e'laporan praktikum kimia

of 59 /59
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia tidak dapat hidup tanpa air, karena air merupakan unsur yang sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sekitar 80% tubuh manusia adalah terdiri dari cairan, serta di dalam air terdiri atas unsur mineral yang dibutuhkan oleh manusia untuk perkembangan atau pertumbuhan fisik manusia. Beberapa unsur kimia yang terdapat dalam air antara lain adalah Ca, Mg, Zn, Cl, Fe, Mn dan lain sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan air terutama dapat diperoleh dari air minum dan makanan. Dalam fungsinya sebagai air minum, dibutuhkan air yang benar-benar bersih dan sehat. Disamping sebagai air minum air juga mempunyai peranan yang sangat luas dalam bidang sosial ekonomi (Kusnaedi, 2002). Bertambahnya populasi manusia maka bertambah pula kebutuhannya terhadap air bersih. Sebagian konsumen memilih air minum merk terkenal dengan alasan kualitas dan kesehatan, namun bagi sebagian masyarakat yang lain, harga air kemasan bermerk yang cukup mahal membuat mereka beralih untuk mencari air minum dengan harga ekonomis dan terjangkau. Air minum isi ulang menjadi salah satu pilihan dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, karena harganya air minum isi ulang (AMIU) jauh lebih murah dari harga air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi resmi industri besar. Tingginya minat masyarakat dalam mengkonsumsi air minum dalam kemasan dan mahalnya harga air minum dalam kemasan yang diproduksi 1

Author: dhica-mardhica

Post on 24-Oct-2015

315 views

Category:

