telusur pp.defi.doc

Author: anonymous-zp7o4v8y

Post on 08-Mar-2016

228 views

Category:

Documents


4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

.: PELAYANAN PASIEN (PP)STANDAR, MAKSUD DAN TUJUAN, ELEMEN PENILAIAN> 80% Terpenuhi

20-79% Terpenuhi sebagian

< 20% Tidak terpenuhi

PEMBERIAN PELAYANAN UNTUK SEMUA PASIEN

Standar PP.1Kebijakan dan prosedur dan undang-undang dan peraturan yang berlaku mengarahkan asuhan yang seragam bagi semua pasien.

Maksud dan tujuan PP.1Pasien dengan masalah kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang sama berhak mendapat kualitas asuhan yang sama di rumah sakit. Untuk melaksanakan prinsip kualitas asuhan yang setingkat mengharuskan pimpinan merencanakan dan mengkoordinasi pelayanan pasien. Secara khusus, pelayanan yang diberikan kepada populasi pasien yang sama pada berbagai unit kerja, dipandu oleh kebijakan dan prosedur yang menghasilkan pelayanan yang seragam. Sebagai tambahan, pimpinan harus menjamin bahwa rumah sakit menyediakan tingkat kualitas asuhan yang sama setiap hari dalam seminggu dan pada setiap shift. Kebijakan dan prosedur tersebut harus sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku yang membentuk proses pelayanan pasien dan dikembangkan secara kolaboratif. Asuhan pasien yang seragam terefleksi sebagai berikut dalam :

a) Akses untuk asuhan dan pengobatan, yang memadai, tidak tergantung atas kemampuan pasien untuk membayar atau sumber pembiayaan.

b) Akses untuk asuhan dan pengobatan, serta yang memadai, yang diberikan oleh praktisi yang kompeten tidak tergantung atas hari-hari tertentu atau waktu tertentu.

c) Ketepatan (acuity) mengenali kondisi pasien menentukan alokasi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pasien.

d) Tingkat asuhan yang diberikan kepada pasien (misalnya pelayanan anestesia) sama di seluruh rumah sakit.

e) Pasien dengan kebutuhan asuhan keperawatan yang sama menerima asuhan keperawatan yang setingkat diseluruh rumah sakit.

Asuhan pasien yang seragam menghasilkan penggunaan sumber daya yang efisien dan sehingga mendapatkan evaluasi hasil (outcome) yang sama untuk asuhan di seluruh rumah sakit.

Elemen Penilaian PP.1TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Para pimpinan rumah sakit bersepakat untuk memberikan proses pelayanan yang seragam (lihat juga APK.1.1; AP.4, EP 1; dan PAB.2, EP 1) Pimpinan Rumah Sakit Kepala Unit & Staf Keperawatan

Kepala Unit & Staf Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang

Kepala Unit & Staf Farmasi

Kepala Unit & Staf Keselamatan Pasien

Kepala Unit & Staf Gizi

Kepala Unit & Staf Rehabilitasi Medik

Tim Dokter & Dokter Gigi Penyusunan Panduan Pelayanan Pasien0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan yang menetapkan . asuhan pasien yang seragam di seluruh rumah sakit

2.Kebijakan dan prosedur memandu pemberian pelayanan yang seragam sesuai dengan undang-undang dan peraturan terkait. Penyusunan kebijakan atau prosedur tentang keseragaman pemberian pelayanan sesuai peraturan atau undang-undang0

5

10

3.Pemberian pelayanan yang seragam memenuhi Maksud dan Tujuan ad a) s/d ad e) tersebut diatas (lihat juga PAB.3, EP 1). Pelaksanaan atau implementasi panduan pelayanan pasien0

5

10

Standar PP.2Ada prosedur untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan asuhan yang diberikan kepada setiap pasien.

Maksud dan tujuan PP.2Proses asuhan pasien bersifat dinamis dan melibatkan banyak praktisi pelayanan kesehatan dan dapat melibatkan berbagai unit kerja dan pelayanan. Pengintegrasian dan koordinasi aktivitas asuhan pasien menjadi tujuan agar menghasilkan proses asuhan yang efisien, penggunaan yang lebih efektif sumber daya manusia dan sumber daya lain, dan kemungkinan hasil asuhan pasien yang lebih baik. Jadi para pimpinan menggunakan perangkat dan teknik agar dapat mengintegrasikan dan mengkoordinasi lebih baik asuhan pasien. (Contoh asuhan secara tim, ronde pasien multi departemen, kombinasi bentuk perencanaan asuhan, rekam medis pasien terintegrasi, manager kasus/case manager) (lihat juga AP.4, Maksud dan Tujuan).

Rekam medis pasien memfasilitasi dan menggambarkan integrasi dan koordinasi asuhan. Khususnya, setiap catatan observasi dan pengobatan praktisi pelayanan. Demikian juga, setiap hasil atau kesimpulan dari rapat tim atau diskusi pasien dicatat dalam rekam medis pasien (lihat juga PP.5, EP 2).

Elemen Penilaian PP.2TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Rencana pelayanan diintegrasikan dan dikoordinasikan diantara berbagai unit kerja dan pelayanan (lihat juga APK.2, EP 3) Pimpinan Rumah Sakit

Kepala Unit & Staf Keperawatan

Kepala Unit & Staf Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang

Kepala Unit & Staf Farmasi

Kepala Unit & Staf Keselamatan Pasien

Kepala Unit & Staf Rehabilitasi Medik

Kepala Unit & Staf Gizi

Tim Dokter & Dokter Gigi Koordinasi antar unit tim kerja dan pelayanan terkait di rumah sakit0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan mengenai pengintegrasian dan koordinasi aktivitas asuhan pasienDokumen implementasi :

Pengkajian dokter, perawat dan praktisi kesehatan lainnya dalam rekam medis.

