manfaat teh hijau pada penyakit alzheimer

Download manfaat teh hijau pada penyakit alzheimer

Post on 21-Jun-2015

1.269 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li> 1. SIDANG KTI MANFAAT TEH HIJAUPADA PENYAKIT ALZHEIMERMarcella Aprilia Lonatrista 2007-060-160 Christian Djaja Atmadja 2007-060-162 1</li></ul><p> 2. AbstrakTeh hijau terbukti dapat menghambat progesivitas penyakitAlzheimer. Kandungan polifenol pada teh hijau; EGCG(epigallokatekin-3-gallate); memiliki efek neuroproteksi,antioksidan dan pelarut besi.Efek neuroprotektif EGCG ditunjukkan dengan mengaktivasiprotein kinase C (PKC), menekan ekspresi inducible nitricoxide synthase (iNOS), mensupresi pembentukan nitricoxide (NO) dan peroksinitrit, melindungi sel dari keracunandan mampu mencegah proses apoptosis denganmengurangi ekspresi Bax (pro-apoptosis).EGCG terbukti dapat mengubah struktur plak amiloidmenjadi agregat protein yang tidak berbahaya bagi sel. 3. AbstrakEfek antioksidan EGCG terbukti dengan kemampuan EGCG mencariradikal bebas dan membuangnya serta meregulasi aktivitas enzim-enzim antioksidan. EGCG dapat berperan langsung dalam prosesterbentuknya radikal bebas dengan menjadi zat teroksidasi olehradikal bebas. Efek antioksidan dari EGCG ini dapat mencegahproses peroksidasi lipid dan protein yang dapat menyebabkankematian sel saraf.Efek terakhir dari EGCG ialah sebagai pelarut besi sehingga dapatmenurunkan akumulasi besi pada otak yang mengakibatkanpenekanan translasi APP mRNA yang dapat mencegahneurodegenerasi pada otak. Dengan adanya kumpulan berbagaiartikel mengenai manfaat teh hijau ini diharapkan akan bergunabagi masyarakat dan pihak yang membutuhkan.3 4. BAB IPENDAHULUAN 5. Latar Belakang Aging Perubahahan fisik dan mental (demensia) Penyebab paling sering adalah Alzheimer(15 juta penderita) Angka penderita Alzheimer diperkirakan akan terusmeningkat di dalam dan di luar negeri Alzheimer sering tidak disadari Banyak sekali zat makanan yang diteliti danmampu mencegah Alzheimer Salah satunya adalah teh hijau 6. Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat Rumusan masalah Bagaimana pengaruh teh hijau terhadap penyakitAlzheimer ? Tujuan Umum Mengetahui manfaat konsumsi teh hijau terhadappencegahan penyakit Alzheimer pada manusia Tujuan Khusus Mengetahui bagaimana kerja teh hijau pada penyakitAlzheimer Mengetahui zat-zat aktif yang terkandung di dalamteh hijau yang berfungsi sebagai agen neuroprotektif 7. Rumusan Masalah, Tujuan, dan ManfaatManfaat Penulisan Bagi Peneliti Memberikan gambaran penelitian terbaru tentangpengaruh teh hijau pada penyakit Alzheimer Berpikir ilmiah dan cerdas Bagi Pendidikan Informasi baru mengenai teh hijau Membangkitkan rasa ingin tahu peneliti lain Bagi Masyarakat Informasi baru mengenai pencegahan penyakitAlzheimer Menurunkan angka kejadian Alzheimer 8. Ruang Lingkup dan MetodologiPenulisan Ruang Lingkup Penulisan Dibatasi pada penyakit Alzheimer sertamekanisme kerja zat aktif teh hijau dalammencegah penyakit Alzheimer Metodologi Penulisan Studi Pustaka Pencarian jurnal ilmiah lima tahun terbaru 2006 2010 melalui internet dan perpustakaan Ditulis ulang secara sistematis dan dibahas secaramendalam 9. BAB IITINJAUAN PUSTAKA 10. Definisi dan Etiologi Demensia adalah suatu sindromapenurunan kemampuan intelektual progresif ygmenyebabkan deteriorasi kognisi &amp; fungsional Penyakit Alzheimer adalah suatu penyakitdegeneratif yang disebabkan penyusutan otakdan merupakan penyebab demensia yangtersering dan belum ada penyembuhannya 11. Definisi dan Etiologi Etiologi penyakit Alzheimer masih belum jelas Ada pengaruh genetik Hubungan keluarga antara penderita Alzheimer Gen Apolipoprotein E Sindroma Down Mutasi APP Mutasi Presenilin 1 Mutasi Presenilin 2 12. Faktor Resiko Usia Merokok Defisiensi asam folat dan vitamin