Documents


3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangManusia tidak dapat hidup tanpa air, karena air merupakan unsur yang sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sekitar 80% tubuh manusia adalah terdiri dari cairan, serta di dalam air terdiri atas unsur mineral yang dibutuhkan oleh manusia untuk perkembangan atau pertumbuhan fisik manusia. Beberapa unsur kimia yang terdapat dalam air antara lain adalah Ca, Mg, Zn, Cl, Fe, Mn dan lain sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan air terutama dapat diperoleh dari air minum dan makanan. Dalam fungsinya sebagai air minum, dibutuhkan air yang benar-benar bersih dan sehat. Disamping sebagai air minum air juga mempunyai peranan yang sangat luas dalam bidang sosial ekonomi (Kusnaedi, 2002).Bertambahnya populasi manusia maka bertambah pula kebutuhannya terhadap air bersih. Sebagian konsumen memilih air minum merk terkenal dengan alasan kualitas dan kesehatan, namun bagi sebagian masyarakat yang lain, harga air kemasan bermerk yang cukup mahal membuat mereka beralih untuk mencari air minum dengan harga ekonomis dan terjangkau. Air minum isi ulang menjadi salah satu pilihan dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, karena harganya air minum isi ulang (AMIU) jauh lebih murah dari harga air minum dalam kemasan (AMDK) yang diproduksi resmi industri besar. Tingginya minat masyarakat dalam mengkonsumsi air minum dalam kemasan dan mahalnya harga air minum dalam kemasan yang diproduksi industri besar mendorong tumbuhnya depot air minum isi ulang di berbagai tempat terutama kota-kota besar seperti halnya di Mataram, akan tetapi beberapa anggota masyarakat masih ragu akan hal kualitasnya sehingga dapat dikatakan aman untuk dikonsumsi.Terdapat perbedaan mendasar antara Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan Air Minum Isi Ulang (AMIU). AMDK dihasilkan melalui rangkaian proses pengolahan yang berstandar, selain dengan ozonisasi juga memakai fasilitas industri yang qualified, karenanya hampir seluruh AMDK memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Proses Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) harus melalui proses tahapan baik secara klinis maupun secara hukum, secara higienis klinis biasanya disahkan menurut peraturan pemerintah memalui Departemen Badan Balai Pengawasan Obat Dan Makanan ( Badan POM RI) baik dari segi kimia, fisika, mikrobiologi. Sedangkan AMIU tidak sebagus AMDK, baik dari proses pengolahan maupun pada jaminan kualitas hasil olahannya.Hasil penelitian kualitas 120 sampel AMIU dari 10 kota besar di Indonesia oleh Departemen Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2002 lalu menemukan bahwa, kualitas air minum yang diproduksi oleh depot air minum isi ulang bervariasi dari satu depot dengan depot lainnya. Sementara itu, BPOM menguji sampel air dari 95 depot air minum isi ulang di lima kota, termasuk Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya. Menurut hasil penelitian ini, sebagian air yang dimaksud juga tercemar bakteri coliform, e-coli, dan salmonella. Bahkan beberapa sampel air terdeteksi mengandung logam berat kadmium. Sedangkan hasil penelitian mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Wahyuni Deylyana Siregar menyebutkan bahwa kulaitas air minum dalam kemasan (AMDK) yang ada di kota Medan masih memenuhi standar kualiatas air minum yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).Berdasarkan Permenkes RI No. 907/ Menkes/SK/VII/2002, air minum yang sehat dan berkualitas harus memenuhi berbagai persyaratan baik secara fisika, kimia, maupun bakteriologi. Persyaratan kualitas air minum secara kimia diantaranya yaitu mempunyai pH yang sesuai, mempunyai kadar klorida, padatan terlarut, dan tingkat kesadahan yang kecil dan dibawah batas maksimal yang diperbolehkan. Berdasarkan Permenkes RI No. 907/ Menkes/SK/VII/2002, batas maksimal kadar klorida, padatan terlarut, dan kesadahan secara berturut-turut adalah 250 mg/L ; 1000 mg/L ; dan 500 mg/L, sedangkan pH air minum harus berada diantara rentang 6.5 sampai 8.5.pH merupakankan tingkat keasamaan suatu larutan. Air minum yang baik hendaknya memiliki mendekati 7 (netral). Besarnya pH air minum dapat diukur menggunakan kertas lakmus dan pH meter. Cara yang paling akurat adalah menggunakan pH meter karena dapat menunjukkan data secara kuatitatif.Padatan terlarut atau TDS(Total Dissolve Solid) yaitu ukuran berat zat padat yang terlarut dalam air baik itu zat organic maupun anorganic, misalnya garam dan lain-lain. Air minum yang baik adalah air minum yang memliki TDS dalam jumlah yang kecil atau mendekati 0. Pengukuran TDS dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya yaitu gravimetri. MetodaGravimetrimerupakan cara yang paling baik dan paling akurat untuk mengukur TDS sebab keakuratannya bisa sampai 0.0001 gram.TDS berhubungan dengan kesadahan air. Kesadahan merupakan petunjuk kemampuanairuntuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun. Kesadahan air menunjukkan adanya kandungan mineral-mineral tertentu yang terdapat di dalam air, pada umumnya mineral itu adalah ion kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dalam bentuk garam karbonat. Semakin tinggi padatan terlarut (TDS) maka semakin tinggi pula garam-garam yang dikandungnya dalam hal ini garam kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) sehingga dapat dikatakan kesadahan air juga akan semakin tinggi. Pengukuran tingkat kesadahan air dapat dilakukan secara akurat dengan titrasi kompleksometri.Selain pH, padatan terlarut, kalsium (Ca) dan magnesium (Mg), parameter kimia yang lain yang dapat menunjukkan kualitas air minum yaitu kadar klorida (Cl-). Ion klorida sebenarnya memliki peranan penting bagi tubuh karena merupakan ion utama dalam cairan ekstra seluler yang berfungsi untuk mempertahankan pH dan osmolaritas. Namun apabila kadar klorida terlalu berlebihan atau melampaui batas akan berdampak negatif bagi kesehatan. Dari berbagai studi, ternyata orang yang meminum air yang mengandung klorida dengan kadar tinggi memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena kanker kandung kemih, dubur ataupun usus besar. Sedangkan bagi wanita hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi cacat dengan kelainan otak atau urat saraf tulang belakang, berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur atau bahkan dapat mengalami keguguran kandungan. Adapun analisa klorida secara kuantitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya analisa secara titrimetri dengan menggunakan metode argentometri (titrasi pengendapan). Cara ini sangat menguntungkan karena pelaksanaannya mudah dan cepat, ketelitian dan ketepatan cukup tinggi.Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan analisis kualitas kimia air minum isi ulang yang sering dikonsumsi masyarakat khusunya di wilayah kota Mataram, apakah telah memenuhi standar kualitas air minum yang ditetapkan oleh Permenkes RI No. 907/ Menkes/SK/VII/2002. Selanjutnya hasil analisisnya dibandingkan dengan air minum dalam kemasan untuk mengetahui tingkat kualitas kedua jenis air minum tersebut.