2.Pelaksanaan pelayanan terintegrasikan dan terkoordinasikan antar unit kerja, departemen dan pelayanan Pelaksanaan terintegrasi antar unit kerja, departemen, dan pelayanan di rumah sakit0

5

10

3.Hasil atau kesimpulan rapat dari tim asuhan atau diskusi lain tentang kolaborasi dicatat dalam rekam medis pasien. Pencatatan kolaborasi hasil atau kesimpulan rapat dari tim asuhan dalam rekam medis pasien0

5

10

Standar PP.2.1Asuhan kepada pasien direncanakan dan tertulis di rekam medis pasien.

Maksud dan tujuan PP.2.1Perencanaan yang teliti diperlukan untuk proses asuhan pasien agar mendapat hasil yang optimal. Proses perencanaan menggunakan data dan asesmen awal pasien dan asesmen ulang periodik untuk menetapkan dan menyusun prioritas pengobatan, prosedur, asuhan keperawatan, dan asuhan lain untuk memenuhi kebutuhan pasien. Pasien dan keluarga diikut sertakan dalam proses perencanaan. Rencana asuhan dicantumkan dalam rekam medis pasien. Rencana asuhan dikembangkan dalam waktu 24 jam setelah pasien diterima di rawat inap. Berdasarkan asesmen ulang pasien oleh praktisi pelayanan kesehatan, maka rencana diperbaharui sesuai dengan perubahan kondisi pasien.

Rencana asuhan untuk seorang pasien harus terkait dengan kebutuhannya. Kebutuhan ini mungkin berubah sebagai akibat perbaikan klinis, informasi baru dari asesmen ulang yang rutin (contoh, hasil laboratorium atau radiografi yang abnormal), atau karena perubahan keadaan pasien yang tiba-tiba (contoh, penurunan kesadaran). Bila kebutuhan berubah, rencana asuhan pasien pun berubah. Perubahan ditulis dalam rekam medis sebagai catatan pada rencana awal, perbaikan atau sasaran asuhan yang baru, atau dapat menjadi suatu rencana yang baru.

Catatan : satu rencana asuhan tunggal dan terintegrasi yang mengukur pencapaian sasaran yang diharapkan setiap disiplin, lebih baik daripada rencana terpisah oleh masing-masing praktisi pelayanan. Rencana pelayanan untuk setiap pasien harus mencerminkan tujuan yang bersifat individual, obyektif dan sasaran asuhan yang realistik untuk memungkinkan asesmen ulang dan revisi rencana pelayanan.

Elemen Penilaian PP. 2.1TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Asuhan untuk setiap pasien direncanakan oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP), perawat dan pemberi pelayanan kesehatan lain dalam waktu 24 jam sesudah pasien masuk rawat inap. Tim Dokter dan Dokter Gigi Staf Keperawatan

Staf Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang

Staf Rehabilitasi Medik

Staf Farmasi

Staf Gizi Perencanaan asuhan untuk setiap pasien oleh DPJP, perawat, dan pemberi layanan kesehatan lain dalam 24 jam sesudah pasien dirawat inap0

5

10Dokumen implemetasi :

Sesuai SOAP (subjektif, Objektif, Asesmen, Plan ) di rekam medis

2.Rencana asuhan pasien harus individual dan berdasarkan data asesmen awal pasien. Penyusunan rencana asuhan secara individual dan berdasarkan data awal pasien0

5

10

3.Rencana asuhan dicatat dalam rekam medis dalam bentuk kemajuan terukur pencapaian sasaran. Pencatatan rencana asuhan dalam rekam medis0

5

10

4.Kemajuan yang diantisipasi dicatat atau direvisi sesuai kebutuhan; berdasarkan hasil asesmen ulang atas pasien oleh praktisi pelayanan kesehatan. Pencatatan atau revisi kemajuan berdasarkan hasil asesmen ulang pasien0

5

10

5.Rencana asuhan untuk tiap pasien direview dan di verifikasi oleh DPJP dengan mencatat kemajuannya (lihat juga APK.2, EP 1). Review atau evaluasi dan verifikasi rencana asuhan untuk tiap pasien dan pencatatan kemajuannya0

5

10

6.Rencana asuhan disediakan (lihat juga PP.2.3, Maksud dan Tujuan). Penyediaan rencana asuhan0

5

10

7.Asuhan yang diberikan kepada setiap pasien dicatat dalam rekam medis pasien oleh pemberi pelayanan (lihat juga PAB.5.2, EP 1; PAB.7.2, Maksud dan Tujuan, dan PP.2.3, EP 1). Pencatatan asuhan untuk tiap pasien dalam rekam medis0

5

10

Standar PP.2.2Mereka yang diizinkan memberikan perintah / order menuliskan perintah ini dalam rekam medis pasien di lokasi yang seragam.

