materi - aspek histologis dalam neurosains

Click here to load reader

Post on 24-Dec-2015

35 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

neuro

TRANSCRIPT

  • dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhDBagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia2009ASPEK HISTOLOGIS DALAM NEUROSAINSAll images in this document is removed due to copyright restriction

    A.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*PENGANTARFragmen kehidupan IPujo, mhs FKUI tk IV berangkat ke kampus dgn mengendarai mobil. Sesaat sebelum berangkat ia berdoa agar selamat dalam perjalanan. Pagi itu jalan tampak ramai sekali. Sambil menyetir ia mendengarkan lagu klasik kesukaannya. Dengan trampil ia menggunakan kedua kakinya untuk mengatur laju kendaraannya. Kedua tangannya tak kalah trampilnya mengendalikan kemudi. Sekali-sekali tanganya mengambil makanan atau minuman ringan yang tersedia di dekat kemudi. Kadang-kadang ia bersiul ikut menirukan melodi lagu tersebut. Walaupun begitu pikirannya berusaha untuk mengingat patofisologi dan terapi penyakit-penyakit saraf yang telah dipelajarinya semalam. Yah .. Hari itu ternyata ia akan ujian neurologi. Tiba-tiba ia teringat akan Surti, gadis desa yang manis, lincah dan ramah, anak pak Camat yang dijumpainya saat ia dan teman-temannya melakukan bakti sosial 3 bulan silam. Terbayang di benaknya beberapa peristiwa manis bersama gadis tersebut. Ingin sekali ia berkenalan lebih lanjut dengan gadis pemikat hatinya tersebut, tetapi sayang mereka berada di kecamatan tersebut hanya untuk 1 minggu. Meskipun begitu ia sempat mencatat nomer telepon rumah pak camat tersebut.Tiba-tiba ia tersadar dari lamunannya ketika klakson dari mobil dibelakangnya menyalak dengan sangat bersemangat. Ternyata lampu merah didepannya telah berubah menjadi hijau

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/HistologiA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*PENGANTARFragmen Kehidupan IIWiji, anak seorang petani penggarap di daerah yang tandus, usia 8 thSudah 5 hari terbaring lemah di tempat tidur di ruang ICU salah satu RS di daerah. Tampak selang makanan terpasang melintas di salah satu lubang hidungnya, sementara selang nafas terpasang langsung ke dalam trakea melintasi rongga mulutnya. Di tangan dan kakinya terpasang selang-selang infus. Mukanya tampak tegang, sementara sekujur tubuhnya yang tadinya kaku mulai melemas, begitu juga mulutnya yang tadinya terkatup erat mengancing mulai melemas. Kejang-kejang sekujur tubuhnya kadang masih muncul. Luka akibat menginjak paku berkarat pada telapak kaki kanannya mulai membaik. Yah, ia merupakan salah seorang penderita penyakit tetanus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/HistologiA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*PENGANTARPikirkanBagaimana aktivitas-aktivitas yang terjadi pada fragmen I dan II dapat terjadi ?Bagaimana begitu banyak aktivitas dapat berlangsung sekaligus ?Struktur apa yang mengatur semua aktivitas tersebut ?Mengapa dapat terjadi aktivitas yang tidak normal pada fragmen II ?Mengapa luka di kaki dapat mempengaruhi sistem saraf di tubuh anak tersebut ?

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*PENGANTARSemua Aktivitas kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kontrol, kerja dan berfungsinya jaringan sarafTerganggunya aktivitas jaringan saraf akan berdampak luas terhadap kerja jaringan atau organ tubuh lainnya.

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*PENGANTARSemua Aktivitas kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari kontrol, kerja dan berfungsinya jaringan sarafTerganggunya aktivitas jaringan saraf akan berdampak luas terhadap kerja jaringan atau organ tubuh lainnya.

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/HistologiA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*PENGANTARTujuan khusus modulStruktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan sarafDefinisi dan klasifikasi jaringan sarafEmbriologi sistem sarafSel sarafInti dan sitoplasmaAkson dan dendrit Transportasi aksonalSinapsSel penyokong (neuroglia)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*PENGANTARTujuan khusus modulStruktur mikroskopik susunan saraf pusatSerebrum (Cerebrum)Serebellum (Cerebellum)Medula spinalis (spinal cord)Struktur mikroskopik susunan saraf tepiGangliaSerat sarafSelubung serat sarafBadan akhir sarafRegenerasi serat saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Struktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan sarafJaringan Saraf Nervous = dapat dirangsangSalah satu dari 4 jaringan dasar penyusun tubuhDisusun oleh sel-sel saraf (neuron) dan sel-sel penyokong (neuroglia/sel glia)Fungsi: komunikasi

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/HistologiA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Jaringan Saraf di seluruh tubuh manusia

    Struktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*AnatomisSusunan saraf pusatOtakMedula spinalisSusunan saraf tepiSaraf kranialis . 12Saraf spinalis .. 31Sistim saraf otonomSimpatisparasimpatis

    FungsionalSensorisSomato-sensorisVisero-sensorisMotorisSomato-motorisVisero-motoris (Sistem saraf otonom)

    KlasifikasiStruktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*KlasifikasiSSP SSTStruktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistem Saraf AutonomParasimpatis Simpatis

    KlasifikasiStruktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Minggu ke 3 Proses pembentukanLempeng saraf (neural plate)Lipatan saraf (neural folds)Alur saraf (neural groove)Tabung saraf (neural tube)Gelembung otak utama (primary brain vesicle) dan medula spinalis---- SSPSel-sel neural krest (Neural Crest cells)--- saraf tepi

    EmbriologisStruktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*EmbriologiStruktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Histogenesis sel-sel di SSP

    EmbriologiStruktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*EmbriologiSel-sel Krista Neuralis (Neural Crest cells)

    Struktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*EmbriologiPerkembangan sel-sel neural krest (neural crest cells)Sel-sel saraf TepiDorsal root gangliaSaraf kranialSaraf simpatis dan parasimpatisGanglia enterikusGanglia sakralisGanglia Vesikalis

    MelanositSel SchwannSel-sel kromafin di medula adrenalOdontoblasBeberapa tulang rawan dikepala dan lengkung faring

    Struktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Komponen jaringan saraf Sel saraf (neuron) Sel Penyokong atau neuroglia (sel glia)

    Struktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEL SARAF (NEURON)Saraf (Gr. Neuron=nerve)Differensiasi paling tinggiTidak dapat membelah lagiJumlahnya diduga 14 milyarHistologis Badan sel (Perikarion)Juluran / taju saraf (prosesus saraf)AksonDendrit

    Struktur mikroskopik, histofisiologis dan histodinamika jaringan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEL SARAF (NEURON)Badan sel saraf (Perikarion)Ukuran 4-135 mmBentuk: piramid, lonjong, bulatStrukturInti (mata burung hantu / owl eye) Bulat, lonjongPucatDi tengah perikarionSitoplasmaOrganelBadan inklusi

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEL SARAFSitoplasmaOrganelSitoskeletonNeurofilamen (penyokong)Mikrotubulus (transportasi zat-zat)Apparatus GolgiMitokondriaRetikulum endoplasmik kasar (Badan Nissl)HE: basofilikSubstansia TigroidSentriolPasca lahir ( - )

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEL SARAFBadan inklusiVesikelGranulaHormonPigmenLipofuksinBesi Tetes lemakglikogen

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*JULURAN SARAF Juluran sarafAksonDendrit

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*DENDRITJumlahnya bisa lebih dari satuPangkalnya tebal dan makin ke distal makin tipisDuri atau tonjolan (spike / gemullae)Badan Nissl, ribosom, mitokondria, neurofilamen, mikrotubulus (+)Fungsi: menerima rangsang saraf dari akson dan meneruskannya ke perikarion.

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*AKSONPangkal akson (Akson Hillock)Jumlahnya satumitokondria, neurofilamen dan mikrotubulus (+)Badan Nissl, ribosom, kompleks Golgi (-)Sebagian besar bermielinTelodendriaTerminal boton (Boutons terminauxFungsi: membawa impuls saraf dari badan saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Jenis NeuronBerdasarkan jumlah juluran sarafNeuron unipolarNeuron unipolar masa embrioNeuron bipolarGanglion vestibularGanglion koklearNeuron olfaktorisNeuron pseudo-unipolarGanglion kraniospinalNeuron multipolarNeuron motoris kornu anterior medula spinalisSel Purkinje di otak kecilSel piramid pada korteks serebri

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*TRANSPORTASI AKSONALAkson tidak dapat mensintesa protein Endoplasmik retikulum kasar (Badan Nissl), ribosom, kompleks Golgi (-)Komponen yang terlibatMikrotubulusProtein penggerak (motor protein)Vesikel transportArah transportasi aksonalAnterograderetrograde

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*TRANSPORTASI AKSONALMikrotubulusOrganel sel berbentuk silindris dibentuk oleh hasil polimerisasi subunit-subunit protein tubulin yang berbentuk globularDiameter 24 nanometerTersusun olehDinding dengan ketebalan 9 nanometerLumen dengan ketebalan 15 nanometer13 protofilamen protein tubulin yang tersusun secara paralel membentuk dinding mikrotubulus (singlet microtubule)1 protofilamen: kumpulan beberapa heterodimer protein tubulin alfa (+) dan beta (-) yang masing-masing berukuran 4 nanometer dan mengikat GTPPolimerisasi

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MIKROTUBULUS

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*TRANSPORTASI AKSONALMikrotubulusStruktur2 kutubKutub negatif : dekat dengan perikarionKutub positif : dekat dengan ujung aksonFungsi lintasan (track) vesikel transport yang mengandung zat-zat tertentu dari perikarion ke ujung akson dan sebaliknyadiperantarai oleh protein penggerak atau motor protein dan membutuhkan energi yang besar yang berasal dari ATP

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MIKROTUBULUS

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*TRANSPORTASI AKSONALProtein penggerak (motor protein)KinesinMempunyai aktivitas ATP-aseStruktur Kepala: berikatan dengan mikrotubulus dan ATPBadanEkor: berikatan dengan vesikel transport via reseptor kinesinBergerak dari kutub negatif ke kutub positif ( dari perikarion ke ujung akson) sepanjang mikrotubulusMemerlukan ATP untuk pergerakan

