pertumbuhan perkembangan

Download Pertumbuhan perkembangan

Post on 08-Jul-2015

1.302 views

Category:

Science

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Praktikum Perkenbangan dan Pertumbuhan

TRANSCRIPT

  • 158

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Setiap makhluk hidup pasti akan bertumbuh dan berkembang. Bertumbuh

    dan berkembang merupakan salah satu ciri ciri makhluk hidup. Pertumbuhan

    dan perkembangan berlangsung seiring dengan bertambahnya usia makhluk hidup

    tersebut. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme

    secara kuantitatif atau terukur. Sedangkan perkembangan adalah proses menuju

    kedewasaan pada organisme yang berlangsung secara kualitatif. Pertumbuhan

    bersifat irreversible, yaitu tidak bisa kembali ke keadaan semula. Sedangkan

    perkembangan bersifat reversible, yaitu bias kembali ke keadaan semula

    (Mulyani, 2006).

    Dalam percobaan ini akan dilakukan pengamatan pertumbuhan dan

    perkembangan pada tanaman kacang hijau dan jagung. Pengamatan akan

    dilakukan dengan membandingkan pertambahan kecambah antara berat basah dan

    berat kering. Selain itu, untuk perkembangan, akan diamati tanaman suplir atau

    pakis yang berspora untuk diketahui perkembangannya. Jadi, melalui pengamatan

    ini, praktikan akan dapat mengerti dan memahami pertumbuhan dan

    perkembangan pada tumbuhan.

    1.2 Permasalahan

    Permasalahan yang dibahas dalam percobaan pertumbuhan dan

    perkembangan pada tumbuhan ini adalah bagaimana praktikan dapat mengukur,

    mengamati, dan membedakan pertumbuhan biji kacang hijau dan jagung yang

    kering dengan pertumbuhan biji kacang hijau dan jagung dalam keadaan basah

    (tidak dioven, dibiarkan tumbuh pada kapas basah). Selain itu, praktikan harus

    dapat menjelaskan proses perkembangan yang terjadi pada tanaman suplir dengan

    mengamati sporanya dilihat dari mikroskop.

  • 159

    1.3 Tujuan

    Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk mengetahui perbedaan

    pertumbuhan biji kacang hijau dan jagung dalam keadaan kering (dimasukkan ke

    oven) dengan keadaan basah (dibiarkan tumbuh di atas kapas basah). Selain itu,

    praktikan dapat mengetahui dan mampu menjelaskan bagaimana perkembangan

    yang terjadi pada tanaman suplir, dengan mengamati sporanya di mikroskop.

  • 160

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Pertumbuhan

    Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran sel atau organisme

    secara kuantitatif atau terukur yang bersifat irreversible. Secara umum

    pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan stadium zigot

    yang merupakan hasil pembelahan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.

    Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meritem yang akan terus membelah dan

    mengalami diferensiasi, perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel,

    membentuk organ organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.

    Embrio mempunyai 3 bagian penting, yaitu tunas embrionik sebagai calon batang

    dan akar, akar embrionik sebagai calon akar, dan kotiledon sebagai cadangan

    makanan. Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasarkan aktivitasnya

    terbagi menjadi 3 daerah, yaitu daerah pembelahan dimana di daerah ini sel sel

    aktif membelah, daerah pemanjangan yang berada di belakang daerah

    pembelahan, dan daerah diferensiasi yang berada paling belakang dari daerah

    pertumbuhan dimana sel sel mengalami diferensiasi membentuk akar yang

    sebenarnya serta daun muda dan tunas lateral yang akan menjadi cabang

    (Alkatiri, 1996).

    2.1.1 Pertumbuhan Primer

    Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan pertama dari tubuh tumbuhan.

    Sedangkan tubuh primer adalah tubuh yang dibentuk pada pertumbuhan pertama.

    Semua jaringan yang menyusun tubuh primer disebut jaringan primer. Tumbuhan

    berbiji umumnya mempunyai tubuh primer dan tubuh sekunder, sedangkan pada

    monokotil tertentu jaringan tubuhnya tetap dalam keadaan primer. Pertumbuhan

    primer meliputi pembentukan sel sel baru di daerah apikal, pembentukan tunas,

    dan percabangan. Dengan pembentukan sel sel baru ini maka pertumbuhan

    primer menambah panjang batang (Nur, 2004).

  • 161

    2.1.2 Pertumbuhan Sekunder

    Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel sel meristem sekunder

    yaitu kambium dan kambium gabus. Mula mula kambium hanya terdapat pada

    ikatan pembuluh, disebut kambium vasis atau intravaskuler yang berfungsi untuk

    membentuk xilem dan floem primer. Selanjutnya parenkim akar atau batang yang

    terletak diantara ikatan pembuluh menjadi kambium atau intervasis. Kambium

    intravasis dan kambium intervasis membentuk lingkaran tahun berbentuk

    korsentris. Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi

    sebagai pelindung, terbentuk akibat ketidakseimbangan antara pertumbuhan xilem

    dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.

    Pertumbuhan sekunder ditandai oleh bertambah tebalnya dinding sel yang

    menyusun jaringan tubuh tumbuhan, serta terbentuknya jaringan jaringan

    sehingga menyebabkan baik akar ataupun batang ukuran diameternya bertambah.