Maksud dan tujuan PP.2.2Aktivitas asuhan pasien termasuk pemberian perintah, (misalnya, untuk pemeriksaan laboratorium, pemberian obat, pelayanan keperawatan dan terapi nutrisi). Prosedur diagnostik, operasi dan prosedur lain diperintahkan oleh mereka yang kompeten untuk hal tersebut. Perintah ini harus mudah diakses untuk dapat dilaksanakan tepat waktu. Penempatan perintah pada suatu lembar umum atau lokasi yang seragam di rekam medis pasien membantu terlaksananya perintah. Perintah tertulis membantu staf untuk mengerti kekhususan perintah, kapan harus dilaksanakan dan siapa yang harus melaksanakan. Perintah dapat ditulis pada suatu lembar perintah yang kemudian dimasukkan ke rekam medis pasien secara periodik atau pada waktu pemulangan pasien.Setiap rumah sakit memutuskan :

- Perintah mana yang harus tertulis daripada lisan;

- Permintaan pemeriksaan diagnostik imajing dan pemeriksaan laboratorium klinik termasuk indikasi klinis/ rasional;

- Tiap pengecualian di pelayanan khusus seperti IGD dan Unit Pelayanan Intesif;

- Siapa yang diizinkan menuliskan perintah;

- dilokasi mana perintah tersebut dicatat dalam rekam medis pasien.

Elemen Penilaian PP.2.2TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Perintah harus tertulis bila diperlukan, dan mengikuti kebijakan rumah sakit; (lihat juga MPO.4, EP 1) Pimpinan Rumah Sakit Staf Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang

Staf Keperawatan

Staf Gizi

Staf Rehabilitasi Medik

Staf Farmasi

Tim Dokter dan Dokter Gigi Penulisan perintah atau permintaan pemeriksaan atau terapi (sesuai kebijakan rumah sakit)0

5

10Regulasi RS : Kebijakan yang menetapkan tentang : Perintah mana yang harus tertulis daripada lisan;

Permintaan pemeriksaan diagnostik imajing dan pemeriksaan laboratorium klinik termasuk indikasi klinis/ rasional;

Tiap pengecualian di pelayanan khusus seperti IGD dan Unit Pelayanan Intesif;

Siapa yang diizinkan menuliskan perintah;

dilokasi mana perintah tersebut dicatat dalam rekam medis pasien.Dokumen implementasi :

Rekam medis

Formulir permintaan pemeriksaan

2.Permintaan pemeriksaan diagnostik imajing dan laboratorium klinis harus menyertakan indikasi klinis dan alasan pemeriksaan yang rasional agar mendapatkan interpretasi yg diperlukan. Penulisan permintaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang mencantumkan alasan dan indikasi klinis0

5

10

3.Hanya mereka yang berwenang boleh menuliskan perintah. Penulisan permintaan dilakukan hanya oleh petugas yang berwenang0

5

10

4.Permintaan tertulis di lokasi yang seragam di rekam medis pasien. Penulisan permintaan di lokasi yang seragam dalam rekam medis pasien0

5

10

Standar PP.2.3Prosedur yang dilaksanakan harus dicatat dalam rekam medis pasien.

Maksud dan tujuan PP. 2.3Tindakan diagnostik dan tindakan lain yang dilakukan dan hasilnya, dicatat dalam rekam medis pasien. Tindakan tersebut termasuk endoskopi, kateterisasi jantung serta tindakan invasif lain dan tindakan diagnostik non invasif dan prosedur terapi (untuk prosedur oprasi, lihat PAB.7.2, EP 2, dan PP.2.1, EP 1).

Elemen Penilaian PP.2.3TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Tindakan yang sudah dilakukan harus ditulis dalam rekam medis pasien (lihat juga PP.2.1, EP 7). Staf Laboratorium dan Pemeriksaan Penunjang

Staf Keperawatan

Staf Gizi

Staf Rehabilitasi Medik

Staf Farmasi

Tim Dokter dan Dokter Gigi Pencatatan tindakan dalam rekam medis pasien0

5

10Dokumen implementasi :

Rekam medis

2. Hasil tindakan yang dilakukan dicatat dalam rekam medis pasien. Pencatatan hasil tindakan dalam rekam medis pasien0

5

10

Standar PP.2.4Pasien dan keluarga diberi tahu tentang hasil asuhan dan pengobatan termasuk kejadian tidak diharapkan.

Maksud dan tujuan PP.2.4Asuhan dan proses pengobatan merupakan siklus terusan dari asesmen dan asesmen ulang, perencanaan dan pemberian asuhan, dan asesmen hasil. Pasien dan keluarga diberitahukan tentang hasil dari proses asesmen, tentang perencanaan asuhan dan pengobatan dan diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. Jadi untuk melengkapi siklus informasi dengan pasien, mereka perlu diberitahu tentang hasil asuhan dan pengobatan, termasuk informasi tentang hasil asuhan yang tidak diharapkan.

Elemen Penilaian PP.2.4TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Pasien dan keluarga diberi informasi tentang hasil asuhan dan pengobatan (lihat juga HPK.2.1.1, EP 1). Tim Dokter dan Dokter Gigi Tim Medical Information

Pasien dan keluarganya Penyampaian informasi tentang hasil asuhan dan pengobatan kepada pasien dan keluarganya0

5

10Regulasi RS :

Panduan Komunikasi pemberian informasi dan edukasi yang efektif

SPO pemberian informasi

Formulir pemberian informasi

2.Pasien dan keluarga diberi informasi tentang hasil asuhan dan pengobatan yang tidak diharapkan (lihat juga HPK.2.1.1, EP 2). Penyampaian informasi tentang hasil yang tidak diharapkan kepada pasien dan keluarganya0

5

10

PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI DAN PENYEDIAAN PELAYANAN RISIKO TINGGI

Standar PP.3Kebijakan dan prosedur mengarahkan asuhan pasien risiko tinggi dan ketentuan pelayanan risiko tinggi.

