lakukan diversifikasi - bogasari.com mitra 224.pdf · may ikan laut, tahu bakso ikan, bandeng...

of 20/20
ISSN 1412-2170 MITRA WACANA Edisi 224/ Tahun XVII / 2018 LAGANSA (Layanan Pelanggan Bogasari): 0807-1800-888, [email protected], www.bogasari.com, @KreasiBogasari Media Usaha Kecil Menengah Makanan Berbasis Terigu e-kupon hanya bisa diinput melalui Mobile Apps Lakukan Diversifikasi Produk Ingin terus Bertumbuh ..?

Post on 03-Mar-2019

277 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

ISSN

141

2-21

70

MITRAWACANAEdisi 224/ Tahun XVII / 2018

LAGANSA (Layanan Pelanggan Bogasari): 0807-1800-888, [email protected], www.bogasari.com, @KreasiBogasari

Media Usaha Kecil Menengah Makanan Berbasis Terigu

e-kup

on

hany

a bisa

diinp

ut

melal

ui M

obile

Apps

LakukanDiversifikasi Produk

Ingin terus Bertumbuh ..?

JENDELA

Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

Bagi Anggota BMC (Bogasari Mitra Card): Daftarkan nomor HP anda dan Informasikan setiap perubahan nomor telepon/HP Anda ke 0807-1-800-888, karena setiap

informasi BMC akan disampaikan melalui SMS.

Sajian Utama ............................. 4-7 Pemasaran .................................... 9Profil ................................................. 10 Manajemen .................................. 12Tips ................................................... 14Resep ............................................... 15Info UKM ......................................... 16 BMC ................................................. 19

Pembaca yang budiman, sebagaimana kita ketahui dalam tahun 2018 ini harga terigu mengalami beberapa kali kenaikan. Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollat Amerika dan faktor cuaca ekstrim di negara-negara penghasil gandum, menjadi pemicu utama kenaikan harga terigu di dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), Fransiscus Welirang mengakui pelemahan kurs rupiah turut menyeret harga jual terigu jadi lebih mahal 10 persen semester II-2018 ini.

Harga gandum sebagai bahan baku terigu di pasar internasional sudah naik 20 persen sejak Maret-April 2018, karena ada banjir di timur dan kekeringan di selatan Australia, sehingga panennya turun. Selain itu di Ukraina gandumnya terserang penyakit, sehingga harga gandum lebih mahal.

Cuaca bersalju dan hujan di kanada juga membuat panen gandum tertunda, yang berakibat harganya kembali menjulang. Situasi itupun menyebabkan kualitas gandum untuk saat ini dipastikan akan menurun. Meskipun masih ada yang bisa dipanen, tapi kualitasnya pasti menurun atau hanya akan terjual sebagai bahan pakan ternak karena banyaknya tanaman yang rusak akibat tertumpuk salju. Kanada, adalah salah satu negara pemasok gandum teratas dunia.

Analis Rabobank, Carlos Mera mengatakan bahwa Australia akan mencatatkan panen gandum paling sedikit dalam 10 tahun, dengan musim hujan yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan tidak mampu menyelamatkan hasil panen.

Adanya ekspektasi panen besar di Australia Barat juga akan tertahan karena adanya musim kering dan dingin yang membekukan dan merusak tanaman gandum. Hal itu membuat harga gandum lokal di Australia melonjak tiga kali lipat dari harga gandum di Chicago. Australia biasanya mengekspor dua per tiga dari kseluruhan produksi gandumnya, tetapi kekeringan yang melanda membuat negeri Kangguru itu terpaksa mengalami penurunan produksi sehingga hanya bisa memenuhi permintaan pabrik domestiknya dan kekurangan pasokan untuk diekspor ke negara lain seperti Indonesia.M

Wacana Mitra DigitalUntuk meningkatkan pelayanan dan mem-percepat proses pengiriman, Wacana Mi-tra akan terbit dalam format PDF (digital), sehingga secara bertahap edisi cetak akan dikurangi. Selanjutnya Wacana Mitra versi digital bisa diakses dan diunduh di Webiste Bogasari www.bogasari.com, Bogasari MobileApps, atau dikirim ke e-mail masing-masing UKM. Oleh karena itu jika UKM menginginkan Wacana Mitra dikirim via e-mail, silah-kan memberikan alamat e-mail kepada [email protected]

Pelemahan Kurs Rupiah dan Cuaca Ekstrim di Negara Penghasil Gandum, Picu Kenaikan Harga Terigu

PENERBIT: PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, Divisi Bogasari Flour Mills. ISSN: 1412-2170 Penasihat: Franciscus Welirang, Herman Djuhar, Pembina: Anwar Agus, Hans R. Aditio, P. Soegiono D, Iwan Santosa, Budi Sugianto, Koko Santosa, Ivo Ariawan, Penanggungjawab: Rudianto Pangaribuan, Redaksi: M.R. Pamungkas, M.Kareem Natakusumah Kontributor: Djunaedi Handojo ; Uluan DP. Manurung; Beatrix P. Soedibyo; Francesco Limawan; Ahmad Darullah; J .M. Qayyuum; Umi Wulandari, Julius Ronadi, Triana M, Bogasari Baking Center, Tim Customer RelationsDesain & Lay-out: melcky. Sekretaris Redaksi: Reni Dasmaniar Sekretariat, & Distribusi: PR & Communication BogasariAlamat Redaksi: PT. Indofood Sukses Makmur tbk. Divisi Bogasari Flour Mills, Jln. Raya Cilincing, Tanjung Priok, Jakarta - 14110, PO. Box 2000 JKU 14013. Telp : (021) 29263800, Fax : (021) 4392-0096, e-mail: [email protected]; [email protected]; http//www.bogasari.comDISTRIBUSI TERBATAS UNTUK KALANGAN SENDIRI, TIDAK DIPERJUALBELIKAN

SAJIAN UTAMA

Edisi 224/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

PERUBAHAN selera kon-sumen produk makanan, cen-derung berlangsung cepat. Produk yang saat ini jadi pri-madona, boleh jadi satu atau dua bulan ke depan bakal ter-sungkur.

Diversifikasi produk merupa-kan salah satu langkah jitu un-tuk mempertahankan perkem-bangan perusahaan.

Beginilah dinamika bisnis ber-gerak. Kepiawaian peng-usaha untuk membuat produk yang disukai konsumen, sering-kali harus adu cepat dengan perubahan selera konsumen. Terlebih untuk produk makan-an berbahan baku terigu, yang perkembangannya begitu pe-sat.

Berbagai jenis produk yang kian bervariasi, muncul silih berganti. Akibatnya, sebuah produk yang meskipun sempat menjadi favorit konsumen, bisa cepat mencapai titik jenuh, karena konsumen beralih pada produk baru yang menurut mereka lebih menarik. Terlebih, biasanya, segera bermunculan pengusaha lain yang melansir

produk sejenis, membuat per-saingan makin keras.

Perubahan selera konsumen dan persaingan yang makin keras itu, sebetulnya hanya fak-tor yang bisa mempercepat titik jenuh produk di pasar. Di luar itu, secara alamiah, pertumbuh-an sebuah produk memang ada

batasnya. Selalu ada masa un-tuk memulai dengan pelan, lalu tumbuh lebih cepat, mencapai puncaknya.