B12 Tingkat pendidikan rendah Tinggal di daerah pedesaan Ada riwayat gangguan psikiatri Trauma kepala Penyakit KV, hipertensi, diabetes,hiperkolesterolemia dan obesitas 13. PatogenesisKelainan Protein pada Penyakit Alzheimer -amyloidAmyloid Precursor Protein proteolisisNon-amyloidogenikAmyloidogenik-sekretase-sekretase-sekretase-sekretaseA non toksikA toksik (A42) agregasi Plak amyloid13 14. Patogenenesis Kelainan Protein Protein Tau: normalnya berfungsi utk menstabilkan danmembantu pembentukan mikrotubulus Protein Tau hiperfosforilasiNeurofibrilarry tangelssitotoksik 15. Patogenesis Kelainan pada Sinaps Stadium ringan: Stadium lanjut: Penurunan jumlahcelah sinaps melebar, Penurunanprotein vesikel sinapsputus hubungan dgn fungsi(synapthophysin)sel saraf di seberang sinapskognitif EndositosisGangguanreseptor permukaanpelepasanMempercepat N-metil-D-aspartat neurotransmiterPeptida Aproses &amp; gangguan arus &amp; -amino-3-hidroksil-5- ion pada metil-4-isoxazolereseptor postpropionic acidsinaps15 16. Patogenesis Disfungsi mitokondriaPeptida A menghambat kerja enzim mitokondria pada otak mengganggu transpor elektron &amp; konsumsi oksigen gangguan potensial membran mitokondria Mitokondria yg telah rusak Melepaskan radikal bebas Kerusakan pada sel 16 17. Patogenesis Keadaan stress oksidatif pada penyakit Alzheimer Peptida AMasuk ke dalam membran sel saraf dan sel glialA membentuk radikal bebas yg berasal dari proses reduksi ion metalMenyebabkan peroksidasi lipid &amp; oksidasi protein membran sel Secara langsung oleh A Kerusakan membran sel saraf &amp; sel glial Tidak langsung: melalui produk hasilMembran sel kehilangan integritasperoksidasi lipid oleh radikal bebas (HNE &amp; akrolein)Menimbulkan disfungsi seluler Inhibisi ionKehilangan Inhibisi glutamateKehilangan Gangguanmotive ATP-asehomeostasis uptake system fungsi protein pengirimanCa2+transpor sinyal Aktivasi nuclearTranscription Aktivasi jalur KEMATIAN SELfactor apoptosisSARAF 17 18. Patogenesis Akumulasi besi pada penyakit Alzheimer:jumlah serum besi yg ditranspor ke sel saraf jumlahnya abnormalGangguan pada sawar otakpelepasan Fe2+ dari ferritin+ ion besi menyebabkan agregasi Meyebabkan peptida Atimbulnya Labile Fe Pool Radikal bebasStress oksidatif Aktivasi enzim prolylDegradasi HipoksiaPenurunan regulasi Iron hydroxylaseInducible Factor 1Regulatory ProteinTranslasi APP mRNA Kemampuan bertahan hidup Sel saraf menurunNEURODEGENERASI18 19. Manifestasi Klinis Demensia Afasia Aphraxia Gangguan psikiatrik Gejala ekstrapiramidal Kejang epileptik 19 20. Manifestasi Klinik Demensia dibagi menjadi 3 stadium : Stadium awal (tahun pertama dan kedua) Kesulitan berbahasa Disorientasi waktu dan tempat Pasif dan tidak ada motivasi Perubahan suasana hati Depresi, anxietas Marah, agresif Kehilangan minat akan kegemaran dan aktivitas 20 21. Manifestasi Klinis Stadium pertengahan (tahun kedua - kelima) Kesulitan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari Sangat pelupa Tidak dapat melakukan aktivitas essensial Sangat bergantung pada keluarga Mengulang-ulang pertanyaan Tidak mandiri Pola tidur terganggu Mudah tersesat Mengalami halusinasi 21 22. Manifestasi Klinis Stadium akhir (tahun kelima dan seterusnya) Ketergantungan total Gangguan memori yang serius Tidak mengenali orang-orang disekitarnya Sulit sekali untuk berbicara Sulit menerima hal baru Sulit dalam berjalan Inkontinensia urin dan inkontinensia alvi Menunjukkan tingkah laku yang tidak sepantasnya Hanya dapat duduk atau berbaring 22 23. Diagnosis Alzheimer Mini Mental State Examination (MMSE)sensitivitas 87%, spesifitas 82%demografi subyek penelitian sama(umur,pendidikan) Diagnosa molekuler: pemeriksaan mutasi genetikpada gen APP, presenilin 1, dan presenilin 2. Diagnosa definitif : pemeriksaan neuropatologisdengan