Maksud dan tujuan PP.3.Rumah sakit memberi pelayanan bagi berbagai variasi pasien dengan berbagai variasi kebutuhan pelayanan kesehatan. Beberapa pasien yang digolongkan risiko-tinggi karena umur, kondisi, atau kebutuhan yang bersifat kritis. Anak dan lanjut usia umumnya dimasukkan dalam kelompok ini karena mereka sering tidak dapat menyampaikan pendapatnya, tidak mengerti proses asuhan dan tidak dapat ikut memberi keputusan tentang asuhannya. Demikian pula, pasien yang ketakutan, bingung atau koma tidak mampu memahami proses asuhan bila asuhan harus diberikan secara cepat dan efisien.

Rumah sakit juga menyediakan berbagai variasi pelayanan, sebagian termasuk yang berisiko tinggi karena memerlukan peralatan yang kompleks, yang diperlukan untuk pengobatan penyakit yang mengancam jiwa (pasien dialisis), sifat pengobatan (penggunaan darah atau produk darah), potensi yang membahayakan pasien atau efek toksik dari obat berisiko tinggi (misalnya kemoterapi).

Kebijakan dan prosedur merupakan alat yang sangat penting bagi staf untuk memahami pasien tersebut dan pelayanannya dan memberi respon yang cermat, kompeten dan dengan cara yang seragam. Pimpinan bertanggung jawab untuk :

- Mengidentifikasi pasien dan pelayanan yang dianggap berisiko tinggi di rumah sakit;

- Menggunakan proses kerjasama (kolaborasi) untuk mengembangkan kebijakan dan prosedur yang sesuai;

- Melaksanakan pelatihan staf dalam mengimplementasikan kebijakan dan prosedur.

Pasien dan pelayanan yang diidentifikasikan di PP.3.1. s/d PP.3.9., apabila ada di dalam rumah sakit maka dimasukkan dalam proses. Tambahan pasien dan pelayanan juga diperhitungkan bila terwakili dalam populasi pasien dan pelayanan.

Rumah sakit dapat pula melakukan identifikasi risiko sampingan sebagai akibat dari suatu prosedur atau rencana asuhan (contoh, perlunya pencegahan trombosis vena dalam, ulkus dekubitus dan jatuh). Bila ada risiko tersebut, maka dapat dicegah dengan cara melakukan pelatihan staf dan mengembangkan kebijakan dan prosedur yang sesuai (lihat juga HPK.1.5, EP 1 dan 2).

Elemen Penilaian PP.3TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Pimpinan rumah sakit telah mengidentifikasikan pasien dan pelayanan risiko tinggi. Pimpinan Rumah Sakit

Tim Dokter dan Dokter Gigi

Kepala Unit & Staf Keperawatan

Kepala Unit & Staf Keselamatan Pasien Identifikasi pasien dan pelayanan risiko tinggi0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ panduan/ prosedur pelayanan pasien risiko tinggi

Kebijakan/ panduan/ prosedur pelayanan utk menghindari terjadinya risiko mis. Trombosis vena dalam, dekubitus dan pasien jatuhDokumen implementasi :

Daftar pelayanan pasien dan pelayanan yg berisiko tinggi Sertifikasi pelatihan

2.Pimpinan rumah sakit mengembangkan kebijakan dan prosedur yang dapat dilaksanakan. Pengembangan kebijakan dan prosedur untuk pasien dan pelayanan risiko tinggi0

5

10

3.Staf sudah dilatih dan menggunakan kebijakan dan prosedur untuk mengarahkan asuhan. Pelatihan staf terkait tentang asuhan berdasarkan kebijakan dan prosedur yang sudah ditetapkan0

5

10

Standar PP.3.1Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelayanan kasus emergensi

Standar PP.3.2Kebijakan dan prosedur mengarahkan penanganan pelayanan resusitasi di seluruh unit rumah sakit

Standar PP.3.3Kebijakan dan prosedur mengarahkan penanganan, penggunaan, dan pemberian darah dan komponen darah.

Standar PP.3.4Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelayanan pasien yang menggunakan peralatan bantu hidup dasar atau yang koma.

Standar PP.3.5Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelayanan pasien dengan penyakit menular dan mereka yang daya tahannya direndahkan.

Standar PP.3.6Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelayanan pasien dialisis (cuci darah)

Standar PP.3.7Kebijakan dan prosedur mengarahkan penggunaan alat penghalang (restraint) dan asuhan pasien yang diberi penghalang.

Standar PP.3.8Kebijakan dan prosedur mengarahkan asuhan pasien usia lanjut, mereka yang cacat, anak-anak dan populasi yang berisiko disiksa.

Standar PP.3.9Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelayanan pada pasien yang mendapat kemoterapi atau terapi risiko tinggi.

Maksud dan tujuan PP.3.1 s/d PP.3.9Kebijakan dan prosedur harus dibuat secara khusus untuk kelompok pasien yang berisiko atau pelayanan yang berisiko tinggi, agar tepat dan efektif dalam mengurangi risiko terkait. Sangatlah penting bahwa kebijakan dan prosedur mengatur:

a. bagaimana perencanaan dibuat, termasuk identifikasi perbedaan pasien dewasa dan anak-anak atau keadaan khusus lain.

b. dokumentasi yang diperlukan oleh pelayanan secara tim untuk bekerja dan berkomunikasi secara efektif.

c. pertimbangan persetujuan khusus bila diperlukan.

d. persyaratan pemantauan pasien

e. kompetensi atau ketrampilan yang khusus dari staf yang terlibat dalam proses asuhan.

f. ketersediaan dan penggunaan peralatan khusus.