Oleh sebab itu, agar bisa tetap bertahan bahkan berada di jalur perkembangan, peng-usaha perlu mempertimbang-kan untuk melakukan diversifi-

Mengembangkan Usaha dengan Diversifikasi Produk

Sebuah produk, betapa pun larisnya, suatu ketika bakal menyentuh titik jenuh. Sebelum hal itu terjadi, bersiaplah untuk melakukan diversifikasi produk. Langkah ini bukan hanya mujarab untuk mempertahankan posisi usaha di panggung persaingan, tetapi juga memacu pada perkem-bangan yang lebih jauh.

SAJIAN UTAMA

Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

kasi atau penganekaragaman produk. Di sini, tentu saja mu-lak diperlukan kreativitas dan keberanian berinovasi, teruta-ma menghadapi perubahan se-lera dan tren kuliner konsumen jaman sekarang. Segmentasi konsumenpun kini beragam, baik dari segi usia, selera, kelas sosial, dll.

Banyak cara untuk menum-buhkan kreativitas. Pengusaha Jepang, konon, kerap mem-pertanyakan produknya sen-diri: Apa tidak bisa diperbesar atau sebaliknya diperkecil, apa bisa diubah bentuknya, apa bisa diubah kegunaannya? Deng-an pertanyaan itu, akan terus diciptakan produk baru yang lebih baik serta lebih unggul dari sebelumnya, dan kemudian menggantikan posisi produk yang sudah jenuh di pasar. Itu semua akan sangat tergantung dengan kebutuhan akan selera konsumen pada masanya.

Diversifikasi produk, pada akhirnya, merupakan suatu keharusan yang sulit dihindari, seperti juga kita tidak bisa menghindar dari kenyataan tentang adanya titik jenuh se-buah produk di pasar.

Di samping menyiasati peru-bahan selera konsumen, se-cara keseluruhan, diversifikasi produk dimaksudkan untuk meningkatkan total penjualan. Jika ada satu produk yang vo-lume penjualannya kecil, bisa

ditutupi oleh produk lain yang volume penjualannya besar.

Misalnya bagi seorang peng-usaha bakery, sejak memulai langkahnya di bisnis roti, sudah harus menyadari tentang pen-tingnya diversifikasi produk. Karena tren di usaha makanan, cenderung berubah dengan ce-pat. Konsumen bisa cepat bo-san, Oleh sebab itu perlu antisi-pasi setiap saat ada perubahan. Salah satunya dengan mencari produk baru, agar tetap mena-rik perhatian konsumen.

Di samping membuat produk makanan yang benar-benar baru, juga ditambah dengan membuat variasi dari produk utamanya, yaitu roti. Namun, langkah apapun yang dilaku-kan, jangan sampai mengor-bankan kualitas.

Meskipun bukan produk uta-ma, kualitas produk baru yang dijajakan sebagai pendamping, tetap saja tidak boleh dibuat sembarangan. Kalau kualitas-nya jelek, dikhawatirkan bakal mempengaruhi citra produk utama.

Bahkan, pada beberapa ka-sus, produk pendamping bisa mencuat menjadi produk uta-ma. Karena pasar roti dari se-buah bakery dirasakan sudah mentok, lantas perlu melaku-kan diversifikasi produk dengan membuat bermacam kue basah tradisional. Pada perkembang-an selanjutnya, bukan tidak

mungkin justru kue tradisional inilah yang paling laris ter-jual. Keberhasilan strategi ini diperlukan keberanian untuk melakukan terobosan sehingga bisa makin berkibar.

Ketika menentukan produk baru apa yang akan diproduksi, penting untuk melakukan lang-kah persiapan yang melibatkan seorang yang dipercaya di ba-gian testing. Dimulai dengan mencari tahu bagaimana se-benarnya rasa kue atau makan-an tradisional tertentu di daerah asalnya. Hal ini penting, meski-pun dilakukan penyesuaian dengan lidah konsumen di suatu kota tertentu, rasa aslinya tidak hilang.

Selain menciptakan produk baru perlu juga dilakukan peremajaan produk. Kue yang peminatnya telah menurun, pelan-pelan digantikan oleh jenis kue baru. Setiap tahun, untuk 2 atau 3 jenis kue baru yang ditampilkan.

Diversifikasi juga bisa di-lakukan untuk menambah var-ian bahkan jenis yang berbeda dari produk utamanya. Tujuan-nya untuk memberikan pilihan yang lebih banyak kepada kon-sumen.

Hj. Sumiarsih, pengusaha kerupuk kedelai dari Desa Pi-lang Wangunrejo, Lamongan Jawa Timur, setelah menjalan-kan usaha sejak tahun 1998, ia merasa perlu membuat terobo-

SAJIAN UTAMA

Edisi 224/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

san baru untuk menambah vari-an krupuknya dan jenis usaha makanan yang baru.

Usaha yang dinamai SBY Corporation ini terus mengem-bangkan usahanya, tidak hanya mengandalkan kerupuk kedelai sebagai produk utamanya saja, melainkan telah lahir inovasi produk lainnya, berupa kerupuk bawang, kerupuk ikan, nugget ikan laut, bakso ikan laut, so-may ikan laut, tahu bakso ikan, bandeng presto, bandeng sapit, bandeng otak-otak, telor asin, hingga kurma tomat. Tidak hanya menjual kerupuk kedelai saja, tetapi sudah ada produk lain yang disebutnya smartfood karena berbahan baku ikan laut. Omzetnya pun terus naik, hingga saat ini mampu menca-pai Rp. 200.000.000,- setiap bulannya.

Bukan Asal BeragamLangkah diversifikasi produk,

memang bukan berarti asal memberagamkan produk. Ke-putusan untuk membuat produk baru, harus dirancang dengan perhitungan dan perencanaan matang. Termasuk di dalam-nya, mengukur kemampuan sumberdaya manusia yang di-miliki. Karyawan yang sudah terampil dan terbiasa membuat roti, misalnya, belum tentu bisa dengan mudah membuat do-

nat, yang kualitasnya setara de-ngan roti yang sedang populer di lingkungan konsumen.

Faktor lain yang mesti masuk hitungan, adalah soal efisiensi. Hal ini, antara lain, bisa dilaku-kan dengan memperhatikan kesamaan bahan baku dan proses pembuatan, termasuk penggunaan alatnya. Sebagai contoh, perusahaan pembuat roti, tidak akan terlalu banyak mengeluarkan investasi baru ketika akan membuat donat.

Sebagai langkah terobosan, bagaimanapun, kegiatan di-versifikasi produk menyimpan risiko gagal yang cukup besar. Untuk mengurangi risiko terse-but, sebaiknya pengusaha tidak pernah boleh ketinggalan men-cari berba-gai informasi terbaru, baik yang bersifat praktis sep-erti resep-resep, maupun yang menambah wawasan seperti mencermati perkembangan atau tren produk sejenis, bah-kan yang terjadi di luar negeri.

Penelitian juga sudah saatnya dipertimbangkan. Selama ini, kegiatan penelitian memang sangat identik dengan peker-jaan orang sekolahan. Kalau menyangkut pengembangan usaha, hanya perusahaan be-sarlah yang sanggup melaku-kannya. Sebab, kegiatan itu tidak menghasilkan keuntung-an secara langsung. Malah

mengabiskan biaya, waktu dan tenaga. Tapi anggapan seper-ti itu, tidak selamanya benar. Bahkan, bisa merugikan. Se-bab, di jaman usaha yang ketat dengan persaingan baik antar UKM maupun UKM dengan perusahaan besar sekarang ini, kegiatan penelitian sangat pen-ting dilakukan. Kalau tidak mau tertinggal di belakang.

