ukuran ukuran dasar dalam epidemiologi

Download Ukuran Ukuran Dasar Dalam Epidemiologi

Post on 01-Jan-2016

87 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Ukuran-Ukuran Dasar Dalam EpidemiologiCreated by : Aria Gusti

  • What Is The Unique Skill Of Epidemiologists? MEASURING DISEASE FREQUENCY IN POPULATIONS

  • 1. Rasio- Dapat dinyatakan dalam a/b- Berguna untuk pembandingan- Contoh ukuran yang menggunakan rasioSex ratioDependency ratioRasio bidan per pendudukRasio puskesmas per penduduk

    A. Perhitungan Frekuensi Penyakit

  • How Many?Community ACommunity B

  • 2. Proporsi / Persentase Menyatakan besar relatif suatu kelompok terhadap total semua kelompokUntuk dua kelompok a dan b, proporsi a= a/(a+b) atau persentase a = a/(a+b) x 100%Misal : Proporsi kematian karena DHF adalah jumlah yang mati karena DHF dibagi jumlah seluruh kematian

  • Distribusi Frekuensi, Proporsi dan Persentase Responden Menurut Tingkat Pendidikan

    Tingkat PendidikanFrekuensiProporsi%Tidak sekolah/tdk tamat SD55/539,4Tamat SD2323/5343,4Tamat SLTP1010/5318,9Tamat SLTA1111/5320,8Tamat Diploma/Universitas44/537,5Jumlah53100

  • 3. RateBesarnya peristiwa yang terjadi terhadap jumlah keseluruhan penduduk dimana peristiwa itu berlangsung dalam suatu batas waktu tertentuMemasukkan unsur waktu dalam perhitungan rasio maupun proporsiContoh:CDR (crude death rate)CBR (crude birth rate)RNI (rate of natural increase)

  • Rate

  • B. Ukuran MorbiditasInsidensiJumlah kejadian/penyakit (kasus baru) pada kelompok pddk tertentu dlm suatu kurun waktu tertentu

  • Pada penyakit menular tertentu dengan masa tunas yg pendek dapat dihitung attack rate (angka serangan), misal pada wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB) yg biasanya berlangsung tidak terlalu lama (beberapa hari atau minggu saja).

  • 2. Prevalensi

    Point prevalence, jlh seluruh penderita (lama+baru) yg ada pada suatu saat tertentu

  • Periode prevalence, jlh seluruh penderita (lama+baru) yg ada pada suatu periode tertentu

  • Contoh soal :1. Jika kita ingin memperoleh ukuran insidensi kanker payudara diantara wanita di Tanah Datar selama tahun 2009, kasus kanker payudara mana yg kita jadikan penyebut (numerator) ?Seluruh kasus kanker payudara diantara wanita Tanah Datar tahun 2009 ?, atauHanya kasus baru kanker payudara diantara wanita Tanah Datar tahun 2009 ?

  • Contoh soal :2: Diasumsikan kita mulai menghitung insidensi pada 1 januari 2009, wanita Tanah Datar mana yg kita jadikan pembilang (denuminator) dari ukuran insidensi ?

    a. Seluruh wanita di Tanah Datar pada tahun 2009.b. Hanya wanita tanpa kaknker payudara di Tanah Datar pada 1 Januari 2009

  • Contoh soal :3: Untuk menghitung prevalensi kanker payudara pada wanita Tanah Datar tahun 2009, kasus kanker payudara mana yang kita jadikan numeraor ?

    a. Seluruh kasus kanker payudara yg dilaporkan pad atahun 2009?b. Seluruh kasus kanker payudara yg pernah dilaporkan?, atauc. Seluruh kasus kanker payudara yg masih bertahan yg pernah dilaporkan?

  • 4.Selama tahun 2009 ditemukan 100 org penderita TB baru. Penderita TB tahun 2008 yang masih bertahan sampai tahun 2009 50 orang. Jumlah pddk Tanah Datar 400.000 orang.

