bpkm neurosains fk untan 2014

of 21 /21
BUKU PEDOMAN KEGIATAN MAHASISWA MODUL NEUROSAINS SEMESTER II TAHUN AJARAN 2013/2014 Disusun Oleh: Tim Penyusun Modul Neurosains TA 2013/2014 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA 2014 BPKM NEUROSAINS/TA2013-2014 1

Author: juwitavalen

Post on 24-Nov-2015

46 views

Category:

Documents


7 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

BPKM NEUROSAINS FK UNTAN 2014

TRANSCRIPT

BUKU PEDOMAN KEGIATAN MAHASISWAMODUL NEUROSAINS

SEMESTER II TAHUN AJARAN 2013/2014

Disusun Oleh:

Tim Penyusun Modul Neurosains TA 2013/2014

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2014

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Neurosains merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari sistem saraf. Neurosains mencakup berbagai disiplin ilmu antara lain fisiologi, anatomi, biokimia, farmakologi, neurologi dan beberapa disiplin ilmu terkait.

Saat ini ilmu neurosains berkembang cukup pesat di dunia kedokteran. Berbagai penelitian berhasil mengungkapkan rahasia yang terdapat dalam sistem saraf. Berbagai ilmu telah dikembangkan terkait sistem neurosains tersebut. Neurosains saat ini menjadi dasar pengembangan ilmu kedokteran baik pre klinik dan klinik. Maka dari itu perlu disusun suatu sistem pemelajaran neurosains bagi mahasiswa kedokteran yang meliputi bidang pre klinik dan penerapannya di bidang klinik. Mahasiswa diharapkan mampu mengetahui struktur, sistem, kelainan, serta penyakit yang terdapat di bidang neurosains.

II. Tujuan

1. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai neurosains melalui berbagai ilmu yang terkait2. Mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai kondisi normal dan patologis yang berkaitan dengan neurosains1. Tujuan Khusus

Setelah menyelesaikan Modul Neurosains, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Berkomunikasi disertai empati

2. Mendengar aktif

3. Memberi informasi secara efektif

4. Menggunakan bahasa verbal dan tertulis secara efektif

5. Menggunakan teknologi komputer secara efektif

6. Berpikir kritis dalam mensintensis dan analisis data khususnya di bidang neurosains dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar (biomedis).

7. Menjelaskan mekanisme dasar dengan mengintegrasikan berbagai ilmu-ilmu dasar bidang neurosains

8. Menjelaskan mekanisme yang mendasari berbagai masalah neurosains

9. Mengidentifikasi masalah neurosains

10. Menjelaskan masalah neurosains secara obyektif dari berbagai sudut pandang

11. Menganalisis kemungkinan penyelesaian masalah berdasarkan informasi yang diperlukan

12. Menganggap umpan balik hasil kerja sebagai bagian dari pendidikan

13. Mengenali isu dan dilema etik serta masalah medikolegal berkaitan dengan masalah neurosains dan mengetahui kapan dan bagaimana mendapatkan bantuan pakar atau sumber lain dalam menyelesaikan pilihan etik dan medikolegal tersebut

14. Peka terhadap tata nilai di masyarakat dan mampu memadukan pertimbangan moral dan memiliki keterampilan untuk memutuskan masalah etik yang berhubungan dengan bidang neurosains15. Membuat rencana riset atau solusi masalah neurosains16. Menilai hasil kegiatan riset bidang neurosains17. Melaporkan hasil kegiatan riset/solusi bidang neurosains

Lingkup bahasan Modul Neurosains meliputi:

Embriogenesis/histogenesis sistem saraf

Biologi molekular sel saraf

Neuroanatomi dan Neurohistologi

Neurokimiawi

Neurofisiologi

Neuroimaging

Neurologi

Neurobehaviour Neuroimunologi Neuro Rehabilitasi Neuropatologi:

Telaah selular etiopatogenesis dan patofisiologi terhadap 5 kelompok patologik sistem saraf