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*KINESIN

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*TRANSPORTASI AKSONAL DyneinMempunyai aktivitas ATP-aseStrukturKepala berikatan dengan mikrotubulus dan ATPBadanEkor : berikatan dengan membran vesikel transpor via reseptor dyneinBergerak sepanjang lintasan mikrotubulus dari kutub positif (dekat dengan ujung akson) ke kutub negatif (dekat dengan perikarion) sepanjang mikrotubulus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*DYNEIN

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*VESIKEL TRANSPORTBerfungsi sebagai kontainerMengangkutProteinGlikoproteinFaktor-faktor untuk pertumbuhan sel sarafProtein-protein neurotransmiterDsbnyaMempunyai reseptor kinesin atau reseptor dynein

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*TRANSPORTASI ANTEROGRAD Dari perikarion ke ujung aksonKomponen yang terlibatMikrotubulusVesikel transporProtein kinesinBerdasarkan kecepatan pengangkutannyaFast anterograde: 50-400 mm/ hariGlikoprotein, glikolipid, protein membran vesikel sinaps, bahan-bahan untuk sintesa neurotransmiterSlow anterograde: 1-4 mm/ hariAktin, clathrin, calmodulin, enolase, neurofilamen, tubulin

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*TRANSPORTASI RETROGRADDari ujung akson ke perikarionKomponen yang terlibatMikrotubulusVesikel transportProtein dyneinMateri yang diangkutSisa-sisa membran vesikel sinapsFaktor pertumbuhan untuk sel sarafZat-zat sisaZat-zat ekstraselular termasuk toksin dan virus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*TRANSPORTASI AKSONAL

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Fungsi NeuronKomunikasiSifat khas neuronIritabilitasRangsang fisikRangsang kimiawiKonduktivitasBeberapa neuron di hypothalamus dapat mengeluarkan sekret neural berisi hormon vasopressin dan oksitosin

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPSTempat transmisi impuls saraf dari satu neuron ke neuron lain atau dari neuron ke reseptor periferTransmisi impuls sarafKimiawi penerusan impuls saraf lewat senyawa kimia (neurotransmiter)Paling umumNeuron ke otot Listrikpenerusan impuls saraf melalui ion-ion yang melintas bebas melalui saluran-saluran pada gap junction atau nexusJarang terdapat pada SSP mammaliaDitemukan di beberapa tempat di batang otak, retina dan korteks serebrum

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPSKomponen pembentukPra-sinaps (bouton sinaps)Gelembung (vesikel sinaps) 40-60 nanometerneurotransmiterCelah sinapsLebar 20-30 nanometerFilamen-filamen halusPost-sinapsReseptor neurotransmiter

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPS

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPSNeurotransmitterDisintesa di perikarion atau dekat dengan ujung aksonMacam-macam neurotransmiterAsetil kolinNorepinefrinGamma amino butyric acidEnkefalindsbnya

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPSTransmisi impuls saraf pada sinapsaksi potensial yang tiba di ujung akson akan membuka kanal ion kalsium.Ion kalsium kemudian akan masuk ke dalam ujung akson.Disamping itu ion natrium dan senyawaan kolin serta senyawaan asetat juga akan masuk ke dalam akson lewat pompa natrium. Senyawa asetat akan di aktivasi menjadi ko-ensim A di dalam mitokondria.Kolin bersama asetil ko-ensim A (dihasilkan oleh mitokondria) dan ensim kolin asetil transferase akan membentuk asetil kolin.

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPSAsetil kolin kemudian akan dibungkus oleh membran vesikel sinaps yang diinternalisasi kembali lewat proses endositosis membentuk vesikel sinaps. Kedalam vesikel ini juga dimasukkan ATP sebagai sumber energi.Vesikel sinaps lalu bergerak ke membran akson terminal (bouton terminaux), menyatu dengan membran akson. Proses ini distimulus oleh ion kalsium Neurotransmiter akhirnya akan dikeluarkan ke dalam celah sinaps lewat proses eksositosis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPS

    Asetilkolin kemudian akan berikatan dengan reseptornya di post-sinaps. Penyatuan asetil kolin dengan reseptornya akan menimbulkan respons listrik di neuron post- sinapsEnsim asetil kolin-esterase akan melepaskan ikatan asetil kolin dengan reseptornya dan menghidrolisis asetil kolin menjadi senyawaan kolin dan asetat.Asetat dan kolin dapat masuk kembali ke ujung akson dan dipergunakan untuk membentuk vesikel sinaps yang baruMembran vesikel sinaps juga akan dipergunakan kembali untuk membuat vesikel yang baru dengan proses endositosis.

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPS

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SINAPSJenis SinapsAkso-dendritikAkso-somatikAkso-aksonikDendro-dendritikAkson-serat otot

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*NEUROGLIA/ SEL GLIARudolf Virchow (1846) : nerve glue (perekat neuron)70-80% dari seluruh sel yang ada di SSPSelnya kecil dengan inti 3-10 mmJenisnyaAstrosit (ektoderm)Oligodendroglia (ektoderm)Ependim (ektoderm)Sel Schwann (krista neuralis/ektoderm)Sel Satelit (krista neuralis/ektoderm)Mikroglia (?)Impregnasi perak dan pulasan Gold