Pedoman klinis dan clinical pathway seringkali berguna dalam menyusun kebijakan dan prosedur dan dapat dimasukkan kedalamnya (lihat juga HPK.1.4, EP 2; HPK.1.5, EP 1 dan 2, dan AP.1.7).

Catatan : untuk standar PP.3.1 s/d PP.3.9, elemen a. s/d f Maksud dan Tujuan harus tercermin dalam kebijakan dan prosedur yang disyaratkan.

Elemen Penilaian PP.3.1TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Asuhan pasien gawat darurat diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan Pelaksanaan asuhan pasien gawat darurat sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ panduan/ prosedur yang mengatur pelayanan kedokteran dan keperawatan

2.Pasien menerima asuhan yang konsisten dengan kebijakan dan prosedur.0

5

10

Elemen Penilaian PP.3.2TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Tata laksana pelayanan resusitasi yang seragam diseluruh rumah sakit diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan Penatalaksanaan resusitasi yang seragam sesuai kebijakan dan prosedur di seluruh rumah sakit0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ panduan/ prosedur yang memuat pelayanan resusitasi

2. Resusitasi diberikan sesuai dengan kebijakan dan prosedur.0

5

10

Elemen Penilaian PP.3.3 TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Penanganan, penggunaan, dan pemberian darah dan produk darah diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Laboratorium

Staf Keperawatan Penanganan, penggunaan, dan pemberian darah dan produk darah sesuai kebijakan dan prosedur 0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ panduan/ prosedur penanganan, penggunaan, dan pemberian darah dan komponen darah.

2.Darah dan produk darah diberikan sesuai kebijakan dan prosedur.0

5

10

Elemen Penilaian PP.3.4TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Asuhan pasien koma diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan

Staf Rehabilitasi Medik

Pemberian asuhan untuk pasien koma sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien tahap terminal

Kebijakan/ panduan/ prosedur pelayanan pasien dengan alat bantu hidup

2.Asuhan pasien dengan alat bantu hidup diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Pemberian asuhan untuk pasien dengan alat bantu hidup sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10

3.Pasien koma dan yang dengan alat bantu hidup menerima asuhan sesuai kebijakan dan prosedur.0

5

10

Elemen Penilaian 3.5TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1.Asuhan pasien dengan penyakit menular diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan

Staf Rehabilitasi Medik

Pemberian asuhan untuk pasien dengan penyakit menular sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien dengan penyakit menular

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien immuno-suppressed

2.Asuhan pasien immuno-suppressed diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Pemberian asuhan untuk pasien immuno-suppressed sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10

3.Pasien immuno-suppressed dan pasien dengan penyakit menular menerima asuhan sesuai kebijakan dan prosedur.0

5

10

Elemen Penilaian PP.3.6TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Asuhan pasien dialisis diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan

Staf Rehabilitasi Medik

Pemberian asuhan untuk pasien dialisis sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien dialisis

2. Pasien dialisis menerima asuhan sesuai kebijakan dan prosedur.0

5

10

Elemen Penilaian PP.3.7TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Penggunaan alat pengikat (restraint) diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan

Staf Rehabilitasi Medik

Penggunaan alat pengikat sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien dengan alat pengikat (restraint)

2. Pasien dengan alat pengikat menerima asuhan sesuai kebijakan dan prosedur.0

5

10

Elemen Penilaian PP.3.8TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Asuhan pasien yang rentan, lanjut usia dengan ketergantungan bantuan diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan

Staf Rehabilitasi Medik

Pemberian asuhan untuk pasien yang rentan dan lanjut usia dengan ketergantungan sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien rentan, lanjut usia, anak-anak dengan ketergantungan bantuan dan risiko kekerasan.

2. Pasien yang rentan, lanjut usia yang tidak mandiri menerima asuhan sesuai kebijakan dan prosedur. 0

5

10

3. Asuhan pasien anak dan anak dengan ketergantungan bantuan diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Pemberian asuhan untuk pasien anak dan anak dengan ketergantungan sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10

4. Anak-anak dan anak dengan ketergantungan menerima asuhan sesuai kebijakan dan prosedur. 0

5

10

5. Populasi pasien dengan risiko kekerasan harus diidentifikasi dan asuhannya diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Identifikasi pasien dengan risiko kekerasan dan pemberian asuhan untuk pasien dengan risiko kekerasan sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10

6. Populasi pasien yang teridentifikasi dengan risiko kekerasan menerima asuhan sesuai kebijakan dan prosedur.0

5

10

Elemen Penilaian PP.3.9TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Pelayanan pasien yang mendapat kemoterapi atau pengobatan risiko tinggi lain diarahkan oleh kebijakan dan prosedur yang sesuai. Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan

Staf Rehabilitasi Medik

Pemberian asuhan untuk pasien yang mendapat kemoterapi atau pengobatan risiko tinggi lain sesuai kebijakan dan prosedur0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien kemoterapi

2. Pasien yang mendapat kemoterapi atau pengobatan risiko tinggi lain menerima pelayanan sesuai kebijakan dan prosedur.0

5

10

MAKANAN DAN TERAPI NUTRISI

Standar PP.4Pilihan berbagai variasi makanan yang sesuai dengan status gizi pasien dan konsisten dengan asuhan klinisnya tersedia secara reguler.