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditarik suatu rumusan masalah yaitu:a. Berapakah pH, kadar klorida (Cl-), padatan terlarut (TDS), dan kesadahan air minum isi ulang dan air minum dalam kemasan?b. Apakah air minum isi ulang dan air minum dalam kemasan memenuhi persyaratan kualitas air minum menurut Permenkes RI No. 907/ Menkes/SK/VII/2002 secara kimia?1.3 Tujuan PenelitianTujuan dilakukannya penelitian ini adalah:a. Untuk mengetahui besarnya pH, kadar klorida (Cl-), padatan terlarut (TDS), dan kesadahan air minum isi ulang dan air minum dalam kemasan.b. Untuk mengetahui apakah air minum isi ulang dan air minum dalam kemasan memenuhi persyaratan kualitas air minum menurut Permenkes RI No. 907/ Menkes/SK/VII/2002 secara kimia.1.4 Batasan MasalahBatasan masalah dalam penelitian ini adalah:a. Parameter kimia yang dianalisis pada air minum yaitu pH, kadar klorida (Cl-), padatan terlarut (TDS), dan kesadahan air.b. Sampel air yang dianalisis yaitu air minum isi ulang dan air minum dalam kemasan yang diambil secara acak di wilayah kota Mataram.c. Metode yang digunakan adalah metode argentometri, gravimetri, dan kompleksometri.1.5 Manfaat Penelitiana. Bagi Masyarakat Memberikan informasi tentang pH, kadar klorida (Cl-), padatan terlarut (TDS), dan kesadahan air pada air minum isi ulang dan air minum dalam kemasan sehingga dapat diketahui layak tidaknya air minum tersebut untuk dikunsumsi.b. Bagi MahasiswaSebagai rujukan dalam melaksanakan percobaan yang berkaitan dengan pengujian pH, kadar klorida (Cl-), padatan terlarut (TDS), dan kesadahan air.c. Bagi PenelitiMemperdalam pengetahuan tentang metode penentuan pH, kadar klorida (Cl-), padatan terlarut (TDS), dan kesadahan air secara argentometri, gravimetri, dan kompleksometri.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Air minum2.1.1 Pengertian air minumKeputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum, antara lain disebutkan bahwa Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Pengertian air minum dapat dilihat juga dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 651/MPP/Kep/10/2004 yaitu tentang persyaratan teknis Depot air minum dan perdagangannya. Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa Air minum adalah air baku yang telah diproses dan aman untuk diminum.Berdasarkan dua pengertian diatas maka dapat diartikan bahwa air minum adalah air yang dapat langsung diminum tanpa menyebabkan gangguan bagi orang yang meminumnya.2.1.2 Jenis air minumJenis air minum, menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas air minum, adalah :a. Air yang didistribusikan melalui pipa untuk keperluan rumah tanggab. Air yang didistribusikan melalui tangki airc. Air kemasand. Air yang digunakan untuk produksi bahan makanan dan minuman yang disajikan kepada masyarakat.

2.2.Persyaratan Kualitas AirParameter kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan manusia haruslah air yang tidak tercemar atau memenuhi persyaratan fisika, kimia, dan biologis (Notoatmodjo,2003).2.1.1 Persyaratan Fisika AirAir yang berkualitas harus memenuhi persyaratanfisika sebagai berikut:

3

a. Jernih atau tidak keruhAir yang keruh disebabkan oleh adanya butiran-butiran koloid dari tanah liat. Semakin banyak kandungan koloid maka air semakin keruh.b. Tidak berwarnaAir untuk keperluan rumah tangga harus jernih. Air yang berwarna berarti mengandung bahan-bahan lain yang berbahaya bagi kesehatan.c. Rasanya tawarSecara fisika, air bisa dirasakan oleh lidah.Air yang terasa asam, manis, pahit atau asin menunjukan air tersebut tidak baik. Rasa asin disebabkan adanya garam-garam tertentuyang larut dalam air, sedangkan rasa asam diakibatkan adanya asam organik maupun asam anorganik.d. Tidak berbauAir yang baik memiliki ciri tidak berbau bila dicium dari jauh maupun dari dekat. Air yang berbau busuk mengandung bahan organik yang sedang mengalami dekomposisi (penguraian) oleh mikroorganisme air.e. Temperaturnya normalSuhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas terutama agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran/pipa, yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat pertumbuhan mikro organisme.f.Tidak mengandung zat padatanAir minum mengandung zat padatan yang terapung di dalam air.2.1.2 Persyaratan BakteriologisSumber-sumber air di alam pada umumnya mengandung bakteri, baik air angkasa, air permukaan, maupun air tanah. Jumlah dan jenis bakteri berbeda sesuai dengan tempat dan kondisi yang mempengaruhinya. Oleh karena itu air yang dikonsumsi untuk keperluan sehari-hari harus bebas dari bakteri patogen. Bakteri golongan Coli (Coliform bakteri) tidak merupakan bakteri patogen, tetapi bakteri ini merupakan indikator dari pencemaran air oleh bakteri patogen (Slamet, 2009).E.coli sudah lama diketahui sebagai indikator adanya pencemaran tinja manusia pada minuman ataupun makanan. Beberapa alasan mengapa E.coli disebut sebagai indikator pencemaran pada tinja dibanding bakteri lainnya adalah (Chandra, 2005) :a. Jumlah organisme cukup banyak dalam usus manusia. Sekitar 200-400 miliar organisme ini dikeluarkan melalui tinja setiap harinya. Oleh karena jarang sekali ditemukan dalam air, keberadaan kuman ini dalam air memberi bukti kuat adanya kontaminasi tinja manusia.b. Organisme ini lebih mudah dideteksi melalui metode kultur (walau hanya terdapat 1 kuman dalam 100 cc air) dibanding tipe kuman patogen lainnya.c. Organisme ini lebih tahan hidup dibandingkan dengan kuman usus patogen lainnya.d. Bila coliform organisme ini ditemukan di dalam sampel air maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kuman usus patogen yang lain dapat juga ditemukan dalam sampel air tersebut di atas walaupun dalam jumlah yang kecil.2.1.3 PersyaratanKimiaKualitas air tergolong baik bila memenuhi persyaratan kimia seperti berikut:a.pH netralDerajat keasaman air minum harus netral, tidak boleh bersifat asam atau basa. Contoh air yang terasa asam adalah air gambut. Air murni mempunyai pH 7. apabila pH di bawah 7 air bersifat asam, sedangkan di atas 7 berarti bersifat basa (rasanya pahit).b. Tidak mengandung zat kimia beracunAir yang berkualitas baik tidak mengandung bahan kimia beracun seperti sianida, sulfida, fenolik. Tidak mengandung garam atau ion-ion logam seperti Fe, Mg, Ca, K, Hg, Zn, Mn, Cl, Cr dan lain-lain.c.Kesadahan rendahTingginya kesadahan berhubungan dengan garam-garam yang terlarut di dalam air terutama Ca dan Mg.d.Tidak mengandung bahan organikKandungan bahan organik dalam air dapat terurai menjadi zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Bahan-bahan organnik itu seperti NH4, H2S, SO42-dan NO3- (Kusnaedi,2002).

