laporan praktikum kimia elektrolisis

of 42 /42
Laporan Praktikum Kimia Elektrolisis Dipublikasi pada 7 September 2012 oleh Riyan Hidayat Tulloh ELEKTROLISIS I. Tujuan Untuk mengetahui reaksi elektrolisisyang berada pada larutan NaCl, CuSo4, KI dengan elektroda Innet (Batang Carbon) dan elektroda Aktif (Besi / Paku). II. Alat dan Bahan Gelas Kimia Paku Batang Carbon atau Besi Kabel / Jepit Buaya Tabung U Larutan NaCl, CuSo4, KI Power Suplay Elektroda

Author: meriuntag

Post on 27-Dec-2015

671 views

Category:

Documents


10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

papers

TRANSCRIPT

Laporan Praktikum Kimia ElektrolisisDipublikasi pada 7 September 2012 oleh Riyan Hidayat Tulloh

ELEKTROLISIS

I. Tujuan

Untuk mengetahui reaksi elektrolisisyang berada pada larutan NaCl, CuSo4, KI dengan elektroda Innet (Batang Carbon) dan elektroda Aktif (Besi / Paku).

II. Alat dan Bahan Gelas Kimia Paku Batang Carbon atau Besi Kabel / Jepit Buaya Tabung U Larutan NaCl, CuSo4, KI Power Suplay Elektroda

III. Dasar Teori

Elektrolisis adalah peristiwa penguraian suatu elektrolit oleh suatu arus listrik. Jika dalam sel volta energi kimia diubah menjadi energi listri, maka dalam sel elektrolisis yang terjadi adalah sebaliknya yautu energi listrik diubah menjadi energi kimia. Dengan mengalirkan arus listrik ke dalam suatu larutan atau leburan elektrolit akan diperoleh reaksi redoks yang terjadi dalam sel elektrolisis.

Faktor yang menentukan reaksi kimia elektrolisis antara lain :

Konsentrasi (keaktifan) Elektrolit yang berbeda ada yang bersifat inetrt (tak aktif) Elektroda tak inert.

IV. Langkah Kerja Siapkan alat dan bahan Masukan larutan .. ke dalam gelas reaksi Pindahkan larutan .. kedalam pipa U Jepitkan batang carbon pada penjepit Power Suplay Nyalakan kontak Masukkan batang carbon yang sudah terhubung dengan power suplay ke dalam tabung U yang bereaksi Amati reaksi yang terjadi

V. Hasil Pengamatan

Hasil dari beberapa kelompok

Kelompok A elektroda C

KI : K+ + I-

K : 2H2O(l) + 2e- 2OH-(aq) + H2(q)

A : 2I-(aq) I2(q)

Kelompok B elektroda C

NaCl : Na+ + Cl-

K : 2H2O(l) + 2e- 2OH-(aq) + H2(q)

A : 2Cl-(aq) Cl2(q) + 2e-

Kelompok C elektroda C

CuSo4 : Cu2+ + So42-

K : Cu2+(aq) + 2e- Cu(s)

A : 2H2o(l) 4H+ + 4e- + O2(q)

Kelompok D elektroda Fe

NaCl : Na+ + Cl-

K : H2O(l) + 2e- 2OH-(aq) + H2(q)

A : Fe(s) Fe2+(aq) + 2e-

Kelompok E elektroda Fe

CuSo4 : Cu2+ + So42-

K : Cu2+(aq) + 2e- Cu(s)

A : Fe(s) Fe2+(aq) + 2e-

Kelompok F elektroda Fe

KI : K+ + I-

K : 2H2O(l) + 2 e- 2OH-(aq) + H2(q)

A : Fe(s) Fe2+ + 2e-

VI. Pembahasan

Proses elektrolisis dapat diklasifikasikan menurut elektroda yang digunakan secara media yang elektrolisis. Elektrolisis bentuuk lelehan atau leburan, sel bentuk ini hanya berlaku untuk senyawa ionik dengan tidak ada zat pelarut (tidak ada H2O) hanya ada kation dengan anion.

Katoda : kation langsung direduksi Anoda : anion langsung dioksidasi Oksidasi : pertambahan bilangan oksidasi Reduksi : penurunan bilangan oksidasi

Contoh :

Oksidasi

Reduksi

Oksidasi

Ca + S Ca2+ + S2-

Setelah bilangan 2 elektron, bilangan oksidasi kalsium naik menjadi +2. Dipihak lain setelah mmenyerap 2 elektron, bilangan oksidasi S turun dari 0 menjadi -2. Jadi, dalam larutan reaksi itu, kalsium mengalami oksidasi (pembelahan bilangan oksidasi).

