responsi katarak matur lilis

33
RESPONSI KATARAK MATUR Pembimbing: Dr. Nurhadi Sutanto Sp.M OLEH : LUH AYU LASTIYANI 15710056

Upload: ayulastiyani

Post on 14-Jul-2016

76 views

Category:

Documents


2 download

DESCRIPTION

katarak

TRANSCRIPT

RESPONSI KATARAK MATUR

Pembimbing:Dr. Nurhadi Sutanto Sp.M

OLEH :LUH AYU LASTIYANI

15710056

IDENTITAS

Nama : tn Sahlan Umur : 60 tahun Jenis Kelamin : Laki- laki Agama : Islam Bangsa : Indonesia Pekerjaan : Tukang cat yang masih

aktif bekerja

ANAMNESA KELUHAN UTAMA :

Pasien datang dengan keluhan kabur pada mata kanan

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :

‐ Pasien datang dengan keluhan mata kanan terasa kabur sejak ± 2tahun yang lalu semakin lama semakin kabur.

‐ Sejak ± 8 bulan yang lalu keluhan dirasakan makin memberat dan di sertai penurunan penglihatan pada mata kanan sampai pada akhirnya pasien hanya melihat putih- putih pada mata kanan. Pasien mencoba menggunakan kacamata namun tidak ada perubahan yang membaik.

• Riwayat penyakit dahulu :- Pasien mengatakan sebelumnya belum pernah mengalami sakit seperti ini.- Hipertensi (-)- Diabetes mellitus (-)- Riwayat trauma pada mata (-)

• Riwayat penyakit keluarga :- Pasien mengatakan tidak ada keluarga

yang menderita sakit seperti ini.- Riwayat keluarga dengan Hipertensi dan

Diabetes mellitus disangkal

Riwayat sosial :- Pasien menceritakan dahulu sering beraktifitas di luar ruangan ketika bekerja hingga pasien dan akhirnya kesulitan untuk melihat sehingga pasien kesulitan untuk melakukan pekerjaanya.

Riwayat Alergi : - Pasien mengatakan tidak ada riwayat alergi makanan maupun obat-obatan.

Pemeriksaan Fisik

• Status Generalis - Keadaan umum : baik- Kesadaran : compos mentis- Tekanan Darah : 140/90 mmhg- Nadi : 80 x/menit- Respiration rate : 18x/menit- Suhu : 36,00 C

OD OS

Status Lokalis Mata :Pemeriksaan1. Visus

- OD : 1/~- OS : 3/60

2. Posisi Bola Mata - OD : Ortoforia- OS : Ortoforia

3. Gerakan Bola Mata - OD : Baik ke segala arah- OS : Baik ke segala arah

3. Palpebra Superior - Edema : OD (-) , OS (-)- Hematome : OD (-) , OS (-)- Pseudoptosis : OD (-) , OS (-)- Ektropion : OD (-) , OS (-)- Entropion : OD (-) , OS (-)- Benjolan : OD (-) , OS (-)- Hiperemi : OD (-) , OS (-)

4. Palpebra Inferior- Edema : OD (-) , OS (-)- Hematome : OD (-) , OS (-)- Pseudoptosis : OD (-) , OS (-)- Ektoprion : OD (-) , OS (-)- Entoprion : OD (-) , OS (-)- Benjolan : OD (-) , OS (-)- Hiperemi : OD (-) , OS (-)

5. Konjunctiva Tarsus Superior- Hipertrofi : OD (-) , OS (-)- Hiperemi : OD (-) , OS (-)- Sikatrik : OD (-) , OS (-)

6. Konjungtiva Tarsus Inferior- Hipertrofi : OD (-) , OS (-)- Hiperemi : OD (-) , OS (-)- Sikatrik : OD (-) , OS (-)

7. Konjuctiva Bulbi - Hiperemi : OD (-) , OS (-)- Massa : OD (-) , OS (-)- Edema : OD (-) , OS (-)- Secret : OD (-) , OS (-)- Pterygium : OD (-) OS (-)8. Konjunctiva Palpebra- Penebalan konjunctiva : OD (-) , OS (-)- Penonjolan : OD (-) OS (-)- Pembengkakan : OD (-) OS (-)- folikel : OD (-) OS (-)- Papila : OD (-) OS (-)- Kista : OD (-) OS (-)- Benda asing : OD (-) OS (-)- pinguecula : OD (-) OS (-)- pterygium : OD (-) OS (-)

9. Kornea - Ukuran : ODS normal- Kejernihan : OD (jernih)

OS (jernih)- Bentuk : OD (cembung)

OS (cembung)- Permukaan : OD (licin)

OS (licin)- Ulkus : OD (-) , OS (-)- Sikatrik : OD (-) , OS (-)