    Hitung angka insidensi dan prevalensi TB di Kab Tanah Datar tahun 2009!Contoh soal :

  • Manfaat ukuran insidensiAngka insidensi dapat digunakan untuk mengukur angka kejadian penyakit. Perubahan angka insidensi dapat menunjukkan adanya perubahan faktor2 penyebab penyakit, yaitu fluktuasi alamiah dan adanya program pencegahan.Dalam penelitian epidemiologi sebab akibatPerbandingan antara berbagai populasi dengan pemamapan yg berbedaUntuk mengukur besarnya risiko determinan tertentu

  • Manfaat ukuran prevalensiMenggambarkan tingkat keberhasilan program pemberantasan penyakitPenyusunan perencanaan pelayanan kesehatan, misal obat, tenaga, ruanganMenyatakan banyaknya kasus yg dapat didiagnosis

  • C. Ukuran MortalitasCrude Death Rate (CDR)Angka kematian kasar adalah jumlah kematian yg dicatat selama satu tahun per 1000 penduduk di pertengahan tahun yg sama

    AKK/CDR = Jmh kematian yg dicatat dlm thn kalender X 1000Jlh seluruh pddk pertengahan thn yg sama

  • Age Specific Death Rate (ASDR)Bisa interval 5 tahunan atauKelompok umur khusus spt : neonatus, bayi, balita, usia sekolah, dewasa, usia lanjut, dll.

  • Kelompok UmurCth : Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate)Dirinci lagi menjadi :Perinatal Mortality Rate (Kematian Janin >28 mgg Usia Kehamilan s.d bayi berusia 7 hari)Neonatal Mortality Rate (0 1 bulan)Post Neonatal Mortality Rate (1 bulan 1 tahun)

  • A. Infant mortality rate (IMR)Examples for age spesific death rates:

    Tinggi rendahnya IMR berkaitan dengan Penyakit infeksi yg dapat dicegah dgn imunisasiDiare yg dapat menyebabkan dehidrasiPersonal higiene dan sanitasi lingkungan yg kurang memadai, serta sosial ekonomi rendahGizi buruk dan daya tahan tubuh yg menurun

  • B. Perinatal mortality rate (PMR)Examples for age spesific death rates:

    Tinggi rendahnya PMR berkaitan dengan Banyaknya bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)Status gizi ibu dan bayiKeadaan sosial ekonomiPenyakit infeksi terutama ISPAPertolongan persalinan

  • C. Neonatal mortality rate (NMR)Examples for age spesific death rates:

    Tinggi rendahnya NMR berguna untuk mengetahui : Tinggi randahnya usaha perawatan antenatal/ selama kehamilan dan post natal/perawatan bayi setelah lahirProgram imunisasiPertolongan persalinanPenyakit infeksi terutama ISPA

  • D. Post Neonatal mortality rate (PNMR)Examples for age spesific death rates:

    Tinggi rendahnya PNMR berkaitan dengan : Penyakit infeksi yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasiDiare yg mengakibatkan dehidrasiLingkungan dan higiene sanitasi yg kurang memadaiGizi buruk dan penurunan daya tahan tubuh

  • E. Angka Kematian Balita (Akaba)Examples for age spesific death rates:

    Tinggi rendahnya Akaba berkaitan dengan : Program pelayanan kesehatanProgram imunisasiProgram perbaikan giziTingkat pendidikan, keadaan sosial ekonomi, dll

  • Tinggi rendahnya MMR berkaitan dengan Examples for age spesific death rates:

    F. Maternal Mortality Rate (MMR)Keadaan sosial ekonomiKesehatan ibu selama hamil, bersalin dan nifasPelayanan kesehatan terhadap ibuPertolongan persalinan dan perawatan masa nifas

  • Cause Specific Mortality Rate (CSMR)Jumlahnya sangat kecil dibandingkan jumlah pendudukMaka digunakan konstanta 100.000 untuk menghindari angka desimal

  • Lebih menunjukkan keganasan penyakit tersebut pada kondisi atau lingkungan tertentuSeperti kematian saat Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit tertentu Case Fatality Rate (CFR)

  • Selama tahun 2009 di Tanah Datar dilaporkan 9.000 kasus DBD. 100 org diantaranya meninggal dunia. Jumlah pddk Tanah Datar 400.000 orang.