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*ASTROSITAstro = bintangBerasal dari ektodermGambaran histologisBerbentuk seperti bintang (astro)Inti bulat, lonjong, besarBanyak cabang sitoplasmaRibosom, kompleks Golgi, lisosom, neurofilamen2 tipeAstrosit ProtoplasmatikCabang sitoplasmanya pendek dan gemuk mirip lumutSubstansia griseaAstrosit FibrosaCabang sitoplasmnya lurus, langsing mirip lidi atau landakSubstansia alba

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*ASTROSITAstrosit protoplasmatis Astrosit fibrosa

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*ASTROSITSalah satu komponen pembentuk sawar darah otak (blood-brain barrier)Terdapat di substansia alba dan griseaFungsi:Menyerap kelebihan ion kalsium yang lolos dari sel saraf selama proses konduksi impuls saraf.Berperan dalam transportasi zat-zat metabolismaBerperan dalam pembentukan jaringan parut di SSP

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*OLIGODENDROGLIAOligo = sedikit Gambaran histologisLebih kecil dari astrositCabang sitoplasma lebih sedikit (oligo= sedikit) dan pendekMengandung ribosom, kompleks Golgi, mikrotubulus dan neurofilamen.Terdapat di substansia grisea dan albaFungsi:Penyokong Pembentuk selubung mielin di SSP.

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*OLIGODENDROGLIA

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MIKROGLIABerasal dari mesodermGambaran histologisSelnya kecil, badan sel gepeng dengan inti yang sukar dilihatSitoplasma bercabang besar (cabang primer), yang kemudian dari cabang primer bercabang-cabang lagi. Cabang-cabang ini saling tegak lurusTerdapat di substansia alba dan griseaFungsi fagositosis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MIKROGLIA

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEL EPENDIMAMelapisi ventrikel otak dan kanalis sentralis medula spinalisGambaran histologisSel silindris rendah atau kuboid, permukaannya terdapat silia dan mikroviliMembentuk epitel pleksus khoroideus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEL EPENDIMA

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*PLEKSUS KHOROIDALIS

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SUSUNAN SARAF PUSAT

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/HistologiA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SUSUNAN SARAFSusunan saraf pusatSusunan saraf perifer

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Susunan Saraf PusatOtak dan medula spinalisFungsimenerima, mengintegrasikan, mengolah dan memberi jawaban terhadap semua rangsang yang diterima baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh. Menyimpan impuls yang diterima sebagai memori

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Susunan Saraf PusatStruktur histologisNeuronMedula Spinalis -------- Kolumna berbentuk huruf H (Substansia grisea)Otak ---- Korteks Serebri dan Serebellum (substansia grisea) dan nukleusNeurogliaSerat saraf - - - Traktus Struktur tambahanPembuluh darah Likuwor serebrospinal (LCS)Selaput otak

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Susunan Saraf PusatTerdiri atas 2 lapisanSubstansia grisea (abu-abu)PerikarionSerat saraf tak bermielinSubstansia alba (putih)Serat saraf bermielinDendrit

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MEDULA SPINALISSubstansia Alba (White matter)Kumpulan serat-serat saraf (Funikulus)Anterior (ventral)LateralPosterior (dorsal)Funikulus terbagi atas kelompokan kecil lagi (Fasikulus) / traktus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MEDULA SPINALISFunikulus PosteriorFasikulus GracilisFasikulus cuneatusTraktus Intersegmental PosteriorFunikulus LateralTraktus Spinocerebellar posteriorTraktus Spinocerebellar anteriorTraktus Spinothalamikus lateralTraktus Spinotektal

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MEDULA SPINALISFunikulus LateralTraktus Posterolateral (Lissauer tract)Traktus Spinoretikular Traktus SpinoolivaryTraktus kortikospinal lateralTraktus rubrospinal Traktus retikulospinal lateralDescending autonomic fibersTraktus olivospinal Traktus Intersegmental lateral

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MEDULA SPINALISFunikulus AnteriorTraktus Spinothalamikus anteriorTraktus Kortikospinal anteriorTraktus Vestibulospinal Traktus TectospinalReticulospinal fibersTraktus Intersegmental Anterior

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MEDULA SPINALISSubstansia GriseaPerikaryon, neuroglia, pembuluh darah Daerah berbentuk huruf H atau kupu-kupuTerdiri atasKornu AnteriorKornu PosteriorKornu Lateralis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Medula SpinalisKornu AnteriorBagian yang paling banyak mengandung neuronSel saraf multipolar BesarInti bulat besarPerikarion dan dendrit mengandung badan NisslAkson hilock dan akson tidak mengandung badan NisslAkson keluar sebagai serat alfa efferen yang mempersarafi otot skelet

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Medula SpinalisKornu AnteriorSel saraf multipolar yang lebih kecilAkson keluar sebagai gamma efferen yang mempersarafi serat otot intrafusal Gelendong otot (Muscle Spindle)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MEDULA SPINALISKornu Posterior4 group sel sarafGrup Substansia gelatinosa Grup Nucleus PropriusGrup nucleus dorsalis (Clarks column)Grup visceral eferentKornu LateralisKelompokan sel saraf terletak dari Th1-L3Sel saraf kecil

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Medula Spinalis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*OTAKSerebrumTerdiri atas hemisfer kiri dan kananStruktur histologisSubstansia grisea (Korteks)------ perikarionSubstansia alba (Medula)----- akson bermielinBagian terdalam serebrum (nukleus)---- perikarion