VII. Kesimpulan

Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa :

Dalam peristiwa elektrolisis reaksi terjadi pada 2 tempat yaitu anoda dan katoda Pada katoda terjadi reaksi reduksi, dalam percobaan ini yang tereduksi adalah H2O menjadi gas H2 dan OH- Pada anoda terjadi reaksi oksidasi dalam hal ini adalah I- menjadi I2 Faktor yang menentukan reaksi elektrolisis antara lain konsentrasi (keaktifan), elektrode Inert (tak aktif) dan elektroda tak Inert (aktif).

VIII. Daftar Pustaka

Sumber Buku

Dogra.1998.kimia fisika.Universitas Indonesia.jakarta

Sumber Internet

Sel Volta

SEL VOLTA Tujuan :Merangkai sel Volta dan mengukur arus listrik

Alat dan Bahan : Gelas Kimia Lempengan logam Zn Lempengan Logam Cu Tissu (Jembatan Garam) Voltmeter NaCl

Landasan Teori :Sel Volta adalah rangkaian sel yang dapat menghasilkan arus listrik. Dalam sel tersebut terjadi perubahan antara reaksi redoks menghasilkan arus listrik. Sel Volta atau Sel Galvani adalah sel elektrokimia yang melibatkan reaksi redoks dan menghasilkan arus listrik. Sel volta terdiri atas elektroda, tempat berlangsungnya reaksi oksidasi disebut anode. Tempat berlangsungnya reaksi reduksi disebut katode.Rangkaian sel volta terdiri atas ektrode Zn (Logam zn) yang dicelupkan kedalam larutan ZnSO4 dan elektrode Cu (Logam Cu) dicelupkan kedalam larutan CuSO4. Kedua larutan itu dihubungkan dengan jembatan garam yang diisi dengan NaCl. Sedangkan kedua elektrode dihubungkan dengan Voltmeter melalui kawat. Jika potensial elektrode (+) maka elektrode mengalami reduksi. Jika potensial elektrode (-) maka elektrode mengalami oksidasi.

Cara Kerja :1. Celupkan Tissu kedalam NaCl sebagai jembatan garam.2. Rangkai alat dan bahan.3. Amati skala yang ditunjuk oleh voltmeter.4. Hitung nilai (v) Hasil pengamatan :

Skala yang ditujuk = 99 vNilai (v) = batas ukur = 1 = 0,99Anode = ZnKatode = CuDiposkan oleh ayhu oman sary di 04.48 Tidak ada komentar:Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookSel Elektrolisis

KATA PENGATARPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah yang diberikan baik berupa kesehatan dan waktu sehingga penyusunan laporan ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Tujuan pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas Kimia. Selain itu laporan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang percobaan sel volta. Dalam penyusunan ini terdapat banyak sekali kesulitan kesulitan yang ditemukan baik dalam usaha pencarian data, dan pengolahannya. Sehingga masih banyak kekurangan yang mungkin didapatkan.Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini. Orang-orang tersebut ialah :1.Ibu Yuliatin selaku guru kimia yang telah memberikan bimbingan kepada kami.2.Orang tua yang telah memberikan dorongan kepada kami.3.Orang lain yang telah membantu kami dalam menyelesaikan laporan ini.Akhir kata kami menyadari bahwa laporan ini tidak terlepas dari kekurangan. Oleh karena itu kami harap kritik dan saran guna kesempurnaan laporan ini.

Mataram, 5 Oktober 2012

Penulis

DAFTAR ISIKata Pengantar.........................................................................................1Daftar Isi...................................................................................................2BAB I.........................................................................................................3Percobaan 1..............................................................................................3A. Tujuan.............................................................................................3B. Landasan Teori...............................................................................3C. Alat dan Bahan...............................................................................4D. Cara Kerja.......................................................................................4E. Hasil Pengamatan..........................................................................4BAB II........................................................................................................5Percobaan 2..............................................................................................5A. Alat dan Bahan...............................................................................5B. Cara Kerja.......................................................................................5C. Hasil Pengamatan..........................................................................5Pertanyaan...............................................................................................5Lampiran...................................................................................................8Daftar Pustaka..........................................................................................9

BAB IPercobaan 1: Tujuan :Untuk mengetahui Reaksi Elektrolisis Landasan Teori :Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda dan elektrolit.Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag)Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:Elektrolisis larutan dengan elektroda inertElektrolisis larutan dengan elektroda aktifElektrolisis leburan dengan elektroda inertPada elektrolisis, katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi.