Kegiatan penelitian, tidak harus mengeluarkan biaya be-sar. UKM dapat melakukan sendiri penelitian sederhana, yang meliputi perbaikan proses produksi, metoda kerja, perba-ikan produk, dan peningkatan mutu. Juga dapat melakukan penelitian untuk memanfaat-kan hasil buangan proses atau limbah, dan sebagainya.

Penelitian juga merupakan ujung tombak bagi strategi pengembangan produk dan diversifikasi. Sebagai contoh, sebuah usaha martabak telur pada mulanya hanya membuat dua jenis martabak, yaitu yang biasa dan spesial. Namun, be-danya hanya pada jumlah telur yang digunakan. Tapi, setelah melalui berbagai percobaan re-sep, akhirnya bisa diciptakan berbagai variasi martabak telur, isi sayur, rendang, sate dan sea-food. Dengan demikian kon-sumenpun mempunyai banyak pilihan. ***

(dari berbagai sumber)

SAJIAN UTAMA

Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

Jika produk yang diusahakan sudah beragam dan mulai jenuh, maka perlu ada upaya untuk meneliti lebih jauh perlu atau tidaknya produk tersebut di-lanjutkan.

Menditeksi Produk yang Sudah Jenuh

PENGEMBANGAN usaha, banyak yang dilaku-kan dengan melakukan diversifikasi produk. Misal-nya, pengusaha kue jajan pasar yang semula hanya menjual lima jenis kue, kemudian berkembang men-jadi 20 jenis. Atau pengusaha roti, yang kemudian memperbanyak jenis roti, membuat donat, dan se-bagainya.

Tentu saja, pengembangan dengan cara seperti itu baik-baik saja. Asal, kita bisa mengontrol tingkat ke-

sehatan masing-masing produk, sehingga bisa dike-tahui apakah ada produk yang sudah mulai jenuh atau tidak. Kalau ada, seberapa parah tingkat ke-jenuhannya, sehingga bisa diambil keputusan mau diapakan produk tersebut. Jangan sampai terjadi, ada produk yang sebenarnya sudah tidak layak lagi, masih terus diproduksi.

Secara keseluruhan, boleh jadi perusahaan tetap untung, karena kerugian yang diakibatkan oleh produk yang jenuh itu, disubsidi oleh keuntungan dari produk lain.

Ini bukan kondisi yang baik untuk sebuah perusa-haan. Lantas, bagaimana caranya melakukan diteksi terhadap produk yang sudah jenuh ?

Pertama-tama, tentu saja, harus dikenali dulu tanda tandanya sebagai berikut:Omset yang secara terus menerus turun.Turunnya biaya karena datangnya produk-produk

yang lebih baik, lebih murah, lebih efektif me-menuhi kebutuhan konsumen. Produk sendiri su-dah usang secara ekonomis dan teknologi.

Banyaknya waktu untuk mengurus produk tersebut oleh pimpinan perusahaan.Untuk menditeksi produk yang jenuh, bisa dilaku-

kan dengan penelitian yang cermat. Hasilnya, belum tentu berupa keputusan agar produk tersebut tidak diproduksi lagi. Pengambilan keputusan terhadap produk yang jenuh tersebut, sebaiknya jangan di-dasarkan hanya pada profit saja. Semuanya harus dilihat dari pertimbangan sasaran jangka panjang dan jangka pendek.

Dengan demikian, dalam setiap pengambilan keputusan, ada faktor-faktor kritis dan nilainya harus dipilih berdasarkan situasi dan sasaran perusahaan.

Penilaian produk yang mungkin dihapus dapat ditinjau melalui tren yang ada:Tren Penjualan:

Jika dalam penelitian yang relatif cukup lama ternyata penjualannya cenderung menurun terus, maka perlu diadakan penelitian.Tren Harga:

Jika pada produk lama dengan pola kompeti-si yang relatif mantap mengalami kecenderungan menurun pada harga, maka hal ini perlu ditanggapi.Tren Laba:

Laba menurun terus baik dalam rupiah atau atas penjualan dan investasi, perlu ditanggapi secara seri-us.Timbulnya Substitusi:

Kalau ada produk pesaing yang mempunyai ciri-ciri lebih baik dalam segala hal, perlu dipertimbang-kan kemungkinan penghapusan produk. M

Perlu diketahui seberapa jauh tingkat kejenuhan produk, apakah masih layak dilanjutkan atau tidak

PEMASARAN

Edisi 224/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

Di sebuah toko terlihat seorang calon konsumen yang cukup menarik perhatian. Pakaiannya berkelas, gerak-geriknya sangat anggun, menunjukkan bahwa dia orang yang sempurna. Setiap orang yang berhadapan dengannya pasti terkesan. Namun, kesan tersebut men-dadak berubah saat seorang sales mulai berkomunikasi dengannya karena calon konsumen yang satu ini cukup unik. Dia jarang berbicara, yang muncul dari mulutnya hanya kata ya tidak dan mungkin.

Seorang sales mungkin sudah terbiasa menghadapi konsumen yang bertipe saat ini. Namun, menjadi tidak biasa karena ekspektasi sales sudah terlanjur tinggi aki-bat pengaruh penampilannya yang luar biasa. Sudah terkesima terlebih dahulu. Hal semacam ini harus mam-pu diantisipasi oleh seorang sales.

Begitu banyak jenis karakter konsumen. Mulai dari sok-sok pendiam tapi menarik, pendiam yang sung-guh-sungguh pendiam dan menyebalkan, atau karakter cerewet, sombong, pemalu, dan lain sebagainya.

Untuk bisa menghadapi mereka, berikut 6 karakter calon konsumen yang perlu dikenal dan bagaimana cara mengadapinya:

1. Konsumen PendiamCalon konsumen yang irit bicara. Dia hanya akan

berkomunikasi jika mendapatkan pancingan dari lawan bicaranya. Jika tidak, dia tidak akan berbicara. Kon-sumen tipe seperti ini biasanya tidak pandai bergaul se-hingga jaringan pertemanannya terbatas. Tetapi, jangan salah, jika mereka memiliki teman, mereka sangat dekat sehingga setiap ucapannya akan selalu dipercaya. Se-lain itu, sekali orang dengan tipe ini telah mempercayai sese-orang, dia akan terus mempercayainya sampai kapan pun. Sifat ini pasti akan menguntungkan bagi

seorang sales sebab referensi dari si pendiam dapat sangat diandalkan (program buyer get buyer).

Tentu saja diperlukan trik khusus untuk menghadapi jenis konsumen seperti ini. :a. Kita harus lebih banyak bicara ketimbang mende-

ngar.b. Mulai pembicaraan dengan hal-hal yang ringan. Jan-

gan langsung ke urusan penjualan. Misalnya, terlebih dahulu kita bisa berbicara tentang hobi, keluarga, dan lain sebagainya.

2. Konsumen CerewetKebalikan dengan si pendiam. Dia sangat aktif bi-

cara, meski kita tidak memancingnya. Bahkan, tidak ja-rang mereka terlihat sok akrab. Mereka sangat mudah di ajak berbicara dengan gaya yang santai dan akrab. Kadang kita menganggap bicaranya berlebihan, tetapi itulah karakternya. Kita tidak perlu repot-repot meman-cing pembicaraan. Tetapi, jangan sampai terbawa dalam alur pembicaraan mereka.Beberapa hal yang perlu diperhatikan, jika ketemu de-ngan tipe ini adalah:a. Lebih banyak mendengarkan biarkan calon pelang-

gan yang berbicara.b. Ikuti alur mereka sampai pada tahap tertentu. Kemu-

dian, belokkan alur pembicaraan sesuai keinginan kita.

c. Ketika sudah cukup banyak mendengar, mintalah ke-sempatan untuk ganti berbicara.