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEREBRUMKorteks SerebriNeuron, neuroglia, serat saraf dan pembuluh darah5 tipe sel saraf Sel PiramidSel StelataSel FusiformSel Horizontal (Cajal)Sel Martinotti

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEREBRUMKorteks Serebri6 lapisanLapisan Molekular (Plexiform)Dendrit sel piramid dan sel fusiformAkson sel stelata Sel-sel Horizontal of CajalLapisan Granular LuarSel-sel Pyramid kecil dan sel StellataLapisan Pyramid LuarSel-sel Pyramid besar

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEREBRUMKorteks Serebri6 lapisanLapisan Granular DalamSel-sel StellataSel-sel PyramidLapisan Pyramidal Dalam (Ganglionik)Sel-sel pyramid berukuran sedang dan sangat besar (sel Batz)Sel-sel Stellata dan sel-sel MartinottiLapisan Multiform (Sel-sel Polymorfik)Sel-sel Fusiform, modifikasi sel-sel Pyramid, sel Martinotti

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEREBELLUMPermukaan tampak berlipat-lipat --- Folia yang tersusun paralel terhadap fissura (alur)Terdiri atas bagian kiri dan kanan yang terpisahkan oleh bangunan berbentuk cacing disebut Vermis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEREBELLUMSubstansia grisea (Korteks) & substansia alba (Medula)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEREBELLUMKorteks Lapisan MolekularSel stellata (luar) dan sel Basket (dalam)Akson dan dendritNeurogliaLapisan Purkinje/Ganglion sel-sel PurkinjeLapisan granularsel-sel saraf kecil-kecil

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEREBELLUMMedulaSerat sarafSerat jaringan ikatNeurogliafibrosit

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SEREBELLUM

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Meninges

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Meninges3 lapisanDuramaterLapisan luar yang kerasTerbagi atas 2 lapisanLapisan periosteum duramaterLapisan fibrosaPada medula spinalis di antara keduanya terdapat ruang epidural terisi oleh jaringan ikat longgar, pembuluh darah, sel lemak.

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MeningesKedua lapis duramater di dalam tengkorak orang dewasa menyatu, kecuali pada beberapa tempat tertentu terpisah membentuk sinus-sinus venosusRuang potensial untuk terjadi perdarahan epidural hematom

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MeningesArachnoidMembran tipis, halus, avaskularMembentuk trabekula dalam ruang ruang subarachnoidRuang subarachnoid berisi LCSVillus arachnoidMenyalurkan cairan LCS ke sinus venosus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*MeningesPiamaterMembran halus, lembut.2 lapisanLuar: serat kolagen, pembuluh darahSerat retikular dan elastin halus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Cairan SerebrospinalCerebrospinal fluid (CSF)Terdapat diRuang subarachnoidVentrikel otakKanal sentralis medula spinalis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Cairan SerebrospinalDihasilkan olehPleksus khoroideus yang terdapat pada atap ventrikel III, IV dan dinding medial ventrikel lateralParanchyma of the brain Area postrema at the caudal margin of the 4th ventricleProses aktif

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Cairan Serebrospinal

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Likuwor serebrospinalAliran likuwor serebrospinalVentrikel lateral ---- ventrikel III ----- aquaeductus Sylvii---- ventrikel IV ----- foramen Magendie dan Luschka ----- ruang subarachnoid (melingkupi otak dan medula spinalis) ------ villus khoroideus ----- sinus venosus (darah)CSF akan dikeluarkan ke dalam darah di sinus venosus via villus khoroideusLimbah metabolisma otak akan berdifusi bebas dari ruang ekstraselular menembus ependima , masuk ke CSF di ruang ventrikel

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Likuwor serebrospinal

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Likuwor serebrospinalKandungan CSFAir, glukosa, asam-asam amino, mineral, vitamin (vit B, vit C), asam folat, albumin, globulinFungsiMempertahankan lingkungan cairan sesuai untuk otak Memberi bantalan perlindungan terhadap otak dan medula spinalis dari benturanDihasilkan dengan kecepatan 500 ml/ hari

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Pleksus khoroideusDibentuk oleh sel-sel ependima yang menempel langsung di permukaan dalam lapisan piamater dan membentuk lipatan-lipatan yang menonjol ke dalam lumen ventrikel

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Pleksus khoroideusSel-sel ependimaPada permukaan apikal sel-sel ependima terdapat taut sekap (tight junction) yang akan mencegah lolosnya CSF ke dalam darah melintasi celah antar sel.Di antara sel-sel ependima juga terdapat taut lekat (adherens junction) dan taut rekah (gap junction) untuk melekatkan 2 sel yang berdekatan dan menjaminnya adanya perlintasan zat-zat antara 2 sel yang berdekatan.Pada sel ependima juga terdapat pompa natrium untuk masuknya air dan garam-garam ke dalam LCS. Tidak adanya tight junction pada sel-sel ependim yang melapisi ventrikel ventrikel otak dan canalis centralis memungkinkan terjadinya pembuangan sampah metabolisma secara langsung dari sel saraf ke cairan likuor serebrospinal

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Pleksus khoroideusFungsi : menghasilkan likuwor serebrospinalCara sekresi:Difusi yang difasilitasi : glukosa dan asam-asam aminoTranspor aktif: vitamin B, C dan asam folat