2.3 Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)Air minum kemasan atau dengan istilah AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), merupakan air minum yang siap di konsumsi secara langsung tanpa harus melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Air minum dalam kemasan merupakan air yang dikemas dalam berbagai bentuk wadah, misalnya 19 liter atau galon , 1500 ml / 600 ml (botol), 240 ml /220 ml (gelas).Proses Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) harus melalui proses tahapan baik secara klinis maupun secara hukum, secara higienis klinis biasanya disahkan menurut peraturan pemerintah memalui Departemen Badan Balai Pengawasan Obat Dan Makanan ( Badan POM RI) baik dari segi kimia, fisika, mikrobiologi. Tahapan secara hukum biasanya melalui proses pengukuhan merek dagang, hak paten, sertifikasi dan asosiasi yang mana keseluruhannya mengacu pada peraturan pemerintah melalui DEPERINDAG, SNI (Standar Nasional Indonesia), dan Merek Dagang. Untuk masalah air kemasan tentang Hak Cipta, Hak Paten Merek biasanya melalui instansi Departemen Kehakiman.Adapun proses Pengolahan air untuk menjadikan air siap dikemas dan dipasarkan secara umum, ada beberapa proses yang harus dilalui antara lain :1. Proses Pengolahan Air2. Proses Sterilisasi Air3. Proses Kontrol Kualitas4. Proses Pengemasan ( Galon, Botol, Cup)5. Proses Pengepakan6. Proses Distribusi (http://zeofilt.wordpress.com)