3. Konsumen AroganArogan merupakan salah satu tipe konsumen yang su-

lit menerima pendapat orang lain. Baginya, pendapat-nyalah yang paling benar. Jika kita tidak mengenal

Tipe Konsumen & Bagaimana MengelolanyaSebagai seorang Sales atau tenaga penjualan, setiap hari pasti berhadapan dengan calon konsumen dengan berbagai karakter dan keinginannya. Biasanya butuh beberapa saat untuk bisa mengenal tipe calon konsumen tersebut. Dari sanalah kita bisa menentukan tipe konsumen, dan bisa menilai apakah calon klien tersebut termasuk potensial atau tidak sebagai konsumen loyal kita.

PEMASARAN

Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

karakter ini, jangan pernah menyalahkan diri jika pre-sentasi kita selalu gagal. Apa pun yang kita ucapkan sering mereka bantah. Calon konsumen arogan ter-kadang memang merasa tahu segala hal, termasuk produk kita sekali pun. Untuk menghadapinya, kita tidak boleh tersinggung sama sekali. Berikut beberapa tips untuk menghadapinya:a. Biarkan mereka memahami produk kita sesuai keingi-

nannya. Misalnya, lewat brosur, melihat-lihat sendiri produk, dan kegiatan lainnya.

b. Jangan coba-coba mengganggu kesendiriannya.c. Anda hanya bisa bertanya, Apakah sudah jelas ten-

tang produk kami? atau pertanyaan lain yang seje-nis.

d. Mereka biasanya haus akan pujian. Pujilah mereka dengan sopan dan proporsional.

4. Konsumen SombongApa perbedaan sombong dengan arogan? Seki-

las dua istilah tersebut memang nyaris sama. Arogan biasanya diterjemahkan sebagai sombong. Dalam konteks ini, tipe sombong dimaknai sebagai seseorang yang terlalu bangga dengan dirinya dan suka banyak berbicara. Dia sering kali memamerkan apa yang di-miliki dan kemampuannya. Padahal, apa yang mereka katakan belum tentu benar. Bagi seorang sales, inilah tipe calon konsumen yang paling mudah dipengaruhi.

Agar sukses menghadapi jenis konsumen seperti ini, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan:a. Biarkan mereka bicara sesuka hatinya.b. Berikan kesan bahwa Anda menyetujui semua

pendapatnya. c. Pujilah apa yang mereka banggakan. d. Rayulah calon pelanggan untuk menggunakan

produk kita berdasarkan pembicaraan mereka sen-diri.

5. Konsumen KikirTipe konsumen yang juga harus dicermati adalah tipe

kikir. Seseorang yang kikir adalah orang yang terlalu memperhitungkan untung rugi dan memanfaatkan setiap hal yang akan dibelinya.

Calon pembeli memang harus berhitung seberapa besar manfaat yang akan diperoleh jika membeli se-suatu. Namun, tipe kikir ini cenderung berlebihan. Me-

reka sangat detail dan tidak akan melewatkan satu pun perhitungannya. Berikut trik untuk menghadapinya :a. Siapkan data selengkap mungkinb. Berikan hitung-hitungan setiap produk secara lengkap.

Jangan pernah mengabaikan perhitungan produk, bahkan perhitungan paling sepele sekali pun

c. Sampaikan manfaat dan fungsi setiap produk kepa-da konsumen. Jangan pernah mengabaikan manfaat dan fungsi produk, bahkan manfaat yang paling mi-nor sekali pun

6. Konsumen PembandingInilah tipe konsumen yang paling sulit ditaklukkan.

Tipe pembanding adalah konsumen yang sangat pa-ham akan produk yang kita tawarkan. Bisa jadi kon-sumen tipe ini justru lebih menguasai produk kita bahkan produk kompetitor, jika kita tidak benar-benar mempe-lajari produk. Kita harus menguasai produk sendiri dan produk pesaing dalam menghadapi konsumen bertipe pembanding.

Tipe pembanding tidak akan pernah berhenti mem-bandingkan produk-produk kita dengan produk kom-petitor. Salah-salah kita bisa saja terperosok ke dalam jebakan perbandingannya. Hal yang umum bahwa se-bagai sales kita sering mengunggulkan produk sendiri dan merendahkan produk lain. Tetapi jika kita tidak me-nguasai produk, mungkin kita akan mati kutu ketika ber-hadapan dengan mereka. Oleh karena itu perhatikan hal-hal berikut:a. Kuasai produk semaksimal mungkinb. Pelajari produk-produk kompetitor yang sejenisc. Kuasai presentasi untuk meyakinkan konsumen tipe

inid. Jangan sampai terjebak dalam membandingkan

produk secara membabi buta.e. Untuk menghadapi tipe ini, jika kita belum paham

betul, sebaiknya mengajak serta tenaga penjualan senior.

Biasanya butuh beberapa saat untuk bisa mengenal tipe calon konsumen yang kita hadapi. Dari sanalah kita bisa menentukan tipe konsumen, dan bisa menilai apa-kah calon klien tersebut termasuk potensial atau tidak sebagai konsumen loyal kita. (dari berbagai sumber)

10

PROFIL

Saya ini tipe risk taker, tapi tetap penuh perhi-tungan. Saya bekerja sambil usaha martabak, setelah merasa mantap di bisnis martabak saya keluar dari PNS, ungkap Sonny.

Martabak Orins adalah nama usaha yang ditekuni-nya sejak Juni 2011 lalu. Meski baru 7 tahun berja-lan, usaha martabaknya berkembang pesat dan kini sudah memiliki 27 gerai. Ia mengaku memang sangat menggemari martabak. Untuk mendapatkan resep yang pas, ia bersama istrinya Sri Suwarni, tak segan belajar dan bertanya pada orang lain. Mereka juga membagikan kepada teman-temannya untuk men-coba martabak buatannya. Lantaran baru memulai, Sonny memikirkan bagaimana agar martabak yang akan dijualnya mempunyai ciri khas.

Melihat kebiasaan kedua anaknya yang senang memakan martabak bagian bawahnya saja, men-jadi inspirasi untuk membuat martabak yang tidak dilipat. Sehingga topping-nya tampak seperti pizza. Adapun nama Orins berasal dari gabungan nama kedua anaknya yaitu Ometh dan Rain. Jadilah merek produk mereka Martabak Pizza Orins.

Sebelum buka usaha martabak, Sonny berbisnis jamur di tahun 2010. Namun karena kurang pros-pektif ia pun menghentikannya dan memutuskan beralih ke usaha martabak. Pertimbangnnya, usaha makanan berbahan dasar terigu ini sudah puluhan ta-hun akrab dengan lidah masyarakat Indonesia.

Mantan Karyawan Pajak, Jadi Pengusaha MartabakMemutuskan berhenti sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementrian Keuangan bukanlah perkara mudah bagi seseorang. Masa depan pasti, gaji berkecukupan, peluang jadi pejabat pun ada. Tapi lain halnya bagi Sonny Arca Adryanto yang dengan mantap keluar dari zona nyaman. Alumnus STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) ini berhenti berkarier sebagai PNS dan kini sukses menjadi pengusaha martabak.