Maksud dan tujuan PP.4Makanan dan nutrisi yang memadai penting bagi kondisi kesehatan dan proses pemulihan pasien. Makanan yang sesuai dengan umur pasien, budaya pasien dan preferensi diet, rencana pelayanan, harus tersedia secara rutin. Pasien berpartisipasi dalam perencanaan dan seleksi makanan, dan keluarga pasien dapat, bila sesuai, berpartisipasi dalam menyediakan makanan, konsisten dengan budaya, agama, dan tradisi dan praktek lain. Berdasarkan asesmen kebutuhan pasien dan rencana asuhan, DPJP atau pemberi pelayanan lainnya yang kompeten memesan makanan atau nutrien lain yang sesuai bagi pasien. Bila keluarga pasien atau pihak lain menyediakan makanan pasien, mereka diberikan edukasi tentang makanan yang dilarang / kontra indikasi dengan kebutuhan dan rencana pelayanan, termasuk informasi tentang interaksi obat dengan makanan. Bila mungkin, pasien ditawarkan berbagai macam makanan yang konsisten dengan status gizinya.

Elemen Penilaian PP.4TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Makanan atau nutrisi yang sesuai untuk pasien, tersedia secara reguler Tim Dokter dan Dokter Gigi Staf Gizi

Staf Keperawatan Penyediaan makanan atau nutrisi yang sesuai untuk pasien secara reguler0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan gizi

SPO pemberian edukasi

Formulir pemberian edukasi

Dokumen implementasi :

Daftar menu makanan pasien rawat inap

Pengkajian status gizi dalam rekam medis

2. Sebelum memberi makan pasien, semua pasien rawat inap telah memesan makanan dan dicatat. Pemesanan dan pencatatan makanan untuk pasien rawat inap sebelum pemberian makanan0

5

10

3. Pesanan didasarkan atas status gizi dan kebutuhan pasien Pemesanan makanan berdasarkan status gizi dan kebutuhan pasien0

5

10

4. Ada bermacam variasi pilihan makanan bagi pasien konsisten dengan kondisi dan pelayanannya Pemilihan variasi makanan secara konsisten dengan kondisi pasien dan pelayanannya0

5

10

5. Bila keluarga menyediakan makanan, mereka diberikan edukasi tentang pembatasan diet pasien Pemberian edukasi tentang batasan diet pasien kepada keluarga pasien bila mereka menyediakan makanan untuk pasien0

5

10

Standar PP.4.1Penyiapan makanan, penanganan, penyimpanan dan distribusinya, aman dan memenuhi undang-undang, peraturan dan praktek terkini yang berlaku.

Maksud dan tujuan PP.4.1Penyiapan makanan, penyimpanan dan distribusi harus dimonitor untuk memastikan keamanan dan sesuai dengan undang-undang, peraturan dan praktek terkini yang dapat diterima. Penyiapan makanan dan penyimpanan mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukan. Makanan didistribusikan kepada pasien pada waktu yang telah ditetapkan. Makanan dan produk nutrisi termasuk produk nutrisi enteral, harus tersedia untuk memenuhi kebutuhan khusus pasien.

Elemen Penilaian PP.4.1TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Makanan disiapkan dengan cara mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukanStaf Gizi Penyiapan makanan dengan meminimalkan risiko kontaminasi dan pembusukan0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Pedoman pelayanan gizi

Prosedur penyiapan makanan

Prosedur penyimpanan makanan

Prosedur penyaluran makanan

Dokumen implementasi :

Jadwal pemberian makanan

2. Makanan disimpan dengan cara mengurangi risiko kontaminasi dan pembusukan Penyimpanan makanan dengan meminimalkan risiko kontaminasi dan pembusukan0

5

10

3. Produk nutrisi enteral disimpan sesuai rekomendasi pabrik Penyimpanan produk nutrisi enteral sesuai rekomendasi pabrik0

5

10

4. Distribusi makanan secara tepat waktu, dan memenuhi permintaan khusus Pendistribusian makanan secara tepat waktu dan memenuhi permintaan khusus0

5

10

5. Praktek pelaksanan memenuhi peraturan dan perundangan yang berlaku Pelaksanaan praktik sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku0

5

10

Standar PP.5Pasien yang berisiko nutrisi mendapat terapi gizi.

Maksud dan tujuan PP.5Pada asesmen awal, pasien diperiksa / ditapis untuk mengidentifikasi adanya risiko nutrisi. Pasien ini akan dikonsulkan ke nutrisionis untuk asesmen lebih lanjut. Bila ternyata ada risiko nutrisi, dibuat rencana terapi gizi. Tingkat kemajuan pasien dimonitor dan dicatat dalam rekam medisnya. Dokter, perawat dan ahli diet dan kalau perlu keluarga pasien, bekerjasama merencanakan dan memberikan terapi gizi.

Elemen Penilaian PP.5TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Pasien dengan risiko nutrisi mendapat terapi nutrisi. Staf Gizi Staf Keperawatan

Tim Dokter dan Dokter Gigi Pemberian terapi nutrisi kepada pasien dengan risiko nutrisi0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan pelayanan gizi

Prosedur perencanaan terapi nutrisi

Prosedur pemberian terapi nutrisi

Prosedur memonitor terapi nutrisi

Dokumen implementasi :

Pengkajian status gizi dalam rekam medis

2. Ada proses yang menyeluruh untuk merencanakan, memberikan dan memonitor terapi nutrisi (lihat juga PP.2, Maksud dan Tujuan). Proses menyeluruh meliputi perencanaan, pemberian, dan monitoring/evaluasi terapi nutrisi0

5

10

3. Respon pasien terhadap terapi nutrisi dimonitor (lihat juga AP.2, EP 1). Monitor/evaluasi respons pasien terhadap terapi nutrisi0

5

10

4. Respon pasien terhadap terapi gizi dicatat dalam rekam medisnya (lihat juga MKI.19.1, EP 5). Pencatatan dalam rekam medis pasien tentang respons pasien terhadap terapi gizi0

5

10

PENGELOLAAN PELAYANAN RASA NYERI

Standar PP.6Pasien dibantu dalam pengelolaan rasa nyeri.