Sel elektrolisisSel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menimbulkan terjadinya reaksi redoks yang tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar. Contohnya adalah elektrolisis lelehan NaCl dengan elektroda platina. Contoh lainnya adalah pada sel Daniell jika diterapkan beda potensial listrik dari luar yang besarnya melebihi potensial sel Daniell.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Elektrolisis1. Jenis elektroda yang digunakan2. Kedudukan ion dalam siri elektrokimia3. Kepekatan ion

Perbedaan Antara Sel Elektrolisis / Sel KimiaSel Elektrolisis dialirkan melalui elektrolit, ion-ion akan terurai dan bergerak ke masing-masing anoda dan katoda. Penguraian elektrolit dilakukan oleh arus elektrik.Anion bergerak menuju ke elektroda anoda manakala Kation bergerak menuju ke elektroda katoda.Sel Kimia Sel kimia ialah sel yang menghasilkan tenaga elektrik melalui tindakbalas kimia. Sel kimia dibina daripada dua logam (elektrod) yang berlainan dicelupkan kedalam suatu larutan masing- masing elektrolit. Elektroda Zn dicelupkan ke dalam larutan ZnSO4, Elektroda Cu dicelupkan ke dalam larutan CuSO4 dan dihubungkan oleh satu jembatan garam. Arus yang terhasil ialah sebanyak 1.10A.

Alat dan Bahan :1. Tabung Reaksi (4)2. Baterai3. Larutan KI4. Tabung U5. Batang Karbon (2)6. Larutan Amilum7. Larutan Fenolftalen

Cara Kerja :1. Masukkan Cairan KI kedalam tabung U, kemudian masukkan batang karbon.2. Ujung batang karbon ditempel pada kutub baterai (+) dan (-)3. Amati perubahan cairan KI Selama Elektrolisis4. Ambil cairan anode dan katode, kemudian masukkan kedalam tabung reaksi.5. Teteskan larutan PP pada tabung Anode 1 dan Katode 1, kemudian Larutan Amilum kedalam tabung Anode 2 dan Katode 2.6. Amati perubahan warna pada setiap tabung, catat pada hasil pengamatan.

Hasil Pengamatan :

Cairan dalam RuangPerubahan Selama ElektrolisisPerubahan Setelah ditambah FenolftalenPerubahan Setelah Ditambah AmilumAnodeKuningHitamKuningKatodePutihPutihUngu

BAB IIPercobaan 2 : Alat dan Bahan : Tabung U Cairan ZnSO4 Kertas Lakmus Biru dan Merah Batang Karbon (2) Baterai

Cara Kerja :1. Masukkan Cairan ZnSO4 pada tabung U, kemudian masukkan batang karbon.2. Ujung batang karbon di tempel pada baterai.3. Amati bagian mana yang bergelembung.4. Bagian yang bergelembung adalah Anode.5. Celupkan kertas Lakmus Biru dan Merah kedalam cairan.6. Amati perubahan kertas Lakmus tersebut.

Hasil Pengamatan :

ZnSO4 (hanya yang bergelembung)(+) Anode = Lakmus Biru menjadi Merah dan Lakmus Merah tetap Merah. (Bersifat Asam)(-) Katode

Pertanyaan :1. Zat apakah yang terjadi diruang Anode sebagai hasil elektrolisis? Jelaskan.2. Ion-ion apakah yang terdapat diruang katode setelah elektrolisis? Jelaskan.3. Tulislah persamaan setengah reaksi yang terjadi pada :a. Katode danb. Anode4. Berikan penjelasan mengenai hasil elektrolisis tersebut.5. Kesimpulan apakah yang dapat ditarik setelah melakukan kedua percobaan elektrolisis diatas?Jawaban :1. Pada Larutan KI terbentuk zat :KI K+ + I-Anode : 2I I2 + 2e

Pada Larutan ZnSO4 terbentuk zat :ZnSO4 Zn2+ + SO42-Anode : 2H2O 2O + 4H+ + 4e-

2. Ion ion yang terdapat diruang katode setelah elektrolisis :KI K+ + I-Katode : 2H2O + 2e- H2 + 2OH-Anode : 2I I2 + 2e-Reaksi elektrolisis : 2H2O + 2I H2 + 2OH + I2Katode : 2OH-

ZnSO4 Zn2+ + SO42-Katode : Zn2+ + 2e- ZnAnode : 2H2O 2O + 4H+ + 4e-Reaksi Elektrolisis : 2Zn2- + 2H2O 2Zn + O2 + 4H+Katode : 2Zn2+