Pertama kali Martabak Pizza Orins dibuka di dekat Stasiun Gondangdia dengan hanya memiliki 4 karyawan. Di tahun pertama masa awal pengenalan Martabak Pizza Orins sangatlah berat. Karena belum terbiasanya konsep baru yang berbentuk pizza. Alha-sil dalam sehari, satu sak terigu Bogasari saja tidak habis.

Sonny tidak kalah akal. Ia menangkap peluang dengan menambahkan topping aneka rasa. Mulai dari rasa cokelat, keju, hingga yang terbaru seperti cokelat tobleron, kitkat greentea ataupun jagung keju. Penggunaan bahan-bahan yang berkualitas tinggi, seperti terigu Bogasari merek Segitiga Biru dan Cakra Kembar, kian membuat Martabak Orins cepat dikenal.

Inovasi lain yang dilakukan Sonny ialah adonan dari martabak itu sendiri. Jika biasanya adonan martabak hanya manis original, ia menam-

Sonny Arca Adryanto, Pengusaha Martabak Pizza Orins

Edisi 224/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

PROFIL

bahkannya dengan rasa pandan, red velvet, hingga adonan dengan rasa greentea. Bagi penikmat mar-tabak yang khawatir dengan gula darah, Martabak Pizza Orins juga menyediakan varian bebas gula (non sugar). Dalam pembuatannya tidak menggu-nakan gula sama sekali. Sebagai gantinya, produk madu khusus yang diformulasikan, ungkap Risman, Manajer Operasional dan IT Martabak Pizza Orins, saat ditemui di salah satu gerai di Jakarta Barat.

Sonny juga melihat kebiasaan pegawai kantoran yang suka ngemil setelah makan siang. Hal itulah yang memberanikan Sonny membuka gerainya mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam. Berbeda dengan ke-banyakan penjual martabak yang berjualan hanya di malam hari. Tidak heran jika saat ini Martabak Pizza Orins telah menghabiskan lebih dari 1000 sak terigu Bogasari atau 25 ton per bulan untuk total 27 gerai

di Jabodetabek. Untuk operasional selu-ruh gerai tersebut, Mar-

tabak Pizza Orins mengerahkan lebih dari 300 karyawan. Dalam waktu dekat, Martabak Orins akan membuka cabang di Bandung, Medan ataupun Surabaya, papar Risman.

Penggunaan media sosial seperti Instagram dan Facebook juga menjadi strategi promosi Martabak Pizza Orins. Dengan menggunakan media sosial di-harapkan dapat mengangkat merek Martabak Pizza Orins, masyarakat menjadi kenal. Dari kenal kemu-dian suatu saat mereka akan mencoba, setelah men-coba, mereka akan membeli terus, karena kualitas terjamin dan rasa yang enak.

Saat ini Martabak Pizza Orins memiliki 32 vari-an rasa untuk martabak manis dan 10 varian rasa untuk martabak telor. Harganya cukup bersahabat tergantung dari variasi, ukuran ataupun topping yang dipilih, mulai dari Rp 9.000 ukuran mini hingga Rp 60.000 untuk yang jumbo. Kedepannya, anggota Bogasari Mitra Card (BMC) ini bertekad untuk men-jadi top martabak di Indonesia.

Rahasia sukses Martabak Pizza Orins sebagaimana diungkapkan oleh Risman adalah menjaga kepuasan pelanggan, dengan cara konsisten menggunakan ba-han baku yang berkualitas. Dengan selalu menggu-nakan terigu Bogasari yang sudah terbukti kualitas-nya, ia menjamin Martabak Pizza Orins akan tetap lembut hingga 24 jam.

Berkat konsistensi dalam menjaga kualitas untuk memuaskan pelanggan, Martabak Pizza Orins ter-pilih sebagai Nominator Bogasari SME Award 2018. (REM)

Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

Edisi 224/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

MANAJEMEN

Tidak ada gading yang tak retak. Jika diterapkan pada dunia usaha, pepatah lama itu mengan-dung arti: tidak ada usaha yang betul-betul bebas dari keru-gian, berapapun kecilnya. Jadi, jangan ter-lalu panik kalau tiba-tiba Anda mendapati sesu-atu yang merugikan usaha. Asal ti-dak fatal. Nah, untuk mencegah terjadin-ya kerugian besar yang berakibat fatal itu, kita harus jeli mencermati kerugian-kerugian kecil yang mungkin saja terjadi.

Terlebih, bentuk kerugian tersebut ti-dak semuanya tampak nyata. Ada juga kerugian yang tidak tampak, atau tidak disadari, jika tidak diselidiki.

Ambil contoh, pengusaha yang mem-produksi roti. Karena produksi rotinya sudah berjalan secara rutin setiap hari, bisa saja tidak menyadari bahwa sebetulnya terjadi ine-fisiensi dalam proses peragian, karena penguapan adonan, perbedaan berat adonan dengan berat menurut resep, dan sebagainya.

Kerugian-kerugian semacam itu, hanya dapat diketahui secara nyata bila diselidiki dengan seksa-ma. Tetapi jika sudah terbiasa menimbang adonan setelah percampuran dan sebelum mengirimkan-nya ke meja adonan, maka beberapa kerugian yang tak nyata akan menjadi nyata.

Sedangkan kerugian dalam proses produksi yang nyata atau mudah dilihat dengan jelas, mi-salnya cacat waktu dalam oven, kesalahan saat membungkus dan mengepak sehingga menye-babkan roti mudah apek, dan sebagainya. Bila kerugian-kerugian yang nyata ini dicatat dengan terperinci, maka pengusaha bisa segera memper-hitungkannya.

Disarankan agar semua adonan yang rusak tetap dioven saja, walaupun nantinya tidak dijual bersama dengan roti atau kue yang baik. Yang ca-cat ini dapat disatukan dengan yang rusak dalam oven atau produk yang apek, untuk digunakan se-bagai makanan ternak atau untuk tujuan lainnya,

sehingga hasil penjualannya akan menurunkan jumlah kerugian netto.

Sudah tentu semua pengusaha inginnya bisa terbebas dari kerugian, termasuk yang kecil-kecil, atau mampu menjalankan efisiensi 100 persen. Tapi, kenyataannya, sangat sulit mencapai kesem-purnaan. Hal ini bukan cuma berlaku pada usaha skala kecil-menengah yang tradisional, tapi juga perusahaan besar yang menjalankan manajemen modern.

Tapi, yang paling penting ialah, pengusaha ha-rus berupaya untuk mengetahui segala kerugian yang terjadi, dapat menetapkan alasannya serta mengambil tindakan seperlunya untuk mengurangi kerugian-kerugian itu sampai batas minimal.

Pembuatan catatan yang meliputi aktivitas se-luruh pabrik, merupakan salah satu cara yang pa-ling mendasar untuk mengetahui dan mengontrol kerugian yang nyata dan yang tidak nyata, serta menentukan penanggulangannya. Hanya dengan mengecek seperti itulah, efisiensi yang sebenarnya dapat ditegakkan. Karena itu, pelaksanaan sistem pencatatan dan pembukuan yang sistematis, su-dah merupakan keharusan. Termasuk buat usaha skala kecil. (pam dari berbagai sumber)

Meminimalkan Dampak Kerugian dalam Produksi Dalam menjalankan produksi, selalu ada risiko kerugian. Pengusaha perlu cermat menditeksi kerugian tersebut, agar dampaknya tidak terlalu parah.