1. Kelainan bawaan (kongenital)

2. Trauma

3. Infeksi

4. Neoplasma

5. Degenerasi

yang melandasi 10 gejala klinik/kelainan/penyakit sistem saraf yang sering ditemukan di Indonesia/regional sesuai visi dan misi FKUI

1. Trauma kapitis

2. Gangguan vaskular

3. Infeksi

4. Neuropati

5. Proses degeneratif

6. Neoplasma

7. Kelainan kongenital

8. Kelainan metabolik

9. Penyakit autoimun

10. Sindroma otak organik

Lingkup bahasanPokok BahasanSub-pokok Bahasan

Embriogenesis sistem sarafNeuroembriogenesis sistem saraf dan neurohistogenesis jaringan sarafDiferensiasi sel induk

Diferensiasi dan maturitas sel komponen sistem saraf

Anatomi sistem sarafSistem saraf pusat

Anatomi susunan saraf pusat: serebrum, serebelum, batang otak dan medulla spinalis

Jaras-jaras saraf

Sawar darah otak

Sistem saraf periferAnatomi susunan saraf perifer: saraf kranial dan saraf perifer (somatik, otonom, sistem kromafin)

Pencitraan pada sistem sarafPrinsip dasar pencitraan yang meliputi aborsi, refleksi, difraksi, interferensi, resonansi gelombang elektromagnetik dan gelombang mekanik

Analisis hasil pencitraan

Histologi sistem sarafStruktur sel sarafStruktur membran sel

Protein membran sel

Komponen intrasel lainnya

Struktur sel glia

Jenis dan komponen sel glia

Struktur sinapsJenis sinaps

Pra dan pascasinaps

Komunikasi antar sinaps

Faktor kimiawi sistem saraf

Mikro dan makro nutrienMikro dan makronutrien yang berperan pada susunan saraf

Transmisi impuls saraf

Komunikasi antar selTransduksi sinyal

1st massenger dan 2nd massenger

Peran ion kalsium

Pompa ATPase

Neurotransmiter

Neuromodulator dan neuropeptida

Farmakologi obat sistem sarafFarmakokinetik, farmakodinamik tempat dan cara kerja obat pada sistem saraf

NeurofisiologiPrinsip transduksi sinyal rekaman biofisikaPerubahan resistensi, kapasitansi dan induktansi (LRC)

Kegiatan listrik sel saraf (Biolistrik)Depolarisasi, repolarisasi, hiperpolarisasi, potensial aksi

Fisiologi komunikasi sistem sarafNeurofisiologi sinaps, IPSP dan EPSP, sumasi ruang dan sumasi waktu, hambatan sinaps, plastisitas sinaps dan Neurofisiologi refleks

Fisiologi Integrasi Sistem SarafSistem sensomotorikSistem aferen dan eferen

Sistem saraf otak

Sistem saraf otonomSistem saraf simpatis dan parasimpatis

SomatosensorikRaba, nyeri, suhu

Fungsi sistem saraf pusat/ Dasar-dasar neurofisiologi perilaku dan kognisi

Kesadaran, tidur dan terjaga/ waspada

Proses pemelajaran dan memori, komunikasi verbal dan nonverbal, motivasi, emosi, perhatian

Telaah selular neuropatologi Trauma

Gambaran kerusakan saraf

Gangguan vaskularInfark, CVA, CVD

Gangguan Aliran Likuor serebrospinal

hidrosefalus

Kelainan Kongenitalmeningokel, spina bifida, vaskuler

InfeksiPatogenesis infeksi sistem saraf oleh virus, bakteri, parasit, jamur

NeoplasmaPrimer, sekunder

Proses DegeneratifNeuron, neuroglia, vaskular dan sel penunjang lain

Lain-lainKelainan metabolik primer dan sekunder, autoimun

DAFTAR RUJUKAN

Histologi

1. Gartner LP, Hiatt JL, Editors. Color Textbook of Histology. Philadelphia: W.B. Saunders Company; 20072. Fawcett DW, Jenish RP.Bloom and Fawcett A Textbook of Histology. New York: Chapman &Hall; 1997