3. A. Katode :KI K+ + I-Katode : 2H2O +2e- 2OH- +H2

ZnSO4 Zn2+ + SO42-Katode : Zn2+ + 2e- Zn

B.Anode : KI K+ + I-Anode : 2I I2 + 2e-

ZnSO4 Zn2+ + SO42-Anode : 2H2O 2O + 4H+ + 4e-

4. Pada Larutan KI pada Katodenya, Kalium memiliki Nilai Potensial reduksi standar lebih negatif dibandingkan air, maka airlah yang mengalami reduksi. Sehingga terbentuk 2H2O + 2e- 2OH- +H2 pada katode. Adanya H2 pada katode menandakan ada gelembung gas dan ion hidroksida menandakan larutan disekitar katode akan memiliki pH > 7 (Basa) jika kita meneteskan PP larutan akan menjadi Ungu. Pada anode dihasilkan 2I I2 + 2e- adanya I2 dapat diuji dengan meneteskan amilum sehingga warna yang awalnya kuning menjadi hitam.

5. # pada sel elektrolisis, katode tempat terjadinya reduksi yang bermuatan (+) dan anode tempat terjadinya oksidasi yang bermuatan (-)# Larutan disekitar katode akan memiliki pH > 7 (basa)

DAFTAR PUSTAKA- http://ctlobeliii.blogspot.com/2012/08/laporan-kimia elektrolisis-larutan_1.htmlRaspati, D. 2000.General Chemistry. 2th Edition. Buitenzorg, Doe Idenn Crp.http://andykimia03.wordpress.com/2009/09/10/elektrokimia-ii-sel-elektrolisis/Achmadi, Suminar dan Widowati Widodo. 1991. Ilmu Kimia. Jakarta : Erlangga.http://kimiamarsudirini.blogspot.com/2009/10/elektrolisis.htmlDiposkan oleh ayhu oman sary di 04.42 Tidak ada komentar:Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerandaLangganan: Entri (Atom)Arsip Blog

2013 (2) Februari (2) Sel Volta Sel Elektrolisis

Mengenai SayaFoto Saya

ayhu oman sary

Lihat profil lengkapkuTemplate Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.

Sel Volta

SEL VOLTA Tujuan :Merangkai sel Volta dan mengukur arus listrik

Alat dan Bahan : Gelas Kimia Lempengan logam Zn Lempengan Logam Cu Tissu (Jembatan Garam) Voltmeter NaCl

Landasan Teori :Sel Volta adalah rangkaian sel yang dapat menghasilkan arus listrik. Dalam sel tersebut terjadi perubahan antara reaksi redoks menghasilkan arus listrik. Sel Volta atau Sel Galvani adalah sel elektrokimia yang melibatkan reaksi redoks dan menghasilkan arus listrik. Sel volta terdiri atas elektroda, tempat berlangsungnya reaksi oksidasi disebut anode. Tempat berlangsungnya reaksi reduksi disebut katode.Rangkaian sel volta terdiri atas ektrode Zn (Logam zn) yang dicelupkan kedalam larutan ZnSO4 dan elektrode Cu (Logam Cu) dicelupkan kedalam larutan CuSO4. Kedua larutan itu dihubungkan dengan jembatan garam yang diisi dengan NaCl. Sedangkan kedua elektrode dihubungkan dengan Voltmeter melalui kawat. Jika potensial elektrode (+) maka elektrode mengalami reduksi. Jika potensial elektrode (-) maka elektrode mengalami oksidasi.

Cara Kerja :1. Celupkan Tissu kedalam NaCl sebagai jembatan garam.2. Rangkai alat dan bahan.3. Amati skala yang ditunjuk oleh voltmeter.4. Hitung nilai (v) Hasil pengamatan :

Skala yang ditujuk = 99 vNilai (v) = batas ukur = 1 = 0,99Anode = ZnKatode = CuDiposkan oleh ayhu oman sary di 04.48 Tidak ada komentar:Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookSel Elektrolisis

KATA PENGATARPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas anugrah yang diberikan baik berupa kesehatan dan waktu sehingga penyusunan laporan ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Tujuan pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas Kimia. Selain itu laporan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang percobaan sel volta. Dalam penyusunan ini terdapat banyak sekali kesulitan kesulitan yang ditemukan baik dalam usaha pencarian data, dan pengolahannya. Sehingga masih banyak kekurangan yang mungkin didapatkan.Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini. Orang-orang tersebut ialah :1.Ibu Yuliatin selaku guru kimia yang telah memberikan bimbingan kepada kami.2.Orang tua yang telah memberikan dorongan kepada kami.3.Orang lain yang telah membantu kami dalam menyelesaikan laporan ini.Akhir kata kami menyadari bahwa laporan ini tidak terlepas dari kekurangan. Oleh karena itu kami harap kritik dan saran guna kesempurnaan laporan ini.