menemukan plak senilis danneurofibrillary tangles23 24. Diagnosa Penunjang CT Scan dan MRI Atrofi otak dan pembesaran ventrikel EEG Memberikan gambaran perlambatan yang difus SPECT (Single Photo Emission tomography) Melihat aliran darah cerebral PET Scan (Positron Emission Tomography) Aktivitas otak yang berkurang 24 25. Pengobatan Kolinesterase inhibitor Untuk mencegah pemecahan asetilkolin agarfungsi kognitif tetap terjaga Vitamin E : monoterapi atau kombinasidengan kolinesterase inhibitor Terapi simtomatik Depresi : Selective Serotonin Reuptake Inhibitor Apati : obat psikostimulan Gangguan tingkah laku : obat anti psikotik 25 26. Pencegahan Obat-obatan Antiinflamasi Konsumsi red wine Berpartisipasi dalam kegiatan yangmerangsang fungsi kognitif Melatih fungsi kognitif dapat menurunkanresiko penyakit Alzheimer 26 27. Teh Cammelia sinensis: famili Theaceae Paling banyak dikonsumsi di dunia, kedua setelah air Tanamannya berupa semak/pohon, selalu hijau Dapat tumbuh sampai 9 meter,tapi untuk dibudidayakan hanya 1,5 meter 27 28. Teh Daun tehBunga tehwarna: hijau tuawarna: putih, beraromabentuk: ovalberkelompok/ sendiri-tepi daun: bergerigisendiri Tumbuh di Asia Timur, menyebar sampai ke Timur Tengah dan benua Afrika Teh terbaik dipetik dari dua daun teratas dari tiap rantingnya, ditanam pada ketinggian 4000 m di atas permukaan laut Perbedaan dalam pemetikan &amp; cara memproses daun teh menyebabkan teh berbeda-beda jenis dan kualitas28 29. Jenis-Jenis Teh dan ProsesPembuatannya 29 30. Teh Hijau 10% produksi teh seluruh dunia Berwarna kehijauan, rasa teh ringan/ tidak terlalu pahit tidak dioksidasiProses Pembuatan Teh HijauProses PelayuanTujuan: mengurangi kadar air dengan melewatkan daunteh pada silinder panas selama 5 menit/ ditiup denganmenggunakan udara panas sehingga kadar air turunmenjadi 60-70%Proses Pendinginan Tujuan: mendinginkan daun teh setelah dilayukan agardapat diproses lebih lanjut 30 31. Proses PenggulunganTujuan: memecah sel-sel daun sehingga zat-zat yg adadalam sel keluar dan menyebabkan rasa teh menjadi sepatDaun teh digulung dengan mesin/ tangan selama 15-30menitProses PengeringanDikeringkan pada suhu 110-135 C selama 30 menitTujuan: membuat zat yg ada dalam teh menjadi semakinpekatProses Pemilihan Daun teh yg sudah selesai diproduksi kemudian dipilihsesuai dengan kualitas / bagian yg diinginkan31 32. Teh Oolong Persilangan teh hijau dengan teh hitam Rasanya menyerupai buah daun teh mengalami fermentasi sebagian Teh Putih jenis yg langka Berasal dari daun teh muda yg dipetik sebelum tunasnyaterbuka Warna lebih terang, rasa lebih halus Proses yg sederhana membuat daun teh tidak banyakberubah dari keadaan alaminya Teh Hitam paling populer berwarna kemerahan Kandungan polifenol: theaflavins &amp; thearubigin 32 33. Zat yg Terkandung di Dalam Teh Hijau 33 34. Zat yg Terkandung di Dalam Teh HijauKatekinKafeinTaninMakromolekul yg Larut dalam AirFlavonoidVitamin34 35. Katekin Teh hijau mengandung zat polifenol (katekin) yg memiliki efekantioksidan yg poten (lebih kuat dari vitamin C) termasuk dalam kelompok flavonoid menyebabkan rasa teh menjadi sangat khas Kandungan katekin 30-45% dari berat keseluruhan ekstrak tehhijau padatDalam teh hijau terdapat 4 jenis katekinSetiap 100 gr daun teh mengandung1. EGCG (Epigallokatekin-3-gallate)9170-14900 mol (59%)2. EGC (Epigallokatekin)8060-17900 mol (19%)3. ECG (Epikatekin-3-gallate) 1400-2350 mol(13,6%)4. EC(Epikatekin) 2360-5800 mol (6,4%)35 36. Katekinfungsi: - antiinflamasi yg poten - efek anti tumor - efek anti-angiogenik36 37. Gambar2. Stuktur kimia EC, ECG, EGC, EGCG,theaflavins, thearubigins 37 38. Kafein 1,3,7-trimetilxantin Ada dalam kopi, teh, coklat Sebagai zat tambahan minuman penambah energi Dalam secangkir teh terdapat 50 mg kafein Dibutuhkan konsumsi 6,5 mg/kgBB