persediaan barang-dagangan

Download Persediaan barang-dagangan

Post on 29-Jul-2015

167 views

Category:

Education

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. 1 ChapterChapter 99 PersediaanPersediaan 2. 2 Tujuan PembelajaranTujuan Pembelajaran 1. Menggambarkan kontrol internal terhadap pesediaan. 2. Menjelaskan pengaruh pencatatan persediaan yang salah pada laporan keuangan. 3. Menjelaskan tiga asumsi arus biaya persediaan dan bagaiman pengaruhnya terhadap laporan laba rugi dan neraca. 4. Menghitung biaya persediaan dengan sistem persediaan perpetual dan periodik, menggunakan metode biaya berikut: first- in, first-out; last-in, first-out; dan average cost. 5. Membandingkan dan membedakan penggunaan ketiga metode biaya tersebut. 6. Menghitung penilaian persediaan dengan dasar selain biaya, menggunakan konsep biaya atau harga pasar yang mana yang lebih rendah (lower of cost or market) dan nilai realisasi bersih. 7. Menyajikan persediaan barang dagangan dalam neraca. 8. Mengestimasi persediaan dengan metode ritel dan laba kotor. 9. Menghitung rasio perputaran persediaan dan jumlah hari rata-rata persediaan. 3. 3 Mengapa Kontrol PersediaanMengapa Kontrol Persediaan Penting?Penting? Persediaan adalah aset yang signifikan dan untuk kebanyakan perusahaan merupakan aset yang terbesar. Persediaan merupakan pusat aktivitas utama dari perusahaan dagang dan manufaktur. Kesalahan dalam menentukan biaya persediaan bisa menimbulkan kesalahan pada laporan keuangan. Persediaan harus dilindungi dari risiko eksternal (seperti kebakaran dan pencurian) dan penipuan internal oleh pegawai. 4. 4 Laporan Penerimaan Barang Pesanan Pembelian Faktur SETUJUSETUJU SETUJU SETUJU SETUJU SETUJU JURNAL Keterangan Nov. 9 Post. Ref. Tanggal Persediaan 1 222 00 Utang Dagang--XYZ Co. 1 222 00 Membeli barang dagangan secara kredit. Kontrol Internal terhadapKontrol Internal terhadap PersediaanPersediaan 5. 5 KEWAJIBAN EKUITAS PENDAPATAN AKTIVA BIAYA & BEBAN PersediaanPersediaan Barang DaganganBarang Dagangan Harga PokokHarga Pokok PenjualanPenjualan Jika Persediaan Barang Dagangan Harga Pokok Penjualan . . . . . . Laba Kotor dan Bersih . . . Ekuitas Pemilik Akhir . . . . . . . . . Jika Persediaan Barang Dagangan Harga Pokok Penjualan . . . . . . Laba Kotor dan Bersih . . . Ekuitas Pemilik Akhir . . . . . . . . . Pengaruh Salah Catat PersediaanPengaruh Salah Catat Persediaan pada Laporan Keuanganpada Laporan Keuangan kelebihan kekecilan kelebihan kelebihan Laba Bersih 6. 6 Barang dibeli Barang dibeli Barang dijual Barang dijual Arus biaya yang keluar (Harga Pokok Penjualan) merupakan arus biaya yang masuk terlebih dahulu, sehingga biaya yang tercatat pada akun persediaan adalah biaya yang belakangan masuk. Asumsi Arus Biaya PersediaanAsumsi Arus Biaya Persediaan 7. 7 Barang dibeli Barang dibeli Barang dijual Barang dijual Arus biaya yang keluar (Harga Pokok Penjualan) merupakan arus biaya yang masuk belakangan, sehingga biaya yang tercatat pada akun persediaan adalah biaya yang terebih dahulu masuk. Asumsi Arus Biaya PersediaanAsumsi Arus Biaya Persediaan 8. 8 Barang dibeli Barang dibeli Barang dijual Barang dijual Asumsi Arus Biaya PersediaanAsumsi Arus Biaya Persediaan Arus biaya merupakan rata-rata biaya yang terjadi 9. 