Mataram, 5 Oktober 2012

Penulis

DAFTAR ISIKata Pengantar.........................................................................................1Daftar Isi...................................................................................................2BAB I.........................................................................................................3Percobaan 1..............................................................................................3A. Tujuan.............................................................................................3B. Landasan Teori...............................................................................3C. Alat dan Bahan...............................................................................4D. Cara Kerja.......................................................................................4E. Hasil Pengamatan..........................................................................4BAB II........................................................................................................5Percobaan 2..............................................................................................5A. Alat dan Bahan...............................................................................5B. Cara Kerja.......................................................................................5C. Hasil Pengamatan..........................................................................5Pertanyaan...............................................................................................5Lampiran...................................................................................................8Daftar Pustaka..........................................................................................9

BAB IPercobaan 1: Tujuan :Untuk mengetahui Reaksi Elektrolisis Landasan Teori :Elektrolisis merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi energi kimia. Komponen yang terpenting dari proses elektrolisis ini adalah elektroda dan elektrolit.Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag)Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:Elektrolisis larutan dengan elektroda inertElektrolisis larutan dengan elektroda aktifElektrolisis leburan dengan elektroda inertPada elektrolisis, katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi.

Sel elektrolisisSel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menimbulkan terjadinya reaksi redoks yang tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar. Contohnya adalah elektrolisis lelehan NaCl dengan elektroda platina. Contoh lainnya adalah pada sel Daniell jika diterapkan beda potensial listrik dari luar yang besarnya melebihi potensial sel Daniell.

Faktor yang Mempengaruhi Proses Elektrolisis1. Jenis elektroda yang digunakan2. Kedudukan ion dalam siri elektrokimia3. Kepekatan ion

Perbedaan Antara Sel Elektrolisis / Sel KimiaSel Elektrolisis dialirkan melalui elektrolit, ion-ion akan terurai dan bergerak ke masing-masing anoda dan katoda. Penguraian elektrolit dilakukan oleh arus elektrik.Anion bergerak menuju ke elektroda anoda manakala Kation bergerak menuju ke elektroda katoda.Sel Kimia Sel kimia ialah sel yang menghasilkan tenaga elektrik melalui tindakbalas kimia. Sel kimia dibina daripada dua logam (elektrod) yang berlainan dicelupkan kedalam suatu larutan masing- masing elektrolit. Elektroda Zn dicelupkan ke dalam larutan ZnSO4, Elektroda Cu dicelupkan ke dalam larutan CuSO4 dan dihubungkan oleh satu jembatan garam. Arus yang terhasil ialah sebanyak 1.10A.

Alat dan Bahan :1. Tabung Reaksi (4)2. Baterai3. Larutan KI4. Tabung U5. Batang Karbon (2)6. Larutan Amilum7. Larutan Fenolftalen

Cara Kerja :1. Masukkan Cairan KI kedalam tabung U, kemudian masukkan batang karbon.2. Ujung batang karbon ditempel pada kutub baterai (+) dan (-)3. Amati perubahan cairan KI Selama Elektrolisis4. Ambil cairan anode dan katode, kemudian masukkan kedalam tabung reaksi.5. Teteskan larutan PP pada tabung Anode 1 dan Katode 1, kemudian Larutan Amilum kedalam tabung Anode 2 dan Katode 2.6. Amati perubahan warna pada setiap tabung, catat pada hasil pengamatan.

Hasil Pengamatan :

Cairan dalam RuangPerubahan Selama ElektrolisisPerubahan Setelah ditambah FenolftalenPerubahan Setelah Ditambah AmilumAnodeKuningHitamKuningKatodePutihPutihUngu

BAB IIPercobaan 2 : Alat dan Bahan : Tabung U Cairan ZnSO4 Kertas Lakmus Biru dan Merah Batang Karbon (2) Baterai

Cara Kerja :1. Masukkan Cairan ZnSO4 pada tabung U, kemudian masukkan batang karbon.2. Ujung batang karbon di tempel pada baterai.3. Amati bagian mana yang bergelembung.4. Bagian yang bergelembung adalah Anode.5. Celupkan kertas Lakmus Biru dan Merah kedalam cairan.6. Amati perubahan kertas Lakmus tersebut.