3. Young B, Heath, J.W. Wheaters Functional, Histology: A Text and Color Atlas. London: Churchill livingstone; 2006

Fisiologi

4. Sherwood L. Human Physiology from cells to system, 7th ed. Australia. Brooks/Cole Cengange Learning. 2011. 5. Silverthorn DU. Human physiology: an integrated approach. 5th ed. San Francisco. Pearson Education, Inc. 2010. 6. Bear MF, Connors BW, Paradiso MA. Neuroscience exploring the Brain, 3rd ed. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. 2007.Anatomi

7. Snell, Richard. Clinical Neuroanatomy. 6th Edition. 2006. Lippincott Williams and Wilkins.

8. Rubin M and Safdieh J. Netter's Concise Neuroanatomy. Elsevier. 2004.

Biologi

9. Carlson BM. Pattens Foundation of Embriology. 6thed. New York: Mc. Graw-Hill Inc; 1996

10. Arey LB. Developmental Anatomy. 7th ed. London: W.B. Saunders Comp; 1974

11. Donkelaar HJT, Lammens M, Hori A. 2006. Clinical Neuroembryology: Development and Developmental Disorders of the Human Central Nervous System (e-BOOK). Springer- Verlag Berlin Heidelberg Germany.Biokimia

12. Karp G. Cell and Molecular Biology. 6th ed. New York: John Wiley & Son; 2010

13. Marks DB, et al. Basic Medical Biochemistry. 3rd ed. Baltimore: William Wilkins; 2009

14. McKee T, et al. Neurotransmitter in Biochemistry. 3rd ed. New York: Mc Graw-Hill; 2003

15. Murray RK, et al. Harpers illustrated Biochemistry. 28th Ed. New York: McGraw-Hill Medical publishing;2009

Patologi Anatomi

16. Underwood JCE, editors. General and Systematic Pathology. 3rd Edition. London: Churchil Livingstone; 2000

17. Macfarlane PS, Reid R, Callander R. Pathology Illustrated. 5th Ed. London: Churchill Livingstone; 2000

18. Cotran RS, Kumar V, Collins T, Robbins LS. Robbins Pathologic Basis of Diseases. 7th Ed. Philadelphia: WB Saunders; 2003

Farmakologi

19. Nestler EJ, Hyman SE, Malenka RC. Molecular Neuropharmacology: A Foundation for Clinical Neuroscience. New York: McGraw-Hill; 2001

20. Katzung BG. Basic and Clinical Pharmacology. 11thed. New York: McGraw-Hill Professional; 200921. Mims CA, Dockrell H, Roitt I, Georing R, Wakelin D, Zuckerman M. Medical Microbiology. 3rd Ed.Edinburg: Mosby; 2004

22. Goodman and Gillman, 12ed

Mikrobiologi

23. Struthers JK, Western RP. Clinical Bacteriology. Washington DC: ASM Press; 2003

24. Flint SJ. Principles of Virology: Molecular Biology, Pathogenesis and Control. Washington DC: ASM Press; 2000

Parasitologi

25. Gillespie SH, Pearson RD, Editors. Principles and Practice of Clinical Parasitology. New York: John Wiley & Sons; 2001

26. Roberts LS, Jannovy J, Jannovy JJ, Schmidt GD. Gerald D. Schmidt & Larry S. Roberts' Foundation of Parasitology. New York: The McGraw-Hill Companies; 2004