Proses produksi bisa menyebabkan kerugian jika tidak cermat

Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

INFO

Program Santripreneur: KERJASAMA BOGASARI DENGAN PESANTREN DAN PERGURUAN TINGGI

Pelatihan Santripreneur Girikesumo, Demak kerjasama dengan UNDIP Semarang

DALAM rangka mendukung program Santripreneur yang saat ini sedang digalakan oleh pemerintah, Bogasari bersama dengan beberapa pesantren dan perguruan tinggi mengadakan pelatihan usaha makanan berbasis terigu.

Ada 21 Pondok Pesantren (Ponpes) yang mendapatkan pelatihan dari Bogasari Jakarta dan Surabaya. Tigabelas Ponpes yang dilatih oleh Bogasari Jakarta adalah Jakarta Islamic Center Jakarta Utara, Raudhathuttalibin Cikeutar, menes banten, AnNawawi Tanara Serang Banten, Assy-afiiyah Jakarta Timur, PPIQ Bogor, Muslimat NU Bogor/UKM Neneng, Muslimat NU Jakarta Utara, Darul Izzah Cengkareng, Al - Musthuriyah Sukabumi, Nur Antika Tangerang, Al-Hikamussalafiyah Purwakarta, Suryalaya Tasikmalaya, As-Syafiiyah, Majalengka. Sedangkan 8 Ponpes yang dilatih oleh Bogasari Surabaya yaitu: Sidogiri Green Bakery, Ashi Shiddigi Jember, Al Mahalli Bantul, Girikesumo Demak, Sidogiri Bimantara Bakery, Latansa Gontor Ponorogo, Elkisi Mojokerto, Al Amien Prendu Sumenep.

Dari ponpes tersebut selain menadapatkan pelatihan produksi makanan berbahan dasar terigu dan manajemen usaha, beberapa diantaranya juga mendapatkan bantuan peralatan sebagai modal untuk membuka usaha.

Program santripreneur adalah program yang dicanan-gkan pemerintah dalam rangka penumbuhan wirausaha baru dan unit industri di lingkungan pondok pesantren. Upaya ini dimaksudkan agar para lulusan pondok pesantren nanti dapat turut mendorong penumbuhan in-dustri kecil dan menengah (IKM).

Pondok pesantren mempunyai peran dalam pemban-gunan perekonomian nasional di masa depan sebagai agen pembangunan yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya sehingga menjadi sarana dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal itu ditinjau dari jumlah pondok pesantren dan jum-lah santri yang mayoritas ialah generasi muda berpendidi-kan, memiliki integritas dan mental yang tangguh.(pam)

Pelatihan Santripreneue Al Mahalli, Bantul. Kerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta 26-28 September 2018 dilanjutkan tanggal 1-2 Oktober 2018.

Edisi 224/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

TIPS

Biji gandum adalah bahan baku utama pembuatan te-pung terigu, di dalamnya mengandung pigmen alami yaitu xantofil yang menyebabkan warna kuning pada gandum. Jadi, warna alami gandum adalah kuning kecoklatan. Ini juga yang menyebabkan warna terigu tidak terlalu putih. Tepung terigu bisa menjadi putih ketika mengalami pe-mucatan alami selama penyimpanan

Kandungan utama tepung terigu adalah Karbohidrat dan Protein. Kandungan alami lainnya adalah Asam Fo-lat, Asam Lemak Essential, Vitamin A, Vitamin E, dan Serat. Namun ketika terjadi proses penggilingan gandum menjadi terigu, Vitamin, Asam Folat dan Zat Besi hilang. Oleh karena itu agar tepung terigu tetap memenuhi un-sur kesehatan, harus ditambahkan lagi bahan-bahan yang hilang tadi. Proses penambahan ini disebut Enrichment. Terigu ini disebut sebagai Terigu Alami, dan tentu saja SEHAT.

Ciri-ciri terigu alami adalah: Beraroma terigu alami/ti-dak bau kimia, warna putih terigu natural tanpa pemutih, disukai serangga, dan mudah berkutu.

Tetapi ada sebagian produsen terigu juga menambah-kan bahan kimia sebagai pengawet dan pemutih dengan tujuan untuk memperpanjang daya simpan, memperbaiki kenampakan menjadi lebih putih, meningkatkan cita rasa, nilai gizi atau memperbaiki teksturnya. Terigu demikian ini disebut terigu tidak alami.

Bahan pengawet yang biasanya digunakan dalam te-pung terigu antara lain: Potasium Bromat, dan Klorin Di-oksida. Tujuannya agar terigu tidak mudah berkutu, roti atau mie tidak cepat rusak

Sedangkan bahan pemutih atau bleaching yang sering digunakan adalah: Benzoil Peroksida, Azodicarbonamide, Asam Askorbat, Khlorin, dengan tujuan hasil produk le-bih putih.

Baik pengawet ataupun pemutih yang digunakan dalam tepung terigu adalah BAHAN KIMIA, yang ber-bahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Potasium Bromat dapat memicu KANKER terutama dipermukaan ginjal, kelenjar tiroid dan mesothelium, ba-han ini sudah dilarang dipakai dalam makanan.

Apakah Terigu yang Kita Konsumsi Sehat?Oleh :

Prof.Ir.HARI PURNOMO M.App.Sc.,Ph.D. (Program Studi Teknologi Pangan Universitas Ciputra Surabaya)

Klorin Dioksida, juga bersifat pemicu KANKER. Bahan kimia ini bersifat antibakteria yang sangat kuat, dapat merusak vitamin E dalam terigu sehingga memicu kanker,

Benzoil Peroksida pemicu KANKER. Bahan pemutih ini banyak dipakai untuk memutihkan terigu karena har-ganya murah, dan pemakaiannya tidak boleh lebih dari 60 mg.

Azodicarbonamide pemicu ASMA. Salah satu bahan pemutih dan sudah dilarang dipakai di Eropa, Singapura, dan Australia karena dapat menyebabkan.

Pemutihan terigu dengan bahan kimia dapat memben-tuk komponen kimia yang disebut Alloksan yang dapat mengakibatkan diabetes.

Kebanyakan tepung terigu yang putih warnanya adalah tepung terigu alami yang diberi bahan tambahan berupa PEMUTIH dan PENGAWET yang bertujuan untuk me-ningkatkan warna dan memperpanjang masa simpan.

Sebagai bentuk tanggungjawab kepada masyarakat, Bogasari BERKOMITMEN untuk Turut Membangun Gizi Bangsa dengan memproduksi Terigu Alami yang sehat TANPA BAHAN TAMBAHAN berupa pengawet dan pemutih yang berbahaya bagi kesehatan.