Maksud dan tujuan PP.6Rasa nyeri dapat merupakan pengalaman umum seorang pasien; nyeri yang tidak teratasi mengakibatkan efek tidak diharapkan secara fisik dan psikologis. Hak pasien untuk mendapatkan asesmen dan pengelolaan nyeri dihargai dan dibantu (lihat juga HPK.2.5, Maksud dan Tujuan). Berdasarkan lingkup pelayanan yang disediakan, rumah sakit memiliki proses untuk asesmen dan pengelolaan rasa nyeri yang sesuai, termasuk :

a) Identifikasi pasien yang nyeri pada waktu asesmen awal dan asesmen ulang.

b) Menyediakan pengelolaan nyeri sesuai pedoman dan protokol.

c) Komunikasi dengan dan mendidik pasien dan keluarga tentang pengelolaan nyeri dan gejala dalam konteks pribadi, budaya dan kepercayaan agama masing-masing (lihat juga HPK.1.1, EP 1).

d) Mendidik para praktisi pelayanan kesehatan tentang asesmen dan pengelolaan nyeri (lihat juga HPK.2.4).

Elemen Penilaian PP.6TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Berdasarkan lingkup pelayanan yang diberikan, rumah sakit mempunyai prosedur untuk identifikasi pasien yang kesakitan (lihat juga AP.1.7, EP 1, dan AP.1.8.2, EP 1). Pimpinan Rumah Sakit Tim Dokter dan Dokter Gigi

Staf Keperawatan

Tim Medical Information

Staf Rehabilitasi Medik Penyusunan prosedur identifikasi pasien yang kesakitan (atau berisiko mengalami nyeri)0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ panduan/ prosedur manajemen nyeri

Dokumen implementasi :

Pengkajian nyeri dalam rekam medis

2. Pasien yang kesakitan mendapat asuhan sesuai pedoman Manajemen nyeri Pemberian asuhan untuk pasien yang mengalami nyeri sesuai pedoman manajemen nyeri0

5

10

3. Berdasarkan lingkup pelayanan yang diberikan, rumah sakit menjalankan proses untuk berkomunikasi dan mendidik pasien dan keluarga tentang rasa sakit (lihat juga PPK.4, EP 4). Komunikasi dan edukasi pasien dan keluarganya tentang rasa nyeri0

5

10

4. Berdasarkan lingkup pelayanan yang diberikan, rumah sakit menjalankan proses mendidik staf tentang rasa sakit (lihat juga KPS.3, EP 1). Edukasi dan pelatihan staf rumah sakit yang terkait tentang rasa nyeri0

5

10

PELAYANAN PADA TAHAP TERMINAL (AKHIR HIDUP)

Pasien yang menuju akhir hidupnya, dan keluarganya, memerlukan asuhan yang terfokus akan kebutuhan mereka yang unik. Pasien dalam tahap terminal dapat mengalami gejala yang berhubungan dengan proses penyakit atau terapi kuratif atau memerlukan bantuan yang berhubungan dengan masalah-masalah psikososial, spiritual dan budaya yang berkaitan dengan kematian dan proses kematian. Keluarga dan pemberi pelayanan dapat diberikan kelonggaran dalam melayani anggota keluarga pasien yang sakit terminal atau membantu meringankan rasa sedih dan kehilangan.

Tujuan rumah sakit untuk memberikan asuhan pada akhir kehidupan harus mempertimbangkan tempat asuhan atau pelayanan yang diberikan (seperti hospice atau unit asuhan palliatif), tipe pelayanan yang diberikan dan kelompok pasien yang dilayani. Rumah sakit mengembangkan proses untuk mengelola pelayanan akhir hidup. Proses tersebut adalah :

- memastikan bahwa gejala-gejalanya akan dilakukan asesmen dan dikelola secara tepat.

- memastikan bahwa pasien dengan penyakit terminal dilayani dengan hormat dan respek.

- melakukan asesmen keadaan pasien sesering mungkin sesuai kebutuhan untuk mengidentifikasi gejala-gejala.

- merencanakan pendekatan preventif dan terapeutik dalam mengelola gejala-gejala.

- mendidik pasien dan staf tentang pengelolaan gejala-gejala.

Standar PP.7Rumah sakit memberi pelayanan akhir kehidupan.

Maksud dan tujuan PP.7Pasien yang dalam proses kematian mempunyai kebutuhan khusus untuk dilayani dengan penuh hormat dan kasih. Untuk mencapai ini semua staf harus sadar akan uniknya kebutuhan pasien dalam keadaan akhir kehidupannya. Perhatian terhadap kenyamanan dan martabat pasien mengarahkan semua aspek asuhan selama stadium akhir hidup. Asuhan akhir kehidupan yang diberikan rumah sakit termasuk :

a) pemberian pengobatan yang sesuai dengan gejala dan keinginan pasien dan keluarga;

b) menyampaikan isu yang sensitif seperti autopsi dan donasi organ;

c) menghormati nilai yang dianut pasien, agama dan preferensi budaya;

d) mengikutsertakan pasien dan keluarganya dalam semua aspek pelayanan;

e) memberi respon pada masalah-masalah psikologis, emosional, spiritual dan budaya dari pasien dan keluarganya.