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Villus SubarachnoidPenonjolan lapisan arachnoid menembus lapisan fibrosa duramaterCairan yang terdapat diruangan subarachnoid pada villus subarachnoid dipisahkan dari darah di sinus venosus hanya oleh selapis tipis arachnoid dan endotel yang terdapat di atas yang membatasi sinus venosus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Villus SubarachnoidVillus subarachnoid merupakan jalan untuk keluarnya cairan serebrospinal dan berfungsi sebagai katupTergantung pada perbedaan tekanan pada setiap sisi dinding villusBila tekanan CSF lebih besar daripada vena, CSF akan masuk ke dalam darah , sebaliknya bila tekanan vena lebih besar dari CSF, villus subarachnoid akan kolap dan mencegah unsur-unsur darah masuk kedalam CSF

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sawar Darah OtakSawar darah otak (blood brain barrier)Komponen pembentukDinding sel endotelKeberadaan taut sekap (tight atau occluding junction di antara sel-sel endotel kapiler darah akan melapisi ruang antar sel-sel endotel dan mencegah lewatnya zat-zat melalui ruang-ruang ini.Zat-zat harus melewati dinding kapiler darah lewat mekanisme mikropinositosis.Lamina basal sel endotelKaki perivaskular astrosit (end feet astrosit)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • Sawar Darah Otak

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sawar darah otakFungsi: Melindungi SSP dari perubahan konsentrasi ion yang terjadi secara tiba-tiba di cairan ekstrasellularMencegah masuknya molekul-molekul dari sirkulasi ke dalam LCS yang dapat menggangu fungsi normal neuron di dalam SSP Cara menembus sawar darah otakMikropinositosis, bila zat tersebut mempunyai reseptor pada dinding endotel yang memungkinkan terjadinya transport secara mikropinositosis.Diffusi yang difasilitasi (facilitated diffusion)Glukosa, asam-asam amino, vitamin-vitamin, nukleosidaTransport aktifIon-ion dan mineralKerugianAntibiotik dan obat-obatan tidak dapat masuk kedalam otak

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*BLOOD BRAIN BARRIER

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SUSUNAN SARAF TEPI

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SUSUNAN SARAF TEPI Susunan Saraf TepiSerat sarafGangliaSelubung mielinSelubung SchwannUjung sarafCakram motorik (Motor end plate)Gelendong otot (Muscle spindle)Badan Vater Paccini (Paccinian corpuscle)Badan Meissner (Meissner corpuscle)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/HistologiA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistem Saraf PeriferKomponen motorik serat saraf periferSistem saraf somatik Sistem saraf otonom

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistem Saraf Perifer Sistem saraf somatik Komponen motorik VolunterTerdiri atasBadan sel saraf: multipolarNukleus motorik pada otak Tanduk depan medula spinalis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistem Saraf PeriferSistem Saraf SomatikSerat sarafSaraf Kranial : III, IV, VI and XIISaraf Spinal : 31 pasangEfektorOtot rangka melalui cakram motorik

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistem Saraf PeriferSistem Saraf OtonomKomponen motorik involunterMengontrol organ dalam tubuh melalui serat saraf eferen umum (visceral motor) yang mempersarafiOtot polosOtot jantung kelenjar

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistem Saraf Perifer Sistem saraf OtonomBerhubungan dengan pusta-pusat persarafan yang lebih tinggi di otak Berada di bawah kontrol

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistem Saraf Perifer Sistem Saraf OtonomTerdiri atas2 badan sel sarafSel saraf Pertama Terletak pada SSP Aksonnya biasanya bermielin Sel saraf kedua Terletak pada ganglia otonomAksonnya biasanya tidak bermielin

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistem Saraf Perifer Serat SarafSerat saraf pra ganglionikBersinaps dengan serat srat post ganglionik Serat Saraf Post ganglionik Aksonnya keluar dari ganglion untuk mencapai organ efektor Efektor(otot polos, otot jantung, kelenjar)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Susunan Saraf AutonomDigolongkan dalam susunan saraf tepi (SST)SimpatisParasimpatisFungsi: mempertahankan keseimbangan fungsi-fungsi tubuh (homeostasis)Yang diaturSekresi kelenjarKontraksi dan kecepatan denyut otot jantungKontraksi dan kecepatan kontralsi otot polosSistim sirkulasi darahWalaupun berfungsi secara otomatis (tak dipengaruhi kehendak), tetapi tetap dibawah kendali SSPPusat koordinasi antara sistim autonom dengan sistim persarafan lainnya terdapat di hipotalamus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistim persarafan simpatisSerat Preganglion: Th1-L3 Divisi torakolumbar Susunan saraf autonomKeluar dari medula spinalis melalui akar depan (radiks ventral) saraf spinalBersinaps dengan post-ganglionik di ganglia simpatis Serat post-ganglionik menuju ke organ sasaran

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Sistim persarafan parasimpatisCiri khasSerat preganglion keluar bersama saraf kranial III, VII, IX dan X Saraf sakral 2,3,4Divisi kraniosakral SSOSerat saraf preganglionik yang berjalan bersama saraf kranial III, VII, dan IX mempunyai serat postganglionik yang mempersarafi kelenjar (kelenjar lakrimal, kelenjar liur dsbnya)Serat saraf preganglionik yang berjalan bersama saraf kranial X mempunyai serat postganglionik yang mempersarafi organ-organ yang terdapat di rongga abdomen dan toraksSerat saraf preganglionik yang keluar dari segmen sakral mempunyai serat postganglionik yang mempersarafi organ-organ di rongga pelvis: kolon, rektum, vesika urinarius

