <p>Regulator (pembuat peraturan). Internal Revenue Service-IRS menerapkan alat analisis laporan keuangan untuk mengaudit laporan pajak dan memeriksa kewajaran jumlah yang dilaporkan.</p> <p>-</p> <p>Serikat Kerja. Teknik analisis laporan keuangan berguna bagi serikat kerja dalam negosiasi tawar-menawar yang dilaporkan.</p> <p>-</p> <p>Pelanggan. Teknik analisis digunakan untuk menentukan profitabilitas pemasok bersamaan dengan estimasi menguntungkan. keuntungan pemasok dari transaksi yang saling</p> <p>Komponen Analisis Bisnis Analisis bisnis meliputi beberapa proses yang saling terkait. Proses tersebut dalam konteks memperkirakan nilai perusahaan salah satu dari banyak pengaplikasian penting analisis laporan keuangan. Nilai perusahaan atau nilai intrinsik diestimasi dengan menggunakan model valuasi. Input pada model valuasi ini meliputi estimasi hasil di masa depan (arus kas dan laba prospektif) dan biaya modal. Proses perkiraan pembayaran di masa depan disebut analisis prospektif.</p> <p>5</p> <p>Evaluasi atas prospek bisnis merupakan sasaran utama analisis lingkungan bisnis dan strategi. Status keuangan perusahaan ditentukan dari laporan keuangannya dengan menggunakan analisis keuangan. Pada akhirnya, kualitas analisis keuangan bergantung pada keandalan dan muatan ekonomislaporan keuangan dan hal ini memerlukan analisis akuntansi atas laporan keuangan. Analisis laporan keuangan melibatkan seluruh komponen proses berikut:akuntansi, keuangan, dan analisis prospektif. 1. Analisis Lingkungan Bisnis dan Strategi Analisis atau prospek perusahaan di masa depan merupakan salah satu tujuan terpenting analisis bisnis. Analisis ini merupakan pekerjaan yang subyektif dan kompleks. Agar dapat menjalankannya dengan efektif, kita harus menggunakan perspektif lintas disiplin. Hal ini meliputi perhatian pada analisis lingkungan dan strategi bisnis. Tujuan analisis lingkungan bisnis adalah mengidentifikasi dan menilai situasi perekonomian dan industrinya, termasuk analisis mengenai produk, tenaga kerja, dan pasar modal dalam konteks perekonomian dan peraturan yang ada. Analsis strategi bisnis bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai kekuatan serta kelemahan kompetitif perusahaan, beserta peluang dan ancamannya. Analisis lingkungan bisnis dan strategi terdiri atas dua bagian analisis industri dan analisis strategi. Analisis industri biasanya merupakan langkah pertama, mengingat prospek dan struktur industri sangat menentukan profitabilitas perusahaan. Analisis strategi merupakan evaluasi atas keputusan bisnis perusahaan dan keberhasilan perusahaan membangun keunggulan kompetitifnya. Hal ini meliputi valuasi atas tanggapan strategis yang diharapkan dari perusahaan terhadap lingkunagn bisnisnya dan dampak dari tanggapan tersebut terhadap kesuksesan dan pertumbuhan di masa depan. 2. Analisis Akuntansi</p> <p>6</p> <p>Analisis akuntansi merupakan proses evaluasi sejauh mana akuntansi perusahaan mencerminkan realitas ekonomi. Hal ini dilakukan dengan mempelajari transaksi dan peristiwa perusahaan, menilai dampak kebijakan akuntansi terhadap laporan keuangan, menyesuaikan laporan tersebut agar lebih mencerminkan keadaan ekonomi yang mendasarinya dan membuatnya lebih sesuai untuk analisis. Laporan keuangan merupakan sumber informasi utama untuk analisis keuangan. Kita harus ingat bahwa akuntansi merupakan proses yang melibatkan pertimbangan yang dipandu oleh prinsip-prinsip dasar. Walaupun prinsip akuntansi diatur dengan standar, kompleksitas transaksi dan peristiwa bisnis tidak memungkinkan penerapan aturan akuntansi yang seragam untuk seluruh perusahaan sepanjang waktu. Terlebih lagi, sebagian besar standar akuntansi muncul sebagai bagian dari proses politik untuk memenuhi kepentingan berbagai pihak yang sering kali memiliki benturan kepentingan. Pihak-pihak ini meliputi pengguna laporan, seperti investor, kreditor, dan analisis; pembuat laporan, seperti