Hasil Pengamatan :

ZnSO4 (hanya yang bergelembung)(+) Anode = Lakmus Biru menjadi Merah dan Lakmus Merah tetap Merah. (Bersifat Asam)(-) Katode

Pertanyaan :1. Zat apakah yang terjadi diruang Anode sebagai hasil elektrolisis? Jelaskan.2. Ion-ion apakah yang terdapat diruang katode setelah elektrolisis? Jelaskan.3. Tulislah persamaan setengah reaksi yang terjadi pada :a. Katode danb. Anode4. Berikan penjelasan mengenai hasil elektrolisis tersebut.5. Kesimpulan apakah yang dapat ditarik setelah melakukan kedua percobaan elektrolisis diatas?Jawaban :1. Pada Larutan KI terbentuk zat :KI K+ + I-Anode : 2I I2 + 2e

Pada Larutan ZnSO4 terbentuk zat :ZnSO4 Zn2+ + SO42-Anode : 2H2O 2O + 4H+ + 4e-

2. Ion ion yang terdapat diruang katode setelah elektrolisis :KI K+ + I-Katode : 2H2O + 2e- H2 + 2OH-Anode : 2I I2 + 2e-Reaksi elektrolisis : 2H2O + 2I H2 + 2OH + I2Katode : 2OH-

ZnSO4 Zn2+ + SO42-Katode : Zn2+ + 2e- ZnAnode : 2H2O 2O + 4H+ + 4e-Reaksi Elektrolisis : 2Zn2- + 2H2O 2Zn + O2 + 4H+Katode : 2Zn2+

3. A. Katode :KI K+ + I-Katode : 2H2O +2e- 2OH- +H2

ZnSO4 Zn2+ + SO42-Katode : Zn2+ + 2e- Zn

B.Anode : KI K+ + I-Anode : 2I I2 + 2e-

ZnSO4 Zn2+ + SO42-Anode : 2H2O 2O + 4H+ + 4e-

4. Pada Larutan KI pada Katodenya, Kalium memiliki Nilai Potensial reduksi standar lebih negatif dibandingkan air, maka airlah yang mengalami reduksi. Sehingga terbentuk 2H2O + 2e- 2OH- +H2 pada katode. Adanya H2 pada katode menandakan ada gelembung gas dan ion hidroksida menandakan larutan disekitar katode akan memiliki pH > 7 (Basa) jika kita meneteskan PP larutan akan menjadi Ungu. Pada anode dihasilkan 2I I2 + 2e- adanya I2 dapat diuji dengan meneteskan amilum sehingga warna yang awalnya kuning menjadi hitam.

5. # pada sel elektrolisis, katode tempat terjadinya reduksi yang bermuatan (+) dan anode tempat terjadinya oksidasi yang bermuatan (-)# Larutan disekitar katode akan memiliki pH > 7 (basa)

DAFTAR PUSTAKA- http://ctlobeliii.blogspot.com/2012/08/laporan-kimia elektrolisis-larutan_1.htmlRaspati, D. 2000.General Chemistry. 2th Edition. Buitenzorg, Doe Idenn Crp.http://andykimia03.wordpress.com/2009/09/10/elektrokimia-ii-sel-elektrolisis/Achmadi, Suminar dan Widowati Widodo. 1991. Ilmu Kimia. Jakarta : Erlangga.http://kimiamarsudirini.blogspot.com/2009/10/elektrolisis.htmlDiposkan oleh ayhu oman sary di 04.42 Tidak ada komentar:Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBerandaLangganan: Entri (Atom)Arsip Blog

2013 (2) Februari (2) Sel Volta Sel Elektrolisis

Mengenai SayaFoto Saya

ayhu oman sary

Lihat profil lengkapkuTemplate Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.