Gizi

27. Gibrey MJ, Maedonald IA, Roche HM. Nutrition and Metabolism. Oxford: Blackwell Science; 2003

1. RENCANA PERKULIAHAN MODUL NEUROSAINS TA 2013/2014NONAMA PERKULIAHANNARA SUMBERDEPARTEMEN

1.KULIAH PENGANTARPJ MODUL

2.NEUROTRANSMITER

TRANSDUKSI SINYALdr. Andriani,

M.BiomedDEPT. BIOKIMIA

3.NEUROANATOMI-1

NEUROANATOMI-2dr. Arif Wicaksono, M.BiomedDEPT. ANATOMI

4.NEUROEMBRIOGENESISdr. Arif Wicaksono, M.BiomedDEPT. ANATOMI

5.GIZI UNTUK OTAK 1

(NUTRITION AND THE BRAIN)Agustina Arundina,Sgz,MPHDEPT. KEDOKTERAN KOMUNITAS

6.NEUROHISTOLOGIdr. Heru Fajar Trianto, M.BiomedDEPT. HISTOLOGI

7.NEUROPATOLOGIdr. M. Inam Ilmiawan, M.Biomed

DEPT. PATOBIOLOGI

8.BIOLISTRIKFISIKA MIPA

9.NEUROIMUNOLOGIdr. Rangga Putra NugrahaDEPT. MIKROBIOLOGI

10.PRINSIP NEUROFISIOLOGI DAN NEUROBEHAVIOURdr. Willy Handoko,M.Biomed

DEPT. FISIOLOGI

11.FISIOLOGI INTERRASI SISTEM SARAFdr. Willy Handoko,M.BiomedDEPT. FISIOLOGI

12.BEDAH SARAFDEPT. KLINIK ILMU BEDAH

13.PRINSIP NEUROIMAGINGDEPT. KLINIK RADIOLOGI

14.NEUROPSIKIATRIKDEPT.KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA

15.NEUROSAINS DALAM APLIKASI KLINIS NEUROLOGIDEPT. KLINIK ILMU PENYAKIT SYARAF

16.ANALGETIK dan ANTIPIRETIKdr. Ita ArmyantiDEPT. FARMAKOLOGI

17.TERATOGENIKdr. Iit FitrianingrumDEPT. FARMAKOLOGI

18.MIKROBIOLOGIdr. Delima Fajar LianaDEPT. MIKROBIOLOGI

19.PARASITOLOGIDEPT. PARASITOLOGI

20.KULIAH KETRAMPILAN PEMERIKSAAN N. KRANIALISdr. An An,M.Sc, Sp.SDEPT. KLINIK ILMU PENYAKIT SYARAF

21.NEUROREHABILITASIDEPT. KLINIK REHABILITASI MEDIK

22.BIOETIKA : CADAVER, ABORSI (KELAINAN KONGENITAL NEUROSAINS), SEL PUNCAdr. M. Asroruddin, Sp.MDEPT. BIOETIKA dan HUMANIORA KEDOKTERAN