9 Data biaya persediaan untuk ilustrasiData biaya persediaan untuk ilustrasi Sistem Perpetual FIFO dan LIFOSistem Perpetual FIFO dan LIFO Data biaya persediaan untuk ilustrasiData biaya persediaan untuk ilustrasi Sistem Perpetual FIFO dan LIFOSistem Perpetual FIFO dan LIFO Cost ofCost of Mdse. SoldMdse. Sold Item 127B Unit Biaya Harga Jan. 1 Persediaan 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 Item 127B Unit Biaya Harga Jan. 1 Persediaan 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 Biaya Persediaan PerpetualBiaya Persediaan Perpetual 10. 10 Item 127B Persediaan dengan Perpetual FIFOPersediaan dengan Perpetual FIFO Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Biaya Total Biaya Total Biaya Total Tgl Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Jan. 1 10 20 200Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 22 3 20 60 1 21 21 7 21 147 28 2 21 42 5 21 105 30 10 22 220 5 21 105 10 22 220 Total 18 $388 13 $263 15 $325 11. 11 Item 127B Persediaan dengan Perpetual LIFOPersediaan dengan Perpetual LIFO Jan. 1 10 20 200 Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Biaya Total Biaya Total Biaya Total Tgl Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya Qty. /unit Biaya 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 22 4 21 84 3 20 60 4 21 84 28 2 21 42 3 20 60 2 21 42 30 10 22 220 3 20 60 2 21 42 10 22 220 Total 18 $388 13 $266 15 $322 12. 12 Jan. 1 200 unit @ $9 Persediaan dengan Periodik FifoPersediaan dengan Periodik Fifo Mar. 10 300 unit @ $10 Sep. 21 400 unit @ $11 Nov. 18 100 unit @ $12 $1,800 $3,000 $4,400 $1,200 Pembelian Barang Tersedia Untuk Dijual $1,800 $3,000 $2,200 Harga Pokok Penjualan 200 unit @ $9 $10,400$10,400 $2,200 $1,200 $7,000$7,000 Pesediaan Barang $3,400$3,400 300 unit @ $10 200 unit @ $11 200 unit @ $11 100 unit @ $12 1,000 unit 700 unit terjual 300 unit tersisa 13. 13 Persediaan dengan Periodik LifoPersediaan dengan Periodik Lifo $1,800 $3,000 $4,400 $1,200 $1,800 $1,000 Cost of Merchandise Sold 200 unit @ $9 $10,400$10,400 $4,400 $1,200 $2,800$2,800 $7,600$7,600 100 unit @ $10 200 unit @ $10 400 unit @ $11 100 unit @ $12 $2,000 700 unit terjual 1,000 unit 300 unit tersisa $1,800 Jan. 1 200 unit @ $9 Mar. 10 300 unit @ $10 Sep. 21 400 unit @ $11 Nov. 18 100 unit @ $12 Pembelian Barang Tersedia Untuk Dijual Harga Pokok Penjualan 14. 14 Jan. 1 Persediaan awal 200 unit @ $9200 unit @ $9 Mar. 10 Pembelian300 unit @ $10300 unit @ $10 400 unit @ $11400 unit @ $11 Sept. 21 Pembelian 100 unit @ $12100 unit @ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 unit tersedia untuk dijual Metode biaya rata-rata didasarkan pada rata-rata biaya dari barang yang serupa. Metode biaya rata-rata didasarkan pada rata-rata biaya dari barang yang serupa. Biaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata Periodik 15. 15 200 unit @ $9200 unit @ $9 = $ 1,800= $ 1,800 1,000 unit tersedia untuk dijual 300 unit @ $10300 unit @ $10 = $ 3,000= $ 3,000 400 unit @ $11400 unit @ $11 = $ 4,400= $ 4,400 100 unit @ $11100 unit @ $11 = $ 1,200= $ 1,200 $10,400 Biaya barang yang tersedia untuk dijual Biaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata Periodik 16. 