2.4 Air Minum Isi Ulang (AMIU)Depot air minum isi ulang adalah usaha industri yang melakukan proses pengolahan air baku menjadi air minum dan menjual langsung kepada konsumen (Deperindag, 2004).Prinsippengolahan air pada dasarnya harus mampu menghilangkan semua jenis polutan, baik fisik, kimia maupun mikrobiologi. Proses pengolahan air pada depot AMIU terdiri atas penyaringan (filtrasi) dan desinfeksi. Pertama, air akan melewati filter dari bahan silica untuk menyaring partikel kasar. Setelah itu memasuki tabung karbon aktif untuk menghilangkan bau. Tahap berikutnya adalah penyaringan air dengan saringan berukuran 10 mikron kemudian melalui saringan 1 mikron untuk menahan bakteri.Air yang keluar dari saringan 1 mikron dinyatakan telah bebas dari bau dan bakteri, ditampung pada tabung khusus yang berukuran lebih kecil dibanding tabung penampung air baku. Selanjutnya adalah tahap mematikan bakteri yang mungkin masih tersisa dengan menggunakan sinar ultra violet, ozonisasi dan Reversed Osmosi (Pitoyo, 2005).Air minum isi ulang adalah salah satu jenis air minum yang dapat langsung diminum tanpa dimasak terlebih dahulu, karena telah melewati beberapa proses tertentu. Merebaknya peluang usaha yang umumnya disebut sebagai depot air minum isi ulang tidak terlepas dari krisis yang dialami masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat mencari alternatif lain dalam membangun suatu usaha dengan biaya relatif ringan tetapi cepat kembali modalnya, ataupun para konsumen air minum mengurangi biaya kebutuhan sehari-hari.Proses produksi AMIU merupakan suatu proses dalam usaha menjadikan air yang belum layak dikonsumsi menjadi air yang layak dikonsumsi masyarakat. Air yang berasal dari air tanah yang dapat dijadikan bahan baku (air baku) ditampung kemudian diangkut dengan mobil tangki air. Air tersebut ditampung dalam suatu wadah, kemudian dialirkan melalui pipa dan disaring menggunakan alat filter, kemudian disterilisasi dengan ozon. Air yang telah steril dialirkan ke tangki lalu disaring lagi melalui penyaringan halus kemudian diinjeksikan dengan sinar ultraviolet, saring sekali lagi melalui penyaring halus. Air melalui pengisian dimasukkan kedalam botol dan ditutup. (Kacaribu, 2008).Pencemaran terhadap air minum kemasan/isi ulang berasal dari kualitas air baku yang digunakan, dimana pencemaran itu dapat berasal dari kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain yang berdampak negatif terhadap penurunan sumber daya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air(Effendi, 2003).Selain itu dalam dunia industri yang menggunakan bahan-bahan kimia sintetik, dimana banyak dari bahan-bahan kimia tersebut telah menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan air. Seperti limpasan dari pestisida dan herbisida yang berasal dari daerah pertanian atau perkebunan dan buangan limbah industri ke permukaan air. Yang lebih serius lagi adalah terjadinya rembesan kedalam air tanah dari bahan-bahan pencemar yang berasal dari penampungan limbah kimia dan kolam penampungan atau kolam pengolahan limbah dan fasilitas-fasilitas lainnya.Untuk air yang didistribusikan dengan tangki pengangkut dari lokasi sumber air baku ke depot air minum harus menggunakan tangki pengangkut air yang terbuat dari bahan tara pangan (food grade), tahan korosi dan bahan kimia yang dapat mencemari air (Achmad, 2004).

2.5 pHpHadalahderajatkeasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaanyang dimiliki oleh suatularutan. pH didefinisikan sebagai kologaritmaaktivitasion hidrogen(H+) yang terlarut. Koefisien aktivitasion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. pH bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.pH sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan di dalam air. Selain itu ikan dan mahluk-mahluk akuatik lainnya hidup pada selang pH tertentu, sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan mereka. Air murnibersifat netral, dengan pH-nya pada suhu 25C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan pH kurang dari tujuh disebut bersifa tasam, dan larutan dengan pH lebih dari tujuh dikatakan bersifatbasaataualkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimiasepertikimia,biologi, kedokteran,pertanian,ilmupangan,rekayasa(keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah.Umumnyaindikator asam-basasederhana yang digunakan adalah kertas lakmus yang berubah menjadi merah bila keasamannya tinggi dan biru bila keasamannya rendah. Selain menggunakankertaslakmus, indikator asam basa dapat diukur dengan pH meter yang bekerja berdasarkan prinsipelektrolit/konduktivitassuatu larutan.SuatupH meterdiatur sedemikiannya pembacaan meteran untuk suatu larutan standar adalah sama dengan nilai pH(S). Nilai pH(S) untuk berbagai larutan standar S diberikan oleh rekomendasiIUPAC.Larutan standar yang digunakan sering kali merupakan larutan penyangga standar. Dalam prakteknya, adalah lebih baik untuk menggunakan dua atau lebih larutan penyangga standar untuk mengijinkan adanya penyimpangan kecil dari hukum Nerst ideal pada elektrode sebenarnya. Oleh karena variabel temperatur muncul pada persamaan di atas, pH suatu larutan bergantung juga pada temperaturnya.Pengukuran nilai pH yang sangat rendah, misalnya pada air tambang yang sangat asam,memerlukan prosedur khusus. Kalibrasi elektrode pada kasus ini dapat digunakan menggunakan larutan standar asam sulfat pekat yang nilai pH-nya dihitung menggunakan parameter Pitzer untuk menghitung koefisien aktivitas (Wikipedia).