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*GangliaGanglia : kumpulan neuron yang terdapat diluar SSPNukleus: kumpulan neuron di SSP yang mempunyai fungsi tertentuMacamnyaGanglia KraniospinalGanglia AutonomSimpatisparasimpatis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Ganglia KraniospinalisGanglia kranialJenis neuronnya adalah pseudounipolar Satu cabang ke perifer (reseptor) disebut serat eferenSatu cabang ke otak, disebut serat aferenPerikarion globular, besar dengan cabang yang bermielin atau tanpa mielinSel-sel satelit atau sel kapsul atau amfisitGanglia trigeminal, fasialis (geniculatum), vestibularis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Ganglia KraniospinalisGanglia spinalJenis neuronnya pseudounipolarSatu cabang ke medula spinalis (serat aferen)Satu cabang ke perifer via saraf spinal (serat eferen)Perikarion besar dengan cabang yang bermielin atau tanpa mielin.Sel-sel sateli atau sel kapsul atau amfisitLetaknya di radiks atau akar posterior saraf spinal

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Ganglia AutonomJenisnyaSimpatis (adrenergik)Parasimpatis (kolinergik)KarakteristikBersimpai jaringan ikatLebih kecil daripada ganglia kranio-spinal.MultipolarMempunyai sel-sel satelit yang jumlahnya lebih sedikit

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Ganglia SimpatisGangliaGanglia paravertebralisAnterolateral medula spinalisC1-S2-3Bentuk trunkus simpatisAda hubungan trunkus kanan dan kiriSerat postganglion: sirkulasi darah dan kelenjar

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Ganglia SimpatisGanglia prevertebraLetaknya di daerah anterior kolumna vertebralisPleksus abdominalis3 buah ganglia prevertebralisGanglia seliaka (celiac ganglion)Ganglia mesenterika superiorGanglia mesenterika inferiorSerat saraf keluar dari medula spinalis melalui akar atau radiks ventral dan selanjutnya menuju ganglion prevertebralis melintasi trunkus simpatis yang dibentuk oleh ganglion paravertebralis

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Ganglia SimpatisGanglia terminalisLetaknya paling perifer, dekat dengan organ yang akan dipersarafiMempersarafi otot polos

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Ganglia Parasimpatis Ganglion terletak dekat dengan organ sasaranTidak tersusun dalam suatu bentuk rantai, tetapi tersebarCiri khas Badan sel saraf membentuk kelompokan yang tersebar dikelilingi oleh jaringan ikatDi sekeliling sel-sel ganglion terdapat sel-sel satelit Ganglia siliaris, genikulata, submandibula, otik, pterigopalatina, ganglia Meissner dan Aurbach, ganglia vesikalis.

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*SELUBUNG SERAT SARAFBerdasarkan ada/ tidaknya selubung mielin, serat saraf (akson) di SSP dan SST terbagi menjadi 2Serat saraf bermielin (myelinated nerve)SSP: dibentuk oleh sel oligodendroglia1 sel oligodendroglia membentuk selubung mielin untuk beberapa serat sarafSST: dibentuk oleh sel Schwann1 sel Schwann membentuk hanya 1 selubung mielinSerat saraf tak bermielin (unmiyelinated nerve)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Selubung serat saraf (akson)Seluruh serat saraf (akson) di SST akan diselubungi di bagian luar oleh selubung sel SchwannPada serat saraf bermielin 1 sel Schwann menyelubungi 1 serat saraf Pada serat saraf tak bermielin1 sel Schwann menyelubungi beberapa serat saraf

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Selubung MielinLapisanMelingkari aksonTersusun secara konsentrisDibentuk oleh lipid dan neurokeratinMCSilinder yang terputus-putusCelah antar selubung mielin (nodus atau pinggetan Ranvier)Pada pulasan perak nodus Ranvier akan terisi oleh endapan perak dikenal sebagai palang RanvierMELapisan konsentris membran plasma sel Schwan atau oligodendroglia

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Selubung MielinTerjadi invaginasi serat saraf ke dalam sitoplasma sel SchwannKedua ujung sitoplasma sel Schwann menyatu dan membungkus serat saraf . Tempat penyatuan awal di sebut mesaxon internaMesaxon kemudian meluas ke arah dalam, membentuk lapisan-lapisan / lamel-lamelSitoplasma kemudian menghilang dan sisi dalam membran sitoplasma menyatu. garis periodaMembran ekstrasellular kemudian mendekat tetapi tidak menyatu garis intrerperioda Tempat penyatuan akhir sitoplasma sel Schwann . Mesaxon eksterna

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Selubung mielinPada saat penyatuan ke dua sisi dalam membran sitoplasma sel Schwann, terdapat kegagalan di beberapa tempat sehingga meninggalkan sejumlah kecil sitoplasma yang terjerat dalam selubung mielin celah atau insisura Schmidt-lantermanFiksasi osmium tetraoksida bisa terlihat celah Schmidt Lanterman