2. DISKUSI KELOMPOK MODUL NEUROSAINS

PEMICU 1DK1-P1

DK2-P1MINGGU 1PLENO 1 - MINGGU ke

DEPT. HISTOLOGI, GIZI ANATOMI

PEMICU 2DK1-P2

DK2-P2MINGGU 2PLENO 2 MINGGU ke

DEPT. HISTOLOGI, ANATOMI, BIOKIMIA

PEMICU 3DK1-P3

DK2-P3MINGGU 3PLENO 3- MINGGU ke

DEPT. ANATOMI, FISIOLOGI, NEUROLOGI

PEMICU 4DK1-P4

DK2-P2MINGGU 4PLENO 4- MINGGU ke

DEPT. NEUROLOGI, FARMAKOLOGI, ILMU KESEHATAN JIWA

3. Praktikum Prak. BIOKIMIADEPT. BIOKIMIA

Prak. ANATOMI

DEPT. ANATOMI

Prak. HISTOLOGIDEPT. HISTOLOGI

Prak. PADEPT. PATOBIOLOGI

Prak. BIOLISTRIK FISIKAFISIKA MIPA

Prak. FISIOLOGIDEPT. FISIOLOGI

KUMPULAN PEMICU Pemicu 1: Kelainan Kongenital Seorang bayi laki-laki usia 7 hari dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan terdapat benjolan di daerah tulang belakang. Benjolan ada sejak bayi lahir, bila di tekan akan mengempis dan bila dilepas akan menonjol lagi. Dokter menduga bayi tersebut menderita spina bifida.. Kelainan tersebut terjadi karena tidak sempurnanya penutupan tabung saraf saat perkembangan janin. Ibu pasien khawatir penyebab benjolan pada anaknya tersebut dikarenakan jumlah asupan makanan saat hamil kurang?Pemicu 2Irin, 18tahun, mahasiswi tingkat pertama fakultas kedokteran negeri di pontianak. Ia merasa suntuk dengan perkuliahamnya saat ini, yang menuntut konsentrasi tinggi dan daya ingat yang baik. ia ingin merefresh pikirannya dengan pergi ke bioskop. Ia menonton film terbaru, transcendense. Salah satu hal yang dibahas dalam film itu adalah tentang kecerdasan buatan, peran neurotransmitter dalam pengaturan emosi/mood, serta percepatan regenerasi neuron. Di film itu juga ditunjukkan bahwa, otak mempunyai kemampuan untuk pengaturan gerak dan emosi. Saat ini, irin sedang mengikuti modul neurosains. Akhirnya timbul pertanyaan di dalam diri irin, apakah fungsi otak hanya untuk belajar? Bagian mana dari otak yang mempunyai kemampuan utk penyimpanan memori? Siapa pengatur emosi/mood? Neuron mampu regenerasi, benar atau salah? Pusat pengaturan gerak diotak terletak dimana? Potensi stem cell? Aplikasi sel punca dalam pengobatan?

Ia akhirnya mencoba mencari literatur dan memutuskan untuk mengajukan pertanyaan tersebut saat kuliah fisiologi berikutnya.

Pemicu 3 : lumpuh dan gangguan sensorisSeorang bintang film terkenal, Tn. Raffea, 35 tahun, terjatuh dari kudanya saat mengikuti acara cross country. Pada saat jatuh, kepalanya terbentur tanah. Ia tetap sadar, tetapi tidak dapat menggerakkan kedua tangan dan kakinya. Pada saat temannya menyentuh tangannya, ia tidak dapat merasakannya. Ia terlihat bernafas dengan tersengal-sengal. Ambulans segera datang dan membawanya ke rumah sakIt.

Pemicu 4 : Nyeri KepalaSeorang penyanyi terkenal, Nn. Sahreni, 35 tahun, sering mengeluhkan nyeri pada kedua sisi atas kepalanya. Nyeri juga kadang-kadang dirasakan di daerah sekitar mata. Keluhan ini dirasakannya sejak 3 bulan terkahir ini. Riwayat trauma dan penyaklit lain disangkal oleh pasien. Biasanya jika nyeri ini timbul, pasien makan obat analgetik yang dibelinya di apotik, yaitu yang berisi asam mefenamat ataupun yang berisi campuran metampiron dan vitamin neurotropic. Tetapi, sejak beberapa hari ini, obat itu sudah tidak mampu menghilangkan keluhan pada pasien. Ia juga mengaku bahwa ia baru saja diputuskan oleh tunangannya, sehingga rencana pernikahan mereka batal. Keluhan mual, muntah disangkal.Tugas karya tulis kelompok

1. Memori jangka pendek dan jangka panjang

2. Sel punca dalam aplikasi neurosains

3. Etika rekayasa genetika : kloning

4. Etika rekayasa genetika : terapi sel punca

5. Kecerdasan manusia dan artificial intelegence

6. Etika : deteksi dini kelainan neurologi dan aborsi

7. DHA,EPA,ARA, dan Omega3 terhadap memori jangka pendek

8. Toksoplasmosis dan hidrosefalus

Petunjuk untuk mahasiswa

A. Tugas dikerjakan secara berkelompok, dengan menggunakan kelompok diskusi yang telah ditetapkan akademik

B. Waktu pengerjaan tugas adalah 6 minggu (dimulai dari hari pertama modul hingga hari terakhir di modul neurosains)

C. Tugas diketik dengan menggunakan kertas ukuran A4, huruf times news roman ukuran 12, dengan ukuran spasi 1, dengan jumlah halaman minimal 5 (tidak termasuk cover), dan maksimal 10 halaman

D. Daftar pustaka yang digunakan harus valid, dengan mencantumkan jurnal/text book/lainnya minimal 5 tahun terakhir

E. Tugas ini merupakan salah satu prasyarat agar nilai modul neurosains mahasiswa dapat diolah oleh tim PJ modul

BPKM NEUROSAINS/TA2013-2014 19