2.6 Klorida (Cl)Zat khlor berbentuk gas berwarna biru kehijauan dan bersifat racun keras. Khlor selalu dikonsumsi dalam bentuk garam dapur (NaCl). Zat ini belum pernah dilaporkan memberikan gejala-gejala defisiensi.Ion Cl dapat menembus membrane sel dengan leluasa dan keluar masuk memoranda sel secara pasif mendampingi ion K+ Na+ (Ahmad Djaeni Sediautama, 1991).2.6.1. Kadar Klorida dalam Air MinumKadar klorida dalam air minum kemasan berdasarkan Permenkes Nomor: 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 kadar klorida maksimum 250 mg/ l. Jumlah klorida dalam air minum lebih dari 600 mg/ l dapat merusak ginjal (Depkes, 2002).Pada saat pengolahan air minum dilakukan klorinasi, yaitu cara desinfektasi air dengan tujuan mematikan bakteri. Klorin yang digunakan biasanya berbentuk cairan (Natrium hipoklorit), bubuk (Kalsium hipoklorit), tablet dan bentuk gas. Klorin yang berbentuk gas biasanya digunakan dalam tangki baja sehingga memudahkan dalam transportasi oleh pabrik-pabrik pengolahan air minum.Khlor yang ditambahkan ke dalam air minum kalau yang berbentuk gas (Cl2) maka akan terjadi reaksi hidrolisa yang cepat sebagai berikut :Cl2 + H2O H+ +Cl-+ HOClSelanjutnya asam hipoklorit (HOCl) yang terjadi akan pecah sesuai dengan reaksi berikut:HOCl OC + H+Pada suhu air yang normal dan suasana netral atau asam lemah reaksi tersebut akan berlangsung dengan cepat.Semua perairan alami mengandung klorida yang kadarnya sangat bervariasi mulai dari beberapa milligram sampai puluhan ribu milligram (air laut). Namun suatu perairan baik itu airtanah, air artesis, danau atau sungai biasanya memiliki kadar klorida yang relatif tetap. Perubahan kadar klorida dalam suatu perairan berhubungan dengan lokasi maupun waktu tertentu yang menunjukkan adanya percampuran dengan perairan lain maupun pencemaran terhadap perairan tersebut. Keberadaa ion Cl- dalam air akan berpengaruh terhadap tingkat keasinan air. Semakin tinggi konsentrasi Cl-, berarti semakin asin air dan semakin rendah kualitasnya. Besarnya kadar klorida dalam perairan sangat penting dalam berbagai aspek seperti dalam penelitian-penelitian tenaga panas bumi, irigasi, industri, hidrologi, dll. Pada umumnya adanya klorida dalam air menyebabkan air tersebut memiliki rasa asin. (Soemirat, 1995).

2.6.3. Metode ArgentometriPenetapan kadar klorida dapat dilakukan dengan metode Argentometri, yaitu digunakannya larutan baku sekunder AgNO3.Adapun macam-macam metode argentometri ada 3 yaitua. Argentometri MohrMetode ini dapat digunakan untuk menetapkan kadar klorida dan bromide dalam suasana netral dengan larutan baku perak nitrat (AgNO3) dengan indicator kalium kromat (K2CrO4)membentukendapan perak kromat yang berwarna merah bata.Cl- + Ag+ AgCl (putih)CrO4 + Ag+ Ag2CrO4 (merah bata)b. Argentometri VolhardKlorida dapat ditetapkan dalam suasana asam dengan penambahan larutan baku perak nitrat (AgNO3) berlebihan. Kelebihan AgNO3 dititrasi dengan Kalium thiosianat dengan indicator besi (III) ammonium sulfat yang akan membentuk warna merahdari kompleks besi (III) atau Fe(CNS)3 yang larut.Cl- + Ag+AgCl (endapan putih)Ag+ + CNS-AgCNSCNS- + Fe3+Fe(CNS)3Fe(CNS)3 + Fe3+ Fe [Fe(CNS)3]3 (larutan merah)c. Metode K. FayansPada metode ini digunakan indicator adsorpsi sebagai kenyataan bahwa pada titik ekuivalen indicator ini tidak memberi warna pada larutan tetapi pada permukaan endapan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam metode ini adalah endapan dijaga sedapat mungkin dalam bentuk koloid. Garam netral dalam jumlah besar, ion bervalensi banyak harus dihindarkan karena mempunyai daya mengkoagulasi, sedikit sekali dan mengakibatkan oerubahan indicator tidak jelas. Metode ini dapat digunakan untuk menetapkan kadar klorida dengan indicator eosin atau flouresein Reaksi argentometri K. Fayans :(Mariyati, 2009) Cl- + Ag+AgCl (endapan putih)AgCl- + Cl-AgCl2AgCl + Ag+ + H eosin H+ + AgCl Ag eosinDari tiga metode titrasi tersebut, yang digunakan sebagai dasar penetapan kadar klorida pada air minum kemasan/isi ulang adalah metode Mohr, karena pada metode ini mempunyai banyak kelebihan yaitu reagen mudah didapat, prosedur mudah dan praktis dan titik akhir titrasi dapat terlihat dengan jelas.

