uji diagnostik & skrinning

of 32 /32
Uji diagnostik & Skrinning Dr. Artha Duarsa Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FK. Universitas YARSI

Author: retma-rosela-nurkayanty

Post on 24-Jan-2016

57 views

Category:

Documents


3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

diagnostik

TRANSCRIPT

Uji diagnostik & Skrinning

Uji diagnostik & SkrinningDr. Artha DuarsaBagian Ilmu Kesehatan MasyarakatFK. Universitas YARSITahap-tahap riwayat alamiah penyakit

TujuanDiagnostik : mendeteksi penyakit di semua fase

Skrinning : Mendeteksi penyakit pada fase awalUji skrinningMemisahkan secara jelas orang yang sehat mungkin mempunyai penyakit dari pada orang-orang yang sehat yang mungkin tidak mempunyai penyakit

Tidak ditujukan untuk menjadi diagnostik. Orang dengan tes positif atau temuan dicurigai harus dirujuk ke dokter mereka untuk diagnosis dan perlakuan pengobatanTraditional 2x2 tablesDiseaseYesNoTotalTestYesTrue Positif

3 aFalse Positif

7b10a+bNoc1

False negatifd89

True Negatifc+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dTraditional 2x2 tablesDiseaseYesNoTotalTestYes3 a7b10

a+bNoc1

d89

c+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dPerhitungan SensitivitasSpesitivitasPositif Predictive Value (PPV)Negative Predictive Value (NPV)Prevalence (Pretest Probability)Akurasi tesPresisi tes (Likehood ratio positive (LR+) & Likehood ratio negative (LR-)EBM IssueIs this evidence about the accuracy of a diagnostic test valid

Does this valid evidence demonstrate an important ability to accurately distinguish patients who do and dont have a speciic disorder

Can I apply this valid, important diagnostic test to a specific patient ?VIAValidity :Berasal dari bahasa latin, artinya kekuatanIstilah yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu instrumen pengukuran atau uji yang diperkirakan untuk mengukurKemampuan mengukur sesuatu yang seharusnya diukur

Menentukan ada atau tidaknya perbandingan yang dilakukan secara dependent dan blind terhadap suatu standar rujukan (gold standard)Menentukan kesesuaian antara sampel pasien penelitian dengan spektrum penderita pada setting praktik klinik saat uji diagnostik tsb diujikanMenentukan ada tidaknya rujukan standar dilakukan tanpa melihat hasil uji diagnostikImportanceUji Dx ideal : diharapkan memiliki nilai sensitvitas & spesivisitas yang sangat baik sekaligus memiliki nilai prediksi yang baik.

Menentukan SensitifitasMenentukan SpesifisitasMenentukan Positif Predictive Value (PPV)Menentukan Negative Predictive Value (NPV)

Traditional 2x2 tablesDiseaseYesNoTotalTestYes3 a7b10

a+bNoc1

d89

c+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dSensitivitasDiseaseYesNoTotalTestYes3 a7b10

a+bNoc1

d89

c+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dFalse negativesSensitivitasSpesifisitasDiseaseYesNoTotalTestYes3 a7b10

a+bNoc1

d89

c+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dFalse positivesSpesifisitasPositive Predictive Value (PPV)(Post-test probability)DiseaseYesNoTotalTestYesTrue Positif

3 aFalse Positif

7b10a+bNoc1

False negatifd89

True Negatifc+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dPositive Predictive Value (PPV)Negative Predictive Value (NPV)DiseaseYesNoTotalTestYesTrue Positif

3 aFalse Positif

7b10a+bNoc1

False negatifd89

True Negatifc+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dNegative Predictive Value (NPV)ApplicabilityKemamputerapan hasil suatu uji diagnostik pada pasien kita

Menentukan kemungkinan penerapan pada pasienAvailable (tersedia)Affordable (terjangkau)AccuratePrecise (Likehood ratio positive (LR+) & Likehood ratio negative (LR-)Menentukan perhitungan pretest probability pasienMenentukan ada atau tidaknya perubahan tatalaksana dari hasil penelitianMenentukan manfaat uji diagnostik terhadap pasienAkurasi tes (Uji)Derajat untuk suatu pengukuran atau suatu estimasi berdasatkan atas pengukuran pengukuran mewakili nilai yang benar dari atribut (sebutan) yang sedang diukur.

Uji skrinning haruslah memberikan suatu ukuran yang benar terhadap atribut (sebutan) yang diamati

Dipengaruhi oleh dua faktor :Reprodusibilitas : konsistensi pengukuranValiditas : kemampuan membedakan antara orang dengan penyakit dan orang tanpa penyakitAkurasi tes (Uji)DiseaseYesNoTotalTestYesTrue Positif

3 aFalse Positif

7b10a+bNoc1

False negatifd89

True Negatifc+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dAkurasi tes (Uji)PresisiPresisi tidak sama dengan akurasi

Kualitas yang sedang didefinisikan atau dinyatakan secara jelas

Ukuran presisi yang lain adalah kesalahan baku pengukuran, simpangan baku dari suatu serial determinasi replikasi dan kuantitas yang sama

Dalam statistik, presisi didefinisikan sebagai invers varians suatu pengukuran atau estimasiLikelihood ratioProbability of having a test result (positive or negative) in a person with disease compared to the test result (positive or negative) of person ith disease freeLikelihood ratio positive ( LR+)DiseaseYesNoTotalTestYesTrue Positif

3 aFalse Positif

7b10a+bNoc1

False negatifd89

True Negatifc+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dProbability of having the test result positive among those who have diseaseLikelihood ratio positive ( LR+)Likelihood ratio negative ( LR-)DiseaseYesNoTotalTestYesTrue Positif

3 aFalse Positif

7b10a+bNoc1

False negatifd89

True Negatifc+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dProbability of having the test result negative among those who dont have diseaseLikelihood ratio negative ( LR-)Prevalence (pre-test probability)DiseaseYesNoTotalTestYesTrue Positif

3 aFalse Positif

7b10a+bNoc1

False negatifd89

True Negatifc+d90

Total4

a+c96

b+d100

a+b+c+dPrevalence (pre-test probability)TERIMAKASI.