    Pertumbuhan sekunder pada tumbuhan berbiji disebabkan oleh aktivitas meristem

    lateral yaitu kambium pembuluh. Sel sel kambium pembuluh membelah ke arah

    sentripetal dan ke arah sentrifugal. Ke arah sentripetal menghasilkan jaringan

    buluh kayu sekunder, dan ke arah sentrifugal menghasilkan jaringan buluh ayak

    sekunder. Jaringan buluh kayu selain untuk pengangkutan air dan garam garam

    tanah karena sel selnya mengalami penebalan, berfungsi sebagai penguat atau

    penyokong (Nurhidayati, 2004).

    2.2 Perkembangan

    Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada organisme,

    berlangsung secara kualitatif, dan bersifat refleksibel.

    2.2.1 Perkembangan Helai Daun

    Tahap tahap perkembangan daun adalah permulaan (inisiasi), diferensiasi

    awal, perkembangan aksis daun, asal usul helai daun, dan histogenesis jaringan

    helai daun.

    a. Insiasi

    Insiasi daun dimulai dengan pembelahan periklin dalam kelompok kecil

    sel pada sisi pucuk (Mulyani, 2006).

  • 162

    b. Diferensiasi Awal

    Sebagai hasil kelanjutan pembelahan sel, primordium daun menonjol dari

    pucuk batang sebagai penyokong yang mempunyai bentuk papilla kecil atau

    tonjolan. Penyokong daun terdiri atas lapisan protoderm dan untaian

    prokambium, yang tumbuh secara akropetal dan tidak seberapa jauh dari

    kambium batang (Mulyani, 2006).

    c. Perkembangan Aksis Daun

    Perkembangan aksis daun mendahului helai daun. Hasil perkembangan

    cepat dari primordial menjadi bentuk seperti kerucut yang runcing dengan sisi

    adaksial pipih (rata). Ujung kerucut berfungsi sebagai meristem apikal, tetapi

    dalam spermatophyta, sel pada ujung daun menunjukkan tanda histologi dari

    pemasakan yang relatif cepat. Pada daun paku, pertumbuhan apikal

    berlangsung dalam periode yang panjang bersama dengan pertumbuhan

    interkalar dalam arah akropetal (Mulyani, 2006).

    d. Asal Usul Helai Daun

    Selama pemanjangan awal dan penebalan aksis daun muda, sel bagian tepi

    adaksial terus membelah dengan cepat. Pada daun majemuk menjari dan

    menyirip, helai daun lateral berkembang dari meristem pinggiran adaksial dan

    aksis daun muda sebagai dua deretan papilla. Pada tumbuhan lain,

    perkembangan helai daun ada yang terjadi secara akropetal ataupun basipetal

    (Mulyani, 2006).

    e. Histogenesis Jaringan Helai Daun

    Pertumbuhan pinggiran berlangsung terus menerus lebih panjang dari

    pertumbuhan apikal, tetapi berhenti relatif lama. Pertumbuhan daun

    dikendalikan oleh faktor genetis, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi

    lingkungan luar dan dalam. Jadi, bentuk daun pada bagian yang berbeda pada

    tumbuhan yang sama dipengaruhi oleh faktor dalam. Faktor luar yang

    mempengaruhi bentuk daun antara lain pasokan air, nutrisi, panjang hari, dan

    intensitas sinar (Mulyani, 2006).

  • 163

    2.3 Faktor Faktor Pertumbuhan

    2.3.1 Faktor Internal

    a. Gen

    Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat keturunan. Gen dibedakan

    menjadi dua, yaitu genotif (sifat yang tidak nampak dari luar tubuh makhluk

    hidup) dan fenotip (sifat yang Nampak dari luar tubuh makhluk hidup) (Alters,

    1996).

    b. Hormon

    Yaitu senyawa kimia yang terdiri dari protein yang berfungsi sebagai zat

    perangsang atau mengaktifkan sel sel bertumbuh dan berkembang (Alters,

    1996).

    b.1 Hormon Auxin

    Hormon yang banyak ditemukan di bagian ujung tunas dan ujung akar.

    Berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, merangsang pembentukan

    bunga dan buah, merangsang perpanjangan titik tumbuh, menggiatkan sel

    sel kambium untuk membentuk sel sel baru (Alters, 1996).

    b.2 Hormon Giberelin

    Hormon yang berfungsi untuk merangsang aktivitas jaringan cambium,

    merangsang pertumbuhan lebih cepat, merangsang tumbuhnya bunga lebih

    cepat, dan menghambat dormansi biji (Nurhidayati, 2004).

    b.3 Hormon Sitokinin

    Sitokinin merupakan hormone tumbuhan yang dibuat di akar dan

    ditransport secara apolar melalui xilem. Sitokinin ini berperan dalam

    pembelahan sel tumbuhan, merangsang pertumbuhan ke arah lateral dari

    pucuk, merangsang pelebaran daun, dan merangsang pertumbuhan akar.

    Sitokinin menghambat penguraian dan memacu sintesis RNA dan protein

    (Alters, 1996).

  • 164

    2.3.2 Faktor Eksternal

    a. Suhu

    Suhu dibedakan menjadi 3 macam, yaitu suhu minimum, suhu yang berada

    di kisaran bawah dari keadaan normal yang memungkinkan makhluk hidup

    untuk