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Selubung MielinDi SSPProses pembentukan serupa1 sel oligodendroglia membentuk selubung mielin untuk beberapa serat sarafFungsi selubung MielinSebagai insulatorArus listrik meloncat dari nodus Ranvier yang satu ke yang lain secara cepat (Saltatory conduction)Kecepatan rambat listrik lebih cepat dibanding serat tak bermielin

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Serat saraf tak bermielinDi SST serat saraf tak bermielin diselubungi oleh selubung sel Schwann, sedangkan di SSP tak ada selubung 1 sel Schwann membentuk selubung Schwann untuk beberapa serat saraf tak bermielin

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Selubung SchwannMembungkus seluruh serat saraf tepi bermielin atau tanpa mielinDisebut neurilema, tersusun dari sitoplasma sel schwannPada pinggetan Ranvier akson hanya diselubungi oleh juluran-juluran sel Schwann yang terpisah oleh suatu celah atau gapSel SchwannSel dengan init gepengMitokondria, mikrotubulus, mikrofilamen, endoplasmik retikulum, kompleks Golgi

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Pembungkus serat saraf tepiSelain diselubungi oleh selubung mielin dan selubung Schwann, serat saraf tepi juga dibungkus oleh jaringan ikat3 lapisanEndoneurium Membungkus satu serat sarafSerat kolagen dan retikulin halus serta sel fibroblasBerhubungan dengan selubung Schwann

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Pembungkus serat saraf TepiPerineuriumMembungkus satu berkas serat saraf (fasikulus) yang terdiri atas beberapa serat sarafSerat-serat kolagen dan sel-sel fibroblasEpineuriumMembungkus satu bundel serat saraf (bundles of nerve fibers) yang terdiri atas beberapa fasikulus

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Ujung Saraf (Nerve Ending)3 kelompok ujung sarafPada otot skeletalCakram motorik (motor end plate). Motorik (efektor)Gelendong otot (muscle spindle) . Sensorik (aferen)Pada EpitelUjung akhir saraf bebasPada jaringanBadan Vater Paccini, Badan Meissner dll

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Cakram Motorik (motor end plate)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Badan Meissner dan Vater Paccini

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Gelendong Otot (muscle spindle)

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*REGENERASI JARINGAN SARAF

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the nervous tissueRegeneration in the peripheral nerve tissueRegeneration in the central nervous tissue

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/HistologiA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveWhen a peripheral nerve fiber is injured/transectedInitiate a series of structural and metabolic eventsAxon reactionRepair the damageRegenerate the processRestore the function

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveReaction to the trauma is characteristically localizedLocal changesAnterograde changesRetrograde changes

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveLocal reactionAt the site of damageSevered ends retract away from each otherCut membrane of each stump fusesCover the opened damage endsPreventing loss of axoplasm Accumulation of material delivered by axoplasmic flowInvasion of macrophage to the damage area and phagocytose the debris

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveAnterograde reactionDistal to the site of damageHypertrophy and degeneration of axon terminal within 1 weekContact with the postsynaptic membrane is terminatedProliferation of Schwann cellsPhagocytose the remnants of the axon terminal and myelin sheathOccupy the synaptic spaceThe connective tissue covering of the nerve is unalteredAlso called as Wallerian degeneration

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveRetrograde reactionproximal to the site of damageHypertrophy of perikaryon of the damage neuronAlso called as chromatolysis reactionLast several monthActively produce ribosome and various macromoleculesNissl bodies disperseNucleus displace

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveRetrograde reactionproximal to the site of damageDegeneration of the proximal axon stump and surrounding myelin sheathSeveral sprouts of axon emerge from the proximal axon stumpEnter the connective tissue sheath guided by Schwann cells to the target cellThe sprout reaches the target cell fist forms a synapse whereas the other sprouts degenerate

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveNeuromaA swelling in the terminal of nerve fiber at the site of damageWhen there is an extensive gap between the distal and proximal segments when the distal segment disappears altogether ( as in the case of amputation of a limb) Formed by the newly grown nerve fibers can be the source of spontaneous pain

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerve

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveTransneuronal degenerationDegeneration of the cell or tissue due to the defect/ injury occurred in its neuronal cell or its nerve fiber

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the peripheral nerveSeveral factors influenced the regeneration of nerve fiberThe distance between proximal and distal stumps of axonInfectionScar tissueNutrition

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the central nervous tissueDamage in the central nervous tissue is permanentThe neuronal cells have no capacity to proliferateThe connective tissue is absent in the CNSReaction of Glial scarInjured cells within the CNS are phagocytosed by microgliaThe liberated space is occupied by proliferation of glial cells which forms a cell mass called glial scars

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*Regeneration in the nervous tissueIn contrast to the nerve cells, neuroglia of the central nervous system and Schwann cell and ganglionic satellite cells of the peripheral nervous system are able to divide by mitosisThe space in the central nervous system left by nerve cells lost by injury or disease are invaded by neuroglia

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi

  • *Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/Histologi*

    Aspek Histologi Dalam Neurosains/AAJ/HistologiA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    A.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam NeurosainsA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam NeurosainsA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam NeurosainsA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam NeurosainsA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam NeurosainsA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam NeurosainsA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam NeurosainsA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam NeurosainsA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUIA.Aulia Jusuf/Radiana D.Antarianto/Histologi FKUI*Aspek Histologi Dalam Neurosains*

    Aspek Histologi Dalam Neurosains