Untuk mencapai tujuan ini semua staf harus menyadari akan kebutuhan pasien yang unik pada akhir hidupnya (lihat juga HPK.2.5, Maksud dan Tujuan). Rumah sakit mengevaluasi mutu asuhan akhir-kehidupan, berdasarkan evaluasi (serta persepsi) keluarga dan staf, terhadap asuhan yang diberikan.

Elemen Penilaian PP.7TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Semua staf memahami kebutuhan pasien yang unik pada akhir kehidupan. Tim Dokter dan Dokter Gigi Staf Keperawatan

Staf Rehabilitasi Medik Edukasi atau sosialisasi staf tentang kebutuhan pasien yang unik pada akhir kehidupan0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien tahap terminal yang memuat :

memastikan bahwa gejala-gejalanya akan dilakukan asesmen dan dikelola secara tepat.

memastikan bahwa pasien dengan penyakit terminal dilayani dengan hormat dan respek.

melakukan asesmen keadaan pasien sesering mungkin sesuai kebutuhan untuk mengidentifikasi gejala-gejala.

merencanakan pendekatan preventif dan terapeutik dalam mengelola gejala-gejala. menyampaikan isu yang sensitif seperti autopsi dan donasi organ

menghormati nilai yang dianut pasien, agama dan preferensi budaya

mengikutsertakan pasien dan keluarganya dalam semua aspek pelayanan; memberi respon pada masalah-masalah psikologis, emosional, spiritual dan budaya dari pasien dan keluarganya.

mendidik staf tentang pengelolaan gejala-gejala.

2. Rumah sakit membuat pelayanan tahap terminal sesuai dengan kebutuhan pasien yang akan meninggal (termasuk melakukan evaluasi elemen a sampai dengan e diatas). Penyusunan panduan pelayanan tahap terminal sesuai dengan kebutuhan pasien yang akan meninggal0

5

10

3. Kualitas asuhan akhir kehidupan dievaluasi oleh staf dan keluarga pasien. Evaluasi tentang kualitas pemberian asuhan akhir kehidupan oleh staf rumah sakit dan keluarga pasien0

5

10

Standar PP.7.1Asuhan pasien dalam proses kematian harus meningkatkan kenyamanan dan kehormatannya.

Maksud dan tujuan PP.7.1Rumah sakit memastikan pemberian asuhan yang tepat bagi mereka yang kesakitan atau dalam proses kematian dengan cara :

- melakukan intervensi untuk mengurangi rasa nyeri dan gejala primer atau sekunder

- mencegah gejala-gejala dan komplikasi sejauh yang dapat diupayakan

- melakukan intervensi dalam masalah psikososial, emosional dan spiritual dari pasien dan keluarga, menghadapi kematian dan kesedihan

- melakukan intervensi dalam masalah keagamaan dan budaya pasien dan keluarga

- mengikutsertakan pasien dan keluarga dalam keputusan terhadap asuhan

Elemen Penilaian PP.7.1TELUSURSKORDOKUMEN

SASARANMATERI

1. Intervensi dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri dan gejala primer atau sekunder (lihat juga HPK.2.4, EP 1) Tim Dokter dan Dokter Gigi Staf Keperawatan

Staf Rehabilitasi Medik Pemberian intervensi kepada pasien untuk mengatasi rasa nyeri dan gejala primer atau sekunder0

5

10Regulasi RS :

Kebijakan/ Panduan/ prosedur pelayanan pasien tahap terminal yang memuat :

memastikan bahwa gejala-gejalanya akan dilakukan asesmen dan dikelola secara tepat.

memastikan bahwa pasien dengan penyakit terminal dilayani dengan hormat dan respek.

melakukan asesmen keadaan pasien sesering mungkin sesuai kebutuhan untuk mengidentifikasi gejala-gejala.

merencanakan pendekatan preventif dan terapeutik dalam mengelola gejala-gejala. menyampaikan isu yang sensitif seperti autopsi dan donasi organ

menghormati nilai yang dianut pasien, agama dan preferensi budaya

mengikutsertakan pasien dan keluarganya dalam semua aspek pelayanan; memberi respon pada masalah-masalah psikologis, emosional, spiritual dan budaya dari pasien dan keluarganya.

mendidik staf tentang pengelolaan gejala-gejala.

2.Sedapat mungkin dlakukan upaya mencegah terjadinya gejala dan komplikasi (lihat juga AP.2, EP 2) Pencegahan terjadinya gejala dan komplikasi terkait intervensi nyeri pada pasien0

5

10

3. Intervensi yang ditujukan kepada pasien dan keluarga meliputi aspek psikososial, emosional dan kebutuhan spiritual pasien dan keluarga dalam hal menghadapi kematian dan kesedihan Pemberian intervensi pada pasien dan keluarganya meliputi aspek psikososial, emosional, dan kebutuhan spiritual pasien beserta keluarga dalam menghadapi kematian dan kesedihan0

5

10

4. Intervensi yang ditujukan kepada pasien dan keluarga didasarkan pada agama/kepercayaan dan budaya Pemberian intervensi pada pasien dan keluarga berdasarkan agama, kepercayaan, dan budaya pasien serta keluarganya0

5

10

5. Pasien dan keluarga terlibat dalam mengambil keputusan terhadap asuhan (lihat juga HPK.2, EP 1, dan HPK.2.1, EP 4) Pengambilan keputusan terhadap pemberian asuhan dilakukan dengan melibatkan pasien dan keluarganya0

5

10