    Hitung angka :1. Cause Spesific Mortality Rate (CSMR)2. Case Fatality Rate (CFR)Contoh soal :

  • D. Ukuran FertilitasCrude Birth Rate (CBR)Angka kelahiran kasar adalah jumlah kelahiran yg dicatat selama satu tahun per 1000 penduduk di pertengahan tahun yg sama

  • Perhitungan CBR ini sederhana, mudah dihitung tetapi kasar. Perhitungan ini disebut perhitungan kasar karena yang menjadi pembagi adalah seluruh penduduk baik laki-laki maupun perempuan seluruh usia termasuk yang bukan perempuan usia reproduksi (15-49 tahun).Keterbatasan CBR

  • Age Specific Birth Rate (ASBR)Jumlah kelahiran hidup oleh ibu pada golongan umur tertentu yg dicatat selama satu tahun per 1000 penduduk wanita golongan umur tertentu pada pertengahan tahun yg sama

  • Age Specific Birth Rate (ASBR)Biasanya dengan interval 5 tahunUsia subur = 15 49 tahun 7 interval.Dapat disusun menjadi distribusi frekuensi pada setiap golongan umur (interval). Dapat diketahui : umur berapa yang punya tingkat kesuburan yang tinggi.

  • Usia 15-20 5/25 x 1000 = 200 per 1000Usia 20-25 10/30 x 1000 = 333 per 1000

    Dapat disimpulkan wanita usia 20-25 tahun. lebih subur daripada usia 15-20 tahun

  • E. Ukuran RisikoRisiko dapat diartikan sebagai derajad ketidakpastianRisiko = 0 Ada kepastian suatu peristiwa tidak akan terjadiRisiko = 1Terdapat kepastian bahwa suatu peristiwa pasti akan terjadiBesarnya risiko untuk terkena penyakit dapat dibandingkan dengan menghitung besarnya insidensi suatu penyakit antara orang yg terpapar dgn faktor penyebab penyakit tsb dgn yg tidak terpapar

  • 1. Risiko Atribut (Attribute Risk/AR)Selisih angka insidensi antara kelompok terpapar dgn tidak terpaparDianggap sbg akibat pemaparan oleh faktor penyebab penyakit (atribut)Cth : Hubungan antara merokok dgn kanker paruDari 100 perokok berat 5 menderita ca paru besar risiko = 5/100 = 0,05Dari 100 bukan perokok 2 menderita ca paru besar risiko = 2/100 = 0,02Risiko Atribut = 0,05 0,02 = 0,03 3% insidensi ca paru disebabkan oleh kebiasaan merokok

  • Risiko atribut bermanfaat untuk memperkirakan besarnya risiko yg dapat dihindarkan bila atribut yg dianggap sbg penyebab penyakit dihindarkan.Cth : Hubungan antara kontrasepsi oral dgn tromboflebitisDari 1700 pengguna kontrasepsi oral 17 menderita tromboflebitis Dari 1000 yg tdk menggunakan kontrasepsi 5 menderita tromboflebitisRisiko Atribut = (17/1700) (5/1000) = 0,005 0,5% Risiko tromboflebitis yg dapat dihindarkan dgn tidak menggunakan kontrasepsi oral adalah 0,53%

  • Risko atribut penting diketahui untuk :Penyuluhan kepada masyarakat ttg manfaat yg diperoleh bila faktor penyebab penyakit dihindarkanMenyusun rencana pencegahan penyakit dgn menghilangkan atau mengurangi atribut atau faktor yg dianggap sbg penyebab timbulnya penyakit

  • 2. Risiko Relatif (Risk Ratio/RR)Menghitung rasio antara 2 kelompokMembandingkan insidensi antara kelompok terpapar dgn yg tidak terpaparCth : Hu