2.7 TDS (Total Dissolve Solid)2.7.1 TDS (Total Dissolve Solid) Dalam AirTDS(Total Dissolve Solid) yaitu ukuran zat terlarut (baik itu zat organik maupun anorganik, misal : garam, dll) yang terdapat pada sebuah larutan. TDS meter menggambarkan jumlah zat terlarut dalamPart Per Million(PPM) atau sama dengan milligram per Liter (mg/L). Umumnya berdasarkan definisi diatas seharusnya zat yang terlarut dalam air (larutan) harus dapat melewati saringan yang berdiameter 2 micrometer (210-6meter). Aplikasi yang umum digunakan adalah untuk mengukur kualitas cairan biasanya untuk pengairan, pemeliharaan aquarium, kolam renang, proses kimia, pembuatan air mineral, dll. Setidaknya, kita dapat mengetahui air minum mana yang baik dikonsumsi tubuh, ataupun air murni untuk keperluan kimia (misalnya pembuatan kosmetika, obat-obatan, makanan, dll) (Insan, 2007).Total padatan terlarut merupakan bahan-bahan terlarut dalam air yang tidak tersaring dengan kertas saringmilliporedengan ukuran pori 0,45 m. Padatan ini terdiri dari senyawa-senyawa anorganik dan organik yang terlarut dalam air, mineral dan garam-garamnya. Penyebab utama terjadinya TDS adalah bahan anorganik berupa ion-ion yang umum dijumpai di perairan. Sebagai contoh air buangan sering mengandung molekul sabun, deterjen dan surfaktan yang larut air, misalnya pada air buangan rumah tangga dan industri pencucian (Anonim, 2010).Benda-benda padat di dalam air tersebut berasal dari banyak sumber,organikseperti daun, lumpur, plankton, serta limbah industri dan kotoran. Sumber lainnya bisa berasal dan limbah rumah tangga, pestisida, dan banyak lainnya. Sedangkan sumberanorganikberasal dari batuan dan udara yang mengandung kalsium bikarbonat, nitrogen, besi fosfor, sulfur, dan mineral lain. Semua benda ini berbentuk garam, yang merupakan kandungannya perpaduan antara logam dan non logam. Garam-garam ini biasanya terlarut di dalam air dalam bentuk ion, yang merupakan partikel yang memiliki kandungan positif dan negatif. Air juga mengangkut logam seperti timah dan tembaga saat perjalanannya di dalam pipa distribusi air minum.Sesuai regulasi dariEnviromental Protection Agency(EPA) USA, menyarankan bahwa kadar maksimal kontaminan pada air minum adalah sebesar 500mg/liter (500 ppm). Kini banyak sumber-sumber air yang mendekati ambang batas ini. Saat angka penunjukan TDS mencapai 1000mg/L maka sangat dianjurkan untuk tidak dikonsumsi manusia. Dengan angka TDS yang tinggi maka perlu ditindaklanjuti, dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Umumnya, tingginya angka TDS disebabkan oleh kandungan potassium, klorida, dan sodium yang terlarut di dalam air. Ion-ion ini memiliki efek jangka pendek (short-term effect), tapi ion-ion yang bersifat toksik (seperti timah arsenik, kadmium, nitrat dan banyak lainnya) banyak juga yang terlarut di dalam air(Anonim, dalam Rio Santoso 2008).TDS dapat digunakan untuk memperkirakan kualitas air minum, karena mewakilijumlah ion di dalam air. Air dengan TDS tinggi seringkali memiliki rasa yang buruk dan atau kesadahan air tinggi. Walaupun TDSumumnya dianggap bukan sebagai polutan utama (misalnya tidak dianggap terkaitdengan efek kesehatan), tetapi digunakan sebagai indikasi karakteristik estetika air minum dan sebagai indikatoragregat kehadiran array yang luas dari kontaminan kimia.Adapun dampakdari Total Dissolved Solid (TDS) adalah (Mahadmika, 2010):1. Dampak terhadap lingkungana. Kandungan TDS dapat berdampak buruk pada lingkungan, terutama dapatmenghambat resapan air dalam tanah dengan cara menutupi pori-pori.b. Padatan tersuspensi akan mengurangi penetrasi sinar matahari ke dalam air, yaitumempengaruhi degenerasi oksigen serta fotosintesis.2.Dampak terhadap kesehatanTDS tidak berdampak langsung pada kesehatan karena efek kandungan TDS di dalam airadalah memberi rasa pada air, yaitu air menjadi seperti garam. Sehingga jika airyang tidak sengaja mengandung TDS terminum, maka akan terjadi akumulasi garam di dalam ginjal manusia dalam waktu lama. Sehingga lama kelamaan akan mempengaruhi fungsi fisiologis ginjal.2.7.2 Metode GravimetriPengukuran kadar pedatan terlarut dalam cairan, biasanya menggunakan metode Gravimetri karena keakuratannya bisa sampai 0.0001 gram. Gravimetri merupakan salah satu metode analisis kuantitatif suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan. Analisis gravimetri adalah proses isolasi dan pengukuran berat suatu unsure atau senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penetuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsure atau radikal kesenyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Metode gravimetric memakan waktu yang cukup lama, adanya pengotor pada konstituen dapat diuji dan bila perlu factor-faktor koreksi dapat digunakan. Zat ini mempunyai ion yang sejenis dengan endapan primernya.Postpresipitasi dan kopresipitasi merupakan dua penomena yang berbeda. Sebagai contoh pada postpresipitasi, semakin lama waktunya maka kontaminasi bertambah, sedangkan pada kopresipitasi sebaliknya. Kontaminasi bertambah akibat pengadukan larutan hanya pada postpresipitasi tetapi tidak pada kopresipitasi (Khopkar, 1990).Lebih lanjut Chang menambahkan bahwa analisis gravimetri merupakan suatu teknik analitik yang berdasarkan pada pengukuran massa. Suatu analisis gravimetri melibatkan pembentukan (formasi), isolasi dan penentuan massa endapan. Umumnya prosedur ini digunakan pada senyawa-senyawa ionic. Pertama suatu zat sampel dilarutkan dalam air dan dibiarkan bereaksi dengan zat lain untuk membentuk endapan. Selanjutnya endapan tersebut disaring, dikeringkan dan ditimbang. Dengan mengetahui massa dan rumus kimia endapan yang terbentuk, maka dapat dhitung massa masing-masing komponen (yakni anion dan kation) dari sampel. Sehingga dari massa komponen dan massa sampel dapat ditentukan persen komposisi massa komponen pada senyawa asal (Chang, 1998).Pada metode gravimetri, senyawa yang hendak ditentukan dilarutkan, kemudian diendapkan menjadi endapan yang sukar larut. Dari endapan ini konsentrasi zat yang akan ditetapkan dapat dihitung secara stoikiometri. Oleh karena itu, endapan yang terjadi harus merupakan senyawa dengan kelarutan sekecil mungkin dan mempunyai susunan tertentu dan dapat secara tepat serta mudah dipisahkan dari hasil lainnya. Endapan yang terjadi dapat ditentukan dengan cara penimbangan. Persyaratan analisis gravimetri ini, bahwa bentuk yang ditimbang dapat yang didapat dari pengeringan atau pemijaran endapan mempunyai susunan dan berat molekul yang diketahui. Dengan persyaratan ini, kadar zat yang hendak ditentukan dapat diperoleh secara perbandingan stoikiometri (Roth dan Blaschke, 1988).