16 Biaya barang yang tersedia untuk dijual unit tersedia untuk dijual = Rata-rata biaya per unit $10,400 1,000 Unit = $10.40 per Unit Biaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata PeriodikBiaya Rata-Rata Periodik Biaya barang yang teredia untuk dijual $10,400 Dikurangi persediaan akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga pokok penjualan $ 7,280 Biaya barang yang teredia untuk dijual $10,400 Dikurangi persediaan akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga pokok penjualan $ 7,280 Untuk mencek jumlah ini, kalikan 700 unit yang terjual dengan $10.40, menghasilkan jumlah yang sama $7,280. 17. 17 $ 3,800 2,700 4,650 3,920 Total $15,520 $15,472 $15,070 Penilaian Persediaan pada Biaya atauPenilaian Persediaan pada Biaya atau Harga Pasar yang Mana Yang Lebih KecilHarga Pasar yang Mana Yang Lebih Kecil A 400 $10.25 $ 9.50 $ 4,100 $ 3,800 B 120 22.50 24.10 2,700 2,892 C 600 8.00 7.75 4,800 4,650 D 280 14.00 14.75 3,920 4,130 Harga Kuantitas Biaya Pasar Total Total Lebih kecil Item Persediaan /unit /unit Biaya Pasar B atau P 18. 18 Aktiva Aktiva Lancar: Kas $ 19 400 00 Piutang Dagang $80 000 00 Dikurangi penyisihan piutang tak tertagih 3 000 00 77 000 00 Persediaan Barang Dagangan pada biaya (first-in, first-out method) atau pasar 216 300 00 Metro-Arts Neraca 31 Desember 2007 Penyajian Persediaan Barang Dagangan pada Neraca 19. 19 Mengestimasi Persediaan dengan Metode RitelMengestimasi Persediaan dengan Metode Ritel Metode ritel didasarkan pada hubungan antara biaya barang tersedia untuk dijual dan harga ritel. Harga ritel dari semua barang dagangan harus diakumulasi dan ditotal. Persediaan pada ritel dihitung pada harga ritel barang yang tersedia untuk dijual dikurangi penjualan bersih pada ritel. Rasio dihitung dengan membagi biaya dengan harga ritel. Persediaan pada harga ritel dikali rasio biaya sama dengan jumlah persediaan yang diestimasi. 20. 20 Mengestimasi Persediaan denganMengestimasi Persediaan dengan Metode RitelMetode Ritel Mengestimasi Persediaan denganMengestimasi Persediaan dengan Metode RitelMetode Ritel Tahap 1: Menentukan rasio biayaTahap 1: Menentukan rasio biaya pada harga ritel.pada harga ritel. Tahap 1: Menentukan rasio biayaTahap 1: Menentukan rasio biaya pada harga ritel.pada harga ritel. Biaya Ritel Persediaan barang dagang 1 Jan $19,400 $ 36,000 Pembelian di Januari (bersih) 42,600 64,000 Barang tersedia untuk dijual $62,000 $100,000 Rasio biaya pada harga ritel = $62,000 $100,000 = 62% 21. 21 Tahap 2: Menentukan persediaanTahap 2: Menentukan persediaan akhir pada ritel.akhir pada ritel. Tahap 2: Menentukan persediaanTahap 2: Menentukan persediaan akhir pada ritel.akhir pada ritel. Penjualan di Januari (bersih) 70,000 Persediaan barang 31 Januari, pada ritel $ 30,000 Cost Retail Persediaan Barang Dagang 1 Jan $19,400 $ 36,000 Pembelian di Januari (bersih) 42,600 64,000 Barang tersedia untuk dijual $62,000 $100,000 Mengestimasi Persediaan denganMengestimasi Persediaan dengan Metode RitelMetode Ritel Mengestimasi Persediaan denganMengestimasi Persediaan dengan Metode RitelMetode Ritel 22. 22 Tahap 3: Hitung persediaan yangTahap 3: Hitung persediaan yang diestimasi pada biaya.diestimasi pada biaya. Tahap 3: Hitung persediaan yangTahap 3: Hitung persediaan yang diestimasi pada biaya.diestimasi pada biaya. Persediaan barang 31 Januari pada biaya ($30,000 x 62%) $18,600 Penjualan di Januari (bersih) 70,000 Persediaan barang 31 Januari, pada ritel $ 30,000 Cost Retail Persediaan Barang Dagang 1 Jan $19,400 $ 36,000 Pembelian di Januari (bersih) 42,600 64,000 Barang

View more