10. Limbus Kornea- senilis : OD (+) arcus , OS (+) sirkular

11. Bilik Mata Depan - Kedalaman : OD (kesan dalam)

OS (kesan dalam)- Aqueous flare : OD (-) , OS (-)- Pseudohypopyon : OD (-) , OS (-)- Foreign bodies : OD (-) , OS (-)- Hifema : OD (-) , OS (-)- Hipopion : OD (-) , OS (-)

12. Iris - Bentuk : OD (bulat)

OS (bulat)- Warna : OD (coklat)

OS (coklat)- Sinekia : OD (-) , OS (-)- Iridodonesis : OD (-) , OS (-)- rubeosis iridis : OD (-) , OS (-)

13. Pupil- Jumlah : ODS 1 pupil- Letak : di sentral- Ukuran : ODS 3mm- Lekokoria : OD (+) , OS (-)- Bentuk : OD (bulat) OS (bulat)- Reflek Cahaya Langsung : OD (+) , OS (+)- Reflek Cahaya Tak langsung : OD (+) , OS(+)

14. Lensa - Kejernihan : OD ( keruh )

OS ( sedikit keruh tipis)- Iris shadow : OD (-) , OS (+)

15. Refleks Fundus (-) cahaya tidak dapat menembus lensa pada OD

ResumePasien laki- laki usia 60 thn datang dengan keluhan

kabur pada mata kanan. keluhan mata kanan terasa kabur sejak ± 2tahun yang lalu semakin lama semakin kabur. Sejak ± 8 bulan yang lalu keluhan dirasakan makin memberat dan di sertai penurunan penglihatan pada mata kanan sampai pada akhirnya pasien hanya melihat putih- putih pada mata kanan. Pasien mencoba menggunakan kacamata namun tidak ada perubahan yang membaik.

Pada pemeriksaan fisik, secara umum tampak baik. Pada pemeriksaan status lokalis mata, visus OD : 1/~ dan visus OS : 3/60, tampak ada senilis ODS, lekokoria OD, Iris shadow OD (-) OS (+) dan reflek fundus (-).

Diagnosis Kerja

OD : Katarak senilis maturOS : Katarak senilis insipien

Diagnosis Banding

OD :- Katarak senilis matur - Reflek senilis

OS :- Katarak senilis insipien - katarak senilis imatur - Reflek senilis

Katarak SenilisKatarak senilis adalah katarak atau kekeruhan

lensa yang terjadi pada usia di atas 50 tahun namun kadang dapat terjadi pada usia di atas 40 tahun, dengan penyebab yang masih belum diketahui. Hampir selalu mengenai kedua mata, biasanya stadium mata yang satu lebih lanjut daripada yang satunya. Kekeruhan dapat dimulai dari bagian perifer korteks/ sekitar nukleus, sehingga gejala utama ialah pengelihatan makin lama makin kabur. Sejak mulai terjadinya kekeruhan sampai katarak menjadi matur membutuhkan waktu beberapa bulan / bertahun- tahun.

Stadium pada katarak senilis- Katarak senilis insipien : kekeruhan biasanya

dimulai dari tepi equator berbentuk jeriji menuju korteks anterior dan posterior (katarak kortikal). Vakuol mulai terlihat di dalam korteks. Katarak subkapsular posterior, kekeruhan mulai tampak subkapsular posterior, celah terbentuk antara serat lensa dan korteks berisi jaringan degeneratif (benda morgagni) pada katarak insipien. Kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Bentuk ini kadang- kadang menetap untuk waktu yang lama.

Stadium pada katarak senilis- Katarak senilis intumesen : kekeruhan lensa disertai

pembengkakan lensa akibat lensa yang degeneratif menyerap air. Masuknya air ke dalam celah lensa menyebabkan lensa menjadi bengkak dan besar yang akan mendorong iris sehingga bilik mata menjadi dangkal dibandingkan dengan keadaan normal. Pencembungan lensa ini akan dapat memberikan penyulit glaucoma. Katarak intumesen biasanya terjadi pada katarak yang berjalan cepat dan menyebabkan miopia lentikuler. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks sehingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah yang memberikan miopisasi. Pada pemeriksaan slit lamp terlihat vakuol pada lensa disertai peregangan jarak lamel serat lensa.

Stadium pada katarak senilis

- Katarak senilis imatur : katarak yang belum mengenai seluruh lapis lensa, pada katarak imatur akan dapat bertambah volume lensa akibat meningkatnya tekanan osmitik bahan lensa yang degeneratif. Pada keadaan lensa yang mencembung akan dapat menimbulkan hambatan pupil, sehingga terjadi glaukoma sekunder.