Pilihannya adalah apakah kita mau SEHAT atau hanya sekedar mau produk kita kelihatan putih dengan mengabaikan segi Kesehatan.M

RESEP

Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

Pizza GorengCara Membuat Isian1. Tumis bawang putih, bawang bombay hingga harum dengan mentega2. Masukkan daging sapi cincang, tumis hingga matang.3. Tambahkan tomat dan pasta tomat, aduk hingga rata4. Tambahkan daun seledri, gula pasir, garam, lada bubuk, oregano dan

kaldu sapi. Masak hingga matang, angkat lalu sisihkan5. Isian siap digunakan

Cara membuat Adonan1. Campurkan bahan kering ke dalam mixer lalu aduk rata2. Tambahkan air hingga adonan menyatu, lalu masukkan minyak zaitun,

aduk hingga kalis3. Setelah kalis, potong adonan pizza 40 gram bulatkan dan baluri adonan

dengan terigu4. Tutup adonan dengan plastik agar tidak kering dan simpan di chiller

selama 30 menit5. Setelah adonan relax, ambil adonan pizza pipihkan dengan

menggunakan rolling pin, lalu isi dengan bahan isian dan keju mozzarella, bentuk seperti pastel

6. Goreng adonan dengan suhu 1600 C hingga kulit adonan berwarna cokelat muda

Cara Penyajian1. Ambil 1 pizza goreng yang sudah matang, beri sedikit isian di atasnya2. Tambahkan parutan keju mozarella3. Panggang dengan suhu 1800 C selama 5 menit atau hingga keju

meleleh4. Hias dengan saus tomat dan mayonaise5. Pizza goreng siap disajikan

Bahan Adonan Pizza1000 gram Terigu Segitiga Biru 6 gram Ragi 20 gram Garam 15 gram Gula Pasir 25 gram Minyak Zaitun 3 gram Baking Powder 500 gram Air Dingin

Bahan Isian 500 gram Daging Sapi (cincang) 40 gram Bawang Putih (cincang) 100 gram Bawang Bombay (cincang kasar) 5 gram Tomat (blender tanpa biji) 2 kaleng Pasta Tomat 40 gram Gula Pasir 10 gram Garam 10 gram Lada Bubuk 3 gram Oregano 40 gram Daun Seledri (cincang) 15 gram Kaldu Sapi 50 gram Mentega (untuk menumis) 200 gram Keju Mozzarella

Bahan Topping 220 gram Keju Mozzarella 200 gram Saus Tomat 200 gram Mayonaise

Edisi 224/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra

INFO

Bogasari Memperoleh Penghargaan 7th UNS SMEs SUMMIT & AWARDs

BOGASARI ditetapkan sebagai Perusahaan Swasta Convenience Good Pelaksana CSR Pengembang UMKM terbaik dan berhak menerima penghargaan 7th UNS SMEs SUMMIT & AWARDs 2018. Penghargaan ini adalah kali kedua diberikan Universitas Negeri Surakarta (UNS) Sebelas Maret kepada Bogasari setelah penghargaan yang sama diterima pada tahun 2015 yang lalu.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Rek-tor UNS, Prof. Ravik Karsidi kepada Dwi, Asisten Manajer CR Bogasari Wilayah Jateng 2.

UNS SMEs Summit & Award 2018, ini adalah even tahunan yang diselenggarakan kerjasama Pusat Studi Pendampingan Koperasi dan UMKM Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret Surakarta (PSP-KUMKM LPPM UNS)

dengan Kementerian Koperasi dan UMKM RI, serta Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), dengan maksud memberikan penghargaan kepada pemerhati UMKM baik lembaga maupun perorangan atas perannya dalam memberdayakan UMKM.

Melalui kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kerjasama dan sinergitas para pemangku kepentingan (lembaga pemerintah, Per-guruan Tinggi, dunia usaha, dan LSM) dalam pem-berdayaan UMKM

Universitas Negeri Surakarta (UNS) Sebelas Maret, adalah salah satu Perguruan Tinggi (PT) yang fokus terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) *** (pam)

Dwi ( ke dua dari kanan) Asisten Manajer CR Bogasari Wilayah Jateng 2, menerima Piala dan Sertifikat 7th UNS SMEs SUMMIT & AWARDs 2018, dari Rektor UNS, Prof. Ravik Karsidi.

INFO

Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

UKM PERAJIN MIE MEULABOH, ACEH BARAT MEMBENTUK PAGUYUBAN

Setelah beberapa paguyuban dan forum komunikasi antar paguyuban di beberapa daerah di Pulau Jawa, giliran wilayah Nangro Aceh Darusalam, membentuk pa-guyuban Mie Meulaboh Aceh Barat.

Pertemuan silaturahmi dan pem-bentukan paguyuban tersebut diada-kan di Aula Hotel Tiara Meu-laboh, tanggal 26 September 2018 lalu Dihadiri oleh 30 orang peserta dari UKM Mie di Meulaboh dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Meulaboh, Dr. Ir. Teuku Er-wansyah MSi, yang juga hadir mengemukakan tentang kon-disi perkembangan usaha dan perdagangan di Meulaboh, ser-ta bagaimana menyikapinya.

harga jual terigu, dan penjelasan me-ngenai Aplikasi BMC, serta perlunya dibentuk komunitas atau paguyuban antarsesama pengusaha makanan, khususnya mie.

Setelah melalui musyawarah ter-pilih sebagai koordinator paguyuban, Bapak Buchari dari UKM Mie Muti-

ara. Setelah terbentuk paguyu-

ban, mereka langsung menga-dakan pembicaraan mengenai kesepakatan harga jual mie terendah di Meulaboh dan seki-tarnya sebesar Rp. 7.000,- per kilogram mie mentah. Dari in-formasi yang diperoleh dari 1 kg mie mentah dapat dibuat sekitar 6 porsi atau 6 piring mie aceh @Rp. 8.000,-.***

(adul)

Bantuan Terigu dari Bogasari untuk UKM Korban Gempa NTB TIGA UKM Mitra Bogasari yang terkena dampak

gempa di Nusa Tenggara Barat, menerima bantuan dari Bogasari wilayah pemasaran Surabaya. Keti-ga UKM yang semuanya usaha bakery, tersebut adalah Bila Bakery mendapatkan 30 zak terigu, Vany Bakery 80 Zak terigu dan Aneka Rasa Ba-kery mendapatkan 30 Zak terigu.

Program bantuan yang diserahkan pada 15-18 Oktober 2018 ini bertujuan untuk meringankan beban para UKM anggota BMC mitra Bogasari yang terdampak akibat gempa yang melumpuhkan usaha mereka. Para UKM itu terpaksa tidak bisa produksi dan berjualan selain karena rumah dan tempat produksi rusak, bahan bakunya juga tidak ada.

Ketika terjadi gempa mereka mengungsi di tem-pat kerabatnya, Bahkan Kepala Dusun Sangiang meminjamkan tempat untuk produksi, kepada Suri-adi pemilik Bila Bakery, mengingat usahanya cu-kup banyak memberdayakan masyarakat sekitar.

Irfan, pemilik Vany Bakery bahkan sempat drop karena tidak bisa berproduksi, namun sejak mendapat support moral dan bantuan terigu dari bogasari kini sudah mulai membaik. (pam)

Bapak Anowar pemilik Aneka Rasa Bakery menerima bantuan 30 Zak Terigu Cakra Kembar, dari Bogasari

Kesempatan selanjutnya diisi de-ngan materi koperasi oleh Kepala Bi-dang Perkoperasian Meulaboh Ir. Ar-diansyah.

Dari tim Bogasari, kesempatan pertemuan tersebut digunakan untuk menjelaskan mengenai kondisi harga gandum yang berdampak kepada

INFO

Edisi 224/Tahun XVII/2018 * Wacana Mitra18

Go-Digital 2018Pelahan Digital Markeng bagi UKM Mitra Bogasari Bogasari bekerjasama dengan manajemen Go-Jek menyelenggarakan pelatihan Digital Marketing bagi UKM anggota Bogasari Mitra Card (BMC) dan Alumnus Bogasari Baking Center (BBC). Pelatihan yang mengambil tema Go-Digital 2018 ini diselenggarakan di dua lokasi yaitu di Surabaya dan Jakarta.