perusahaan, persekutuan, dan perusahaan perorangan; pembuat kebijakan,seperti Securities and Exchange Commissions-SEC dan Financial Accounting Standards Boards-FASB; dan pihak-pihak lainnya, seperti auditor, penasihat hokum, dan pendidik. Dengan demikian, standar akuntansi sering kali tidak dapat memenuhi kepentingan satu pihak tertentu. Faktor lain yang berpotensi mengurangi keandalan laporan keuangan adalah kesalahan estimasi akuntansi karena informasi yang tidak lengkap atau tidak tepat. Keterbatasan akuntansi ini memengaruhi kegunaan laporan keuangan dan menimbulkan setidaknya dua masalah dalam analisis. Pertama, ketidakseragaman akuntansi menyebabkan masalah perbandingan. Masalah ini muncul jika perusahaan yang berbeda menerapkan akuntansi yang berbeda untuk transaksi atau peristiwa yang sama. Masalah ini juga muncul jika pada saat tertentu perusahaan mengubah akuntansinya yang berakibat pada timbulnya kesulitan perbandingan sementara.</p> <p>7</p> <p>Kedua, pilihan dan ketidaktepatan dalam akuntansi dapat mendistorsi informasi laporan keuangan. Distorsi akuntansi merupakan penyimpangan informasi akuntansi dari ekonomi yang mendasarinya. Distorsi ini muncul dalam tiga bentuk. (1) Estimasi manajemen dapat salah satu atau tidak lengkap. Kesalahan estimasi ini merupakan sebab utama distorsi akuntansi. (2) Manajer dapat menggunakan pilihan dalam akuntansi untuk memanipulasi atau mempercantik laporan keuangan (window dressing). Manajemen laba ini dapat menyebabkan distorsi akuntansi. (3) Standar akuntansi dapat menyebabkan distorsi akuntansi karena gagal menangkap realitas ekonomi. Tiga jenis distorsi akuntansi ini menciptakan risiko akuntansi dalam analisis laporan keuangan. Risiko akuntansi (accounting risk) merupakan ketidakpastian dalam analisis laporan keuangan karena distorsi akuntansi. Tujuan utama analisis akuntansi adalah mengevaluasi dan mengurangi risiko akuntansi serta meningkatkan muatan ekonomis laporan keuangan, termasuk komparabilitasnya. 3. Analisis Keuangan Analisis keuangan merupakan penggunaan laporan keuangan untuk menganalisis posisi dan kinerja keuangan perusahaan, dan untuk menilai kinerja keuangan di masa depan. Analisis keuangan terdiri atas tiga bagian besar yakni analisis profitabilitas, analisis risiko, serta analisis sumber dan penggunaan dana. Analisis profitabilitas merupakan evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan. Analisis ini berfokus pada sumber daya perusahaan dan tingkat profitabilitasnya, dan melibatkan identifikasi dan pengukuran dampak berbagai pemicu profitabilitas. Analisis ini juga mencakup evaluasi atas dua sumber utama profitabilitas-margin (bagian dari penjualan yang tidak tertutup oleh biaya) dan perputaran (penggunaan modal). Analisis profitabilitas juga berfokus pada penyebab perubahan profitabilitas dan daya tahan laba.</p> <p>8</p> <p>Analisis risiko merupakan evaluasi atas kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmennya. Analisis risiko melibatkan penilaian atas solvabilitas dan likuiditas perusahaan sejalan dengan variasi laba. Karena risiko menjadi perhatian utama kreditor, analisis risiko sering dibahas dalam konteks analisis kredit. Analisis risiko tetap penting untuk analisis ekuitas, baik untuk mengevaluasi keandalan dan daya tahan kinerja perusahaan maupun untuk mengestimasi biaya modal perusahaan. Analisis arus kas merupakan evaluasi bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan dananya. Analisis ini memberikan pandangan tentang implikasi pendanaan perusahaan di masa depan. 4. Analisis Prospektif Analisis prospektif merupakan peramalan hasil di masa depan biasanya laba, arus kas, atau keduanya. Analisis ini ditarik dari analisis akuntansi, analisis keuangan, serta analisis lingkungan bisnis dan strategi. Output analisis prospektif adalah hasil yang diharapkan di masa depan yang digunakan untuk mengestimasi nilai perusahaan. Ji...</p>