Tabung reaksi, gelas kimia, pipet tetes, rak tabung reaksi, kain/lap.Bahan :Zn (Zinc), logam Cu (Cuprum), CuSo4 (larutan tembaga (II) sulfat), larutanNaCl (Natrium Klorida), logam Mg (Magnesium), HCl (Asam Klorida),logam CuO, koin logam tembaga.I.Cara KejaA.1.Eksperimen 1:Masukkan 10 mL tembaga (II) sulfat ke dalam tabung reaksi.Masukkan logam Zinc ke dalam tabung reaksi yang telah berisilarutan tembaga (II) sulfat.Perhatikan reaksi yang terjadi!1.Eksperimen 2:Masukkan 19 mL Zinc sulfat ke dalam tabung reaksi.Masukkan logam Cuprum ke dalam tabung yang telah berisi larutanZinc sulfat.Perhatikan reaksi yang terjadi!1.Eksperimen 3Masukkan 10 mL Asam Klorida (HCl) ke dalam tabung reaksiMasukkan logam Magnesium (Mg) kedalam tabung reaksi yangtelah berisi larutan Asam KloridaPerhatikan reaksi yang terjadi!B.Eksperimen 4Masukkan 20 mL asam cuka ke dalam gelas kimia.Tambahkan 10 mL NaCl Masukkan koin tembaga ke dalam larutan tersebutPerhatikan reaksi yang terjadiI.Hasil PengamatanNo.Zat-zat yang BereaksiPengamatana.1Zn + CuSO4ZnSO4+Cu Timbulnya karat (Zn berkarat),padatan Cu2ZnSO4+ Cu Zn +CuSO4 Tidak terjadi reaksi3.HCl + Mg H2+ MgCl2 Timbul gas H2, setelah bereaksilarutan menjadi putih (larutanMgCl2), tabung reaksi panasb.2NaCl + CuO Na2O +Cu + Cl2Logam kotorannya berkurang (Cu)I.PembahasanDari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa:Dari percobaan a1 dapat terlihat bahwa terjadi reaksi kimia antaralarutan tembaga (II) sulfat dengan logam Zinc. Hal ini dibuktikandengan timbulnya karat pada logam Zn dan terdapat padatan Cu.Reaksi ini merupakan reakso redoks, dimana dapat dirulis sebagaiberikut:Zn + CuSO4 ZnSO4+ Cu0+2oksidasi+2 0 reduksiDari percobaan a2 terlihat bahwa tidak ada reaksi kimia yangterjadi antara Zinc (II) Sulfat dengan logam tembaga.Dari percobaan a3 terlihat bahwa terjadi reaksi kimia antaralarutan asam klorida dengan logam magnesium. Hal ini dibuktikandengan munculnya gelembung gas (H2), berubahnya warna larutanmenjadi putih (MgCl2), serta larutan menjadi panas. Reaksi inimerupakan reaksi redoks, dimana dapat dituliskan sebagai berikut:HCl + Mg H2+ MgCl2+10 0 +2ReduksiOksidasiDari percobaan b terlihat bahwa terjadi reaksi kimia antara uangkoin tembagga dengan larutan asam cuka dan natrium klorida.Logam yang kotor menjadi bersih setelah mengalami reaksi redoks.Reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:2NaCl + CuO Na2O + Cu + Cl2-1+2reduksi0 0OksidasiI.Kesimpulan1.Reaksi redoks dapat diamati pada percobaan a1, a3, dan b yangdibuktikan dengan: Timbulnya karat pada logam Zn (percobaan a1) Timbul gas H2 dan terjadi perubahan suhu pada larutan (percobaan a3)Logam yang kotor menjadi bersih setelah mengalami redoks.(percobaan b)2.Percobaan yang tidak mengalami reaksi redoks yakni percobaan a2.Activity (96)Add to collectionReviewAdd noteLikeEmbedAnik Widyanti liked this|about 1 month agoJA ISMAYA BUANA(28)NI PUTU YENA YOSSIANA DEVI(29)KADEK YUDA DIRA PRATAMA(30)GEDE YUDA SUGIARTA(31)LUH NOVITA ARI WARDANI(32)I.TujuanMengamati terjadinya reaksi redoks dalam suatu reaksi kimia. SMANSA SINGARAJAREAKSI REDUKSIOKSIDASI (REDOKS) II.Landasan TeoriReaksi reduksi-oksidasi (redoks) banya temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja perkaratan yang terjadi pada besi serta apel yang dikupasmenjadi kecokelatan ketika dibiarkan pada udara terbuka. Fenomena inimerupakan akibat dari reaksi redoks.Reaksi redoks dapat ditinjau dari tiga sisi, yaitu:Berdasarkan penggabungan dan pelepasan oksigenBerdasarkan serah terima electronBerdasarkan perubahan bilangan oksidasi Jika ditinjau dari peristiwa penggabungan dan pelepasan