SEBANYAK 46 UKM yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Situbondo mengikuti pelatihan di BBC Surabaya pada 20 September 2018, sedangkan pelatihan di BBC Jakarta diikuti oleh 74 peserta yang terdiri dari 41 UKM dan 31 Alumnus BBC Jakarta. pada 27 Nopember 2018. Diharapkan pelatihan ini bisa menambah wawasan UKM agar lebih aware terha-dap perubahan strategi pemasaran saat ini

Ada 2 materi pokok yang dibahas dalam pelatihan tersebut yaitu Marketing 4.0 dan Pengenalan Go-Food. Dijelaskan Marketing 4.0 ini adalah pendekatan pema-saran yang mengombinasikan interaksi online dan in-teraksi offline antara perusahaan dengan pelanggan.

Peserta juga dijelaskan mengenai media pemasaran digital, diantaranya sosial media (Instagram, facebook, twitter, line dan whatapp), e-commerce (Go-Jek, tokope-dia, shopee, lazada, dll), video promosi/iklan (youtube & dailymotion) serta website dan email (mailchimp, blogger, wix.com), dan trik pemasaran digital.

Materi kedua mengenai Go-Food, yaitu fitur layanan pesan antar makanan yang terintegrasi dan didukung oleh Go-Jek.

Ada beberapa keuntungan jika menjadi partner atau merchant yaitu:- Channel & Market yang lebih luas, menjangkau cus-

tomer baru dan meningkatkan potensi penjualan di mana Go-Food sudah ada di 50 kota.

- Promo delivery menggunakan Go-Pay. Biaya pengiri-man lebih murah dan terjangkau.

- Merchant akan diprioritaskan muncul ketika pembeli melakukan pencarian resto terdekat (near me)

- Kemudahan untuk update informasi, seperti menu, harga, foto, jam operasional dan informasi apapun mengenai usaha merchant.

- Merchant bisa menampilkan deskripsi atau profil resto sehingga memudahkan customer untuk mencari infor-masi tentang usaha merchant.

- Jangkauan antar hingga 30 km dan didukung oleh ri-buan driver yang siap memproses orderan.

- Mendapatkan materi promosi yang bisa dipasang di tempat makan, partner stiker & tent card sebagai sa-rana sosialisasi ke customer bahwa usahanya sudah masuk di aplikasi Go-Jek.

Dalam acara tersebut juga dijelaskan perbedaan penger-tian Go-Food dan Go-Resto. Go-Food yaitu aplikasi untuk pembeli/pelanggan. sedangkan Go-Resto adalah aplikasi terpisah dari Go-Jek yang ditujukan kepada merchant go-food untuk mengembangkan, mengontrol, dan mendapat-kan informasi yang bermanfaat untuk kemajuan usaha.

Kewajiban yang harus dibayarkan merchant adalah 20% bagi hasil dari total pendapatan yang dihasilkan dari tran-saksi Go-Food per bulan. 20% tersebut diambil dari harga yang tertera dalam aplikasi. Tidak masalah apabila mer-chant ingin menaikkan harga dari harga offline.

Untuk menjadi partner diperlukan proses approval yang memakan waktu kurang lebih 14 hari kerja sejak pendaf-taran. Alurnya adalah: merchant mendaftar melalui Go-Resto > Survey oleh Tim Go-Food > Apabila OK, lang-sung mendapatkan, Approval. Perlu diketahui tidak ada sistem blacklist di Go-Food.

Syarat untuk bisa menjadi merchant Go-Food cukup Fotokopy KTP dan nomor rekening, dilengkapi dengan foto-foto produk.

Di akhir acara para peserta dikasih kesempatan untuk mendaftar menjadi merchant. Tercatat ada 32 peserta yang mendaftar. Menurut keterangan dari Tim Go-Jek, bagi peserta yang mendaftar pada saat acara pelatihan dan sudah melengkapi semua persyaratan, dalam waktu maksimal 3 hari sudah bisa tersambung dan siap meneri-ma order dari pelanggan.*** (ruli-pam)

BMC

19Wacana Mitra * Edisi 224/Tahun XVII/2018

TANYA JAWAB SEPUTAR BMC

Apa saja manfaat menjadi anggota BMC?1. Mendapatkan rabat pembelian berupa uang tunai/point reward serta hadiah undian secara periodik.2. Berlangganan e-wacanamitra setiap bulannya3. Diskon pelatihan di seluruh Bogasari Baking Center4. Kartu BMC bisa digunakan untuk penarikan uang di seluruh jaringan ATM BCA5. Kesempatan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan sesama pengusaha UMKM6. Fasilitas asuransi kesehatan, kecelakaan diri & kebakaran (syarat & ketentuan berlaku)

Apa syaratnya untuk bisa menjadi anggota BMC?1. Perajin/Pengguna terigu produk Bogasari yang masih skala UKM (Usaha Kecil Menengah)2. Pengelolaan usaha masih dilakukan secara sederhana (tradisional)3. Minimum pembelian terigu 1 sak (@ 25 kg) per transaksi4. Lolos verifikasi lapangan oleh tim Bogasari setempat.5. Bogasari berhak sepenuhnya untuk menerima, menolak atau memperpanjang keanggotaan BMC

Bagaimana cara atau mekanisme pendaftaran anggota BMC?1. Pendaftaran anggota BMC baru melalui Bogasari Mobile Apps (download dari playstore) atau Website Bogasari (www.bogasari.com) untuk mendapatkan ID BMC (7 digit angka) kurang lebih 3 hari.2. Proses cetak (setelah scan 100 kupon) dan pengiriman kartu BMC 1 bulan untuk area Jawa dan 1,5 bulan untuk area luar Jawa.

Apa saja benefit yang diperoleh anggota BMC?1. Anggota BMC mendapatkan fasilitas Asuransi BMC dengan ketentuan:

- Inputan/scan kupon 6 bulan sebelum periode Asuransi (Oktober s.d. Maret) dasar kepesertaan untuk asuransi periode 15 April tahun ini s.d. 15 April tahun berikutnya. - Review kepesertaan Asuransi setiap bulan November, inputan/scan kupon Mei - Oktober tahun berjalan. Jika tidak aktif scan kupon, akan digantikan oleh UKM lainnya.

2. Langganan e-wacana mitra, dengan ketentuan anggota BMC harus memiliki e-mail atau Whatsapp yang masih aktif, karena majalah Wacana Mitra akan dikirim melalui e-mail atau Whatsapp.

3. Diskon 25% pelatihan di BBC, dengan ketentuan nama peserta pelatihan harus sama dengan nama di kartu BMC. Bila nama berbeda, tim CR harus e-mail permohonan pelatihan terpisah.

4. Hadiah Langsung (HL atau cashback). 5. Gelegar Hadiah Bogasari: Anggota BMC yang aktif input kupon pada bulan Desember Mei berhak diikutkan

dalam Gelegar Hadiah Bogasari tahap I, Juni November berhak ikut Gelegar hadiah Bogasari tahap II.M

JENIS ASURANSI

Maksimum Nilai Pertanggungan atau Premi per tahun (Rp)

Jumlah Aktif kupon Periode 1 atau 2 (lembar)

200 - 599 600 3.000

Asuransi Kecelakaan Diri Rp 10.000.000 Rp 25.000.000

Asuransi Kebakaran Rp 50.000.000 Rp 100.000.000

Asuransi Kesehatan(berupa kartu Prevensia) - Rp 60.000.000