kafein utkmenghasilkan efek ergogenik sebelum latihan fisik ygmemerlukan ketahanan Efek kafein terhadap tubuh manusia: diuretik,stimulan otot jantung &amp; SSP, relaksasi otot polos 38 39. Tanin -gluthamileethylamide 1-2% dari ekstrak teh hijau jepang Mewakili lebih dari 50% kandungan asam amino didalam teh Tanin menyebabkan rasa teh hijau jepang berbeda(umami) Memiliki efek terhadap SSP Pemberian pada kadar tertentu menyebabkantimbulnya gelombang pada otak (relaks) Menginhibisi absorbsi Fe non-heme: menyebabkananemia39 40. Makromolekul yg Larut Dalam Air1. GTND (green tea non-dialysate)-Memiliki efek anti tumor2. Heteropolisakarida-Memiliki efek anti-hiperglikemia40 41. Flavonoid kaempherol, quercetin, myricetin,&amp; derivatnya Efek flavonoid pada tubuh:- mencegah halitosis- agen protektif terhadap lipid peroksidase pada membran sel- anti-mutagenik- inhibisi dari tumor activating factor,inhibisilipooksigenase (mengoksidasi lemak tak jenuh menjadiperoksida), inhibisi pelepasan histamin- antihipertensi, antifungal, antiviral, anti-oksidan- diuretik41 42. Vitamin Teh hijau kaya vitamin antioksidan seperti:- vitamin C (6 mg vit.C dalam 100 ml air teh)- vitamin E tidak larut air, diperlukan- carotene konsumsi daun tehnya sendirimemiliki efek antitumor dan dapat menekanpenuaan42 43. Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan Efek neuroprotektif pada penyakit Alzheimer,Parkinson dan gangguan penuaan lainnya Efek antikarsinogenik &amp; antimetastasis:-pencegahan kanker prostat-pencegahan pertumbuhan tumor pada paruEfek menguntungkan pada penyakit kardiovaskular:- antihipertensi- antihiperkolesterolemia &amp; arterosklerosis 43 44. Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan Meningkatkan kesehatan mulut Mengontrol berat badan Memiliki efek antiinflamasi Efek antibakteri &amp; antivirus Efek proteksi terhadap sinar UV antifibrotik44 45. Bab III Metodologi Penelitian Karya tulis ini dibuat dengan metode tinjauanpustaka. Penulis melakukan pencarian jurnal penelitian dariperpustakaan FKUAJ dan terutama melalui internet Jurnal-jurnal yg membahas hal yg berhubungandengan Manfaat Teh Hijau Pada PenyakitAlzheimer ditelaah lebih lanjut, dianalisis, kemudianditarik kesimpulan 45 46. Bab IIIMetodologi Penelitian Tahap-tahap yg dilakukan dalam membahas tema karyatulis ini:1. Mencari data mengenai prevalensi penyakit Alzheimer di dunia maupun di Indonesia.Mencari informasi mengenai teh hijau dan kegunaan teh hijau bagi kesehatan. Pencarian data dilakukan dengan menggunakan internet.2. Melakukan pencarian dan telaah jurnal-jurnal yang membahas manfaat teh hijau pada penyakit Alzheimer.3. Menarik kesimpulan46 47. Bab III Metodologi Penelitian Garis besar dari karya tulis ini adalah sbb:1. Bab I Pendahuluan Membahas latarbelakang, tujuan dan manfaat penulisan KTI2. Bab II Tinjauan Pustaka Membahas teori &amp; pengetahuan dasar mengenaimanfaat teh hijau pada penyakit Alzheimer 47 48. Bab IIIMetodologi Penelitian3. Bab III Metodologi Penelitian menggambarkan metode yg digunakan4. Bab IV Pembahasan membahas topik permasalahan KTI mengandung penjelasan mengenai Manfaat Teh Hijau Pada Penyakit Alzheimer5. Bab V Kesimpulan dan Saran Berisi kesimpulan KTI dan saran untuk penelitian- penelitian selanjutnya 48 49. BAB IVPEMBAHASAN 50. Penelitian-penelitian dari tahun 2006 sampai 2010Studi Cross Sectional di Singapura 716 partisipan di atas usia 55 tahun Penelitian menyatakan bahwa orang yg mempunyaikebiasaan minum teh memiliki skor total MMSE yglebih tinggi dibandingkan orang yg tidak punyakebiasaan mengkonsumsi tehVariabel Mengkonsumsi Teh Tidak mengkonsumsi tehRata-rata skor total 28,127,5MMSE 50 51. Studi Cross Sectional di Singapura EGCG di dalam teh terlibat dalam aktivitasneuroproteksi seperti: inh...</p>

Recommended

View more >