Stadium pada katarak senilis- Katarak senilis matur : kekeruhan telah mengenai

seluruh masa lensa. Kekeruhan ini bisa terjadi akibat deposisi ion ca yang menyeluruh. Bila katarak imatur atau intumesen tidak dikeluarkan maka cairan lensa akan keluar, sehingga lensa kembali pada ukuran yang normal. Akan tetapi kekeruhan seluruh lensa yang bila lama akan mengakibatkan kalsifikasi lensa. Bilik mata depan akan berukuran kedalaman normal kembali, tidak terdapat bayangan iris pada lensa yang keruh, sehingga uji bayangan iris negatif.

Stadium pada katarak senilis- Katarak senilis hipermatur : katarak yang mengalami

degenerasi lanjut, dapat menjadi keras atau lembek dan mencair. Masa lensa yang berdegenerasi keluar dari kapsul lensa sehingga lensa menjadi mengecil, berwarna kuning dan kering. Pada pemeriksaan terlihat bilik mata dalam dan lipatan kapsul lensa. Kadang- kadang pengkerutn berjalan terus sehingga hubungan dengan zonulla zinn menjadi kendor. Bila proses katarak berjalan lanjut disertai dengan kapsul yang tebal maka korteks yang berdegenerasi dan cair dapat keluar, maka korteks akan memperlihatkan bentuk sebagai sekantong susu disertai dengan nukleus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat. Keadaan ini disebut katarak morgagni.

Reflek Senilis

Reflek senil : pada orang tua dengan lampu senter tampak pupil warna keabu- abuan mirip katarak, tetapi pemeriksaan reflek fundus positif.

Penatalaksanaan- Katarak hanya dapat diatasi melalui prosedur operasi. Akan tetapi jika gejala

katarak tidak mengganggu, tindakan operasi tidak diperlukan. Kadang kala cukup dengan mengganti kacamata.

- Sejauh ini tidak ada obat-obatan yang dapat menjernihkan lensa yang keruh. Namun, aldose reductase inhibitor, diketahui dapat menghambat konversi glukosa menjadi sorbitol, sudah memperlihatkan hasil yang menjanjikan dalam pencegahan katarak gula pada hewan. Obat anti katarak lainnya sedang diteliti termasuk diantaranya agen yang menurunkan kadar sorbitol, aspirin, agen glutathione-raising, dan antioksidan vitamin C dan E2,5,7,9.

- Penatalaksanaan definitif untuk katarak senilis adalah ekstraksi lensa. Lebih dari bertahun- tahun, tehnik bedah yang bervariasi sudah berkembang dari metode yang kuno hingga tehnik hari ini phacoemulsifikasi. Hampir bersamaan dengan evolusi IOL yang digunakan, yang bervariasi dengan lokasi, material, dan bahan implantasi. Bergantung pada integritas kapsul lensa posterior, ada 2 tipe bedah lensa yaitu intra capsuler cataract ekstraksi (ICCE) dan ekstra capsuler cataract ekstraksi (ECCE).

Pengobatan pasca oprasi• Mengurangi rasa sakit, karena operasi mata adalah

tindakan yang menyayat maka diperlukan obat untuk mengurangi rasa sakit yang mungkin timbul benerapa jamsetelah hilangnya kerja bius yang digunakan saat pembedahan.

• Antibiotik mencegah infeksi, pemberian antibiotik masih dianggap rutin dan perlu diberikan atas dasar kemungkinan terjadinya infeksi karena kebersihan yang tidak sempurna.

• Obat tetes mata streroid. Obat yang mengandung steroid ini berguna untuk mengurangi reaksi radang akibat tindakan bedah.

• Obat tetes yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi pasca bedah.

Perawatan Pasca Bedah- Jika digunakan tehnik insisi kecil, maka penyembuhan

pasca operasi biasanya lebih pendek. Pasien dapat bebas rawat jalan pada hari itu juga, tetapi dianjurkan untuk bergerak dengan hati-hati dan menghindari peregangan atau mengangkat benda berat selama sekitar satu bulan, olahraga berat jangan dilakukan selama 2 bulan.

- Matanya dapat dibalut selama beberapa hari pertama pasca operasi atau jika nyaman, balutan dapat dibuang pada hari pertama pasca operasi dan matanya dilindungi pakai kacamata atau dengan pelindung seharian. Kacamata sementara dapat digunakan beberapa hari setelah operasi, tetapi biasanya pasien dapat melihat dengan baik melalui lensa intraokuler sambil menantikan kacamata permanen ( Biasanya 6-8 minggu setelah operasi )

Diberikan kacamata bila :

• Tanda- tanda iritasi sudah hilang• Sudah tidak ada perubahan refraksi, dengan

memperhitungkan kelainan refraksi sebelum oprasi.

Edukasi pasca oprasi

- Jangan menunduk.

- Jangan terkena air dahulu pada bagian mata yang

dioperasi.

- Jika sholat lebih baik duduk.

- Jangan mengangkat barang berat dan jangan

mengejan.

- Mata yang terbebat jangan sampai terkena air

Terima kasih