2.8 Kesadahan2.8.1 Kesadahan Air Kesadahan adalah suatu keadaan atau peristiwa terlarutnya ion- ion tertentu di air sehingga menurunkan kualitas air baik secara distribusi maupun penggunaanya. Ion-ion tersebut yaitu Ca2+, Mg2+, Mn2+, Fe2+, Si2+, dan semua kation yang bermuatan 2. Ion-ion mampu bereaksi denganSabun untuk Presipirat dan anion-anion yang ada untuk membentuk kerak.Air sadah berarti air yang didalamnya terkandung ion-ion kesadahan. Kesadahan air bervariasi dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Kesadahan air permukaan lebih kecil daripada air tanah di daerah kapur, karena pada daerah tanah tersebut banyak terkandung ion Ca2+dan Mg2+.Berdasarkan sifatnya, air sadah dibagi atas 2,yaitu:a. Kesadahan sementaraAir sadah yang mengandung Ca(HCO3)2atau Mg(HCO2)2, Air sadah sementara dapat dipisahkan dengan cara pemanasan.Reaksi: Ca(HCO2)2 CaCO2+H2O+CO2 Mg(HCO3)2 MgCO3+H2O +CO2b.Kesadahan tetapAir sadah yang mengandung MgCl2, CaCl2, MgSO4, CaSO4, dll. Airsadah dapat dihilangkan dengan penambahan natrium karbonat.Reaksi:CaSO4+ NaCO3 CaCO3+ Na2SO4 MgSO4+Na2SO3 MgCO3+ Na2SO4

Kesadahan air juga dibagi menjadi 2 tipe yaitu: :1.Kesadahan Kalsium dan Magnesium (Kesadahan Total)Kalsium dan magnesium merupakan dua anggota dari kelompok alkali logam.Kedua struktur ini mempunyai struktur elektron dan reaksi kimia yang sama. Besarnya kesadahan kalsium dan magnesium dapat dihitung.2.Kesadahan Karbonat dan Non KarbonatKesadahan karbonat ialah bagian kesadahan total yang secara kimia ekivalen terhadap alkalinitas bikarbonat dan karbonat dalam air. Kesadahan non karbonat ialah jumlah kesadahan akibat kelebihan kesadahan karbonat. Jika CaCO3sebagai alkalinitas dan kesadahan, maka kesadahan karbonat ditentukan sebagai berikut:a.Alkalinitaskesadahan totalKesadahan karbonat (mg/l) = kedadahan total (mg/l)b.Alkalinitas