electron, oksidasididefinisikan sebagai reaksi yang terjadi antara suatu zat dengan oksigensehingga membentuk senyawa yang mengandung oksigen. Sedangkanreduksi pada konsep ini didefinisikan sebagai pelepasan iksigen dari suatu zatyang mengandung oksigen. Jika ditinjau dari peristiwa serah terima electron, reaksi oksidasididefinisikan sebagai peristiwa penyerahaan electron, sedangkan reduksididefinisikan sebagai peristiwa penerimaan electron. Jika ditinjau dari proses perubahab bilangan oksidasi (biloks), maka reaksioksidasi didefinisikan sebagai peristiwa naiknya biloks dan reduksi adalahperistiwa penurunan biloks. Biloks adalah bilangan yang menyatakan tingkatoksidasi yang merupakan muatan atom dalam suatu molekul atau ion.I.Alat dan BahanAlat : Tabung reaksi, gelas kimia, pipet tetes, rak tabung reaksi, kain/lap.Bahan :Zn (Zinc), logam Cu (Cuprum), CuSo4 (larutan tembaga (II) sulfat), larutanNaCl (Natrium Klorida), logam Mg (Magnesium), HCl (Asam Klorida),logam CuO, koin logam tembaga.I.Cara KejaA.1.Eksperimen 1:Masukkan 10 mL tembaga (II) sulfat ke dalam tabung reaksi.Masukkan logam Zinc ke dalam tabung reaksi yang telah berisilarutan tembaga (II) sulfat.Perhatikan reaksi yang terjadi!1.Eksperimen 2:Masukkan 19 mL Zinc sulfat ke dalam tabung reaksi.Masukkan logam Cuprum ke dalam tabung yang telah berisi larutanZinc sulfat.Perhatikan reaksi yang terjadi!1.Eksperimen 3Masukkan 10 mL Asam Klorida (HCl) ke dalam tabung reaksiMasukkan logam Magnesium (Mg) kedalam tabung reaksi yangtelah berisi larutan Asam KloridaPerhatikan reaksi yang terjadi!B.Eksperimen 4Masukkan 20 mL asam cuka ke dalam gelas kimia.Tambahkan 10 mL NaCl Masukkan koin tembaga ke dalam larutan tersebutPerhatikan reaksi yang terjadiI.Hasil PengamatanNo.Zat-zat yang BereaksiPengamatana.1Zn + CuSO4ZnSO4+Cu Timbulnya karat (Zn berkarat),padatan Cu2ZnSO4+ Cu Zn +CuSO4 Tidak terjadi reaksi3.HCl + Mg H2+ MgCl2 Timbul gas H2, setelah bereaksilarutan menjadi putih (larutanMgCl2), tabung reaksi panasb.2NaCl + CuO Na2O +Cu + Cl2Logam kotorannya berkurang (Cu)I.PembahasanDari percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa:Dari percobaan a1 dapat terlihat bahwa terjadi reaksi kimia antaralarutan tembaga (II) sulfat dengan logam Zinc. Hal ini dibuktikandengan timbulnya karat pada logam Zn dan terdapat padatan Cu.Reaksi ini merupakan reakso redoks, dimana dapat dirulis sebagaiberikut:Zn + CuSO4 ZnSO4+ Cu0+2oksidasi+2 0 reduksiDari percobaan a2 terlihat bahwa tidak ada reaksi kimia yangterjadi antara Zinc (II) Sulfat dengan logam tembaga.Dari percobaan a3 terlihat bahwa terjadi reaksi kimia antaralarutan asam klorida dengan logam magnesium. Hal ini dibuktikandengan munculnya gelembung gas (H2), berubahnya warna larutanmenjadi putih (MgCl2), serta larutan menjadi panas. Reaksi inimerupakan reaksi redoks, dimana dapat dituliskan sebagai berikut:HCl + Mg H2+ MgCl2+10 0 +2ReduksiOksidasiDari percobaan b terlihat bahwa terjadi reaksi kimia antara uangkoin tembagga dengan larutan asam cuka dan natrium klorida.Logam yang kotor menjadi bersih setelah mengalami reaksi redoks.Reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:2NaCl + CuO Na2O + Cu + Cl2-1+2reduksi0 0OksidasiI.Kesimpulan1.Reaksi redoks dapat diamati pada percobaan a1, a3, dan b yangdibuktikan dengan: Timbulnya karat pada logam Zn (percobaan a1) Timbul gas H2 dan terjadi perubahan suhu pada larutan (percobaan a3)Logam yang kotor menjadi bersih setelah mengalami redoks.(percobaan b)2.Percobaan yang tidak mengalami reaksi redoks yakni percobaan a2.Activity (96)Add to collectionReviewAdd noteLikeEmbedAnik Widyanti liked this|about 1 month ago